Category: Sosial

Karanganyar Terima Dana PNPM Rp 12,4 M

Kabupaten Karanganyar akan mendapatkan  agar kucuran dana melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan sebesar Rp 12, 4 Miliar. Nantinya dana tersebut akan dibagikan kepada 12 Kecamatan yang berada di Kabupaten Karanganyar.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Sri Desto Untong Raharjo mengatakan dana tersebut berasal dari APBN dan APBD II. “95 persen dana PNPM Mandiri Pedesaan berasal dari APBN dan APBD II sebesar 5 persen,” jelas Sri Desto. Dari APBN Karanganyar akan menerima dana sebesar  Rp 11,78 Miliar sedangkan dari APBD II akan mendapatkan dana sebesar Rp 620 juta.

Dari 12 kecamatan yang mendapat dana PNPM Mandiri Pedesaan, Kecamatan Gondangrejo dan Mojogedang mendapatkan jatah dana terbanyak, yaitu sebesar RP 1, 187 miliar dari APBN dan Rp 62,5 juta dari APBD II. Sementara itu Kecamatan Jenawi, Jatipuro, dan Kerjo mendapatkan jatah paling sedikit, yakni  masing-masing mendapat Rp 855 juta dari APBN dan Rp 45 juta dari APBD II. Sri Desto menyatakan bahwa dana tersebut nantinya akan digunakan dalam bentuk fisik dan nonfisik oleh para penerima dana tersebut.

“Untuk pembangunan nonfisik itu bisa berupa dana simpan pinjam. Surplus dari dana simpan pinjam nantinya bisa digunakan untuk membantu warga yang miskin absolut,” jelas Sri Desto.

Pencairan dana tersebut nantinya dilakukan secara bertahap, yang terbagi menjadi tiga termin.  Termin Pertama akan cair sebesar 40 persen dan 40 persen dan 20 persen pada termin kedua dan ketiga. Desto berharap nantinya dana PNPM ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh tiap-tiap kecamatan.

Read More

Puluhan Kendaraan Angkutan Umum Terjaring Razia Gabungan

Karanganyar, Rabu (13/06/2012)Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Jawa Tengah, Dishubkominfo Karanganyar, dan Satlantas Karanganyar, mengadakan razia gabungan terhadap angkutan umum yaitu bis, travel, dan truk, di Kebakkramat, Jl Solo-Sragen, Rabu siang (13/06).

Hasilnya, puluhan kendaraan angkutan umum banyak yang melanggar peraturan, sehingga pengemudi harus menjalani sidang di tempat, dengan membayar denda kepada panitera antara Rp. 31.000,00 sampai dengan Rp. 100.000,00, tergantung jenis kesalahannya.

Untuk kegiatan ini, dikerahkan 10 orang petugas Dishubkominfo Provinsi Jawa Tengah, 10 petugas Dishubkominfo Karanganyar, 20 petugas Satlantas Karanganyar, di tambah dari Pengadilan, dan Kejaksaan

Razia gabungan ini, merupakan kegiatan nasional yang serentak di laksanakan pada 11-15 Juni 2012, atas perintah Dirjen Perhubungan Darat.

Kasi Pemeriksaan Kendaraan Dishubkominfo Provinsi Jateng, Suiman menjelaskan Untuk tahun 2011, pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada 8.230 unit kendaraan. Yang melanggar sekitar 16,7 % atau sejumlah 1.337 unit dalam setahun. Yang tidak melanggar 83,27 % atau 6.853 kendaraan.

“Jumlah pelanggaran sudah mulai mengecil. Tetapi, tetap harus dilakukan razia secara berkala untuk meminimalisasi penyimpangan, sekaligus menegakkan hukum perizinan angkutan, yang memang masih sering dilanggar,” jelas dia.

 

* (pd/dt)

Read More

HMI Lantik Anggota Baru

Sebanyak delapan orang mahasiswa asal Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dilantik menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sukoharjo Komisariat Ahmad Dahlan I di Desa Karangrejo, Kerjo, Karanganyar, Minggu (20/5). Sebelumnya ada 13 orang yang mendaftar untuk mengikuti pelatihan kaderisasi HMI tersebut.
Ketua Umum HMI Komisariat Ahmad Dahlan I, Agus Salim Nasution mengatakan bahwa tidak semua anggota baru yang dilantik telah lulus Latihan Kader (LK) I. “Dari delapan orang yang kami lantik, hanya ada enam orang yang lulus. Sisanya, 2 orang lagi lulus bersyarat,” jelas Agus, Minggu (20/5). Agus menjelaskan bahwa acara Pelatihan Kader tersebut diadakan selama empat hari dari Kamis –  Minggu (17-20/5). Dengan pelatihan tersebut,  diharapkan semangat intelektualitas para mahasiswa yang bergabung di HMI bisa semakin berkembang. “Kami mencoba menumbuhkan semangat intelektualitas di jiwa para kader HMI,” tambah Agus.
Dalam acara LK I tersebut para anggota baru HMI diajarkan mengenai materi-materi yang berhubungan dengan HMI. “Mereka mendapatkan pengetahuan tentang sejarah HMI, konstitusi HMI, manajemen kepemimpinan organisasi, dan Nilai Dasar Perjuangan HMI. Selain itu mereka juga kami berikan materi seputar filsafat ilmu dan ilmu hukum,” terang Agus.  Pelatihan Kader ini ditutup Minggu (20/5) sore kemarin. Para peserta yang merupakan mahasiswa UMS angkatan 2010 tersebut diantar pulang ke kampus dengan menggunakan mobil Dalmas Polresta Surakarta.

Read More

200 Pedagang Sayuran Keliling Dapat Bantuan

Sekitar 200 orang pedagang sayur  keliling di Karanganyar mendapatkan bantuan berupa bronjong dan jaket. Bantuan tersebut diberikan oleh PT. East West Seed Indonesia (Ewindo) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Rabu (16/5). PT Ewindo adalah perusahaan benih sayuran yang menyediakan produk dan pelayanan untuk meningkatkan pendapatan petani.
Direktur Sales dan Marketing PT. Ewindo, Afrizal Gindow mengatakan bantuan yang diberikan kepada pedagang sayur keliling itu untuk mempererat dan meningkatkan pelayanan PT Ewindo kepada masyarakat. Selain memberikan bantuan materi, nantinya PT Ewindo juga akan memberikan pelatihan pemanfaatan lahan pekarangan.
“Pedagang sayur keliling ini menjadi ujung tombak kami. Dengan adanya mereka, produk sayuran bisa sampai kepada konsumen. Selain bisa menjual sayuran yang mereka ambil dari petani. Kami berharap para pedagang sayur keliling ini nantinya juga bisa menjual sayur hasil panen mereka sendiri,” ungkapnya.
Afrizal berharap dengan adanya perhatian kepada pedagang sayur ini, perusahaannya juga bisa ikut menyukseskan program pemerintah untuk menata kembali impor sayur. “Kami mencoba membuka peluang agar sentra-sentra produksi sayuran di daerah meningkatkan produksinya,” tambah Afrizal.
Sementara itu Bupati Karanganyar, Rina Iriani mengaku mendukung program yang di jalankan oleh PT Ewindo. “Saya sangat mendukung jika ada perusahaan yang mau membangun masyarakat Karanganyar. Itu berarti ikut menyejahterakan rakyat,” jelas Rina.
Rina juga menyampaikan kepada para pedagang sayuran agar segera membentuk Koperasi. Menurutnya dengan adanya koperasi para pedagang bisa lebih mandiri dan sejahtera. “Saya ingin mengangkat para pedagang sayuran keliling. Saya tidak mau para pedagang dianggap lemah.

Read More

185 Penderita Cacat Berat Terima Bantuan

Sebanyak 185 penderita cacat berat di Kabupaten Karanganyar mendapatkan bantuan asistensi sosial orang dengan kecacatan berat (Asopdekabe). Bantuan diberikan kepada para penyandang cacat dalam kurun waktu empat bulan sekali, dengan nominal Rp 300.000/ bulannya.

Ditemui di sela-sela pemberian bantuan, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar, Sumarno menjelaskan, bantuan ini diberikan kepada mereka yang menderita cacat berat. “Klasifikasinya adalah mereka yang benar-benar cacat hingga tidak dapat bekerja mencari nafkah (lumpuh-red),” katanya di sela-sela pemberian bantuan, Senin (7/5).

Bantuan ini disalurkan dari Kementerian Sosial (Kemensos), dan sudah berlangsung sejak setahun silam. Untuk setiap penyandang cacat akan menerima bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 300.00 setiap bulannya. “Bantuan ini disalurkan langsung melalui kantor pos, dan diberikan empat bulan sekali dengan total Rp 1,2 juta,” katanya.

Penyandang cacat berat yang menerima bantuan tidak hanya mereka yang sudah tua, melainkan mulai dari balita hingga tua. Semula Dinsosnakertrans mengusulkan sebanyak 420 warganya yang menderita cacat berat. Tetapi setelah diseleksi ternyata yang lolos hanya 121 warga. Kemudian ditambah sebanyak 64 penderita lagi, sehingga total penderita cacat berat yang mendapatkan bantuan sebanyak 185 orang.

Read More

PERLINTASAN KA TANPA PALANG Pintu Kembali Makan Korban

Perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di Dusun Karangkidul, Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar kembali memakan korban.

Sekitar pukul 08.26 WIB, terjadi tabrakan antara sepeda motor dan kereta api (KA) Sancaka jurusan Jogja-Surabaya. Pengendara sepeda motor, Riyadi,33, berhasil lolos dari maut sedangkan rekan yang diboncengnya, Ani Pujianti, 32 tewas.

Kapolsek Kebakkramat AKP Dwi Erna Ristanti mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adjie Wibowo mengatakan kejadian berawal saat pengendara sepeda motor Yamaha Mio, Riyadi,  melaju dari timur ke barat melewati perlintasan kereta api tanpa palang.  Pada saat bersamaan KA Sancaka yang melaju dari selatan ke utara juga melewati pintu perlintasan tersebut. Pengendara yang kurang awas, menerjang pintu perlintasan itu dan tertabrak kereta api.

“Ada dua saksi mata kejadian, Wagiman, 40, dan Simin, 50. Keduanya warga Dusun Karangkidul. Mereka melihat dua orang tergeletak dan terkapar di dekat rel. Mereka sontak menghampiri korban untuk memberikan pertolongan,” jelas Kapolsek Kebakkramat saat dihubungi.

Korban wanita yang dibonceng, Ani Pujianti ditemukan meninggal dunia di tempat kejadian dengan kondisi separuh kepala hancur. Mayat korban kemudian dibawa ke RSUD Karanganyar untuk di visum.  Sedangkan pengendara sepeda motor, Riyadi mengalami patah pergelangan tangan kiri dan telapak kaki kanan robek. Korban mendapatkan pertolongan pertama oleh Puskesmas Kecamatan Kebakkramat. Karena luka cukup parah, korban lalu dirujuk ke RSUD Dr Moewardi.

Read More

TRANSMIGRASI: Warga Karangpandan Pilih Pulau Sumatra

Warga Dusun Ngledok, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandann memilih lokasi transmigrasi di Pulau Sumatra. Pasalnya, jarak antara Pulau Sumatra dengan Pulau Jawa lebih dekat dibanding pulau lainnya.

Seorang warga Dusun Ngledok, Suratman, mengatakan mayoritas warga Dusun Ngledok memilih Pulau Sumatra sebagai lokasi transmigrasi. Selain jarak lebih dekat, warga Karanganyar yang bertransmigrasi ke Pulau Sumatra lebih banyak dibanding pulau lainnya. “Dari 121 keluarga, hanya lima-10 keluarga yang memilih lokasi Pulau Kalimantan,”.

Ada beberapa keluarga yang kerabatnya telah bertransmigrasi ke Pulau Sumatra terlebih dahulu. Saat ini, mereka telah sukses mengolah kebun kelapa sawit di Pulau Andalas tersebut. Sehingga, warga juga ingin mengalami kondisi serupa di lokasi transmigrasi. Kendati demikian, Suratman menyerahkan proses pengiriman para transmigran kepada instansi terkait.

“Pengennya lokasi di Pulau Sumatra tapi kalau dikirim ke pulau lainnya kami tetap bersedia berangkat,”.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar, Sumarno melalui Kepala Bidang Transmigrasi, Ida Wijayanti, menjelaskan alokasi transmigrasi yang diberikan pemerintah pusat tahun 2012 sebanyak 25 keluarga.

Para transmigran akan dikirim ke  Kabupaten Tanjung Aur, Propinsi Bengkulu Selatan sebanyak 15 keluarga dan Samarinda, Kalimantan Timur sebanyak 10 keluarga. Pihaknya akan melakukan penjajakan terlebih dahulu ke lokasi transmigrasi. “Minggu ini Bupati Karanganyar, Rina Iriani akan berangkat ke Samarinda untuk melakukan penjajajakan dahulu,” jelasnya

Read More

Pembangunan Fisik Terpaksa Ditunda

Muhammadiyah sebagai salah satu Ormas terbesar di Indonesia menentang rencana kenaikan harga BBM per 1 April mendatang. Kebijakan tersebut dianggap sebagai sebuah kebijakan yang mengabaikan aspirasi rakyat yang tidak menginginkan adanya kenaikan harga BBM.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin seusai menghadiri Panen Raya di Desa Pulosari Kecamatan Kebakkramat, Minggu (25/3) kemarin. Menurutnya, kenaikan harga BBM kali ini terjadi akibat longgarnya pengawasan terhadap sumber daya minyak dan gas yang dipunyai Negara. Menurutnya pengelolaan minyak dan gas selama ini justru memberikan keuntungan yang sangat besar kepada pihak asing.

Selain membuat harga Sembako melambung, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) juga berpengaruh terhadap pengerjaan proyek di Karanganyar. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Karanganyar, Priharyanto mengaku terpaksa menunda lelang sejumlah proyek sembari menunggu kejelasan naiknya harga BBM. Mengingat naiknya harga BBM tentu akan berimbas kepada naiknya harga material.

“Penundaan itu sudah kita laporkan kepada Bupati, karena semua juga tahu jika kenaikan harga BBM membuat semua lini berpengaruh termasuk harga material,” ujarnya, Sabtu (24/3) kemarin.

Priharyanto juga mengaku belum bisa memastikan sampai kapan proyek tersebut ditunda. Ia juga tidak menjelaskan detail jumlah proyek tersebut. Namun ia memperkirakan ada  dana sebesar Rp 55 miliar telah dipersiapkan guna membenahi sejumlah infrastruktur yang mengalami kerusakan.

Namun, kendati BBM naik, tidak akan mengubah nilai proyek pembangunan fisik secara keseluruhan karena semua nilai proyek sudah masuk dalam APBD. Bila BBM Naik tentunya bakalan ada perubahan, misalnya saja penyesuaian terhadap Harga Patokan Setempat (HPS).

Read More

SERANGGA BERBAHAYA: Waduh! Tomcat Serang Warga Tasikmadu

Warga Karanganyar dan sekitarnya diminta waspada.Pasalnya serangga berbahaya tomcat kini mulai ditemukan di Kecamatan Tasikmadu, Karangnyar.

Bahkan, salah seorang warga Desa Ngijo Kulon yang tinggal di perumahan Griya Karya Sejahtera, Ny Ningtyas telah menjadi korban serangga beracun tersebut. Ibu rumah tangga tersebut mengalami iritasi kulit di bagian pinggang disertai gatal-gatal dan kemudian melepuh.
“Tahu-tahu, kulit saya seperti keluar cairan dan melepuh. Rasanya gatal sekali.

Pantauan di lokasi, perumahan Griya Karya Sejahtera tersebut berdiri di lahan persawahan yang telah dikeringkan. Meski demikian, area persawahan dengan hamparan tanaman padi di sekelilingnya masih tumbuh lebat.

Akibatnya, serangga tomcat banyak ditemukan warga dan berkeliaran di permukiman mereka sempat memotret jenis serangga tomcat tersebut berkeliaran di kebun belakang perumahan warga yang berbatasan dengan area persawahan itu.

“Sejauh ini, warga memang tak pernah memperhatikannya. Kami justru baru tahu bahwa itu jenis tomcat setelah melihat berita TV,” kata Giyanto, warga setempat yang juga pernah menjadi korban racun serangga tomcat.

Atas kejadian itulah, kini warga mulai bersikap waspada menghadapi serangan serangga tomcat. Terutama saat malam hari ketika warga istirahat. Sebab, serangan tomcat diduga dilakukan malam hari ketika warga tengah istirahat.

“Dari sejumlah kasus yang ada, rata-rata korbannya baru menyadari setelah bangun tidur. Warga tiba-tiba merasakan perih dan gatal-gatal ketika mandi,” papar Giyanto

Read More

Pedagang Klitikan Diminta Masuk Pasar

Pedagang klithikan yang menempati sisi barat Pasar Klodran diminta untuk masuk ke dalam pasar. Langkah ini dilakukan untuk menghidupkan kembali Pasar Klodran, Colomadu yang kondisinya sepi beberapa tahun terakhir.

Kepala Desa Klodran Warsito mengungkapkan kondisi pasar sangat sepi dan tidak mengalami perkembangan yang signifikan sejak dibangun pada tahun 2005 lalu. Padahal, selama ini, pihaknya telah mengupayakan dengan berbagai cara seperti menggelar bazaar dan senam pagi di pasar tersebut.

“Semuanya sudah diupayakan untuk menghidupkan kembali Pasar Klodran namun tidak ada perkembangan,” ujarnya saat ditemui  di kantornya, Rabu (14/3/2012).

Berdasarkan data, kios di Pasar Klodran berjumlah 120 kios. Sementara kios yang kini masih digunakan untuk berjualan hanya sekitar 30-an kios. Sementara pedagang klithikan biasanya berjualan di sore hari. Sehingga Pasar Klodran hanya ramai di saat sore hari ketika pedagang klithikan menggelar dagangannya.

Sementara itu seorang pedagang klithikan, Wahyu Hidayat, menyanggupi jika diminta untuk pindah ke dalam pasar. Namun dia meminta agar pedagang tidak dikenai biaya sewa kios karena penghasilannya masih minim.

Jumlah pedagang klithikan yang berjualan di sisi barat Pasar klodran sekitar 20-30 orang. “Kami sengaja berdagang di pinggir jalan agar pembeli tertarik dengan barang dagangan yang ditawarkan,” pungkasnya.

Read More