pengajiaan (2)

Bulan Ramadhan, ASN di Karanganyar Diminta Satu Hari Satu Juz, Baca Al Quran

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengajak ASN untuk membaca Al Quran satu hari satu Juz

KARANGANYAR –  Bulan suci ramadhan 1442 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten Karanganyar menggelar pengajian sebelum memulai kerja selama 30 menit. Diharapkan dengan mengaji dan mendalami Al Quran itu dapat menumbuhkan semangat dalam bekerja dan bernilai ibadah. Pada kesempatan itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono meminta ASN untuk membaca Al Quran satu hari satu juz.

“Membaca dengan sistematika berbagi ayat, satu juz itu ada berapa ayat. Satu orang misalnya 5-6 ayat, dengan banyak orang maka akan selesai dalam satu juz bisa selesai dalam satu hari. Demikian seterusnya sampai selesai 30 Juz,” papar Juliyatmono membuka dan mengawali Karanganyar Bertaqwa pada bulan suci ramadhan tahun 2021 di ruang Podang 1 , (13/04).

Membaca Al Quran memang berat, maka Bupati mengingatkan untuk mengawali dengan membaca Taawudz. Berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk. Sebab jelas dalam surat Al Arof (7) ayat ke 17 disebutkan syetan akan mendatangi mereka dari muka, belakang, kanan, kiri dan engkau tidak akan mendapati kebanyakan orang bersyukur. “Jadi jelas, memulai membaca Al Quran membaca taawudz terlebih dahulu. Hal ini agar syetan tidak menganggu kita,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Karanganyar tersebut, mencontohkan datang kesini saja untuk mengikuti siraman rohani Karanganyar bertaqwa maka pilih dekat tembok. Jika mengantuk tidak akan terlihat. Beratnya datang dalam pengajian itu itu ada syetan yang menganggu. Oleh karena itu bacalah Taawudz terlebih dahulu.

Bupati Karanganyar lantas mengatakan dalam membaca Al Quran yang diridoi oleh Allah ada tata kramanya. Yakni (1) Baca Taawudz, (2) Baca Basmalah, (3) Cari Yang mudah, (4) Jangan tergesa-gesa, (5) di sepertiga malam, (6) jika perlu ditulis sehingga kita bisa hafal, (7) perhatikan dengan tenang, (8) setiap ayat mohon petunjuk. (hr/dt)

Read More
DSC_0643

Bupati Cari Anak Desa Untuk Dijadikan Hafiz Al Quran

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan penghargaan kepada beberapa pemenang dalam lomba dalam rangka Harlah IPHI

 

KARANGANYAR -24 Maret 2019

Program bupati Karanganyar untuk menjadikan setiap desa ada hafiz Al Quran tidak main-main. Pada saat memberikan sambutan pada acara Harlah IPHI ke 29 di Masjid Agung Karanganyar, Bupati Karanganyar, Juliyatmono meminta anggota IPHI untuk mencarikan anak desa yang mau didik untuk hafiz Al Quran. Namun, anak itu tidak boleh pergi dari desa tersebut karena untuk menjaga Al Quran hadir di desa tersebut.

“Tidak boleh pergi itu, karena dia akan menjadi menjaga Al Quran di desa tersebut. Dia sekaligus dai dan menjadi pusat rujukan untuk belajar al Quran di desa tersebut,” papar Juliyatmono di hadapan ratusan jamaah IPHI Kabupaten Karanganyar.

Dia menambahkan anak yang dicari itu adalah lulusan SMP. Kemudian dia dibina dan didik untuk belajar Al Quran dan menjadi hafal. Kemudian, dia menjadi dai sekaligus menjaga Al Quran di setiap desa di Kabupaten Karanganyar. Jika nanti sudah bekerja, Pemkab Karanganyar akan memberikan bantuan untuk wirausaha. “Dia akan diopeni sampai kapanpun agar bisa menjaga Al Quran di desa tersebut. Namun syaratnya dia tidak boleh pergi dari desa tersebut,” imbuhnya.

Saat ini, menurut Juliyatmono rencana itu akan dilakukan segera dan akan dilakukan dengan tahap seleksi. Supaya benar-benar didapatkan seseorang yang mau belajar dan mengajarkan Al Quran. Untuk proses pendidikan atau belajar al Quran juga akan dibiayai. “Bagi bapak dan ibu yang mempunyai anak, segera daftarkan,” pungkasnya.

Sementara Ketua IPHI Kabupaten Karanganyar, Abdul Muid mengatakan akan ada pembelajaran tafsir dan baca al Quran. Sebab bapak yang setelah pulang haji sering dimintai masyarakat setempat untuk menjadi imam di masjidnya. Banyak juga, bapak yang belum bersedia menjadi imam usai pulang dari haji. “Mengenai rencana pembangunan Masjid Agung Karanganyar, IPHI sangat mendukung. Yang jelas, tugas kita bersama untuk bisa memakmurkan masjid,” papar Abdul Muid saat memberikan sambutan.

Harlah IPHI tersebut juga diadakan kegiatan jalan sehat dan doorprize hadiah. (hr/adt)

Read More
web

Ribuan Umat Islam Ikuti Tarawih Akbar

Sekitar 7000 jamaah mengikuti shalat Isya  dilanjutkan shalat tarawih, dan shalat witir, dirangkai Peringatan Nuzulul Quran.

Karanganyar, Selasa (20/06/2017)

Ribuan umat Islam Kabupaten Karanganyar mengikuti tarawih akbar dan  peringatan Nuzulul Quran, Senin (20/07) malam,  dengan menghadirkan Ustadz Yusuf Mansur sebagai khatib.

Sejak pukul 18.30 WIB, umat Islam mulai memasuki Alun-alun Kabupaten Karanganyar, sebagai tempat acara, membentuk shaf shalat, sambil menunggu acara dimulai.

Adzan pun berkumandang, lantas sekitar 7000 jamaah bersiap untuk mengikuti shalat Isya dan dilanjutkan shalat tarawih, dan shalat witir.

Usai shalat witir, dilanjutkan dengan pemberian penghargaan secara simbolis kepada penghafal Al Quran dan Pemenang Pawai Ta’aruf.

Pada malam itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Waki Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan beberapa Forkopimda Kabupaten Karanganyar tampak hadir.

“Kebersamaan ini sebagai upaya meningkatkan kerukunan sesama umat Islam. Tinggalkan jauh-jauh perselisihan karena seluruh umat Islam mempunyai tujuan yang sama, yakni meningkatkan keimanan kepada Allah SWT,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Bupati juga berharap, melalui kerukunan antar umat beragama bisa tumbuh dengan baik. Hasilnya, Kabupaten Karanganyar pernah mendapat penghargaan dari Menteri Agama RI atas Partisipasi Aktif dalam Pembinaan Kerukunan Umat Beragama.

“Umat Islam harus memiliki upaya yang sungguh-sungguh, bekerja sekeras mungkin, untuk menjaga Indonesia ini lebih baik,” kata Bupati Karanganyar.

Bupati juga bangga, malam itu terasa sangat mulia, menyenangkan, dan mengharapkan jika suasana seperti ini terus ditumbuhkan di desa-desa. Jangan sampai timbul perselisihan.

“Apalah artinya kalau kerukunan terkoyak oleh pemikiran yang tidak baik, apalah artinya kita ingin memajukan Kabupaten Karanganyar, tapi diisi dengan pertengkaran, perselisihan justru membuat kemunduran dan tidak bermanfaat,” katanya.

Dia juga meminta agar warga Karanganyar untuk saling membantu dan berbuat lebih baik demi Kabupaten Karanganyar.

Ditempat yang sama, Ustadz Yusuf Mansur, mengajak untuk selalu membaca Al Quran, memahami artinya.(pd)

Read More
aku copy

Selama Ramadhan, PNS Muslim Dihimbau Untuk Mengaji

PNS beragama Islam di Setda Kabupaten Karanganyar saat mengaji pada gerakan Karanganyar Bertakwa Tahun 2015, Kamis (18/06) pagi

PNS beragama Islam di Setda Kabupaten Karanganyar saat mengaji pada gerakan Karanganyar Bertakwa Tahun 2015, Kamis (18/06) pagi

Karanganyar, Kamis (18/06/2015)

Mulai hari ini selama ramadhan tahun 2015, PNS beragama Islam di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar dihimbau untuk mengaji. Kegiatan itu dilakukan setelah apel pagi di SKPD masing-masing pukul 07.45.

Selama satu jam, para abdi negara itu membaca setiap ayat beserta terjemahannya, dengan begitu harapannya dapat memahami kandungan arti dari ayat tersebut. Sehingga pada bulan suci ini dapat menyelesaikan 30 juz.

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat memulai gerakan Karanganyar Bertakwa Tahun 2015 menuturkan seperti tahun kemarin, tahun ini gerakan Karanganyar Bertakwa mempunyai maksud umat muslim di setiap SKPD untuk digerakan membaca Al Quran dengan terjemahan sehingga dapat memahami substansinya.

“Diharapkan di bulan baik ini kualitas pemahaman agama bisa meningkat, sehingga dapat membentuk pribadi yang lebih baik. Dalam menjalankan tugas dapat lebih efektif dan produktif,” jelas Bupati Juliyatmono, Kamis (18/06) di ruang Podang, Setda Kabupaten Karanganyar.

Saat memulai gerakan Karanganyar Bertakwa, Bupati Juliyatmono membaca surat Al Baqarah ayat pertama dengan menjelaskan kandungan maksud didalamnya, kemudian dilanjutkan secara bergiliran PNS di lingkungan Setda Kabupaten Karanganyar.

Harapannya, lanjut Bupati dengan proses pembiasaan ini akan terbentuk kualitas individu yang lebih baik. “Dirumah mereka masing-masing harapannya menjadi pembiasaan untuk membaca Al Quran,” katanya. pd

Read More
DSC_0186

Sekolah Tilawah Bintang MTQ Kab Karanganyar Resmi Dilaunching

DSC_0183

Bupati Karanganyar Juliyatmono Berikan Sambutan Saat Launching Sekolah Tilawah

DSC_0186

Bupati Karanganyar Juliyatmono Secara Simbolis Berikan Alquran Sebagai Tanda Launching Sekolah Tilawah

Kantor Kementerian Agama bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Pemerintah Daerah dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Karanganyar mengadakan Grand Launching Pembibitan dan Pelatihan Mengaji Murotal Tilawah Al Quran (Bintang MTQ) di halaman Masjid Agung Kabupaten Karanganyar, Selasa, 30 Desember 2014. Hadir dalam acara tersebut Bupati Karanganyar Juliyatmono, Sekda Karanganyar, Kepala Kemenag Kab Karanganyar serta tokoh pemuka agama di Kab. Karanganyar.

Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya menyambut baik dan mengapresiasi atas launching Sekolah Tilawah Al Quran ini. Antusiasime umat Islam di Bumi Intanpari terhadap Al-Quran begitu tinggi dengan adanya jumlah peserta yang mendaftar terus bertambah.

Sementara itu, Panitia kegiatan yang juga penyuluh agama Islam Kabupaten Karanganyar, Sri Budiyanti mengatakan bahwa peserta yang sudah mendaftar berjumlah 372 orang, dimana terdiri dari 145 laki-laki dan 227 perempuan. Lebih lanjut dia menerangkan bahwa sekolah tilawah bintang MTQ ini diikuti tidak hanya dari kalangan pelajar saja, namun dari berbagai profesi seperti pegawai negeri, tentara, wiraswasta, hingga beberapa tokoh agama di Kabupaten Karanganyar.

“Semua peserta yang terdaftar sudah diseleksi dan dikategorikan berdasarkan kemampuannya. Kelas A untuk peserta yang sudah bisa melantunkan ayat suci Al Quran dengan lagu, Kelas B untuk peserta yang sudah baik membaca ayat suci Al Quran, dan Kelas C untuk peserta yang belum lancar membaca ayat suci Al Quran. Mereka semua akan dikuliahi selama 26 kali pertemuan, atau enam bulan. Peserta terbaik akan mendapat penghargaan dan uang pembinaan, kemudian dipromosikan untuk mengikuti lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tahun depan”, lanjutnya. ad+hadi

 

Read More
gue (2) copy

Karanganyar Gelar Lomba Mapsi

Karanganyar, Kamis (16/10/2014)

Salah satu kelompok peserta musik  rebana pada lomba MAPSI tingkat SD se Kabupaten Karanganyar, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar,  Kamis (16/10) pagi

Penampilan salah satu kelompok peserta musik rebana pada lomba MAPSI tingkat SD se Kabupaten Karanganyar, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (16/10) pagi

Pemkab Karanganyar dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) menggelar lomba Mata Pelajaran Agama Islam dan Seni Islami (Mapsi). Lomba tersebut menjadi tolak ukur keberhasilan Pendidikan Agama Islam (PAI) di jenjang SD.

Ketua Panitia Mapsi, Suyatno mengungkapkan materi lomba meliputi baca tulis Al Quran, PAI, ketrampilan gerakan bacaan shalat, tartil Al Quran dan praktik serta cerdas cermat terpadu tertulis dan lisan. Tidak hanya itu, panitia juga memberikan penilaian dalam bidang seni Islami yakni musik rebana, vokal rebana, khatam Al Quran, kaligrafi, tilawatil, cipta teks khitabah, seni khitabah, mocopat islami, dan ketrampilan adzan. “Ini sebagai tolak ukur penerapan kurikulum PAI SD dan keberhasilan pendididkan agama islam di Karanganyar,” katanya.

Bagi juara I, Pemkab akan mengikutsertakannya dalam lomba Mapsi tingkat Provinsi Jawa Tengah. Rencananya, lomba tersebut akan dilaksanakan di Kendal pada tanggal 7-9 November tahun ini. Untuk lomba rebana di langsungkan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar dengan peserta sembilan kelompok mewakili kecamatan, sedangkan lomba lainnya di selenggarakan di SD Negeri 01 Cangakan.

Di tempat yang sama Bupati Karanganyar, Juliyatmono menuturkan spirit nilai-nilai agama menjadi landasan setiap aktivitas-aktivitas kita sehari-hari.

“Dengan menanamkan pengetahuan dan pemahaman agama terhadap anak usia dini dapat memberikan landasan spiritual yang kuat bagi mereka,” ujar Bupati Juliyatmono, saat membuka lomba tersebut di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (16/10) pagi.
Lebih lanjut Bupati meminta sebelum pelajaran pagi dimulai, anak Sekolah Dasar (SD) diharuskan mengaji dengan suara keras dan mendapat bimbingan dari guru. pd

Read More
DSC_0017 copy

Pemkab Canangkan Karanganyar Bertakwa

PNS di lingkungan Setda Kabupaten Karanganyar membaca Al Quran saat Launching Karanganyar Bertakwa, di Ruang Podang II, Setda, Senin (30/06/2014)

PNS di lingkungan Setda Kabupaten Karanganyar membaca Al Quran saat Launching Karanganyar Bertakwa, di Ruang Podang II, Setda, Senin (30/06/2014)

Karanganyar, Selasa (01/07/2014)
Pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan mencanangkan gerakan Karanganyar Bertakwa dengan kegiatan rohani bagi seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) selama 30 hari di bulan Ramadhan.

Para abdi negara itu diharuskan tadarus Al Quran selama 30 menit di kantor masing-masing setelah apel pagi. ” Dengan membaca Al Quran agar bisa dipahami, dihayati dan diamalkan isi yang terkandung didalamnya,” ujar Bupati Karanganyar, Juliyatmono setelah acara launching Gerakan Karanganyar Bertakwa, di Podang II, Setda Karanganyar, Senin (30/06) pagi.

Kegiatan yang diikuti sekitar 200 PNS dan bahkan pejabat struktural di lingkungan Setda Karanganyar juga terlihat, di acara yang langsung dipimpin Bupati Juliyatmono dan Wakil Bupati Rohadi Widodo.

“Momentum ini tepat di bulan Ramadan untuk mempertebal iman. Namun setelah itu tetap berlangsung, agar Kabupaten Karanganyar selalu diberikan hidayah,” ujar Juliyatmono.

Untuk itu, sekitar 12.000 PNS se-Kabupaten Karanganyar di berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diminta menyelesaikan bacaan satu juz di tiap hari usai apel pagi. Dengan demikian, selama bulan Ramadhan para abdi negara bisa menyelesaikan 30 juz atau khatam.

Tidak hanya itu, Pemkab juga mengadakan tarawih keliling (Tarling) yang diikuti oleh Muspida. Pemkab pun sudah menyusun jadwal yang tersebar merata di 17 kecamatan se-Bumi Intanpari. Tarling tersebut dilaksanakan mulai Senin (30/06) hingga Jumat (25/07) mendatang. Agenda tersebut selain sebagai wujud ibadah juga bisa mendekatkan diri antara Muspida kepada masyarakat. pd

Read More
DSC_0016 copy

Komplek Ar Rahman di Siapkan Jadi Pusat Kegiatan Pendidikan dan Dakwah

Karanganyar, Senin (16/06/2014)

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengunting rangkaian melati sebagai tanda peresmian masjid Ar Rahman, Buran, Tasikmadu, Minggu (15/06)

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengunting rangkaian melati sebagai tanda peresmian masjid Ar Rahman, Buran, Tasikmadu, Minggu (15/06)

Pembangunan masjid Ar Rahman seluas 700 meter persegi telah selesai dan diresmikan Bupati Karanganyar. Yayasan Ar Rahman juga menyiapkan sebagai komplek pusat pembinaan umat Islam dan kegiatan pendidikan yang berdiri diatas lahan seluas 3500 meter persegi,.
Pengurus Yayasan Ar Rahman, Seno Hadisumitro menuturkan melalui yayasan itu siap untuk mencetak sejuta dai dan direncanakan terdapat fasilitas pendidikan dakwah.
“Di tempat ini terdapat berbagai macam kegiatan mulai dari tahsin Al Quran, kajian mawaris atau konsultasi pembagian warisan, pelatihan islam kafah, wirausaha remaja dan pemuda, dan taman pendidikan Al Quran,” kata Seno Hadisumitro, saat seusai peresmian masjid Ar Rahman, di Buran, Tasikmadu, Minggu (15/06) pagi.
Dijelaskannya, Rehat Taklim dan Motivasi (RTM), konsultasi keluarga dan remaja, dan pelatihan manasik haji dan umroh juga menjadi bagian kegiatan pihak Yayasan Ar Rahman.
“Kami mempersilahkan dan boleh dimanfaatkan umat tanpa melihat aliran dan golongan. Jadi bebas saja tanpa perbedaan,” jelas nya.
Penasehat Yayasan Ar Rahman, Taufik Usman, menegaskan pengelolaan dilakukan profesional. Di masjid yang berlokasi dekat dengan Sondokoro merupakan keuntungan. “Di komplek ini merupakan wisata hati,” tuturnya.
Ditempat yang sama, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menuturkan mengapresiasi adanya komplek masjid megah dan indah sebagai pusat dakwah.
“Pengelolaan masjid harus bernar-benar secara profesional. Masjid telah dijadikan sebagai tempat menanamkan nilai-nilai kebajikan dan kemaslahatan umat manusia,” ujar nya.
Bupati Juliyatmono juga meminta agar supaya dapat mengoptimalkan dan memakmurkan masjid dengan sebaik-baiknya.pd

Read More