DSC_0084

Pengukuhan Pengurus MTNI Kecamatan Karanganyar

kominfo

Bupati Karanganyar, Juliyatmono beri ucapan selamat pada segenap Pengurus MTNI Kec. Karanganyar yang baru dikukuhkan, Rabu (8/2) kemarin.

Karanganyar, Kamis 9 Februari 2017

Pengukuhan Pengurus Majelis Ta’lim Nurul Iman (MTNI) Kecamatan Karanganyar dihadiri Bupati Karanganyar, Rabu (8/2/2017) kemarin di Kalurahan Tegal Gede.

Dalam sambutannya Juliyatmono menceritakan sedikit sejarah berdirinya Majelis Ta’lim Nurul Iman yang merupakan wadah pengajian antar pegawai di Kabupaten Karanganyar .

“Asal mula MTNI itu sejak jaman Bupati Sudarmaji, dulu diwadahi lewat Majelis Taklim Nurul Iman, agar para pegawai bisa belajar agama bersama, tanpa perlu malu supaya kita makin baik dan tambah pemahaman” tuturnya.

Lebih lanjut, Bupati Juliyatmono meminta MTNI harus bisa memposisikan diri sebagai majelis taklim yg bisa merukunkan, mendamaikan, menyemangati, dan menghadirkan situasi yang sejuk di tengah-tengah kita. Supaya terciptanya Masyarakat madani yaitu masyarakat yang beradab, masyarakat yang terbuka, masyarakat yang heterogen tapi kompak, masyarakat yang menghormati kepada siapapun, masyarakat mau menerima perbedaan sehingga terciptanya jalan menuju surga.

“Paling tidak dua bulan sekali digilir jadwal pengajian untuk para pegawai di lingkungan Kabupaten Karanganyar, tidak mengganggu jam kantor dan kegiatan para pegawai,”terangnya.

Pada kesempatan tersebut  Bupati berharap Kepengurusan MTNI yang baru dengan Ketua terpilih Subarkah, dapat menghidupkan kembali semangat membaca Al- Qur’an serta mendalami ilmu agama Islam bagi para pegawai di Kabupaten Karanganyar.

Demikian Diskminfo (adt/by)

Read More
web

Sebelum Nikah, Usia Dewasa Diberi Kursus Pra Nikah

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo menjadi pembicara pada Kursus Pra Nikah bagi  mereka yang telah berusia dewasa sebelum nikah, baik yang sudah mempunyai pasangan atau pun yang belum.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo menjadi pembicara pada Kursus Pra Nikah bagi mereka yang telah berusia dewasa sebelum nikah, baik yang sudah mempunyai pasangan atau pun yang belum.

Karanganyar, Rabu (14/12/2016)

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo menjadi pembicara pada Kursus Pra Nikah bagi  mereka yang telah berusia dewasa sebelum nikah, baik yang sudah mempunyai pasangan atau pun yang belum.

“Berbahagialah bagi kalian yang akan menikah. Namun bagaimana caranya bisa sakinah, mawadah, warohmah, dan sah menurut agama dan peraturan. Itu yang dikupas pada kursus ini,” kata Wakil Bupati, Rohadi Widodo, Selasa (13/12) di Gedung KPRI Prasojo, Jumapolo.

Tahun 2016 di Kabupaten Karanganyar terdapat 6.500 pernikahan, namun tidak sedikit yang bercerai. Wakil Bupati memberikan saran kepada peserta kursus agar setelah menikah nanti, harus saling memahami karena tidak ada kesempurnaan. Tetapi pasangan itu adalah pilihan mereka, yang terbaik menurutnya.

“Saling memahami dan mengisi kekurangan suami dan istri. Hak dan kewajiban dalam rumah tangga juga harus dijunjung tinggi,” katanya.

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Mustain Ahmad, menuturkan kursus itu untuk orang yang sudah berusia layak menikah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Tahun ini menyasar 900 peserta, yang terbagi menjadi enam angkatan di 17 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar, setiap angkatan 150 peserta,” katanya.

Dia juga menjelaskan selama dua hari atau 18 jam pelajaran, peserta kursus diberikan materi berupa peraturan menyangkut pernikahan, tentang perlindungan terhadap anak dan perempuan, fungsi-fungsi keluarga, dan KDRT.

“Harapannya setelah dapat kursus ini mempunyai kado atau hidup baru, dengan penuh tanggung jawab dan benar dalam berumah tangga,” katanya.pd

Read More
web

Ribuan Elemen Ikuti Apel Nusantara Bersatu

Ribuan orang menghadiri Apel Nusantara Bersatu, Indonesia Milikku, Indonesia Milikmu, Indonesia Milik Kita Semua,  yang diadakan di Alun-alun Kabupaten Karanganyar, Selasa (29/11). Dalam orasi, Bupati mengatakan kita adalah bersaudara, berada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Marilah cintai negeri ini.

Ribuan orang menghadiri Apel Nusantara Bersatu, Indonesia Milikku, Indonesia Milikmu, Indonesia Milik Kita Semua, yang diadakan di Alun-alun Kabupaten Karanganyar, Selasa (29/11). Dalam orasi, Bupati mengatakan kita adalah bersaudara, berada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Marilah cintai negeri ini.

Karanganyar, Selasa (29/11/2016)

Ribuan orang menghadiri Apel Nusantara Bersatu, Indonesia Milikku, Indonesia Milikmu, Indonesia Milik Kita Semua,  yang diadakan di Alun-alun Kabupaten Karanganyar, Selasa (29/11) dengan memakai berbagai identitas baju mereka.

Terlihat ada TNI, Polri, guru, Korpri, ada pula yang memakai baju daerah di Indonesia, Aparatur Sipil Negara (ASN), linmas, organisasi masa dan organisasi wanita. Mereka bersatu berkumpul sambil mendengarkan orasi dari Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Dalam orasi, Bupati mengatakan kita adalah bersaudara, berada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Marilah cintai negeri ini.

“Marilah saling bahu membahu, bergotong royong untuk meneguhkan rasa bangga terhadap tanah air Indonesia,” kata Bupati.

Ditengah-tengah ribuan elemen itu, dengan semangat berapi-api, Bupati juga mengatakan para pejuang kemerdekaan yang telah mengorbankan apapun, darah, tetesan air mata, jutaan rakyat saat itu berjuang untuk ingin merdeka.

“Cita-cita mereka sama, NKRI keluar dari penjajahan, merdeka untuk menuju Indonesia yang sejahtera, dari suku bangsa,adat istiadat, agama, warna kulit, ras, berbahasa, semuanya membulatkan tekad  untuk menyatukan diri bahwa Negara Indonesia adalah negara hukum berdasarkan Pancasila.

Oleh karena itulah, sejak dulu, sekarang dan akan datang ideologi bangsa kita adalah Pancasila, lanjutnya, Pancasila adalah pandangan hidup menuju kesejahteraan Indonesia, selanjutnya mari kita perkokoh ideologi kita, berbangsa dan bernegara. Beragam suku agama bahasa menyatu dalam Bhineka Tunggal Ika.pd

Read More
DSC_0369

PENINGKATAN TOLERANSI DAN KERUKUNAN DALAM KEHIDUPAN BERAGAMA

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat menyampaikan sambutan dalam acara “Peningkatan Toleransi Dan Kerukunan Dalam Kehidupan Beragama” di Hotel Taman Sari Karanganyar Rabu pagi (31/08)

Dalam rangka meningkatkan kerukunan umat beragama guna menjaga persatuan dan kesatuan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) Karanganyar menyelenggarakan peningkatan toleransi kerukunan umat beragama Kabupaten Karanganyar tahun 2016 di Hotel Taman Sari Karanganyar, Rabu (31/ 08).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Karanganyar, FORKOMPINDA Karanganyar, Kepala KESBANGPOL, SKPD,  Ketua FKUB serta diikuti Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Dewan Penasihat FKUB dan Organisasi Keagamaan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan dan menjaga toleransi beragama dengan mempertinggi rasa saling menghormati antar umat beragama sejalan dengan konsep universal kemanusiaan, menghindari eksklusifisme agama, meningkatkan pemahaman wawasan kebangsaan dan pemantapan Pancasila sebagai landasan hidup.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo menyampaikan bahwa kerukunan umat beragama adalah keadaan hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengalaman ajaran agamanya dan kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pemerintah mempunyai tugas untuk memberikan bimbingan dan pelayanan agar setiap penduduk dalam melaksanakan ajaran agamanya dapat berlangsung dengan rukun, lancar dan tertib. Arah kebijakan Pemerintah dalam pembangunan nasional di bidang agama antara lain peningkatan kualitas pelayanan dan pemahaman agama, kehidupan beragama, serta peningkatan kerukunan intern dan antar umat beragama.

Demikian Dishubkominfo (ft)

Read More
aku (2)

Kemah Kebangsaan Wujud Kerukunan Umat Beragama

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengalungkan tanda peserta Kemah Kebangsaan tahun 2016, Rabu (20/07) di Lapangan Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengalungkan tanda peserta Kemah Kebangsaan tahun 2016, Rabu (20/07) di Lapangan Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso.

Karanganyar, Kamis (21/07/2016)

Cermin kerukunan umat beragama di Kabupaten Karanganyar terwujud di Kemah Kebangsaan, dengan berkumpulnya antar pemeluk agama dalam satu tenda.

Di tenda itu, pemeluk agama Islam, Katholik, Kristen, Budha, dan Hindu beraktivitas dalam satu tenda. Mereka juga saling berdiskusi, dan mengikuti kegiatan ceramah dari pemateri yang telah di jadwalkan.

Penyelenggaraan kemah kebangsaan tahun ini merupakan tahun ketiga. Untuk pertama kali diadakan tahun 2014 di Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso, tahun 2015 di Camping Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu. Kemudian tahun 2016 diadakan di Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso.

“Kemah kebangsaan ini diikuti sebanyak 187 orang masing masing pemeluk agama dan juga pramuka. Setiap kecamatan mengirimkan peserta 11 orang,” kata Ketua Panitia, Siti Maesyaroch, Rabu (20/07) di sela acara pembukaan oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Siti Maesyaroch juga menjelaskan semua peserta mengikuti berbagai kegiatan yang terdiri ceramah, outbond, bhakti sosial dari Rabu hingga Jumat (20-22/07).

Bupati Karanganyar saat pembukaan acara mengatakan, membangun generasi yang berkarakter dapat menyelamatakan semua kegiatan pembangunan. Melalui kemah kebangsaan ini adalah membangun masa depan yang sesunggunnya dengan menjaga kerukunan umat beragama.

“Mari kita jaga keberagaman dengan baik. Di dunia ini tidak ada kesamaan, namun dengan adanya perbedaan akan munculkan ide dan dapat melengkapi atas kekerungan,” kata Bupati.

Dia juga mengharapkan semoga kemah kebangasaan ini menjadi inspirasi siapapun, bahwa ini sebagai implementasi nilai nilai Pancasila. “Keberagaman yang terjaga dengan baik akan menjadi benteng yang kuat untuk pertahanan dan keamanan wilayah,” kata Bupati. pd

Read More
DSC_6807

Kena Tilang, Diberi Kultum Dai Kamtibmas

Dai Kamtibmas memberikan ceramah kepada pelanggar lalu lintas kena tilang, Selasa (24/05)

Dai Kamtibmas memberikan ceramah kepada pelanggar lalu lintas terkena tilang, Selasa (24/05)

Karanganyar, Rabu (25/05/2016)

Bagi pengendara kendaraan bermotor yang melakukan pelanggaran dan dikenai surat tilang, di berikan ceramah kultum oleh Dai Kamtibmas sambil menunggu selesainya proses administrasi.

Belasan polisi Polres Karanganyar menghentikan, memeriksa surat-surat kendaraan, dan  melihat kelengkapan spesifikasi motor.

Selama satu jam Operasi Patuh Candi 2016 di depan Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (24/05) pagi terdapat 65 pelanggaran dari pengendara sepeda motor. Mereka tak mampu menunjukan kelengkapan surat-surat kendaraan dan pelanggaran kasat mata yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Kemudian, bagi pelanggar, diminta duduk untuk mendengarakan ceramah dari tiga Dai Kamtibmas. Penceramah menganjurkan kepada mereka agar tidak merugikan orang lain.

“Pentingnya tertib berlalu lintas dalam perspektif agama. Agama mengatur semua aspek termasuk tata tertib lalu lintas. Dalil yang mendukung banyak. Salah satunya tidak boleh mencelakai diri sendiri dan orang lain,” kata Ketua Dai Kamtibmas, Ustadz Hadfidzi.

Sementara itu ditempat yang sama, Kasat Lantas, Polres Karanganyar, AKP Suryo Wibowo, SIK mengatakan pihaknya mendapatkan dukungan dengan melibatkan dai kamtibmas untuk memberikan nasehat-nasehat tertib berlalu lintas.pd

Read More
DSC_0101

Silahturahmi Bupati dengan Pimpinan Pondok Pesantren Kabupaten Karanganyar

 

kominfo

Juliyatmono saat menyampaikan paparan dalam acara silaturahmi dengan pimpinan Pondok Pesantren se Kabupaten, Karanganyar, Kamis (07/04).

Karanganyar, 8 April 2016

Pimpinan pondok pesantren se Kabupaten Karanganyar menghadiri acara Silaturahmi dengan Bupati di Anturium Rumah Dinas Bupati, Kamis (7/04) kemarin.

Pada acara silaturahmi ini menekankan pada kesadaran masyarakat mengenai mengaji, diharapkan untuk kegiatan mengaji kembali rutin dilakukan sebagai umat beragama Islam. Entah dilakukan di luar rumah secara bersama-sama atupun di dalam rumah secara individu.

Dengan gerakan gemar mengaji ini nantinya akan diterapkan pada semua kalangan pendidikan serta pasangan yang akan menikah harus mengikuti pendidikan pra nikah dan harus menyertakan sertifikat mengaji. Dengan demikian dapat menutup ruang-ruang masyarakat untuk tidak mencari hiburan yang lebih banyak menimbulkan kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain, namun lebih banyak memperdalam agama dengan mengaji atau kegiatan ibadah lainnya.

“Masyarakat dengan berbagai ragam peran alim ulama dan ustad sangat diperlukan agar masyarakat Kabupaten Karanganyar menjadi lebih baik kedepannya,” ujar Rohadi Widodo selaku wakil Bupati Kabupaten Karanganyar.

Kegiatan mengaji biasanya dilakukan di rumah masing-masing bakda mahgrib atau dipagi hari setelah solat subuh serta dapat  menghadiri kajian rutin tiap  pagi .

Rencananya tahun ini Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan mengadakan kegiatan-kegiatan keagamaan demi menunjang pendalaman ilmu agama, yaitu acara Cinta Rosul sebagai kegiatan salah satu peringatan hari jadi  Kabupaten Karanganyar.  Dan diharapkan juga  diadakannya pengajian akad pagi disetiap Kecamatan secara rutin.

Dishubkominfo Karanganyar (ch/umi)

Read More
DSC_0036

Juliyatmono : Parpol Harus Semakin Dewasa

kominfo

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat membuka Ceramah Perkembagan Politik yang dihadiri Wakil Bupati Karanganyar, Wakil Ketua Dewan, Kapolres Karanganyar, Dandim 0727 Karanganyar dan diikuti peserta dari berbagai elemen masyarakat, Selasa (29/3).

Karanganyar, Selasa 29 Maret 2016

Disebut sebagai negara yang demokratis tentu harus ada parameter yang jelas. Oleh karenanya Partai Politik (Parpol) harus menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, serta sebagai pilar dalam perkembangan politik kedepan yang lebih baik.

“Alhamdulillah, kondisi perpolitikan di Karanganyar kondusif, karena memang Karanganyar kemarin tidak mengadakan pilkada, oleh karena itu tidak ada kompetisi antar parpol dan pemerintahan masih berjalan memasuki tahun ke-3. Sebagai kader parpol, mari kita berdiskusi bersama untuk kemajuan perpolitikan kita,” terang Bupati Karanganyar, Juliyatmono  saat menyampaikan sambutannya sekaligus membuka kegiatan Ceramah Perkembangan Politik, Selasa (29/3) di Gedung DPRD Karanganyar.

Juliyatmono juga mengatakan bahwa sesama kader parpol jangan menimbulkan konflik internal yang dapat berpengaruh pada stabilitas politik. Berkompetisilah pada saat pelaksanaan pemilu, karena itu sah untuk dilakukan.

Menurutnya kader parpol yang baik adalah kader yang dapat mengembangkan ide-ide baru  dan positif sehingga membuka pemikiran dan gagasan yang maju.

“Harusnya partai politik harus semakin dewasa, dapat memilih kader parpol yang baik. Bukan hanya memikirkan finansialnya saja untuk kepentingan kampanye,” tandasnya.

Juliyatmono menghimbau supaya menjaga kehormatan partai demi kondusifitas perpolitikan.

“Mari menjaga partai menjadi terhormat agar masyarakat lebih percaya pada perkembangan politik Negara kita. Semoga dengan kegiatan ceramah perkembangan politik ini dapat mereview, menjadikan kondisi Karanganyar selalu kondusif, berkesinambungan dan semoga diharapkan tidak ada gesekan/pertarungan terhadap pelaku-pelaku poltik praktis” pesannya dihadapan peserta meliputi Pengurus Parpol, Anggota Forum Koordinasi Kecamatan, Tokoh Masyarakat, Tokoh agama, Tokoh Pemuda Karanganyar.

Sementara itu Kepala Badan Kesbangpol Karanganyar, Muh. Indrayanto mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui informasi terkini mengenai perkembangan politik dan persoalan-persoalan yang terjadi didalam perpolitikan Indonesia khususnya di wilayah Kab. Karanganyar.

Pada kegiatan ceramah  politik tersebut menghadirkan Narasumber dari Kejaksaan Negeri Karanganyar, Teguh Subroto, mengenai  Pencegahan Tindak Korupsi pada Kebijakan Pemerintah Daerah dan Praktisi dari UNS, DR. Drajat Tri Kartono tentang Peran partai politik dan sikap masyarakat.

Dishubkominfo Karanganyar (ind/umi)

Read More
DSC_0059

Bumi Perkemahan Delingan Menjadi Pusat Kegiatan Jambore Nasional Muhammadiyah

dishubkominfokra

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin didampingi Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menghadiriKegiatan Jambore Nasional Santri Pondok Pesantren Muhammadiyah, di Bumi Perkemahan Delingan

 

Karanganyar, Jumat 26 Februari 2016

Untuk kali pertama Kabupaten Karanganyar menjadi lokasi pusat kegiatan Jambore Nasional Santri Muhammadiyah tepatnya di Bumi Perkemahan Delingan, Jum’at pagi (26/2).

Hadir Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin sekaligus membuka Jambore Nasional didampingi perwakilan Gubernur Jawa Tengah, Bupati, Wakil Bupati Karanganyar, Forkompinda serta jajaran SKPD Karanganyar.

Dalam sambutannya,Lukman Hakim Syaifuddin menyampaikan momentum perkemahan Jambore Nasional harus digunakan sebagai reaktualisasi dan revitalisasi, spirit agama dalam berbangsa dan bernegara. Dengan ilmu yang diajarkan di Pondok Pesantren diharapkan menjadi benteng pertahanan terorisme agama. Hal tersebut sesuai penemuan penelitian yang dilaksanakan oleh Badan Litbang Kementerian Agama RI Tahun 2010 bahwa semakin dalam pengetahuan agama seseorang maka ia semakin menghindar dari perbuatan kekerasan atas nama agama.

“Melihat kiprah santri, maka Presiden Joko Widodo menetapkan Tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Sebagai pengakuan negara atas kontribusi santri dalam pembangunan,” ungkapnya.

Selanjutnya Bupati Karanganyar Juliyatmono berharap semoga Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia turut serta memajukan pembangunan Kab/Kota. Hal ini sesuai visi Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama memajukan Karanganyar dengan lima (5) misi salah satunya Peningkatan kualitas Keagamaan, Sosial dan Budaya.

“Pelaksanaan Jambore Nasional Santri ini, saya berharap mampu memberikan dampak positif untuk kemajuan pembangunan Nasional khususnya Karanganyar yang saat ini menjadi tempat pusat kegiatan Jambore tepatnya di bumi perkemahan Delingan. Ini merupakan penghargaan yang tinggi dan rasa bangga bagi saya atas nama Pemerintah Karanganyar dan masyarakat Karanganyar umumnya. Dan berharap Karanganyar lebih dikenal lagi di Indonesia untuk potensi pariwisata dan kulinernya,” tutur Juliyatmono.

Dishubkominfo Karanganyar (umi/bn)

 

Read More
DSC_0133

Barongsai dan Naga Liong Meriahkan Imlek

Atraksi barongsai saat berusaha mengambil angpao di emperan toko saat perayaan Imlek 2567 tahun, di Kecamatan Karangpandan, Minggu (14/02)

Atraksi barongsai saat berusaha mengambil angpao di emperan toko pada perayaan Imlek 2567 tahun, di Kecamatan Karangpandan, Minggu (14/02)

Karanganyar, Minggu (14/02/2016)
Perayaan Tahun Baru Imlek 2567 tahun terasa sangat meriah dengan adanya lima barongsai dan naga liong. Atraksi hebat yang persembahkan dari paguyuban warga keturunan Tionghoa di seluruh Kabupaten Karanganyar mampu memberi hiburan meriah bagi warga Kecamatan Karangpandan, Minggu (14/02) sore.

Tak sangka dari perkiraan sebelumnya, atraksi hiburan gratis dimulai pukul 15.00 WIB sangat dinantikan oleh ribuan penonton. Bahkan di lokasi penyelenggaraan, di terminal Karangpandan terlihat penuh sesak kehadiran warga yang datang sejak siang hari.

Sebelum di terminal, barongsai dan naga liong menunggu kehadiran Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo dengan sejumlah rombongan di sisi barat pasar Karangpandan.

Selanjutnya, sambil berjalan kaki, barongsai-barongsai itu mengambil angpao yang telah digantungkan di emperan rumah dan toko sambil meloncat. Tak hanya itu saja, namun perayaan itu juga menghadirkan peragaan olahraga Wushu yang dilakukan sebanyak 15 orang di panggung utama.

“Perayaan imlek ini telah kami lakukan dua kali, tahun lalu di pusat kota Karanganyar, dan tahun ini di Karangpandan,” kata Ketua Panitia Imlek, Harsanto, saat di lokasi.

Pegusaha ikan patin itu juga menjelaskan pada kegiatan itu juga diberikan bantuan bingkisan sembako kepada 200 warga tidak mampu dan penebaran benih ikan sebanyak 200.000 ekor di Sungai Dimoro, sebagai kecintaan kepada alam, khususnya sungai.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono menghimbau untuk menjaga kekompakan, saling membantu, dan persatuan kesatuan.

“Ini adalah kekuatan untuk dijaga dengan baik. Tidak boleh membeda-bedakan, warna kulit, asal usul, agama, etnik, ras dan golongan, semua membaur menjadi satu,” katanya.

Dia juga mengajak untuk meningkatkan gotorng royong. “Saya minta kerja keras, cerdas, tuntas dan ikhlas. Mudah mudahan dengan semangat itu pertumbuhhan ekonomi bergerak dengan baik,” katanya.pd

Read More