Karanganyar Langka Ikan Laut

Cuaca buruk yang terus terjadi di awal Bulan Januari membuat banyak nelayan di Pantai Utara Jawa (Pantura) enggan melaut. Hal tersebut juga memberikan dampak terhadap pasokan laut di Karanganyar. Di beberapa pasar tradisional, ikan laut menjadi barang langka dan apabila tersedia harganya mahal.
Dari data yang dikumpulkan Joglosemar di lapangan, sejumlah komoditi ikan laut mengalami kenaikan harga antara lima ribu hingga tujuh ribu rupiah per kilogramnya. Sebagai contoh harga ikan tongkol naik dari harga semula Rp 18.000 menjadi Rp 25.000, dan ikan dorang naik dari harga semula Rp 35.000 menjadi Rp. 40.000.
Kenaikan harga ini membuta para pembeli resah dan kemudian mencoba mengalihkan komoditi ikan laut menjadi ikan tawar sebagai menu sehari-hari. Salah satu pedagang Ikan di Pasar Jungke, Sri Wahyuni (48) mengatakan sejak dua hingga tiga hari ini dirinya kesulitan mendapatkan pasokan ikan laut terutama dari daerah Pantura seperti ikan laut dari Rembang, Tuban dan Jepara.
“Kalau pun ada stoknya turun drastis mas, tidak seperti biasa. Katanya karena sedikit nelayan yang pergi melaut,” ujarnya saat ditemui  di kiosnya Pasar Jungke, Rabu (11/1).
Menurutnya kondisi kelangkaan ikan laut itu akan berlangsung agak panjang tergantung cuaca. Biasanya komoditi ikan laut akan kembali normal saat cuaca perairan di daerah Pantura kembali normal.
Sementara itu, salah seorang pembeli, Sumarni (30) mengaku terpaksa membeli ikan tawar yakni gurami karena stok ikan laut di pasaran beberapa hari terakhir susah didapat. “Pengennya stoknya terus ada dan murah, soalnya selain nilai gizinya tinggi, keluarganya merupakan salah satu penggemar sea food,” jelas dia.

Sumber : http://www.harianjoglosemar.com/berita/karanganyar-langka-ikan-laut-64915.html

Read More

Pedagang Durian Membuat Macet

Banyaknya warung atau kios durian di pertigaan SMP Matesih membuat ruas jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Matesih dengan Kecamatan Tawangmangu macet, terutama pada libur akhir pekan.
Pasalnya selain banyak pedagang durian yang menjajakan dagangannya di pinggir jalan, para pembeli turut memperparah karena akses parkir yang asal-asalan. Salah seorang pengguna jalan, Suroto (36) mengaku mengeluhkan laju kendaraannya yang tersendat akibat banyaknya pedagang durian yang menjajakan dagangannya di sepanjang pertigaan tersebut. Sehingga kendaraan yang akan menuju Tawangmangu atau sebaliknya terpaksa harus berjalan merayap jika banyak pembeli yang berjubel di kios pedagang durian itu.
“Jualan boleh saja, asalkan bisa diatur. Jangan di pinggir jalan apalagi dekat pertigaan, kasihan pengguna jalan yang lain,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Karanganyar, Siti Maesyaroh menjelaskan bahwa puncak panen durian di Karanganyar sebenarnya baru terjadi di Bulan Januari mendatang.
Tingginya produksi buah baik dari Kecamatan Matesih, Jumantono, Jumapolo dan Jatipuro akhirnya membuat mereka menjajakan durian yang berbuah setahun sekali tersebut ke pinggir jalan, salah satunya yakni di pertigaan Matesih karena dianggap sebagai kawasan strategis. Terpisah, Kepala Disperindagkop dan UMKM Karanganyar, Sundoro menyatakan tidak membangun semacam kios, mengingat pedagang durian tersebut sifatnya musiman.

Read More