DSC_0068

Ziarah Rombongan Panglima TNI Di Astana Giribangun Makam Jendral Besar HM. Soeharto

Read More
DSC_9761

Panglima TNI Ziarah Ke Astana Giribangun

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto saat tiba di lokasi ziarah

Karanganyar – 20 September 2018

Menjelang peringatan HUT TNI ke 73, setiap tahun sudah menjadi tradisi mengunjungi makam-makam tokoh nasional. Pada hari ini Kamis, (20/09) rombongan berziarah ke pusara presiden kedua Republik Indonesia Jendral Besar, H.M Soeharto di Astana Giribangun, Matesih, Karanganyar.

Kunjungan Panglima TNI ke pusara Jendral Besar H.M Soeharto di dampingi oleh KSAD Jendral Mulyono, KSAU Marsekal Yuyu Sutisna dan KSAL Laksamana Siwi Sukma Aji. Turut hadir pula Kapolda Jawa Tengah, Irjen (Pol) Condro Kirono. Setelah melakukan doa bersama,Panglima TNI dan para staff TNI melakukan tabur bunga di atas pusara mendiang Jendral Besar H.M Soeharto.

Kegiatan ini bertujuan supaya generasi penerus, khususnya generasi milenial terus menghargai nilai-nilai yang udah ditanamkan oleh para tokoh, untuk menjaga keutuhan NKRI. “Kita selalu memberikan pengarahan, wejangan kepada seluruh prajurit untuk tetap kepada satu tujuan sesuai apa yang sudah ditanamkan oleh pendahulu. Yaitu sesuai doktrin kita, Sapta Marga dan sumpah prajurit yang adalah nafas prajurit TNI semuanya.” Ucap Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto.

Demikian Diskominfo – (hr/tgr)

Read More
astana giribangun 1

Astana Giribangun

Read More

WISATA KARANGANYAR Sejuknya Berziarah di Astana Giribangun

Berlibur bersama keluarga tercinta sambil menikmati objek wisata religi merupakan pilihan yang tepat di akhir pekan. Apalagi, objek wisata ini mempunyai nilai historis yang berkaitan erat dengan mantan Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto. Penasaran?

Mari berjalan-jalan ke pemakaman Astana Giribangun yang terletak di lereng Gunung Lawu, tepatnya di Desa Karangbangun, Kecamatan Matesih, Karanganyar. Astana Giribangun berada tepat di bawah Astana Mangadeg, kompleks pemakaman para penguasa Mangkunegaran.
Jarak tempuh dari Kota Karanganyar menuju Astana Giribangun sekitar 45 menit. Anda harus melewati jalan Solo-Tawangmangu. Sampai di perempatan Kecamatan Karangpandan, Anda harus belok kanan menuju Matesih. Setelah pertigaan Kantor Pos Matesih, maka Anda harus belok kiri menuju lokasi Astana Giribangun.

Sesampai di lokasi, Anda akan disuguhi panorama alam yang indah nan elok dengan udara sejuk khas pegunungan. Anda harus menaiki ratusan anak tangga menuju makam almarhum Soeharto dan istrinya, Sri Hartinah atau Bu Tien Soeharto. Biasanya, masyarakat yang berziarah ke Astana Giribangun ingin mencari berkah atau ngalap berkah sambil berekreasi.

Meski demikian, Anda juga bisa datang ke tempat ini sekadar untuk bersantai sambil menikmati pemandangan panorama alam. Di sini, pengunjung tak perlu khawatir soal makanan. Anda dapat mencicipi berbagai menu masakan Jawa di warung makan yang terletak di sekitar area parkir kendaraan bermotor.

Berminat? Astana Giribangun bisa menjadi tujuan wisata Anda akhir pekan ini. Selamat berlibur.

Sumber : http://www.solopos.com/2014/01/04/wisata-karanganyar-sejuknya-berziarah-di-astana-giribangun-479204

Read More

Astana Giribangun Kebanjiran Peziarah

Kompleks makam keluarga Alm Soeharto, Astana Giribangun di Kecamatan Matesih, Karanganyar dibanjiri peziarah sepanjang pekan kemarin. Peziarah tidak hanya datang dari wilayah Karanganyar dan Soloraya, melainkan juga dari luar Jawa Tengah (Jateng) dan mancanegara. Setiap peziarah selalu menyempatkan diri mendoakan kebaikan bagi seluruh anggota keluarga Cendana (Soeharto).

Petugas pencatat jumlah pengunjung di kompleks makam setempat, Eko, menjelaskan lonjakan jumlah peziarah sudah terjadi sejak, Minggu (11/11/2012) dengan 1.603 orang. Pada Senin (12/1/2012) tercatat ada 397 peziarah, Selasa (13/11/2012) ada 128 peziarah dan Rabu (14/11/2012) ada 130 peziarah. Sementara pada Kamis (15/11/2012) terdapat 1.400 peziarah serta, Jumat (16/11/2012) ada 788 peziarah.

Eko yang juga merupakan petugas keamanan komples makam itu mengungkapkan, peziarah berkunjung tidak hanya melihat-lihat. Melainkan melakukan ritual atau prosesi ziarah sesuai agama dan keyakinan masing-masing. Hanya saja mereka tidak dibolehkan menginap di kompleks Astana Giribangun. “Peziarah datang dari berbagai daerah di Tanah Air, ada juga yang datang dari luar negeri,” ungkapnya.

Sementara beberapa peziarah mengaku sengaja berkunjung ke Astana Giribangun lantaran merasa kagum dengan sosok Alm Soeharto. Apalagi selama memimpin Indonesia Soeharto dinilai berhasil melakukan pembangunan dalam berbagai bidang. Sehingga akhirnya diberi gelar Bapak Pembangunan Nasional. Seperti disampaikan Endang, peziarah asal Pekalongan.

Perempuan yang datang bersama tujuh anggota keluarganya mengaku sangat terkesan dengan kepemimpinan Soeharto. Dia bersama anggota keluarganya juga sangat mendukung usulan Soeharto sebagai pahlawan Trikora.

“Selama Pak Harto memimpin tidak pernah ada huru-hara, aman dan damai. Semoga amal beliau diterima Allah SWT, keluarga dilimpahi keberkahan,” katanya.

Read More

Jambore Daerah Jawa Tengah 2012

UMUM

Kegiatan Jambore Daerah Jawa Tengah 2012 dititik beratkan pada pengembangan diri peserta dalam aspek mental, spiritual, fisik, intelektua;, dan sosial, baik sebagi individu, sebagi anggota masyarakat, maupun sebagai warga negara.

Penyelenggaraan kegiatan Jambore Daerah Jateng  2012 menggunakan pendekatan yang beragam, sehingga peserta lebih dapat merasakan, mempelajari, menghayati, dan mendalami materi yang dihadapi. Kegiatan dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan muatan materi yang terkandung didalamnya, dengan harapan peserta Jambore Daerah Jateng 2012 m,endapatklan beragam kegiatan sebagi penambah bekal pengalaman dalam proses pembentukan jatidirinya.

ALOKASI WAKTU KEGIATAN HARIAN

No

Waktu

Kegiatan

1

05.00 – 07.00 Bangun Pagi, Kegiatan Kerohanian, Kegiatan Olah Raga, Kegiatan Pribadi, Apel Pagi

2

07.00 – 08.00 Persiapan menuju tempat kegiatan

3

08.00 – 11.30 KEGIATAN PAGI

4

11.30 – 13.30 Istirahat, Kegiatan Kerohanian, Kegiatan Pribadi

5

13.30 – 17.00 KEGIATAN SIANG

6

17.00 – 19.00 Apel Sore, Kegiatan Kerohanian, Kegiatan Pribadi

7

19.00 – 22.00 KEGIATAN MALAM

 

RUANG LINGKUP KEGIATAN

Kegiatan Umum

  1. Kegiatan Keagamaan
  2. Kegiatan Upacara
  3. Kegiatan Olah Raga – Senam Pramuka
  4. Permainan Besar Penggalang
  5. Api Unggun
  6. Kunjungan Pameran
  7. Bumbung Pramuka Peduli
  8. Pertendaan

Kegiatan Pendidikan dan Seni Budaya

  1. Rembug Penggalang
  2. Ceramah Umum
  3. Diskusi Interaktif
  4. Jumpa Tokoh Pramuka
  5. Pentas Seni Kontingen
  6. Menyanyikan Mars Jamda
  7. Pemutaran dan resensi Film
  8. Permainan Tradisional
  9. Karnafal dan Festival Jawa tengah
  10. Pentas Seni Api Unggun
  11. Workshop Pembina Pendamping

Kegiatan Scouting Skills

  1. Pionering
  2. Penjelajahan

Kegiatan Keterampilan

  1. Teknik Sablon dan Percetakan
  2. Kerajinan Anyaman
  3. Membatik
  4. Teknologi Amatir Radio
  5. Dekorasi Janur
  6. Fotografi Digital
  7. Jurnalistik – Reportase
  8. Kewirausahaan
  9. Pengolahan Limbah

Kegiatan Wisata

Paket Wisata: Candi Sukuh – Grojogan Sewu Tawangmangu – Astana Giribangun

Kegiatan Petualangan

  1. Mendaki Gunung
  2. Pengembaraan Hutan
  3. Penjelajahan Bersepeda – Mountain Bike
  4. Kebaharian
  5. Penanggulangan Bencana

Kegiatan Bakti

  1. Bedah Rumah
  2. Sanitasi Masyarakat
  3. Reboisasi
  4. Bantuan Alat Pendidikan
  5. Korve

MATRIK KEGIATAN
 

Hari I, Kamis 21 Juni 2012
I II III
Giat Jml Giat Jml Giat Jml
Pagi, jam 08.00 – 11.30
Kedatangan Peserta Daftar Ulang, Mendirikan Tenda
Siang, jam 13.30 – 16.00
Kedatangan Peserta Daftar Ulang, Mendirikan Tenda
Malam, 19.30 – 22.00
Temu Pinkocab   Temu Pinkocab   Temu Pinkocab  
Rembug Penggalang 2 Rembug Penggalang 2 Rembug Penggalang 2
Korve 2 Korve 2 Korve 2

 

Hari II, Jum’at 22 Juni 2012
I II III
Giat Jml Giat Jml Giat Jml
Pagi, jam 08.00 – 11.30
Upacara Buka 8 Upacara Buka 8 Upacara Buka 8
Permainan Penggalang 8 Permainan Penggalang 8 Permainan Penggalang 8
Korve 2 Korve 2 Korve 2
Siang, jam 13.30 – 16.00
Karnaval 5 Karnaval 5 Karnaval 5
Pionering 3 Pionering 3 Pionering 3
Korve 2 Korve 2 Korve 2
Malam, 19.30 – 22.00
Pentas Seni 5 Ceramah Umum 2 Ceramah Umum 2
Mars Jamda 3 Diskusi Interaktif 1 Diskusi Interaktif 1
Korve 2 Jumpa Tokoh 1 Jumpa Tokoh 1
Apresiasi Pentas Seni 2 Apresiasi Pentas Seni 2
Resensi Film 2 Resensi Film 2
Korve 2 Korve 2

 

Hari III, Sabtu 23 Juni 2012
I II III
Giat Jml Giat Jml Giat Jml
Pagi, jam 08.00 – 11.30
Wisata 5 Mountain Bike 1 Mountain Bike 1
Naik Gunung 1 Penanggulangan Bencana 3 Pengembaraan Hutan 2
Teknis Sablon 1 Penjelajahan 3 Jurnalistik – Reportase 2
Keterampilan Anyaman 1 Kebaharian 1 Bakti 2
Korve 2 Korve 2 Amatir Radio 1
        Korve 2
Siang, jam 13.30 – 16.00
Naik Gunung 1 Penanggulangan Bencana 3 Penjelajahan Hutan 2
Permainan Tradisional 5 Kebaharian 1 Wisata 5
Kewirausahaan 2 Pengelolaan Limbah 2 Dekorasi Janur 1
Korve 2 Fotografi Digital 1 Korve 2
    Batik 1    
    Korve 2    
Malam, 19.30 – 22.00
Ceramah Umum 2 Pentas Seni 5 Ceramah Umum 2
Diskusi Interaktif 1 Mars Jamda 3 Diskusi Interaktif 1
Jumpa Tokoh 1 Korve 2 Jumpa Tokoh 1
Apresiasi Pentas Seni 2     Apresiasi Pentas Seni 2
Resensi Film 2     Resensi Film 2
Korve 2     Korve 2

 

Hari IV, Minggu 24 Juni 2012
I II III
Giat Jml Giat Jml Giat Jml
Pagi, jam 08.00 – 11.30
Mountain Bike 1 Wisata 5 Mountain Bike 1
Pengembaraan Hutan 2 Naik Gunung 1 Penanggulangan Bencana 3
Jurnalistik – Reportase 2 Teknis Sablon 1 Penjelajahan 3
Bakti 2 Keterampilan Anyaman 1 Kebaharian 1
Amatir Radio 1 Korve 2 Korve 2
Korve 2        
           
Siang, jam 13.30 – 16.00
Penjelajahan Hutan 2 Naik Gunung 1 Penanggulangan Bencana 3
Wisata 5 Permainan Tradisional 5 Kebaharian 1
Dekorasi Janur 1 Kewirausahaan 2 Pengelolaan Limbah 2
Korve 2 Korve 2 Fotografi Digital 1
        Batik 1
        Korve 2
Malam, 19.30 – 22.00
Ceramah Umum 2 Ceramah Umum 2 Pentas Seni 5
Diskusi Interaktif 1 Diskusi Interaktif 1 Mars Jamda 3
Jumpa Tokoh 1 Jumpa Tokoh 1 Korve 2
Apresiasi Pentas Seni 2 Apresiasi Pentas Seni 2    
Resensi Film 2 Resensi Film 2    
Korve 2 Korve 2    

 

Hari V, Senin 25 Juni 2012
I II III
Giat Jml Giat Jml Giat Jml
Pagi, jam 08.00 – 11.30
Mountain Bike 1 Mountain Bike 1 Wisata 5
Penanggulangan Bencana 3 Pengembaraan Hutan 2 Naik Gunung 1
Penjelajahan 3 Jurnalistik – Reportase 2 Teknis Sablon 1
Kebaharian 1 Bakti 2 Keterampilan Anyaman 1
Korve 2 Amatir Radio 1 Korve 2
    Korve 2    
Siang, jam 13.30 – 16.00
Penanggulangan Bencana 3 Penjelajahan Hutan 2 Naik Gunung 1
Kebaharian 1 Wisata 5 Permainan Tradisional 5
Pengelolaan Limbah 2 Dekorasi Janur 1 Kewirausahaan 2
Fotografi Digital 1 Korve 2 Korve 2
Batik 1        
Korve 2        
Malam, 19.30 – 22.00
Api Unggun 8 Api Unggun 8 Api Unggun 8
Korve 2 Korve 2 Korve 2

 

Hari VI, Selasa 22 Juni 2012
I II III
Giat Jml Giat Jml Giat Jml
Pagi, jam 08.00 – 11.30
Upacara Penutupan 8 Upacara Penutupan 8 Upacara Penutupan 8
Korve 2 Korve 2 Korve 2
Siang, jam 13.30 – 16.00
Kepulangan Kontingen, Sayonara

Read More

Astana Giribangun

Astana Giribangun ialah salah satu obyek wisata religi yang terletak di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Obyek wisata religi ini merupakan kompleks makam keluarga mantan Presiden Indonesia, Soeharto. Kompleks makam yang dibangun di atas bukit Ngaglik seluas kurang lebih 4,3 hektar ini, dinamakan Astana Giribangun.

Sebelum Astana Giribangun dibangun, sudah ada kompleks pemakaman keluarga Pura Mangkunegaran, yaitu Astana Mangadeg. Di dalam astana ini terdapat makam Kanjeng Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Sri Mangkunegara I, yang terkenal dengan sebutan Pangeran Samber Nyowo. Pada masa hidupnya, sang pangeran ini ialah seorang pendiri Praja Mangkunegaran, sebuah keadipatian tinggi di wilayah Jawa Tengah bagian timur.

Astana Giribangun dibangun pada tahun 1974, dan diresmikan pada hari Jumat Wage, tanggal 23 Juli 1976. Astana ini memiliki tiga bagian cungkup yang disebut Argotuwuh, Argokembang, dan Argosari. Satu bagian cungkup utama dan dua bagian cungkup lainnya merupakan calon makam yang diperuntukkan bagi keluarga dan para pengurus Yayasan Mangadeg.

Jika dilihat dari letaknya, Astana Giribangun ini berada di bawah Astana Mangadeg, hal ini menunjukkan arti bahwa masih terdapat garis keturunan antara Sri Hartinah (Bu Tien) dengan keluarga Mangkunegaran III. Di kompleks pemakaman keluarga Cendana inilah presiden kedua Indonesia dimakamkan. Dan sekarang menjadi tujuan para pengunjung/peziarah dari berbagai kota di seluruh Indonesia.

Keistimewaan

Astana Giribangun berada di atas bukit yang memiliki pemandangan alam yang indah, taman-taman yang menghijau, dan suasana yang rindang. Kondisi ini membuat suasana nyaman bagi para peziarah saat berada di kawasan kompleks makam. Banyak peziarah yang hilir mudik keluar masuk pemakaman Astana Giribangun untuk berdoa dan menaburkan bunga di dalam kompleks pemakaman keluarga cendana ini. Dari kompleks pemakaman ini, pengunjung juga dapat melihat hamparan sawah yang menghijau.

Untuk menuju Astana Giribangun, pengunjung harus melewati jalan berundak-undak yang berkelok-kelok dan menanjak. Namun, Anda jangan berpikir akan capek selama berjalan menyusuri tangga tersebut, karena rasa capek itu akan terobati saat melihat keindahan pemandangan alam bukit Ngaglik dari arah tangga ini.

Jika dilihat dari gaya arsitekturnya, Astana Giribangun dibangun dengan mengadopsi model bangunan rumah khas Jawa, yaitu joglo. Astana yang memiliki luas sekitar 200 m2 ini, terbagi ke dalam tiga cungkup yang masing-masing bernama Cungkup Argotuwuh, Cungkup Argokembang, dan Cungkup Argosari yang merupakan cungkup tertinggi jika dibandingkan dengan kedua cungkup tersebut. Empat tiang utama di dalam Cungkup Argosari ini terbuat dari beton yang dihiasai dengan lapisan kayu ukiran asal Jepara. Selain itu, pada dasar tiang tersebut juga dihiasi dengan cincin-cincin yang terbuat dari logam kuning yang kilauannya mirip dengan emas. Sedangkan lantainya terbuat dari marmer buatan Tulungagung.

Cungkup Argosari merupakan cungkup utama di Astana Giribangun ini. Di cungkup inilah mantan Presiden Indonesia Soeharto beserta istrinya dimakamkan. Selain itu, terdapat juga makam kedua orang tua ibu negara Sri Hartinah. Bangunan yang berbentuk joglo khas gaya arsitektur Surakarta ini berdindingkan kayu ukir dengan luas sekitar 81 m2.

Setelah mengunjungi makam mantan Presiden Soeharto dan ibu negara ini, pengunjung juga dapat melanjutkan berziarah ke teras Cungkup Argosari. Teras seluas 243 m2 ini rencananya diperuntukkan sebagai makam anak dan para menantu Soeharto. Sedangkan di selasar seluas 405 m2 merupakan calon makam para penasehat, pengurus harian, serta anggota pengurus Yayasan Mangadeg.

Selanjutnya pengunjung dapat melihat-lihat Cungkup Argokembang. Cungkup yang memiliki luas 567 m2 ini merupakan makam yang diperuntukkan kepada pengurus pleno, para pengurus seksi Yayasan Mangadeg, dan keluarga besar Mangkunegaran.

Setelah itu, pengunjung dapat menuju Cungkup Argotuwuh yang merupakan cungkup terluar dari astana ini. Area cungkup seluas 729 m2 ini juga merupakan calon makam bagi para pengurus Yayasan Mangadeg atau keluarga besar Mangkunegaran, sama seperti pada Cungkup Argokembang.

Lokasi

Wisata Religi Astana Giribangun terletak di Bukit Ngipik, sekitar 40 km arah timur dari Kota Solo, tepatnya masuk dalam wilayah Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Propinsi Jawa Tengah, Indonesia.

Akses

Untuk menuju Astana Giribangun ini, perjalanan dapat dimulai dari Terminal Tirtonadi atau Bandara Adisumarno Solo. Jika pengunjung memulai perjalanan dari Terminal Tirtonadi, naik angkutan kota jurusan Solo—Karanganyar atau naik bus jurusan Solo—Tawangmangu dan turun di Karanganyar. Namun, jika pengunjung memulai perjalanan dari Bandara Adisumarmo, pengunjung dapat naik taksi untuk sampai ke astana ini.

Harga Tiket

Untuk memasuki Astana Giribangun, setiap pengunjung tidak dipungut biaya. Pengunjung hanya cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk kepada pengelola astana agar diganti dengan izin masuk. Namun, para pengunjung juga dapat mengisi kotak amal yang telah disediakan oleh para pengelola astana di dekat pintu masuk itu.

Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Di kompleks Astana Giribangun terdapat fasilitas di antaranya mushala, kamar mandi, dua ruang tunggu, tempat istirahat pengunjung, area parkir, kios suvenir, serta sejumlah pedagang makanan dan minuman.

Untuk membuat rasa nyaman bagi pengunjung, di kompleks makam ini juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung di antaranya serambi/balai tempat istirahat yang disebut paseban timur dan paseban selatan. Terdapat juga rumah untuk para juru kunci/pengelola harian.

Diolah dari berbagai sumber

Sumber foto utama: www.flickr.com

Read More