DSC_0504

Pemkab Buka Ruang Entrepreneurship Untuk Berinovatif

 

Asisten Pemerintahaan, Bachtiyar Syarif kagum dengan batik Somad Solo-Matematika karya masyarakat dari Gondangrejo dalam lomba kreasi dan inovasi di Pendopo rumah dinas bupati Kamis (26/07)

 

KARANGANYAR – 26 Juli 2018

 

 Enterpreneurship Karanganyar terus diberikan kesempatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk berinovasi. Melalui ajang bergengi Lomba Kreativitas dan Inovasi 2018, dapat memacu pelajar dan masyarakat untuk kreatif dan inovatif. Yakni dengan menciptakan alat atau inovasi tertentu untuk mempermudah masyarakat.

            “Penemuan berawal dari keterbatasan. Sebab keterbatasan akan memunculkan kreatif dan inovatif,” papar Asissten II Pemkab Karanganyar, Bachtiyar Syarif mewakili bupati Karanganyar, Juliyatmono dalam lomba kreativitas dan inovasi di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis (26/07)

            Meunurut Bachtiar, pihaknya bangga terhadap anak-anak muda yang kreatif. Termasuk masyarakat yang ikut dalam ajang bergensi ini. Pihaknya berharap hasil inovasi bisa memberikan kemudahaan bagi masyarakat dalam aktivitas kehidupannya. “Saya berharap ke depan ini setidaknya partisipasi koorporasi untuk mendukung langkah penelitian yang dilakukan remaja dan masyarakat,” imbuhnya.

            Sementara Kepala Baperlitbang Karanganyar, Muh Indrayanto menambahkan Tahun 2017 lalu, Karanganyar masuk menjadi 10 pemenang utama lomba kreativitas dan inovasi Tingkat Jawa Tengah. Saat itu, wakil dari Karanganyar mempresentaskan Gula Kita yakni gula rendah kalori karya Burhan dari Gebyok Mojogedang

            Dia menambahkan tujuan lomba kreatif ini adalah untuk terus melahirkan wirausahaan-wirausahaan kreatif dan inovatif di Karanganyar. Wirausahan yang mampu berkembang dan melahirkan inovasi yang mudah dan dapat diterima masyarakat. “Karya inovatif mereka mudah, ramah lingkungan, dan terjangkau bagi masyarakat untuk menerapkan. Saya optimis, Karanganyar akan maju lagi karya kreasi dan inovatif di tingkat Solo Raya dan Jawa Tengah,” imbuhnya.

            Selain itu, juri-juri adalah kalangan akademisi yang syarat pengalaman dan karya. Tim penilai terdiri dari Ir Darmantyo Widarko, Tri Indiarto, Ir Hartono, Sukismiyadi. Pihaknya yakin karena dari karya inovatif yang dipamerkan pada lomba ini sangat baik dan inovatif. Misalnya kompor pendingin karya wahyu prasetyo (SMK 2 Karanganyar), power of nuture, pemanfaatan pati garut untuk pembuatan Biodegredable yang ramah lingkungan oleh Nisa Nurjanah dari SMA Kerjo. Sementara dari Kalangan umum ada Batik Somad. Yakni batik dengan motif batik ilmu terapan matematika oleh Ferrey You Nanto. (Dn/Ind)

Read More
IMG_0412

Pembekalan Perangkat Desa Tahap I

kominfo

Asisten Pemerintahan Setda Karanganyar Bachtiyar Syarif saat membuka pembekalan bagi perangkat desa di hotel Pondok Asri Kalisoro Tawangmangu, Rabu Siang (26/4)

Karanganyar, Rabu 26 April 2017

Bagian Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah Karanganyar adakan pembekalan bagi Perangkat Desa, Rabu Siang (26/04) di Hotel Pondok Asri Kalisoro Tawangmangu. Sebanyak 134 perangkat desa tersebut selama 2 hari ini akan dibekali ilmu tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan Desa, Pengawasan Pengelolaan Keuangan Desa, Pengelolaan Aset Desa, Pengadaan Barang dan Jasa di Desa, Penyusunan RPJMDesa dan RKPDesa, Penyusunan APBDesa, Penyusunan dan Implementasi Produk Hukum Desa, Pengelolaan Keuangan Desa dan Pertanggungjawaban Keuangan Desa yang akan disampaikan oleh nara sumber seperti Sekretaris Daerah Karanganyar, Assisten Pemerintahan Setda Karanganyar, Dari Bagian Pemerintah Desa Setda Karanganyar, Bagian Hukum Setda Karanganyar dan Inspektorat Daerah Karanganyar.

Pembekalan ini perlu dilaksanakan sebagai bekal pengetahuan dan wawasan perangkat desa dalam menjalankan pemerintahan yang ada di desa, diharapkan dengan adanya kegiatan ini perangkat desa mampu berperan aktif dan bersinergi dalam mewujudkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi kepada pelayanan, pengayoman dan pemberdayaan masyarakat demi Karanganyar Maju dan Sejahtera.

Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan Bachtiyar Syarif mengatakan perangkat desa sebagai penyelenggaraan pemerintahan di tingkat desa diharapkan mempunyai kapasitas dan kemampuan yang handal dikarenakan Pemerintah Desa sebagai lini terdepan pelayanan pemerintahan yang langsung berhubungan dengan masyarakat.

“Dengan semakin mudahnya masyarakat mengakses informasi dan komunikasi baik lokal maupun global, perangkat desa dituntut mengikuti perkembangan kemajuan teknologi”, pesan Bachtiyar

Dikatakan lebih lanjut, Perangkat Desa dihadapkan pada keinginan masyarakat yang ingin adanya pelayanan yang cepat, tepat murah, mudah dan tidak terbelit-belit. Untuk itu kualitas mental dan jiwa profesional bagi seorang Perangkat Desa sangat diperlukan. Mental minta dilayani harus dihindari, Perdes dan ASN selaku Abdi Negara merupakan pelayan masyarakat.

Sementara itu Kepala Bagian Pemerintahan Desa Setda Karanganyar Timotius Suryadi melaporkan pelaksanaan pembekalan Perangkat Desa ini diikuti oleh 134 orang yang kesemuanya merupakan Sekretaris Desa baru hasil pengisian Tahun 2016 sejumlah 76 orang dan Tahun 2017 58 orang yang nantinya akan dipecah menjadi dua kelas yaitu kelas A dan kelas B. Demikian Diskominfo (ad/adt)

Read More
DSC_0237

Asisten Pemerintah Karanganyar Menerima Kunjungan Kerja Pansus 1 DPRD Kabupaten Paser

DISKOMINFO

Asisten Pemerintahan, Bachtiar Syarif menyampaikan ucapan selamat datang kepada Pansus I DPRD Kab. Paser Kalimantan Timur (21/2/2017)

Karanganyar, 21 Februari 2017

Asisten  Pemerintahan Sekda Kabupaten Karanganyar, Bachtiyar Syarif menerima kunjungan kerja panitia khusus 1 DPRD Kabupaten Paser, Kalimantan Timur di Ruang Podang 2, Kantor Bupati Karanganyar, Selasa (21/02/2017).

Kegiatan kunjungan kerja Panitia Khusus 1 DPRD Kabupaten Paser ini berjumlah 17 orang dipimpin oleh Amran Syach, SH selaku Ketua Panitia Khusus 1 DPRD Kabupaten Paser.

Dalam kunjungan tersebut, Asisten Pemerintah Sekda Kabupaten Karanganyar menyampaikan bahwa pemerintah Kabupaten Karanganyar mengelola perusahaan daerah dengan menggalakkan program intanpari yaitu perindustrian, pertanian dan pariwisata secara optimal yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat Karanganyar. Bachtiyar Syarif menambahkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karanganyar hanya Rp 1,9 triliun.

“Sebagai tindak lanjut yang diambil oleh pemerintah daerah salah satunya adalah dengan mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha yang merupakan perusahaan umum milik daerah di mana kegiatan usahanya meliputi berbagai bidang usaha” jelas Bachtiyar Syarif.

Selain itu dijelaskan pula oleh ketua rombongan panitia khusus 1 DPRD Kabupaten Paser, Amran Syach, SH bahwa tugas dan fungsi panitia khusus 1 DPRD Kabupaten Paser adalah menyusun raperda perusahaan daerah dan menyampaikan bahwa APBD Kabupaten Paser sebesar Rp 1,4 Triliun dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 87 miliar dan mengalami devisit.

Maksud dan tujuan kunjungan kerja ini adalah untuk belajar berkomunikasi tentang bagaimana pemerintah Kabupaten Karanganyar mengelola perusahaan daerah yang baik dan peran DPRD bersama-sama pemerintah daerah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Di Kabupaten Karanganyar sendiri mempunyai 6 perusahaan daerah yang diantaranya adalah PD, BPR, Bank Daerah, PD, BPR Karanganyar, PD, BKK, Karanganyar, PD, BPR, Tasikmadu, PDAM Tirta Lawu dan Perusda Aneka Usaha yang semuanya pengelolaan berjalan dengan baik dan meningkatkan profit pendapatan sedangkan di Kabupaten Paser, mempunyai 3 perusahaan daerah.

Namun,  semuanya mengalami kegagalan dan kebangkrutan akibat manajemen dan pengeloalaan yang buruk, sehingga dalam kunjungan ini Pansus 1 DPRD Kabupaten Paser mendapat informasi tentang bagaimana tata cara kelola perusahaan daerah yang baik agar bisa diterapkan di Kabupaten Paser. (krs/tt)

Read More

Warga Jaten diminta waspadai angin ribut

Warga yang tinggal di kawasan perumahan dan permukiman di Kecamatan Jaten, Karanganyar, diimbau mewaspadai cuaca yang terus berubah saat ini. Wilayah yang padat ini termasuk kawasan yang rawan bencana angin ribut dan puting beliung.

“Petugas perlindungan masyarakat (Linmas) di desa juga kami minta untuk memantau wilayah masing-masing,” ujar Camat Jaten, Bachtiyar Syarif, belum lama ini. Kesiagaan itu, lanjut dia, untuk mengantisipasi agar bila ada kejadian bencana alam bisa langsung ditangani.

Yang terpenting, kata dia, adalah evakuasi sesegera mungkin. Apalagi bila hal itu menyangkut dengan korban manusia maupun bencana yang bisa mengganggu kepentingan umum. Misalnya ada pohon tumbang dan sebagainya yang bisa menghalangi lalu lintas jalan, maka sebisa mungkin harus dilakukan evakuasi terlebih dahulu.

Bila menyangkut bencana atau kejadiaan alam yang di luar kemampuan untuk ditangani warga sendiri, maka warga diminta untuk segera melaporkanya ke pihak pemerintah desa yang nanti akan diteruskan ke instansi terkait guna penanganan.

Agar penanggulangan kejadian alam itu cepat tertangani, maka pihaknya juga berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Puskesmas dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar. Ditambahkannya, banjir yang sering terjadi juga harus selalu diantisipasi. “Di Jaten banyak sungai yang mengalir dari saluran irigasi, maka itu juga tidak boleh luput dari perhatiannya.

Read More