Category: UMKM

DISKOMINFO

Dengan Ultah yang ke-37 Dekranasda semakin eksis

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyerahkan tumpeng kepada Ketua Dekranasda Kab. Karanganyar, Siti Khomsiyah pada ulang tahun Dekranasda ke-37, Jumat 3/3/2017

Karanganyar, 3 Maret 2017

Tanggal 3 Maret 2017 menjadi momen penting bagi Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) karena merupakan hari ulang tahunnya. Acara perayaan ulang tahun tersebut diadakan di Ruang Anthorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat 3 Maret 2017 malam.  Di ulang tahunnya yang ke-37 tahun ini Dekranas diharapkan semakin eksis serta bermanfaat luas khususnya bagi pengrajin di Kabupaten Karanganyar.

“Dekranasda Kabupaten Karanganyar merupakan organisasi swasta yang merupakan mitra kerja pemerintah mempunyai visi untuk melestarikan nilai-nilai budaya bangsa yang tercermin dalam produk kerajinan, melalui pembinaan, pelatihan dan promosi hasil kerajinan daerah dalam berbagai event pameran,” demikian kata Ketua Dekranasda Kabupaten Karanganyar, Siti Khomsiyah Juliyatmono.

Dalam sambutannya Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan bahwa para pengrajin yaitu mereka yang memiliki ketrampilan, keahlian tertentu dan melalui Dekranasda ini mereka terkoordinasi dengan baik.

“Tahun ini, yang merupakan satu abad Karanganyar sebaiknya Dekranasda membuat sayembara atau lomba membuat souvenir khas Karanganyar, supaya menjadi ciri khas Karanganyar.  Saya membuat istilah ‘I love Karanganyar’, sekarang banyak orang yang menggunakannya,” kata Juliyatmono.

Pemerintah akan memberikan tempat bagi para pengrajin Dekranasda untuk bisa memamerkan dan menjual hasil kerajinannya di Terminal Wisata Mbangun Makuthoromo Karangpandan. Diharapkan ke depannya setiap pengunjung di Kabupaten Karanganyar akan mampir ke terminal tersebut dan membeli oleh-oleh atau souvenir di situ. Pada gilirannya hal ini dimaksdukan untuk meningatkan perekonomian masyarakat.

Sebagai ucapan selamat ulang tahun bagi Dekranasda, Juliyatmono melaksanakan upacara potong tumpeng yang kemudian diserahkan kepada Ketua Dekranasda, Siti Khomsiyah yang kebetulan adalah istri Juliyatmono. Pemberian tumpeng tersebut disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin malam itu. Demikian Diskominfo (krs/pd)

Read More
IMG_7705

Pemkab Karanganyar Adakan Mini Job Fair

Kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono memberikan sambutan sekaligus membuka Job Fair Mini , Rabu Pagi (22/02)

Karanganyar (22/02/2017)

Pameran kesempatan kerja (job fair mini) yang di lakukan oleh Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Karanganyar di hadiri oleh bupati Karanganyar Juliyatmono di balai pertemuan kalurahan Cangakan Karanganyar, Rabu Pagi (22/2).

Dalam sambutannya Bupati Karanganyar menyampaikan bahwa lulusan sma dan smk harus siap menghadapi keadaan bonus demografi dimana setiap anak nantinya memiliki daya saing yang tinggi terhadap kerja, maka lulusan SMA/SMK harus dibekali ketrampilan , perilaku, dan sikap yang baik karena perusahaan nantinya akan memilih SDM yang bisa menghasilkan keuntungan dari hasil kerjanya.

Lebih lanjut Yuli sapaan akrab Juliyatmono menambahkan bahwa saat ini lulusan SMA/SMK di Kabupaten Karanganyar banyak dicari perusahaan dikarenakan kerja keras dan kompetensinya. Untuk itu diharapkan jangan sampai ada lulusan yang menganggur karena kami selaku pemerintah sudah menyediakan Balai Kepelatihan dan Penyediaan Sertifikat.

“Jangan sampai menggunakan jasa calo dalam mendaftar kerja harus lewat pemerintah dan jika ada perusahaan yang tidak mampu menggaji karyawan nya sesuai dengan aturan maka akan  saya cabut perizinan nya” tegas Juliyatmono.

Sementara itu Waluyo Dwi Basuki Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga kerja, Koperasi, Usaha kecil dan menengah Kabupaten Karanganyar melaporkan kegiatan ini  terselenggara atas kerjasama Ditjen Binapenta dan PKK Direktorat Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negri Kementrian Ketenagakerjaan RI dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar dan dihadiri oleh  ratusan siswa dan siswi SMK se kabupaten Karanganyar serta 19 stand perusahaan penyedia jasa kesempatan kerja. Dengan waktu pelaksanaan selama 2 hari dimulai tanggal 22 februari dan berakhir pada tanggal 23 februari 2017. Adapun tujuan dari mini job fair tersebut untuk mempertemukan secara langsung para pencari kerja dengan para pengguna kerja/perusahaan dengan harapan terjadi penyerapan angkatan kerja sehingga dapat menekan angka pengangguran di Kabupaten Karanganyar. Demikian Diskominfo (ad/yg/by)

Read More
DSC_0052

RAPAT KONSULTASI TP.PKK KABUPATEN KARANGANYAR

KOMINFO

Bupati Karanganyar saat membuka Rapat Konsultasi Tim Penggerak PKK Kabupaten Karanganyar di Aula PKK, Rabu (8/2)

Karanganyar, Rabu 8 Februari 2017

Rapat Konsultasi TP PKK kali ini dibuka dengan laporan Kepala Dispermades Utomo Sidi Hidayat dan dilanjutkan laporan Kegiatan TP PKK Kabupaten Karanganyar oleh Ketua TP PKK Karanganyar Ibu Siti Khomsyah Juliyatmono, Amd.

Tim Penggerak PKK Karanganyar  diharapkan dapat mensukseskan 10 Program Pokok PKK dari pusat yang sifatnya nasional hingga ke tingkat desa hingga RT.

“Agenda Bapak Bupati tahun 2017 ini adalah Penuntasan BABS (Buang Air Besar Sembarangan), maka dari itu mohon bapak dan ibu apabila ada warga di desa atau di RT yang belum mempunyai jamban tolong segera didata agar dapat diberi fasilitas, sehingga tahun 2017 ini Kabupaten Karanganyar dapat tuntas BABS”, ujar Utomo Sidi.

Pembina tim penggerak bisa bersinergi dengan OPD terkait sehingga tahun 2017 ini dapat menghasilkan prestasi yang lebih baik dari tahun 2016 lalu. Tahun 2016 sudah menghasilkan hal yang membanggakan baik di tinggkat Jawa Tengah bahkan Nasional. Diantaranya Juara I Tingkat Provinsi untuk Lomba Tari daerah Manggolo Dipo, Juara I Tingkat Nasional untuk Lomba Pemanfaatan Hasil TOGA, Juara I Tingkat Provinsi untuk Lomba Posyandu serta beberapa lomba lainnya yang tentu mendapatkan hasil terbaik.

Kunjungan Bu Iriana Joko Widodo tanggal 23 Februari 2017 esok diharap PKK dapat berperan serta ikut menjamu beliau. Munculkan UMKM-UMKM Karanganyar yang berprestasi dan jadilah tuan rumah yang  menyenangkan.

Sediakan souvenir yang menjadi ciri khas Kabupaten Karanganyar, yang bagus sehingga dapat menarik rombongan Ibu Presiden. Efek lainnnya selain dapat memberikan buah tangan rombongan ibu presiden, dengan terjualnya souvenir ini dapat  ikut meningkatkan perekonomian di Karanganyar. “Akhir kata jadikanlah PKK yang riil, bermanfaat, dan  guyup rukun”, ujar Bupati.

Rapat Konsultasi ini dilanjutkan dengan paparan program kerja tahun 2017 oleh masing-masing Bidang dari Sekretaris, Pokja I, II, III dan IV.

Rapat Konsultasi Tim Penggerak PKK yang bertempat di Aula PKK Kabupaten Karanganyar ini dihadiri oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, selaku Pembina PKK Kabupaten Karanganyar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dispermades, Kepala Dinsos, Kepala Diskominfo, Kepala Disdukcapil, beberapa Kepala OPD terkait serta Anggota TP PKK Karanganyar.

Demikian Diskominfo ( Ay/Ft)

 

Read More
weben copy

Boyongan Pedagang, Bupati Ajak Rawat Pasar Matesih

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat memanggul gunungan berisi sayuran dan buah, saat boyongan pedagang Pasar Matesih

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat memanggul gunungan berisi sayuran dan buah, saat boyongan pedagang Pasar Matesih

Karanganyar, Senin (06/02/2017)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengajak pedagang maupun warga untuk merawat juga menjaga Pasar Matesih yang telah selesai dibangun.

“Mari kita jaga bersama, Pasar Matesih ini, digunakan dengan baik, semoga tambah makmur, laris dan sejahtera,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Minggu (05/02) pagi, di sela-sela boyongan pedagang Pasar Matesih

Bupati juga menegaskan pedagang lama tidak dipungut biaya untuk menempati kios maupun los. “Dijaga dengan baik, semua warga termasuk pedagang pasar yang dulu menempati di sini, tidak dipungut biaya, alias gratis,” kata Bupati.

Selain itu, Bupati juga mengajak warga untuk senang berbelanja di pasar tradisional seperti di Pasar Matesih yang dibuat modern dan berlantai satu.

“Secara umum cukup memadai dan ada beberapa penambahan sarana publik dan ketinggian los agak diperpendek sedikit, namun secara umum sudah representatif. Terlebih tidak lagi kumuh,” kata Bupati.

Juliyatmono mengatakan pasar tradisional yang dianggap kumuh dan tak rapi sedikit demi sedikit dikikis dengan revitalisasi pasar. Konsepnya tetap pasar tradisional. Tapi dibangun lebih modern.

“Revitalisasi pasar tradisional akan terus dilakukan. Mengingat keterbatasan anggaran, revitalisasi akan dilakukan bertahap dan merujuk skala prioritas supaya ke depannya pasar-pasar di wilayah Kabupaten Karanganyar dapat menjadi pasar modern namun tidak menghilangkan nilai-nilai estetika dan tradisionalnya,” katanya.

Pagi itu, ratusan pedagang Pasar Matesih boyongan dari pasar darurat di lapangan desa Matesih menuju ke pasar yang baru, dengan berjalan kaki sepanjang dua kilometer.

Tampak juga Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo ikut memanggul gunungan berisi buah dan sayur setinggi 2 meter, bergabung dengan ratusan pedagang itu. Rombongan paling depan ada Putra Putri Lawu 2016 dan kesenian reog. Sepanjang jalan warga berjejal melihat arak-arakan boyongan.

Sesampainya di dalam pasar, rombongan itu syukuran tumpengan, dan sajian aneka macam makanan tradisional. Setelah doa bersama, makanan itu dibagi-bagikan kepada pedagang dan warga, dalam hitungan detik mereka berebutan untuk mendapatkannya.

Pembangunan pasar itu menghabiskan dana Rp. 14,9 miliar pada tahun 2016.  Pembangunan  itu meliputi sebanyak 161 kios, 17 kios buah, los untuk 512 lapak, sarana lain, MCK, parkir dan lainnya. (pd/by)

Read More
KOM_6451

Tingkatkan Ekonomi Desa, Karanganyar Kembangkan 12 BUMDes

KOMINFO

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan dalam acara Kunker DPRD Gresik di Ruang Anthurium, Jumat (3/2)

Karanganyar, Jum’at 3 Februari 2017

Upaya meningkatkan perekonomian dan menciptakan pelayanan multi effect di desa, Karanganyar terus merintis usaha di desa-desa yang berpotensi. Hingga saat ini, Karanganyar telah memiliki dua belas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Hal tersebut diungkapkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menerima kunjungan kerja Komisi A bidang Hukum dan Pemerintahan Desa DPRD Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Jum’at (03/02/2017) pagi di Anthorium Rumah Dinas Bupati.

“Dua belas BUMdes tersebut, tiga diantaranya masuk kategori maju yakni Desa Berjo, Kemuning dan Jatikuwung,”kata Bupati.

Lebih lanjut Bupati menjelaskan, Kecamatan Ngargoyoso Desa Berjo berkembang usaha wisata, simpan pinjam, persewaan. Untuk desa Kemuning berkembang usaha warung makan, simpan pinjam sedangkan desa Jatikuwung berkembang usaha pasar desa, simpan pinjam dan air bersih.

“Pendirian BUMDes berdasar kearifan lokal di desa setempat, bukan suatu paksaan melainkan sepanjang ada potensi di desa tersebut bisa didirikan BUMDes,”jelasnya.

Ia juga menyampaikan untuk perekrutan Sumber Daya Manusia (SDM) diserahkan desa dan penyertaan modal BUMDes enam puluh persen dari keuangan Pemerintahan Desa.

“Pembiayaan enam puluh persen tidak semuanya harus berbentuk uang tetapi bisa berupa aset dan saya minta kades agar tidak terlalu campur tangan langsung BUMDes, melainkan hanya sebagai pembina,”pesan Juliyatmono.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengatakan memberikan ruang bagi desa untuk memberdayakan lahan-lahan mangkrak yang masuk tanah kas desa digunakan untuk membuka usaha.

“Kita identifikasi masyarakat di desa-desa, yang berniat berwirausaha agar difasilitasi,”tambahnya.

Sebagaimana diketahui pembentukan BUMDes berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar Nomor 10 tahun 2015 tentang Badan Usaha Milik Desa.

Sementara itu Ketua Komisi A DPRD Kab. Gresik, Suparno Dwi Antoro mengatakan pengelolaan BUMDes di Jawa Tengah cukup maju sehingga kunjungan kerja ini bertujuan untuk mengetahui cara pengelolaan BUMDes dimasing-masing desa.

“APBD 2017 Kab. Gresik mengalokasikan dana yang cukup besar untuk pembentukan BUMDesa, sepuluh juta rupiah tiap desa, untuk sejumlah 333 desa ”katanya.

r  Demikian Diskominfo (ft/ind)

 

 

 

 

 

Read More
IMG_9843

Penghujung Tahun 2016, ZIS Karanganyar Capai 10, 2 Miliar

KOMINFO

Bupati Karanganyar berikan sambutan pada acara Baznas di Pendopo RD Bupati, Senin (30/1)

Karanganyar, Senin 30 Januari 2017

Pemerintah Kabupaten Karanganyar berterima kasih dan mengapresiasi atas kerjasama seluruh pihak, pengumpulan zakat infaq dan shodaqoh (ZIS) selama tahun 2016 dengan target  tujuh miliar rupiah, ternyata telah jauh melampau target yakni sebesar sepuluh miliar rupiah.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menghadiri sekaligus menyampaikan sambutannya pada Sarasehan Baznas, Senin (30/01/2017) di Pendopo Rumah Dinas Bupati.

Ia menjelaskan  perolehan, pengumpulan maupun pentashorufan ZIS selain ada Peraturan Perundang-Undangan yang mengatur, tetapi hal ini lebih pada panggilan jiwa untuk senang bersedekah.

“Mari kita teladani sifat Rosululloh yang memiliki empati dan melindungi siapapun. Kerjakan dengan ikhlas, semoga akan membawa kebarokahan semuanya,”pesannya.

Sementara itu, Ketua Baznas Karanganyar, Sugiyarso Hadi Saputro dalam laporannya mengatakan pencapaian ZIS di tahun 2016 sebesar sepuluh miliar lebih, cadangan dana sebesar tujuh miliar sehingga jumlah dana yang dikelola Baznas Karanganyar sejumlah tujuh belas miliar yang selanjutnya pentashorufan sebesar empat belas miliar rupiah  dan sisa kas sebesar tiga miliar.

“Atas dukungan segala pihak, pengumpulan ZIS di penghujung tahun 2016 melampau target yakni sepuluh miliar lebih, dan ini hasil kerja keras Unit Pengumpul Zakat (UPZ),”terangnya.

Ia juga melaporkan pengumpulan ZIS untuk bulan Januari 2017 sebesar sembilan ratus juta rupiah lebih.

“Bila tidak ada kendala, tahun 2017 ini Baznas akan melaunching dua toko yakni Baznasmart dengan tenaga kerja yang professional dan berbasis islami,”tambahnya.

Pada kesempatan tersebut secara simbolis dilakukan penyerahan seragam oleh Bupati kepada Tenaga Kesetiakawanan Sosial Kecamatan (TKSK) dan pemberian beasiswa dari Baznas Karanganyar kepada dua puluh lima mahasiswa IAIN Surakarta masing-masing sebesar 750.000,- rupiah untuk satu semester.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

 

Read More
web copy

Boyongan Pedagang Pasar Nglano

Ratusan pedagang pasar Nglano boyongan dari pasar darurat, setelah pasar terbesar di Kecamatan Tasikmadu itu selesai dibangun, Senin (30/01) pagi.

Ratusan pedagang pasar Nglano boyongan dari pasar darurat, setelah pasar terbesar di Kecamatan Tasikmadu itu selesai dibangun, Senin (30/01) pagi.

Karanganyar, Senin (30/01/2017)

Ratusan pedagang pasar Nglano boyongan dari pasar darurat, setelah pasar terbesar di Kecamatan Tasikmadu selesai dibangun, Senin (30/01) pagi.

Ratusan pedagang memakai baju adat jawa berjalan kaki dari lokasi pasar darurat, lapangan Ngijo, menuju pasar Nglano yang berjarak sekitar 1,5 kilometer. Mereka juga membawa beberapa jajan pasar dan sayuran.

Di ratusan pedagang itu, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (PD) Kabupaten Karanganyar juga ikut berjalan kaki. Rombongan paling depan terdapat gunungan apem sewu, ada pula kesenian reog.

Setelah sampai di dalam pasar, dilakukan syukuran tumpengan. Doa dipanjatkan sebagai tanda syukur menempati lokasi baru. Setelah selesai, ratusan pedagang dan pembeli berebutan tumpeng dan aneka macam makanan jajan pasar.

“Setelah boyongan pasar ini, maka tidak ada lagi pedagang di pasar darurat, segera menempati kios ataupun los di pasar Nglano,” kata Wakil Bupati Rohadi Widodo,seusai boyongan pasar.

Wakil Bupati juga menambahkan, barang-barang mereka yang di pasar darurat segera diambil, kecuali aset milik Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono secara resmi meresmikan pasar Nglano, di Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Minggu (22/01) malam.

Pembangunan pasar Nglano telah selesai pembangunan pada 17 Desember 2016, dengan fasilitas yang dibangun terdiri 183 kios, 8 los terisi 416 lapak kios, mushola dan sarana lainnya.

Salah seorang pembeli, Warni (56), warga Suruh Grogol, Kecamatan Tasikmadu merasa senang, pasar menjadi bersih dan tidak becek.

“Saya mudah mencari tempat penjual langanan, karena tempatnya sudah dibedakan jenis dagangannya,” katanya.pd

Read More
web copy

Pasar Matesih Diresmikan

Pasar Matesih, Kecamatan Matesih telah selesai dibangun dan diresmikan oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, Rabu (25/01) malam.

Pasar Matesih, Kecamatan Matesih telah selesai dibangun dan diresmikan oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, Rabu (25/01) malam.

Karanganyar, Kamis (26/01/2017)

Pasar Matesih, Kecamatan Matesih telah selesai dibangun dan diresmikan oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, Rabu (25/01) malam.

Peresmian itu dihadiri Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karanganyar.

Seperti pada peresmian Pasar Nglano, Kecamatan Tasikmadu, Minggu (22/01) malam, di Pasar Matesih juga dipentaskan hiburan wayang kulit semalam suntuk, dengan lakon “Pendowo Bangun Projo”.

Pada kesempatan itu, Bupati Juliyatmono mengatakan, semua pedagang masuk pasar, dan tidak perlu diundi lagi.

“Pedagang menempati tempat yang dulu, ini gratis tidak dipungut biaya. Saya harap dapat dijaga dan menjaga kebersihan,” katanya.

Bupati juga menegaskan jangan sampai ada orang yang meminta uang, dan pedagang memberi uang kepada orang itu, sebab Pemerintah Kabupaten Karanganyar tidak memunggut biaya.

Dia juga menyerahkan waktu kepada Lurah pasar untuk berembug dengan pedagang, kapan mereka pindahan dari pasar darurat yang berada di Lapangan Desa Matesih.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki menjelaskan pembangunan pasar itu menghabiskan dana Rp. 14,9 miliar pada tahun 2016.

“Pembangunan  itu meliputi sebanyak 161 kios, 17 kios buah, los untuk 512 lapak, sarana lain, MCK, parkir dan lainnya,” katanya.pd

Read More
web

Pasar Nglano Diresmikan, Pedagang Tempati Kios Gratis

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengunting pita, sebagai tanda peresmian pasar Nglano, Kecamatan Tasikmadu.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menggunting pita, sebagai tanda peresmian Pasar Nglano, Kecamatan Tasikmadu.

Karanganyar, Senin (23/01/2017)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono secara resmi meresmikan pasar Nglano, di Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar dan menyerahkan kepada pedagang lama dengan kios gratis, Minggu (22/01) malam.

“Pasar ini dibangun habis Rp. 16.4 miliar dan telah selesai dengan baik, maka pedagang yang dulu menempati segera menempati kembali dan gratis, tidak ada pembayaran lagi,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Bupati juga menegaskan jangan sampai ada orang yang meminta uang, dan pedagang memberi uang kepada orang itu, sebab Pemerintah Kabupaten Karanganyar tidak memungut biaya.

“Pemerintah Kabupaten Karanganyar menginginkan masyarakat sejahtera. Pedagang menempati tempat lama, tidak ada pengundian,” kata Bupati.

Sementara itu, dulu yang menempati pasar burung, di utara jalan akan dibersihkan dan diberi tenda pedagang agar terlihat bersih.

Los-los nantinya akan diberi sekat biar pantas, supaya pembeli senang, dan bersih. Pembangunan pasar Nglano telah selesai pembangunan pada 17 Desember 2016, dengan fasilitas yang dibangun terdiri 183 kios, 8 los terisi 416 lapak kios, mushola dan sarana lainnya.

“Pada 21 Januari 2017 telah dilaksanakan sosialisasi Pedagang untuk menempati 8 los terisi 416 lapak kios, 183 kios dan 28 kios burung di Pasar Nglano,” kata Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki.

Bersamaan dengan peresmian pasar itu juga diadakan Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk, dengan lakon “Banjaran Noroyono”.pd

Read More
DSC_0050

433 Mahasiswa UTP Ditarik dari Lokasi KKN

kominfo

Senam Bengawan Solo : Ibu-Ibu PKK Kecamatan menampilkan senam hasil kreasi Mahasiswa UTP Surakarta.

Karanganyar, 16 Januari 2017

Penarikan sejumlah 433 mahasiswa KKN Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta yang tersebar di tiga puluh desa di tiga Kecamatan yakni Kecamatan Jatiyoso, Jumapolo dan Matesih secara resmi dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (16/01/2017).

Pada kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Karanganyar, Wakil Bupati didampingi Rektor UTP dan Kepala Baperlitbang Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengapresiasi seluruh mahasiswa UTP Surakarta yang telah merampungkan Kuliah Kerja Nyata (KKN)  selama satu setengah bulan yang tersebar di tiga puluh desa. Kegiatan yang memberikan dampak positif bagi mahasiswa dalam mengabdikan dirinya ditengah-tengah masyarakat lokasi KKN.

“Mahasiswa secara langsung belajar mandiri, mengasah skill dan tentunya memberikan kontribusi yang luar biasa bagi masyarakat sekitar,”tutur Bupati saat menyampaikan sambutannya.

kominfo

Berakhirnya KKN : Bupati Karanganyar, Juliyatmono secara simbolis melepas jaket yang diikuti seluruh mahasiswa KKN UTP, Senin (16/01).

Lebih lanjut ia mengatakan keberadaan mahasiswa KKN memberikan motivasi kepada masyarakat pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan pendidikan yang tinggi akan merubah pola pikir dan merubah hidup seseorang menjadi baik dan lebih baik lagi.

Selanjutnya Bupati juga mengatakan adanya rencana pembangunan Kampus UTP terpadu di Karanganyar yang disampaikan oleh Rektor UTP, Prof. Dr. Ir. H. Ongko Cahyono, MSc kepada Bupati Juliyatmono selaku Pemerintah Kab. Karanganyar.

Menanggapi hal tersebut, Bupati mendukung penuh dan siap untuk membantu rencana pembangunan Kampus tersebut.

“Untuk membangun dan mendongkrak Karanganyar lebih baik, akan saya bantu sepenuhnya pembangunan Kampus UTP terpadu yang rencana akan dibangun di ring road Solo bagian utara, segera untuk dirancang pembangunannya”tandas Juliyatmono dihadapan jajaran OPD Karanganyar, Dosen Pembimbing Lapangan, Ketua KKN-PPM serta mahasiswa UTP.

Diharapkan dengan adanya pembangunan Kampus UTP terpadu akan ada benefit bagi Karanganyar agar lebih dikenal lagi sekaligus mendongkrak peningkatan pendidikan.

“Wajib belajar 12 tahun, pendidikan akan terus kita pacu. Untuk indeks pembangunan manusia, Karanganyar tertinggi se solo raya, ini karena terus ada kesadaran pentingnya jenjang pendidikan tinggi di masyarakat,”jelas Bupati.

DSC_0057

Bupati meninjau salah satu stand mahasiswa KKN yang mengangkat produk lokal desa Jatiyoso.

Sementara itu, Rektor UTP Surakarta, Prof. Dr. Ir. H. Ongko Cahyono, MSc dalam sambutannya berharap kerjasama yang baik ini akan terus berlanjut.

KKN mahasiswa UTP dari empat fakultas meliputi Fakultas Tehnik, Pertanian, Ekonomi dan Keguruan telah menjalankan programnya yakni penguatan ekonomi masyarakat dengan menggali potensi produk-produk lokal, meningkatkan dan pengembangan pemberdayaan olah raga seperti hasil kreasi senam Bengawan Solo.

Acara diakhiri dengan tinjauan berbagai stand potensi produk lokal hasil kreasi dan inovasi mahasiswa KKN sesuai dengan tema yang diusung Pemberdayaan Budaya Olah raga dan Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Produk Lokal.

Demikian Diskominfo (yoga/ind)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Read More