Category: UMKM

DSC_0203

Peringatan Hari Jadi ke-98 Karanganyar Selesai

Konser Iwan Fals di alun-alun Karanganyar bertajuk "Lawuku Hijau dan Damai".

Konser Iwan Fals di alun-alun Karanganyar bertajuk “Lawuku Hijau dan Damai”.

Karanganyar, Kamis (03/12/2015)
Rangkaian perhelatan akbar Hari Jadi ke-98 Kabupaten Karanganyar telah usai, dengan ditandai konser Iwan Fals bertajuk “Lawuku Hijau dan Damai” di Alun-alun Kabupaten Karanganyar, Sabtu (28/11) malam.

Pada konser itu Iwan Fals menyanyilkan sekitar 17 lagu, seperti Pohon Untuk Kehidupan, Tanam Saram Tanam, Esek-Esek Udug Udug, Sampah, Mata Indah Bola Pingpong, Pesawat Tempur. Aku Sayang Kamu, Izinkan Aku Menyayangimu dan Langgam Lawu, sukses membuat penonton bernyanyi bersama.

Napak Tilas Perjuangan Raden Mas Said

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengadakan Napak Tilas Perjuangan Raden Mas (RM) Said yang dimulai dari Lapangan Mojoroto, Kecamatan Mojogedang hingga finis di Sapta Tirta Pablengan, Kecamatan Matesih.

Jarak yang ditempuh sekitar 18 kilometer dan dengan berjalan kaki, terbagi dalam tiga Pos, yakni Pos 1 di Kecamatan Mojogedang, Pos 2 di hutan karet Dengkeng, Pos 3 di Kantor Kepala Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Minggu (01/11).

Pentas Wayang Kulit

Di rangkaian acara yang lain pada pementasan wayang kulit, Kabupaten Karanganyar mengusulkan kepada Presiden Republik Indonesia, agar setiap tanggal 7 November ditetapkan sebagai Hari Wayang Nasional.

Peringatan pengakuan dari UNESCO itu, di Kabupaten Karanganyar dimeriahkan dengan pentas wayang kulit semalam suntuk dengan menghadirkan dua dalang, yakni Ki Manteb Sudarsono dan Ki Entus Susmono, juga sebagai Bupati Kabupaten Tegal dengan mengambil lakon Bondan Pakso Jandhu, dan 98 sinden sesuai umur Kabupaten Karanganyar,
Sabtu (07/11).

Karanganyar Solo Raya Creative Expo 2015 dikunjungi puluhan ribu penonton

Karanganyar Solo Raya Creative Expo 2015 dikunjungi puluhan ribu penonton

Karanganyar Solo Raya Creativ Expo

Selama empat hari berlangsung dari 11-14 November 2015 , Karanganyar Solo Raya Creative Expo 2015, di Alun-alun Kabupaten Karanganyar dikunjungi sebanyak 41 ribu orang.

Ziarah Leluhur

Sebelum peringatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar setiap 18 November, dilakukan terlebih dahulu ziarah ke makam-makam leluhur pendiri Kabupaten Karanganyar oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Forkopimda, para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dan Pimpinan BUMD, Jumat (13/11).

Rombongan tersebut berziarah ke makam Nyi Ageng Karang di Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar, ke makam Ronggo Panambang di Randu Songo, Tasikmadu.

Kemudian dilanjutkan ziarah ke Astana Temu Ireng, yakni makam Bupati pertama Karanganyar, Harja Asmaran. Doa juga dipanjatkan di depan Makam Mengadeg, Makam Giribangun dan Makam Girilayu, di Kecamatan Matesih.

Aksi panggung di Maha Karya Lawu tahun 2015

Aksi panggung di Maha Karya Lawu tahun 2015

Maha Karya Lawu

Untuk mengangkat dan mengenalkan seni tradisi, Pemkab Karanganyar mengadakan gelaran Maha Karya Lawu yang berlangsung selama 24 jam di terminal Tawangmangu, Minggu (15/11).

Acara diawali pada pagi hari, dengan Festival Seni Tradisional dari 17 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar dengan menampilkan kesenian lokal

Upacara Peringatan Hari Jadi Karanganyar

Tepat pada Rabu (18/11), Kabupaten Karanganyar genap berusia 98 tahun. Sebagai bentuk peringatan tersebut, Pemkab Karanganyar menggelar acara serangkaian acara.

Tari Kolosal Perjuangan Raden Mas Said di Upacara HUT ke 98 Kabupaten Karanganyar

Tari Kolosal Perjuangan Raden Mas Said di Upacara HUT ke 98 Kabupaten Karanganyar

Puncak peringatan tersebut diawali dengan pelaksanaan upacara dengan berbahasa Jawa. Tidak hanya itu, seluruh peserta upacara yang berasal dari Forkopimda, para PNS di lingkungan Pemkab setempat, serta sejumlah tamu undangan mengenakan busana Jawa. Bagi PNS laki-laki mengenakan beskap jangkep, sedangkan perempuan memakai kebaya.

Pada kesempatan itu, Bupati mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang telah terlibat dalam membangun antara lain Pemerintah, Masyarakat, dan Swasta dan pihak-pihak yang telah bersama-sama mendukung pembangunan di wilayah Kabupaten Karanganyar.

Mobil Hias

Semarak pawai mobil hias

Semarak pawai mobil hias

Peringatan Hari Jadi ke-98 Kabupaten Karanganyar tahun 2015 juga dimeriahkan dengan Karnaval Mobil Hias dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Sekolah, BUMN, BUMD, dan Perusahaan Swasta, Senin (23/11) siang.

Sebanyak 175 mobil hias tercatat ikut karnaval dan terbagi sebanyak 88 kelompok peserta. Setiap peserta menghias mobil sedemikian rupa sehingga menarik para penonton yang memadati dari tempat start hingga finis di simpang lima Bejen.

DSC_0258

Iwan Fals melakukan aksi penghijauan di Cemoro Kandang, Tawangmangu

Iwan Fals Tanam Pohon

Musisi kawakan Iwan Fals mengajak untuk aktif menanam pohon, untuk melestarikan hutan. Ajakan tersebut disampaikan setelah musisi itu menanam pohon liwung di Taman Endemis Wukir Mahendra Gunung Lawu, di kawasan Cemoro Kandang, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Jumat (27/11) bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Bupati Karanganyar Juliyatmono.pd

Read More
DSC_0039

Pembukaan UPK Fair Karangpandan

kominfo

Wakil Bupati Karanganyar saat menyerahkan paket sembako. (26/11)

Karanganyar, Kamis 26 November 2015

Untuk meningkatkan potensi sumber daya yang ada di wilayah Kabupaten Karanganyar, pemeritah mengadakan asosiasi UPK di lapangan Desa Karangpandan yang dimulai dari tanggal 26-27 November 2015, diikuti 1.880 peserta pemanfaat atau 273 kelompok simpan pinjam se Kecamatan Karangpandan.

Maksud dan tujuan dari kegiatan ini untuk membantu menumbuhkan dan mengembangkan wirausahawan masyarakat Kabupaten Karanganyar. Dengan adanya sembako murah, diharapkan dapat membantu beban masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan sembilan bahan pokok.

“Kegiatan ini merupakan realisasi lima program unggulan yakni, desa menciptakan wirausahawan mandiri serta desa sebagai pusat pertumbuhan. Untuk paket sembako seharga Rp 50.000 yang telah mendapatkan subsidi dari PNPM maka masyarakat dapat membayar separuh dari harga normal, yakni Rp 25.000 per paket sembako,” jelas Bambang Sri Sukowati selaku ketua Badan Kerjasama Kantor Desa Kecamatan Karangpandan.

kominfo

Rohadi Widodo saat melihat stan produk lokal binaan Bappermades.

kominfo

produk lokal : keripik singkong yang diolah dalam berbagai rasa.

kominfo

petai,pisang sebagai salah satu potensi unggulan di Kabupaten Karanganyar.

Pada kegiatan tersebut, juga disampaikan bahwa pada tahun ini untuk Desa Dayu bebas dari BAB sembarangan. Dan untuk 2016, Kecamatan Karangpandan menjadi percontohan Zero RTLH (Rumah Tidak Layak Huni).

Usai menghadiri UPK Fair, Wakil Bupati beserta Jajaran SKPD melanjutkan pada pembukaan Lomba Karawitan yang diikuti 20 kelompok dari 17 Kecamatan se Kabupaten Karanganyar. U2m/st

 

Read More
DSC_0006 – Copy

Hingga Hari Terakhir, 41 Ribu Pengunjung Datangi Expo

Karanganyar Solo Raya Creative Expo 2015 pada hari terakhir dipadati pengunjung

Karanganyar Solo Raya Creative Expo 2015 pada hari terakhir dipadati pengunjung

Karanganyar, Minggu (15/11/2015)
Selama empat hari berlangsung dari 11-14 November 2015 , Karanganyar Solo Raya Creative Expo 2015, di Alun-alun Kabupaten Karanganyar dikunjungi sebanyak 41 ribu orang.

Dikatakan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Kabupaten Karanganyar Larmanto expo itu menghadirkan pelaku UMKM dari eks Karesidenan Surakarta.

“Dari catatan kami, dari awal dibuka hingga saat ini hari terakhir total pengunjung sebanyak 41 ribu orang. Dan yang paling banyak pada hari ini apalagi malam minggu,” kata Larmanto, saat disela-sela penutupan, di Plasa Alun-alun Kabupaten Karanganyar, Sabtu (14/11) malam.

Dikatakan lebih lanjut oleh Larmanto, harapan dengan adanya even seperti ini dapat bermanfaat bagi pengusaha di eks Karesidenan Surakarta dan meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat.

“Expo yang diikuti sekitar 200 stan itu juga menghasilkan total nilai transaksi mencapai Rp. 1,2 miliar, baik secara langsung maupun pesanan,” katanya.

Pada acara penutupan itu juga disampaikan stan terbaik dan stan favorit, yakni stan terbaik pertama dari Dinas Pertaniaan, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Karanganyar, terbaik kedua stan Bank Daerah Karanganyar, dan terbaik ke tiga stan Lancar Jaya Handycraft.

Sedangkan stan favorit diraih , favorit pertama stan OISCA Karanganyar, favorit ke dua stan Bank BRI Cabang Karanganyar, dan favorit ke tiga stan PKK Kabupaten Karanganyar.

Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono pada hari terakhir, secara resmi menutup expo dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar Samsi serta beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tampak hadir pada malam penutupan itu.pd

Read More
DSC_0003

Expo Se Solo Raya Diikuti 200 Stan Ekonomi Kreatif

Sejumlah pekerja menyelesaikan persiapan Karanganyar Solo Raya Creative Expo 2015, di Alun-alun Kabupaten Karanganyar

Sejumlah pekerja menyelesaikan persiapan Karanganyar Solo Raya Creative Expo 2015, di Alun-alun Kabupaten Karanganyar

Karanganyar, Selasa (10/11/2015)
Penyelenggaraan Karanganyar Solo Raya Creative Expo 2015, di Alun-alun Kabupaten Karanganyar diikuti sekitar 200 stan produk ekonomi kreatif.

Dikatakan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Kabupaten Karanganyar Larmanto bahwa penyelenggaraan expo itu berlangsung 11-14 November 2015, dengan menghadirkan pelaku UMKM dari eks Karesidenan Surakarta.

“Ada 80 stan gratis untuk UKM berupa kerajinan tangan, makanan olahan, pertanian agro, multi produk, pelayanan info masyarakat dan pakaian/batik,” kata Larmanto, Selasa (10/11) saat ditemui di kantornya.

Untuk 120 stan dari 200 stan dari peserta expo mandiri yang dikelola rekanan pihak event organizer.

“Setiap stan UKM berukuran 3×3 meter dengan fasilitas satu meja, satu kursi, listrik dan ruangan ber-AC,” katanya.

Dia juga mengatakan tak hanya produk ekonomi kreatif saja yang dipamerkan, namun juga alat utama sistem pertahanan (Alutsista) milik TNI.

“Ada stan khusus Military Expo 2015, rencananya dari Kopassus Group-2 Kartosuro, Brigif 6/2 Kostrad Palur, Kivkavser 2/BS Yogyakarta, Korem Warastratama Surakarta, Pusdik Topografi, dan Solo America Jeep yang bertujuan untuk memamerkan Alutsista TNI AD kepada masyarakat,” katanya.

Pihaknya tak menargetkan khusus, namun kunjungan penonton dan nilai transaksi dapat tercapai sebanyak-banyaknya. pd

Read More
DSC_1270_025convert

Bupati Resmikan Kantor PNPM Mandiri Pedesaan

DSC_1255_023convert

Bupati Karanganyar Juliyatmono Memberikan Sambutan Kepada Hadirin Penerima Bantuan Dana Hibah Absolut

DSC_1264_024convert

Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar Secara Simbolis Menyerahkan Bantuan Dana Hibah Absolut

Bertempat di Gedung KPRI Rumaket Kerjo, Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar didampingi SKPD terkait meresmikan Kantor Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM MPd) Kecamatan Kerjo, Rabu Siang 27/05. Selain meresmikan kantor baru, juga disampaikan penyaluran bantuan dana hibah absolut tahun 2014 sebesar 174 juta yang diwujudkan dalam bantuan kambing sebanyak 42 ekor, Jambanisasi untuk 60 kartu keluarga, RTLH 7 rumah dan peralatan perbengkelan.

Buoati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya mengatakan bahwa Kecamatan Kerjo merupakan akses masuk ke Kabupaten Karanganyar dari arah Kabupaten Sragen, untuk itu sarana fisik seperti akses jalan akan dilebarkan. Terlebih dengan adanya pembangunan Waduk Gondang yang rencana tahun 2017 akan terselesaikan, diharapkan mampu meningkatkan gairah perekonomian sekitar. Dengan makin dikenalnya Kecamatan Kerjo sebagai penghasil alpukat, Juliyatmono juga berharap agar masyarakat memanfaatkan ladang kosong warga untuk dibudidayakan tanaman alpukat.

“PNPM MPd tetap akan diberdayakan oleh pemerintah daerah sebagai mitra kerja dalam rangka mensejahterakan masyarakat sekitar”, imbuh Juliyatmono. ad

Read More
DSC_0048 copy

Keluar Jadi Karyawan, Pilih Tekuni Usaha Mandiri

Sumarsi,30, saat menjahit sandaran kepala bermotif batik di rumahnya, Rabu (07/01)

Sumarsi,30,(berjilbab warna hitam) saat menjahit sandaran kepala bermotif batik di rumahnya, Rabu (07/01)

Keluar dari pekerjaan yang telah di tekuni selama bertahun-tahun menjadi pilihan sulit bagi Sumarsi, 30, salah satu warga Dusun Plosorejo, RT 01 RW 01, Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar.

Namun tekad untuk berusaha mandiri menjadi pilihan yang dia tempuh. Sebelumnya ia telah bekerja menjadi karyawan salah satu pabrik tekstil selama 14 tahun di bagian kualiti kontrol.
“Idenya untuk membuat usaha mandiri ini, karena tidak ingin menjadi karyawan terus menerus. Namun membuat usaha sendiri dan bisa membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat,” kata Sumarsi, saat ditemui di rumahnya, Rabu (08/01) kemarin siang.

Sumarsi menceritakan, awalnya membeli lembaran kain perca, terus dibikin pernak-pernik dari limbah percah. Tetapi belakangan kemauan masyarakat menjadi berkurang. “Kemudian saya mencoba membuat bantal-bantal, tempat tisu, dan sprei sampai saat ini bisa lumayan laris,” jelas Marsi panggilan akrabnya.

Untuk pemasaran saat ini masih taraf lokal, namun jika ada even pameran dia juga mengikuti pameran. Seperti saat pameran Intanpari Expo 2014 yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.
Ibu dua orang anak itu mengambil motif batik dari Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, juga batik dari Kecamatan Gondangrejo. “Biasanya membuat satu set untuk mobil terdiri sandaran kepala, tempat tisu, dan sabuk pengaman. Ada juga dari bahan katun,” jelasnya.

Selain itu, Marsi juga membuat bantal, tas, taplak meja. Untuk membuat satu produk hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit dari diberi pola, di gambar, di potong, kemudian di jahit, dimasukan isi dakron atau silikon, baru jait tangan untuk penutupannya. Namun tergantung besar kecilnya produk, jika agak besar bisa sedikit lebih lama membuatnya.

“Bahan batik satu set hanya seharga Rp 100 ribu. Itu terdiri empat sandaran kepala, satu tempat tisu, dan satu set untuk sabuk pengaman. Kalau berbahan velboa bisa Rp 120 ribu,” kata Marsi yang sudah menekuni usaha mandiri sejak 15 Oktober 2013.

Saat ini, keinginannya yakni untuk perluasan pemasaran dari produk-produk yang di hasilkannya. Namun terkendala tenaga kerja yang baru empat orang. Kelak jika sudah mempunyai karyawan yang banyak akan memperluas area pemasarannya. pd

Read More
DSC_0038 copy

“Sabtu Belanja” Di Resmikan

Karanganyar, Senin (05/01/2015)

DSC_0038 copy

Bupati Karanganyar Juliyatmono (baju batik, depan) saat melihat dagangan PKL Sabtu belanja, di kawasan alun-alun Kabupaten Karanganyar, Sabtu (03/01)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar resmi membuka “Sabtu Belanja” di kawasan alun-alun setempat, Sabtu (03/01).

Sabtu belanja merupakan kebijakan baru bupati sebagai pengganti Pasar Jumat. Pasalnya, Pemkab memutuskan untuk mengembalikan trotoar dan jalur lambat yang sebelumnya untuk pedagang menjadi jalur lalu lintas bagi pengguna jalan, tepatnya pejalan kaki.

Oleh karena itu, pasca pembangunan citywalk sepanjang jalur lambat di depan Bank Jateng sampai Bank BRI, para pedagang pun beralih ke pelataran santai (plasa) yang dibangun di area alun-alun. Hasil pendataan Pemkab menunjukkan, jumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menjadi penjual dalam Sabtu Belanja itu berjumlah 285 orang.

Sebelum diresmikan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan IMKM) Karanganyar sebagai penanggung jawab program melakukan pengundian tempat berdagang terhadap para PKL, Rabu (31/12) lalu.

Dalam sambutannya, bupati mengatakan, proses pembangunan penataan kawasan alun alun hampir selesai. Sehingga para pedagang bisa mengunakan lokasi yg telah selesai untuk berdagang. “Pelaku UMKM Pasar Jumat, pindah berdagang di hari Sabtu. Dengan sebutan Sabtu Belanja,” katanya di sela-sela peresmian.

Kepala Disperindagkop.dan.UMKM Karanganyar, Nur Halimah menambahkan nantinya akan melakukan penataan ulang. Pasalnya, masih ada sekitar 60 PKL yang belum mendapatkan lapak. Tidak hanya itu, pihaknya mencatat ada sejumlah PKL yang belum mendaftarkan ke dinasnya. “Ya nanti kita akan tata kembali. Perlu kami tegaskan, PKL yang ada di sini mendapatkan kartu identitas PKL Sabtu Belanja. Jadi, kami bisa memantau berapa PKL yang belum mendaftarkan diri,” tegasnya.

Bagi masyarakat yang ingin berbelanja murah, bisa mendatangi plasa Alun Alun Karanganyar setiap hari Sabtu. Di sana, ratusan pedagang menawarkan sejumlah barang dengan harga terjangkau dan pastinya bis ditawar. Jenis dagangan yang tersedia antara lain pakaian, celana, jaket di sebelah barat. Sedangkan sebelah timur terdapat PKL tanaman, buah, handycraft, makanan, bumbu dapur. pd

Read More
gue copy

Pameran Intanpari Expo 2014 Tunjukan Produk Unggulan

Karanganyar, Minggu (23/11/2014)

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat berbincang dengan pengrajin, dan Wakil Bupati Rohadi Widodo melihat kerajinan wayang kulit di salah satu stan pameran Intanpari Expo 2014. Sabtu (22/11).

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat berbincang dengan pengrajin, dan Wakil Bupati Rohadi Widodo melihat kerajinan wayang kulit di salah satu stan pameran Intanpari Expo 2014. Sabtu (22/11).

Pameran pembangunan yang diadakan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar 2014 ke-97, berlangsung meriah dan dipadati ribuan warga masyarakat berjubel untuk melihat. Lokasi pameran yang strategi di pelataran depan alun-alun, diikuti 36 stan dari instansi pemerintah, enam BUMN dan BUMD, 46 perusahaan, dan lima koperasi.

“Semuanya berjumlah 135 stan dengan menampilkan berbagai produk-produk unggulan yang dipamerkan peserta pameran,” ujar Nur Halimah, Ketua Panitia Penyelenggara Pameran Pembangunan, Sabtu (22/11) malam, saat dilokasi.

Bupati Karanganyar Juliyatmono, menuturkan dengan pameran ini diharapkan produk-produk dari Kabupaten Karanganyar bisa dikenal, tidak saja warga lokal namun dari luar kota bisa membelinya. “Apresiasi warga luar biasa banyak. Dengan pameran ini, hasil transaksi jual beli bisa meningkatkan pendapatan UMKM,” ujar Bupati Juliyatmono.

Setelah acara pembukaan, Bupati, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, dan Muspida melihat produk-produk unggulan dari 17 kecamatan,BUMN, BUMD atau pun hasil pembangunan dari instansi pemerintah.

Di pameran yang berlangsung selama empat hari, dari Sabtu-Rabu (22-26/11) ada yang membuat seperti kerajinan wayang kulit, batik, makanan olahan,alat-alat pertanian, jamu, ukiran kayu,dan fotografi.pd

Read More
DSC_0004 (3) copy

Batik Kayu Karanganyar Go Internasional

Karanganyar, Minggu (25/05/2014)

Bidak catur dari batik kayu

Bidak catur dari batik kayu

Sejak awal mula tahun 1996 ketika ikut pameran di Pasar Raya Jakarta, Sumartoyo mencoba untuk mencari peluang usaha dengan memamerkan kayu namun dibalut dengan motif batik. Kemudian tahun 1998 mulai berdiri mandiri dengan menciptakan karya-karya unik dan tradisional.

“Saya pertama kali membuat warna motif batik ternyata belum bisa. Padahal saat itu akan ada pameran yang di selenggarakan oleh Pemkab Karanganyar,” ujar Sumartoyo. Namun dengan belajar dan ketekunannya dia bisa membuat warna motif ciri khas batik. “Ada motif sogan dan kawung,” kata Sumartoyo, saat di temui di galeri dan sekaligus rumanya Puri Art, Perum Bulu, Rt 06/ Rw XVII, Jaten, Kabupaten Karanganyar.

Dia memproduksi berbagai macam batik kayu dari gelang, meja, kursi, kentongan, wayang, mangkok, dan piring. Ada juga jenis hewan seperti bebek, kelinci, ikan dan gajah. “Yang menarik batik kayu untuk papan dan bidak catur. Bahan baku produk kami terbuat dari berbagai jenis kayu seperti jati, pule, sengon, mahoni dan bambu,” ujar dia.

Untuk lamanya pembuatan tergantung ukuran dan di sesuaikan dengan tingkat kerumitan.”Rata-rata bisa selesai dalam waktu satu minggu,” ujar Sumartoyo. Sampai dengan saat ini, Sumartoyo telah keliling pameran dari lokal hingga luar negeri. “Saya pernah ikut pameran di Utrecht, Jerman. Disana peminatnya lumayan banyak, karena produk ini unik dan bernilai tradisional,” jelasnya.

Di pasar lokal, para pemesan maupun pembeli berasal dari Solo, Jogyakarta bahkan Jakarta. pd

Read More
DSC_0065 copy

Cemilan Walangan Dari Industri Rumahan

Karanganyar, Jumat (16/05/2014)

Walangan, makanan kecil dari industri rumahan

Walangan, makanan kecil dari industri rumahan

Industri perumahan pengolahan makanan ringan di Dusun Ganoman, Desa Koripan, Kecamatan Matesih mulai tumbuh dan berkembang. Bahan dasar ubi yang didapat dari hasil panenan di wilayah sekitar sangat mendukung kebutuhan produksi.

Sampai saat ini produksi ketela dapat menghasilkan seberat 60-70 kilogram sebagai bahan makanan olahan seperti kripik stik, grubi, walangan dan keripik iris. Menurut Ketua Kelompok Masyarakat Dusun Ganoman, Triyono, panenan ubi melimpah sehingga warga dapat memanfaatkan untuk industri makanan. Produksi dari Dusun Ganoman tidak mengunakan bahan pengawet, namun dengan pengolahan alami.

“Industri rumahan di sini telah berkembang sejak lima tahun ini. Hasil produksi bahkan dijual sampai ke luar Pulau Jawa dan kota-kota besar,” ujar Triyono. Untuk membuat sajian kripik cukup mudah dan sederhana. Caranya bahan dasar dari ubi dikupas terlebih dahulu, kemudian dibersihkan dan dipotong. Untuk walangan, dipotong seukuran lidi kemudian digoreng setengah matang.

Setelah itu ditiriskan, selanjutnya didiamkan selama semalam. Kemudian digoreng sambil dimasukkan larutan gula sampai matang. Proses selanjutnya diangkat dari pengorengan dan didiamkan sebentar lalu dibuat bulatan-bulatan saat masih panas. Sedangkan varian stik dan irisan pipih bercitarasa pedas dan gurih cukup diberi bumbu.

Salah satu pelaku industri rumahan di Dusun Ganoman, Paryanto menuturkan walangan ini sudah banyak pemesannya, bahkan sampai Jakarta. Namun disisi lain, para pelaku itu masih menunggu legalisasi dari Kementerian Kesehatan berkaitan dengan registrasi produk makanan tersebut.

“Kami menjual walangan perkilo berbeda-beda, tergantung ukuran. Untuk ukuran besar dijual Rp. 14 ribu per kilogram, sedangkan ukuran kecil dijual Rp. 15 ribu per kilogram. Sedangkan untuk kripik ubi irian Rp. 35 ribu per lima kilogram,” ujarnya. Walangan ini disetiap daerah berbeda-beda namanya. Kalau di Jakarta krispi, namun di Jawa Tengah terkenal walangan atau grubi. pd

Read More