Category: Sosial

Intensitas hujan tinggi, warga diminta waspada

Warga yang tinggal di daerah rawan bencana baik banjir maupun tanah longsor diminta siaga menyusul hujan deras yang terus mengguyur wilayah Karanganyar dalam beberapa hari terakhir.

Read More

77 Perusahaan belum ikut Jamsostek

Puluhan perusahaan di Kabupaten Karanganyar melanggar UU Ketenagakerjaan lantaran tak mendaftarkan karyawan dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Read More

Wilayah Longsor Dipantau

Hujan deras yang terus mengguyur Karanganyar, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar meningkatkan pantauan di daerah rawan longsor.

Read More

Dua Kecamatan Diterjang Longsor

Dua kecamatan di Kabupaten Karanganyar yakni Kecamatan Jatipuro dan Jatiyoso dihantam longsor. Bencana yang merusak puluhan rumah warga dan infrastruktur itu terjadi secara beruntun, Senin-Selasa (21-22/3) kemarin. Meski tidak ada korban jiwa, akibat bencana tersebut kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta.

(more…)

Read More

Kodim Karanganyar gelar karya bakti

Puluhan anggota Kodim 0727 Karanganyar beserta sejumlah warga di Kelurahan Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar menggelar kerja bakti membersihkan lingkungan setempat, Rabu (23/3/2011).

(more…)

Read More

Ribuan warga Mojogedang ikuti pendidikan bela Negara

Sekitar 1.500 warga Mojogedang mengikuti pendidikan bela negara di Balaidesa Gentungan, Mojogedang, Minggu (13/3/2011).

(more…)

Read More

Angin Ribut di Jaten, Puluhan Rumah Rusak

Sedikitnya 10 rumah milik warga dan bangunan infrastruktur di dua Dusun Pulosari dan Karangasem, Desa Sroyo, Jaten rusak setelah angin ribut melanda, Sabtu (5/3). Meski tidak ada korban jiwa, akibat kejadian itu kerugian ditaksir mencapai Rp 77 juta lebih.

Sebelum diterjang angin ribut, di dua dusun itu sudah diterpa hujan deras yang disertai angin. Hujan mulai turun sekitar pukul 16.00 WIB, beberapa saat kemudian, angin bertambah kencang dan warga pun panik. Sekitar pukul 17.00 WIB, angin yang datang semakin besar dan membuat sejumlah rumah milik warga dan bangunan fasilitas umum rusak. Seperti yang dialami Rudianto (40), warga Dusun Pulosari RT 01/ RW II, Desa Sroyo. Akibat terjangan hebat angin ribut, atap teras rumahnya rusak berat karena tidak kuat menahan terpaan angin. Ditaksir Rudianto mengalami kerugian Rp 7,5 juta. “Saat itu hujan yang bercampur angin sudah mendera mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Karena angin yang datang cukup besar, sejumlah bangunan rumah pun rusak,” terang Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristanto kepada wartawan kemarin.

Selain merusak rumah, angin ribut yang datang Sabtu (5/3) sore juga merusak sejumlah fasilitas umum. Seperti tiang listrik yang ada di Sroyo juga rubuh akibat terjangan angin kemarin sore. Tim BPBD yang datang ke tempat kejadian langsung mengevakuasi warga dan bergotong-royong membersihkan puing-puing yang masih berserakan.

Read More

Muncul Titik Rekahan Baru

Mengantisipasi terjadinya longsor yang disebabkan curah hujan tinggi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar terus meningkatkan pengawasan di kecamatan.

Read More

PT KAI Beri Santunan Rumah

Sundari, istri almarhum Putut Supardi (54) pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang meninggal saat dinas beberapa waktu lalu, Selasa (1/3) kemarin mendapatkan santunan berupa dua unit rumah di perumahan Loh Agung, Jaten. Rumah yang diberikan kepada Sundari bertipe 24/60 sebanyak dua unit atau satu kopel, seharga lebih kurang Rp 150 juta.
Humas DAOP VI Yogyakarta, Eko Budiyanto kepada wartawan kemarin, mengatakan, pemberian rumah ini merupakan yang pertama kali dilakukan pihaknya. Sebenarnya, DAOP VI akan memberikan santunan dalam bentuk uang, tetapi dengan pertimbangan yang bersangkutan hingga saat ini belum punya rumah, maka DAOP VI mengganti dalam bentuk rumah. “Putut Supardi adalah pegawai PT KAI bagian teknisi, saat dinas di kereta api Senja Bengawan 31 Oktober 2010 ia meninggal,” terang Eko Budiyanto.

Read More

Bahagianya bisa melahirkan saat Lebaran

Ina Widyasari, 38, salah satu warga RT 3 RW XI, Desa Dagen, Kecamatan Jaten, mengaku sangat bahagia di hari Lebaran ini.

Bukan lantaran ia mendapatkan hadiah atau ‘ketiban durian runtuh’. Tapi Selasa (30/8/2011) siang ini, ia telah melahirkan anak keenamnya. Apalagi, kelahirannya bertepatan dengan Idul Fitri.

Selasa pagi sekitar pukul 10.00 WIB, ia merasa bayi yang dikandungnya berkontraksi. Perempuan berkacamata itu akhirnya dilarikan ke Puskesmas terdekat.

Lantaran Puskesmasnya tutup dan tidak ada petugas jaga, akhirnya Ina langsung dibawa ke RSUD Karanganyar di Jengglong, Karanganyar Kota. Ia pun langsung dibawa ke ruang persalinan.

Tak berselang lama, sekitar 30 menit, Ina berhasil mengeluarkan janin dalam perutnya. Bayi yang dilahirkannya berkelamin perempuan dengan bobot 2,8 kilogram. Ia melahirkan sekitar pukul 11.30 WIB.

“Kebetulan dalam proses kelahirannya lancar, tidak pakai operasi cesar,” ujar Ina sembari memangku buah hatinya, saat ditemui di Bangsal Kenanga, RSUD Karanganyar, Selasa (30/8/2011) siang.

Ia mengaku terkejut dengan kelahiran anaknya itu lantaran dokter kandungan yang rutin memeriksanya pernah bilang kalau bayi tersebut akan lahir satu pekan lagi, yakni Senin (5/9/2011) mendatang. Namun karena siang itu ia merasa kontraksi, maka ia pun berhasil melahirkan.

Saat ditemui di Bangsal Kenanga, kondisi fisik Ina masih sangat lemah. Ia sesekali membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Sesekali ia terbangun, untuk sekadar melihat buah hatinya yang masih memerah. Sebuah nama pun sudah ia siapkan untuk anaknya itu.

Cantik Irina Putri, begitu ia memberikan nama pada si buah hatinya yang baru saja menghirup udara dunia. Ia berharap jika kelak dewasa nanti, anaknya itu bisa menjadi perempuan yang tangguh.

Saat ditemui di RSUD, ia hanya ditemani oleh kakaknya, Dwi, 45. Sedangkan suaminya, Sodikin, tidak bisa menemaninya melahirkan karena harus bekerja. Ina sendiri sehari-hari bekerja sebagai pedagang air minuman isi ulang di Dagen. “Yang terpenting dalam kelahiran, anak saya sehat dan selamat,” katanya.

Read More