DSC_0141

Kebakramat Kembangkan Budidaya Bawang Merah Brebes

DSC_0141

DSC_0168

Ternak Lele Dumbo dengan metode terpalisasi.

kominfo

Sayuran organik berupa sawi, kubis, salad.

kominfo

Bawang merah varietas brebes yang tahan terhadap hujan , akan dikembangkan di Desa alastuwo dan kemiri, Kecamatan Kebakramat.

Karanganyar, Selasa 12 April 2016

Bertempat di Aula BP4K Kecamatan Kebakramat sebanyak 155 Penyuluh Pertanian mengikuti Bimbingan Teknik terkait peningkatan sumber daya manusia para pemangku penyuluhan , Selasa (12/4).

Kepala BP4K, Bambang Harsono dalam laporannya mengatakan bahwa Bimtek ini bertujuan untuk meningkatan potensi bagi penyuluh di Kecamatan Kebakramat dalam memberikan penyuluhan bagi kemajuan pertanian.

“Penyuluh ini bertugas  memberikan nasehat bagi petani, untuk kemajuan pertanian khususnya di Kebakramat ini. Jumlah 115 penyuluh pertanian di Kebakramat ini sebenarnya belum ideal untuk itu kami berdayakan penyuluh dari swasta dan swadaya . Dengan harapan, keberadaan penyuluh ini dapat mengimbangi kegiatan-kegiatan pertanian, perikanan dan kehutanan,” terang Bambang Harsono.

Sementara itu menurut Bupati Juliyatmono, kita harus mengetahui kebutuhan apa yang dibutuhkan seorang penyuluh dan  petani. Supaya kerja penyuluh di lapangan lebih semangat begitu pula sebaliknya para petani juga memahami apa yang disampaikan penyuluh.

“Petani bisa semangat jika penyuluh sewaktu dilapangan itu difasilitasi. Dan petani yang pintar kita berikan prestasi sehingga petani dan penyuluh itu sama-sama termotifasi. Karena kalau antara petani dan penyuluh bisa dikoordinasikan dengan baik pasti akan menghasilkan hasil yang baik pula,” ujar Juliyatmono.

Juliyatmono juga menambahkan sebaiknya tempat tinggal penyulah mempunyai apa saja untuk contoh masyarakat agar ilmu yang dimiiki dapat langsung dipraktekkan, sebgai contoh memiliki obipet, memiliki ternak ikan (lele), ternak sapi dan beberapa sayuran organik.

kominfo

salah satu cara menanam padi dengan transplanter.

Sebelumnya diwaktu dan tempat yang sama Bupati Juliyatmono meninjau teknik menanam padi menggunakan mesin transplanter yang berada di sawah seluas 4000 m2 dan melihat budidaya bawang merah (varietas brebes dan probolinggo),  sayuran organik berupa sawi, salad, kubis serta budidaya lele dumbo dilahan seluas 2000 m2, yang keseluruhan  milik BP4K Kecamatan Kebakramat.

Salah satu penyuluh pertanian BP4K kecamatan Kebakramat, Osep Setiawan mengatakan Kebakramat akan mengembangkan budidaya bawang merah varietas brebes karena banyak keunggulannya, yakni tahan hujan, perawatannya lebih mudah, dan hasilnya juga bagus berbeda dengan bawang merah varietas probolinggo meski menghasilkan anakan banyak tetapi lebih cepat menua.

“Hanya butuh 62 hari untuk bisa dikonsumsi sedangkan untuk penanaman untuk menjadi bibit butuh 70 hari, yang terpenting varietasnya tahan hujan. Selain bawang merah brebes, kami juga akan mengembangkan budidaya kubis dan sawi sebagai sayuran organik,” kata Osep Setiawan saat memberikan keterangan.

Dishubkominfo Karanganyar (ind/kbl)

Read More
DSC_0120 copy

Tiga Pejabat Eselon 2 Hasil Lelang Jabatan Dilantik

Bupati Karanganyar Juliyatmono melantik dan mengambil sumpah pejabat eselon 2, 3, 4 dan Kepala Sekolah di lingkungan Pemkab Karanganyar, Rabu (01/07)

Bupati Karanganyar Juliyatmono melantik dan mengambil sumpah pejabat eselon 2, 3, 4 dan Kepala Sekolah di lingkungan Pemkab Karanganyar, Rabu (01/07)

Karanganyar, Kamis (02/07/2015)
Hasil lelang jabatan bagi eselon 2 yang diadakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar pada tahun 2015,dilantik dan diambil sumpah oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, di Aula Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Rabu (01/06)
Dari hasil lelang jabatan itu, terpilih nama-nama yang mengisi Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Karanganyaryang kosong, yakni Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K), dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud).
Titis Sri Jawoto sebelumnya menjabat Sekretaris DKP menjadi Kepala DKP, kemudian Tarsa sebelumnya menjabat Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda menjabat Kepala Disparbud. Selanjutnya Bambang Harsono sebelumnya menjadi Sekretaris di BP4K, kini menjadi Kepala di tempat yang sama.
Ditempat yang sama, juga dilantik dan diambil sumpah pejabat di Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) eselon 2, eselon 3 dan eselon 4 sebanyak 17 prang.
Hal itu dikarenakan ada perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) berubah dari sebelumnya BPPT menjadi Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP), namun kepala badan masih dijabat Sucahyo.
Bupati Karanganyar Juliyatmono setelah acara itu mengatakan dari hasil seleksi lelang jabatan, ada tiga nama yang lolos seleksi dan memenuhi persyaratan.
“Dari 21 peserta lelang jabatan sudah melewati beberapa tahapan. Kemudian terpilih sembilan nama untuk di wawancara Bupati, selanjutnya dipilih tiga nama untuk menjabat eselon 2 yang di lelang,” ujar Bupati Juliyatmono.
Juliyatmono dalam kesempatan kemarin, menegaskan bahwa hasil seleksi itu tidak ada faktor apapun.
“Tidak ada faktor kedekatan. Dari ketiga nama itu yang dinyatakan lulus itulah disebut kompetensi dan layak ditempatkan diposisi itu,” ujarnya.
Selain itu di acara yang sama juga dilantik sebanyak 24 Kepala Sekolah, yakni untuk Kepala Sekolah SD sebanyak 22 orang, untuk SMP dan TK masing-masing sebanyak satu orang. pd

Read More
P_20150508_132512

Lelang Jabatan Eselon II, Formasi Kepala Disparbud Paling Diminati

Berkas lamaran dikirmkan ke Panitia Seleksi Jabatan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar Cq. Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Karanganyar

Panitia Seleksi Jabatan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar telah mengumumkan hasil seleksi yang lolos administrasi

Karanganyar, Selasa (02/06/2015)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar pada tahun ini mengadakan lelang jabatan eselon 2 antara lain, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), dan Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP4K).

Dari data pengumuman yang di keluarkan Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Karanganyar, diantara ke tiga formasi tersebut, yang paling banyak diminati adalah jabatan Kepala Dinas Parbud, kemudian Kepala BP4K, dan Kepala DKP.

Hasil seleksi adminitrasi menyebutkan, berdasarkan pemeriksaan kelengkapan berkas persyaratan administrasi panitia seleksi menyatakan bahwa sejumlah 10 orang lulus untuk Formasi Kepala Disparbud, tujuh orang untuk Formasi BP4K, dan empat orang lulus adminitrasi untuk Formasi Kepala DKP.

Selanjutnya, nama-nama yang lulus tersebut diundang untuk mengikuti assesment tes. “Diselenggarakan pada Kamis-Jumat (04-05/06), jam 07.00 sampai selesai di Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNS,” kata Sekretaris Panitia Seleksi Siswanto, Senin (01/06).

Selanjutnya, setiap perkembangan tahapan seleksi dan pengumuman akan disampaikan melalui website Pemerintah Kabupaten Karanganyar. pd

Read More

16 Desa Digelontor Dana PUAP

Pemkab Karanganyar hanya menyetujui 16 desa untuk mendapatkan dana Program Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) dari 96 desa yang diajukan oleh Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP4K) Karanganyar.
Kepala BP4K Karanganyar, Supramnaryo, mengatakan dana PUAP memang tidak mencukupi jika dialokasikan untuk 96 desa. Menurutnya, setiap tahun dana PUAP hanya diberikan kepada sekitar 15-20 desa. “Untuk kali ini desa-desa yang mendapatkan dana PUAP berada di Kecamatan Gondangrejo dan Karangpandan,” jelasnya, Minggu (12/8).
Supram menjelaskan, desa atau kelurahan tersebut akan mendapatkan alokasi dana PUAP sebesar Rp 100 juta dari total dana Rp 1,6 M. “Yang menerima dana tersebut tergolong daerah tertinggal, serta memiliki banyak jumlah penduduk miskin,” ungkapnya.
Dijelaskannya, penyaluran dana PUAP ditransfer ke rekening Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di setiap desa. Kemudian Gapoktan berperan sebagai pengelola dana tersebut yang kemudian dijadikan modal bergulir untuk usaha pertanian dana agribisnis.
“Teknisnya ada di kelompok Gapoktan masing-masing sesuai dengan kesepakatan, termasuk besarnya bunga pinjaman. Sedangkan Pemkab akan berperan sebagai pengawas agar tidak terjadi penyelewengan,” jelas Supram.
Sementara untuk pertanggungjawaban penggunaan dana, setiap Gapoktan diharuskan melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Hal ini agar dana tersebut tepat sasaran.
Supramnaryo menambahkan, bahwa cepat lambatnya pengembangan usaha bergantung pada pengelolaan dana di tiap kelompok.

Read More

Peraturan Daerah Tahun 2009

Daftar Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar Tahun 2009. Antara lain tentang Organisasi dan Tata Kerja Setda, Setwan, Dinas, Lembaga Teknis, BPPT, Satpol PP,
Kecamatan, Kelurahan, BP4K, Retribusi Parkir, Ijin Lokasi, Irigasi, Bangunan,
Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan.

Read More