IMG-20200208-WA0010

Peringatan Hari Gunung Sedunia Di Cemoro Kandang Tawangmangu

Read More
DSC_2197

Peringatan Hari Gunung Internasional di Cemoro Kandang Gunung Lawu

Read More
Cemoro Kandang 2

Cemoro Kandang

Read More
DSC_0140 – Copy

Gunung Lawu Terbakar, Penyelamatan Fasum Jadi Prioritas

Gunung Lawu masih terlihat kepulan asap kebakaran dilihat dari perbatasan Karanganyar (Jateng)-Magetan (Jatim)

Kepulan asap kebakaran Gunung Lawu masih terlihat dari perbatasan Karanganyar (Jateng)-Magetan (Jatim)

Karanganyar, Senin (26/10/2015)
Akibat terbakarnya Gunung Lawu menjadi prioritas untuk mengamankan fasilitas umum (fasum) di Cemoro Kandang, Kecamatan Tawangmangu dan Cemoro Sewu di Kabupaten Magetan, selain upaya pemadaman.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Nugroho mengatakan saat ini mengantisipasi akibat kebakaran dengan siaga mengamankan fasum jika ada api yang menjalar sampai pemukiman.

“Seperti di Cemoro Sewu, Jawa Timur sudah mengarah ke pemukiman. Tetap waspada agar jaringan air jangan sampai terbakar, listrik, dan arus lalu-lintas karena tanah sudah mulai goyah,” kata Nugroho, Senin (26/10) di Cemoro Kandang.

Nugroho juga menjelaskan upaya pemadaman terus dilakukan dengan mengerahkan Pemadam Kebakaran dari Surakarta, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, dan Klaten, Boyolali, dan Magetan.

Peristiwa kebakaran Gunung Lawu yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur itu Minggu (25/10) siang, sudah menjalar sampai titik mulai pendakian di Cemoro Sewu. Namun di wilayah Kabupaten Karanganyar belum ada penentuan status bencana kebakaran.

Perlu diketahui, kedua tempat pos pendakian itu berdekatan dan hanya dipisahkan dengan sungai dan masing-masing bukit terdapat pohon-pohon besar hampir berdekatan.

“Sampai saat ini belum ada penentuan siaga kebakaran, sambil kita pantau terus perkembangannya sampai tiga hari kedepan,” ucapnya.

Dia juga mengatakan Minggu (25/10) di pos satu ada gerakan api dan sudah digerakan relawan rombongan pertama 19 orang untuk memadamkan api diatas, yang kedua ada 15 orang.

“Diketahui ada dua titik api di pos 1, Cemoro Kandang petak 63N dan 63O. Kalau dilihat dari sebelah utara terlihat jelas api sangat besar sekali,” katanya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo memantau kebakaran tersebut di pos Cemoro kandang.

“Dengan melihat situasi seperti itu kita mencegah meluasnya kebakaran hutan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar sudah melokalisir sejak kemarin, Minggu (25/10),” kata Bupati Juliyatmono.

Dia juga mengatakan penyebaran api bisa karena bara api setelah membakar pohon atau batu kemudian apabila terkena angin dan membakar yang lainnya.

“Bisa juga percikan api yang jatuh dan menyebar dibawahnya. Tentunya ada upaya keras dengan memadamkan api,” katanya. pd

Read More

Wisatawan Serbu Objek Wisata Tawangmangu

Seiring datangnya musim liburan tahun baru 1 Muharam 1435 H, sebanyak 2.000-an wisatawan domestik menyerbu objek wisata di Tawangmangu, Selasa (5/11/2013).

Jumlah kunjungan wisatawan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa yang hanya mencapai 100-an orang. Meski mengalami lonjakan wisatawan, arus lalu-lintas di Tawangmangu tergolong lancar.

 Koordinator Pos Somokodo Tawangmangu, Sutardo, mengatakan para wisatawan domestik itu sengaja mendatangi objek wisata di Tawangmangu untuk berlibur. Dilihat dari segi usia, pengunjung di objek wisata Tawangmangu didonimasi kawula muda di Soloraya, yakni mencapai 90 persen. Sisanya, berasal dari wisatawan domestik dari berbagai kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Jogja, Semarang dan sejumlah kota di Jatim.

 “Setiap pengunjung yang melalui pos retribusi diwajibkan membayar retribusi. Kalau sepeda motor senilai Rp1.000, sedangkan mobil senilai Rp5.000. Hal ini sudah sesuai Perda No. 5 Tahun 2007 tentang Retribusi Masuk Kawasan Tawangmangu. Agar tak kehabisan stok tiket retribusi, kami menyiapkan total 10.000 tiket masuk,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa.

 Tardo menjelaskan jumlah wisatawan di Tawangmangu tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnnya. Biasanya, para wisatawan berekreasi di Grojogan Sewu, Cemoro Kandang dan Pringgodani.

 Patung Semar

 Delapan petugas di Pos Somokodo dimaksimalkan untuk melayani penjualan tiket masuk. Selain di Somokodo, pintu masuk ke Tawangmangu juga ada di daerah Bomo, Matesih dan Gondosuli yang berbatasan dengan Jatim.  “Dalam satu tahun, puncak wisatawan yang datang ke Tawangmangu, biasanya terjadi saat momentum Lebaran dan Tahun Baru. Kalau momen Tahun Baru Islam seperti ini meski ada peningkatan, tapi tak sebesar momentum Lebaran yang mencapai 5.000 wisatawan,” ujarnya.

 Terpisah, Staf Bina Cinta Alam Grojogan Sewu Tawangmangu, Jumino, mengatakan guna menghadapi lonjakan pengunjung di Grojogan Sewu, pihaknya mengerahkan 30-an petugas internal. Di sisi lain, pihaknya juga memaksimalkan 142 anggota paguyuban pedagang di kawasan Grojogan Sewu untuk ikut membantu pengawasan.

 “Agar tak kewalahan, kami juga menggandeng paguyuban pedagang. Tujuanya, ikut menjaga suasana yang nyaman di Grojogan Sewu. Misalnya, ada yang capek atau sakit, biasanya para pedagang di sini ikut membantu.”

 Di luar Grojogan Sewu, objek wisata yang diserbu wisatawan domestik, yakni Cemoro Kandang dan Pringgodani. Biasanya, wisatawan di tempat tersebut dalam rangka menjalankan ritual sesuai adat Jawa. Salah satu acaranya, menggelar pertunjukan wayang kulit dengan lakon Semar Mbangun Kahyangan di Pringgodani, Senin (4/11/2013) malam. Hal itu sebagai pertanda diresmikannya patung semar seberat 1 ton yang dibawa ke Pringgodani secara manual.

 “Biasanya, ada juga kerabat dari Keraton Solo yang menyewa kuda untuk menempuh perjalanan ke Gunung Lawu,” kata salah seorang penyewa jasa kuda di Tawangmangu, Harno, 52, warga Ngemplak, Tawangmangu.

Sumber : http://www.solopos.com/2013/11/06/wisatawan-serbu-objek-wisata-tawangmangu-462835

Read More

Cegah Kebakaran, Pendakian Lawu Ditutup Sementara

Aktivitas pendakian Gunung Lawu sementara ini ditutup untuk umum. Hal itu menyusul maraknya peristiwa kebakaran hutan selama musim kemarau ini.
Camat Tawangmangu, Yopy Eko Jati Wibowo, mengatakan aktivitas pendakian Lawu ditutup sudah berlangsung selama seminggu terakhir. Penutupan itu merupakan instruksi langsung dari pihak Perhutani Jawa Tengah.
“Pada musim kemarau ini cuaca sangat terik dan angin yang berembus juga lumayan kencang. Sehingga sedikit saja ada nyala api, mudah menjadi besar. Pertimbangan inilah yang dijadikan alasan,” jelas Yopy, Minggu (2/9).
Walaupun pelarangan pendakian sementara tersebut sudah diberlakukan, Yopy  mengaku masih ada saja pendaki yang membandel tetap naik ke puncak Lawu. Para pendaki itu biasanya melewati jalur tak resmi. “Kalau pendaki yang nekat melalui jalur resmi pendakian seperti Cemoro Kandang, tentunya akan kami minta untuk kembali dan menghentikan pendakian,” ujarnya.
Selama musim kemarau berlangsung, kawasan puncak Gunung Lawu, sering sekali terjadi insiden kebakaran. Puncak dari insiden kebakaran hutan terjadi pada bulan Ramadan kemarin, yang terjadi di areal hutan lindung petak 53, yang berjarak sekitar 300 meter dari pos 1 Cemoro Kandang.
Di area yang berbatasan dengan wilayah Magetan, Jawa Timur tersebut, sekitar 5 hektare di atas Kawah Candradimuka terbakar hingga di area Kali Mati. Yopy sendiri mengaku belum bisa memastikan sampai kapan pendakian Lawu akan ditutup. “Setidaknya hingga musim kemarau berakhir dan kondisi sudah memungkinkan untuk dilakukan pendakian,” ungkapnya. n Muhammad Ikhsan

Read More

Pendaki diminta siapkan fisik & peralatan

Jalur pendakian Gunung Lawu melalui pos Cemoro Kandang, Tawangmangu mulai dipadati pendaki yang akan melakukan pendakian menjelang 1 Syura, Minggu (27/11/2011).

Puncak pendakian diperkirakan pada Sabtu (26/11/2011) ini.

Camat Tawangmangu Yopi Eka Jatiwibowo ketika dihubungi, Jumat (25/11/2011), mengatakan telah berkoordinasi bersama dengan Polres Karanganyar serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengamankan pendakian pada satu Syura. Tidak hanya relawan, tenaga medis dan unsur TNI Polri juga terlibat.

Puskesmas Tawangmangu juga stand by dengan menyiapkan ambulans,” ujarnya.

Read More

Puluhan PKL di Cemoro Kandang ditata

Sebanyak 46 pedagang kaki lima (PKL) di daerah perbatasan Tawangmangu, Jateng- Magetan, Jatim tepatnya di daerah Cemoro Kandang ditata. Penataan dilakukan guna memperindah pintu masuk wilayah Karanganyar. (more…)

Read More