Kementerian BUMN Beli Pabrik-Pabrik di Luar Negeri

(Dari kiri) Utusan Kedutaan Besar Seychelles Niko Barito, Menteri BUMN Dahlan Iskan, dan Bupati Karanganyar Rina Iriani hadir dalam ramah tamah dengan petani tebu, Gapoktan di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (27/06/2013)

(Dari kiri) Utusan Kedutaan Besar Seychelles Niko Barito, Menteri BUMN Dahlan Iskan, dan Bupati Karanganyar Rina Iriani hadir dalam ramah tamah dengan petani tebu, Gapoktan di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (27/06/2013)

Karanganyar, Sabtu (29/06/2013)

Kementerian  Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana membeli sejumlah perusahaan di luar negeri sebagai wujud ekspansi Indonesia ke luar negeri. Salah satunya dengan membeli pabrik semen di Vietnam.

Hal itu disampaikan Menteri BUMN Dahlan Iskan saat melakukan kunjungan ke Karanganyar, Kamis (27/6) malam. Dia mengungkapkan, saat ini melakukan pembicaran bilateral dengan Presiden Vietnam Truong Tan Sang berkenaan pembelian pabrik semen di negara tersebut.

“Setelah dari Karanganyar, saya mengadakan pembicaraan dengan Presiden Vietnam berkaitan pembeliaan pabrik semen dan membahas hubungan ekonomi,” jelas Dahlan Iskan, saat berkunjung Karanganyar, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (27/06) malam.

Dahlan juga menjelaskan, dulu pihak asing masih membeli perusahaan di dalam negeri, kini saatnya kita gantian membeli perusahaan di luar negeri, jadi dibalik, dengan melakukan ekspansi ke luar negeri. Selain di Vietnam, perusahaan BUMN juga telah membuka sejumlah Kantor Bank dan membeli Perusahaan Telekomunikasi di Timor Leste. Selain itu juga membeli tambang di Myanmar.

“Tahun lalu, pabrik semen Indonesia telah menjadi pabrik semen terbesar di Asia Tenggara,” jelasnya.

Kemudian salah satu perusahaan BUMN akan membeli peternakan sapi satu juta hektar di Australia. Memelihara sapi di sana itu murah dan harga daging Rp 20.000 / kilogram, sedangkan di Indonesia Rp 90.000/ kilogram. Di Indonesia membesarkan anak sapi menelan biaya sekitar empat juta rupiah sampai umur dua tahun, sedangkan di Australia hanya satu setengah juta rupiah.

“Tetapi untuk menggemukan sapi murah di Indonesia, nantinya akan di kombinasikan. Tahun ini melakukan transaksi,” ungkap Dahlan.

Yang tak kalah menarik dalam dialog santai itu. Dia menuturkan setelah berkunjung ke Karanganyar dan makan durian yang luar biasa enaknya beberapa waktu lalu,  membuat dirinya terkesan.

“Tetapi bukan duriannya, yg penting menjadi inspirasi dari durian Karanganyar, sehingga membuat keputusan bahwa BUMN menanam durian sebanyak-banyaknya di lahan 3.000 hektar di Jawa Barat,” jelas Dahlan.

Hal itu didasari karena dirinya merasa prihatin dengan membajirnya buah impor dari Tiongkok. Ia merasa heran dan tidak masuk akal, pasalnya disana tanahnya tidak bisa untuk menanam buah tropik tetapi justru bisa ekspansi.pd 

Read More

Bupati Rina Iriani Kalahkan Dahlan Iskan Lomba Sadap Karet

Bupati Karanganyar Rina Iriani (berjilbab) menyadap karet di Perkebunan Karet di Batu Jamus, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Jumat (28/06/2013) pagi

Bupati Karanganyar Rina Iriani (berjilbab) menyadap karet di Perkebunan Karet di Batu Jamus, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Jumat (28/06/2013) pagi

Karanganyar, Sabtu (29/06/2013)

Dalam rangkaian kunjungan Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara), Dahlan Iskan menyempatkan mengunjungi kawasan perkebunan karet di Batu Jamus, Kecamatan Kerjo, Karanganyar.

Setelah salat subuh, Dahlan bersama Bupati Karanganyar, Rina Iriani mengunjungi perkebunan karet, Jumat (28/06) sekitar pukul 05.00 pagi. Di sana rombongan disambut dengan antusias oleh ratusan petani karet dan karyawan perkebunan.

“Sungguh luar biasa, berada di kawasan ini saat pagi buta. Jujur saja, ini merupakan pengalaman pertama bagi saya menyadap karet,” ungkap Dahlan Iskan.

Kemudian, Dahlan  langsung meminta seorang mandor untuk diajari bagaimana cara menyadap karet. Merasa sudah bisa menyadap Dahlan langsung mengajak Bupati Karanganyar, Rina Iriani,  berlomba menyadap karet dengan juri para mandor.

“Saya minta Bupati Rina untuk berlomba menyadap karet,” jelasnya.

Dahlan dan Bupati Rina pun berlomba menyadap karet. Sorak-sorai hadirin membahana menyemangati keduanya. Tak lama setelah selesai menyadap, akhirnya Dahlan pun kalah dalam lomba ini. Sadapan dia banyak melukai pohon dan tidak teratur.

Bupati Rina menyampaikan bahwa sebenarnya tidak ada kalah menang tapi semangat motivasi dan keteladanan seorang menteri seperti Dahlan Iskan inilah yang diperlukan rakyat.

“Menteri yang mau melihat langsung, apalagi turun langsung di pagi buta begini. Sepanjang sejarah baru sekali ini terjadi dalam pemerintahan yang saya alami,” ujar  Rina.pd

Read More

Dahlan Nikmati Angkringan di Karanganyar

Menteri BUMN Dahlan Iskan ditemani Bupati Karanganyar Rina Iriani menikmati angkringan dan makanan tradisional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (27/06/2013)

Menteri BUMN Dahlan Iskan ditemani Bupati Karanganyar Rina Iriani menikmati angkringan dan makanan tradisional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (27/06/2013)

Karanganyar, Sabtu (29/06/2013)

Begitu tiba dari Jakarta di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (27/06) pukul 20.55 WIB, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan disambut oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani dengan sajian berbagai macam makanan kuliner tradisional.

Ada berbagai macam makanan tradisional yang disajikan ala angkringan , wedang jahe, ataupun kare ayam. Bahkan Dahlan Iskan sangat menikmati jamuan makan malam yang tradisional.

“Wedang jahenya enak, apalagi nasi kucingnya. Sungguh luar biasa nikmatnya,” ucap Dahlan dihadapan Bupati Rina dan hadirin yang memadati Pendopo.

Dia mengungkapkan, sangat ingin bertemu dengan masyarakat Karanganyar. Di saat akan datang ke Bumi Intanpari, ternyata terlebih dahulu menyambut kedatangan Presiden Vietnam di Jakarta. Kemudian Dahlan meminta pengunduran jadwal pembahasan bilateral, sebab di Karanganyar sudah ditunggu masyarakat.

Dalam dialog santai, Dahlan mendengarkan keluhan petani tebu yang mengaku produksinya menurun. Petani tebu yang dipanggil, salah satunya mengatakan kerugian yang ia alami. Mengetahui hal itu, Dahlan pun heran kenapa petani tebu bisa merugi.

“Petani tebu di Indonesia itu bergembira, karena meraih untung, tetapi kenapa bapak merugi? Saya akan pelajari hal itu. Apa penyebabnya, harus buka-bukaan” ungkapnya.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani dalam dialog santai itu mengungkapkan sangat senang dengan kedatangan Dahlan Iskan, dengan kesibukan yang luar biasa bisa menyempatkan datang menemui masyarakat Karanganyar.

“Saya merasakan kedatangan Pak Dahlan kesini sangat ditunggu-tunggu  masyarakat Bumi Intanpari. Terlihat sangat santai menikmati sajian makanan tradisional,”jelas Bupati Rina.

Pada kesempatan itu, juga hadir Utusan Kedutaan Besar Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, Dirut PTP IX, Adi Prasongko, Wakil Bupati Karanganyar, Paryono, Wakil Ketua DPRD Rohadi Widodo, Juliyatmono, Muspida, pimpinan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), Petani Tebu, serta Gapoktan.

“Kami menawarkan kerja sama antar Karanganyar dengan Seychelles. Di sini banyak potensi produk lokal yang dapat ditawarkan. Agar bertujuan meningkatkan pemberdayaan ekonomi lokal,” tandas Nico.pd        

Read More
DSC_0001

Ikuti Senam Pagi Dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan

Ilustrasi Senam

Ilustrasi Senam

Karanganyar. Direncanakan Menteri BUMN, Dahlan Iskan dengan Bupati Karanganyar, Rina Iriani akan senam pagi bersama, di ALun-alun Karanganyar, Jumat (28/06), pukul 06.00 WIB. Untuk itu masyarakat dapat berpartisipasi mengikuti senam tersebut.

Read More

Tak Impor, Stok Beras Bulog 2013 Capai 2,6 Juta Ton

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan bersama Bupati Karanganyar Rina Iriani, panen raya padi, di Desa Jati, Jaten, Kabupaten Karanganyar, Minggu (24/03)

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan bersama Bupati Karanganyar Rina Iriani, panen raya padi, di Desa Jati, Jaten, Kabupaten Karanganyar, Minggu (24/03)

Karanganyar, Minggu (24/03/2013).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan kunjungi Kabupaten Karanganyar untuk Panen Padi Program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) Sinergi BUMN PT Pertani (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) (Persero), di Desa Jati, Kecamatan Jaten, Minggu (24/03).

Dalam kesempatan tersebut, Dahlan mengatakan, ketersediaan beras secara Nasional di berbagai gudang Bulog, sampai dengan akhir tahun lalu mencapai 2,6 juta ton. Untuk itu, tahun ini Indonesia tidak akan melakukan impor beras. Pertimbangannya, kuota produksi beras dalam negeri sudah mencukupi kebutuhan. Di sisi lain, tahun ini Bulog memasuki musim panen dan melakukan pengadaan sebanyak 3,5 ton beras.”Kalau Bulog pada musim panen 2013 ini bisa mengadakan beras hingga 3,5 juta ton, maka telah memenuhi kebutuhan beras dalam negeri. Dengan begitu, kita tidak perlu impor beras lagi,” kata Dahlan, Minggu (24/03).

Terkait dengan impor beras tahun 2012, pada dasarnya pemerintah mengantongi keuntungan sebesar Rp 800 miliar. Namun, nominal tersebut dikembalikan lagi kepada petani. Imbasnya, harga beras tidak mengalami penurunan.

Guna membantu petani dalam melakukan pengeringan gabah, pihaknya melalui PT Pertani akan membangun 100 unit pengering padi yang tersebar di berbagai tempat. Rencana itu akan direalisasikan tahun ini dan diharapkan bisa membantu petani.

Pihaknya juga mengklaim sudah tidak ada lagi penumpukan pupuk di berbagai daerah. Indikasinya, Dahlan tidak lagi menerima laporan mengenai masalah tersebut. Alhasil, pihaknya menilai distribusi pupuk sudah baik dan tidak ada lagi oknum-oknum yang melakukan penimbunan. “Saya sekarang sudah tidak mendengar lagi ada pedagang yang melakukan penimbunan pupuk dan ini berarti sudah berjalan sesuai mekanisme yang diminta oleh petani,” katanya.

Di tempat yang sama, Bupati Karanganyar, Rina Iriani menyatakan, pihaknya sudah berupaya melakukan sinergisitas dengan semua pihak. Di antaranya petani, Gabungan Kelompok Pertanian (Gapoktan), penyuluh, pihak swasta dan dinas terkait. “Kami akan terus berupaya mendorong produktivitas padi, jagung, dan komoditas pangan lainnya,” kata Rina. pd

Read More