Open Hours : Mon – Fri: 8.00 am. – 4.00 pm.
+1 800 123 456 789

![]() |
|
![]() |
|
![]() |
|
![]() |
Arti Warna yang digunakan adalah:
|

Kementerian Agama Karanganyar, Musta’in Ahmad saat menyerahkan santunan kepada sejumlah siswa siswi kurang mampu, Jum’at (21/7).
Karanganyar, Jum’at 21 Juli 2017
Sejumlah 53 siswa-siswi kurang mampu mendapat santunan dari Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) se Kabupaten Karanganyar.
Masing-masing siswa menerima santunan sebesar Rp. 150.000,-. Bantuan santunan diserahkan oleh Kepala Kementerian Agama Karanganyar, Musta’in Ahmad di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar pada kegiatan Halabihalal sekaligus Silaturrahim GPAI se Kabupaten Karanganyar, Jum’at (21/7/2017).
Musta’in dalam sambutannya menekankan penting mencetak generasi-generasi penghafal Al-Qur’an (Hafidz Qur’an). Sehingga GPAI diminta untuk aktif dalam pendampingan para siswa terutama dalam kegiatan belajar mengajar.
“Guru harus mampu memberi penjelasan mengenai nilai-nilai agama sebagai bekal pada anak,”tuturnya.
Ditambahkannya dampak dari sertifikasi guru juga harus diimbangi dengan kinerja yang lebih baik, profesional dan berkomitmen.
“Tugas guru adalah mencerdaskan anak-anak. Guru juga harus menjadi teladan bagi anak didiknya,”pesannya.
Demikian Diskominfo Karanganyar (ft/ind)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Tarsa meminta maju salah seorang siswi peserta Seminar Menuju Masyarakat Karanganyar Maju dan Sejahtera, Selasa pagi (23/5)
Karanganyar, 23 Mei 2017
Dalam rangka memperkuat jati diri bangsa yaitu Pancasila dalam diri generasi muda di Kabupaten Karanganyar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Seminar Regional Memperkuat Persatuan dan Kesatuan dalam Menuju Karanganyar Maju dan Sejahtera Selasa pagi (23/5) di Gedung Guru Cangakan Karanganyar.
Seminar yang diikuti oleh lebih kurang 150 siswa SMA/SMK, mahasiswa dari Perguruan Tinggi dan pemuda dari organisasi kepemudaan di Karanganyar kota yang dimaksudkan untuk menumbuhkan kecintaan kepada negara Republik Indonesia ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Tarsa.
Dalam sambutannya Tarsa menekankan pentingnya penciptaan karakter pemuda yang mulia.
“Pembiasaan upacara setiap Senin di sekolah, kegiatan lomba dan apresiasi seni dari Pemerintah dilakukan untuk mendukung penciptaan karakter siswa yang bagus,” kata Tarsa.
Disinggung pula oleh Tarsa bahwa Bupati Karanganyar terus menekankan pentingnya kerukunan, keeratan, kekerabatan, dan gotong royong.
“Pemuda-pemuda melalui Karang Taruna, organisasi pemuda, mari kita perkuat jati diri bangsa yaitu Pancasila,” himbaunya.
Dalam visi yang kelima Bupati menekankan untuk memperkuat keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan yang Mahaesa. Memang masyarakat kita berbeda-beda agama dan kepercayaannya.
“Perbedaan agama jangan dijadikan permasalahan. Jangan menilai agama orang lain, biar Tuhan sendiri yang menilai masing-masing pribadi kita,” imbuh Tarsa.
“Siapa yang bercita-cita, ingin jadi presiden, menteri?” tanya Tarsa. Ada salah seorang siswi yang tunjuk jari dan diminta maju. Siswi ini mengaku ingin mejadi menteri pendidikan. Berkat keberaniannya bermimpi dan menyampaikan cita-citanya di hadapan banyak orang, Tarsa memberinya hadiah uang Rp.100.000,00. Spontan teman-temannya bertepuk tangan.
Setelah dibuka, seminar dimulai. Disinggung oleh pemateri seminar dari Kementrian Agama Kabupaten Karanganyar bahwa persatuan dan kesatuan bangsa sangat penting untuk memperkuat jati diri bangsa, memperkuat ketahanan nasional, memudahkan tercapainya tujuan nasional dan menciptakan suasana yang tenteram, aman dan damai sehingga kesejehteraan masyarakat bisa tercapai. Demikian Diskominfo (krs)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono (berbaju putih) memberikan hadiah utama berupa sepeda kepada pemenang didampingi Wakil Bupati, Rohadi Widodo (berbaju ungu) pada Perayaan Paskah bersama, Jumat (28/4/2017)
Karanganyar, Jumat 28 April 2017
Perayaan Paskah bersama PNS, TNI, POLRI dan masyarakat se-Kabupaten Karanganyar diselenggarakan pada Jumat, 28 April 2017 di Gedung Wanita Karanganyar.
Dihadiri oleh lebih kurang 1.000 (seribu) umat Kristiani se-Kabupaten Karanganyar, perayaan Paskah yang dimeriahkan dengan penampilan beberapa kelompok paduan suara, pembacaan puisi serta kelompok musik pemuda “Sion” ini mengambil tema “Paskah Membawa Perubahan”.
Sesuai dengan tema tersebut Pdt. Hengky Kusworo dari Semarang menyampaikan renungan bahwa dengan Paskah iman kepercayaan umat Kristiani semakin diteguhkan. Di samping itu Paskah harus bisa membawa perubahan seperi halnya Kristus yang telah membawa perubahan bagi dunia ini. Perubahan ini tentu saja dimaksudkan untuk menjadi lebh baik.
“Kekristenan, keagamaanmu harus bertumbuh, harus berubah menjadi lebih baik. Kalau tidak mau berubah kita akan tergerus oleh jaman,” jelas Pdt. Hengky.
Seperti hanya Blackberry, Yahoo yang tidak mau berubah mengikuti tren masa kini, akhirnya kedua perusahaan ini gulung tikar.
Bupati Karanganyar, Juliyatmono didampingi Forkompinda serta beberapa pejabat Perangkat Daerah di Kabupaten Karanganyar berkenan hadir dan menyampaikan sambutannya pada perayaan Paskah tersebut.
Dalam sambutannya, Juliyatmono menyampaikan bahwa sesuai dengan tema Paskah saat itu kita harus mau berubah karena hakekatnya hidup ini adalah perubahan.
“Masa lalu tidak akan kembali lagi dan esok hari milik kita untuk terus kita upayakan, harus berubah menuju ke arah yang lebih baik,” kata Juliyatmono.
Disinggung oleh Juliyatmono bahwa Kabupaten Karanganyar mulai tahun 2015 dinilai oleh Pemerintah Pusat. Kabupaten Karanganyar masuk 2 (dua) besar pemerintahan berkinerja terbaik di Indonesia dan memperoleh Satya Lencana Karya Bhakti Nugraha. Untuk memperoleh hal ini semua komponen telah menunjukkan perubahan kinerja yang semakin baik. Bahkan hal ini juga terjadi pada kehidupan beragama. Karena kerukunan kehidupan beragama berpengaruh mewujudkan perubahan ke arah yang lebih baik.
“Menteri Agama telah memberikan piagam penghargaan kepada Karanganyar karena berhasil membina kerukunan umat beragama,” jelas Juliyatmono.
“Pemerintah melalui Pancasila harus terus memastikan bahwa keanekaragaman harus terus dijaga, dipelihara dan dipupuk dengan sangat baik. Setiap warga bangsa Indonesia silahkan menjalankan agamanya dengan penuh perasaan nyaman, tanpa boleh ada sedikit pun gangguan, karena pilihan kita terhadap agama adalah pilhan kita terhadap Tuhan dan tidak boleh orang mempengaruhi, menekan dan mengganggu pelaksanaan kegiatan keagamaan. Ini juga merupakan salah satu program kami yaitu meningkatkan kualitas keimanan,” kata Juliyatmono.
“Orang-orang yang cenderung memaksakan kehendak, melakukan hal-hal pendekatan dengan kasar, keras, saya kira Tuhan belum hadir di hatinya. Kita doakan semoga Tuhan menyentuh hatinya menjadi semangat untuk keadaannya lebih baik,” imbuh Juliyatmono.
“Melalui Paskah ini mari kita songsong esok hari dengan merubah keadaan dengan lebih baik,” pungkas Juliyatmono.
Di akhir acara Bupati Karanganyar menyampaikan bantuan untuk penyelenggaran kegiatan tersebut serta mengambil nomor undian untuk pemenang hadiah utama yang berupa sepeda gunung. Demikian Diskominfo (krs)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menerima penghargaan terkait FKUB dari Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, di Hotel Lor In, Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Rabu (12/04) sore.
Karanganyar, Kamis (13/04/2017)
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Badan Amal Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Karanganyar menerima penghargaan dari Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin, di Hotel Lor In, Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Rabu (12/04) sore.
Pada penghargaan yang diberikan pada acara Rapat Kerja Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menerima atas Partisipasi Aktif dalam Pembinaan Kerukunan Umat Beragama. Sedangkan Wakil Ketua BAZNAS Karanganyar, Abdul Muid, menerima penghargaan atas Partisipasi Aktif dalam Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah.
Menteri Agama menjelaskan, terkait dengan keragaman bangsa kita agar mengedepankan moderasi agama, pemahaman agama yang moderat, lawan dari ekstrem (berlebihan).
“Paham agama moderat mampu tidak hanya menghormati keragaman dan perbedaan pihak lain, tapi sekaligus mampu melindungi dan mengayomi,” katanya.
Bupati Karanganyar mengatakan, di Kabupaten Karanganyar terkait kerukunan umat beragama, telah diadakan Kemah Kebangsaan setiap tahun sekali, yakni pemeluk agama yang berbeda berkumpul menjadi satu dalam tenda selama tiga hari, berdiskusi, dan menerima materi dari berbagai narasumber.
“Tahun ini baru saja Kemah Kebangsaan di Desa Karangbangun, Kecamatan Matesih, dan itu sudah ke empat kali. Pertama di Ngargoyoso, kedua di Tawangmangu, ketiga di Jatiyoso,” katanya.

Wakil Ketua BAZNAS Karanganyar, Abdul Muid, menerima penghargaan dari Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, di Hotel Lor In, Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Rabu (12/04) sore.
Terkait dengan BAZNAS, Abdul Muid mengatakan, perolehan Zakat cukup banyak. Sampai saat ini, setiap bulan mencapai hampir Rp. 900 juta, dari target Rp. 1 Miliar.
“Penyaluran juga diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Misalkan saja untuk bantuan untuk PKL di seputar Alun-alun Kabupaten Karanganyar. Juga menyantuni lansia berupa program natura sampai meninggal, berupa sembako,” katanya.(y/pd)
.

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat membuka Kemah Kebangsaan di Lapangan Karangbangun Matesih, Rabu Pagi (5/4)
Karanganyar, Rabu 5 April 2017
Sebagai bentuk kerukunan antar umat beragama, Kabupaten Karanganyar menggelar Kemah Kebangsaan. Pembukaan Kemah Kebangsaan dilaksanakan di lapangan Desa Karangbangun, Kecamatan Matesih, Rabu pagi (05/03).
Penyelenggaraan Kemah kebangsaan tahun 2017 merupakan kemah kebangsaan yang ke IV dan dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 5-7 April 2017 (Rabu-Jumat). Peserta meliputi semua pemeluk agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha di tambah Pramuka Kwaran dan KUA, masing-masing kecamatan di Kabupaten Karanganyar mengirimkan 11 orang, sehingga total peserta yang mengikuti kemah kebangsaan berjumlah 187 orang.
Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat membuka kemah kebangsaan mengatakan bahwa perjuangan para tokoh jaman dahulu untuk berjuang mendirikan Negara yang berbentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mengakui segala kebinekaan patut dijaga. Semua tokoh agama sepakat yang dibangun di Indonesia adalah negara kesatuan yang sejahtera lahir dan batin agar terus maju dan berkembang menjadi lebih baik.
“Agama adalah persoalan asasi, agama adalah sebuah pilihan yang kita semua adalah makhluk berketuhanan. Tentu cara memilih mendekatkan kepada Tuhan sesuai dengan pilihannya masing-masing,” Kata Juliyatmono.
Untuk memperoleh rasa aman dan nyaman dalam beragama dibutuhkan kesadaran kolektif antara umat beragama. Karena yang menilai umat manusia dalam beragama adalah Tuhan, maka manusia harus berbuat yang terbaik untuk mengakui pilihan-pilihan agama yang dianut oleh masyarakat secara umum
“Mari kita tingkatkan komunikasi antar sesama pemeluk agama karena persepsi, prasangka, kecurigaan yang buruk diakibatkan minimnya komunikasi yang akan melahirkan sikap subyektif menilai terhadap kelompok dan orang lain.” Jelas Juliyatmono.
Bupati mengajak peserta kemah kebangsaan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan, supaya agama dapat menuntun manusia melakukan kebaikan. Karena tugas manusia di dunia adalah menyebarkan semangat kedamaian dan kenyamanan. Dengan ketenangan saling membantu satu sama lain dan sesama harus saling menghargargai agar dapat dicontoh oleh generasi yang akan datang
Melalui kemah kebangsaan yang diselenggarakan, pemerintah berharap peserta kemah menjadi tokoh sentral, tokoh penting diwilayahnya agar secara personal dapat berkomunikasi dengan baik, mengetahui pribadi masing-masing dan berdiskusi soal agama. Hindarilah perselisihan konflik-konflik antar umat beragama yang nantinya akan mempengaruhi proses pembangunan.
Sementara itu Siti Maisyaroch, Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat selaku ketua panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini perlu dilaksanakan mengingat banyak keanekaragaman agama dan keyakinan yang berada di Kabupaten Karanganyar agar toleransi yang ada semakin kuat serta kerukunan semakin terjaga.
“Sebagai momen untuk membentuk kebersamaan dengan harapan mampu mendorong terbentuknya kerukunan antar umat beragama yang semakin kokoh.” Kata Siti
Kegiatan dalam kemah kebangsaan meliputi ceramah, outbound, diskusi dan bakti sosial. Selain perkemahan, panitia juga menyediakan home stay untuk tempat tinggal peserta agar bisa menyatu dengan warga sekitar. Demikian Diskominfo (ad/tt)

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi memberikan sambutan alam acara Sambung Rasa dengan tema Toleransi Beragama Merajut Kebersamaan di halaman LPPL Radio Publik Swiba. Kamis (30/3/2017)
Karanganyar, 31 Maret 2017
Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi menghadiri acara Sambung Rasa dengan tema ‘Toleransi Beragama Merajut Kebersamaan’ di halaman gedung LPPL Radio Publik Swiba, Kamis malam (30/3).
Acara yang disiarkan secara langsung oleh Radio Swiba ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karanganyar, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Karanganyar, Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Karanganyar, Kasat Binmas Polres Karanganyar dan para anggota organisasi masyarakat di Kabupaten Karanganyar.
Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi yang sekaligus menjadi ketua dewan penasehat Forum Kerukunan Umat Beragama dalam sambutannya menyampaikan kebijakan dan tugasnya sebagai ketua dewan penasehat FKUPB dan mengajak untuk menjaga dan mensyukuri atas keberagaman yang ada di Kabupaten Karanganyar ini agar tercipta suatu kerukunan antar seluruh masyarakat dan umat beragama di Kabupaten Karanganyar ini.
“Tugas saya membantu melaksanakan kebijakan-kebijakan dari Bupati untuk FKUB serta memfasilitasi hubungan FKUB dengan pemerintah dan berbagai elemen yang ada untuk menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Karanganyar ini”, kata Wakil Bupati.
“Pemerintah daerah memfasilitasi kebutuhan dari FKUB yang mempunyai banyak program agar semua hal yang berurusan dengan umat beragama bisa langsung melapor secara berjenjang dari tokoh agama atau pemuka agama terlebih dahulu baru ke Pemerintah Daerah agar masalah dapat diatasi dengan baik dan lancar” kata Sekretaris Daerah, Samsi dalam sambutannya.
Ketua FKUB, Badarudin dalam sambutannya menyampaikan tugas dan kegiatan yang dilakukan oleh FKUB dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Karanganyar.
“Kita akan melaksanakan Kemah Kebangsaan pada bulan April dalam upaya agar para remaja bisa rukun dalam satu tenda dan melakukan kegiatan bersama sehingga bisa akrab dalam menghadapi kehidupan kedepannya”, kata Badarudin.
Musta’in Ahmad sebagai Kepala Kementrian Agama Kabupaten Karanganyar juga menyampaikan tentang konsep toleransi dalam beragama.
“Toleransi tepatnya adalah kemampuan setiap orang atau kelompok untuk saling menghargai dan menghormati pihak lain sebagaimana yang bersangkutan, juga ingin dihargai keyakinannya. Manakala di setiap pribadi muncul hal tersebut maka toleransi dengan sendirinya sudah terwujud,” kata Musta’in Ahmad.
Negara Indonesia adalah negara yang mempunyai banyak keberagaman baik suku, kebudayaan, maupun keyakinan atau agama, dengan banyaknya keberagaman ini terkadang menimbulkan gesekan atau hal-hal yang tidak diinginkan maka dilakukan toleransi untuk menjaga persatuan antar umat beragama untuk merajut kebersamaan. Demikian Diskominfo (kris,yoga,rz)

Bupati Karanganyar membacakan Komitmen Bersama dan ditirukan oleh seluruh hadirin secara bersama-sama
Karanganyar, 9 Februari 2017
Polres berinisiatif mengadakan acara Silaturahim Kamtibmas bersama ulama NU dan Muhammadiyah, para Da’i Kamtibmas, serta jajaran Pemda, POLRI dan TNI se-Kabupaten Karanganyar pada hari Kamis, 9 Februari 2017.
Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar acara ini diikuti oleh Kapolsek, Danramil dan Da’i Kamtibmas se-Kabupaten Karanganyar.
Dalam sambutannya Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Karanganyar beserta jajarannya yang telah berinisiatif mengadakan kegiatan ini. Acara ini dinilai sangat penting untuk mengingatkan kembali nilai historis, psikologis dan sosiologis cita-cita pendiri bangsa Indonesia. Oleh karena itu pula dalam kesempatan itu semua peserta diharuskan mengenakan ikat kepala merah putih untuk menggugah kecintaan kita kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Peran kyai, ulama dan tokoh-tokoh agama saat itu sangat luar biasa dengan tokoh-tokoh bangsa yang lain dalam memprakarsai mendirikan negara kesatuan Repubik Indonesia termasuk piagam Jakarta, Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 dan menyusun Pancasila sebagai dasar negara,” kata Juliyatmono.
“Pada kesempatan yang strategis ini kami atas nama pemerintah menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas peran para tokoh agama yang terus mengawal, menjaga, memelihara dan tentu juga merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia,” imbuh Juliyatmono.
Untuk terus menjaga keutuhan negara dan merawat Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 pemerintah membutuhkan bantuan dan dukungan dari semua pihak khususnya daerah Kabupaten Karanganyar ini supaya suasana tetap sejuk, damai, nyaman dan baik.
Kapolres Karanganyar, Ade Sjafrie Simanjuntak dalam pembekalan yang disampaikan kepada para da’i dan jajaran Polsek serta Koramil saat itu menyatakan bahwa saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi tantangan berat yaitu paham-paham radikal, terorisme, intoleransi, dan konflik sosial. Menjadi tugas kita untuk merawat kebhinekaan serta kesatuan dan negara kita untuk tetap berdiri sebagai NKRI tentu dengan bantuan semua pihak.
Komandan Kodim 0727 yang diwakili Danramil Karangpandan menekankan dan mengingatkan kembali bahwa yang mempersatukan kita bukanlah persamaan ras, suku bangsa atau agama melainkan persamaan ide dari para pendiri bangsa yaitu Pancasila. Ditambahkannya supaya Pancasila jangan hanya sebagai simbol tetapi harus dilakukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Di akhir acara Bupati Karanganyar didampingi Kapolres, wakil dari Dandim 0727, Kepala Kantor Kementrian Agama, Pengurus Cabang NU, Pengurus Daerah Muhammadiyah, dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) membacakan Komitmen Bersama dan ditirukan oleh seluruh hadirin secara bersama-sama.
Demikian Diskominfo (kris/yoga)