Category: Layanan Masyarakat

DSC_8884

Vaksinasi di Rumah Dinas Bupati Karanganyar Disambut Antusias Masyaraka

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, M.M. didampingi Kapolres Karanganyar, Komandan Kodim 0727 Karanganyar dan Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar meninjau pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 Dosis 1 yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar pada Kamis malam (30/9/21).

Vaksinasi massal yang digelar  di Rumah Dinas Bupati kali ini untuk memenuhi target agar seluruh masyarakat Karanganyar mendapatkan vaksin.

” Setiap hari sudah dilaksanakan vaksinasi di masing-masing Puskesmas, Klinik, dan Kelurahan/Balai Desa dengan antusias yang luar biasa dari masyarakat untuk mendapat vaksin. Vaksinasi ini digelar dalam rangka percepatan, agar masyarakat Karanganyar mendapat vaksin lebih cepat dan tuntas “, jelas Bupati.

Kegiatan vaksinasi ini dilakukan pada malam hari guna memberikan kesempatan bagi masyarakat yang bekerja di waktu siang dan tidak bisa melakukan vaksinasi.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengimbau kepada masyarakat agar saling mengingatkan keluarga dan kerabatnya masing-masing supaya segera melakukan vaksinasi. Beliau juga  meyakinkan bahwa vaksin itu menyehatkan agar kekebalan tubuh bisa terjaga dengan baik. Vaksinasi yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati tersebut dibantu oleh para dokter dan aparat dari Kodim 0727 dan Dinas Kesehatan Karanganyar.

Bagi masyarakat yang belum sempat mendapat vaksinasi pada malam tersebut, Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan menyelenggarakan vaksinasi kembali pada hari Minggu, 3 Oktober 2021 di Rumah Dinas Bupati. Demikian DISKOMINFO(Ard/Fz)

Read More
31069099_1641306339272101_5079852911278686208_n

BALAI LATIHAN KERJA KARANGANYAR

 

BLK adalah Balai Latihan Kerja dibawah naungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar yang berkomitmen menciptakan tenaga kerja yang terampil dan mempunyai kompetensi sesuai bidang atau kejuruan masing-masing, dan merupakan bentuk upaya pemerintahan untuk menyiapkan tenaga kerja yang terlatih dan mengurangi pengangguran di Indonesia. BLK didukung dengan Tenaga Pengajar Instruktur yang terampil dan sudah berkompetensi serta peralatan yang memadai.

Semua biaya pendaftaran dan pelatihan di biayai oleh Pemerintah (Gratis) melalui APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) dan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) Diharapkan semua lapisan masyarakat bisa mengikuti kegiatan pelatihan di BLK.

[su_table]
[/su_table]
Program Pelatihan BLK Karanganyar

  1. Garmen : Pelatihan menjahit Pakaian Dasar dan Pelatihan Teknik Bordir
  2. Teknologi Informasi dan Komunikasi : Pelatihan Office Tools / Operator Komputer dan Pelatihan Technical Support / Teknisi Komputer
  3. Teknik Otomotif : Teknik Sepeda Motor
  4. Processing : Pengolahan Hasil Pertanian (PHP)
  5. Welding / Teknik Las : Las Industri / Juru Las SMAW 3G

Fasilitas

  1. Ruang Kelas / Work Shop
  2. Peralatan Kerja / Pelatihan
  3. Mushola
  4. Lapangan Olahraga Volly
  5. Asrama
  6. Sertifikat Pelatihan
  7. Seragan Kerja dan Kaos
  8. ATK
[su_table]
[/su_table]

Persyaratan Pendaftaran

  1. Pas Foto Warna 3×4 (1 lembar)
  2. Photo Copy Ijazah Pendidikan Terakhir
  3. Photo Copy KTP
  4. Photo Copy KK
  5. Mengisi Formulis (disediakan penyelenggara)

Info lebih lanjut hubungi
Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja
Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Karanganyar
Jl Raya Solo – Tawangmangu KM 24 Bangsri, Kec. Karangpandan, Kab. Karanganyar.
Telp. 0271 494826
Email : blkkra@gmail.com
Facebook : blk karanganyar

Read More
WhatsApp Image 2018-04-26 at 3.52.14 PM (1)

Rawan Longsor, BPBD Gladi Penanggulangan Bencana

 

Gladi Penanggulangan bencana di Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo terlihat para korban luka ringan sedang dilakukan perawatan

KARANGANYAR – 26 April 2018

Dusun Kesongo dan Dusun Sidomulyo, Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo rawan bencana tanah longsor. Saat ini saja, sudah ada retakan  tanah yang mengacam enam rumah. Jika hujan turun, warga diminta untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Untuk lebih mempersiapkan warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengadakan gladi penanggulangan bencana. Tujuannya, jika sewaktu-waktu terjadi bencana masyarakat sudah siap.

“Gladi penangulangan bencana ini untuk mempersiapkan warga masyarakat untuk bisa cepat dan tanggap ji

Mobil dapur umum juga siap membantu memasak secara cepat dan mudah

ka bencana tanah longsor terjadi. Gladi mencakup evakuasi, penanganan korban, tenda darurat dan dapur umum,” papar Kepala BPBD Karanganyar, Bambang Djatmiko di sela-sela simulasi bencana.

Simulasi penanggulangan bencana itu diceritakan terjadi longsor kecil, selanjutnya warga membersihkan. Di saat membersihkan tersebut, tiba-tiba longsor besar terjadi dan memakan korban. Kemudian, warga menyelematkan korban luka-luka dan membawa jenazah ke ambulan. Selanjutnya warga yang lain membuat dapur umum. “Kami sengaja memilih daerah ini karena Dusun Sidomulyo dan Desa Kesongo adalah daerah rawan tanah longsor. Dengan kegiatan ini diharapkan bisa memberikan pelajaraan kepada masyarakat dan aparatur desa setempat untuk sigap dan tanggap jika terjadi bencana,” imbuhnya,

Menurut Bambang tanggung jawab bencana bukan hanya ada pada pemerintah. Namun juga masyarakat dan dunia usaha harus lebih siap. Personel yang terlibat dalam gladi ini sebanyak 500 orang. Partisipasi masyarakat setempat sangat luar biasa. Secara umum Bumi Intanpari merupakan daerah rawan bencana ta

Dapur umum didirikan untuk mendukung logistik pada saat terjadi bencana juga disiapkan

nah longsor.

Sementara Kades Gempolan, Sukiman mengatakan sangat menyambut baik gladi penanggulangan bencana ini. Pasalnya masyarakat lebih tahu bagaimana cara menanggulangi bencana alam. Sedangkan masyarakat sangat antusias untuk ikut menyaksikan dan terlibat. Di Desa Gempolan memang rawan bencana longsor. Setidaknya ada retakan tanah di desa Gempolan sebanyak 3 kali. “Pada 2007, 2014 dan 2016 terus mengalami keretakan. Di tahun 2007 Di desa Kami kejadian tanah longsor dan ada 3 orang meninggal. Kemudian 2014 di Sidomulyo terjadi retakan lagi. Kami sudah melakukan relokasi kepada para warga yang rawan terjadi bencana,” imbuhnya. (hr)

Read More