Category: Pariwisata

Obyek-obyek wisata unggulan di Kabupaten Karanganyar.
dayu

Museum Purbakala Dayu

dayu

Museum purbakala Dayu menempati lahan seluas  kurang lebih 10.500 m2 yang terletak di desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar, Museum purbakala Dayu beserta situs arkeologinya merupakan bagian dari situs manusia purba Sangiran yang dikelola oleh Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran yang berpusat di Desa Krikilan Kec. Kalijambe Kab. Sragen. Di Desa Dayu selain menjadi lokasi temuan Fosil-fosil yang merupakan jejak kehidupan manusia purba juga  menjadi pusat penelitian ilmu pengetahuan tentang kehidupan Pra sejarah, museum ini dapat menjadi Destinasi Wisata yang memiliki daya tarik tersendiri bagi pendidikan generasi selanjutnya.

Di museum ini kita dapat melihat  dan mempelajari jejak kehidupan manusia purba dari struktur dan lapisan tanah yang telah ada berjuta-juta tahun silam. Di museum ini dapat diperoleh informasi lengkap tentang kehidupan manusia purba di pulau Jawa yang dapat menyumbang perkembangan  ilmu pengetahuan seperti antropologi, arkeologi, geologi, paleoantropologi, magantropus, erektus, dll.

dayu2

Di sekitar lokasi museum ini  ditemukan jejak peninggalan berumur 2 juta tahun silam masih dapat ditemukan hingga kini dengan benda yang relatip utuh sehingga para ahli dapat marangkai sebuah benang merah sebuah sejarah yang pernah terjadi di Desa Dayu secara berurutan.

Read More
edupark

Edupark Karanganyar

edupark

Destinasi wisata edukasi ini berlokasi di Jl Gatot subroto Desa. Gaum Kec. Tasikmadu Kabupaten Karanganyar, adapunWanaha  Edupark lahan yang disediakan +   12.660 m2 dan   yang telah dimanfaatkan  6.000 m2.

Edupark merupakan wahana tempat pembelajaram atau pendidikan bagi semua lapisan masyarakat.

Adapun bentuk dan jenis wahana pendidikan terdiri dari dua jenis alat angkut  yaitu 1 ( satu ) unit pesawat terbang Jumbo jet dimodifikasi dengan nama Lawu Air Karanganyar dengan kapasitas penumpang lebih dari 100 (seratus ) Orang dan 1 (satu) Unit Helikopter dengan kapasitas penumpang 6 Orang.

edupark2

Sehubungan mayoritas masyarakat kita masih banyak yang belum memahami seluk beluk pesawat terbang maka keberadaan 2 (dua) Unit pesawat terbang ini yang dijadikan destinasi Wisata edukasi dirgantara  memiliki daya tarik bagi semua lapisan masyarakat, sehingga masyarakat saat ini antusias berduyun duyun ingin manyaksikan, baik anak anak, remaja , dewasa berkunjung ke Edupark sekaligus dipandu dan diberi penjelasan cara-cara memanfaatkan dan menggunakan pesawat terbang.

Dengan begitu siapapun kelak ada kesempatan bepergian jauh dengan angkutan pesawat terbang mereka sudah tidak bimbang lagi. Selamat mengunjungi.

Read More
AirTerjunPringgodaniq

Air Terjun Pringgodani

Air Terjun Pringgodani terletak di Kalurahan Blumbang 4 km dari terminal bus Tawangmangu, Air Terjun Pringgodani berada di kaki Gunung Lawu  kordinat 7°39’02″S – 111°09’29″T dan 1531 meter diatas permukaan air laut. Sebenarnya Pringgodani adalah obyek wisata sejarah/Religi berupa rumah joglo sebagai persembahyangan bagi penganut aliran kepercayaan,tetapi di sisi lain air terjun tersebut juga menawarkan keindahan, dengan 2 tingkat air terjun serta tinggi lebih dari 100 m, air terjun ini jauh lebih tinggi dan lebih spektakular dari pada Air Terjun Grojogan Sewu yang lebih dulu dikenal.

Air Terjun Pringgodani

Air Terjun Pringgodani

 

 

Tempat ini merupakan petilasan Eyang Cokronegoro, disebelahnya terdapat mata air sendang pengantin yang disakralkan,terdiri dari tujuh kucuran air dari lereng bukit. Para peziarah yang datang biasanya mandi di sendang sebagai puncak ritual mereka pada tengah malam. Sendang itu sendiri berada di atas air terjun, dan tempat inilah yang biasa dikunjungi sedangkan air terjunnya hanya bisa dilihat dari kejauhan karena lokasinya yang sulit dijangkau. Untuk dapat mencapai lokasi pengunjung harus berjalan kaki melewati jalan naik turun di pinggir tebing curam sejauh +/- 1 km dari jalan raya.

 

Menurut cerita dari penduduk setempat, Pertapan Pringgodani merupakan tempat bertapa seseorang yang pernah mengalahkan Prabu Boko pada jaman kerajaan Kaling. Sedangkan menurut penganut aliran spiritual, Pringgodani adalah wilayah kekuasaan Prabu Brawijaya V (raja majapahit terakhir) yang diserahkan kepada Eyang Koconegoro, ditempat inilah Eyang Koconegoro bertapa dengan tongkat menancap di tanah mendekatkan diri kepada sang Maha Pencipta, memohon untuk dapat hidup abadi, konon tongkat tersebut kini telah tumbuh menjadi sebuah pohon yang disebut kayu lewung. Dalam bertapa, apa yang diinginkan oleh Eyang Koconegoro belum dipenuhi oleh Sang Pencipta dan sesuai petunjuk gurunya agar keinginannya dipenuhi maka beliau harus naik ke puncak Lawu dan kembali bersemedi disana. Tentang kebenarannya kita tak pernah tahu.

 

Air Terjun Pringgodani

Air Terjun Pringgodani

Sampai dengan saat ini keberadaan Pertapan Pringgodani dan air terjunnya masih belum dikelola secara maksimal mengingat lokasinya yang jauh dari jalan raya, medannya yang berat dan tidak bisa di jangkau dengan kendaraan.

 

Read More
DSC_0028

Tari Varia Nusantara

Tari Varia Nusantara

Tari Varia Nusantara

Tari Varia Nusantara adalah hasil kreasi koreografi Bupati Karanganyar Dr.Hj. Rina Iriani Sri ratnaningsih, M.Hum. Tarian ini merupakan simbolisasi dari keberagaman dan kekayaan budaya Nusantara yang dikemas dalam satu bentuk tarian modern. Kekayaan budaya Nusantara yang dihadirkan ke dalam satu rangkaian tari Varia Nusantara ini ditujukan untuk menggugah kesadaran masyarakat akan keanekaragaman potensi budaya Indonesia, sekaligus sebagai upaya untuk mengkolaborasikan berbagai ragam tarian yang ada di Indonesia menjadi sebuah hasil karya seni yang atraktif.  

Read More
Tari Kencar-Kencar

Tari Kencar-Kencar

Tari Kencar-Kencar

Tari Kencar-Kencar

Tari Kencar-kencar mengisahkan pembangunan di Karanganyar yang tiga kali berturut-turut ini memperoleh penghargaan Adipura. “Karena keguyuban masyarakat dan pemerintah, maka kebersihan kota bisa terjaga. Pada akhirnya, kota menjadi semakin terang benderang dan indah, menandakan warganya yang sejahtera serta berada dalam kebahagiaan.” Tarian ini diciptakan oleh Bupati Karanganyar (Dr.Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, S.P.d. M.Hum).

Para penari sebanyak 138 orang terdiri dari para siswa SMP dan SMA di Karanganyar, dibantu mahasiswa ISI Surakarta yang juga warga Karanganyar. Tarian berdurasi 15 menit tersebut diiringi musik lesung dari Padepokan Lesung Nusantara, yang juga binaan Bupati Rina Iriani. Ciri khasnya rancak, bersemangat, dihiasi dengan atraksi tari yang dinamis, para gadis cantik yang memeragakan gerakan bersih-bersih dengan sapu dan tong sampah dari bambu

Read More
jaran-gedruk1

Tari Jaran gedrug

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERAJaran Gedrug adalah tari rakyat yang yang berkembang di Kabupaten Karanganyar, yang dikemas dengan pakaian prajurit berkuda. Tari ini bersumber dari sejarah kepahlawanan Pangeran Sambernyawa (KGPAA. Mangkunegaran I) dalam mengusir penjajah Belanda. Pada waktu Pangeran Sambernyawa berperang yang diikuti oleh prajurit berkuda, ketika beliau beristirahat sambil mengatur siasat perang, kuda yang dinaiki menari nari, kakinya diangkat dan gedrug bumi untuk maju ke medan perang lagi. Istilah “Gedrug” adalah identik dengan kaki yang artinya bergerak atau melangkah untuk maju. (more…)

Read More
aa

Astana Mangadeg

Astana mangadeg 2

Astana mangadeg 2

Astana Mangadeg terletak di desa Karang Bangun Kecamatan Matesih merupakan komplek makam raja – raja dari istana Mangkunegaran, Surakarta. Raja – raja Mangkunegaran yang dimakamkan di astana Mangadeg adalah Raja Mangkunegara I atau Pangeran Samber Nyawa dan lebih dikenal dengan nama Raden Mas Said yang memiliki kesaktian luar biasa dan pada masa pemerintahanya sangat gigih melawan penjajah Belanda,selain itu terdapat makam Raja Mangkunegara II, III, serta kerabat – kerabatnya.

Read More
MG_4336

Puri Taman Saraswati

 

Puri Taman Saraswati

Puri Taman Saraswati

Puri Taman Saraswati berada di komplek Candi Ceto, terletak di dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi. Taman ini merupakan salah satu obyek wisata di wilayah Kabupaten Karanganyar yang tergolong baru. Diresmikan tahun 2007 oleh Bupati Karanganyar dan bupati Gianyar Bali sebagai bentuk kerjasama antar daerah, dimana menurut hikayatnya ternyata penduduk desa Gumeng dan (more…)

Read More

Monumen Jokosongo

Jokosongo

Jokosongo

Monumen Jokosongo awalnya adalah Makam Pahlawan dari para Tentara Pelajar yang tergabung di Pasukan ALAP-ALAP yang gugur melawan penjajah Belanda pada saat clash ke II tahun 1948. ALAP-ALAP sebenarnya singkatan dari Angudi Leburing Angkoro Penjajah, Amrih Luhuring Anak Monumen Pahlawan Joko Songo (more…)

Read More

Monumen Tri Dharma

Tugu

Perjuangan Raden Mas Said bersama rakyat Mataram diabadikan dalam bentuk Monumen TRI DHARMA yang dibangun diperbukitan kawasan Astana Mangadeg Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar. Diresmikan pada tanggal 8 Juni 1971 oleh Bapak Soeharto selaku pelindung Yayasan Mangadeg Surakarta . Dilokasi inilah dipercayai sebagai tempat diterimanya wahyu Praja Mangkunegaran kepada RM Said.
Monumen Tri Dharma merupakan tugu yang mengandung arti : Bagian kaki berbentuk jenjang (trap) bersusun sembilan yang diapit oleh tiga gelung sebagai perlambang hukum abadi umat manusia yaitu : lahir – berkarya – mati sebelum hidup kekal dialam baka Lukisan tangan-tangan yang bergetar menggambarkan dukungan rakyat terhadap RM Said.
Tugu bersegi delapan dengan pahatan yang melukiskan kobaran api perjuangan yang tampak terputus-putus diartikan belum menyatunya tekad karena masih disertai watak duniawi sebagai pembawaa usia muda.

Read More