Sewawar 1

Air Terjun Sewawar dan Sedinding

Read More
DSC_8228

Bupati Karanganyar Promosikan Tempat Wisata Ke Travel Agent

Candi Cetho mempunyai ukuran panjang 190 meter, dan lebar 30 meter dan berada di ketinggian 1496 meter dari permukaan laut. Candi Hindu berada di tempat yang sejuk dengan pemandangan alam.

Candi Cetho mempunyai ukuran panjang 190 meter, dan lebar 30 meter dan berada di ketinggian 1496 meter dari permukaan laut. Candi Hindu berada di tempat yang sejuk dengan pemandangan alam.

Karanganyar, Rabu (24/08/2016)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mempromosikan tempat-tempat wisata di Kabupaten Karanganyar kepada pemilik travel agent dari beberapa kota besar di Indonesia, saat melakukan kunjungan di Candi Cetho, Kecamatan Jenawi, Selasa (23/08).

Kunjungan dari 17 pemilik travel agent ke Candi Cetho sebagai upaya mengenalkan tempat wisata di Kabupaten Karanganyar, khususnya yang berada di lereng Gunung Lawu.

Candi Cetho mempunyai ukuran panjang 190 meter, dan lebar 30 meter dan berada di ketinggian 1496 meter dari permukaan laut. Candi  Hindu itu berada di tempat yang sejuk dengan pemandangan alam. Bahkan terkadang kabut dari bukit turun menyelimuti, seperti berada di atas awan.

Di hadapan traven agent, Bupati didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo menceritakan bahwa Candi Cetho merupakan tempat kontemplasi Prabu Brawijaya.

“Tempat ini lokasinya sangat menarik, dengan pemandangan kebun teh, udara sejuk. Mudah-mudahan setelah wisatawan datang ke sini bisa ketagihan untuk datang kembali, dan dapat membawa dampak positif bagi pengembangan wisata,” katanya.

Bupati juga mengatakan, Pemkab Karanganyar tengah gencar membangun berbagai infrastruktur bangunan, jalan dan jembatan.

“Jalan masuk kesini akan diperbaiki dan berencana memnbuat akses jalan menuju lokasi paralayang, di bukit Segoro Gunung, Ngargoyoso. Jaraknya tidak jauh dari sini,” katanya.

Suasana malam di Candi Cetho juga sangat indah dan menarik, melihat gemerlap lampu di kota, dan merupakan salah satu jalur pendakian menuju puncak gunung lawu.

Selain itu, di Kabupaten Karanganyar juga ada lokasi wisata yang menarik, seperti Kebun Teh Kemuning, Candi Sukuh, Air Terjun Grojogan Sewu, Astana Giri Bangun, Desa Batik Girilayu, Taman Wisata Dirgantara Edupark, Air Terjun Jumog, Air Terjun Parangijo, Taman Rekreasi Sondokoro, dan Museum Purbakala Dayu.  pd

Read More
sondokoro copy

Wisata Alam di Karanganyar, Inilah Tempat-Tempat Yang Menarik

Karanganyar, Selasa (29/07/2014)

Saat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 Hijriah berkumpul dengan keluarga untuk bersilaturahmi, tentunya akan meluangkan waktu bersama untuk berwisata ke berbagai tempat. Bagi keluarga yang akan berpergian untuk berwisata, dapat berkunjung ke Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Di tempat ini terdapat banyak objek wisata alami yang menarik berupa, wahana bermain, maupun air terjun.

Wahana di agro wisata sondokoro

Wahana di agro wisata sondokoro

1. Agrowisata Sondokoro
Tertelak di wilayah Kecamatan Tasikmadu, berjarak sekitar 12 kilometer dari Kota Solo. Merupakan tempat berrekreasi dengan keluarga yang mempunyai berbagai macam wahana permainan anak dan dewasa. Ditempat ini pula terdapat peninggalan kereta uap Teboe, Sakarosa, Gula yang melintasi kawasan Pabrik Gula Tasikmadu. Selain itu juga ada wisata edukasi melihat proses pembuatan gula.

Air terjun Jumog

Air terjun Jumog

2. Air Terjun Jumog
Nuansa alami dan pedesaan di kaki bukit Gunung Lawu menjadikan daya tarik di air terjun Jumog, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso. Sebelum sampai di air terjun, terlebih dahulu menuruni bukit sebanyak 116 anak tangga. Setelah itu, pengunjung di sambut dengan suara gemericik air yang mengalir dari air terjun Jumog, dan lingkungan masih asri dan bersih. Terdapat pula kolam renang dan makanan kuliner melengkapi destinasi wisata anda. Jarak dari pusat kota Kabupaten Karanganyar sekitar 15 kilometer.

3. Air Terjun Grojogan Sewu, Tawangmangu
Siapa yang tak kenal dengan tempat wisata yang sudah ada sejak lama. Air terjun Grojogan Sewu, di Kecamatan Tawangmangu menjadi andalan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Nuansa asri dan alami menjadi pilihan untuk berkunjung. Jika ingin menginap merasakan dinginnya udara Tawangmangu, maka jangan bingung. Karena terdapat banyak penginapan yang tersedia disana.

Hamparan daun teh di Kemuning

Hamparan daun teh di Kemuning

4. Kebun Teh, Kemuning
Hamparan kebun teh berada kaki Gunung Lawu, tepatnya di Kecamatan Ngargoyoso dan Kecamatan Jenawi dan suasana alami, jangan sampai dilewatkan. Bagi pecinta suasana alam, disinilah tepat yang tepat untuk berrekreasi dengan keluarga sekedar melepas penat. Warna hijau daun teh mengelilingi perbukitan dan bagi pecinta teh, dapat menikmati kehangatan minuman yang terbuat dari racikan pucuk daun yang beraroma harum itu.

5. Cemoro Kandang
Merupakan tempat untuk pendakian ke Puncak Gunung Lawu. Suasana dingin dan terkadang kabut mengelayut menuruni bukit di tempat itu, bisa menjadi salah satu pilihan untuk berwisata. Tidak hanya itu, namun ada juga kuliner yang tersedia disana seperti sate ayam, sate kambing, jagung bakar, dan minuman-minuman hangat.

6. Air Terjun Parang Ijo
Tempat wisata air terjun Parang Ijo terletak di Desa Girimulyo, Kecamatan Ngargoyoso. Wisata Parang Ijo menjadi andalan wisata baru bagi Kabupaten Karanganyar. Keindahan pesona wisata daerah perkebunan dan pertanian di lereng Gunung lawu begitu indah dan menarik bagi para wisatawan.

Read More
AirTerjunPringgodaniq

Air Terjun Pringgodani

Air Terjun Pringgodani terletak di Kalurahan Blumbang 4 km dari terminal bus Tawangmangu, Air Terjun Pringgodani berada di kaki Gunung Lawu  kordinat 7°39’02″S – 111°09’29″T dan 1531 meter diatas permukaan air laut. Sebenarnya Pringgodani adalah obyek wisata sejarah/Religi berupa rumah joglo sebagai persembahyangan bagi penganut aliran kepercayaan,tetapi di sisi lain air terjun tersebut juga menawarkan keindahan, dengan 2 tingkat air terjun serta tinggi lebih dari 100 m, air terjun ini jauh lebih tinggi dan lebih spektakular dari pada Air Terjun Grojogan Sewu yang lebih dulu dikenal.

Air Terjun Pringgodani

Air Terjun Pringgodani

 

 

Tempat ini merupakan petilasan Eyang Cokronegoro, disebelahnya terdapat mata air sendang pengantin yang disakralkan,terdiri dari tujuh kucuran air dari lereng bukit. Para peziarah yang datang biasanya mandi di sendang sebagai puncak ritual mereka pada tengah malam. Sendang itu sendiri berada di atas air terjun, dan tempat inilah yang biasa dikunjungi sedangkan air terjunnya hanya bisa dilihat dari kejauhan karena lokasinya yang sulit dijangkau. Untuk dapat mencapai lokasi pengunjung harus berjalan kaki melewati jalan naik turun di pinggir tebing curam sejauh +/- 1 km dari jalan raya.

 

Menurut cerita dari penduduk setempat, Pertapan Pringgodani merupakan tempat bertapa seseorang yang pernah mengalahkan Prabu Boko pada jaman kerajaan Kaling. Sedangkan menurut penganut aliran spiritual, Pringgodani adalah wilayah kekuasaan Prabu Brawijaya V (raja majapahit terakhir) yang diserahkan kepada Eyang Koconegoro, ditempat inilah Eyang Koconegoro bertapa dengan tongkat menancap di tanah mendekatkan diri kepada sang Maha Pencipta, memohon untuk dapat hidup abadi, konon tongkat tersebut kini telah tumbuh menjadi sebuah pohon yang disebut kayu lewung. Dalam bertapa, apa yang diinginkan oleh Eyang Koconegoro belum dipenuhi oleh Sang Pencipta dan sesuai petunjuk gurunya agar keinginannya dipenuhi maka beliau harus naik ke puncak Lawu dan kembali bersemedi disana. Tentang kebenarannya kita tak pernah tahu.

 

Air Terjun Pringgodani

Air Terjun Pringgodani

Sampai dengan saat ini keberadaan Pertapan Pringgodani dan air terjunnya masih belum dikelola secara maksimal mengingat lokasinya yang jauh dari jalan raya, medannya yang berat dan tidak bisa di jangkau dengan kendaraan.

 

Read More
DSC_6784

Studi Lapangan Pengenalan Potensi Seni Budaya Lemhanas RI di Kab. Karanganyar

DSC_6784

Pertukaran Cinderamata Bupati Karanganyar Dengan Mayjen TNI Syafril Mahyudin Sebagai Pertanda Kunjungan Kerja Lembahas RI di Kabupaten Karanganyar

Karanganyar, 27 Agustus 2013 Dikawal Patwal Poltabes Solo rombongan LEMHANAS RI yang terdiri atas 10 orang datang ke Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar (27/08) dalam rangka Kunjungan Program Pendidikan Reguler Angkatan Ke – 50 Tahun 2013 LEMHANAS RI terkait potensi seni budaya yang ada di Kab. Karanganyar.

Rombongan tersebut merupakan peserta negara sahabat untuk kegiatan pengenalan budaya lokal yang dipimpin oleh Mayjen TNI Syafril Mahyudin (LEMHANAS RI). Adapun peserta dari negara sahabat yang ada seperti Brigjen Ayas Nabi Dar asal Pakistan sekaligus Ketua POK Peserta, Kolonel Clifford Keong Bon Kee (Singapura), Kolonel Yazid Bin Arshad (Malaysia), Kolonel Y. Sam Aun (Kamboja), Kolonel Radwan Abed Nabi Al-Qudat (Jordania), Letkol Medjeni Mahmoud (Aljazair). Acara dibuka dengan pertunjukan tari Indonesiaku karya Bupati Karanganyar yang diiringi musik tradisional lesung.

Dalam sambutannya Bupati Karanganyar Rina Iriani menjelaskan Kabupaten Karanganyar mempunyai 53 titik obyek wisata. Dari jumlah tersebut, 18 tempat berupa obyek wisata alam, 26 obyek wisata budaya, 9 obyek wisata buatan, dan 8 sarana rekreasi dan hiburan umum. Rina Iriani menunjukan beberapa destinasi wisata unggulan Kabupaten Karanganyar meliputi Taman Wisata Air Terjun Grojogan Sewu Tawangmangu, Situs Purbakala Menggung di Tawangmangu, dan  Museum Gula Tasikmadu di Kompleks Rekreasi Sondokoro. Selain itu juga ada wisata ziarah yang terdapat didaerahnya yakni Astana Mangadeg, Girilayu, dan Astana Giribangun.

Rina Iriani menambahkan terdapat beberapa wisata di Daerah Ngargoyoso yaitu Situs Candi Sukuh, Candi Cetho, Air Terjun Parangijo, Air Terjun Jumog, Telaga Madirda, dan tidak ketinggalan lanskap hijau kebun teh Kemuning. Rina Iriani berharap melalui Program Pengenalan Budaya Lokal PPRA ke 50 ini, para peserta dapat berkunjung langsung ke berbagai obyek wisata di Bumi Intanpari.  “mudah-mudahan dari pengamatan dan pengalaman langsung di obyek wisata dapat memberikan pertimbangan bagi terjalinnya kerjasama di bidang pengembangan pariwisata dan budaya antara Kabupaten Karanganyar dan negara sahabat peserta PPRA ke 50 LEMHANAS RI”, tegas rina. ad

Read More

Jalan Utama Kawasan Wisata Sukuh-Cetho Rusak Parah

Jalan utama kawasan wisata Candi Sukuh, Ngargoyoso, hingga Candi Cetho, Jenawi di Kabupaten Karanganyar rusak parah.

Pada 2012 ini perbaikan jalan baru sepanjang dua kilometer. Padahal jalur Ngargoyoso hingga Jenawi menyuguhkan objek wisata milik Kabupaten Karanganyar yang sangat berlimpah. Di jalur tersebut dapat kita jumpai objek wisata unggulan Candi Sukuh dan Cetho. Lainnya, ada hamparan kebun teh Kemuning, Air Terjun Jumog, Air Terjun Parang Ijo,Telaga Madirda, Tahura dan jajaran tempat pribadatan umat Hindu.

Sayang, berdasarkan pantauan, Kamis (20/9/2012), banyak lubang menganga di sepanjang jalur utama kawasan wisata tersebut. Salah satu area paling parah terlihat di jalan depan Polsek Ngargoyoso.  “Beberapa wisatawan mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan minimnya petunjuk arah menuju objek wisata,” ungkap seorang petugas pintu masuk kawasan wisata Sukuh-Cetho, Saimin, saat ditemui, Kamis.

Camat Ngargoyoso, Sugiyarto, Kamis itu mengatakan kondisi jalan utama yang rusak memang mempengaruhi pariwisata di daerahnya. Namun, menurutnya masih bisa terbantu dengan kondisi jalan masuk masing-masing objek wisata yang sudah cukup baik berkat pengelolaan desa.

Sebenarnya sudah ada anggaran rutin tiap tahunnya yang digelontorkan Pemkab Karanganyar lewat Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk merawat jalan utama. Namun, entah kondisi tanah atau material penambal lubang jalan yang kurang berkualitas membuat jalan kembali berlubang. Saat ini, perbaikan jalan utama baru dilaksanakan sepanjang dua kilometer dari titik Sudimoro hingga Ngargoyoso.

“Tender proyek baru saja dilaksanakan. Pengerjaan baru dimulai dari penyelesaian gorong-gorong. Tak perlu menunggu lama, jalan akan kembali mulus,” jelas Kepala DPU Karanganyar, Priharyanto.

Read More
Grojogan sewu

Grojogan Sewu Dipadati 75.000 Pengunjung

Tempat Wisata Air Terjun Grojogan Sewu sampai H+7 masih dibanjiri pengunjung, bahkan dari data pembelian karcis menembus angka 75.000 selama Lebaran. Hal itu disampaikan Kepala Tata Usaha Objek Wisata Grojogan Sewu, Widodo, di kantornya, Minggu (26/8/2012).

Widodo mengatakan jumlah pengunjung sampai H+7 masih cukup ramai. “H+7 merupakan hari terakhir libur Lebaran pada tahun ini, sehingga jumlahnya cukup banyak sampai menembus angka 75.000 pengunjung,” ujarnya.

Jumlah pengunjung, kata Widodo, mengalami peningkatan cukup signifikan. “Tahun lalu jumlah pengunjung Lebaran 63.398, sedangkan pada Lebaran kali ini hampir mencapai 77.000 pengunjung atau naik sekitar 20%,” ujarnya.

Dia menambahkan, jumlah pengunjung dari data lima tahun terakhir rata-rata kurang dari 75.000 pengujung. “ Tahun ini jumlah pengujung benar-benar membeludak,” ujarnya.

Jumlah meningkat, kata Widodo, dikarenakan jumlah libur Lebaran pada tahun  ini lebih banyak dari tahun  sebelumnya. Selain itu, kata dia, dengan perbaikan infrastrukur di Grojogan Sewu, pengunjung lebih nyaman dan senang.

“Selain perbaikan infrastruktur, kami akan terus berinovasi sehingga tetap menjadi andalan wisata di Kabupaten Karanganyar maupun Soloraya,” ujarnya.  Petugas lain, Maryoto mengatakan jumlah pengunjungdari H+1 sampai H+7 selalu membeludak.  “Puncaknya pada H+3 Lebaran, dalam sehari mencapai 17.600 pengunjung,” ujarnya.

Seorang pengujung asal Sukoharjo, Vera Pebriani, saat ditemui mengaku senang berkunjung di Grojogan Sewu. “Saya lihat Grojogan Sewu terus dibenahi dan pengunjung cukup banyak,” ujarnya.

Read More

Tahun Baru, Tawangmangu Dipadati Pengunjung

Tawangmangu tampaknya masih menjadi magnet tersendiri bagi warga di seputaran Solo dan sekitarnya untuk merayakan tahun baru, Minggu (1/1). Pasalnya ribuan kendaraan bermotor memadati jalan di sepanjang jalur menuju Tawangmangu sekitar dua kilometer lebih pada Minggu (1/1).
Dari pengamatan di lapangan, kemacetan tersebut terjadi akibat adanya pertemuan arus antara pengguna kendaraan yang hendak turun dan kendaraan menuju Tawangmangu. Kemacetan tersebut terjadi mulai terlihat dari Desa Plumbon, Kali Samin hingga Sumokado yang didominasi dengan kelokan dan tanjakan. “Ini sudah biasa saat tahun baru tiba,” ujar Mulyono (35) salah satu warga Nglebak saat ditemui  di jalur Kali Samin Tawangmangu.
Sementara itu, jalur menuju Tawangmangu dari Matesih pun mengalami hal serupa, kendati tidak seramai jalur Kali Samin namun kondisinya hampir sama yakni ribuan kendaraan bermotor mulai beriringan untuk menuju ke Tawangmangu.
Terpisah, Camat Tawangmangu, Yopi Eko Jatiwibowo memperkirakan ada ribuan wisatawan yang menghabiskan Tahun Baru di Tawangmangu. Selain menikmati udara dingin pegunungan, biasanya wisatawan tersebut juga ingin melihat perayaan tahun baru di Tawangmangu yang biasanya dimeriahkan dengan perayaan pesta kembang api.
Selain akses jalur Tawangmangu yang dipenuhi kendaraan, pemandangan yang sama juga terlihat di jalur Karangpandan – Ngargoyoso yang merupakan akses menuju Candi Sukuh, Candi Cetho, Air Terjun Jumog, Air Terjun Parang Ijo dan sejumlah obyek wisata lainnya.
Selain itu menjelang natal dan pergantian tahun baru kemarin sejumlah hotel, vila dan penginapan penuh oleh para wisatawan yang ingin merayakan pergantian tahun dan liburannya di Tawangmangu.

Read More

Air Terjun Jumog

Air Terjun Jumog terletak di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar. Air terjunnya tidak terlalu tinggi, namun tetap memancarkan keindahan khas wisata alam. Konon, setiap pukul sepuluh pagi, muncul pelangi di air terjun ini.

Read More

Gorojogan Sewu

Dengan lokasi ketinggian kira-kira 1000 meter di atas permukaan air laut, hawa sejuk sangat terasa di tempat ini. Apalagi di kanan kiri air terjun banyak pohon besar yang berumur puluhan bahkan ratusan tahun.

Read More