IMG-20201008-WA0041

Peresmian Wahana Agrowisata Kembang Desa Dawung

Read More
IMG-20201008-WA0039

Peresmian Wahana Agrowisata Kembang Desa Dawung

 

Diskominfo

Peresmian Wahana Agrowisata Kembang Desa Dawung  oleh Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar.

KARANGANYAR – Peresmian Wahana Agrowisata Kembang Desa Dawung di Kecamatan Matesih berlangsung pada Kamis (8/10/20).

Acara yang diprakarsai oleh Bumdes Mantep tersebut dihadiri Bupati Karanganyar Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto, Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo serta para tamu undangan.

Suyadi selaku Kepala Desa Dawung mengucapkan selamat datang dan terimakasih atas kehadiran seluruh tamu undangan.

Terkait pembangunan agrowisata dia sampaikan bahwa Wahana Agrowisata Kembang Desa Dawung berdiri diatas tanah kas desa seluas 6000 m2, mulai dibangun pada Tanggal 16 Juli 2020 dan prosesnya memakan waktu kurang lebih 2,5 bulan.

Dengan harga tiket masuk sebesar Rp. 5000,- pengunjung sudah dimanjakan dengan pemandangan taman bunga yang indah, kolam terapi ikan, arena bermain anak serta bermacam-macam kuliner.

Ditambahkan bahwa jumlah pengunjung pada hari Sabtu dan Minggu kurang lebih 1700 hingga 2000 pengunjung, baik itu berasal dari Karanganyar, Sukoharjo maupun Sragen.

Kedepan rencananya akan dibangun  kolam renang dewasa, kolam renang anak serta wahana permainan waterboom.

Selain itu juga akan dikembangkan kebun budidaya buah anggur, untuk itu telah disediakan lahan seluas 1 hektar. Bumdes Mantep juga akan menggandeng pihak yang ahli dalam proses pembudidayaannya yang berasal dari Cilacap, tujuannya agar Desa Dawung menjadi Desa Wisata Buah Anggur.

Pada kesempatan ini turut dibagikan 20 bingkisan sembako bagi anak yatim piatu sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.

Sementara Juliyatmono berharap agar semua kegiatan yang dirintis bisa menjadi berkah dan menyejahterakan warga.

“Mudah-mudahan kegiatan yang dirintis pada siang hari ini berkah, sempulur ini menjadi sarana untuk mendapatkan kesejahteraan, ini miliknya masyarakat Desa Dawung semua wajib nyengkuyung”terangnya.

Ditambahkan bahwa kreatifitas dan inovasi seperti ini agar terus dilakukan dan setiap desa perlu untuk membuat kegiatan yang dapat menghasilkan kesejahteraan.

“Baik kepada siapapun, berbaik sangka, selalu positif memandang karya siapapun” imbuhnya.

Bupati turut menyinggung terkait Covid-19, dia berpesan agar menyikapi dengan semangat dan hati yang gembira, tentunya tetap dengan menjaga protokol kesehatan. Diskominfo (an/in).

 

Read More
2

Peresmian Gedung Balai Desa dan Kantor Kepala Desa Dawung, Matesih

Read More
1

Bupati Karanganyar Resmikan Gedung Balai Desa dan Kantor Kepala Desa, Desa Dawung Matesih

Simbolis : Bupati Karanganyar menandatangani prasasti peresmian Gedung Balai Desa dan Kantor Kepala Desa, Desa Dawung Kecamatan Matesih Karanganyar, Kamis (31/01).

Karanganyar – 31 Januari 2019

Setelah kurang lebih 4 tahun pembangunan gedung kepala desa dan kantor kepala desa, Desa Dawung Kecamatan Matesih akhirnya diresmikan Kamis, (31/01) di Balai Desa Dawung Kecamatan Matesih. Bupati dan wakil bupati serta jajaran pemerintah Kabupaten Karanganyar ikut serta dalam peresmian tersebut.

Kepala Desa Dawung, Suyadi S.H. menghaturkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Karanganyar yang telah membantu mengalokasikan dana APBD untuk membantu pembangunan gedung balai desa dan kantor kepala desa, Desa Dawung. Berdasarkan laporan yang telah disampaikan bahwa total anggaran yang dikeluarkan untuk kegiatan pembangunan secara keseluruhan, dari tahun 2015-2018 adalah sekitar Rp. 1.000.783.000. Angka tersebut dihitung bedasarkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Suyadi S.H. juga menyampaikan bahwa nantinya pada tahun 2020 Desa Dawung akan membangun waterboom yang bisa dijadikan sebagai sarana rekreasi.

Drs. H. Juliyatmono, M. M, Bupati Karanganyar berharap semoga gedung balai desa bisa digunakan dengan baik bermanfaat untuk warga dan masyarakat sekitar sebagai tempat berkumpul. Dengan adanya gedung balai desa yang baru, masyarakat harus lebih guyub dan rukun. “Kerjasama RT dan RW juga diharapkan untuk membuat desa menjadi lebih maju, bagus, semua penduduk sumringah, berinteraksi serta bersaudara satu dengan yang lainnya” tuturya.

 

Demikian Diskominfo (an/in/mt)

Read More
DSC_0009

Peresmian Pasar Rakyat Desa Dawung

diskominfo

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat membagikan pisang kepada pedagang yang hadir saat peresmian pasar, Jumat Pagi (5/1)

Karanganyar – Ratusan warga Desa Dawung Matesih memiliki pasar baru, terletak di pinggir Jalan Raya Matesih Tawangmangu, Pasar yang memiliki los sejumlah 115 petak dan berukuran 2 meter x 160 centimeter ini merupakan bantuan dari Kementerian Koperasi Republik Indonesia.

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo yang datang secara langsung dan meresmikan pasar tersebut menyambut baik dengan adanya pasar ini menggantikan pasar lama yakni Pasar Klumprit yang berada tidak jauh dari lokasi pasar Dawung. Rohadi berharap pedagang untuk memiliki rasa kebersamaan, kebersamaan itu terwujud dalam menjaga pasar dan kebersamaan dalam mengais rejeki berjualan.

“Saya doakan bersama agar panjenengan semua sukses dalam berjualan.” Ujar Rohadi.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM Waluyo Dwi Basuki mengatakan pembangunan pasar ini menelan dana 796 juta yang merupakan bantuan dari Kementerian Perindustrian. Nantinya dari 115 petak los yang ada, 45 los diisi pedagang Pasar Klumprit yang berlokasi di Dukuh Klumprit Dawung yang operasional nya hanya di hari pasaran jawa, sedangkan sisanya nanti akan diisi warga Dawung. Nantinya Pasar Dawung ini akan beroperasional setiap hari.

Ditambahkan oleh Basuki, retribusi dari pasar yang dibangun diatas tanah kas desa ini akan dikelola oleh Koperasi Desa selaku pengelola Pasar Dawung. Kedepannya selain untuk pasar, dimungkinkan juga untuk dikembangkan untuk tempat usaha lainnya. Demikian Diskominfo (ad/f3a)

Read More
Wakil Bupati Karanganyar meresmikan pasar rakyat Desa Dawung (05-01-2018)

Peresmian Pasar Rakyat Desa Dawung

Read More
aku – Copy

Penutupan TMMD Diiringi Hujan Deras

Pelaksanaan penutupan TMMD di Desa Dawung, Kecamatan Matesih masih berlangsung khidmat, walaupun hujan deras turun.

Pelaksanaan penutupan TMMD di Desa Dawung, Kecamatan Matesih masih berlangsung khidmat, walaupun turun hujan deras , Senin (23/05)

Karanganyar, Senin (23/05/2016)

Pelaksanaan penutupan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I, Tahun Anggaran 2016 diiringi dengan cuaca tak bersahabat. Gerimis sejak pagi turun di lokasi lapangan Desa Dawung, Kecamatan Matesih, Senin (23/05) pagi.

Seusai pemukulan kentongan, tanda kegiatan TMMD tersebut secara resmi ditutup, hujan semakin deras. Namun hal tersebut tak menyurutkan ratusan peserta meninggalkan upacara. Sehingga pelaksanaannya masih berjalan khidmat.

Kapolres Karanganyar, AKBP Mahedi Surindra, sebagai Inspektur Upacara pun basah kuyup. Dia tetap berdiri tegap hingga upacara selesai. Bahkan menolak dipayungi.

Tampak hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar, Samsi, dan beberapa pejabat terkait.

Sedangkan hasil yang diperoleh dari TMMD selama 21 hari meliputi kegiatan fisik pengecorran jalan, pembuatan talud jalan, pembangunan jembatan, rehab Masjid Al-Falaq, rehab RTLH sebanyak 7 unit, rehab pos kamling, yang semuanya telahs selesai 100 persen.

Untuk kegiatan non fisik, meliputi pengobatan masal, penyuluhan dari berbagai intsansi, dan pembuatan SIM kolektif oleh Polres Karanganyar.

Kapolres Karanganyar saat membacakan sambutan dari Panglima Kodam IV/Diponegoro, mengatakan kegiatan ini telah memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat pedesaan.

“Dalam konteks kepentingan akselerasi pembangunan, program TMMD bertujuan untuk mewujudkan Ruang juang, Alat juang, Kondisi juang dan kemanunggalan TNI-Rakyat,serta membantu Pemda untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan fisik maupun non fisik,” katanya.

Selain itu, dengan ada TMMD ini, maka terdapat penghematan anggaran. Jika diborongkan, maka menghabiskan Rp. 875 juta, namun dengan program TMMD sebesar Rp. 601 juta. pd 

Read More

ALOKASI DANA DESA: Harus Kelola Uang Miliaran, Kepala Desa Galau

Sebagian kepala desa (Kades) di Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar mengaku kebingungan jika harus menyalurkan dana block grant yang jumlahnya milyaran. Pendistribusian dan pertanggungjawaban alokasi dana yang terlalu besar membuat mereka menyangsikan salah satu poin utama yang diusulkan dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Desa tersebut.

“Kalau nanti UU Desa disahkan dan kami mendapatkan Alokasi Dana Desa (ADD) Rp1 miliar per tahun, saya akan kebingungan membagi. Kalau saya kok lebih setuju dana tidak usah terlalu banyak tapi ajeg,” ujar Kepala Desa Dawung, Kecamatan Matesih, Suyarto

Kepala Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, Prawoto, juga menyatakan hal senada dengan Suyarto. Menurutnya, dana alokasi yang cukup besar itu bisa memicu praktik korupsi di kalangan perangkat desa jika tidak diawasi secara cermat. “Yang namanya dana block grant itu kan harus habis dananya, kalau bisa masuk ke kas desa tidak masalah. Seandainya kepala desa tidak pintar membagi alokasi dana, mungkin akan banyak kepala desa yang masuk ke hotel prodeo karena Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga akan turun ke desa-desa,” ujar Prawoto.

Menurut kedua kades tersebut, saat ini pemerintah desa menerima ADD sebesar Rp50 juta. Dana tersebut masih kurang jika digunakan untuk keperluan pembangunan desa, belanja gaji perangkat desa, dan lain-lain. Untuk memenuhi seluruh keperluan tersebut desa memerlukan dana sekitar Rp150-Rp250 juta per tahun, atau sekitar Rp20,83 juta per bulan.

“Dulu waktu Bupati mau mencalonkan lagi itu kami dapat ADD Rp150 juta. Tapi sudah tiga-empat tahun ini dapatnya cuma Rp50 juta karena harus menyesuaikan dengan kemampuan dana Pemkab,” imbuh Suyarto.

Kerja Sama
Saat ditanya lebih lanjut tentang kemungkinan kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam mengelola block grant tersebut, kedua kepala desa itu pun sepakat. “Didampingi oleh LSM enggak masalah, karena mereka biasanya lebih jeli dalam memetakan permasalahan sosial kemasyarakatan. Tetapi semuanya harus sesuai dengan petunjuk pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten, Kami menyesuaikan saja pos pembagian dananya” terang Prawoto.

Di Desa Dawung, fasilitas umum yang banyak disoroti adalah masalah sanitasi. Banyak kepala keluarga (KK) yang belum memiliki kamar mandi, sehingga mereka sering menumpang atau melakukan aktivitas mandi, cuci, kakus (MCK) di sungai.

Sedangkan di Desa Ngadiluwih, fasilitas pertanian lebih diutamakan karena mayoritas warganya bermatapencaharian sebagai petani. Rencananya, mereka akan membuat embung yang akan digunakan untuk mengairi 95 hektare areal persawahan.

Read More

Jembatan Mbeyan Nyaris Putus

Seringnya tergerus arus dan umur jembatan yang sudah mulai uzur, membuat Jembatan Mbeyan yang menghubungkan Desa Sringin Kecamatan Jumantono dan Desa Dawung Kecamatan Matesih nyaris putus.
Warga Dusun Ngemping Desa Sringin, Sapto (52) mengatakan kondisi jembatan Mbeyan semakin hari semakin kritis. Sebagai jembatan penghubung sejumlah dusun dan desa di dua kecamatan keberadaan jembatan tersebut tidak berfungsi secara maksimal. “Dilihat saja sendiri mas, separuh jembatan tersebut sudah ambrol,” ucapnya Minggu, (29/4).
Agar tetap bisa dilalui oleh warga setempat, sambungnya di sebagian badan jembatan yang tidak amblek dipasangi dan ditopang dengan jembatan bambu sebagai jembatan sementara sembari menunggu diperbaiki oleh Pemkab.
“Jika dibiarkan saja, kondisi ini tentu berbahaya bagi warga yang melintas, apalagi umur bambu juga tidak seberapa,” tandasnya.
Perlu diketahui, saat Joglosemar mencoba melihat jembatan tersebut terdapat lubang yang cukup besar di badan jembatan dengan diameter sekitar 3-4 meter.
Kondisi arus sungai cukup deras dan misalkan dibiarkan saja lambat-laun akan tergerus dan memperparah kondisi jembatan. “Kalau siang hari masih mending mas, coba kalau keadaan malam hari,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Sringin, Heru Langgeng Purnomo menuturkan Jembatan Mbeyan tersebut mulai mengalami kerusakan beberapa bulan terakhir. Karena fondasi yang sudah mulai tua dan terus digerus dengan derasnya arus membuat sebagian jembatan tersebut amblek.
“Waktu itu hujan cukup deras, dan air meluap hingga ke badan jembatan. Karena terus dihajar arus akhirnya jembatan itu bolong di bagian tengahnya karena tak kuasa menahan beban,” terangnya Minggu, (29/4).
Selain merepotkan warga, tentunya dengan rusaknya jembatan tersebut membuat aktivitas anak-anak sekolah terganggu. Dan sejak jembatan itu bolong otomatis tidak bisa lagi dilalui kendaraan roda empat. “Jadi mau tidak mau harus memutar arah atau mencari alternatif jalan lainnya,” kata dia.
Pihaknya sebenarnya telah  melaporkan keberadaan jembatan Mbeyan tersebut, namun hingga kini belum ada tindak lanjutnya sama sekali.

Read More

Puting Beliung Rusak 3 Rumah

Tiga rumah di Desa Dawung Kecamatan Matesih rusak parah terkena amukan angin puting beliung, Kamis (10/11) siang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Salah seorang saksi mata sekaligus korban, Parjo (40), menceritakan kejadian berlangsung cepat bersamaan dengan hujan gerimis yang terjadi di wilayah tersebut. “Kejadiannya cepat sekali, paling hanya lima menit, tetapi kencang banget,” ujarnya saat ditemui wartawan di rumahnya Dusun Bandungan RT 2 RW V Dawung, Kecamatan Matesih.
Peristiwa ini membuat atap rumah tiga warga rusak parah. Salah seorang korban, Sujarwo mengaku akibat angin tersebut atap rumah yang terbuat dari seng dan asbes terlepas dan terbang. “Dari sekitar 70 seng, paling sekarang hanya bersisa 20 saja,” ungkap dia.
Selain menerbangkan atap, dari pengakuan korban angin tersebut juga mengempaskan sebuah pesawat televisi yang diletakkan di ruang depan rumah. Tak hanya itu, dua unit sepeda motor yang diparkir juga rusak akibat tertimpa reruntuhan bangunan atap. “Kalau ditotal mungkin mencapai puluhan juta,” tutur dia.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristianto mengutarakan peristiwa angin puting beliung yang terjadi di wilayah Karanganyar telah mengakibatkan tiga rumah di dua dusun, yakni Bandungan dan Manjar rusak.
Dari taksiran petugas di lapangan, kata Heru, total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp 6 juta. “Hanya satu yang rusak parah yakni di tempat rumah sekaligus pencucian mobil, selainnya tidak begitu parah,” imbuh dia.

Read More