Category: UMKM

247D4D32-AA81-4319-95A1-76FCD6BC9F21

63 KELOMPOK UKM TERIMA BANTUAN HIBAH KOPERASI

Penyerahan Bantuan secara Simbolis kepada Perwakilan Pelaku Usaha oleh Bupati Karanganyar, Jum’at (5/11)

KARANGANYAR- Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Perdagangan Industri Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Karanganyar menyerahkan bantuan Hibah sejumlah Rp.1, 460 miliar diperuntukkan bagi 63 kelompok Usaha Kecil Menengah (UKM) dan empat (4) Koperasi. Diharapkan dengan adanya bantuan hibah ini dapat membantu pemulihan ekonomi khususnya bagi para pelaku UKM yang terdampak semenjak pandemi.

Penyerahan pelaksanaan bantuan hibah langsung oleh Bupati Karanganyar di aula Bank Jateng Cabang Karanganyar, Jum’at (5/11) pagi.

Pada kesempatan tersebut Bupati mengingatkan kepada para pelaku usaha untuk tidak mengabaikan prokes dalam usahanya. Ia juga menghimbau bantuan yang diterima dapat dipergunakan untuk menambah modal usaha yang sejak pandemi ada pembatasan pengunjung dan waktu buka sehingga berdampak pada penurunan pendapatan.

“Saya atas nama Pemerintah turut gembira melalui Disperindagkop ini dapat memberikan bantuan kepada kelompok UKM. Saya ingatkan kembali untuk para pelaku usaha dalam membuka Rumah makan ataupun warung dan sebagainya tetap mematuhi protokol kesehatan utamanya menggunakan masker,”pesan Bupati.
Diskominfo (ind/agnes)

Read More
Sambutan Pengarahan oleh Sekda Karanganyar Bapak Drs. Sutarno M.Si

SEJAHTERAKAN TEMAN DENGAN BAZAR “BELONJO CEDAKAN WAE”

KARANGANYAR – Sekretariat Daerah Karanganyar mengadakan Bazar Produk Usaha Kecil Menengah (UMKM) pada hari Jum’at, 15 Oktober 2021 pada pukul 08.00 WIB di Lapangan Voli Setda Karanganyar. Kegiatan ini diawali oleh sambutan Kepala Bagian Organisasi Sekda Karanganyar Ibu Nurhayati dan Bapak Drs. Sutarno M.Si.

Acara diawali oleh laporan Kepala Bagian Organisasi Setda Karanganyar Ibu Nurhayati. “Kami dari teman-teman Sekda yang mempunyai usaha kecil dengan mengadakan bazar bersama dengan pembiayaan kami, Swadaya dari teman teman. Maksud diadakan bazar ini yaitu dengan prinsip “dari kita untuk kita” (belonjo cedakan wae) untuk meningkatkan kesejahteraan dari teman-teman kita,” kata Ibu Nurhayati saat menyampaikan pembukaan.

Sambutan pengarahan selanjutnya diteruskan oleh Sekda Karanganyar bapak Drs. Sutarno M.Si. “Terimakasih atas ide inovatif yang digagas oleh rekan-rekan Kepala Bagian dalam rangka mengaktualisasi diri. Selain sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara) ternyata teman-teman mempunyai sambilan yang lebih baik hasilnya dari kegiatan ASN. Saat ini dalam bazar UMKM yang memperingati Hari Jadi ke-104 (Kabupaten Karanganyar) ingin memberikan suport kepada rekan bahwa ASN harus berusaha dalam rangka mengembangkan dan mendorong UMKM yang ada di Kabupaten Karanganyar. Model yang akan dikembangakan lebih besar kita undang OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang lain sehingga bisa melihat karya ASN yang ada di rumah,  di samping sebagai pegawai negeri ternyata punya usaha yang sangat menjanjikan.” Ujar bapak Drs. Sutarno M.Si dalam sambutannya.

Diskominfo (agnes/moura)

 

 

Read More

TEROBOS AKSES UNTUK PASAR UKM, DISDAGNAKERKOPUKM KARANGANYAR SEBAR ETALASE DAGANG

Sampai saat ini, sektor UKM masih terdampak pandemi COVID-19. Pengetatan aktivitas masyarakat di banyak sektor, terutama sektor pariwisata, perdagangan, dan kuliner, sangat berdampak menurunnya omzet para UKM. Ditengah keterbatasan gerak tersebut, para pelaku UKM masih harus menghadapi penurunan daya beli masyarakat akibat tersendatnya laju ekonomi secara nasional. Agenda event MICE (meeting incentive convention exhibition) belum diijinkan secara leluasa sehingga para pelaku UKM mengalami hambatan dalam mempromosikan produknya. Saat ini mereka banyak yang migrasi ke penjualan secara online, selain juga secara offline dengan omzet yang cukup terbatas.

Melihat kondisi tersebut, DISDAGNAKERKOPUKM Karanganyar membuat gagasan untuk mendesain etalase dagang dengan branding Desktop Expo. Desktop expo berbentuk etalase berukuran panjang 2 meter dilengkapi rak dan loker tempat penyimpanan produk, pada bagian atas etalase bertulisakan “Produk Binaan DISDAGNAKERKOPUKM”. Pada awalnya, dinas membuat satu unit Etalase sebagai prototype untuk ditempatkan di lobby kantor. Beragam produk UKM baik berupa kuliner maupun craft dipajang disana. Pemberian nama Desktop expo dimaksudkan agar etalase tersebut menjadi tempat expo (pameran) produk secara praktis sekaligus dapat dipasarkan langsung, mengingat pada saat ini kegiatan pameran yang mendatangkan kerumunan pengunjung belum bisa digelar.

Pada project pertama, dinas mentargetkan 10 (sepuluh) unit etalase dagang dapat tersebar di berbagai pusat oleh-oleh, pusat kuliner dan tempat-tempat strategis lainnya. Penyebaran etalase dagang ini merupakan strategi jemput bola (pick-up the ball) agar produk-produk UKM lebih mudah diakses oleh pasar sehingga mampu bertahan di tengah krisis. Gayung bersambut, program penyediaan etalase dagang direspon baik oleh para stakeholders. Sejumlah perbankan dan perusahaan swasta berkomitmen menyalurkan CSR maupun bantuannya untuk pengadaan etalase dagang.

Hingga saat ini etalase dagang telah tersebar di sejumlah titik, seperti pusat oleh-oleh Ubigo, Bale Branti, Getuk Semar, RM Mbak Ning, RM mbak Dwi. Beberapa stakeholder yang telah berpartisipasi dalam pengadaan etalase diantaranya adalah Bank Daerah, BNI, Bank Jateng, BKK Jateng, CV. Wahana Karya, Bank Karanganyar. Sementara itu beberapa stakeholder berikutnya telah berkomitmen menyusul pengadaan etalase yaitu Bank BRI, Baznas Karanganyar, BI, BKK Tasikmadu, Solopos, dan Telkom.

Kepala DISDAGNAKERKOPUKM, Martadi, S.Sos, MM, menyatakan bahwa program pengadaan etalase dagang ini diharapkan menjadi inisiatif baru (pilot) dari Pemkab Karanganyar sebagai bentuk praktik baik (good practice) dalam upaya mengangkat perekonomian masyarakat di tengah lesunya pemasaran akibat pandemi Covid-19. Diharapkan program ini dapat diadopsi oleh pemerintah daerah lain di sekitarnya beserta seluruh pihak yang berkepentingan terhadap upaya mendukung peningkatan akses pemasaran produk UKM. Program ini selaras dengan upaya pemerintah pusat untuk mengedepankan sektor UKM sebagai penopang perekonomian nasional, seiring dengan diundangkannya Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan Perlindungan dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

 

Selain melalui akses penjualan offline, para UKM juga didorong meningkatkan omzetnya melalui jalur online. Salah satunya dengan memanfaatkan media sosial dan marketplace. Sebagai wujudnya, mereka bekerjasama dengan Shopee untuk membuat akun penjualan bersama dengan nama toko Witpari (wirausaha tangguh bumi intanpari). Melalui pola kerjasama langsung dengan pihak marketplace, para UKM mendapatkan nilai tambah berupa pendampingan, fasilitasi, dan mentoring dalam mengelola akunnya di marketplace tersebut. Satu akun digunakan untuk mempromosikan semua produk dari UKM yang tergabung dalam paguyuban, sehingga semakin mudah untuk melakukan promosi bersama dan kolaborasi.(sie_uppk)

 

Read More
IMG-20210717-WA0056

Serbuan Percepatan 1.000 Vaksin Bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kabupaten Karanganyar

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melalui Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, M.M. bekerja sama dengan Kepolisian Resor (Polres) Karanganyar serta Komando Distrik Militer (Kodim) 0727 Karanganyar kembali menggelar serbuan percepatan vaksinasi di GOR Raden Mas Said Karanganyar, Sabtu (17/7/2021).

Terdapat 1.000 dosis vaksin yang menyasar para PKL serta para pekerja dengan mobilitas tinggi di wilayah Kabupaten Karanganyar. Dalam kesempatan itu turut hadir Dandim 0727 Karanganyar Letkol Inf. Ikhsan, Agung Widyo Wibowo dan Kapolres Karanganyar, AKBP. Muchammad Syafi Maulla.

“Hari ini kita melaksanakan vaksinasi 1.000 orang. Kita utamakan untuk PKL yang biasa berjualan di Alun-alun, Pujasera, dan Taman Pancasila. Mereka kita vaksinasi terlebih dahulu agar pada saatnya PPKM darurat berakhir, mereka dapat kembali beraktifitas dengan penuh rasa percaya diri”, kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Menurutnya, pengorbanan dari para PKL sangat luar biasa dalam mendukung PPKM darurat. Di sisi lain, saat ini juga masih berlangsung vaksinasi di 21 (dua puluh satu) puskesmas yang tersebar di 17 (tujuh belas) kecamatan yang berada di Kabupaten Karanganyar serta adanya vaksin center yang menyasar masyarakat dengan usia di atas 12 tahun.

Selain di GOR Raden Mas Said, lanjut Yuli sapaan akrabnya, saat ini juga berlangsung vaksinasi bagi 2.000 pelaku UKM di wilayah Eks Karesidenan Surakarta yang bertempat di Kecamatan Colomadu dan Mutu Gading Kecamatan Gondangrejo.

Salah seorang peserta vaksinasi yang berasal dari Kecamatan Tawangmangu, Prajo Widodo mengatakan bahwa ia mendapatkan informasi adanya serbuan percepatan vaksinasi dari media sosial. Bagi Parjo, adanya vaksinasi ini sangat bermanfaat.

“Saya sopir (travel). Sekarang mau bepergian kan harus ada surat vaksin,” ucapnya.
Seorang Juru Parkir bernama Joko juga menyampaikan bahwa ia menyambut baik adanya vaksinasi kali ini.
“Harapannya vaksin ini bisa diperluas lagi supaya merata ke semua kalangan masyarakat”, pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kodim 0727 Karanganyar bekerja sama dengan Dinas Perdagangan Tenaga Kerja dan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disdagnakerkop UKM) Kabupaten Karanganyar dalam pendataan sasaran vaksin. Sedangkan untuk pelaksanaannya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar. DEMIKIAN DISKOMINFO (Ard/Tgr)

Read More
IMG-20201108-WA0051

Pasar Rakyat MUNGREJO Resmi Dibuka

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar H. Juliyatmono didampingi Kepala Disperindagkop dan Lurah Bejen hadiri peresmian pasar rakyat “Mungrejo Barokah” wilayah lingkungan Munggur dan Wonorejo Bejen Karanganyar di lapangan Desa Wonorejo, Minggu (8/11/20).

Pasar Rakyat ini mewadahi pedagang kecil dengan kebutuhan lebih. Selain itu juga mempermudah para pelaku usaha dalam menjangkau pembeli, tegas Bambang RU selaku Lurah Bejen.

Harapannya agar terbentuk komunitas sebagai wadah bagi pedagang dan pembeli untuk saling berinteraksi satu dengan yang lain.

Guna menyongsong hari jadi Kabupaten Karanganyar ke 103 pada tanggal 18 Nov mendatang, Pemerintah Kabupaten Karanganyar semalam sudah menggelar wayangan live streaming 5 kecamatan dengan 103 sinden. Ini diungkapkan oleh Bupati Karanganyar H. Juliyatmono.

Peresmian pasar rakyat yang juga diawali dengan senam massal ini semoga bisa berjalan terus untuk mengangkat ekonomi masyarakat sekitar Munggur dan Wonorejo ini. Hari ini total ada 103 pedagang yang ikut meramaikan pasar rakyat ini, semoga kedepannya bisa bertambah dan perputaran ekonomi di pasar rakyat ini bvisa menggeliat dengan baik. Demikian DISKOMINFO (Ard/Tgr).

Read More
IMG-20200820-WA0003

Tanggapan Bupati Terhadap Raper APBD

 

KARANGANYAR – Karanganyar H. Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar H. Rober Christanto hadiri rapat paripurna masa sidang III dengan acara Penyampaian tanggapan Bupati Karanganyar terhadap pandangan umum fraksi DPRD atas rancangan perda tentang perubahan APBD kabupaten Karanganyar tahun anggaran 2020 di gedung DPRD Kabupaten Karanganyar, Rabu(19/08/20).

Tanggapan Bupati terhadap pemandangan umum fraksi mengenai rancangan perubahan APBD Kab. Karanganyar TA.2020.
Bupati Juliyatmono menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan APBD TA.2020 ini mengacu kepada Peraturan Menteri Dalam Negri nomor 13 Th.2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah sebagaimana telah diubah dengan Permendagri no 13 Tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah.

Bupati yang akrab disapa Yuli ini juga menyadari bahwa dalam pelaksanaannya masih banyak kekurangan. Oleh itu Bupati berharap usul, saran dan pendapat dari para wakil rakyat ini mengenai rancangan perubahan anggaran pendapatan dan belanja Daerah Kab. Karanganyar TA.2020. Diskominfo(Ard/Tgr)

(more…)

Read More
_DSC7280

Launching Program Baru, New Normal Caffe Bantu UMKM Bangkit Di Tengah Pandemi

Wakil Bupati Karanganyar H. Rober Chistanto saat memberikan pidato sambutan sekaligus secara resmi membuka New Normal Caffe dan Serba Promo Mart di Pelataran Caffe New Normal Desa Gaum Tasikmadu, Jum’at(24/07).

 

KARANGANYAR – Wakil Bupati Karanganyar H. Rober Christanto didampingi Kepala Dinas Perdagangan Ketenagakerjaan Kopera dan UMKM Martadi juga Camat Tasikmadu Junaedi hadir dan membuka Bazar Murah UKM sekaligus meresmikan Café New Normal dan launching program Serba Promo Mart di pelataran Café New Normal Gaum Tasikmadu, Jum’at(24/07/20).

Wabup Rober dalam pidato sambutannya sampaikan apresiasi yang sangat luar biasa lantaran kegiatan yang diadakan ini memajukan perekonomian di Kabupaten Karanganyar ditengah masa pandemi. Harapannya dengan adanya event ini bisa lebih memajukan UMKM di Karanganyar agar bisa segera merangkak bangkit kembali.

Dijelaskan Wabup Rober bahwa ICSB di Kabupaten Karanganyar bisa menjadi juara dunia lantaran sudah terbentuk hingga di tiap-tiap Kecamatan, padahal di Kabupaten lain baru mulai akan terbentuk, Kabupaten Karanganyar sudah mendunia, ini sangat luar biasa jelasnya.

Beberapa hari yang lalu Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Disdagnakerkop juga sudah menggelar pelatihan bagi para pengusaha dengan tema pelatihan belajar bangkit di masa pandemi.

Di zaman seperti sekarang ini, Wabup rober sampiakan bahwa menurut survei banyak oarang lebih memilih caffe sebagai tempat berkumpul untuk berbincang bisnis, makanya bisnis caffe melonjak pesat. “ Harapannya New Normal Caffe ini harus selalu menerapkan protokol kesehatan sampai nanti berakhirnya pandemi agar menjadi percontohan caffe-caffe yang lainnya “, ungkap Wabup Rober.

Sementara itu Direktur Serba Promo Mart Hendro Haji Kristanto mengaku kegiatan ini didasari karena rasa empati yang luar biasa melihat teman-teman UMKM ini sangat terdampak di masa pandemi ini dan ingin bagaimana membantu agar keluar dari masa sulit. Maka terbentuklah Serba Promo Mart ini dengan barang dagangan yang diambil dari semua UMKM di Karanganyar agar rata.

Serba Promo Mart ini jelas Hendro juga akan merambah ke dunia E-Commerce atau ku ranah jual beli online agar mampu bersaing dengan UMKM lain di luar Karanganyar. Bahkan bagi UMKM pun kita bantu untuk pendampingan  bagaimana memasarkannya, bahkan kita juga bantu untuk UMKM yang belum berijin agar segera bisa punya ijin, tambahnya.

Fermy Ferdianto  selaku owner Caffe New Normal dalam pidato sambutannya menginformasikan bahwa dalam event ini sebenarnya ada 3 program yang dilaunching, Serba Promo Mart, Caffe New Normal dan juga PT. Kusuma Kreasi Utama.

Menurut Fermy, PT. Kusuma Kreasi Utama sendiri bergerak dibidang IT, ada juga event organizer, dan juga kewirausahaan. Bahkan Fermy juga sampaikan moto utama PT Kusuma Kreasi Utama ini adalah pendidikan yang terbukti sudah cukup terkenal dengan “eventkampus.com” nya. Jaringannnya sudah lebih dari 3000 kampus di Indonesia.

“ Kalau menurut orang lain masa pandemi covid ini adalah momok, namun bagi kami pandemi ini momentum untuk berempati membantu dan menggandeng UMKM untuk ikut bergabung dan bangkit bersama “, jelas Fermy.

Harapannya dengan kegiatan dari kami ini produk-produk UMKM di Kabupaten Karanganyar bisa lebih dikenal banyak orang dan lebih maju lagi, pungkasnya. Diakahir acara digelar UMKM show, yang diikuti semua peserta bazar UMKM untuk memamerkan produknya masing-masing. DISKOMINFO(Ard/Tgr)

Salah Satu Peserta Bazar UMKM saat show menampilkan produknya

 

 

Read More
DSC_4683

Sektor Pariwisata Karanganyar Disiapkan Mengikuti Lomba Inovasi Dalam Penyiapan Tatan Normal Baru Produktif dan Aman covid-19

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat mengahdiri video conference koordinasi persiapan Lomba Inovasi Dalam Penyiapan Tatan Normal Baru Produktif dan Aman covid-19 di ruang SIC Dinas Kominfo, Jum’at(29/05/20)

KARANGANYAR – Bertempat di ruang Samber Nyawa Information Centre(SIC) kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karanganyar, video conference terkait koordinasi akan diselenggarakannya Lomba Inovasi Dalam Penyiapan Tatan Normal Baru Produktif Dan Aman covid-19 bersama Kemendagri, Kemenkeu, Kemenkes, BNPB, dan ketua gugus covid digelar, Jum’at(29/05).

Vodie Conference terkait koordinasi penyelenggaraan lomba ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. “Ada 7 sektor yang akan dilombakan, yaitu pasar tradisional, pasar modern, restoran, hotel, PTSP, tempat wisata, dan transportasi umum “, jelas Tito.

Adapun kriteria yang dinilai antara lain adalah kesesuaian dengan protokol covid-19, aplikatif atau replikasi, kreatifitas atau kebaharuan, dan kerjasama(kolaborasi). Menurut Tito lomba ini tidak bisa dikerjakan secara mandiri di daerah, harus melibatkan semua unsur terkait agar kriteria penilaian bisa terpenuhi. Nantinya lomba inovasi yang berakhir tanggal 8 Juni ini akan dinilai oleh Kemendagri, Kemenkes, Kemenkeu, Kemenpar dan Gugus Covid-19 pusat setelah melalui tahap penjaringan, pengukuran indeks, presentasi, dan validasi lapangan.

Dengan ketentuan penilaian, video harus merupakan simulasi riil New Normal ditempat objek yang dibuat pada 7 sektor yang dilombakan di daerah masing-masing. Bahkan lomba ini sudah ditentukan bobot penilaiannya. Penilaian kesesuaian dengan protokol covid-10 berbobot (40%), penilaian aplikatif/replikasi berbobot (30%), penilaian kreatifitas dan kebaharuan berbobot (20%), sedangkan untuk penilaian kerjasama/kolaborasi berbobot (10%).

Whisnutama selaku Menteri pariwisata dan ekonomi kreatif sampaiakn bahwasanya pentingnya meningkatkan standar masyarakat kita agar sema terlebih dahulu dengan negara-negara yang sudah bangkit dari covid-19 ini dengan new normal. Bahkan Whisnutama juga sampaikan untuk sektor pariwisata akan diterapkan dengan baik tahapan-tahapan protokol kesehatannya.

“ Nantinya bukan hanya diterapkan di tempat wisata, namun juga akan diterapkan di restoran dan hotel”, jelas mantan direktur utama NETT TV itu. Harapannya daerah yang mengikuti lomba bisa sesuai dengan protokal yang kami inginkan sebagai penilai.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementrian Kesehatan melalui Dirjen Kesmas mengaku sangat mendukung adanya lomba inovasi ini, namun perlu diketahui bahwa 7 sektor yang dilombakan merupakan sektor yang sangat krusial karena 7 sektor ini sangat erat dengan meningkatnya ekonomi daerah, baiknya lebih diutamakan terlebih dahulu bagaimana memahamkan masyarakat mengenai persiapan kehidupan New Normal ini agar masyarakat siap dengan gaya hidup baru yang lebih sehat.

Bupati Karanganyar H. Juliyatmno yang hadir dalam video conference didampingi Sekda Karanganyar Sutarno dan beberapa kepala OPD terkait mengaku antusias dengan lomba inovasi ini, bahkan orang nomor satu di bumi Intanpari ini mengaku tertarik akan mengikuti lomba inovasi ini di sektor pariwisata.

“ Karanganyar kan sudah dikenal banyak orang dengan wisatanya, maka kami kan ikut lomba inovasi di sektor wisata “, jelas Bupati.

Banyak yang akan kita tonjolkan di presentasi penilaian nantinya. Selain harus sesuai dengan kriteria penialaian dari panitia pusat,kami juga akan menonjolkan betapa indahnya wisata di Karanganyar walau diterapkan dengan protokol covid-19, imbuh Bupati yang akrab disapa Yuli ini.

Demikian Diskominfo(Ard/Adt)

Read More
DSC_4625

Masyarakat Karanganyar Bisa Kondusif Dan Tertib Dalam Menjalankan Protokol Kesehatan

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat melakukan Inspeksi Mendadak (SIDAK) penertiban penerapan protokoler kesehatan disalah satu tenda PKL Taman Pancasila, Kamis(28/05/20)

KARANGANYAR – Seiring dengan sudah dimulainya penerapan “ Karanganyar New normal ”, dibukanya kembali beberapa tempat pusat keramaian malam hari di Kabupaten Karanganyar yaitu Taman Pancasila dan Alun-alun Karanganyar. Pemerintah Kabupaten Karanganyar tidak begitu saja melonggarkan aturan bagi para pedagang, pembeli maupun pengunjungnya.

Inspeksi Mendadak (SIDAK) menjadi salah satu cara yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Karanganyar agar masyarakat bisa tertib dengan protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun. SIDAK yang langsung di pimpin Bupati Karanganyar kali ini mengunjungi Taman Pancasila dan Alun-alun Karanganyar pada Kamis(28/05/20) malam, ini bertujuan untuk kembali mengingatkan kepada masyarakat pentingnya menjaga kebiasaan pola hidup bersih sehat(PHBS) dan selalu menerapkan protokol kesehatan, terlebih bagi para pedagang, pembeli dan juga pengunjung di Taman Pancasila juga Alun-alun Karanganyar yang mulai ramai dipadati pengunjung setelah diberlakukannya “ Karanganyar New Normal “.

Didampingi Kapolres Karanganyar Leganek Mawardi, Komandan Kodim 0727 Karanganyar Andi Amin, Sekda Karanganyar Sutarno, juga beberapa Kepala OPD, Asisten, dan Camat Karanganyar. Bupati Karanganyar memastikan bahwa yang disebut New Normal dipraktekkan, utamanya para PKL di Taman Pancasila dan Alun-alun semuanya kembali beraktifitas normal dengan semangat baru.

“ Semangat barunya itu apa, yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan. Pakai masker bagi pedagang dan pembeli, cuci tangan sesering mungkin menggunakan sabun, jaga jarak dengan sesama, supaya menjadi kebudayaan agar tidak menjadi penyebab penularan covid-19 “, jelas orang nomor satu di bumi Intanpari ini.

Bahkan Bupati tidak segan memberikan sanksi pagi pedagang atau pembeli yang ngeyel tidak mau menerapkan protokol kesehatan. Bagi pedagang akan di liburkan berjualan sehari jika ngeyel, untuk pengunjung akan langsung diminta pulang. Untuk proses penertibannya pemerintah menerjunkan Satpol PP, disupport juga dari jajaran kepolisian dan TNI, imbuhnya.

Warga Karanganyar sudah termasuk kondusif, lumayan tertib dalam melakukan protokol kesehatan setelah diberlakukannya “ Karanganyar New Normal “, ini berdasarkan laporan dari petugas yang diamanahi untuk memantau di tempat kemramaian seperti Taman Pancasila dan Alun-alun. Pemerintah berharab dengan peradaban baru ini masyarakat tidak kaget, akan dibangun dengan tahapan-tahapan mana dahulu yang diutamakan. Saat ini tempat keramaian terlebih dahulu, selanjutnya ada Rumah makan, tempat ibadah, bahkan sampai nantinya tempat wisata.

Mudah-mudahan kebangkitan setelah suasana baru New Normal ini masyarakat memiliki etos kerja yang tinggi.  “ Siapa yang mampu membidik masa depan dengan kesungguhan dan harapan yang bagus, tentu akan banyak dipengaruhi oleh kesehatan “. Bupati juga menginginkan sektor pertanian di Karanganyar ini memiliki keunggulan stok pangan yang melimpah dan bisa didistribusikan ke daerah-daerah lain. Sedangkan sektor pendidikan sendiri pemerintah sudah membuat simulasi, karena ini menyangkut jumlah anak didik yang besar di Karanganyar maka pemerintah menunggu keputusan dari Kamentrian Pendidikan, diijinkan atau tidak simulasi yang diajukan. Diskominfo(Ard/Tgr).

Read More

Peringati Idul Fitri 1441H, PKL di Kabupaten Karanganyar Diperbolehkan Berjualan Lagi

Para PKL menata dagangannya di Taman Pancasila

KARANGANYAR – Hari Lebaran atau Idul Fitri 1441H bertepatan pada hari Minggu 24/05 dirayakan dirumah masing-masing karena terhalang oleh pandemi Covid-19. Pemerintah menghimbau masyarakat menjalankan Sholat Ied dikampung masing-masing dan tidak menerima tamu ataupun bertamu seperti lebaran tahun kemarin.
Berbeda dengan kabupaten atau kota lain, Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui DISDAGNAKERKOP UKM (Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah) mengeluarkan surat kepada para  PKL dengan NIK Kabupaten Karanganyar untuk melakukan simulasi aktifitas berjualan kembali, khususnya PKL yang berada di kawasan Taman Pancasila, Alun-alun Karanganyar.
Diizinkannya para PKL tentu harus mengikuti protokol kesehatan dan ketentuan yang ditetapkan. Penjual maupunpembeli harus memakai masker dan selalu menjaga kebersihan diri. Dalam simulasi kali ini pihak dari DISDAGNAKERKOP UKM merubah penataan lapak pedangang khususnya di Taman Pancasila agar tiap PKL yang berjualan tetap menjaga jarak yang menyebabkan kerumunan.
Joko Setyono selaku Kasi Penataan dan Keamanan Pasar dalam pengarahannya kepada para PKL yang hendak berjualan kembali menyampaikan bahwa ada ID Card untuk penjual, dan ada pengecekan KTP untuk para PKL yang hendak berjualan kembali. PKL yg bukan berasal dari Karanganyar tidak diizinkan berjualan di Karanganyar khususnya Taman Pancasila dan Alun-alun Karanganyar.
Kabar ini disambut baik oleh Warni (46) yang mengatakan bahwa selama adanya pandemi Covid-19 usahanya menjadi sepi pembeli karena hanya berjualan di rumah saja. “Kalau jualan buku anak-anak, buku mewarnai kaya gini gak mungkin laku kalau dijual di rumah mbak.” Warni juga mengaku merasa takut untuk berjualan kembali meski sudah menyediakan disinfektan, menggunakan hand sanitizer, dan menggunakan masker. “Kalau gak jualan gak bisa makan mbak,” tuturnya.
Hasta, Korlap UKM ia menyampaikan apabila pelaksanaan simulasi berjualan ini masih banyak PKL yang melanggar protokol kesehatan dan ketentuan yang telah ditetapkan, maka simulasi akan dicabut dan para PKL tidak diperbolehkan berjualan kembali.
(Diskominfo, krs)

Read More