DSC_0391

Bupati: Tahun Baru Imlek 2568, Tahun Ayam Api: Banyak Rejeki

DSC_0379

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan sambutan dalam Festival Imlek Sabtu, 28 Januari 2017

Tahun Baru Imlek atau Tahun Baru China 2568 jatuh pada hari Sabtu, 28 Januari 2017. Perayaan Imlek diadakan oleh Perusda Aneka Usaha di Edupark Karanganyar Sabtu malam 28 Januari 2017.

Gerimis tak kunjung berhenti malam itu, tetapi warga tetap antusias datang dan siap ikut merayakan pergantian tahun Imlek di Edupark. Diiringi lantunan lagu-lagu yang diperdengarkan oleh grup band on Chord dari Tegalasri Bejen Karanganyar warga terus berdatangan baik tua, muda bahkan anak-anak. Mereka tak mempedulikan hujan yang terus mengguyur. Dengan tetap semangat mereka tak henti-hentinya ber-selfie ria dengan latar belakang hiasan lampion yang ditata begitu indah dan menarik.

Dalam laporannya Ketua Panitia kegiatan yang bertajuk “Festival Imlek Intanpari” tersebut, Ganes Widuri menyampaikan bahwa kebudayaan perayaan Imlek ini telah menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia sejak mendiang Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres Nomor 14 Tahun 1967 dengan menindaklanjutinya dengan Keppres Nomor 19 Tahun 2001 tanggal 9 April 2001 yang meresmikan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur fakultatif, atau hanya belaku bagi yang merayakannya. Baru tahun 2002 Imlek resmi dinyatakan sebagai salah satu hari libur nasional  oleh Presiden Megawati Soekarno Putri mulai tahun 2003. Dengan dasar itulah diselenggarakan kegiatan ini yang bertujuan untuk menghormati kebudayaan warga keturunan Tionghoa dan memperkenalkan kebudayaan tersebut kepada masyarakat luas.

Direktur Perusda Aneka Usaha, Nurkholis dalam sambutannya mengaku terkejut tetapi juga senang dengan antusiasme warga yang hadir malam itu. Nurkholis berjanji ke depannya akan memberikan yang lebih baik dibandingkan acara tersebut. “Rangkaian acara Festival Imlek ini akan berlanjut besok pagi dengan pertunjukan Barongsai, silahkan masyarakat Karanganyar berbondong-bondong menikmatinya,” ujar Nurkholis.

Dewan Pengawas Perusda Aneka Usaha, Kustawa Esye menyampaikan bahwa tahun Imlek didasarkan pada perputaran matahari dan bulan. Perayaan pergantian tahun ini ditandai dengan bersih-bersih rumah, tempat usaha dan mengadakan pesta, makan-makan, bagi-bagi angpao, dan bagi kue-kue. Hal ini dimaksudkan untuk menghilangkan kesialan. Tahun ini sesuai dengan penanggalan China adalah shio ayam. Ayam mempunyai karakteristik lincah, cerdas, banyak rejeki tetapi sayangnya boros. Makanya menyikapi tahun ini kita harus hati-hati supaya rejeki yang kita peroleh tidak kita boroskan untuk hal-hal yang tidak perlu.

Tak ketinggalan pula ternyata Bupati Karanganyar, Juliyatmono didampingi istri dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo serta  beberapa Kepala OPD berkenan hadir dalam acara Festival Imlek malam itu. Menurut penanggalan China tahun ini adalah tahun ayam berunsur api. Kelebihan ayam adalah disiplin serta kerja keras mencari rejeki. Tetapi kelemahannya apabila tidak senang akan berkoar-koar, berbicara semaunya bahkan menyinggung perasaan orang lain.  Makanya hati-hati, jaga perkataan kita supaya tidak masuk urusan hukum, demikian sambutan Bupati.

“Secara umum tahun ayam api akan membawa kemakmuran, kesejahteraan bagi kita. Maka saya minta kita juga bekerja keras seperti disiplinnya ayam. Unsurnya api berarti semangatnya berkobar-kobar. Siapa yang bekerja keras nanti akan mendapatlan hasil yang baik,” kata Juliyatmono.

Acara tersebut diakhiri dengan diterbangkannya lampion oleh Juliyatmono dan Rohadi diikuti seluruh warga masyarakat yang hadir malam itu. (kris)

Read More

Makanan Berbahaya Beredar Luas

Makanan mengandung pewarna berbahaya jenis rhodamin-B dan formalin beredar luas di pasar-pasar tradisional di Karanganyar. Kenyataan tersebut terungkap setelah digelarnya inspeksi mendadak (Sidak)  oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar, Senin (6/8) lalu.
Sidak sendiri dilakukan di Pasar Karangpandan, Pasar Tegalgede, Pasar Jungke, dan Pasar Palur. Setelah diinventarisasi dan dilakukan penelitian, setidaknya ada 37 jenis makanan yang mengandung pewarna dan pengawet berbahaya tersebut.
Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Karanganyar, Fatkul Munir, menyatakan temuan tersebut banyak didapati pada makanan ringan yang biasa dikonsumsi oleh anak-anak. “Kami menemukan pada makanan kecil berwarna seperti jenis telur gabus dan pacar China mengandung pewarna rhodamin-B,” ujarnya.
Selain itu temuan makanan mengandung boraks juga didapati di Pasar Karangpandan, yaitu mi basah warna kuning. Makanan berformalin juga ditemukan di pasar itu, yakni ikan asin.
Pihak Dinkes sendiri langsung mengambil tindakan dengan meminta lurah pasar untuk menegur para pedagang yang bersangkutan. “Pada umumnya para pedagang hanya menjual saja. Mereka tidak mengetahui kandungan yang ada di dalam makanan yang mereka jual,” ungkap Munir.
Dikatakannya, makanan yang mengandung rhodamin-B dan formalin dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit ginjal, saraf, dan kanker. Sedangkan untuk jangka pendek, jika dikonsumsi dalam dosis tinggi menyebabkan pusing. “Sidak akan terus kita lakukan, karena bahan-bahan tersebut berbahaya,” katanya.

Read More

Balai tanaman obat Tawangmangu akan kembangkan jamu antiobesitas

Gedung BPPTOOT di Tawangmangu, Karanganyar. Di lokasi ini para peneliti telah berhasil mengembangkan aneka obat berbasis jamu untuk masalah-masalah kesehatan serius. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (BPPTOOT) Tawangmangu akan mengembangkan obat antiobesitas atau kegemukan dengan bahan tanaman jamu.

BPPTOOT juga akan mengembangkan obat tradisional untuk mengobati penyakit sendi, wasir, pelancar asi dan ramuan untuk menjaga daya tahan tubuh.

Sebelumnya, BPPTOOT Tawangmangu sudah mengembangkan empat jenis ramuan jamu untuk mengatasi penyakit diabetes melitus, hipertensi, asam urat dan kolesterol. “Jamu-jamu yang diteliti di sini telah tersaintifikasi dan dibuktikan secara ilmiah bisa menyembuhkan penyakit tersebut,” ujar Kepala Balitbangkes Dr dr Trihono MSc, saat ditemui disela-sela Dialog Nasional Kemandirian Bahan Baku Jamu dan Obat, didampingi Kepala BPPTOOT, Indah Yuning Prapti, Jumat (9/12/2011).

Menurut Trihono, kelima ramuan jamu yang akan dikembangkan pada tahun depan itu sudah mendapatkan ijin dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Apalagi, sejumlah dokter di Tanah Air juga sudah menggunakan obat-obatan tredisional seperti itu dalam pengobatan modern. Terlebih lagi saat ini Kemenkes sedang gencar-gencarnya mengampanyekan konsumsi jamu di kalangan masyarakat. “Diharapkan jamu ini bisa menjadi brand Indonesia di mata dunia medis internasional,” katanya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, sebetulnya sumber daya alam berupa tanaman obat di Indonesia jumlahnya cukup melimpah. Beberapa ramuan tradisional yang lain juga banyak yang masih bisa dikembangkan. Sayangnya dari berbagai tanaman obat yang ada itu, tidak semuanya bisa tersaintifikasi atau diteliti secara ilmiah. Perlu ada kajian lebih lanjut terkait dengan jenis tanaman, kandungannya hingga daerah perkembangbiakannya.

“Kalau jamu ini sudah menjadi bagian dalam sistem pengobatan di Indonesia, maka bisa menghemat anggaran di bidang kesehatan, terutama dalam hal ini adalah anggaran pemerintah untuk penyediaan obat penyakit,” ungkapnya. Ia menyontohkan, untuk mengobati penyakit hipertensi dengan obat modern, biasanya memakan Rp 300.000 setiap bulan. Tapi bila banyak dari masyarakat yang mengonsumsi jamu, maka biaya tersebut bisa ditekan, sehingga anggaran bisa efisien.

Sementara itu, Indah Yuning Prapti, menjelaskan bahwa di BPPTOOT Tawangmangu ada ribuan tanaman obat . Dalam pertemuan kerja sama antara China dengan negara-negara ASEAN beberapa waktu lalu, disepakati bahwa Indonesia bisa menjadi harapan dan garda terdepan dalam persaingan dunia kesehatan, berhadapan dengan China. “Indonesia harus percaya diri karena sumber daya hayati yang kita miliki ini masih berlimpah,” pungkas Indah.

Read More

Wisatawan Manca Lirik Karanganyar

Wisatawan Mancanegara (Wisman) mulai melirik sejumlah obyek wisata di Kabupaten Karanganyar. Hampir setiap tahunnya jumlah Wisman yang datang ke Karanganyar mencapai 12.000 orang.

Read More