IMG_1422

Longsor, Akses Jalan Tembus Terputus

Longsor  yang terjadi di jalan tembus mengakibatkan terputusnya ruas jalan Tawangmangu-Magetan

Longsor yang terjadi di jalan tembus mengakibatkan terputusnya ruas jalan Tawangmangu-Magetan

Karanganyar, Selasa (21/01/2014)

Longsor yang terjadi di jalan tembus menghubungkan ruas Tawangmangu-Magetan mengakibatkan jalan yang baru selesai dibangun itu kini lumpuh total. Tanah dari bukit yang cukup tinggi tergerus air hujan dan menutup seluruh badan jalan dibawahnya.

Salah seorang warga, Beni, 26 mengatakan hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan longsor sejak Sabtu (18/01) malam. Tetapi hujan yang datang terus menerus mengakibatkan terjadi longsor susulan hingga Senin (20/01) kemarin.

“Talud yang memiliki ketinggian sekitar tiga meter ikut tertimbun tanah dari bukit yang longsor. Ketinggian dari longsoran mencapai sekitar enam meter,” jelas Beni.

Beni menambahkan titik jalan yang terkena longsor tidak jauh dari perempatan yang menghubungkan antara jalan lama dengan jalan baru menuju wilayah Magetan yang berjarak sekitar empat kilometer.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Kapolsek Tawangmangu AKP Rianto menjelaskan longsor yang terjadi dikarenakan faktor intensitas hujan yang terus menguyur di sekita lokasi.”Sampai saat ini pun (kemarin), longsor dengan kekuatan kecil masih terjadi,” ucapnya.

Kemudian, aparat setempat telah berupaya mendatangkan bantuan alat berat dari Kabupaten Sragen untuk proses evakuasi. ”Proses evakuasi diupayakan secepatnya. Alat berat baru tiba tadi pagi (kemarin) diperkirakan besok pagi (hari ini) jalan baru bisa bersih dari timbunan longsor,” katanya.

Jalan yang tertimbun longsor termasuk daerah berbahaya dengan memiliki tingkat kemiringan dan tanjakan yag cukup curam, namun dalam peritiwa longsor itu dipastikan tidak sampai mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Kendati arus jalan lumpuh total, namun jumlah pengendara yang terjebak di sekitarnya tidak banyak. “Untuk mengantisipasinya telah dipasang rambu peringatan terjadinya longsor,”tandasnya.pd

 

Read More
DSC_0022

Pemahaman Berlalu Lintas Anak Usia Dini

Petugas Satlantas Polres Karanganyar berikan pemahaman ketertiban dan keselamatan berlalu lintasuntuk usia dini, di SDN 01 Karanganyar, Kamis (13/09)

Petugas Satlantas Polres Karanganyar berikan pemahaman ketertiban dan keselamatan berlalu lintas untuk usia dini, di SDN 01 Karanganyar, Kamis (13/09)

Karanganyar, Jumat (13/09/2013).

Pemahaman berlalu lintas sejak usia dini terus dilakukan secara insentif oleh jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karanganyar. Hal itu dengan mengadakan sosialisasi bagi siswa SDN 01 Karanganyar, Kamis (12/09) pagi. Dalam kegiatan tersebut, petugas dari Satlantas menjelaskan tata tertib berkendara dan berlalu lintas dengan baik serta benar.

Kasat Lantas Polres Karanganyar AKP Suwarsi mengatakan, upaya pemberian pemahaman kepada siswa usia dini terus digalakkan. Kegiatan ini dilakukan untuk mencegah penggunaan kendaraan bagi para siswa yang masih di bawah umur. “Walaupun mereka belum berhak menggunakan kendaraan bermotor, tetapi hendaknya para pelajar juga perlu tahu bagaimana menggunakan fasilitas jalan yang baik. Sebab fasilitas jalan itu tidak hanya digunakan oleh orang dewasa saja, tetapi oleh seluruh kalangan usia,” ungkapnya.

Para pelajar dari sekolah dasar menjadi salah satu sasaran sosialisasi karena diharapkan menjadi penggerak positif untuk sosialisasi lanjutan bagi para orang tua. Anak-anak yang telah mendapatkan sosialisasi mengenai tertib berkendara di sekolah bisa mengabarkannya kepada orang tuanya masing-masing di rumah. “Kita menumbuhkan kesadaran tertib berlalu lintas ini dari sejak kalangan usia dini. Jadi mereka bisa langsung mengingatkan orang tua mereka ketika diajak berkendara di jalan raya,” katanya.

Kepala Sekolah (Kasek) SDN 1 Karanganyar Suyatmi mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang diberikan oleh pihak SatLantas Polres Karanganyar kali ini. Ia menganggap kegiatan seperti ini dapat membantu para siswa untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mereka dalam tertib berlalu lintas. “Sekolah kami berada tepat persis di pinggir jalan raya di pusat kota, di mana saat antar jemput pasti ramai. Karena itu, para siswa perlu dibekali pemahaman yang baik agar tetap selamat dan nyaman saat berada dekat di jalan,” katanya.

Untuk meminimalisasi potensi kecelakaan di kalangan pelajar, dari Satlantas sejauh ini telah menyarankan sekolah menengah atas untuk memanfaatkan jasa angkutan sekolah. Upaya ini selain dapat meminimalisasi tingkat kecelakaan pelajar juga dapat menghemat biaya transportasi menuju sekolah. “Saat ini sudah ada satu sekolah yang mengikuti gagasan ini. Ke depan di harapkan sekolah-sekolah lain bisa segera menyusul,” tuturnya.

Pihaknya juga mengaku upaya sosialisasi sudah dilakukan jauh hari sebelumnya secara intensif. Bahkan untuk itu, sampai saat ini  telah menjalin memorandum of understanding (MoU) dengan sejumlah sekolah yang ada.pd

Read More

MUDIK LEBARAN 2013 : Satlantas Polres Karanganyar Inisiatif Tambal Lubang Jalan Perlintasan KA Palur

Jajaran Satlantas Polres Karanganyar berinisiatif mengaspal jalan berlubang di perlintasan kereta api Palur yang mengalami kerusakan, Selasa (30/7/2013). Langkah itu dilakukan dikarenakan hingga menjelang mudik Lebaran, lubang jalan di perlintasan KA itu belum juga ada perbaikan.

Kapolres Karanganyar AKBP Nazirwan Aji melalui Kasatlantas AKP Suwarsi mengatakan pengaspalan jalan itu sebagai bentuk respons atas keluhan masyarakat yang melintas di perlintasan KA Palur.

“Selama ini banyak keluhan karena jalan mengalami kerusakan. Kami berinisiatif untuk menambal agar bisa dilalui aman, terlebih menjelang Lebaran,”.

Penambalan itu juga sebagai langkah agar mudik dan balik Lebaran bisa lancar, terutama perlintasan KA itu merupakan jalur utama menuju Karanganyar dan Magetan, Jatim.

Read More

OPERASI PATUH JAYA

Sebanyak 2.292 pelanggar lalu lintas ditilang selama Operasi Patuh Jaya yang digelar serentak pada 4-17 Juli 2013. Operasi Patuh Jaya diprioritaskan melakukan penindakan terhadap pengguna sepeda motor yang melanggar aturan.

Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Suwarsi, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, mengatakan penindakan dilakukan terhadap pelanggar lalu lintas yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Misalnya, pelanggaran rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan.

“Jadi prioritas utama penindakan pelanggaran lalu lintas terutama yang dapatmengakibatkan kecelakaan lalu lintas,”.

Selain itu, pihaknya juga menyasar kendaraan berat yang melanggar tonase. Truk-truk yang memuat barang melebihi tonase bakal ditilang lantaran dapat membahayakan pengguna kendaraan bermotor lainnya. Pola pelaksanaan Operasi Patuh Jaya dilakukan dengan sistem hunting atau berburu. Artinya, petugas bakal disebar di setiap jalan untuk memantau pengguna kendaraan bermotor yang melanggar aturan. Menurutnya, operasi Patuh Jaya digelar sebagai rangkaian Operasi Ketupat Candi yang dilaksanakan selama perayaan Lebaran.

Read More

POLRES KARANGANYAR : 11 Perwira Polres Dirotasi

Sebanyak 11 perwira di jajaran Polres Karanganyar dirotasi. Upacara serah terima jabatan (sertijab) dilaksanakan di Mapolres Karanganyar, Rabu (3/7/2013) sekitar pukul 13.00 WIB.

 Para perwira yang dimutasi antara lain Wakil Kepala Polres Karanganyar, Kompol Sigit Adi Wuryanto  menjadi Pamen Polda Jateng. Posisinya diisi oleh Kompol Sarini yang sebelumnya menjabat Kabag Sumda Polres Solo. Kasatreskrim Polres Karannganyar, AKP Fadli menjadi Kanit silaka Ditlantas Polda Jateng. Posisinya diisi AKP Agus Sulistianto yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Grogol Polres Sukoharjo.

 Sementara ada tiga kapolsek di jajaran Polres Karanganyar yang turut dirotasi antara lain Kapolsek Matesih, AKP Hery Ekanto dipindah menjadi Kapolsek Karangpandan. Sementara AKP Sutami yang menjabat sebagai Kapolsek Karangpandan dipindah sebagai Kasubbag bin ops bag ops Polres Karanganyar. Sedangkan posisi Kapolsek Matesih diisi AKP Joko Pujiyanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Jumapolo.

 Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, mengatakan rotasi yang dilakukan tersebut sebagai penyegaran agar kinerjanya lebih maksimal. Para perwira yang mengemban jabatan baru tersebut diminta agar bekerja lebih maksimal.  “Saya harap para perwira yang dirotasi tetap menjunjung profesionalisme dalam bekerja. Tantangan ke depan lebih berat,” ujarnya, Rabu.

 Para perwira yang dirotasi diminta segera melakukan adaptasi dengan lingkungan barunya. Adaptasi harus dilakukan agar kinerja dapat ditingkatkan untuk menjaga kondisi keamanan agar tetap kondusif.

 Kapolres juga menyinggung aksi sweeping menjelang bulan puasa, pihaknya mengimbau agar masyarakat yang mengetahui tempat-tempat maksiat segera melapor ke aparat kepolisian. Pihaknya tak segan-segan menindak organisasi kemasyarakatan (ormas) yang nekat melakukan sweeping di tempat-tempat hiburan.

 “Saya adalah panglima amar maruf nahi mungkar, jika nekat melakukan sweeping hadapi saya dulu. Kami akan menggandeng elemen masyarakat,” tambahnya.

sumber : http://www.solopos.com/2013/07/04/polres-karanganyar-11-perwira-polres-dirotasi-422462

Read More
DSC_0080

Angka Laka Siswa Turun 90 Persen

Kasat Lantas Polres Karanganyar AKP Suwarsi, menyematkan Pin Pelopor Keselamatan Berlalu lintas ke Bupati Rina Iriani, Rabu (22/05)

Kasat Lantas Polres Karanganyar AKP Suwarsi, menyematkan Pin Pelopor Keselamatan Berlalu lintas ke Bupati Rina Iriani, Rabu (22/05)

Para guru TK dan PAUD menirukkan Yel-yel Pelopor Keselamatan Berlalu lintas

Para guru TK dan PAUD menirukkan Yel-yel Pelopor Keselamatan Berlalu lintas, Rabu (22/05)

Karanganyar, Kamis (23/05/2013)

Tingkat kecelakaan lalu lintas di lingkungan pelajar menurun drastis dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Data Satlantas Polres Karanganyar menyebutkan terjadi penurunan angka kecelakaan hingga 90 persen di tahun ini.

Fenomena itu terjadi tidak lepas dari kerja sama Satlantas dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) melalui sekolah-sekolah baik di tingkat TK, SD, SMP, dan SMA.

Data Satlantas menyebutkan, dalam kurun waktu Januari-April tahun 2013, angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar SMA turun sampai 90 persen. Salah satu penyebabnya antara lain keterlibatan sekolah dalam mengimbau siswa agar tidak membawa kendaraan bermotor menuju sekolah.

“Pihak sekolah ikut melakukan pembinaan kepada para siswa dan hasilnya sangat efektif,” kata AKP Suwarsi, Kasat Lantas Polres Karanganyar, Rabu (22/05).

Suwarsi mengatakan, data tahun 2012, dari 400-an kecelakaan yang terjadi, 90 persen melibatkan kendaraan roda dua. Sebanyak 67 persen dari laka lantas roda dua itu melibatkan pelajar. Tingkat kecelakaan yang melibatkan pelajar memang sangat tinggi.

“Sampai April, ada 99 kejadian kecelakaan dan hanya satu yang melibatkan pelajar. Setelah dilakukan pendataan dan analisa, ternyata jumlah laka yang ­­melibatkan pelajar yang menggunakan sepeda motor turun mencapai angka 90 persen,” kata

Sementara itu, di depan ribuan guru TK dan PAUD se-Kabupaten Karanganyar, Satlantas kembali mengajak kerja sama dengan melakukan kampanye keselamatan berlalu lintas. Para pendidik itu diminta ikut mengimbau para orang tua yang mengantarkan anaknya ke sekolah, agar mematuhi peraturan lalu lintas.

Dalam acara itu, pihak Satlantas juga menyematkan pin keselamatan berlalu lintas kepada Bupati Karanganyar, Rina Iriani dan beberapa guru TK serta PAUD. Selain itu, mereka diajak bersama mengikuti yel-yel Pelopor Keselamatan Berlalu lintas yang di pandu langsung AKP Suwarsi

“Saat mengantarkan anak ke sekolah, tolong anaknya juga dipakaikan helm, jangan hanya orang tuanya saja.  Ada yang  mengantarkan anak ke sekolah naik sepeda motor, mulai TK, SD, bahkan SMP, sering anak tidak memakai helm,” kata dia.

Untuk itu, lanjut dia, peran semua pihak hendaknya dilibatkan agar ketertiban dan keselamatan berlalu lintas semakin baik dan Kampanye Pelopor Keselamatan Berlalu lintas terus digalakkan.pd 

Read More

BOCAH TENGGELAM: Polsek Kebakkramat Karanganyar Sisir Bengawan Solo

Taufiq Nur Hidayah, 4 dan Anastasya Maybia Novi, 8, warga RT 001/RW 003,  Dusun Tlumpuk, Desa Waru, Kebakkramat, Karanganyar, Rabu (5/12/2012), siang diduga tenggelam di Sungai Bengawan Solo.

Kapolsek Kebakkramat, AKP Dwi Erna Rustanti, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, mengatakan tim gabungan hingga Rabu sore, masih melakukan penyisiran untuk mencari keberadaan korban. Korban diduga kuat terseret arus sungai yang mengalir cukup deras.

Penyisiran bakal dilakukan hingga malam hari, apabila tidak ditemukan maka dilanjutkan keesokan harinya. Dia menghimbau agar para orangtua melarang anak-anaknya bermain di pinggir sungai karena sangat membahayakan.

“Saya masih di lokasi kejadian, kami masih mencari korban hingga malam hari. Kalau tidak ketemu, dilanjutkan besok,” imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kedua korban yang masih bertetangga tersebut bermain air di sekitar Sungai Bengawan Solo. Sepulang sekolah, mereka langsung menuju lokasi kejadian sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, hingga siang hari mereka tak kunjung pulang ke rumahnya masing-masing.

Komandan SAR Karanganyar, M Abdullah, mengatakan pihak keluarga korban berniat mencari korban di lokasi kejadian. Mereka dibantu warga sekitar melakukan penyisiran di pinggir sungai untuk mencari korban. Namun hingga siang hari, para korban juga belum ditemukan. Selanjutnya, mereka melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kebakkramat.

“Korban bermain air di sungai namun hingga siang hari belum juga pulang ke rumah. Keluarganya langsung menuju ke lokasi kejadian untuk mencari korban namun tidak ketemu,” ujarnya, Rabu siang.

Read More

Kantor Samsat Karanganyar Diserbu WP

Ratusan wajib pajak (WP) menyerbu Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Karanganyar pascacuti bersama Lebaran, Kamis (23/8/2012).

Pantauan ratusan WP mengantre pelayanan pengurusan pajak kendaraan bermotor. Mereka memenuhi ruang tunggu di dalam kantor Samsat. Bahkan antrean meluber hingga di luar karena tak mampu menampung banyaknya warga yang datang. Antrean panjang terlihat sejak pagi.

Antrean panjang tak terhindarkan karena libur Lebaran selama sepekan. Hal ini  mengakibatkan terjadinya penumpukan berkas perpanjangan dan pengesahan bea balik nama (BBN) kendaraan. Salah seorang WP, Kurniadi mengaku langsung melakukan pengurusan pajak kendaraan bermotor lantaran pajak kendaraan miliknya habis saat libur Lebaran kemarin. “Karena dari kemarin tutup, jadi begitu buka langsung saya urus. Takut kena denda,” tuturnya.

Layanan Hingga Malam

Kasatlantas AKP A Aidil Fitri Syah melalui Kanit Reg Ident Iptu Suwarsih mengatakan tidak akan memberlakukan sistem denda bagi pajak kendaraan bermotor yang habis saat libur Lebaran. Petugas memberikan toleransi sampai hari pertama kantor Samsat buka. “Jadi tidak ada denda kalau pajak kendaraannya habis tanggal 17-22 Agustus lalu. Namun harus diurus pada tanggal 23 Agustus,” jelasnya.

Dia mengakui pascalibur Lebaran, jumlah pengurusan pajak kendaraan bermotor melonjak tajam. Biasanya, dia menambahkan per hari jumlah pengurusan pajak kendaraan hanya 700 dokumen. Namun kini jumlahnya mencapai lebih dari 1.500 dokumen pada hari pertama masuk kerja pascalibur Lebaran. “

Dia mengatakan siap memberikan pelayanan hingga malam hari. Pihaknya telah berkomitmen melayani sampai antrian habis meski harus bekerja sampai malam hari. Menurutnya, kondisi seperti ini sudah biasa terjadi pascalibur Lebaran.

Read More

Penggunaan Simulator SIM Tunggu Instruksi Polda

Alat simulator SIM di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karanganyar hingga kini belum digunakan. Meski lima alat itu sudah datang sejak akhir tahun lalu, namun untuk penggunaannya menunggu instruksi dari Polda Jawa Tengah.
Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Aidil Fitrisyah, mengatakan lima alat simulator SIM itu terdiri dari dua alat untuk roda empat dan tiga alat untuk roda dua. Kelimanya saat ini dalam kondisi masih baik. “Kami terus melakukan perawatan walaupun belum secara resmi digunakan. Karena untuk anggarannya perawatan sudah ada,” ujarnya, Jumat (3/8).
Aidil menjelaskan, walaupun kelak menggunakan alat simulator, tapi praktik mengemudi di lapangan juga tetap dilakukan. Simulator tersebut bertujuan untuk mengetes responsibilitas dan smart riding pengemudi. Di antara tes untuk simulator tersebut yaitu tes reaksi untuk melihat kepekaan pengemudi dalam menginjak pedal rem, gas, dan kopling. Kemudian dilanjutkan dengan tes antisipasi, seperti di mana dan kapan kita harus menggunakan dimmer (lampu suram).
Tes selanjutnya adalah tes konsentrasi, yaitu penggunaan setir mobil. Dan terakhir, tes yang dilakukan adalah keterampilan mengemudi. “Nilai minimal untuk kelulusan dalam uji simulator tersebut adalah 60,” kata Aidil.
Pihaknya mempersilakan bagi warga yang ingin mencoba alat itu sebelum ujian untuk memperoleh SIM. “Kami sediakan satu simulator mengemudi mobil untuk dicoba pemohon SIM sebelum praktik di lapangan,” tambah Aidil.

Read More

Polres Bagi-bagi 300 Helm SNI

Dalam rangka menekan angka kecelakaan lalu lintas. Satuan Lantas Polres Karanganyar mengeluarkan kebijakan agar perangkat desa, kecamatan, dan Polsek untuk tidak melayani warganya yang datang melapor tanpa menggunakan helm.
Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Aidil Fitri Syah, menegaskan bahwa kebijakan tersebut untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas dan meningkatkan kesadaran masyarakat. “Kalau warga yang datang ke kantor desa, camat, dan polsek yang tidak menggunakan helm diabaikan saja. Kalau mereka pakai helm baru dilayani,” jelas AKP Aidil, Senin (25/6). Sat Lantas Karanganyar juga membagikan sekitar 300 helm SNI kepada 177 kepala desa/lurah, 17 camat, 17 Kapolsek, dan 17 Danramil, serta Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi (Dishubkominfo) Karangayar. “ Kegiatan ini juga didukung oleh pemilik showroom yang tergabung di Forum Komunikasi Lalu Lintas di Karanganyar. Mereka memberi bantuan berupa helm secara sukarela,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, AKP Aidil juga menyebutkan telah terjadi 462 kecelakaan di Karanganyar hingga pertengahan 2012 ini. Dengan 10 orang korban meninggal dunia. Dirinya juga sangat menyayangkan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan di daerah yang sulit terpantau oleh Sat Lantas. “Seperti di daerah pegunungan dan pedesaan, banyak anak di bawah umur yang menggunakan sepeda motor. Memang di sana jarang ada kendaraan umum, tapi itu bukan alasan,” tegas AKP Aidil.

Sumber : http://www.harianjoglosemar.com

Read More