Berkali-Kali Mewakili Indonesia dalam Ajang Internasional, Erma Nur Janahwati Banggakan Karanganyar Atas Prestasinya

KARANGANYAR – Erma Nur Janahwati, mahasiswi Universitas Gadjah Mada berhasil memenangkan Digital Summit 2023 yang diselenggarakan oleh Indege Amerika. Dengan tajuk #FutureReadyHealthcare yang diselenggarakan selama 2 hari pada 19 – 20 September 2023. Acara virtual kepemimpinan pemikiran eksklusif tersebut membawa partisipasinya untuk berdiskusi  mengenai komersialisasi untuk Pharma (Perusahaan farmasi).

Erma berhasil menjuarai Digital Summit 2023 sebagai Summit Champions atau Juara 1 mengalahkan berbagai negara dari USA, Europe, bahkan Asia. Erma menduduki posisi pemenang pertama dari 600 delegates dari berbagai negara. Sebagai perwakilan dari Indonesia, Erma berperan aktif dalam forum dengan mengunjungi stan yang ada dan saling sharing berbagai pandangan dan pengalamannya di bidang komersialisasi dengan delegasi lainnya.

Selain membagikan pengalamannya dalam dunia komersil, Erma adalah salah satu mahasiswa dari Indonesia yang bersanding dengan para direktur dan manager dari barbagai perusahaan. Salah satunya sebagai Juara ada Udayweer dari India.

Erma sadar bahwa digital komersialisasi adalah salah satu hal yang penting dalam penjualan produk. Ditambah berkembangnya AI Generated membuat company harus bisa segera bergerak dan memanfaatkan kesempatan tersebut dalam pembuatan konten komersial. Sebagai Content Creator yang memegang berbagai social media, seperti Instagram, TikTok, Twitter, Facebook, YouTube dan LinkedIn membuat Erma memiliki pengetahuan yang luas dalam membuat konten menggunai AI Powered.

Read More
WhatsApp Image 2023-06-22 at 09.59.36

Saka Milenial Kabupaten Karanganyar : “Garda Terdepan Literasi Digital”

 

Pramuka, selalu identik dengan aktivitas di alam bebas. Tapi sekarang, di era industry 4.0, pramuka harus mengikuti mekanime perkembangan jaman. Tidak saja kemampuan jelajah alam dan jelajah malam yang perlu dimiliki, kini pramuka juga perlu meningkatkan kompetensi jelajah dunia digital. Kini eranya teknologi machine learning dan Artificial Intelegence (AI), pramuka harus berdaya dan memberi manfaat sesuai tuntutan jamannya.

Menjawab tantangan tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karanganyar melalui Pimpinan Saka (Pinsaka) melantik Dewan Saka Milenial Gerakan Pramuka Kwarcab Kab Karanganyar pada Rabu (21/6), di Ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar. Saka Milenial adalah sebutan bagi Satuan Karya Pramuka Mitra Inovasi dan Literasi Teknologi Informasi Digital yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Tengah selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (KaMabiDa) Pramuka Jawa Tengah. Saka Milenial bergerak di bidang edukasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), baik hardskill maupun softskillnya.

 

Tigabelas pramuka penegak menjadi dewan saka milenial dilantik oleh Kakak Hartono, S.Sos.,M.Si selaku Pinsaka. Kakak Sutarmo, S.E.,M.M mewakili Ka Mabi Saka memberikan sambutan dan arahan kepada dewan saka untuk segera menyusun program kegiatan dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

 Saka milenial meliputi lima krida yakni Krida Literasi Digital Dan Internet.(Lidinet, Peminatan terkait penyuluhan, berbagi pengetahuan dan pemanfaatan media digital dan internet yang baik, khususnya kontrol penggunaan media social. Krida Kreasi Animasi Dan Multimedia (Krani media) ditujukan untuk anggota pramuka yang menyenangi pembuatan dan pengolahan video, gambar, dan animasi dalam bentuk digital; Krida Inovasi Perangkat Lunak (Krida Ikat) anggota pramuka yang lebih minat dalam kegiatan rekayasa perangkat lunak, membuat aplikasi, aplikasi berbasis websitedesktop juga mobile; Krida Telemetri dan Robotika (Krida Teletika) anggota pramuka yang menyenangi pembuatan berbasis radio frekuensi, Internet of Thing (IoT), dan teknologi robotika; dan Krida Pengembangan Teknologi Jaringan dan Big Data (Krida Jarkomdata) ditujukan untuk anggota pramuka yang meminati pengetahuan dan keterampilan tentang sistem jaringan komputer, keamanan jaringan komputer, teknologi server dan mining data. Saat ini Saka Milenial Kabupaten Karanganyar berfokus pada dua krida, yakni krida Lidinet dan Kranimedia.

Meskipun belum lama dibentuk, embrio Saka Milenial Kabupaten Karanganyar telah berkiprah sejak pandemi. Tahun 2021, Saka Milenial memenangi ajang Anugrah Pandu Citra Loka Tingkat Provinsi Jawa Tengah atau anugrah di bidang kehumasan pramuka sebagai Runner Up Duta Humas Kwarda Jateng atas nama Endang Palupi, S.ST,M.K.M. Di tahun berikutnya, yakni 2022, kembali Saka Milenial Karanganyar meraih prestasi sebagai Juara I Duta Humas pada ajang yang sama atas nama Amelia Pingky Tita Suwito. Pencapaian ini dilengkapi dengan raihan juara 2 Podcast Pramuka Kwarda Jateng yang mengangkat tema Saka Milenial Makin Cakap Digital.

 

Saka Milenial Kabupaten Karanganyar mulai bergerak aktif dengan beberapa agenda seperti KOPDAR – Sinau Bareng Mobile Videography, mengikuti lomba Saka Tergiat tingkat provinsi Jateng, berpartisipasi dalam Cakap Digital Fest dari Kementerian Kominfo RI di De Tjolomadu. (sofi).

 

 

 

 

 

 

Read More

Lawan Flu Burung, 400 Liter Disinfektan Disiapkan

Dinas Pertanakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Karanganyar telah menyiapkan 400 liter cairan disinfektan untuk melawan serangan penyakit flu burug atau avian influenza (AI).

Penjelasan tersebut disampaikan Kepala Disnakkan Karanganyar, Muhammad Hatta, saat ditemuidi ruang kerjanya, Rabu (26/12/2012).

Dalam waktu dekat cairan disinfektan tersebut akan digunakan untuk menyemprot kandang unggas utamanya itik atau bebek. Namun penyemprotan oleh petugas Disnakkan hanya dilakukan sebatas sebagai dorongan awal. Selanjutnya, dia menjelaskan, peternak unggas diminta melakukan penyemprotan secara mandiri. Disnakkan menyediakan cairan disinfektan secara gratis bagi mereka.

“Persediaan cairan disinfektan lebih dari cukup untuk menyemprot kandang-kandang unggas. Saat ini sedang dalam tahap penjadwalan penyemprotan oleh petugas,” katanya.

Hatta mengakui jumlah itik di Karanganyar yang mati periode Oktober-November cukup banyak. Sampai saat ini baru 7.500 ekor itik yang dilaporkan mati mendadak awal musim penghujan. Padahal diyakini jumlah itik yang mati pada periode tersebut hingga saat ini jauh lebih besar dari angka itu.

Lebih lanjut Hatta mengimbau peternak melakukan tindakan pemusnahan unggas milik mereka bila sudah ada gejala serangan flu burung. Langkah pemusnahan unggas oleh Disnakkan tidak bisa dilakukan lantaran terkendala dana kompensasi.

“Bila ada beberapa unggas yang mati mendadak dengan gejala sakit flu burung peternak kami imbau memusnahkan sendiri unggas lain yang tersisa. Langkah ini untuk mengantisipasi menyebarnya virus flu burung ke unggas lain,” imbuhnya.

Peternak dilarang keras menjual unggas sakit dengan gejala penyakit flu burung. Sebab bisa saja flu burung menular kepada manusia. Untuk mencegah penyebaran virus flu burung, peternak sangat dianjurkan rutin membersihkan kandang unggas.  “Karena serangan kali ini cukup ganas dari sebelumnya, selalu berhati-hati saat berinteraksi dengan unggas. Jangan sentuh langsung unggas sakit atau yang mati,” tegas dia.

Petugas Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Disnakkan Karanganyar, Fatkhur Rahman, menerangkan sampai saat ini baru 7.500 unggas yang dilaporkan mati mendadak. Padahal angka di lapangan jauh lebih besar dari data tersebut.

“Segera laporkan petugas kami bila ada kematian mendadak dan massal berbagai jenis unggas,” harapnya.

Read More