IMG-20240403-WA0024

119 KK KORBAN BENCANA ALAM TERIMA BANTUAN

KARANGANYAR– 119 Kepala Keluarga (KK) korban bencana alam periode Januari-Februari 2024 menerima bantuan sosial (bansos). Besaran bansos yang diterima bervariasi mulai dari 750 ribu hingga 10 juta rupiah tergantung tingkat kerusakan.

Penyerahan bantuan sosial (bansos) korban bencana alam dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (3/4). Penyerahan bantuan untuk korban bencana alam ini diserahkan secara simbolis oleh Pj Bupati Karanganyar Timotius Suryadi.

Dalam sambutannya Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar Hendro Prayitno mengatakan bantuan ini untuk mengurangi beban masyarakat terdampak bencana dan wujud kepedulian pemerintah.

“Total bantuan senilai 421.250.000 untuk 119 KK selama periode Januari-Februari 2024.

Bencana ini meliputi angin puting beliung, kebakaran, rumah roboh dan tanah longsor,” ujarnya.

Ditambahkannya dana bansos ini bersumber dari Dana Bantuan Tak Terduga (BBT). Sementara besaran biaya tergantung tingkat kategori kerusakan.

“Untuk kategori ringan mulai dari 750 ribu hingga 1,5 juta rupiah sebanyak 81 KK, rusak sedang senilai 4 sampai 6 juta rupiah sebanyak 15 KK dan rusak berat senilai 7 sampai 10 juta rupiah sebanyak 23 KK,” jelasnya.

Sementara Pj Bupati Karanganyar Timotius Suryadi berharap para warga dapat menggunakan dana bantuan ini dengan baik. Pihaknya juga berpesan pada warga di kawasan zona merah bencana untuk selalu waspada menyusul cuaca yang tak menentu.

“Semoga bermanfaat dan selalu waspada di cuaca yang tak menentu ini,” katanya.
Diskominfo

Read More
SAVE_20231207_140824

ANTISIPASI BENCANA ALAM, KODIM 0727 KARANGANYAR ADAKAN BERSIH-BERSIH KALI DAN PENGHIJAUAN

 

Kabupaten Karanganyar

Suasana Apel Bersama dan koordinasi sebelum penerjunan tim ke titik-titik pembersihan

KARANGANYAR – Dalam rangka antisipasi bencana alam, Kodim 0727 Karanganyar bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengadakan Karya Bakti bersih-bersih pasar Nglano, bersih-bersih Kali Siwaluh dan penghijauan di daerah Jaten, Kamis (07/11) pagi.

Kegiatan Karya Bakti ini diawali dengan apel gabungan yang dilaksanakan di Plaza Alun-alun Karanganyar. Dalam apel tersebut juga dilakukan pengelompokan tim yang akan terjun ke masing-masing titik.

Dalam apel tersebut, Letkol Inf Andri Army Yudha Ardhitama, S. I. P. selaku Komandan Kodim 0727/Karanganyar menyampaikan pesan kepada seluruh peserta untuk dapat meningkatkan koordinasi dan sinergitas semua elemen dalam menghadapi potensi bencana alam serta meningkatkan kesiapsiagaan baik personel secara individual maupun sumber daya peralatan yang dimiliki.

“Kami berterima kasih atas antusiasme yang tinggi dari semua peserta. Semoga kegiatan karya bakti ini berjalan dengan lancar, aman, tepat sasaran dan menjadi prioritas kita agar tercapai kesiapsiagaan dan manajemen penanggulangan bencana serta dapat menjadi wadah untuk berkontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” terangnya.

Kabupaten Karanganyar

Kondisi Kali Siwaluh setelah pembersihan

Sementara itu Kapten Inf Sutatna S. H. selaku Komandan Koramil 02/Tasikmadu yang bertugas sebagai koordinator pembersihan pasar Nglano menerangkan bahwa fokus dari kegiatan di Pasar Nglano adalah pembersihan lingkungan pasar, sehingga menjadikan lingkungan pasar menjadi bersih dan rapi.

“Selain menjadikan pasar nyaman dan rapi juga terhindar dari lalat, sehingga masyarakat atau pengunjung pasar terbebas dari penyakit yang disebabkan oleh kotoran baik dari polusi udara ataupun kotoran dari sampah yang ada di pasar ini,”tutur Sutatna.
Diskominfo

Read More
IMG-20231123-WA0016

LINTAS ALAM DI TAHURA RAMAIKAN HUT KORPRI KE-52 KABUPATEN KARANGANYAR

Kominfo

Hiking HUT Korpri ke 52 berlangsung meriah, Kamis (23/11).

KARANGANYAR – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Karanganyar ke 106 dan HUT Ke-52 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melalui Dewan Pengurus KORPRI mengadakan kegiatan Lintas Alam, Kamis (23/11) pagi.

Lintas alam yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Segoro Gunung, Ngargoyoso ini merupakan salah satu dari rangkaian HUT KORPRI KE-52. Lintas Alam adalah kegiatan jalan kaki (Hiking) yang dilakukan para peserta dengan jarak tempuh 2 km menuju titik finish.

Kegiatan yang dihadiri oleh H. Rober Christanto selaku Bupati Kabupaten Karanganyar, Timotius Suryadi selaku Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Karanganyar serta seluruh anggota KORPRI Kabupaten Karanganyar.

Dalam sambutannya, Rober menjelaskan bahwa menjadi anggota KORPRI merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi kita, keluarga dan orang tua.

“Setiap tanggal 17 kita memakai baju KORPRI dengan bangga,” terangnya.

Sementara itu Timotius Suryadi, selaku Ketua Dewan Pembina KORPRI Kabupaten Karanganyar berharap dengan adanya kegiatan Lintas Alam ini menjadi semangat baru bagi para anggota KORPRI.

“Mudah-mudahan kedepan KORPRI semakin eksis dan semakin bisa menjadi jembatan aspirasi bagi seluruh anggota untuk dapat membawa anggota KORPRI menjadi lebih sejahtera dan lebih maju,” harapnya.

Timotius juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga kegiatan Lintas Alam ini bisa berjalan dengan lancar dan semestinya.
Diskominfo

Read More
255c51ab-c293-4a2f-ae7c-ac30a70e911f

TEBAR RIBUAN IKAN UNTUK JAGA KELESTARIAN ALAM

Sambutan oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, Kamis (20/6).

Ribuan ikan dari berbagai jenis ditebar di Kali Samin Jantiharjo Kabupaten Karanganyar. Hal itu merupakan upaya untuk menjaga kelestarian ekosistem sungai dan upaya pelestarian alam.
Kali Samin, Desa Kerten, Kelurahan Jantiharjo, Kecamatan Karanganyar menjadi salah satu lokasi untuk kegiatan menebar benih ikan, yang dicanangkan oleh Karangtaruna setempat bekerja sama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Karanganyar, Kamis (20/6).

Sebanyak 252ribu benih ikan , yang terdiri dari ikan kakap, nila dan mujair disebar di sungai tersebut untuk pelestarian sumber hayati. Penyebaran benih ikan ini di fokuskan di kali samin karena kali samin besar mulai dari Matesih membentang sampai Sukoharjo. Banyak kegiatan mengobat dan menyetrum ikan di sungai dimulai dari kali samin ini kegiatan seperti itu akan dihilangkan dengan ditegaskan aturan-aturan yang melarang untuk menyetrum dan mengobat ikan

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan sungai jangan di cemari, atau menyetrum ikan. Karena dapat merusak ekosistem yang ada. Selain melestarikan sungai dan menjaga kelestarian ikan.  Kegiatan ini juga bertujuan agar kita bisa lebih dekat dengan masyarakat secara langsung.
“Jadi kami berpesan agar masyarakat mampu menjaga sedekah alam ini dengan tidak mencemari sungai dalam bentuk apapun. Saya tegaskan untuk tidak merusaknya,” ujar Bupati Karanganyar Juliyatmono. (tn/ysf)

 

 

 

 

 

 

 

 

Read More
DSC_0032

PENYERAHAN BANSOS BENCANA ALAM KABUPATEN KARANGANYAR

Kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menyerahkan bantuan sosial terhadap korban bencana alam yang di galang oleh BPBD Karanganyar di pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu(19/09).

Karanganyar, Rabu 19 September 2018

Pada hari rabu 19 September 2018 Bupati Karanganyar menyerahkan bantuan sosial dan keuangan kepada korban bencana di Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Karanganyar. Pemberian bantuan sosial dan keuangan kepada korban bencana dihadiri oleh Sekda Kabupaten Karanganyar, kepala pelaksana BPBD Karanganyar, Camat, Lurah dan calon penerima bantuan sosial.

Bantuan sosial diberikan secara simbolis kepada Bupati Karanganyar yang diterima oleh perwakilan dari calon penerima bantuan. Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar mengatakan “Pertama niku nderek prihatin kedua nyuwun pangapunten mestine wis rodo sauntoro. Pemerintah karepe ngoten nggih pas kenek musibah iso bantu langsung, ning mboten iso aturane dicek rumiyen, diklumpuke rumiyen, dirembuk rumiyen termasuk berat, sedang nopo ringan.”

Bupati Juliyatmono berharap bahwa kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah SWT, Jangan kesendirian, tetep gotong royong.

Demikian Diskominfo (tgr/dnk /vnd)

Read More
869be9a8-302b-4a6f-a0c7-aaf014083c6a

KODIM AKAN MENGGELAR LATIHAN POSKO 1 SIMULASI TANGGAP BENCANA

Karanganyar, 04 Mei 2018

Breifing penyelenggara dan pelaku latihan posko 1 Kodim 0727/Karanganyar dan Jajaran Korem 074/Warastratama di laksanakan di aula Makodim Kabupaten Karanganyar, Jum’at (04/05).

Breifing guna menyiapkan segala hal yang nantinya diperlukan dalam acara latihan  posko 1 untuk tanggap bencana alam dipersiapkan sematang mungkin oleh Jajaran Kodim 0727/Karanganyar.

Breifing Latihan Posko 1 di hadiri staf dari beberapa OPD antara lain, Staf BPBD Pemkab Karanganyar, Staf Dinsos Pemkab Karanganyar, Staf Dinas Kesehatan Pemkab Karanganyar, Staf Dinas Perhubungan Pemkab Karanganyar, Staf Dinas PU Pemkab Karanganyar, Staf Dinas Kominfo Pemkab Karanganyar, Staf anggota PMI Pemkab Karanganyar, Staf anggota Tim Sar Pemkab Karanganyar, Staf PDAM Pemkab Karanganyar, Staf anggota Satpol PP Pemkab Karanganyar, Staf Dinas Peternakan Pemkab Karanganyar, Staf RAFI Pemkab Karanganyar.

Pada breifing kali ini pihak pelaksana dari Kodim 0727/Karanganyar mencatat juga menjelaskan peralatan dan tugas masing-masing pelaku latihan posko 1 guna apa saja yang di butuhkan dan yang harus dipersiapkan untuk gelaran acara Latihan Posko 1 simulasi tanggap bencana alam yang akan di laksanakan pada kisaran Bulan Juli 2018.

Pihak pelaksana berharap keseriusan dari tiap-tiap pihak terkait dalam pelaksanan latihan posko 1 nantinya, karena ini penting sekali jika nanti sewaktu-waktu di Kabupaten Karanganyar benar terjadi bencana alam, tutur Ketua penyelenggara Anggota Kodim 0727/Karanganyar.

 

Demikian Diskominfo (Ardi)

Read More

BENCANA ALAM: 4 Desa di Karanganyar Rawan Longsor

Empat dari sembilan desa di Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, rawan tanah longsor saat musim penghujan.
Empat desa itu Beruk, Wukirsawit, Wonokeling dan Wonorejo. Penjelasan itu disampaikan Sekretaris Kecamatan Jatiyoso, Budi Santoso, saat ditemui , Senin (3/9).

“Empat desa ini paling rawang bencana tanah longsor setiap kali datang musim penghujan,” kata dia.

Penyebab ancaman longsor yakni struktur dan kemiringan tanah empat desa itu. Untuk itu, Budi mengimbau, masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor supaya selalu waspada. Utamanya selama musim penghujan. Pengurus rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) setempat diminta pro aktif memantau kondisi wilayah. Bila muncul potensi bencana harus segera dilaporkan kepada jejaring pemerintah di atasnya.

“Sebab terdapat permukiman warga di titik-titik rawan longsor itu,” imbuhnya.

Budi melanjutkan, selain permukiman penduduk ada juga perbukitan gundul yang rawan longsor. Penyebabnya aksi penebangan pohon oleh warga untuk kepentingan memperoleh pendapatan.

“Di sini cukup banyak hutan yang kondisinya gundul, sedikit sekali pohonnya. Sebab kendati masih berukuran kecil, pohon-pohon di hutan sudah laku dijual,” sesal dia. Berdasar pengamatan, sebagian besar kawasan Jatiyoso bebukit-bukit.

Aksi penebangan pohon untuk kepentingan ekonomis warga semakin meningkatkan potensi terjadinya longsor. Ditambah lagi tingginya intensitas dan volume hujan selama musim penghujan. Salah seorang warga Glagahmalang, Wonorejo, Astuti, mengungkapkan sebelumnya di wilayahnya beberapa kali terjadi musibah longsor. Bahkan pernah terjadi longsor yang sampai menelan korban jiwa beberapa tahun lalu.

“Dusun kami memang berbukit, tidak rata,” akunya.

Read More
madirda 01

Telaga Madirdo

TELAGA MADIRDO


Telaga Madirdo merupakan danau kecil yang airnya bersumber dari mata air di lereng Gunung Lawu. Telaga tersebut menjadi tumpuan kehidupan warga karena airnya yang tak pernah surut meski musim kemarau dan tak pernah penuh di saat musim penghujan. Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, disanalah telaga ini terhampar. Jarak telaga ini dari Balai Desa Berjo sekitar 4 kilometer dan dapat ditempuh dengan cukup mudah.

Telaga ini memiliki potensi yang layak untuk di kembangkan menjadi obyek wisata unggulan bagi Desa Berjo sebagaimana yang diimpikan warga Berjo pada umumnya. Telaga Madirdo sebenarnya cukup di kenal oleh wisatawan yang memasuki Desa Berjo terutama wisatawan yang mencoba memperlajari keanekaragaman potensi wisata yang ada di Kabupaten Karanganyar,

Hal itu dikarenakan telaga ini termasuk dalam jalur Golden Tracking Sukuh-Grojogan Sewu. Dimana keberadaanya sangat berdekatan dengan berbagai obyek wisata seperti situs Watu Bonang, Situs Planggatan, Candi Sukuh dan Grojogan Sewu.

Dengan posisinya yang demikian, masyarakat meyakini telaga ini bisa dikembangkan menjadi obyek wisata andalan. Bukan tidak mungkin akan seterkenal Telaga Sarangan di Magetan Jawa Timur. Dengan posisinya itu bahkan telaga ini bisa menjadi gerbang utama untuk menuju berbagai kawasan obyek wisata di Kabupaten Karanganyar.

RUTE JALAN

Tlogo Madirdo tepatnya terletak di Dusun Tlogo, Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar. Walaupun terletak di lereng Gunung Lawu dengan ketinggian sekitar 900 m di atas permukaan air, letak potensi obyek wisata ini cukup strategis. Hal itu mengingat kedekatannya dengan obyek wisata andalan Kabupaten Karanganyar yang lain, seperti Grojogan Sewu, Situs Planggatan, Candi Sukuh, obyek Wisata Air Terjun Jumok, Parangijo dan Candi Cetho. Di sepanjang jalan menuju menuju Tlogo Madirdo, juga telah berkembang berbagai rumah makan, yakni yang menghampar di sepanjang jalur Karangpandan – Karanganyar. Jarak anatara Karangpandan dengan obyek wisata Tlogo Madirdo kurang lebih sekitar 5 kilometer.

Untuk mencapai Tlogo Madirdo dapat dilakukan melalui dua jalur utama dan satu jalur alternatif. Yang pertama melalui pintu gerbang arah Candi Sukuh dan Candi Cetho, serta menuju Air Terjun Jumok, yang juga berada di Kecamatan Ngargoyoso. Jarak dari pintu gerbang ini kurang lebih sepanjang 7 kilometer. Karena berada di lereng Gunung Lawu, maka kondisi jalan untuk menuju ke Telaga Madirdo memang cukup terjal dan berkelak-kelok. Meski demikian kondisi jalan ini masih cukup nyaman untuk dilalui baik oleh kendaraan pribadi maupun dengan sepeda motor. Sementara angkuta umum yang melalui rute ini adalah bus jurusan Karangpandan – Ngargoyoso.

Sedangkan jalur kedua, untuk menuju Tlogo Madirdo, adalah melalui Desa Karang, yang berada pada kilometer 34 jalan raya Solo-Tawangmangu. Jalur ini merupakan jalur yang cukup berkembang karena juga merupakan gerbang utama menuju kawasan Agro Wisata Amanah yang jaraknya kurang lebih 1,5 kilomter dari jalan raya Solo-Tawangmangu.

Dari pintu gerbang Amanah untuk menuju Tlogo Madirdo harus melalui jalan kabupaten dan jalan desa, kurang lebih sepanjang 5 kilometer. Kondisi jalan tak jauh berbeda denga jalur pertama, cukup terjal dan berkelok-kelok. Sementara jalur ketiga adalah melalui rute Grojogan Sewu, yaitu melalui jalan desa Tengklik Tawangmangu – ke arah Desa Berjo menuju Tlogo Madirdo. Rute ini adalah jalur alternatif dari arah Grojogam Sewu -Tawangmangu.

KONDISI ALAM

Tlogo Madirdo sendiri berada di hamparan pelataran yang dikelilingi cekungan bukit yang menjadikan sumber air mengalir ke telaga Madirdo sehingga tak pernah kering meskipun di saat musim kemarau. Hutan pinus yang berada di bukit cukup baik sebagai resapan air yang mengalirkanya kembali ke telaga. Sementara kondisi air di Telaga Madirdo sendiri terhitung cukup jernih dan belum tercemar.

Tapak Tlogo Madirdo sendiri berupa cekungan dengan bentuk empat persegi panjang dan berukuran 150 x 200 meter. Kedalaman cekungan kurang lebih 5 meter pada sisi yang rendah dan lebih dari 20 meter dari sisi yang lebih tinggi. Pada sisi cekungan terdapat jalan desa yang mengubungkan Dukuh Tlogo (sebelah timur – utara Tlogo) serta jalan tembus menuju Tawangmangu dan obyek wisata Grojogan Sewu. Pada sekeliling cekungan ini juga berderet perbukitan hutan pinus yang di kelola oleh Perum Perhutani.

Saat ini, wilayah yang digenangi air di Tlogo Madirdo mencakup kurang lebih seribu meter persegi atau 30% dari luas cekungan. Kedalaman air kurang lebih 1 meter. Selain untuk keperluan mandi, air telaga juga dimanfaatkan penduduk untuk budidaya ikan, dan irigasi. Kondisi air sendiri cukup jernih dan memiliki volume air yang relatif konstan baik pada saat musim kemarau maupun pada saat musim penghujan.

Perbukitan di sekitar Telogo Madirdo memiliki potensi sumber air yang mengucurkan air secara terus-menerus dan tak pernah kering. Di sana terdapat keindahan lain seperti batu-batuan alam, flora fauna khas pegunungan dan pemandangan yang bagus ke berbagai arah.

Jenis tanaman yang berada di perbukitan sekitar Tlogo Madirdo antara lain pohon bambu, pinus, akasia, mangga, pisang, pakis dan berbagai jenis tanaman perdu, semak dan rumput. Untuk wilayah sekitar tapak, selain jenis tanaman tersebut juga terdapat jenis tanaman tahunan seperti cengkeh, kopi, tanaman pertanian dan berbagai tanaman sayuran.

POTENSI

Potensi keindahan Tlogo Madirdo belum banyak diolah. Selama ini pengelolaan telaga hanya dilakukan warga Dusun Tlogo, Desa Berjo Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar. Pengleolan juga sebatas pembersihan, perawatan, dan bahkan tanpa penarikan retribusi sama sekali.

Potensi telaga dengan air cukup bersih, udara yang sejuk dan teduh, berbagai batu alam yang indah, serta keanekaragaman flora dan fauna pegunungan yang menarik, ternyata belum dibarengi dengan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Berbagai fasilitas yang ada saat ini semuanya murni swadaya masyarakat setempat dan terlihat masih relatif sederhana. Berbagai fasilitas seperti pancuran untuk mandi, tempat parker, kamar mandi dan WC umum, homestay serta pengerasan permukaan jalan, semuanya masih terkesan seadanya.

Pengembangan

Dari sisi ketersediaan lahan ketersediaan sumber daya air, sebenarnya pengembangan Tlogo Madirdo sangat memungkinkan. Sebab, dengan menaikkan elevasi air telaga hingga mencapai kedalaman tertentu yang lebih tinggi dari kondisi saat ini, akan memperindah kondisi telaga. Lagi pula, dengan menaikkan ketinggian air, diharapkan tidak akan menganggu pemanfaatan air bagi warga. Air yang melimpah bisa dimanfaatkan warga untuk irigasi dan keperluan lainnya.

Dari sisi status tanah, tanah di sekitar Tlogo Madirdo merupakan tanah kas desa dengan luas mencapai 4 hektare. Artinya, untuk pengembangan obyek wisata tidak perlu lagi dilakukan pembebesan lahan. Bahkan warga masyarakat setempat mengaku siap untuk menghibahkan tanahnya secara sukarela guna mewujudkan pengembangan kawasan Tlogo Mardido tersebut.

Pengembangan Tlogo Madirdo, selain akan mengangkat potensi wisata di Kabupaten Karanganyar juga diyakini akan mampu meningkatkan taraf hidup dan pendapatan eknomi warga setempat maupun masyarakat dalam lingkup yang lebih luas. Peningkatan ini dimungkinkan karena terbukanya berbagai kesempatan warga untuk melakukan usaha seperti jasa warung, penginapan, pertanian, parkir dan kesempatan yang lainnya. Demikianlah adanya, warga di sekitar telaga memang sangat mendukung rencana pengembangan Obyek Wisata Tlogo Madirdo ini.

Meski demikian, Dwi Haryanto mengingatkan, sebelum melakukan pengembangan telaga, beberapa persoalan perlu difikirkan terlebih dulu jalan keluarnya. Pertama, adanya kekawatiran sejumlah warga yang tinggal di hilir sumber mata air Tlogo Mardido yaitu warga masyarakat yang tinggal di Desa Girilayu Ngargoyoso dan Tengklik Tawangamangu. Selama ini air di telaga memang dimanfaatkan untuk keperluan air minum sekitar 500 kepala keluarga yang berada di desa tersebut. Dengan demikian jika akan diolah menjadi telaga wisata, maka diperlukan teknologi yang bisa menjaga kebersihan air untuk warga.

Kedua adalah persoalan infrastruktur jalan yang menghubungkan traffic Sukuh – Madirdo dan Grojogan Sewu. Kondisinya saat ini masih cukup memprihatinkan sebab jalan tembus alternatif yang baru dibangun hanya selebar 3 meter serta tidak memiliki badan jalan. Untuk keperluan pelebaran jalan, menurut Dwi, tidak diperlukan anggaran besar mengingat sebagian besar tanah yang dilalui jalur tersebut merupakan tanah milik Perhutani yang jika dilakukan pelebaran tidak perlu dilakukan pembebasan lahan.

Investor

Pihak desa sendiri sebenarnya pernah menghitung untuk membangun telaga hingga layak memerlukan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar. Biaya sebesar akan digunakan untuk pengembangan telaga dengan membuat bendungan penahan air dan pembuatan talud di sepanjang areal obyek wisata. Dana itu akan cukup dengan catatan untuk faslilitas lain seperti infrastruktur jalan, penyediaan sarana kios, los dan tempat rekreasi dianggarkan tersendiri.

Terkait gagasan ini, sebenarnya pihak desa sudah banyak mendapat tawaran dari sejumlah investor yang siap membantu untuk membangun Telaga Madirdo. Namun desa masih berharap pihak Pemkab yang akan membuat perencanaan yang lebih matang guna pengembangan zona wisata tersebut.

Terkait masalah itu, Kasubag Perencanaan dan Program Dinas Pariwisata Kabupaten Karanganyar, I. Sukarno mengatakan sebenarnya Pemkab sudah membuat perencanaan terkait pengembangan obyek wisata Telaga Madirdo ini. Yaitu dengan membuat feasibility studi yang dilakukan oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Karanganyar pada tahun 2006. Bedasarkan feasibility study itu, akan diperlukan anggaran sebesar Rp. 3 miliar yang diperuntukkan bagi membangun empat zoning. Pertama adalah zoning penerima. Dalam zoning ini yang akan dibangun adalah berbagai fasilitas penerimaan antara lain areal parkir, plasa, kios agro, souvenir dan kantor pengelola.

Kedua adalah aktivitas wisata. Obyek yang akan dibangun meliputi pembuatan bendungan penahan air, dermaga perahu, dermaga pancing, dan lain sebagainya. Ketiga adalah zona wisata darat yang pembangunanya meliputi pembangunan area permainan, jalan setapak, taman bunga, taman alam dan gardu pandang. Keempat adalah zoning pelengkap yang meliputi pembangunan food court, warung makan, kamar mandi, toilet dan lain sebagainya.

Pengembangan Tlogo Madirdo berdasarkan analisa finansial dan ekonomi, yang meliputi analisis Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) maupun analisis Benefit Cost Ratio (BC-Ratio), yang dilakukan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Karanganyar pada tahun 2006, menunjukkan hasil positif. Artinya pengembangan obyek wisata Tlogo Madirdo layak dilakukan.

Read More