Category: Sosial

Jaten Terima Bantuan sosial

Warga RW XXIV Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar menerima bantuan sosial bidang sarana dan prasarana penataan lingkungan permukiman dari Provinsi Jateng.
Bantuan tersebut diberikan dalam rangka peningkatan dan penataan lingkungan permukiman RW XXIV. Ketua RW XXIV Tuhana, Minggu (1/1/2011) mengatakan bantuan diterima melalui keputusan gubernur Jateng Nomor 413.4/200/2011 tertanggal 8 Desember 2011 berkaitan dengan pemberian bantuan sosial bidang sarana prasarana.
Peruntukannya  kegiatan fasilitasi dan stimulan perbaikan kualitas lingkungan permukiman berbasis masyarakat. Adapun bantuan tersebut akan dipergunakan untuk pembangunan rabat betonisasi.  “Diharapkan jalan atau gang yang ada diusahakan sudah harus betonisasi,” tuturnya.

Read More

Asyik, Pemkab bagi-bagi ayam betina gratis

Ratusan warga Desa Jatiroyo, Kecamatan Jatipuro, berebut ayam kampung betina yang dibagikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar di Balaidesa Jatiroyo, Rabu (7/12/2011).

Dalam kesempatan itu, ada sekitar 400-500 ayam yang dibagikan ke sejumlah warga yang mayoritas perempuan. Mereka saling mendahului untuk bisa mendapatkan ayam tersebut menggunakan kartu kupon. Pemkab membagikan ayam tersebut untuk menggalakkan peningkatan konsumsi daging.

Salah satu warga desa setempat, Mariyani, 40, mengaku jarang makan daging ayam lantaran beberapa ayam yang dipeliharanya banyak yang mati mendadak. Ia pun tidak mengonsumsi daging ayam lantaran takut bila penyakit yang diderita ayamnya, menular ke manusia. “Entah karena flu burung atau tidak saya tidak tahu. Tapi tiba-tiba saja ayam saya banyak yang mati mendadak,” ujar Mariyani saat ditemui, saat pembagian ayam di Balaidesa Jatiroyo, Rabu siang. Bantuan ayam yang ia dapatkan itu rencananya akan dipelihara.

Data dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar menyebutkan tingkat konsumsi daging penduduk Karanganyar berkisar empat gram per kapita/tahun. Sedangkan untuk taraf nasional tingkat konsumsinya mencapai enam gram per kapita/tahun. “Untuk mencapai tingkat nasional itu, Pemkab memberikan bantuan kepada warga berupa ayam betina yang masih hidup agar dipelihara dan berkembang biak,” ujar Kepala Disnakkan Karanganyar, Mohammad Hatta seusai pembagian ayam.

Secara simbolis, pembagian ayam tersebut diberikan oleh Wakil Bupati Karanganyar, Paryono. Dalam kesempatan itu, Paryono berpesan agar ayam yang dibagikan secara cuma-cuma ke warga itu dimanfaatkan dengan baik sehingga gizi masyarakat akan kebutuhan daging bisa tercukupi. “Silakan ayamnya disembelih dan dikonsumsi, tapi jangan sekarang. Tunggu hingga ayamnya sudah beranak dan berkembang banyak,” ujarnya.

(fas)

Read More

70% Pelanggaran lalu lintas didominasi usia remaja

Hampir 70% pelanggaran tertib lalu lintas didominasi usia remaja, terutama pelajar. Kesadaran akan tingkat tertib lalu lintas dinilai masih sangat rendah.

Demikian disampaikan Kasatlantas Polres Karanganyar AKP A Aidil Fitri Syah mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Nazirwan Adji Wibowo di sela-sela pembagian leaflet Sadar Lalu Lintas di perempatan Pegadaian Karangan serta Papahan, Rabu (7/12/2011).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka Operasi Zebra yang sudah dimulai sejak tanggal 28 November- 11 Desember mendatang. Kasatlantas mengatakan terus melakukan sosialisasi tertib lalu lintas kepada pengguna jalan dengan sasaran menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Selama operasi Zebra tercatat ada 552 pelanggaran lalu lintas. Sekitar 70% pelanggaran didominasi usia pelajar,” ujar Kasatlantas.

Kasatlantas mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk tertib lalu lintas dan mematuhi aturan yang berlaku. Terutama, dia menambahkan tidak melanggar traffic light yang berpotensi besar menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Mengingat beberapa penyebab kecelakaan di antaranya ketidak disiplinan pengguna jalan, emosional dan tidak sabar, daya konsentrasi kurang, lelah atau ngantuk serta pengaruh obat maupun minuman keras (Miras).

Read More

Pabrik penggilingan kulit mete ludes terbakar

Pabrik penggilingan kulit mete di Dukuh Kedung Gong, Jeruksawit, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar ludes terbakar, Selasa (6/12/2011) pagi. Akibat peristiwa tersebut kerugian ditaksir mencapai hingga Rp 20 juta.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan kebakaran bermula sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu pemilik pabrik, Giyarto bersama keluarga tengah berada di dalam rumah yang menjadi satu kompleks bersama pabrik tersebut.

Tiba-tiba muncul kepulan asap tebal  yang membumbung tinggi dari bagian belakang tempat penggilingan kulit mete sebagai bahan baku ampas rem kendaraan. Mengetahui ada kepulan asap, Giyarto dibantu bersama dengan tetangga mencoba memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

Sementara warga melaporkan kejadian ke Polsek dan ditindak lanjuti ke Pemadam Kebakaran. Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Solo dan Karanganyar langsung tiba dilokasi.

Petugas pemadam kebakaran bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar melokalisasi titik api. Tidak butuh waktu lama api bisa dipadamkan. Hingga berita ini diturunkan aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran.

Read More

Hujan Lebat, 1 Rumah Ambruk Rata dengan Tanah

Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur Karanganyar sehari penuh, Sabtu kemarin (3/12) membuat rumah milik seorang janda tua, Ny Sukini (55) di Dukuh Gadon Rejo RT 2 RW XV Desa Gebyok Kecamatan Mojogedang, Karanganyar ambruk rata dengan tanah.
Rumah semi permanen yang terbuat dari anyaman bambu berukuran 10 kali sembilan meter tersebut diduga roboh pada pukul 17.30 WIB karena tidak kuat menahan lebatnya hujan yang terus mengguyur Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya. Kerugian akibat robohnya rumah tersebut ditaksir mencapai belasan juta rupiah.
Salah seorang saksi sekaligus tetangga korban, Supar (43) mengungkapkan bahwa hujan lebat tersebut telah turun sejak pagi. “Persisnya saya tidak paham detailnya, pas melihat keluar rumah ternyata rumah Sutini sudah rata dengan tanah,” ungkapnya  di lokasi kejadian, Minggu (4/12).
Dirinya menambahkan saat hujan lebat yang melanda hampir di seluruh Karesidenan Surakarta tersebut, warga lebih memilih tinggal diam di rumah masing – masing karena tidak bisa melanjutkan aktivitas. “Saya rasa, tidak ada yang melihat langsung kejadian ambruknya rumah itu selain empunya rumah,” tandas dia.
Dalam rumah tersebut selain dihuni oleh Ny Sukini juga dihuni oleh ibu kandungnya, Sukiyem (70) serta neneknya Mariyem (95) yang sempat tertimpa kayu atap yang runtuh.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Aji Pratama Heru Kristianto membenarkan kejadian tersebut. Dibantu dengan warga, akhirnya relawan berhasil mengevakuai korban ke tempat yang aman. “Meski rata dengan tanah, tapi semua korban selamat,” kata dia.
Mengenai total kerugian, dirinya menambahkan mencapai sekitar belasan juta rupiah dari taksiran kerusakan seluruh isi bangunan rumah dan perangkat rumah tangga yang turut hancur dalam insiden tersebut.
Dirinya mengimbau kepada warga di Kabupaten Karanganyar untuk senantiasa mewaspadai hujan lebat yang dapat menyebabkan bencana. “Kalau ada gejala atau kejadian bencana, masyarakat bisa melaporkan ke saluran hotline 0271 495997, 0271 3120005 dan 085229614151. 24 jam selalu siaga,” imbuh dia.

Read More

Ngringo terima bantuan

Warga Gunungsari RW XXIV Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar menerima bantuan seperangkat alat kesehatan untuk menumbuhkan, memberdayakan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti pentingnya kesehatan.

Bantuan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan itu alat rekam jantung, alat cek gula darah, asam urat, pengukur tensi darah, kolestrol dan lain sebagainya.

Ketua RW XXIV Tuhana mengatakan membentuk kelompok masyarakat melalui forum Pos Pembinaan terpadu (Posbindu).

Mereka bertugas untuk mengelola dan mengurus kegiatan pelayanan pencegahan penyakit khususnya pembuluh darah dan jantung. Tujuan kegiatan Posbindu adalah menumbuhkan dan meningkatkan kesehatan yang berkaitan dengan pembuluh darah dan jantung melalui pemberdayaan masyarakat.

Read More

Kurangi pengangguran, Pemkab gelar penyuluhan

Guna mengurangi angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menggelar penyuluhan di sejumlah wilayah pedesaan di Karanganyar.

Kabid Penempatan Tenaga Kerja Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar, Martadi, mengatakan, sementara ini penyuluhan baru digelar di Kecamatan Mojogedang dan Kebakkramat.

Ke depan, pihaknya juga akan menyasar ke kecamatan yang lain. Dari penyuluhan itu, diketahui bahwa masyarakat sebetulnya sangat antusias untuk meminta bantuan dicarikan peluang kerja, baik di Karanganyar, Jateng maupun ke luar negeri.

“Penyuluhan ini untuk memberantas kemiskinan dan pengangguran bagi masyarakat yang masuk dalam usia produktif,” ungkapnya saat ditemui di Alun-alun Karanganyar, Jumat (18/11/2011).

Setidaknya, ungkap Martadi ada sekitar 20 persen dari total warga yang berusia produktif, masih menganggur. Di antara mereka ada yang lulusan SD, SMP dan SMA.  Salah satu penyebabnya, kata dia, yakni masih adanya pendapat mangan ora mangan waton kumpul (makan tak makan asal kumpul).

“Pendapat ini sedikit demi sedikit akan dikikis agar masyarakat banyak yang berkerja dan tida menggantungkan hidupnya dari orang lain, serta terbuka wacananya. Kami akan menginformasikan peluang kerja baik dalam maupun luar negeri. Bahkan untuk gaji yang akan mereka dapatkan, juga sudah kami sosialisaskikan,” jelasnya.

Sasaran dari penyuluhan itu memang ke desa-desa, agar informasi peluang usaha ini benar-benar sampai ke masyarakat.  Setelah penyuluhan, pihaknya akan menggelar evaluasi.

Pada tahap kedua, jika diperlukan, akan mendatangkan Perusahaan Penyedia Tenaga Kerja Indonesia-Swasta (PPTKIS) ke desa-desa.  Bila ada warga yang berminat kerja di luar negeri, bisa langsung menghubungi perusahaan yang bersangkutan.

Read More

Puting Beliung Rusak 3 Rumah

Tiga rumah di Desa Dawung Kecamatan Matesih rusak parah terkena amukan angin puting beliung, Kamis (10/11) siang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Salah seorang saksi mata sekaligus korban, Parjo (40), menceritakan kejadian berlangsung cepat bersamaan dengan hujan gerimis yang terjadi di wilayah tersebut. “Kejadiannya cepat sekali, paling hanya lima menit, tetapi kencang banget,” ujarnya saat ditemui wartawan di rumahnya Dusun Bandungan RT 2 RW V Dawung, Kecamatan Matesih.
Peristiwa ini membuat atap rumah tiga warga rusak parah. Salah seorang korban, Sujarwo mengaku akibat angin tersebut atap rumah yang terbuat dari seng dan asbes terlepas dan terbang. “Dari sekitar 70 seng, paling sekarang hanya bersisa 20 saja,” ungkap dia.
Selain menerbangkan atap, dari pengakuan korban angin tersebut juga mengempaskan sebuah pesawat televisi yang diletakkan di ruang depan rumah. Tak hanya itu, dua unit sepeda motor yang diparkir juga rusak akibat tertimpa reruntuhan bangunan atap. “Kalau ditotal mungkin mencapai puluhan juta,” tutur dia.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristianto mengutarakan peristiwa angin puting beliung yang terjadi di wilayah Karanganyar telah mengakibatkan tiga rumah di dua dusun, yakni Bandungan dan Manjar rusak.
Dari taksiran petugas di lapangan, kata Heru, total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp 6 juta. “Hanya satu yang rusak parah yakni di tempat rumah sekaligus pencucian mobil, selainnya tidak begitu parah,” imbuh dia.

Read More

Antisipasi Radikalisme, Tempat Ingekos Didata

Guna mencegah aksi radikalisme seperti Bom Bunuh Diri Kepunton pekan kemarin, Bupati Karanganyar, Rina Iriani meminta Pejabat setempat, Kepala Desa, maupun RT dan RW di seluruh Karanganyar untuk mendata rumah penduduk, terutama rumah indekos, atau rumah yang dinilai tak umum.

Menurutnya pendataan tersebut tidak dimaksudkan untuk mencurigai kawasan indekos, melainkan hanya sebagai antisipasi merebaknya aksi radikalisme yang kemungkinan bisa juga terjadi di mana saja, “Ini sebagai langkah persuasif mencegah timbulnya radikalisme,” kata Rina di akhir acara Sarasehan Pembinaan Penyuluh Agama non-PNS se-Kabupaten Karanganyar di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa (4/10).

Rina berharap camat, kepala desa, maupun RT RW setempat semestinya mengetahui kondisi masing-masing wilayahnya termasuk warga bermukim yang bersangkutan. “Sekarang ini peta radikalisme tidak bisa dipetakan seperti ubahnya makan bubur, yakni dari pinggir, tetapi menyeluruh tengah maupun pinggir,” jelas dia.

Dalam sambutannya kepada para penyuluh agama, Rina juga meminta kepada para penyuluh agama non-PNS tersebut dalam memberikan atau menyampaikan dakwah agar tidak menjelek-jelekkan satu sama lainnya, “Kalau memberi dakwah itu yang santun dan tidak saling menjelekkan sehingga umat pun tentram,” tambah dia.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Juhdi Amin, Selasa (4/10) mengatakan penyelenggaraan sarasehan tersebut sebagai tindak lanjut dari Workshop Pengembangan Manajemen Dakwah di Tawangmangu pekan kemarin untuk menyamakan persepsi guna mencegah aksi radikalime. “Biar semua mempunyai pandangan yang sama, yakni menolak aksi radikalisme dalam bentuk apapun,” kata dia.

Lebih lanjut, dirinya menjamin Karanganyar bukan termasuk dalam kategori target aksi radikalisme, ,dan sebagai tindakan antisipasi Kementrian Agama selalu melakukan sejumlah antisipasi. “Salah satunya kegiatan pagi ini, yakni dengan mengumpulkan 350 penyuluh agama di Karanganyar untuk kemudian ditatar dan disamakan persepsinya.

Read More

75 Persen Difabel Karanganyar Menganggur

Dari sekitar 7.000-an Penyandang Cacat (difabel) di Kabupaten Karanganyar dan 5.000-an di antaranya masih menganggur dan tidak tentu nasibnya. Kebanyakan dari kaum penyandang cacat yang menganggur tersebut didominasi oleh tenaga kerja usia produktif.

Menurut Ketua DPC Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI) Kabupaten Karanganyar, Supriyono saat ditemui  di sela-sela acara Acara Halalbihalal dan Bakti Sosial PPCI di Gedung Pertemuan Kelurahan Cangakan Karanganyar, Minggu (2/10) mengatakan bahwa besaran angka pengangguran tersebut terjadi karena masih rendahnya perhatian Pemerintah Kabupaten Karangayar terhadap para penyandang cacat atau kaum difabel yang berada di Karanganyar. “Setahun kita hanya diberi sekitar Rp 1, 5 juta oleh Kesbanglinmas Karanganyar untuk semua kegiatan selama setahun berlangsung,” kata dia.

Bahkan sering kali dana proposal yang telah kita ajukan ke Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) sebagai badan yang berkepentingan mengurusi kaum difabel hanya dijanjikan tetapi setelah disetujui dana itu tidak pernah turun. Minimnya perhatian Pemkab tersebut yang akhirnya memicu tingginya angka pengangguran kaum difabel. Ditambahkan Supriyono yakni, saat ini banyak penyandang cacat di Karanganyar belum mendapatkan pelayanan rehabilitasi, pendidikan dan keterampilan yang memadai. Karena itu, dia berharap agar Pemkab Karanganyar dapat menaikkan anggaran APBD 2012 untuk penyandang cacat dengan anggaran dari Rp 500.000 per orang menjadi Rp 1 juta, “Dengan adanya dana tersebut dapat menjadikan modal untuk berusaha sehingga tidak bergantung dari orang lain,” ujar dia lagi.

Peta terbanyak penyandang cacat saat terletak di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Jatipuro, Jatiyoso dan Jumantono. Namun kendati masih mengalami keterbatasan dana, pendampingan kepada para penyandang cacat yang dilakukan oleh DPC PPCI sejauh ini masih tetap berjalan.

Read More