Category: Sosial

Bus Sumber Selamat Terguling Di Kebakkramat

Bus Sumber Selamat jurusan Surabaya-Yogyakarta terguling di ruas jalan raya Solo-Sragen KM 11,8 di Kebak, Kebakkramat, Karanganyar, Rabu (14/3/2012) sekitar pukul 04.00 WIB. Kecelakaan diduga lantaran sopir bus menghindari sepeda motor yang menyeberang.

Tidak ada korban jiwa, namun belasan penumpang bus mengalami luka-luka, dua diantaranya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit terdekat.  Kecelakaan juga sempat membuat jalur Solo-Sragen tersendat hingga beberapa jam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan kecelakaan tunggal terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu bus Sumber Selamat nopol W7524UY dari arah Surabaya menuju Solo melaju dengan kecepatan sedang. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP) seorang pengendara motor tiba-tiba memotong jalur bus dan menyeberang jalan.

Sopir bus yang kaget spontan langsung membanting kemudi agar bus tidak menabrak pengendara sepeda motor tersebut. Namun naasnya meski berhasil menghindari tabrakan badan bus justru terguling ke jalur lambat.

“Saya coba banting setir menghindari motor. Karena ada motor nyelonong dan motong jalan. Malah bus tidak terkendali terus terguling ke jalur lambat,” ujar sopir bus Teguh.

Aparat Satlantas Polres Karanganyar berusaha mengatur arus lalu lintas di jalan raya Solo-Sragen. Banyaknya pengguna jalan yang melintas sambil melihat bodi bus yang masih terguling menyebabkan arus lalu lintas menjadi tersendat.

Proses evakuasi badan bus baru bisa dilakukan sekitar pukul 07.00WIB setelah dua mobil derek didatangnya untuk mengangkut bus terguling tersebut.

Read More

Warga Ngledok Minta Bedol Desa

168 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di Ngledok, Desa Gerdu, Karangpandan mengusulkan kepada pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar untuk bedol Desa. Usulan Bedol Desa ini diungkapkan agar kehidupan mereka masih menyatu dengan warga lainnya, meski harus berpindah tempat tinggal.
Menanggapi usulan ini Pemkab Karanganyar akan mengusahakannya, demi menghindarkan warga dari ancaman longsor. Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar Samsi mengatakan bahwa warga Ngledok menyetujui untuk diberangkatkan transmigrasi. Tetapi, warga meminta agar transmigrasi itu tidak akan memisahkan kehidupan warga Ngledok ke depannya.
“Warga meminta agar mereka tetap ditempatkan dalam satu lokasi, yang dengan kata lain warga minta agar transmigrasi itu dilakukan secara serempak atau Bedol Desa,”
Selain transmigrasi, Pemkab Karanganyar juga memberikan dua opsi relokasi lainnya. Dua opsi lainnya yakni transmigrasi secara mandiri dan tukar guling. Untuk transmigrasi mandiri warga Ngledok di berikan tanah dan dibangunkan rumah oleh pemerintah di tempat yang aman. “Sementara tanah milik warga, tetap menjadi haknya,” kata Samsi.
Sedangkan relokasi tukar guling yakni dengan mengganti tanah warga. “Tanah warga diganti oleh pemerintah di lokasi yang aman, sementara tanahnya yang ada di Ngledok menjadi milik pemerintah untuk penghijauan,” tuturnya.
Dari tiga opsi yang disosialisasikan oleh Pemkab itu, ternyata warga memilih transmigrasi. Tetapi dengan catatan secara serempak yakni Bedol desa. Pilihan untuk merelokasi 168 KK ini merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan oleh tim dari Pemkab dan dikomandani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Dari hasil penelitian itu, merekomendasikan agar seluruh warga yang ada di area rawan longsor segera dipindahkan di tempat yang lebih aman.
Dengan pilihan itu, Pemkab Karanganyar sudah memerintahkan kepada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) untuk mengurusnya. Bahkan pihaknya juga berencana melakukan pengecekan ke lokasi transmigrasi untuk mengecek kondisi tanah yang akan di tuju. “Kami tidak ingin nanti tanah yang akan ditempati tanah gambut yang tidak bisa dikelola,” tutup Samsi.

Read More

200 Keluarga Minta Relokasi

Terancam longsor, sekitar 200 keluarga di Dusun Ngledok Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan berencana mengajukan permintaan relokasi secepatnya kepada Pemerintah setempat. Pasalnya warga di Dusun Ngledok sebanyak enam RT tersebut khawatir keluarganya menjadi korban longsor karena intensitas hujan yang masih tinggi.
Kepala Desa Gerdu Kecamatan Karangpandan, Suwarno  mengatakan dari pembicaraan dengan warga sekitar, mereka sepakat minta direlokasi. Pasalnya kebanyakan dari mereka takut dan waswas setiap hujan turun. “Kalau tidak salah ada sekitar 200 keluarga di enam RT tersebut yang berencana relokasi,” ujar dia.
Permintaan tersebut juga sudah diwujudkan dengan surat tertulis dan akan segera ditembuskan kepada Camat Karangpandan dan Bupati Karanganyar. Namun detail berkenaan dengan relokasi belum dibahas warga karena masih fokus pembersihan desa.
“Karena banyaknya longsoran, hingga saat ini warga masih terus berupaya melancarkan akses jalan desa yang masih tertutup longsor,” terang dia.
Suwarno menambahkan kemungkinan warga yang meminta relokasi akan bertambah. Mengingat ada beberapa daerah di Desa Gerdu yang rawan longsor.
“Sementara yang mengatakan ingin relokasi memang baru Dusun Ngledok, nanti setelah selesai kerja bakti desa, akan coba kita data lagi secepatnya,” jelasnya.
Dihubungi terpisah, Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Rohadi Widodo juga menyarankan hal serupa. Jika memang tinggal di daerah longsor dan takut terjadi musibah, ia menyarankan lebih baik warga di relokasi. Namun keputusan relokasi itu sepenuhnya berada di tangan eksekutif. “Prosesnya eksekutif mengajukan kepada legislatif barulah dibahas dan ditentukan besaran anggaran yang dibutuhkan,” ucap dia.
Ia juga menegaskan jika memang ada permintaan dari warga agar direlokasi, maka Pemkab secepatnya mengajukan hal itu agar nantinya bisa dibahas di dewan dan disusulkan dalam anggaran Perubahan APBD 2012, sehingga warga tidak lagi menunggu.“Setahu saya yang sudah direlokasi dulu ada di Desa Karang duwur Kecamatan Jenawi, tapi sudah lama tahun 2007 silam kalau di Mogol mereka tidak mau,” paparnya.

Read More

Dana RTLH Dialihkan untuk Korban Longsor

Guna menangani sekitar 217 rumah rusak yang terkena longsoran tanah di lima kecamatan, Pemkab Karanganyar berencana akan mengalihkan dana Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2012 kepada korban bencana tanah longsor. “Karena ini sifatnya bencana dan darurat, jadi dana kita utamakan dulu untuk korban bencana. Jadi rencananya dana RTLH tahun 2012 ini akan kita berikan kepada mereka, agar mereka tenang,” ujar Rina Iriani, Bupati Karanganyar saat ditemui usai Kegiatan Jumat Keliling (Jumlin-red) di Masjid Klodran Colomadu, Jumat (24/2).

Ia mengatakan banyaknya dana yang akan diberikan kepada masing-masing korban bencana tanah longsor ini akan nominalnya akan berbeda-beda. Dan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah milik masing-masing korban. Selain mengambil bantuan RTLH, Pemkab juga akan mengupayakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta dari Gubernur Jawa Tengah. “Mana yang turun duluan, akan kita gunakan langsung guna membenahi rumah warga,” janji dia.
Pendataan
Rina mengatakan saat ini pihaknya masih terus mengintensifkan pendataan korban dan kerusakan di lima kecamatan yang terkena longsor. Dengan pendataan yang terperinci, ia berharap penyaluran bantuan tidak salah sasaran. “Intinya bantuan akan kita prioritaskan untuk rumah yang hancur total, kemudian rusak berat dan seterusnya,” tandasnya.
Selain itu pihaknya juga meminta kepada Camat untuk melakukan kroscek data lapangan korban bencana longsor dan banjir kemarin secara menyeluruh dan terperinci.
Rina menambahkan kisaran besaran bantuan untuk korban yang rumahnya terkena tanah longsor kurang lebih sama dengan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yakni sekitar Rp 10 juta per orang. Namun dana tersebut kemungkinan masih bisa berkurang atau bertambah tergantung dari kerusakan yang diderita.
Sebelumnya selain memakan dua orang korban, longsor di Karanganyar Rabu (22/2) kemarin totalnya mengakibatkan setidaknya 217 rumah warga rusak,  mulai dari rusak ringan, sedang dan berat.
Mengenai dana tanggap darurat dan bantuan untuk korban meninggal, dijelaskan Rina sudah diberikan langsung Rabu (23/2) sebesar Rp 2 juta.

Read More

Jembatan Ngledok Ambrol, Akses 2 Dusun Terputus

Akibat tak kuat menahan derasnya arus sungai di bawahnya, jembatan penghubung Dusun Nggeger dan Dusun Ngledok, Desa Ngargoyoso Kecamatan Ngargoyoso ambrol, Jumat (24/2) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.Ambrolnya jembatan tersebut selain memutus akses jalan dua dusun juga mengakibatkan aktivitas kegiatan belajar mengajar di Dua Kecamatan yakni Kecamatan Ngargoyo dan Kerjo ikut terganggu.
Salah satu warga Ngledok, Mulyadi (34) mengatakan jembatan tersebut mulai ambrol pukul 01.30 WIB, Jumat (24/2) dini hari karena salah satu fondasinya runtuh. “Saya waktu itu keluar rumah untuk melihat situasi, dan ternyata di jembatan ternyata sudah putus,” ujarnya. Ia mengaku jembatan ini menjadi jalan utama khususnya bagi pelajar di SMP N 3 Ngargoyoso. Meskipun sekolahnya berada di Dusun Nggeger Desa dan Kecamatan Ngargoyoso namun kebanyakan siswanya justru berasal dari Kecamatan Kerjo. “Kalau putus begini siswa yang dari Kerjo otomatis juga repot, ini akses utama ke sekolahan,” jelasnya. Mulyadi menambahkan jika harus memutar, satu-satunya jalan alternatif hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki sekitar lima Kilometer, kalau dengan kendaraan tentu repot lagi karena harus memutar lebih jauh lagi.
Warga lainnya, Sutarno (35) mengungkapkan untuk memperlancar arus transportasi dan memudahkan para pelajar, warga sudah sepakat dan berniat mencarikan solusi dengan membangun jembatan darurat sembari menunggu dibangun oleh Pemerintah. Kendati tidak sekokoh jembatan permanen, namun sementara yang terpenting bisa dilalui.“Kita harapkan dengan adanya pemberitaan ini, jembatan bisa dibangun karena ini akses utama kedua dusun,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar, Priharyanto justru baru mengetahui kabar tersebut. Namun dirinya berjanji akan mengecek  kebenaran informasi tersebut. Saat dikonfirmasi terkait upaya Pemkab untuk perbaikan jembatan ini, Priharyanto mengatakan bahwa setiap upaya pembangunan dengan menggunakan dana APBD harus melalui proses lelang terlebih dahulu. “Kalau langsung dibangun, nanti kita malah kena KPK. Prosedurnya seperti itu diusulkan lewat APBD, lelang baru dibangun, memang lama tetapi ya begitulah prosedurnya,” jelasnya.

Read More

PUTING BELIUNG: Warga Diminta Waspada

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap bencana angin puting beliung.

Hal ini lantaran hujan deras disertai angin kencang diperkirakan akan terus terjadi hingga akhir Februari mendatang.

Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Aji  Pratama  Heru Kristianto menuturkan angin puting beliung dalam beberapa hari terakhir terus menerjang Karanganyar. Heru meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap ancaman bahaya angin tersebut.

”Kami telah melakukan evakuasi dengan membersihkan pohon-pohon yang tumbang di jalan raya. Sehingga akses jalan bisa dibuka,” tuturnya.

Heru juga mengatakan telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) untuk memetakan pohon di pinggir jalan raya yang berusia tua dan rentan roboh jika diterjang angin kencang.

“Jadi jangan sampai ada pohon tumbang dan menelan korban pengguna jalan,” ujarnya.

Selain itu, Heru menambahkan melakukan koordinasi dengan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) terkait titik baliho serta reklame rawan roboh.

Pihaknya meminta BPPT untuk mengecek kondisi tiang penyangga baliho maupun reklame yang dipasang apakah masih dalam kondisi baik atau tidak. Menurutnya langkah itu dilakukan guna meminimalisasi jatuhnya korban dalam bencana tersebut.

Read More

JEMBATAN AMBROL, Warga Tasikmadu Harus Memutar

Lubang cukup lebar mengangga di jembatan Ngamban penghubung antar kecamatan Jaten dan Tasikmadu, tepatnya di Dusun Buran, Tasikmadu.

Jembatan sepanjang 14 meter ini nyaris putus karena pondasi jembatan rapuh tak kuat menahan gerusan air sungai yang banjir, Minggu (12/2). Akibatnya akses warga terputus dan harus memutar melalui jalur lain yang lebih jauh.

Informasi dihimpun menyebutkan jembatan yang berada di perbatasan antara Buran, Tasikmadu dan Jumog, Jaten, Karanganyar ini ambrol setelah tergerus banjir pada Minggu malam. Hujan deras yang mengguyur wilayah Karanganyar hingga beberapa jam menyebabkan arus sungai naik.

Puncaknya pada Senin pagi pondasi tengah jembatan hancur dan membuat badan jalan amblas membentuk lubang menganga hingga sekitar satu meter. Sementara di bawah jembatan, pondasi telah hancur tergerus banjir.

Beruntung saat kejadian tidak ada kendaraan yang melintas. Sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Saat ini, baik kendaraan roda dua maupun empat tidak bisa lagi melintas diatas jembatan tersebut. Namun sebagian warga masih tetap nekat melintas meski dihantui perasaan waswas.

Warga setempat terpaksa menutup dan berjaga di ujung jalan menuju jembatan. Mereka memperingatkan para pengguna jalan agar memutar balik karena jembatan putus. Warga Buran, Sugiyanto mengatakan sejak dibangun tahun 1968 silam, pondasi jembatan tidak pernah direnovasi.

Namun talut di sekitar jembatan sempat diperbaiki. Menurutnya, jembatan ini sangat vital karena menjadi akses tercepat menuju kota. ”Dengan jembatan putus, kami terpaksa mutar jauh. Akses perekonomian juga menjadi terhambat,” tuturnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Aji Pratama Heru K meminta warga tidak nekat melintas di jembatan tersebut. Saat ini, Heru menambahkan kondisi jembatan tidak bisa dilalui baik kendaraan roda dua maupun roda empat. ”Meski jalan kaki warga jangan nekat melintas. Karena kondisi jembatan sudah sangat rawan jika dilalui,” tegas Heru.

Heru mengatakan telah melaporkan jembatan ambrol ke BPBD Provinsi serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Heru mengatakan tim teknis terdiri atas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) serta BPBD telah melakukan penghitungan teknis kondisi jembatan. Dengan demikian perbaikan jembatan akan diusulkan dalam anggaran bencana.

Heru mengatakan hujan deras yang mengguyur Karanganyar tidak hanya membuat beberapa sungai meluap. Namun juga merusak infrastruktur Jalan Raya Solo-Karanganyar, tepatnya di perempatan Papahan. Kondisi jalan sepanjang hampir 10 meter merekah sedalam 10 sentimeter. ”Kondisi jalan langsung ditangani dan diperbaiki oleh DPU”.

Read More

Pencarian Benaya, Tim SAR Siagakan Lima Pos

Pencarian terhadap siswa SMP Kristen 1 Surakarta, Benaya Ado Narwastu (15) warga Jalan Krakatau No 13, RT 04 RW XXVII Dukuh Busukan, Mojosongo Jebres yang hilang terseret arus di Sungai Benowo, Desa Ngringo Kecamatan Jaten, Jumat (3/2) terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan.

Dengan berbekal tiga perahu mesin, Minggu (5/2) mereka terus melakukan pencarian korban dengan cara menyisir dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) hingga radius satu kilometer. Namun hingga pukul 15.00 WIB kemarin mereka belum juga menemukan korban.

Ketua SMC (SAR Mission Coordinator) Karanganyar, David Reka Lamuna yang memimpin  jalannya operasi mengatakan seharusnya operasi tahap pertama resmi diberhentikan pada Minggu (5/2) sore. Namun karena ada permintaan dari pihak keluarga untuk terus dilakukan pencarian, maka pencarian akan diperpanjang dengan pembentukan Tim baru. “Jadi yang operasi tahap pertama dihentikan dahulu, kemudian akan dilanjutkan dengan membentuk Tim baru dengan tugas yang sama yakni mencari korban,” ujarnya Minggu (5/2).

Guna mengintensifkan pencarian, Tim gabungan yang terdiri dari SAR Karanganyar, BPBD Karanganyar, UNS, MTA dan Anak Gunung Lawu (AGL) juga sudah membuat lima Posko. Kelima Posko tersebut di Benowo sendiri, Tempuran atau pertemuan antara Sungai Benowo dengan Sungai Bengawan Solo, Kedungringin, Ndingin dan Geluh. “Namun saat ini pencarian kita fokuskan di Tempuran, karena perkiraan dengan arus sungai yang deras kemarin, korban kemungkinan telah sampai di Bengawan Solo,” paparnya.

Sebelumnya, korban bersama dengan ke-13 rekannya dari SMP Kristen 1 Surakarta ini bermain sepakbola di Lapangan Benowo Desa Ngringo Jaten Karanganyar, setelah itu mereka kemudian mandi di Sungai Benowo atau tepatnya di belakang Pabrik Javatex. Saat sedang asyik mandi, tiba-tiba datang air bah sehingga menghempaskan semuanya. Apesnya korban tidak bisa tertolong dan terakhir terlihat di Jembatan Benowo.

Bahkan sang Ayah, Hartono (52) mengaku masih syok dengan kejadian ini. Karena selama ini sepulang sekolah Benaya selalu berdiam diri di Rumah. “Kemarin itu kok terlambat pulang dan tahu-tahu pihak kepolisian sekitar pukul 16.30 WIB mengabarkan anak saya hilang di Benowo karena terseret arus”..

Read More

Tertimpa Pohon, Rumah Winarto Rusak Parah

Rumah Winarto (54) warga RT 05 RW V, Dusun Kudur, Desa Kutho, Kecamatan Kerjo rusak parah akibat tertimpa sebuah pohon beringin yang berdiameter 85 sentimeter depan rumahnya, Kamis (19/1) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Pemilik rumah yang sedang asyik menonton pertandingan sepak bola di televisi saat kejadian terluka lumayan parah, bahkan sempat tersetrum saat mencoba mencari pertolongan karena memegang rangka baja atap yang teraliri listrik. Istri Korban, Sumarsih (30) mengatakan saat kejadian tumbangnya pohon beringin tersebut, tidak ada angin kencang maupun hujan.
Menurutnya pohon tersebut tumbang kemungkinan karena usia pohon yang sudah cukup tua sehingga akarnya tidak kuat menahan pohon yang berukuran besar. “Saat itu saya sudah tidur, karena kaget dan teriakan Bapak di depan rumah akhirnya saya bangun dan memanggil tetangga,” ungkap dia.
Setelah mendengar teriakan dari sang istri, tetangga akhirnya mulai berdatangan dan kemudian memberikan pertolongan dengan terlebih dahulu meminta kepada pihak PLN untuk memadamkan arus listrik yang mengaliri rumah korban sebelum menyingkirkan pohon tersebut. “Setelah aman, warga berduyun-duyun mengeluarkan bapak dari reruntuhan di dalam rumah,” tambah Sumarsih
Akibat dari robohnya pohon tersebut, sebuah mobil kijang, dua unit sepeda motor dan ruangan bagian depan rumah Winarto mengalami rusak berat.  Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Aji Pratama Heru Kristanto menambahkan kendati tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, total kerugian mencapai sekitar Rp 200 juta yang ditaksir dari rusaknya atap korban, sebuah mobil kijang dan rumah yang tertimpa pohon beringin itu.
Di lain tempat, sebuah insiden kebakaran terjadi di Rumah seorang nenek, Rukiyem (90) warga RT 05 RW II Dusun Wonosari, Desa Wonolopo, Kecamatan Kebakkramat, sekitar pukul 10.30 WIB. Kapolsek Tasikmadu, AKP Joko Waluyono mewakili Kapolres Karanganyar mengatakan kejadian tersebut terjadi karena api yang menjalar dari tungku tempatnya memasak yang ditinggal pergi selama 30 menit.
“Karena sudah tua, mungkin pikun jadi lupa untuk mematikan tungku api di dapur sebelum pergi,” katanya saat dihubungi wartawan, Kamis (19/1).

Read More

Ratusan Rumah Diterjang Puting Beliung

Ratusan rumah di tiga Desa Kecamatan Jumantono rusak parah akibat terjangan angin puting beliung yang disertai hujan gerimis, Rabu (11/1) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Akibatnya puluhan pohon tumbang dan langsung menimpa sebuha rumah di Desa Genengan, Desa Ngunut dan Desa Tugu di Kecamatan Jumantono Karanganyar.
Dari data yang dikumpulkan Joglosemar di lokasi kejadian ada sekitar sembilan rumah yang rusak parah tertimpa pohon dan sebuah masjid, sementara 91 rumah lainnya genteng dan atapnya dibawa terbang oleh angin puting beliung yang datang bersama dengan hujan gerimis.
Enam rumah rusak parah di antaranya berada di Dusun Kakum Desa Genengan, dua rumah dan sebuah masjid di Dusun Ngadirejo Desa Ngunut, sebuah rumah di Dusun Sugat Desa Ngunut sementara 91 lainnya berada di Desa Tugu. Kendati tidak mengalami rusak berat namun sebagian besar genteng dan atapnya terbawa oleh angin sejauh beberapa ratus meter.
Salah satu warga sekitar, Owin (28) mengaku terhenyak dan kaget dengan adanya angin puting beliung yang merusak sebagian besar rumah di kampungnya itu. Pasalnya saat itu dirinya baru sampai di rumah dan mendapati hujan disertai angin kencang telah menerbangkan atap rumah ibunya. “Sontak, saya langsung masuk dan mengajak ibu saya untuk keluar dari rumah mencari tempat yang aman,” ujarnya, Rabu (11/1).
Camat Jumantono, Timotius Suryadi mengatakan saat angin puting beliung terjadi dirinya beserta sejumlah staf masih berada di kantor kecamatan. Saat mendengar suara bergemuruh di luar kantor, otomatis saya langsung melihat keluar. “Ternyata genteng dan atap kantor sudah mulai beterbangan diterjangan angin itu,” ucap dia.
Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristanto mengungkapkan kerugian yang ditimbulkan dari angin puting beliung itu jelas banyak, tetapi dirinya belum bisa menaksir semuanya karena masih dalam tahap perhitungan.

Sumber : http://www.harianjoglosemar.com/berita/ratusan-rumah-diterjang-puting-beliung-64917.html

Read More