Category: Sosial

Ganti rugi tol Solo-Mantingan, warga mulai melunak

Warga Desa Kebak, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar yang terkena proyek jalan tol Solo-Mantingan mulai melunak. Warga menurunkan patokan nilai ganti rugi tanah dari angka yang diajukan sebelumnya.

Kades Kebak sekaligus Panitia Pembebasan Tanah (P2T), Rukini ketika dihubungi, Jumat (30/9/2011) mengatakan masih terus melakukan lobi-lobi secara internal bersama dengan warga yang terkena proyek jalan tol.

Hingga kini, Rukini mengatakan warga masih kukuh dengan pendiriannya menolak angka usulan yang ditetapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Namun, Rukini menuturkan warga sudah menurunkan angka usulan ganti rugi dari angka yang diajukan sebelumnya. Yakni kelompok I dari Rp 250.000 per m2 menjadi Rp 200.000 per m2, kelompok II dari Rp 350.000 per m2 menjadi Rp 300.000 per m2 dan kelompok III dari Rp 300.000 per m2 menjadi Rp 250.000 per m2.“Artinya sudah ada perkembangan. Warga menurunkan angka usulan”.

Rukini mengakui pembahasan ganti rugi jalan tol di Desa Kebak berlangsung alot. Bahkan pembahasan ganti rugi yang sudah dimulai sejak tahun 2008 silam belum menemukan titik temu sama sekali terkait angka ganti rugi tersebut. Dia menegaskan warga tetap pada pendiriannya menolak angka usulan yang diajukan PPK sesuai perhitungan tim appresial.

“Posisi tanahnya itu lho yang membuat warga menolak angka PPK. Padahal kami ditarget akhir 2011 ini harus rampung ganti ruginya” .

Sementara, Rukini menambahkan tim PPK juga tetap pada angka yang diajukan. Pihaknya berharap PPK bisa memahami permintaan warga Kebak. Warga siap melepaskan tanah yang ada jika pemerintah menuruti angka yang diajukan warga.

“Kalau secara intern saya selalu melakukan pertemuan dengan warga. Tapi ya itu tadi tetap mereka tidak mau angkanya PPK, yakni kelompok I Rp 150.000 per m2, kelompok II Rp 275.000 per m2 dan kelompok III Rp 225.000 per m2,” ujarnya.

Rukini menyebutkan total tanah di wilayah Kebak yang terkena proyek jalan tol seluas 8.626 meter persegi. Terdiri atas 142 bidang tanah produktif. Kelompok I terdiri atas 64 bidang tanah yang letaknya berdekatan dengan Desa Kemiri.

Kelompok II sebanyak 62 bidang tanah yang berlokasi di pinggir jalan desa setempat. Sedangkan Kelompok III sebanyak 17 bidang tanah berbatasan dengan Desa Waru. Tidak ada satupun bangunan yang terkena proyek jalan tol tersebut.

“Semua yang terkena jalan tol adalah tanah produktif. Karena alasan itulah warga minta pemerintah bisa memahami keinginan warga,” pintanya.

Read More

Hari ini, KHL Karanganyar ditentukan

Kamis (15/9/2011) ini, nilai kebutuhan hidup layak (KHL) di Kabupaten Karanganyar akan ditentukan. Penentuan KHL itu antara lain melibatkan pihak serikat pekerja, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnaketrans) dan dewan pengupahan Kabupaten Karanganyar. Penentuan tersebut digelar di Aula Dinsosnakertrans.

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Minyak Gas Bumi dan Umum (DPC FSP KEP) Kabupaten Karanganyar, baik dalam pembahasan KHL maupun dalam paparan bersama, menuntut hasil rata-rata survei kebutuhan layak yang digelar dari Januari-Juli 2011, ditetapkan sebagai nilai KHL.

“Selain itu kami juga meminta agar Upah Minimum Kabupaten (UMK) Karanganyar sama dengan nilai KHL,” ungkap Ketua DPC FSP KEP Karanganyar, Eko Supriyanto, Rabu (14/9/2011). UMK untuk tahun 2012, kata dia, sebisa mungkin nilainya disamakan dengan KHL. Sedangkan UMK pada 2011, nilainya hanya 96 persen dari KHL.

Pihaknya menginginkan nilai UMK itu 100 persen sama dengan KHL, sebagaimana yang telah diamanahkan dalam Undang-undang No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yakni nilai UMK sama dengan nilai KHL.

Sementara itu, Kepala Dinsosnakertrans Karangnayar, Sumarno mengatakan, sebelum penentuan KHL dan UMK, pihaknya sudah memfasilitasi tentang hasil paparan dari para pakar akademisi dan Biro Pusat Statistik (BPS).

Read More

Jumlah arus balik lebih besar dibandingkan arus mudik

Jumlah warga Karanganyar yang pergi ke Jakarta dan sekitarnya setelah Lebaran, mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. Pasalnya saat mudik, menurut data dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar, jumlah pemudik mencapai 3.541 orang. Sedangkan saat arus balik, ada sekitar 3.831 orang.

(more…)

Read More

Arus Balik Berlangsung hingga H+7

Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar memprediksi arus balik Lebaran akan terus berlangsung hingga H+7. Dari pantauan arus balik kemarin, jumlah warga yang menggunakan armada untuk arus balik sudah mengalami penurunan. Kabid Perhubungan Joko Maryono mengatakan, puncak arus balik sudah terjadi pada Sabtu (3/9) lalu. Meski begitu, hingga H+7 nanti masih ada yang melakukan perjalanan untuk arus balik “Kalau puncaknya sudah terjadi pada Sabtu (3/9) lalu, tetapi arus balik ini akan terus berlangsung hingga H+7,” papar Joko.
Untuk pemberangkatan arus balik sendiri, Dishubkominfo sudah menyiapkan tiga pos. Masing-masing di Matesih, Tegal Gede dan juga alun-alun Karanganyar (Pemberangkatan massal). Sebelumnya, Dishubkominfo juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah armada bus yang akan dipakai sebagai angkutan arus balik. Pemeriksaan meliputi, surat izin trayek dan juga perlengkapan kendaraan beserta alat keselamatan yang disediakan. Sementara itu, untuk pengamanan selama arus balik Lebaran 2011 jajaran Polres Karanganyar akan melakukan operasi Ketupat hingga Kamis (8/9) mendatang.

Read More

Arus Lebaran, angka kecelakaan capai 42 kasus

yar mencatat angka kecelakaan lalu lintas selama arus Lebaran tahun 2011 mencapai 42 kasus.

Angka kecelakaan tersebut nihil korban meninggal dunia (MD). Kanitlaka Polres Karanganyar Ipda Yulianto mewakili Kasatlantas AKP A Aidil Fitri Syah ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/9/2011) mengatakan hingga H+5 Lebaran, angka kasus kecelakaan lalu lintas mencapai 42 kasus.

Dengan rincian, korban mengalami luka berat empat orang dan luka ringan 53 orang. “Rata-rata kecelakaan lalu lintas didominasi kendaraan roda dua. Tidak ada kecelakaan menonjol dan nol MD,” terangnya.

Yulianto mengatakan kecelakaan lalu lintas terjadi hampir di seluruh titik di Karanganyar. Hanya untuk kasus kecelakaan jalur mudik, Yulianto menambahkan tercatat ada sebanyak lima kasus. Rinciannya, dua kasus kecelakaan terjadi di Colomadu, satu kecelakaan di Sroyo, Jaten dan dua kasus kecelakaan di Gondangrejo.

Dari total 42 kasus hingga H+5 Lebaran ini, kasus kecelakaan yang melibatkan kendaraan paling banyak adalah kecelakaan karambol di Gondangrejo, Minggu (4/9/2011) kemarin.
“Itu kasus (kecelakaan karambol) yang paling banyak melibatkan jumlah kendaraan. Lainnya hanya motor dengan motor dan sampai detik ini belum ada korban MD,” jelasnya. Yulianto mengatakan kecelakaan lalu lintas rata-rata lantaran human error. Selain itu faktor perilaku pengendara dalam berkendara

Read More

Pedagang Pasar Tuban protes keberadaan TPS

Pedagang Pasar Tuban, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar memrotes keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) di lokasi pasar.

Alasannya, lokasi pembuangan sampah tersebut menggangu kenyamanan lingkungan dan kerap mengeluarkan bau tidak sedap.

Demikian disampaikan sejumlah pedagang di los daging yang lokasinya mepet dengan TPS, Rabu (24/8/2011). Samini, 47  mengatakan adanya TPS tersebut mengganggu beberapa aktivitas pedagang di sekitarnya. Karena bau dari tumpukan sampah sangat menyengat sehingga membuat pembeli enggan masuk ke los daging.

”Sangat mengganggu  sekali. Tiap hari harus tutup hidung kalau masuk sini,” jelas dia.

Menurutnya, bau tidak sedap bukan hanya saat sampah menumpuk di TPS. Namun muncul ketika sampah diangkut petugas kebersihan dari pemerintah. Bahkan setiap usai hujan deras, air dari sampah kerap meluber ke jalan dan menimbulkan bau tidak sedap.

“Kami sudah berulang kali meminta TPS dipindah jangan mepet los daging. Kasihan yang mau beli bau sampahnya menyengat,” keluhnya.

Pedagang lain, Limbo mengatakan tidak hanya bau tidak sedap yang ditimbulkan dari TPS tersebut. Namun juga serbuan lalat yang begitu banyak. Pedagang lain, Menik, menambahkan bersama pedagang lainnya telah mengajukan permasalahan  bau sampah kepada pihak Lurah setempat. Namun sampai sekarang belum mendapatkan respon.
Dia mengatakan penumpukan sampah di TPS bukan hanya sekadar menimbulkan bau, timbulnya wabah penyakit pun mulai dikhawatirkan para pedagang. ”Apabila TPS tidak dipindahkan. Kami hanya meminta dibenahi supaya tidak menimbulkan bau sampah,” pintanya.

Lurah Pasar Tuban Joko Purnomo menilai penempatan lokasi TPS sudah berada dalam posisi paling aman. Apalagi keberadaan los daging dengan TPS sudah dibentengi dengan tembok tinggi. “Jadi sebenarnya posisinya sudah paling aman. Kemungkinan dipindah tidak bisa,” tuturnya.

Selama ini, dia mengatakan yang menjadi persoalan adalah banyaknya warga yang tetap nekat membuang sampah di TPS tersebut. Padahal TPS yang ada dikhususkan bagi pedagang di Pasar Tuban. “Kami sudah melarang. Tapi banyak warga yang tetap nekat membuangnya di sini. Mereka berani buang samapi kalau pasar sepi,” katanya.

Read More

Pemkab Karanganyar bagikan 1.500 paket Sembako

Mendekati Lebaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar bagikan 1.500 paket Sembako ke sejumlah warga miskin, Rabu (24/8/2011) siang.

Sembako tersebut antara lain dibagikan ke sejumlah warga miskin di Kecamatan Jaten, Tasikmadu, Karanganyar dan Ngargoyoso. Selain itu, para tukang becak dan ojek yang biasa mangkal di dekat Rumah Dinas Bupati, juga mendapatkan paket Sembako itu.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Karanganyar, Ambang Wibowo, mengatakan, masing-masing Sembako itu antara lain terdiri atas beras tiga kilogram, gula satu kilogram, minyak goreng satu bungkus, mi instan, teh dan uang tunai senilai Rp 20.000.
“Bantuan ini untuk memenuhi sebagian kebutuhan Sembako bagi keluarga tidak mampu,” ujar Ambang saat ditemui  di sela-sela pembagian Sembako.

Selain itu, pembagian Sembako juga digelar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar. Paket tersebut antara lain dibagikan ke 72 pasien RSUD, terutama dari pasien yang tidak mampu.

Paket Sembako di RSUD diberikan langsung oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR.. “Mudah-mudahandengan kita datangi, memberikan doa, saat Lebaran mereka sudah berada di rumah. Harapan kami saat Lebaran tidak ada lagi pasien yang tinggal di rumah sakit,” kata Bupati.

Read More

54 Anak yatim piatu terima bantuan

Sebanyak 54 anak yatim piatu yang tersebar di wilayah Desa Ngringo, Jaten, Karanganyar, menerima bantuan biaya sekolah dari kelompok pengajian ibu-ibu Masjid Al Falaah Perum RC, Ngringo, Jaten, Karanganyar, Minggu (21/8/2011) pagi.

Pemberian bantuan itu dilakukan di sela-sela kegiatan pengajian di lingkungan masjid setempat.

Ketua kelompok pengajian ibu-ibu Masjid Al Falaah Perum RC, Hj Wahyuni SR, mengatakan anak yatim piatu yang menjadi sasaran kegiatan itu rata-rata masih SD.

“Sumber dananya berasal dari infaq rutin dan sumbangan dari peserta pengajian maupun warga lain yang peduli. Mudah-mudahan bantuan tersebut bisa sedikit meringankan biaya sekolah anak-anak yatim piatu tersebut,” ujarnya, saat ditemui seusai acara.

Read More

Kodim 0727 dukung program KB

Satuan Kodim 0727 Karanganyar mendukung program nasional keluarga berencana (KB) di Karanganyar. Komandan Kodim 0727 Karanganyar, Letkol (Inf) Eddy Basuki, dalam pembekalan kepada para Babinsa di Makodim 0727 mengatakan, melalui kegiatan percepatan program KB, diharapkan dapat mendorong dan memotivasi masyarakat dalam membina dan mewujudkan keluarga sehat dan berkualitas.

“Dengan program itu, diharapkan mampu menggerakkan partisipasi baik dari unsur instansi pemerintah, LSM, tokoh masyarakat maupun swasta, yang tersebar dari tingkat kabupaten sampai ke desa-desa atau kelurahan,” ungkap Eddy.

Menurutnya, pelaksanaan Bhakti Sosial Revitalisasi Program Keluarga Berencana Nasional Terpadu TNI di Karanganyar, dilakukan secara periodik dari Mei-Juli 2011.

Selain diikuti oleh Babinsa, bhakti sosial itu juga diikuti oleh sejumlah akseptor di setiap desa di Karanganyar. Dengan terlibatnya jajaran Kodim, maka TNI telah ikut serta dalam mensejahterakan masyarakat.

Sumber : http://www.solopos.com/2011/karanganyar/kodim-0727-dukung-program-kb

Read More

Lahan tebu di Colomadu terbakar, pemadam kebakaran dikerahkan jinakkan api

Kebakaran melanda sebidang ladang tebu yang terletak di Dusun Paulan, Paulan, Colomadu, Karanganyar, Rabu (10/8/2011) malam. Kebakaran yang bersumber di tiga titik tersebut diduga berasal dari aktivitas pembakaran lahan seusai panen tebu. (more…)

Read More