Bupati Karanganyar Keliling Tinjau TPS

Bupati Karanganyar, Rina Iriani mengunjungi TPS, Minggu (26/05)

Bupati Karanganyar, Rina Iriani mengunjungi TPS, Minggu (26/05)

Karanganyar, Minggu (26/05/2013)

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, bersama Muspida meninjau langsung pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah ke beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wilayah Kabupaten Karanganyar, Minggu (26/05).

Peninjauan pelaksanaan Pilgub ini terbagi dalam enam tim. Tim satu dipimpin Bupati Karanganyar,  Tim Dua dipimpin Kapolres, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, sedangkan Tim Tiga dipimpin Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol Edy Basuki.

Selain itu Tim Empat dipimpin Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Agus Cipto Waluyo. Kemudian Tim Lima dipimpin Asisten Administrasi, Sujadi, dan Tim Enam oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Siswanto.

Bupati Rina Iriani mengunjungi TPS 02, Cerbonan, Kecamatan Karanganyar. Setelah itu melanjutkan ke TPS 08, Nglano, Kecamatan Tasikmadu, TPS 01, Nangsri Kidul dan TPS 02 Nangri Lor, Kecamatan Kebakkramat.  Rombongan juga meninjau pelaksanaan pesta demokrasi  itu ke TPS 04, Banaran, Ngringo, dan TPS 05, Dagen, Kecamatan Jaten.

“Situasi keamanan pelaksanaan Pilgub Jawa Tengah di Karanganyar, sampai saat ini aman, dan kondusif,” ujar Bupati Rina Iriani.

Hal itu juga diungkapkan Kapolres Karanganyar,  AKBP Nazirwan Adji Wibowo, sampai saat ini keadaan tetap aman terkendali. Polres Karanganyar menggerahkan 600 personil di TPS maupun siap di Polres. pd  

Read More

3.208 Linmas Amankan Pilgub

Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo sedang melakukan pengecekan personil Linmas saat pelaksanaan apel pengamanan Pilgub di halaman Mapolres Karanganyar, Jumat (24/05)

Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo sedang melakukan pengecekan personil Linmas saat pelaksanaan apel pengamanan Pilgub di halaman Mapolres Karanganyar, Jumat (24/05)

Karanganyar, Jumat (24/05/2013)

Sebanyak 3.208 personil perlindungan masyarakat (Linmas) Karanganyar diterjunkan mengamankan Pilgub Jateng 26 Mei mendatang. Mereka ditempatkan di 1.604 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 17 kecamatan se-Karanganyar.

Penyerahan ribuan petugas itu dilakukan Bupati Rina Iriani kepada Kapolres Karanganyar AKBP  Nazirwan Adji Wibowo dalam apel pengamanan Pilgub di halaman Polres Karanganyar, Jumat (24/5) pagi. Kapolres menegaskan jika pengamanan Pilgub tidak hanya ditekankan pada saat pencoblosan surat suara. Melainkan saat masa tenang, penghitungan suara, hingga pengiriman surat suara ke KPUD Provinsi Jateng.

Dalam keterangannya, Nazirwan menginstruksikan kepada 2/3 kekuatan Polres untuk berjaga-jaga mengamankan jalannya pesta demokrasi se-Jateng itu. Pihaknya juga telah memberikan pedoman dalam bentuk buku kecil kepada semua personil yang ditempatkan di masing-masing TPS.

“H-1 pencoblosan, personil akan melakukan survei ke masing-masing tempat yang telah ditetapkan. Artinya, jika ada sesuatu yang perlu direspon, mereka akan segera melaporkannya kepada kami. Selain itu, kami juga sepakat jika ada masalah, pihak pertama yang digandeng adalah Panwas,” kata Nazirwan.

Dirinya menegaskan, Polres tidak berjalan sendiri namun selalu berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan pihak terkait. Oleh karena itu, diharapkan semua pihak bisa menjaga kondusivitas wilayahnya masing-masing.

Sementara itu, Rina meminta kepada seluruh warga Karanganyar yang sudah memiliki hak suara untuk datang ke TPS. Himbauan itu dilakukan untuk menekan angka golongan putih (Golput). “Saya inginnya masyarakat Karanganyar datang ke TPS dengan senang hati dan tidak golput,” kata Rina. pd

Read More

Menyematkan Tanda Tugas

DSC_0023Karanganyar. Kapolres Karanganyar AKBP Nazirwan Adji Wibowo menyempatkan tanda tugas dimulainya pengamanan dalam Kesiapan Tahap Inti Pilgub Jateng 2013 dan Operasi Simpatik Candi 2013, saat dilaksanakan gelar pasukan di halaman Mapolres Karanganyar, Selasa (07/05)

Read More

Polres Karanganyar Gelar Seminar Hari Ini

Polres Karanganyar bakal menggelar seminar bertemakan penanganan nilai karakter untuk mencegah degradasi moral di Gedung DPRD Karanganyar pada Selasa (27/11/2012). Hal ini untuk menyikapi berbagai tindak kekerasan yang disebabkan penurunan moral bangsa Indonesia.

Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, mengatakan pihaknya prihatin atas aksi kekerasan yang terjadi terutama di wilayah Soloraya. Tak hanya itu, kasus asusila juga semakin marak terjadi di beberapa daerah. Oleh karena itu, pihaknya berinisiatif menggelar seminar untuk mencegah degradasi moral terutama generasi muda.

“Salah satu upaya untuk mencegah degradasi moral dengan melaksanakan seminar. Kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat bahu-membahu menciptakan kondisi aman,” katanya, Senin (26/11/2012).

Pelaksanaan seminar tersebut untuk menindaklanjuti deklarasi anti kekerasan dan terorisme yang dilaksanakan beberapa bulan lalu. Diharapkan para generasi muda dapat membangun karakter secara kuat untuk mengantisipasi degradasi moral.

Pihaknya mengundang seluruh elemen masyarakat di Karanganyar yang terdiri dari unsur pemuda, ormas dan tokoh masyarakat. Sementara narasumber seminar tersebut berasal dari kalangan akademis, ulama dan kepolisian. “Nanti ada kesimpulan dari seminar itu yang akan disepakati seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.

Read More

Operasi Ketupat Candi Amankan 366 Pelanggar Hukum

Operasi Ketupat Candi 2012 yang digelar Polres Karanganyar sejak 20 Juli lalu mengamankan sedikitnya 366 orang karena melanggar hukum. Ratusan orang tersebut terjerat sejumlah kasus seperti perjudian, minuman keras, prostitusi, dan penjualan petasan.
Data di Polres, 28 kasus sudah diproses secara hukum. Sedangkan sisanya diberi pembinaan kemudian dilepaskan. Sejumlah barang bukti juga diamankan seperti 2.368 botol miras berbagai jenis, uang perjudian Rp 5.249.000, sembilan rekapan cap jie kie, 18 telepon genggam, 15 set kartu remi, dan dua set domino. Untuk petasan diamankan sebanyak 33.054 biji, untuk pencurian yakni dua buah helm, dua buah pakaian, satu kamera digital, dan dua telepon genggam.
Menurut Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, jumlah orang yang ditangkap tersebut lebih banyak jika dibanding dengan tahun lalu. Meski begitu hal tersebut bukanlah suatu kebanggaan. “Penyakit masyarakat selalu saja ada, bukannya berkurang tapi malah bertambah,” ujarnya di Mapolres Karanganyar, Rabu (8/8).
Diungkapkan Adji, meski Operasi Ketupat Candi 2012 dianggap sudah selesai, operasi penyakit masyarakat (Pekat) tetap akan digalakkan. Apalagi menjelang lebaran, di mana tindak kejahatan diduga bakal makin meningkat. “Kami tetap akan berkomitmen untuk menciptakan suasana kondusif. Dukungan dari masyarakat untuk memberantas Pekat juga sangat kami butuhkan,” jelas Adji.
Dalam operasi Pekat kemarin, kasus perjudian terutama cap jie kie berada di peringkat atas. Pihak kepolisian juga masih memburu sejumlah orang yang diduga sebagai bandar judi. “Penyelidikan kami tentunya tidak sebatas pada tambang dan penjual saja, tetapi juga bandarnya,” jelasnya.
Adji menjelaskan, sudah ada empat nama bandar yang telah terdeteksi, namun berasal dari luar Karanganyar. Ia juga bakal menindak tegas jika ada petugas ketahuan bermain mata dengan bandar judi.

Read More

Polres Gelar Sarasehan

Polisi Resort  (Polres) Karanganyar mengadakan sarasehan Forum Kemitraan Perpolisian Masyarakat (FKPM) se-Kabupaten Karanganyar, Selasa (29/5). Dengan sarasehan ini Polres Karanganyar berharap terciptanya mitra kerja yang setara dalam upaya penegakan hukum dan ketertiban masyarakat.

Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, menjelaskan bahwa sarasehan yang dilakukan untuk mendapatkan masukan dari masyarakat atas kinerja polisi di Karanganyar. “Polisi itu merupakan bagian dari masyarakat. Kegiatan yang kami lakukan akan terlihat efektif jika ada masukan dari masyarakat,” jelas Adji, Selasa (29/5).

Pada acara yang berlangsung di Gedung Pertemuan Guru SD Kecamatan Karanganyar ini, Adji menyatakan bahwa FKPM didirikan untuk memperluas informasi dan membangun jaringan. “Kami memiliki program metu jobo tambah bolo. Anggota polisi itu harus menambah jaringan, hingga masyarakat bisa kenal sekalipun tidak sedang berpakaian dinas,” tambah Adji.

Menurut Adji, Polres Karanganyar memiliki motto berhati nurani. Ia menyatakan bahwa sangat mustahil jika perilaku polisi tidak berdasarkan keikhlasan. Menurutnya, jika polisi tidak ikhlas dalam menjalankan tugas akan mengakibatkan hanya mengenal polisi dengan tindakan yang sesuai standar operasional prosedur saja.

Sarasehan FKPM ini dihadiri oleh sekitar 300 orang. Para peserta FKPM ini adalah para perwira polisi, tokoh-tokoh agama, dan tokoh masyarakat. “Ini sarasehan FKPM ke tiga. Sebelumnya hanya sarasehan FKPM di tingkat kecamatan. Kalau yang sekarang kami buat se- Karanganyar,” tambah Adji.

Read More

Jelang Natal, Polisi Mulai Sisir Gereja

Antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan menjelang Perayaan Natal dan Tahun Baru 2012, aparat Kepolisian dari Polres Karanganyar melakukan penyisiran di sejumlah Gereja di Karanganyar, Jumat (23/12) pagi. Dengan mengerahkan 25 personel dari berbagai kesatuan, mereka melakukan penyisiran di segala penjuru dengan menggunakan anjing pelacak dan sejumlah alat seperti metal detector.
Kabag Ops Polres Karanganyar, Kompol IK Budayana mewakili Kapores Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo mengatakan dalam penyisiran kali ini, pihaknya melakukan pengecekan secara menyeluruh mulai dari lingkungan sekitar gereja, halaman, tempat ibadah hingga sudut-sudut ruangan. “Semuanya kita periksa secara mendetail di setiap ruangan baik dalam dan luar tembok gereja,” ujarnya seusai memimpin penyisiran di Gereja St Pius X, Jalan Lawu Karanganyar, Jumat (23/12).
Ia menambahkan, demi kenyamanan dan keamanan dalam perayaan natal nanti, pihak kepolisian melarang seluruh jemaat gereja untuk membawa tas ke dalam gereja. Jika pun masih ada yang membawa, maka tas tersebut wajib dititipkan kepada petugas keamanan di luar. “Jadi tolong buat jemaat membawa barang yang dibutuhkan saja saat melakukan ibadah ke Gereja,” tandas dia.
Pengurus Gereja Katolik St Pius X, Bambang Suyono menyambut baik penyisiran yang dilakukan oleh aparat kepolisian tersebut. Ia mengatakan antisipasi ini merupakan salah satu bentuk upaya agar nantinya perayaan natal berjalan aman. Selain pengamanan dari aparat, dirinya juga mengaku tidak akan menggunakan pengamanan tambahan, mengingat lingkungan sekitar dan pemuda setempat selama ini cukup ramah dengan lingkungan Gereja.

Read More

Pengamanan Natal, Polres Karanganyar turunkan sniper

Polres Karanganyar menyiagakan penembak jitu alias sniper di sejumlah gereja di Karanganyar saat Hari Natal yang jatuh pada Minggu (25/12/2011).

Sebelumnya juga akan dilakukan penyisiran untuk sterilisasi gereja.  Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, mengatakan pihaknya akan menurunkan 529 anggota untuk pengamanan Natal dan tahun baru. Untuk Natal sendiri, para petugas itu akan disebar ke 136 gereja di Karanganyar.

“Kami tidak membedakan dan mengkotak-kotakkan gereja mana saja yang harus mendapatkan prioritas pengamanan secara ketat. Gereja besar atau kecil, sama-sama kita amankan sesuai dengan proporsinya,” ujar Nazirwan saat ditemui wartawan di sela-sela kegiatan olehraga di Mapolres Karanganyar, Jumat (9/12/2011) pagi.

Dalam pengamanan itu, Polres juga bekerjasama dengan Kodim 0727, Satpol PP Karanganyar dan beberapa elemen pemuda di berbagai wilayah di Kabupaten Karanganyar. Menurut Kapolres, pengamanan itu dilakukan pada sebelum, saat maupun sesudah Natal.

Read More

Diperketat, pengamanan bank dan objek wisata

Sejumlah bank, toko emas dan pusat perbelanjaan akan dijaga oleh petugas dari Polres Karanganyar selama libur Lebaran 2011 ini. Pasalnya, di lokasi-lokasi tersebut rawan terjadi kejahatan kriminal.

Kapolres Karanganyar, AKBP Edi Suroso mengatakan pihaknya memperkirakan menjelang Lebaran ini, sejumlah pusat perbelanjaan dan bank, rawan kejahatan. Karena itu, Polres menempatkan beberapa patugas di lokasi tersebut.

“Untuk bank, pusat perbelanjaan dan toko emas akan mendapat penjagaan dari polisi yang bersenjata lengkap. Hal itu penting dilakukan untuk mencegah aksi kejahatan,” ungkap Kapolres kepada wartawan, Kamis (25/8/2011) siang.

Selain petugas berseragam dengan senjata lengkap, imbuh Edi, di sana juga akan ada polisi yang berpakaian preman. Petugas itu antara lain akan memantau secara bergiliran di lokasi vital itu. Satuan Reskrim dan intelejen juga akan dilibatkan di beberapa pusat keramaian, seperti pasar maupun pusat perbelanjaan.

Di sisi lain, lanjut Kapolres, petugas juga akan menyisir ke beberapa area perumahan yang ditinggal mudik pemiliknya. Pemantauan dilakukan terutama di kawasan perumahan yang kosong. Sebelum meninggalkan rumah, Edi berpesan agar setiap warga untuk tidak lupa mengamankan rumah dan barang-barang berharga di dalamnya.

“Jangan lupa pintu, jendela dan gerbang rumah untuk dikunci. Kompor di rumah juga dipastikan harus sudah mati agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran,” katanya.

Read More

Amankan arus Lebaran, 12 sniper disiagakan

Sebanyak 12 penembak jitu atau sniper disiagakan untuk mengamankan arus Lebaran. Sementara sebanyak 605 personil gabungan juga disiapkan selama Lebaran ini.

Kapolres Karanganyar, AKBP Edi Suroso kepada wartawan usai gelar pasukan di Mapolres setempat, Senin (22/8/2011) mengatakan para sniper akan ditempatkan dititik-titik rawan tindak kejahatan. Mereka juga akan mobile mengamankan arus Lebaran.

“Ada 605 personil gabungan TNI/Polri, Pemkab seperti Linmas, Satpol PP, Dishubkominfo dan pramuka untuk pengamanan Lebaran. Kami juga siapkan sniper,” terang  Kapolres.

Read More