DSC_0160

Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso Menjadi Desa Terbaik

Read More
DSC_0144

Desa Beruk Jatiyoso Raih Juara I Desa Terbaik

 

Karanganyar, 10 Juli 2018

Penutupan Bulan Bakti Gotong Royong (BBGR) masyarakat ke XV dan Peringatan Hari Kesatuan Gerak (PKK) di laksanakan di Desa Blorong Kecamatan Jumantono, Selasa(10/07).

Dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, Dandim 0727 dan Kapolres Karanganyar beserta Forkompimda, acara diawali dengan penyerahan Penghargaan berupa Trhopy dan uang pembinaan kepada Desa-desa yang menang dalam lomba desa. Desa Beruk dari Kecamatan Jatiyoso meraih juara pertama sebagai Desa Terbaik yang berhak menerima Trhopy dan uang pembinaan sebesar Tiga Puluh Juta Rupiah (Rp.30.000.000).

Dalam pidato sambutanya Bupati Karanganyar H. Juliyatmono menjelaskan bahwa, nilai-nilai Pancasila itu tercermin di dalam semangat gotong royong. “Gotong royong harus dijaga, lebih ke empati dan simpati”.

“ Fastabiqul Khoirot” yang bermakna berlomba-lomba dalam kebaikan, harus dijadikan acuan dalam mengarungi kehidupan. Perbedaan itu suatu yang wajar, akan tetapi potensi untuk saling mengenal harus di tegakkan.

Pejabat di sumpah untuk menjaga Pancasila, untuk memelihara Pancasila yang mana esensi Pancasila adalah Gotong royong.

Salaing menjaga, saling menghormati adalah sebagian wujud dari gotong royong.

 Demikian Diskominfo (Hr/Ard)

Read More
DSC_8386

Lomba Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso

Read More
DSC_8361

Desa Beruk Kecamatan Jatiyoso Luar Biasa

KARANGANYAR-  16 April 2018

Desa Beruk Kecamatan Jatiyoso ‘all out’ dalam menyambut tim lomba penilaian desa tingkat Kabupaten Karanganyar. Desa paling ujung timur  Kabupaten Karanganyar benar-benar luar biasa dan digadang-gadang meraih juara pertama. Kedatangan tim rombongan yang dipimpin oleh Asisten I Sekda Karanganyar, Bahtiar Syarif sudah disambut puluhan linmas di gerbang pintu masuk Desa Beruk. Selanjutnya ada pagar betis pelajar TK, SD, dan SMP di sekitar kantor Kepala Desa Beruk. Bukan itu saja, tim juga disuguhi kesenian reog asli milik warga yang berpenduduk 4567 jiwa.

Tim juga disuguhi aneka olahan makanan dari tela dan beberapa kerajinan asli tangan masyarakat Desa Beruk yang dipajang di depan kantor desa. Finalis lomba PKK tingkat propinsi Jawa Tengah tersebut juga menampilkan kerajinan dari kayu dan akar dari pohon. Kerajinan itu berupa kapal dan hiasan lainnya. Kepala Desa Beruk, Sartono menyampaikan bahwa desa Beruk mempunyai visi kebersamaan dalam pembangunan demi desa Beruk lebih baik. “Aspek kinerja dalam pembangunan selalu meningkatkan kegotongroyongan. Dengan gotong-royongan tersebut pembangunan desa Beruk akan lebih baik dan lancar,” imbuhnya.

Yang menarik, tambah Sartono pihaknya mengadakan kerjasama dengan Desa Wukir Sawit tentang pemanfaatan air bersih. Desa Beruk yang mempunyai air dan desa Wukir Sawit yang memanfaatkan. Dengan kerjasama dan Mou akan menambah sumber pendapatan asli desa. Menurutnya Desa Beruk juga mempunyai wisata air terjun dan kolam renang diatas bukit. Ditambah turbing yang mempesona. “Ini jumlah kunjungan ke turbing tersebut sudah sangat banyak meski belum dibangun yang layak dan bagus. Ke depan kami akan maksimalkan sehingga pendapatan kian banyak,” imbuhnya.

Sementara Assisten I Setda, Bahtiar Syarif mewakili Pjs Bupati Karanganyar mengatakan lomba desa ini diharapkan dapat terus memupuk rasa kegotong royongan diantara masyarakat desa Beruk. Ini merupakan bentuk kompetensi partisipasi dari masyarakat. Selain itu, desa juga diharapkan memiliki rencana kerja baik jangka menengah atau panjang. “Saya berharap indikator-indikator yang akan dipenuhi bukan hanya sekedar administratif. Namun harus nyata di lapangan, sehingga tidak hanya lomba data. Mudah-mudahan lomba ini akan banyak keunggulan dan inovasi yang ditampilkan,” tambah Bahtiar Syarif.

Sedangkan Kepala Dinas Pemberdayaan Desa, Utomo Sidi Hidayat mengatakan balai desa Beruk merupakan balai desa terbaik di Karanganyar. Yang menjadi pertanyaan, apakah kebaikan fisik pembangunan juga diimbangi dengan kebaikan administrasi dan kinerja. Lomba ini lebih bersifat pembinaan karena untuk kebaikan dan kemajuan desa. (hr/Yg)

Read More
aku (2)

Kemah Kebangsaan Wujud Kerukunan Umat Beragama

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengalungkan tanda peserta Kemah Kebangsaan tahun 2016, Rabu (20/07) di Lapangan Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengalungkan tanda peserta Kemah Kebangsaan tahun 2016, Rabu (20/07) di Lapangan Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso.

Karanganyar, Kamis (21/07/2016)

Cermin kerukunan umat beragama di Kabupaten Karanganyar terwujud di Kemah Kebangsaan, dengan berkumpulnya antar pemeluk agama dalam satu tenda.

Di tenda itu, pemeluk agama Islam, Katholik, Kristen, Budha, dan Hindu beraktivitas dalam satu tenda. Mereka juga saling berdiskusi, dan mengikuti kegiatan ceramah dari pemateri yang telah di jadwalkan.

Penyelenggaraan kemah kebangsaan tahun ini merupakan tahun ketiga. Untuk pertama kali diadakan tahun 2014 di Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso, tahun 2015 di Camping Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu. Kemudian tahun 2016 diadakan di Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso.

“Kemah kebangsaan ini diikuti sebanyak 187 orang masing masing pemeluk agama dan juga pramuka. Setiap kecamatan mengirimkan peserta 11 orang,” kata Ketua Panitia, Siti Maesyaroch, Rabu (20/07) di sela acara pembukaan oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Siti Maesyaroch juga menjelaskan semua peserta mengikuti berbagai kegiatan yang terdiri ceramah, outbond, bhakti sosial dari Rabu hingga Jumat (20-22/07).

Bupati Karanganyar saat pembukaan acara mengatakan, membangun generasi yang berkarakter dapat menyelamatakan semua kegiatan pembangunan. Melalui kemah kebangsaan ini adalah membangun masa depan yang sesunggunnya dengan menjaga kerukunan umat beragama.

“Mari kita jaga keberagaman dengan baik. Di dunia ini tidak ada kesamaan, namun dengan adanya perbedaan akan munculkan ide dan dapat melengkapi atas kekerungan,” kata Bupati.

Dia juga mengharapkan semoga kemah kebangasaan ini menjadi inspirasi siapapun, bahwa ini sebagai implementasi nilai nilai Pancasila. “Keberagaman yang terjaga dengan baik akan menjadi benteng yang kuat untuk pertahanan dan keamanan wilayah,” kata Bupati. pd

Read More
aku (3) – Copy copy

Bupati Karanganyar Awali Tarling di Jatiyoso

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyerahkan bantuan kepada warga Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, pada acara tarawih keliling di Masjid Ar Rohman, Selasa (07/06)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyerahkan bantuan kepada warga Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, pada acara tarawih keliling di Masjid Ar Rohman, Selasa (07/06)

Karanganyar, Rabu (08/06/2016)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengawali tarawih keliling (Tarling) di Masjid Ar Rohman, Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, Selasa (07/06) malam, dengan warga sekitar.

Tarawih keliling setiap tahun di bulan ramadhan selalu diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar, untuk shalat berjamaah di salah satu masjid di 17 Kecamatan yang sudah dijadwalkan dan ditentukan.

Sebelum melaksanakan shalat tarawih, Bupati Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Forkopimda, dan rombongan lainnya, juga ikut buka puasa bersama dengan warga sekitar, kemudian dilanjutkan shalat maghrib, shalat isya, dilanjutkan shalat tarawih dan ditutup shalat witir.

Pada kesempatan itu, Bupati Juliyatmono memberikan ceramah kepada jamaah. Didalam ceramahnya, dia mengajak agar menjalankan ibadah di bulan ramadhan dengan khusyuk.

“Mari para warga, kita sama sama beribadah dengan khusyuk, agar terhindar dari murka Allah SWT. Di Kabupaten Karanganyar selama bulan ramadhan ini ada kegiatan Karanganyar Bertakwa, salah satunya dengan tarawih keliling ini,” katanya.

Disela-sela acara, juga diberikan bantuan untuk sarana peribadatan, sepeda angin untuk optimalisasi jam wajib belajar di Desa Beruk, insentif jasa tenaga kader posyandu Kecamatan Jatiyoso periode bulan Januari hingga Juni 2016, bantuan fisik dan non fisik untuk masjid, paket sembako, dan bantuan zakat natura.pd 

Read More
Bukit Tasin Kembali Longsor

Bukit Tasin Kembali Longsor

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo (paling kanan) saat meninjau dari dekat longsoran terbaru dari bukit tasin, Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, Jumat (12/02)

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo (paling kanan) saat meninjau dari dekat longsoran terbaru dari bukit tasin, Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, Jumat (12/02)

Karanganyar, Jumat (12/02/2016)
Setelah longsor dari Bukit Tasin yang terjadi dua kali beberapa hari lalu, kembali melongsorkan tanah dengan skala lebih banyak, Kamis (11/02) pukul 00.30 WIB dari pada sebelumnya.

Longsor susulan di Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso bahkan telah menimbun alat berat excavator yang sebelumnya untuk membuka jalan yang tertimbun longsor, 13 tiang listrik, satu rumah, lahan pertanian yang berada di lereng bukit dan menyebabkan meninggal hewan ternak berupa satu sapi dan tiga kambing.

Kepala Desa Beruk, Sartono menjelaskan lngsor tersebut terjadi pada Kamis malam. Intensitas hujan deras yang terus menguyur wilayah Jatiyoso mengakibatkan tanah di bukit Tasin menjadi labil.
“Luas longsor menjadi lebih besar sekitar 15 hektar, yang tidak jauh dari longsor sebelumnya,” kata Sartono.

Akibat longsor itu, akses jalan menuju Dusun Pengkok dan Pondok menjadi tertutup material tanah basah bercampur batu.

Saat meninjau di lokasi, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo menjelaskan saat ini telah ditanggulangi dengan mengirimkan tiga unit genset untuk Dusun Pengkok dan Pondok yang terisolir, dan mendirikan dapur umum.

“Ada dua tempat pengungsian, bagi 80 KK dengan 250 an orang, di SD 1 Wonorejo, kemudian di Balai Desa Beruk dengan jumlah 300 an orang,” katanya.

Kemudian terkait dengan proses belajar bagi anak-anak didik di Desa tersebut, Rohadi mengatakan Sekolah diliburkan terlebih dahulu, karena yang terpenting keselamatan.

“Kita berikan dispensasi dan koordinasikan dengan Disdikpora Kabupaten Karanganyar, karena kondisinya bencana,” kata Rohadi. pd

Read More