Category: UMKM

DSC_0029

FKPCTI Karanganyar Berharap Pemerintah Lebih Perhatikan Kaum Difabel

Diskominfo

Assisten Pemerintahan Setda Karanganyar Siti Maesyaroh saat menyerahkan bantuan dari Bupati Karanganyar kepada Ketua FKPCTI Kabupaten Karanganyar, Kamis (12/1)

Karanganyar, Kamis 12 Januari 2017

Kaum difabel Karanganyar meminta Pemkab untuk membangun kantor yang ramah bagi para penyandang cacat.

Karena sejumlah gedung perkantoran masih belum dilengkapi akses bagi kaum disabilitas.

Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua FKPCTI Karanganyar, Hardianto Tunjung pada Seminar dalam rangka Hari Disabilitas Internasional, Kamis (12/01/2016) di Aula Kalurahan Cangakan, Karanganyar.

Seminar yang mengusung tema Pemberdayaan Penyandang Disabilitas untuk Mewujudkan Kemudahan, Kesejahteraan yang Bermartabat Melalui UU No. 8 Tahun 2016 tersebut dihadiri Asisten Pemerintahan Setda Karanganyar selaku mewakili Bupati, jajaran pejabat OPD dan Dinas Sosial Karanganyar.

“Seperti Dinas Sosial sekarang yang bertempat di eks BKK Tasikmadu, kami sedikit kesulitan karena belum mengakomodasi kaum disabilitas. Tidak ada ruang pertemuan rutin difabel, belum adanya tempat parkir yang cukup luas, mohon untuk diperhatikan”ujar Ketua Federasi Kesejahteraan Penyandang Cacat Tingkat Indonesia (FKPCTI) Kabupaten Karanganyar.

Selain berharap pembangunan perkantoran yang dilengkapi fasilitas difabel, ia menyampaikan pentingnya Pemerintah juga memperhatikan  pelayanan, keterampilan, pinjaman modal bagi difabel sebagai wirausaha mandiri yang masih sulit dalam mengembangkan usahanya karena tempat usaha yang jauh dari keramaian.

“Tidak harus terpisah antara wirausaha disabilitas dan wirausaha non disabilitas sehingga perlu perhatian dari Pemerintah kedepannya,”harapnya.

Sementara itu Kasi Rehabilitasi Dinsos Karanganyar yang menangani Penyandang Disabilitas, Sulis dalam menanggapi hal tersebut mengatakan adanya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru, Dinsos sudah berdiri sendiri dengan dilantiknya dua Kepala Bidang dan enam Kepala Seksi oleh Bupati per 2 Januari 2017 kemarin.

“Dinas Sosial Karanganyar untuk sementara menempati eks Kantor BKK Tasikmadu dan ini harus diterima,  semuanya masih terus berbenah, memerlukan waktu dan kesabaran ”jelasnya dihadapan para kaum difabel.

Pada kesempatan tersebut, Sulis juga menyampaikan akan ada kunjungan dari Jerman ke Tim Advokasi Dinas Sosial Karanganyar yang membawahi Disabilitas, karena Tim advokasi Difabel Dinsos Karanganyar menjadi percontohan tingkat Nasional.

“Sosialisasi Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas sebagai pengganti Undang-Undang No.4 Tahun 1997 diharapkan ada perubahan peningkatan kesejahteraan dan layak untuk disabilitas.

Selanjutnya Asisten Pemerintahan Setda Karanganyar, Siti Maesyaroh mengatakan, misi Pemkab adalah Pembangunan Infrastruktur Menyeluruh sehingga dalam hal ini Pemkab tentunya telah memperhatikan persoalan-persoalan yang dihadapi kaum difabel.

“Kaum difabel punya perlakuan dan hak yang sama, karena Pemerintah terus merealisasikan visi misi demi peningkatan kesetiakawanan sosial seiring dengan kearifan lokal,”tandasnya dihadapan para disabilitas.

Demikian Diskominfo (ind/ay)

 

Read More
dsc_0050

22 Desa Menjadi Lokasi KKN

Kominfo

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, saat menyampaikan sambutan pada kegiatan KKN UNS di Pendopo RD Bupati, Selasa(10/01)

Karanganyar, Selasa 10 januari 2017

Sejumlah 194 mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di dua Kecamatan di wilayah Karanganyar yang tersebar di dua puluh dua desa.

Penyerahan mahasiswa KKN UNS dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar oleh Ketua Koordinator Lapangan, Hendro Saputra yang diterima langsung Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Selasa (10/01/2017).

Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati menyambut positif dan mendukung penuh kegiatan KKN yang berlangsung selama 45 hari kedepan di dua kecamatan yakni Kecamatan Jenawi tersebar di sembilan desa dan Kecamatan Mojogedang tersebar di tiga belas desa.

“KKN ini sebagai sarana menerapkan ilmu dan memperoleh ilmu dikehidupan masyarakat. Jangan malu, jangan sungkan untuk melakukan sesuatu yang membawa manfaat di lokasi KKN,”terang Rohadi Widodo saat menyampaikan sambutannya.

Lebih lanjut ia mengatakan, Pemkab melalui Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Karanganyar  telah bekerjasama dengan Fakultas Pertanian UNS Surakarta mengembangkan kawasan organik yakni di Matesih dan Karangpandan yang terkenal dengan produksi beras merah, beras hitam, beras mentik susu dan beras mentik wangi dengan kemasan yang cukup bagus dan menjual secara pemasaran.

“Di Jenawi sendiri menjadi pusat budidaya pisang dengan empat varietas. Yang terkenal dengan pisang Semar, karena bibit dari Fakultas Pertanian Sebelas Maret sampai sekarang terus kita kembangkan,”kata Wabup.

Sementara itu, untuk wilayah Mojogedang merupakan kawasan kering sehingga jumlah warga miskinnya relatif banyak.

“Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi di daerah Jenawi dengan udaranya yang dingin, sejuk dan jumlah penduduk relatif sedikit,”tuturnya.

Rohadi Widodo berharap kehadiran mahasiswa KKN ini dapat membantu mengangkat potensi yang ada di wilayah masing-masing KKN sebagai pilar marketing.

“Bentuk kerjasama yang baik sebagai upaya perbaikan disegala bidang untuk lebih meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,”harap Rohadi dihadapan mahasiswa UNS.

Demikian Diskominfo (ind/ft)

Read More
dsc_0029

30 Desa di Karanganyar Jadi Lokasi KKN

kominfo

KKN sebagai pengalaman mengabdi di masyarakat : Wabup, Rohadi Widodo saat menyampaikan sambutannya, Senin (5/12).

Sejumlah 433 Mahasiswa Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Karanganyar tepatnya di tiga Kecamatan yakni Kecamatan Matesih, Kecamatan Jumapolo dan Kecamatan Jatiyoso yang tersebar di tiga puluh (30) Desa.

Penyerahan Mahasiswa KKN UMS oleh Prof. DR. Ir. Ongko Cahyono, M.Sc selaku Rektor UTP Surakarta dan diterima Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo. Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa UTP ini selama 45 hari, terhitung tanggal 5 Desember 2016 sampai dengan 16 Januari 2017.

Wabup dalam sambutannya  menghimbau agar mahasiswa  untuk selalu bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

“KKN ini merupakan salah satu cara kita terjun langsung dalam hidup bermasyarakat. Mengabdi di masyarakat, mengajarkan bagaimana mengasah skill kita kepada masyarakat sehingga apa yang kita sampaikan dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar,”pesan Rohadi Widodo pada Pembukaan Pelaksanaan KKN, Senin (5/12/2016) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Kominfo

Mahasiswa KKN UTP Surakarta saat menyimak sambutan Wakil Bupati.

Lebih lanjut, Wabup juga menyampaikan Visi “Bersama Memajukan Karanganyar” dengan Lima misinya, meliputi : Pembangunan Infrastruktur Menyeluruh, Pencapaian 10.000 Wirausahawan Mandiri, Pendidikan Gratis SD/SMP/SMA dan Kesehatan Gratis, Pembangunan Desa sebagai Pusat Pertumbuhan, Peningkatan Kualitas Keagamaan dan Sosial Budaya.

Pada kesempatan tersebut dilakukan pemakaian Jaket secara simbolis oleh Wakil Bupati kepada dua mahasiswa UTP yang diikuti seluruh mahasiswa KKN.

Demikian Dishubkominfo (ind/ira)

Read More
web

Nikmati Sate Kelinci di Pujasera Cangakan

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat membakar sate kelinci di kios Pujasera Cangakan.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat membakar sate kelinci di kios Pujasera Cangakan.

Karanganyar, Senin (21/11/2016)

Bagi warga Kabupaten Karanganyar dan wisatawan yang menyukai sate, kali ini di Pujasera Cangakan ada Sate Kelinci dengan rasa khas bumbu kacang Tawangmangu.

Dibukanya kuliner Sate itu untuk menambah kios Pujasera Cangakan yang berada di dekat Kantor Bapermasdes Karanganyar, Senin (21/11). Bupati Karanganyar pun berkesempatan menikmati sajian kuliner murah itu.

“Kalau kios-kios ini penuh saya kira menjadi ramai dan akses jalan dibenahi. Ada panjat dinding pula nantinya, relatif banyak orang bersantai,” kata Bupati.

Bupati juga meminta berbagai pihak untuk meramaikan tempat itu dengan mengadakan even kegiatan, misalnya dengan pertunjukan musik keroncong.

Sementara itu, pedagang sate, Senen, mengatakan pihaknya merupakan binaan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Karanganyar, sebagai cabang di Grojogan Sewu.

“Kami mempunyai resep sendiri turun temurun sejak 1973, rasanya tidak tertalu amis,” katanya.

Jika di Tawangmangu, pada hari biasa selain hari libur Senen hanya menghabiskan satu ekor kelinci, berbeda jika hari Minggu dan besar bisa menyembelih puluhan ekor,  dan dia mengambil kelinci yang berasal dari Matesih, dan Karangpandan.

“Kami menjual dengan harga terjangkau, porsi besar 15 tusuk, dan porsi kecil enam tusuk,” katanya sembari membakar sate, di kios yang diberi nama Pak Tyan (sebutan untuk anaknya).pd  

Read More
web

Hingga Pameran Ditutup, Pengunjung Capai 25 Ribu Orang

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat menutup Pameran Intanpari 2016, Senin (14/11) malam, di Plasa Alun-alun Karanganyar.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat menutup Pameran Intanpari 2016, Senin (14/11) malam, di Plasa Alun-alun Karanganyar.

Karanganyar, Selasa (15/2016)

Pameran Intanpari 2016 Kabupaten Karanganyar yang diselanggarakan dari Jumat-Senin (11-14/11) di Plasa Alun-alun hingga hari terakhir kemarin, pengunjung yang dapat mencapai 25 ribu orang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan,Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Kabupaten Karanganyar, Larmanto, Senin (14/11) saat acara penutupan pameran Intanpari 2016.

“Komoidatas yang paling diminati berupa batik dan pakaian jadi, kerajinan, mebel kayu, makanan olahan, dan tanaman hias jemani,” kata Larmanto.

Selain itu, selama empat hari pameran berlangsung transaksi mendekati Rp. 1 miliar, namun tahun ini transaksi menurun dibandingkan pada Solo Raya Creative Expo 2015, dan juga pengunjung hingga mencapai 40 ribu orang.

Pada hari penutupan, pihak panitia bekerjasama dengan Bulog mengadakan pasar murah, dengan komoditas yang dijual beras, gula pasir, tepung terigu,  minyak goreng dan bawng putih.

Sementara itu ditempat yang sama, saat menutup pameran,  Wakil Bupati Rohadi Widodo mengatakan pameran ini cukup ramai, dan diikuti pebisnis yang mempunyai semangat besar untuk memasarkan produk-produknya.

“Sebuah usaha diperlukan upaya yang masksimal dan tantangan besar. Ada yang bersemangat jualan. Ini sebagai bukti nanti akan mendapatkan hasil yang maksimal,” kata Rohadi Widodo.

Dengan adanya pameran ini sebagai bagian soliditas dan semangat bisnis marketing, ini bisa terlahir pengusaha besar dan membuka lapangan usaha yang luas.

Pada pameran tahun ini, stan yang difasilitasi Pemkab Karanganyar sejumlah 86 stan, swadaya mandiri sejumlah 40 stan. Selain itu juga didukung 80 UKM kuliner di seputaran Alun-alun.

Sedangkan produk-produk lokal yang dipamerkan dan dijual meliputi kerajinan, kuliner, pertanian agro, fashion, produk kreatif, pelayanan informasi masyarakat, dan terdapat panggung hiburan, seni budaya daerah.pd

Read More
aku

Pameran Intanpari Jual Produk Lokal Potensi Daerah

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat mengunjungi salah satu stan pameran Intanpari, Jumat (11/11)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat mengunjungi salah satu stan pameran Intanpari, Jumat (11/11)

Karanganyar, Sabtu (12/11/2016)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengadakan pameran Industri Pertanian dan Pariwisata (Intanpari) dengan menjual berbagai produk lokal potensi daerah untuk menanamkan rasa cinta terhadap produk dalam negeri.

Pameran yang berlangsung selama empat hari, (11-14/11) itu bertempat di Plasa Alun-alun Kabupaten Karanganyar, dengan jam operasional mulai pukul 09.00-22.00 WIB.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono membuka langsung acara yang termasuk rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-99, Jumat (11/11) di lokasi.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperingadkop dan UMKM) Kabupaten Karanganyar, Larmanto, mengatakan jumlah peserta Pameran Intanpari 2016 ini ada 126 stan.

“Stan yang difasilitasi Pemkab Karanganyar sejumlah 86 stan, swadaya mandiri sejumlah 40 stan. Selain itu juga didukung 80 UKM kuliner di seputaran Alun-alun,” kata Larmanto, saat dilokasi acara.

Sedangkan produk-produk lokal yang dipamerkan dan dijual meliputi kerajinan, kuliner, pertanian agro, fashion, produk kreatif, pelayanan informasi masyarakat, dan terdapat panggung hiburan, seni budaya daerah.

Bupati Karanganyar saat membuka acara mengatakan dengan adanya pameran ini sarana promosi produk unggulan yang berbasis pada ekonomi kreatif menarik pembeli.

“Dengan pameran Intanpari, produk lokal dapat dikenal pembeli, wisatawan dan investor masyarakat luas, serta menjadi peluang eksport, kerjasama perdagangan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo dan beberapa tamu undangan berkeliling meninjau satu-persatu stan yang ada. pd

Read More
dsc_0697

Berantas Pungli, Pemkab Karanganyar Bentuk Satgas Saber Pungli

Kominfo

Bupati Karanganyar bersama Wakil Bupati Karanganyar dan Forkopimda pada Pengukuhan Satgas Saber Pungli, Kamis (10/11/2016), di ruang Anthorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Dalam upaya memberantas aksi pungli, Pemkab Karanganyar membentuk tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli). Tim yang dibentuk ini merupakan gabungan dari beberapa instansi seperti Pemkab, Kejaksaan, Pengadilan, Polres dan Kodim 0727 Karanganyar.

Pembentukan ini ditandai dengan pengukuhan tim Satgas Saber Pungli di ruang Anthorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (10/11/2016). Anggota tim yang terdiri dari gabungan instansi ini dikukuhkan langsung oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Dalam pengukuhan tersebut dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karanganyar.

Kominfo

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dalam sambutannya di acara Pengukuhan Satgas Saber Pungli.

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan pembentukan tim satgas saber pungli ini sebagai tindak lanjut dari instruksi presiden untuk memberantas aksi pungli disegala bidang terkhusus pada pelayanan publik.

Ia berharap tiap anggota Satgas dapat berkoordinasi dan bekerja sama dengan baik dalam membersihkan Karanganyar dari aksi pungli. Setiap anggota satgas diminta untuk melek teknologi karena sangat diperlukan dalam operasi pemberantasan pungli terutama terkait dengan data, dimana data harus benar-benar akurat.

“Anggota tim harus kompak dan melek teknologi dan juga tim harus mengedukasi masyarakat untuk preventif/tindakan pencegahan pungli. Jangan sampai terjadi tindakan tangkap tangan”, tandas Juliyatmono saat menyampaikan arahannya dihadapan tim satgas saber pungli.

Sebelum pengukuhan,  Pemkab dan Forkopimda Karanganyar menandatangani nota kesepakatan sebagai komitmen bersama memberantas pungutan liar.

Demikian Dishubkominfo (ind/ira/vi2)

Read More
aku

Difabel dan Wirausaha Diberi Bantuan

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo menyerahkan bantuan secara simbolis kepada penyandang difabell dan wirausaha.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo menyerahkan bantuan secara simbolis kepada penyandang difabel dan wirausaha.

Karanganyar, Kamis (20/07/2016)

Penyandang difabel dan wirausaha di Kabupaten Karanganyar menerima bantuan yang bersumber dari APBN dan APBD tahun 2016. Sebelumnya, 55 orang tersebut menerima pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Bangsri, Karangpandan, antara bulan Juni dan Juli tahun 2016.

Dari 55 orang tersebut terdiri dari pelatihan pembentukan wirausaha mandiri diikuti sejumlah 25 orang pada kejuruan menjahit dan kejuruan pengolahan hasil pertanian. Sedangkan 10 orang mengikuti pelatihan peningkatan manajemen wirausaha baru dengan kejuruan pertukangan kayu.

Sedangkan untuk pemberdayaan tenaga kerja disabilitas sejumlah 20 orang terdiri dari menjahit dan perbengkelan.

“Pelatihan ini bertujuan untuk  membekali pengetahuan dan ketrampilan baik manajemen maupun teknis bagi para peserta pelatihan dalam mengelola usaha,” kata Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Karanganyar, Agus Heri Bindarto, Rabu (20/07) seusai acara pemberian bantuan di Aula Kantor Dinsosnakertrans Kabupaten Karanganyar.

Peserta manajemen wirausaha baru dan wirausaha mandiri setelah mengikuti pelatihan diberikan bantuan sarana usaha berupa peralatan pendukung sesuai jenis usaha masing masing.

“Ada mesin jahit, alat pemarut singkong, alat pelecet kedelai, alat pertukangan, dan perbengkelan,” kata Agus Heri Bindarto.

Ditempat yang sama, seusai menyerahkan bantuan, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo meminta penerima bantuan dapat mengaplikasikan setelah menerima pelatihan.

“Bantuan ini jangan dijual, dan tidak dialih tangankan tapi gunakanlah semaksimal mungkin. Biar nanti kesejahteraan meningkat. Tekun berusaha dan berkarya, nanti akan menjadi sukses ” kata Wakil Bupati. pd

Read More
DSC_0067_2

PKL TerimaTenda dan Gerobak Gratis

Wakill Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat menyerahkan gerobak dagangan kepada salah satu PKL, Selasa (02/02) di halaman Setda Kabupaten Karanganyar

Wakill Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat menyerahkan gerobak dagangan kepada salah satu PKL, Selasa (02/02) di halaman Setda Kabupaten Karanganyar

Karanganyar, Selasa (02/02/2016)
Pedagang Kaki Lima (PKL) oleh Pemerintah Kabupaten (pemkab) mendapatkan bantuan berupa gerobak dagangan dan tenda secara gratis.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kabupaten Karanganyar, Larmanto, mengatakan sebanyak 59 PKL diberikan bantuan tersebut sebagai upaya menumbuhkan wirausaha mandiri, memberdayakan Industri Kecil Menengah dan meningkatkan pendapatanpedagang.

“Bantuan berupa tenda dan gerobak 15 unit untuk pedagang dari kantor KPUD Karanganyar sampai Bank Jateng, seputar alun-alun sebanyak 22 pedagang, Makam Pahlawan lima pedagang, di depan rumah Dinas Wakil Bupati Karanganyar sebanyak dua pedagang,” kata Larmanto, Selasa (02/02) di Setda Kabupaten Karanganyar, saat acara penyerahan secara simbolis.

Larmanto juga menjelaskan,selain ditempat-tempat tersebut, juga diberikan bantuan gerobak di Pujasera Popongan untuk 15 pedagang.

“Sedangkan sumber dana dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2015,”jelasnya.

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo pada acara itu menyerahkan gerobak dan tenda PKL secara simbolis di halaman Setda KabupatenKaranganyar.

“Dengan adanya gerobak dan tenda seragam ini bias terlihat rapi dan seragam. Pemberian tenda gratis rencannya untuk semua PKL, namun bertahap,” kata Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo.

Rohadi Widodo juga berpesan agar tidak terpengaruh dengan orang yang mengaku bias mengurus dengan membayar.
“Pemberian tenda dan gerobak ini semuanya gratis, tidak dipunggut biaya,” jelasnya.pd

Read More
IMG-20160119-WA0003

Akhirnya, Kusrin Terima SNI

Bupati Karanganyar Juliyatmono (baju biru) mendampingi Muhammad Kusrin (ke dua dari kanan), menerima SNI dari Menteri Perindustrian

Bupati Karanganyar Juliyatmono (baju biru) mendampingi Muhammad Kusrin (ke dua dari kanan), menerima SNI dari Menteri Perindustrian Saleh Husin, di Kantor Kementerian Perindustrian

Karanganyar, Rabu (20/01/2016)
Muhammad Kusrin, akhirnya menerima sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI), dari Kementerian Perindustrian RI, di Jakarta, Selasa (19/01).

Kusrin,panggilan akrab nya, menerima SNI yang diserahkan Menteri Perindutrian RI Saleh Husin, didampingi Bupati Karanganyar Juliyatmono.

Bupati Juliyatmono mengatakan seperti kusrin-kusrin itu perlu dilaporkan kepada pusat, agar karya inovasinya bisa dilindungi karena itu merupakan kreativitas, dan bisa menyerap tenaga kerja.

“Masyarakat silahkan melaporkan penemuan-penemuan berupa kreativitasnya, pemerintah akan memfasilitasi supaya mendapatkan hak-haknya, berupa legalitas dan perlindungan,” katanya, Rabu (20/01) seusai acara peresmian proyek, di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar.

Setelah mendapatkan SNI, lebih lanjut dikatakan Bupati, Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan mendampingi Kusrin, agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak manapun yang hanya mementingkan kepentingan keuntungan, tanpa mengabaikan persoalan-persoalan hukum lainnya.

Sebelumnya, Kusrin terkendala mengurus SNI dalam memproduksi televisi rakitan. Bahkan, dia sempat berurusan dengan hukum karena belum ber-SNI.pd

Read More