DSC_0503

Karangpandan Jadi Pintu Gerbang Wisata di Kabupaten Karanganyar

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, tengah saat melihat pembangunan terminal wisata Karangpandan, Senin (05/09) pagi

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, (tengah) saat melihat pembangunan terminal wisata Karangpandan, Senin (05/09) pagi

Karanganyar, Selasa (06/09/2016)

Karangpandan yang berada di lereng Gunung Lawu di proyeksikan menjadi gerbang wisata di Kabupaten Karanganyar, terlebih lagi saat ini sedang berlangsung pembangunan terminal wisata yang diberi nama Mbangun Makuthoromo (Matesih, Giri Bangun, Tawangmangu, Sukuh, Cetho, Sondokoro, dan Colomadu).

Hal tersebut dikatakan Bupati Karanganyar, Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Senin (05/09) di bekas STA Karangpandan, saat peletakan batu pertama terminal wisata Karangpandan.

“Disini letaknya strategis dan menjadi pintu gerbang wisata ada di Karanganyar, dan  akses di semua tempat wisata,” kata Bupati.

Dana yang diperuntukan membangun terminal bersumber dari Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2016, dengan nilai kontrak Rp. 10,1 miliar. Dengan masa pengerjaan dari 10 Agustus 2016 hingga 07 Desember 2016.

Kepada pemenang lelang, Bupati meminta agar mengerjakan selesai hingga batas waktu dan tetap menjaga kualitas bangunan yang baik.

Dengan adanya terminal wisata itu, kedepan menjadi tempat simpul ekonomi baru. Pemkab Karanganyar juga merencanakan di sebelah timur menjadi Taman Bunga dan Buah dari berbagai tempat di Kabupaten Karanganyar.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Tarsa mengatakan, pembangunan terminal meliputi gedung Tourist Information Center (TIC), kuliner, kamar mandi, masjid, souvenir, panggung hiburan dan tempat parkir luas.

“Kami berikan fasilitas kenyamanan bagi wisatawan untuk menikmati wisata. Di Karangpandan juga ada tempat tinggal dalang kondang Ki Manteb Sudharsono, tidak jauh dari sini,” katanya.pd

Read More
DSC_9858

Komisi IV DPR RI Kunjungi Karanganyar

Komisi IV DPR RI mengadakan kunjungan kerja satu hari ke Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Saat mengunjungi Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Solo (BPDAS) Solo Persemaian Permanen, Desa Sukasari, Kecamatan Jumantono,

Komisi IV DPR RI mengadakan kunjungan kerja satu hari ke Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Saat mengunjungi Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Solo (BPDAS) Solo Persemaian Permanen, Desa Sukasari, Kecamatan Jumantono,

Karanganyar, Senin (05/09/2016)

Komisi IV DPR RI mengadakan kunjungan kerja satu hari ke Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Rombongan sekitar 12 orang itu dipimpin Daniel Johan, mengunjungi Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Solo (BPDAS) Solo Persemaian Permanen, Desa Sukasari, Kecamatan Jumantono, kemudian Gudang Bulog, dan ziarah ke Astana Giri Bangun, Kecamatan Matesih, Sabtu (03/09).

Rombongan tersebut disambut langsung oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol Czi Santy Karsa Tarigan dan sejumlah kepala SKPD Kabupaten Karanganyar.

Pimpinan rombongan Daniel Johan, mengatakan saat ini Komisi IV sedang memikirkan bagaimana bentuk format yang paling baik dan efektif untuk hutan tanaman rakyat, karena banyak keluhan dari daerah.

“Sebenarnya ada dana reboisasi, tapi sebagian besar daerah tidak berani menggunakan dana itu. Saat di Kalimantan Tengah dijumpai dana yang tidak digunakan sangat besar. Sementara Kabupaten di luar jawa kekurangan dana,” kata Daniel Johan.

Daniel juga mengatakan kunjungan rombongan untuk melihat bagaimana proses persemaian di tempat itu. Dia juga menyoroti di sepanjang Pantura banyak lahan yang digunakan dan di optimalkan, apalagi di Jawa ini lahan subur.

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala BPDAS Solo, Misran, mengatakan tempat pembibitan itu mempunyai luas 1,2 hektar, dan dibangun pada tahun 2011 beserta 50 persemaian lainnya di Indonesia.

“Kami mempunyai produksi bibit 1 juta batang pertahun. Apabila ada masyarakat yang meminta cukup membawa fotokopi KTP dan atau proposal, akan diberikan gratis,” katanya.

Di tempat tersebut, digunakan pembibitan tanaman keras, seperti sengon laut, trembesi, sirsat dan lainnya.

Kemudian saat kunjungan di Bulog Sub Divisi Regional III Surakarta, meninjau langsung pasokan beras dan kondisi yang ada di gudang. Sekaligus melihat mesin giling.

Direktur SDM dan Umum Perum BULOG, Wahyu Suparyono mengatakan persediaan beras di Jawa Tengah sebanyak 250 ribu ton, untuk eks Karesidenan Surakarta sebanyak 45 ribu ton, dan di gudang Bulog Triyagan sebesar 4.200 ton.

“Khusus Jawa Tengah karena persediaan yang cukup untuk tujuh bulan, maka kami memindahkan ke Propinsi di Kalimantan sebanyak 12 ribu ton,” kata Wahyu Suparyono.

Seusai dari Gudang Bulog, Jalan Solo-Tawangmangu, rombongan Komisi IV DPR RI melanjutkan perjalanan untuk ziarah ke Astana Giri Bangun (AGB), makam Presiden RI ke 2, Soeharto dan Ibu Tien Soeharto, serta keluarga.pd

Read More
kra

Dana Desa Tahap II Cair, Kades Diminta Tertib Administrasi

Anggaran Dana Desa untuk Kabupaten Karanganyar sebesar 40 persen dari Pemerintah Pusat pusat sudah turun. Pemerintah Desa dalam pelaksanaan penggunaannya diharapkan tertib administrasi.

Anggaran Dana Desa untuk Kabupaten Karanganyar sebesar 40 persen dari Pemerintah Pusat pusat sudah turun. Pemerintah Desa dalam pelaksanaan penggunaannya diharapkan tertib administrasi.

Karanganyar, Rabu (31/08/2016)

Anggaran Dana Desa untuk Kabupaten Karanganyar sebesar 40 persen dari Pemerintah Pusat pusat sudah turun. Pemerintah Desa dalam pelaksanaan penggunaannya diharapkan tertib administrasi.

Hal tersebut dikatakan oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat memberikan pengarahan Persiapan Dana Desa Tahap II (40 persen) dan Evaluasi Dana Desa tahap I (60 persen) Kabupaten Karanganyar Tahun 2016, kepada 162 Kepala Desa, Selasa (30/08), di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

“Ini merupakan momentum penting dan startegis. Saya minta agar administarsi tertib dan selesai dengan baik. Sehingga waktu yang ada, dapat digunakan untuk kegiatan lain membangun desa,” kata Bupati.

Berbeda dengan adminitrasi yang belum selesai dan tidak baik. Karena terlalu lama untuk menyelesaikan, tiba-tiba ada pemeriksaan, sehingga menjadi kacau. Selain itu, Bupati meminta kepada yang belum beres pada tahap pertama agar bisa diselesaikan dan dilengkapi.

“Mohon ada percepatan-percepatan. Rekening kas daerah itu dipantau setiap hari, berapa serapan yang digunakan. Serapan anggaran itu punya efek kesejahteraan,” katanya.

Ditempat yang sama,  Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapermasdes) Kabupaten Karanganyar, Utomo Sidi Hidayat, mengatakan Kabupaten Karanganyar termasuk dari tiga Kabupaten di Jawa Tengah dan 10 besar di Indonesia yang sudah berhasil cairkan tahap kedua.

“Kepala Desa betul-betul menggunakan sesuai dengan aturan yang ada dan petunjuk teknis yang ada,” kata Utomo Sidi Hidayat.

Untuk tahap II, dana yang akan cair sebesar Rp. 41,4 miliar  masing-masing desa mendapatkan Rp. 250 juta sampai Rp. 300 juta. “Ini merupakan anugrah karena ada pemangkasan di Kabupaten dan Pusat tapi Kepala Desa punya porsi untuk membangun desanya masing-masing,” kata Utomo.

Selanjutnya, tujuan evaluasi ini bahwa dana sebesar Rp. 62,2 miliar telah dilaksanakan. Untuk tahap dua yang siap mencairkan dananya sebanyak  37 desa, dan 59 sudah melengkapi adminitrasi, sedangkan untuk yang lain menyusul melengkapai SPJ tahap pertama.

“Bila tahap satu belum selesai SPJnya. Maka tahap tidak tidak bisa di cairkan, walaupun dana sudah di transfer ke kas desa masing-masing,”. pd

Read More
DSC_6744 – Copy

Bangun Pusat Olahraga Dengan Dana Rp. 4,5 Miliar

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo melakukan peletakan batu pertama pembangunan pusat olahraga  Kamis (18/08) pagi.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo melakukan peletakan batu pertama pembangunan pusat olahraga Kamis (18/08) pagi.

Karanganyar, Kamis (18/08/2016)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar tahun 2016 ini membangun pusat olahraga dengan dana Rp. 4,5 miliar. Lokasinya pun termasuk strategis berada di komplek GOR Raden Mas Said, Kampung Tegalasri, Kelurahan Bejen, Kecamatan Karanganyar.

Dilokasi tersebut, dibangun pusat olaraga lapangan terbuka meliputi lapangan tenis, lapangan volly, lapangan futsal, lapangan basket, lintasan jogging, dan lapangan sepakbola dengan dilengkapi tribun penonton.

“Nilai kontrak mencapai Rp. 4,5 miliar dengan jangka waktu selama 150 hari kalender. Atau dari 26 Juli 2016 hingga 27 Desember 2016,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Karanganyar, Edy Sriyatno.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo melakukan peletakan batu pertama pembangunan pusat olahraga tersebut, Kamis (18/08) pagi, dilokasi.

“Pengerjaan harus dipercepat. Akhir bulan November akan dipakai Pekan Olahraga Daerah Kabupaten Karanganyar tahun 2016. Menandai menggerakkan potensi olah raga daerah,” kata Bupati Karanganyar.

Juliyatmono juga meminta agar pemenang lelang untuk menambah tenaga kerja apalagi pengerjaan tidak ada teknis yang sulit. Namun juga memperhatikan tepat mutu kualitas.

Pada kesempatan tersebut, dia menjelaskan, semua fasilitas olaharaga ini sudah terpenuhi di komplek GOR RM Said. “Masyarakat dapat menggunakan fasilitas ini, apalagi lapangan terbuka dan bisa dilihat darimanapun,” katanya.pd

Read More
DSC_0231

Tingkatkan ZIS untuk Kemaslahatan Umat

Kepala Sekretaris Daerah, Samsi, saat membacakan sambutan dari Bupati Karanganyar pada saat pertemuan Baznas di Aula DPRD Karanganyar, Kamis (28/07)

Kepala Sekretaris Daerah, Samsi, saat membacakan sambutan dari Bupati Karanganyar pada saat pertemuan Baznas di Aula DPRD Karanganyar, Kamis (28/07)

Kamis (28/07/2016) bertempat di Aula DPRD Kab. Karanganyar dilangsungkan Sarasehan Baznas. Secara etimologi, zakat berarti tumbuh dan berkembang. Sedangkan secara terminologi, berarti jumlah harta tertentu, yang wajib diberikan kepada kelompok tertentu dalam waktu tertentu.

Sambutan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, yang dibacakan oleh Kepala Sekretaris Daerah, Samsi, menghimbau “kami akan terus meningkatkan perolehan zakat, infaq dan shodaqoh (ZIS) karena ZIS ini wajib bagi setiap musim untuk membersihkan sebagian harta yang kita peroleh. Dari ZIS yang diperoleh, lalu dikumpulkan yang selanjutnya dilakukan pentasharufan (penyaluran) ZIS untuk kemaslahatan umat,” ujar Samsi dihadapan PNS dan Kepala SKPD di lingkungan Karanganyar.

Juliyatmono cukup mengapresiasi kegiatan sarasehan baznas ini secara rutin. Beliau juga menambahkan dalam bulan Juli ini banyaknya agenda di Rumah Dinas dan agenda tersebut sangat bernilai positif karena untuk kepentingan masyarakyat bersama bukan semata-mata kepentingan secara individu.

Ia juga menegaskan pada saat awal merintis baznas ini telah memperingatkan bahwa tidak diperbolehkan untuk mengambil dana terlebih dahulu sebelum melakukan setoran. Dalam hal ini masyarakat harus mengikuti prosedur secara baik dan transparan sehingga tidak akan terjadi penyalahgunaan dalam menggunakan dana tersebut.

Kemudian terkait Rekapitulasi Penerimaan dan Pengeluaran Zakat, Infaq dan Shodaqoh Baznas Kabupaten Karanganyar per Juli 2016 yaitu sebagai berikut:

Pemasukan

Saldo                           :           Rp       196.211.407

Zakat                           :           Rp     1.856.699.730

Infaq                           :           Rp          28.514.303

Jumlah                        :           Rp     2.101.425.440  

Pengeluaran

  1. Biaya operasional                                  : Rp 24.000.000
  2. Bantuan fisik tempat ibadah               : Rp 427.500.000
  3. Bantuan kegiatan syiar agama            : Rp 111.000.000
  4. Bantuan sekolah/madrasah                : Rp 236.000.000
  5. Bantuan Kegiatan Agama di sekolah : Rp 172.000.000
  6. Biaya pawai taaruf                                : Rp 51.662.000
  7. Bantuan inatura fakir miskin              : Rp 197.783.000
  8. Bantuan sepeda suskes jam belajar  : Rp 35.100.000
  9. Biaya kegiatan ngabuburit                  : Rp 28.275.000
  10. Parel Amil dan UPZ                               : Rp 65.229.000
  11. Bantuan sound system masjid           : Rp 10.000.000
  12. Bantuan tarling                                      : Rp 72.500.000
  13. Bantuan tarling desa-desa                  : Rp 156.000.000
  14. Kegiatan sosialisasi ZIS                        : Rp 59.642.000

Jumlah                                                           : Rp 1.646.691.000

Demikian Dishubkominfo (adt/rk)

Read More

Tingkatkan ZIS untuk Kemaslahatan Umat

DSC_0235

Kepala Sekretaris Daerah, Samsi, saat membacakan sambutan dari Bupati Karanganyar, Juliyatmono, pada saat pertemuan Baznas di Aula DPRD, Kamis (28/07)

Kamis (28/07/2016) bertempat di Aula DPRD Kab. Karanganyar dilangsungkan Sarasehan Baznas. Secara etimologi, zakat berarti tumbuh dan berkembang. Sedangkan secara terminologi, berarti jumlah harta tertentu, yang wajib diberikan kepada kelompok tertentu dalam waktu tertentu.

Sambutan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, yang dibacakan oleh Kepala Sekretaris Daerah, Samsi, menghimbau “kami akan terus meningkatkan perolehan zakat, infaq dan shodaqoh (ZIS) karena ZIS ini wajib bagi setiap musim untuk membersihkan sebagian harta yang kita peroleh. Dari ZIS yang diperoleh, lalu dikumpulkan yang selanjutnya dilakukan pentasharufan (penyaluran) ZIS untuk kemaslahatan umat,” ujar Samsi dihadapan PNS dan Kepala SKPD di lingkungan Karanganyar.

Juliyatmono cukup mengapresiasi kegiatan sarasehan baznas ini secara rutin. Beliau juga menambahkan dalam bulan Juli ini banyaknya agenda di Rumah Dinas dan agenda tersebut sangat bernilai positif karena untuk kepentingan masyarakyat bersama bukan semata-mata kepentingan secara individu.

Ia juga menegaskan pada saat awal merintis baznas ini telah memperingatkan bahwa tidak diperbolehkan untuk mengambil dana terlebih dahulu sebelum melakukan setoran. Dalam hal ini masyarakat harus mengikuti prosedur secara baik dan transparan sehingga tidak akan terjadi penyalahgunaan dalam menggunakan dana tersebut.

Kemudian terkait Rekapitulasi Penerimaan dan Pengeluaran Zakat, Infaq dan Shodaqoh Baznas Kabupaten Karanganyar per Juli 2016 yaitu sebagai berikut:

Pemasukan

Saldo                           :           Rp       196.211.407

Zakat                           :           Rp     1.856.699.730

Infaq                           :           Rp          28.514.303

Jumlah                        :           Rp     2.101.425.440

 

Pengeluaran

  1. Biaya operasional                                : Rp 24.000.000
  2. Bantuan fisik tempat ibadah             : Rp 427.500.000
  3. Bantuan kegiatan syiar agama          : Rp 111.000.000
  4. Bantuan sekolah/madrasah               : Rp 236.000.000
  5. Bantuan Kegiatan Agama di sekolah : Rp 172.000.000
  6. Biaya pawai taaruf                                : Rp 51.662.000
  7. Bantuan inatura fakir miskin              : Rp 197.783.000
  8. Bantuan sepeda suskes jam belajar  : Rp 35.100.000
  9. Biaya kegiatan ngabuburit                  : Rp 28.275.000
  10. Parel Amil dan UPZ                               : Rp 65.229.000
  11. Bantuan sound system masjid           : Rp 10.000.000
  12. Bantuan tarling                                     : Rp 72.500.000
  13. Bantuan tarling desa-desa                  : Rp 156.000.000
  14. Kegiatan sosialisasi ZIS                        : Rp 59.642.000

Jumlah                                                           : Rp 1.646.691.000

Demikian Dishubkominfo (adt/rk)

Read More