d

Cuaca Buruk, Ikan Laut Langka di Pasaran

dSejumlah pedagang ikan di Pasar Jungke, Karanganyar mengaku kesulitan menyetok ikan laut dalam jumlah banyak. Langkanya stok ikan laut di pasaran disebabkan semakin tingginya curah hujan mulai awal Januari.

Salah satu pedagang ikan laut di Jungke, Mandra, 46, mengatakan kelangkaan ikan laut mulai berlangsung dalam waktu satu pekan terakhir. Kelangkaan tersebut mengakibatkan harga aneka ikan laut meroket. Di antaranya, harga cumi laut yang semula senilai Rp50.000 menjadi Rp60.000 per kilogram, harga ikan tongkol per kilogram senilai Rp20.000 menjadi Rp21.000.

“Sampai sekarang, saya masih menjalin komunikasi dengan juragan saya yang ada di Semarang atau Kendal. Tapi, tak kunjung memperoleh barang [ikan laut]. Alasannya, para nelayan di pesisir tidak melaut karena tingginya curah hujan. Jadi, tidak ada stok baru [yang ada stok ikan dalam pendingin],” katanya saat ditemui  di Jungke, Minggu (26/1/2014).

Mandra mengatakan tingginya harga ikan laut menyebabkan dirinya hanya bisa menyetok aneka ikan laut kurang dari 3 kilogram. Padahal, biasanya bisa menyetok lebih dari 5 kilogram untuk beberapa hari.

“Para pelanggan biasanya menggeluhkan harga ikan laut yang tinggi. Saya pun tidak bisa apa-apa kalau ada yang mengeluh seperti itu,” katanya.

Hal senada dijelaskan pedagang ikan laut lainnya, Sri Wahyuni, 46. Kelangkaan dan tingginya ikan laut menjadikan jual-beli ikan laut sepi.

“Pelanggan saya langsung berkurang setelah mengerti kalau harga ikan laut cukup tinggi. Mereka biasanya hanya membeli dalam skala kecil [di bawah 1 kilogram]. Kalau tidak seperti itu, mereka hanya membeli ikan tawar sebagai pengganti ikan laut,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun harga Sembako di pasaran di Karanganyar juga mengalami kenaikan seiring semakin tingginya curah hujan. Hal itu termasuk harga besar kualitas super yang semula senilai Rp8.000 per kiloram menjadi Rp9.000 per kilogram. Kacang tolo yang semula senilai Rp6.000 per kilogram menjadi Rp13.500 per kilogram.

Sumber : http://www.solopos.com/2014/01/27/cuaca-buruk-ikan-laut-langka-di-pasaran-484990

Read More

Produksi Padi Menurun

Cuaca yang buruk di tahun 2011, membuat produksi padi sepanjang tahun 2011 di Kabupaten Karanganyar menurun. Jika di tahun 2010 petani dapat memproduksi hingga 94.000 ton gabah kering, di tahun 2011 menurun drastis menjadi 74.000 ton.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbuthut), Siti Maesyaroh mengatakan penurunan produksi padi di tahun 2011 kemarin salah satunya karena cuaca buruk dan  serangan hama wereng di semester pertama. Namun untungnya produksi beras di tahun kedua sudah lumayan ketika cuaca mulai membaik pula. “Wajarlah mas, namanya juga terkena wereng. Tetapi di semester kedua untungnya sudah normal,” ujarnya.
Dari sekitar 22. 000 hektare luas lahan pertanian di Karanganyar total produksi padi petani mencapai sekitar 268.869, atau luas panenan mencapai sekitar 48.000 hektare, dan jika di rata-rata produksi petani mencapai 5,5 ton per hektare.
Kendati mengalami penurunan produksi, diungkapkan Siti para petani masih tertolong dengan harga pasaran gabah kering yang bisa mencapai Rp 4.000 per kilogram atau bisa lebih dari harga tersebut. Padahal biasanya harganya masih di bawah harga tersebut. Dengan kenaikan harga tersebut sejumlah petani bisa meraih keuntungan berlebih hingga Rp 30 juta per hektare.
Siti menambahkan jika kondisi anomali cuaca terus seperti sekarang ini, ia optimis produksi panen petani di tahun 2012 akan sangat bagus. Paling tidak tren surplus beras di Karanganyar sekitar 100.000 ton setiap tahunnya bisa terulang kembali. Pasalnya Karanganyar termasuk salah satu dari lumbung padi di Provinsi Jawa Tengah.
Saat dikonfirmasi adanya banjir yang merendam sejumlah Kecamatan di Karanganyar, yakni di Kecamatan Kebakkramat dan Gondangrejo dirinya menegaskan banjir tersebut tidak menyebabkan padi para petani rusak. Pasalnya hanya merendam sekitar sehari semalam. “Kalau hanya terendam sehari padi tidak akan rusak. Kalau terendam tiga hari mungkin bisa puso,” imbuhnya.

Read More

Cuaca Ekstrem, Petani Wortel Terancam Gulung Tikar

Buruknya cuaca akhir-akhir ini berimbas pada petani wortel di Wilayah Sedonorejo, Segorogunung, Ngargoyoso, Karanganyar.

Read More