Dishubkominfo Karanganyar Pasang CCTV di 5 Lokasi

Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar memasang kamera closed circuit television (CCTV) di lima lokasi rawan kecelakaan lalu lintas.

Pemasangan kamera CCTV dilakukan untuk memantau peningkatan volume kendaraan bermotor saat arus mudik dan balik Lebaran.

 Kabid Pengendalian Operasional Keselamatan Jalan (Dalops) Dishubkominfo Karanganyar Joko Mulyono, mengatakan kamera CCTV dipasang di lima lokasi yakni Taman Pancasila, Papahan, Sroyo, Palur dan Colomadu. Menurutnya, kelima lokasi tersebut rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

 “Peningkatan volume kendaraan bermotor akan terpantau lewat kamera CCTV,” .

 Kamera CCTV tersebut dipasang pada awal Mei lalu untuk memantau arus lalu lintas di lima lokasi jalan. Pemantauan bakal diintesifkan saat arus mudik dan balik Lebaran. Sebab, kelima lokasi tersebut merupakan jalur arus mudik dan balik Lebaran. Dipastikan ribuan kendaraan bermotor bakal melewati jalur tersebut.

 Petugas bakal memantau kondisi arus lalu lintas di lima lokasi tersebut. Bila terjadi kemacetan arus lalu lintas maka petugas segera turun lapangan untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas. “Jika terjadi kemacetan arus lalu lintas maka petugas segera turun lapangan untuk mengatur arus lalu lintas,” jelasnya.

 Sementara Kanit Dikyasa Satlantas Polres Karanganyar, Aiptu Prasetyo, mewakili Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Suwarsi, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dishubkominfo Karanganyar untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas terutama di jalur mudik dan balik Lebaran.

 Polisi juga memasang kamera CCTV di beberapa lokasi rawan kecelakaan lalu lintas. Di kawasan Palur sendiri terdapat dua unit kamera CCTV milik Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dan Polres Karanganyar. “Kamera CCTV di Palur terhubung langsung dengan National Traffic Management Center (NTMC) Korlantas. Petugas akan disiagakan di lokasi rawan kemacetan arus lalu lintas saat arus mudik dan balik Lebaran,” terangnya.

Read More

UN 2013 : 350 Pengawas Disiapkan Awasi UN SMA di Karanganyar

Sebanyak 350 pengawas disiapkan untuk mengawasi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA sederajat di Karanganyar. Instansi terkait menerapkan sistem silang rayon untuk memperketat pengawasan UN.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar, Sri Suranto, mengatakan para pengawas tersebut merupakan guru SMA sederajat di wilayah Karanganyar. Setiap pengawas bertugas mengawasi pelaksanaan UN di sekolah yang berada di rayon lain. “Masih sama seperti tahun lalu menerapkan sistem silang rayon. Pelaksanaan UN akan lebih diperketat,” katanya saat ditemui wartawan, Sabtu (30/3/2013).

Tim pengawas independen juga dilibatkan untuk mengawasi pelaksanaan UN. Tim pengawas tersebut disebar di lokasi sekolah yang menyelenggarakan UN. Mereka diperbolehkan masuk ke dalam ruang kelas jika terjadi kecurangan yang dilakukan peserta UN.

Suranto menjelaskan ruang penyimpan naskah soal Ujian Nasional (UN) SMA se-derajat bakal dipasangi kamera Closed Circuit Televesion (CCTV).  Hal ini dilakukan untuk mempermudah pengawasan soal UN saat berada di ruang  penyimpan naskah soal. “Ada kamera CCTV untuk memantau langsung kondisi di dalam ruang penyimpan naskah soal,” paparnya.

Sementara Sekretaris Disdikpora Karanganyar, Agus Hariyanto, menjelaskan para peserta UN tidakd apat melakukan kecurangan saat mengerjakan soal-soal UN. Sebab, jumlah kode soal UN tahun ini sebanyak 20 kode. Sementara tahun lalu hanya lima kode soal. Sehingga kemungkinan peserta UN melakukan kecurangan sangat kecil.

Soal distribusi naskah soal, Agus menambahkan naskah soal dibagikan ke setiap sekolah sebelum UN digelar. Pihaknya memprioritaskan pendistribusian naskah soal ke sekolah yang berada wilayah pedalaman.

“Setiap sekolah telah mempersiapkan UN dengan menggelar try out maupun tambahan jam pelajaran,” jelasnya.

Berdasarkan data Disdikpora Karanganyar, jumlah peserta UN tingkat SMA sederajat sebanyak 7.246 siswa. Rinciannya, jumlah peserta UN SMA sebanyak 2829 siswa, SMK sebanyak 3.865, MA sebanyak 541 siswa dan SMALB sebanyak 11 siswa. UN tingkat SMA sederajat dilaksanakan pada 15 -18 April mendatang.

Read More

Tiga Karyawan Ditodong Senjata, Rp 12 Juta Melayang

Gerai Indomaret yang terletak di Jalan Solo-Tawangmangu, km 8 Jaten, Karanganyar, Senin (4/3) sekitar pukul 22.15, menjadi sasaran perampokan. Tiga pelaku yang datang dengan membawa senjata api dan senjata tajam, mengancam tiga karyawan dan berhasil menggasak uang Rp 12 juta yang ada di dalam brankas.

Juga lima slop rook, empat buah ponsel dan satu motor milik karyawan. Dari keterangan yang berhasil dihimpun, saat kejadian toko sudah mau tutup dan sudah ada karyawan yang bersiap menutup rolling door. Saat itu ada tiga karyawan yang bertugas, yakni Triyanto (22), Agus Supardi (20) serta Istiyarini Indriati (20). Mendadak, datang tiga orang yang berboncengan menggunakan motor Honda Revo tanpa nomor polisi. Mereka datang dan pura-pura hendak membeli sesuatu. Namun oleh karyawan dikatakan, toko akan tutup, tapi mereka tetap saja ngotot dan memaksa masuk ke dalam toko.

Setelah berhasil memaksa masuk, para pelaku lantas mengancam ketiga karyawan ini dengan menggunakan senjata api serta golok. Pelaku lalu mengikat paras karyawan dengan menggunakan tali tambang serta menutup mulut karyawan dengan lakban. Mereka juga sempat memukul Istiyarini karena mencoba untuk melarikan diri. Setelah melumpuhkan karyawan, para pelaku menggasak uang tunai yang ada di dalam brankas sebesar Rp 12 juta. Mereka juga membawa kabur motor Honda Vario AD- 6479-BW milik Agus Supardi yang diparkir di depan toko.

Ancam Agus, salah satu korban menjelaskan, sebenarnya saat itu mereka sudah mau tutup, tetapi karena pelaku menggunakan senjata api dan senjata tajam, mereka tidak bisa berbuat banyak. ”Mereka juga berkali-kali mengancam akan membunuh kalau kami berteriak minta tolong,” tandasnya. Mereka baru bisa melepaskan diri setelah perampok itu kabur dan langsung melaporkan aksi kriminalitas itu ke polisi. Diketahui, sebelum beraksi dikawanan perampok juga sempat merusak kabel kamera CCTV, yang berada di sudut ruangan serta membawa DVR atau hasil rekaman CCTV yang dipasang di toko tersebut.

Begitu mendapat laporan, petugas dari Polsek Jaten dan Polres Karanganyar yang tiba di lokasi juga langsung melakukakn olah tempat kejadian perkara (TKP) Kapolsek Jaten AKP Suryanto mengemukakan, jajarannya sudah melakukan penyelidikan dan memeriksa keterangan sejumlah saksi. Kapolsek juga menyatakan, kondisi sekitar minimarket saat kejadian juga sedang sepi, karena toko sudah hampir tutup. ”Pelaku tiga orang, memakai penutup kepala dan membawa senjata api dan senjata tajam.

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/

Read More

Pantau Kemacetan, CCTV Palur Terhubung Polri

Di sekitaran Palur telah dipasang secara resmi CCTV yang terhubung dengan National Traffic Management Center (NTMC) Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri. CCTV itu berfungsi untuk memantau arus kendaraan saat mudik lebaran.
Kasat Lantas Polres Karanganyar, AKP Aidil Fitrisyah, menyatakan Palur merupakan salah satu daerah terpadat selama arus mudik sehingga perlu dipasang CCTV. “Arus lalu lintas bisa langsung dipantau dari Mabes Polri dan Polda Jateng. Kapolres Karanganyar juga langsung bisa memantau dari iPad,” ujar Aidil usai melakukan pengecekan Pos Pengamanan (Pospam), Senin (13/8) malam.
Aidil menjelaskan, selain di Palur CCTV juga akan dipasang di sejumlah titik Pospam seperti di Colomadu, perempatan Papahan, simpang lima Bejen, dan Tawangmangu. “CCTV itu bakal terpasang sampai usai lebaran nanti,” ujarnya.
Menurut Aidil, jajarannya menambah satu Pospam lagi yaitu di daerah Cemoro Kandang, Tawangmangu yang merupakan perbatasan dengan Jawa Timur. Selain itu daerah Sroyo juga menjadi perhatian serius pihaknya karena rawan terjadi kecelakaan dan macet. “Jadi total Pospamnya ada enam titik,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Karanganyar AKBP Nazirwan Adji Wibowo, saat melakukan pemantauan di Sroyo pada Senin (13/8) malam, mengatakan saat ini kepadatan lalu lintas belum terlihat. Diprediksi kepadatan lalu lintas bakal terjadi pada H-3 lebaran. “Arus lalu lintas masih normal, mungkin nanti mulai padat H-3,” katanya.

Read More

Fly Over Palur Segera Dibangun

Kesemrawutan jalan di pertigaan Palur sudah sangat meresahkan. Jalan yang menghubungkan Karanganyar, Solo, dan Sragen ini sering macet, apalagi dengan adanya perlintasan Kereta Api (KA) di jalur tersebut.
Arus lalu lintas yang semrawut tersebut rencananya akan disiasati dengan pembangunan fly over. Proyek yang diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 100 miliar tersebut kabarnya telah disetujui oleh pemerintah pusat. Proyek tersebut direncanakan dimulai pada pertengahan tahun ini.
Hal ini juga mendapatkan perhatian dari Satlantas Polres Karanganyar. Rencananya akan ada empat unit kamera closed circuit television (CCTV)  yang akan dipasang di perlintasan kereta api (KA) Palur. Kasat Lantas Polres Karanganyar,  AKP  Aidil Fitri Syah menyatakan bahwa pihaknya telah menentukan titik yang akan dipasang CCTV.
Menurutnya, prioritas pemasangan tersebut dilakukan untuk memantau arus lalu lintas di kawasan tersebut. Ia menjelaskan jika terjadi kemacetan, maka polisi bisa dapat segera bertindak untuk memperlancar arus kendaraan di kawasan itu. Aparat kepolisian juga disiagakan di daerah tersebut setiap pukul 06.00 WIB – 18.00 WIB.
“Sambil kita menunggu realisasi fly over, kami akan mengatur lalu lintas dengan pemasangan CCTV tersebut. Semoga saja arus lalu lintas juga menjadi lebih lancar nantinya,” jelas AKP Aidil.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar, masih menunggu kepastian terkait kucuran dana pembangunan fly over dari pemerintah pusat. “Kami terus lakukan koordinasi. Rencana bulan Juli nanti sudah dilakukan pengukuran lahan,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Priharyanto.

Sumber : http://www.harianjoglosemar.com

Read More

UJIAN NASIONAL: Pembagian Soal UN Lewat Denah

Pembagian soal Ujian Nasional (UN) SMA sederajat akan menggunakan denah yang terdapat di amplop soal. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kecurangan yang dilakukan para peserta UN.

Sekretaris Disdikpora Karanganyar Nur Halimah mengatakan pengawasan pelaksanaan UN tahun 2012 diperketat untuk menjamin hasil UN murni dan transparan.

Nur mengungkapkan dahulu, pembagian soal diatur oleh panitia UN dari Disdikpora Karanganyar secara acak. Sekarang pembagiannya diatur oleh Disdik Provinsi Jateng lewat denah yang menjadi satu dengan naskah soal.

Selain itu, pihaknya akan menempatkan beberapa kamera Closed Circuit Television (CCTV) di ruangan penyimpan naskah soal. Aparat kepolisian dan pengawas satuan pendidikan akan mengawasi ruangan itu selama 24 jam.

“Kamera CCTV dipasang di dalam ruangan penyimpan naskah soal sehingga bisa dipantau dari jarak jauh. Namun tetap ada polisi yang berjaga,” tandasnya saat ditemui di kantornya, Senin (2/4).

Sementara peserta UN SMA sederajat di Karanganyar sebanyak 7.129 siswa. Rinciannya, peserta SMA /MA sebanyak 3.279 siswa sementara siswa SMK sebanyak 3.850 siswa. Mereka akan mengikuti UN pada tanggal 16-19 April 2012.

Targetnya, lanjut Nur, tingkat kelulusan UN SMA sederajat 100 persen. Pasalnya, tingkat kelulusan UN pada tahun sebelumnya sebesar 99 persen. “Target kelulusan tetap 100 persen karena setiap sekolah telah memberikan materi dan pengayakan soal secara rutin menghadapi UN,” imbuhnya.

Read More

Pengawalan Naskah UN Longgar

Yakin tidak akan terjadinya kecurangan dalam pendistribusian naskah Ujian Nasional (UN) bulan April mendatang, Pemkab Karanganyar tidak lagi melakukan pengawalan ketat baik dari aparat Satpol PP maupun pihak Kepolisian.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar, Sri Suranto kepada wartawan usai penandatanganan Pakta Integritas UN 2012 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Sabtu (24/3) akhir pekan lalu. Ia mengatakan ketika naskah soal ujian sudah didistribusikan ke daerah, Maka proses pengambilannya tetap dilakukan secara wajar. Di mana tiap rayon dari masing-masing kecamatan akan mengambil sendiri tanpa dikawal Satpol PP atau Polisi. “Sepertinya dua orang perwakilan dari tiap rayon sudah bisa mengambil naskah tanpa perlu pengawalan ketat seperti dulu,”ujar dia.

Keyakinan tersebut pada komitmen yang telah diungkap seluruh panitia UN di tiap rayon telah menandatangani Pakta Integritas UN 2012, Sabtu (24/3) kemarin. “Kalau ada kabar tentang kebocoran soal UN, itu hanya isu. Kalau bukan isu paling informasi di lapangan tidak valid. Pasalnya sejauh ini proses pelaksanaan UN Karanganyar berjalan dengan lancar,” jelas dia.

Ditambahkan Suranto guna menghindari penyelewengan, tiap-tiap rayon akan dipantau dan diawasi dengan pemasangan Closed Circuit Television (CCTV). “Jadi nanti ruangan yang digunakan untuk menyimpan naskah itu hanya dibuka di depan siswa sesaat sebelum ujian dimulai,” tandas dia.

Ia mengatakan persiapan terus dilakukan pihaknya untuk UN tahun 2012 ini. Akhir pekan lalu berbagai persiapan, sosialisasi dan pembekalan telah dilakukan kepada seluruh panitia UN di tiap rayon yang tersebar di 17 Kecamatan.  Dengan berbagai persiapan tersebut, pihak Disdikpora  berharap UN kali ini bakalan berjalan dengan lancar.

Read More