Category: Sosial

Pedagang Buah Depan Mal Luwes Segera Direlokasi

Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Karanganyar segera merelokasi enam pedagang buah di depan mal Luwes yang kiosnya terbakar beberapa waktu lalu. Pelaksana Tugas Harian (Plh) Disperindagkop dan UMKM Karanganyar, Larmanto, mengatakan saat ini pihaknya masih mencari tempat berdagang yang baru untuk keenam pedagang buah tersebut. “Kami masih membahas soal relokasi dengan beberapa instansi terkait,” ujarnya, Selasa (9/10).
Diungkapkannya, relokasi yang akan dilakukan juga akan melihat kepentingan para pedagang buah yang bersangkutan. Sehingga para pedagang tidak perlu khawatir bakal ditinggal pembelinya. “Tempat yang akan kami sediakan pasti akan tetap bisa dijangkau oleh para pembeli setianya,” ujar Larmanto.
Diakuinya, saat ini masih terus menyurvei lokasi yang akan dijadikan tempat relokasi para pedagang buah. Tempat relokasi nantinya juga bakal didiskusikan dengan para pedagang.
Kepala Satpol PP Karanganyar, Widarbo, menambahkan akan tetap menertibkan para pedagang buah yang terdapat di depan mal Luwes meskipun tidak terjadi insiden kebakaran. Saat ini Satpol PP bersama dengan Disperindagkop, Dishubkominfo, dan Bappeda masih terus membahas relokasi tersebut. “Untuk saat ini kami memang belum melibatkan para pedagang buah tersebut secara langsung untuk membahas lokasi relokasi,” ujar Widarbo.
Menurutnya, dari hasil pembahasan antardinas untuk sementara lokasi relokasi di daerah Terminal Papahan. Di lokasi tersebut untuk saat ini dianggap paling memungkinkan. “Lokasinya di Terminal Papahan, menghadap ke arah timur. Itu rencana sementara ini, karena belum mendapatkan lokasi lain,” katanya.
Widarbo mengaku, sebelum terjadi kebakaran kios buah tersebut, pihaknya sudah sempat meminta kepada para pedagang buah untuk berhenti berjualan. “Sejak sebelum terbakar kami sudah meminta para pedagang untuk pindah, tetapi mereka masih ngeyel,” tambahnya.
Untuk kios pedagang buah tersebut, menurut Widarbo, rencananya akan disiapkan tenda seperti di Pasar Jumat di depan Alun-alun Karanganyar.

Read More

Mulai Turun Hujan, Jalan di Sekitar Proyek Fly Over Palur Rawan Kecelakaan

Jl Solo-Tawangmangu tepatnya di sekitar lokasi proyek fly over Palur, Jaten, Karanganyar, rawan kecelakaan menyusul mulai turunnya hujan beberapa hari terakhir.

Berdasarkan pengamatan, Senin (8/10/2012), tanah galian proyek terbawa air hujan dan menyelimuti sebagian badan jalan. Selain itu terdapat juga genangan air hujan di pinggir jalan. Hingga tengah hari genangan air tidak juga hilang. Penyebabnya tidak adanya lubang buangan ke gorong-gorong. Pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintas di dekat lokasi proyek khususnya para pengendara motor.

Salah seorang warga Desa Dagen, Jaten, Harto Wiyono, saat ditemui menuturkan air hujan menggenang di pinggir jalan lantaran lubang buangan ke gorong-gorong tidak ada. “Dulu memang ada tapi kemudian mampat, sehingga ditutup sekalian oleh warga,” akunya.

Harto mengakui badan Jl Solo-Tawangmangu dekat lokasi proyek fly over menjadi licin semenjak hujan mulai mengguyur. Sebab ada sebagian tanah galian yang terbawa air hujan dan menyelimuti badan jalan. Namun sudah ada tim pembersih tanah dari pelaksana proyek fly over. “Sejauh ini belum ada korban karena jalan licin. Sebab dalam sehari bisa dua hingga empat kali dibersihkan,” imbuhnya.

Camat Jaten, Bachtiyar Syarif, menjelaskan fly over Palur merupakan proyek multiyears. Artinya pengerjaan proyek bakal berlangsung selama beberapa tahun anggaran. “Informasi yang saya terima proyek ini akan dikerjakan hingga tahun depan, bisa juga sampai 2014,” terangnya. Disinggung mengenai pembebasan lahan di pinggir Jl Solo-Tawangmangu, Bachtiyar mengatakan belum masuk anggaran tahun ini. Program yang bakal menyedot anggaran daerah tidak sedikit itu diperkirakan baru masuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Karanganyar 2013.

Sedangkan Wakil Bupati Karanganyar, Paryono, menyatakan sedang mengupayakan sharing dana pembebasan lahan dari Provinsi Jawa Tengah. Alasannya, keterbatasan APBD Karanganyar yang sebagian besar tersedot untuk belanja pegawai negeri sipil (PNS).

Read More

Warga Banjarharjo Terima Bantuan 450 Ekor Ayam

Warga Desa Banjarharjo, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar menerima bantuan berupa induk ayam (babon) sebanyak 450 ekor, Kamis (27/9/2012).

Bantuan dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Karanganyar tersebut diserahkan secara simbolis oleh wakil bupati, Paryono, di salah satu rumah warga di desa setempat.

Paryono menuturkan, bantuan tersebut merupakan salah satu program dari Pemkab yang telah berjalan sejak tahun 2011. Tujuannya untuk meningkatkan gizi dan memberdayakan ekonomi masyarakat.

Di samping itu jelasnya, program tersebut dijalankan guna mengantisipasi kelangkaan stok ayam seperti yang pernah terjadi sekitar dua tahun lalu. Hal itu mengakibatkan Karanganyar harus memasok ayam dari daerah lain.

Ia menambahkan pada 2014 ditargetkan penyerahan bantuan ayam babon mencapai 150.000 ekor.

Read More

KEBAKARAN DEKAT MAL LUWES PALUR, Belasan Lapak Pedagang Buah Ludes

Belasan lapak pedagang kaki lima (PKL) buah segar di Jl Solo-Tawangmangu tepatnya di sebelah Mal Luwes Palur ludes terbakar, Sabtu (22/9/2012) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut tapi kerugiaan materiil diperkirakan mencapai Rp200 juta.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kebakaran terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Api muncul kali pertama dari lapak pedagang di bagian paling barat. Diduga api berasal hubungan pendek arus listrik.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, kepada wartawan mengatakan, jumlah lapak/kios yang terbakar sekitar 15 unit. “Kerugian masih kami taksir, yang pasti tidak kecil karena ada dagangan berupa buah yang ikut ludes terbakar,” katanya.

Sedangkan salah seorang korban, Aris Wahyu, menuturkan hanya dalam waktu 30 menit api meluluhlantakkan lapak pedagang. Satu ton buah segar dagangan milik belasan pedagang tidak berhasil diselamatkan. Dia menduga api berasal dari jilatan api kompor. “Mobil Damkar datang telat, lapak sudah ludes terbakar,” katanya.

Menurut dia saat kejadian, lapak masih dioperasikan pedagang. Sebab biasanya lapak tutup pukul 22.00 WIB. Mengetahui ada kobaran api pedagang berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya seperti ember. Namun malang kobaran api tidak bisa dikendalikan. Kobaran api sempat dikhawatirkan merembet ke bangunan Mal Luwes. Manajemen Mal Luwes pun menghentikan operasi lantaran aliran listrik di sekitar lokasi kebakaran dimatikan.

Read More

166 KK di Karanganyar Antre Bertransmigrasi

Sebanyak 166 kepala keluarga di Kabupaten Karanganyar menunggu antrean program transmigrasi karena pada 2012, Karanganyar hanya mendapat jatah dari pemerintah pusat sebanyak 25 transmigran.

Berdasarkan data Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar, 191 KK terdaftar sebagai calon transmigran. KK terbanyak berasal dari Kecamatan Karangpandan, yakni 152 KK, disusul Karanganyar Kota sebanyak 20 KK, Jenawi dengan 15 KK dan Ngargoyoso ada 4 KK.

“Pelaksanaan transmigrasi sekitar November 2012. Daerah yang menjadi tujuan transmigrasi tahun ini adalah Nunukan, Kalimantan, 15 KK dan Bengkulu 10 KK. Tahun ini jatah untuk Karanganyar menurun dari 30 menjadi 25 transmigran,” ungkap Kepala Dinsosnakertrans, Sumarno, Selasa (18/9/2012).

Sumarno mengatakan KK yang mengikuti program transmigrasi sebagian besar berasal dari daerah rawan bencana. Seperti Desa Gerdu, Karangpandan.

Sebanyak 15 KK di Desa Gerdu, Karangpandan, menurut Kepala Desa Gerdu, Suwarno, telah mengikuti sosialisasi dari Dinsosnakertrans. Dari 15 KK yang terdiri sekitar 56 jiwa, keseluruhan berasal dari Dusun Ngledok.
“Kondisi Desa Ngledok rawan longsor. Pernah ada penelitian yang dilakukan sebuah instansi dan hasilnya menunjukkan secara geologi wilayah tersebut tidak memungkinkan untuk dijadikan kawasan tempat tinggal. Oleh karena itu, ada usulan transmigrasi atau relokasi mandiri,” ungkap Suwarno.

Sumarno menambahkan, selain untuk merelokasi warga yang berada di daerah rawan bencana, program ini juga untuk meningkatkan taraf hidup transmigran. Sudah tersedia lahan dua hektar untuk ditinggali dan bercocok tanam. Selain itu biaya hidup selama satu tahun untuk sepasang suami istri dan dua anak juga sudah ditanggung pemerintah.

Read More

PERLINDUNGAN ANAK: Kasus Pemborgolan Bocah Tak Bisa Dianggap Remeh

Kasus pemborgolan dua bocahdi Desa Bolon, Colomadu, Karanganyar menurut psikolog tak bisa dianggap remeh.

Psikolog menilai kasus pemborgolan dua anak oleh oknum TNI AU karena diduga mencuri jambu air, Senin (17/9/2012) lalu, dapat menimbulkan trauma dan dapat berdampak negatif pada perkembangan psikologis anak.

Psikolog asal Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Tuti Harjani, menjelaskan dengan kejadian pemborgolan itu akan muncul banyak tanda tanya dalam diri korban. Meraka akan bertanya-tanya kenapa harus terjadi pemborgolan dan apa kesalahan yang mereka lakukan. Setelah itu akan muncul trauma dengan kemungkinan gejala yang berbeda. “Bisa jadi setelah itu anak menjadi pendiam atau pendendam,” Selasa.

Selain itu, dampak negatif lainnya dapat timbul jika pada saat pemborgolan itu korban diberi kata-kata kasar dan makian. Hal itu bisa menyebabkan anak menjadi pemalu, rendah diri, atau bahkan akan meniru perlakuan tersebut dan melampiaskannya kepada orang lain. “Itu sebagai bentuk balas dendam,” paparnya.

Seharusnya untuk menangani permasalah seperti itu, anak cukup diberi pengertian bahwa mengambil barang orang lain tanpa izin merupakan perbuatan yang salah dan tidak perlu diberi perlakuan berlebihan. “Sebenarnya anak jika sudah diberitahu dengan diberi pendampingan sudah bisa mengubah sikapnya,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, IM, seorang bocah asal Bolon, Colomadu, Karanganyar, disekap dan diborgol jari oleh SP gara-gara memetik jambu air tanpa izin di halaman rumahnya. Bocah itu disekap bersama kawannya, AZ, di gudang rumah SP. Kondisi itu telah membuat keduanya trauma.

SH, ibunda IM, saat ditemui  di rumahnya, mengaku baru mengetahui kejadian itu setelah warga sekitar berkerumun meminta pembebasan dua bocah itu. Ibu-ibu sampai bercucuran air mata menyaksikan kejadian itu. Kedua bocah yang baru duduk di kelas IV dan VI SD itu baru dibebaskan setengah jam kemudian.

Read More

Pengawasan Daging Makin Diperketat

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar akan memperketat pengawasan daging di pasar-pasar tradisional. Menurut Kepala Disnakkan Karanganyar, Muhammad Hatta, pengawasan akan diwujudkan dalam bentuk inspeksi mendadak (Sidak). “Sidak intensif akan kami lakukan selama puasa hingga menjelang lebaran,” kata Hatta, Jumat (20/7).
Pasar yang akan menjadi prioritas untuk disidak adalah Pasar Karangpandan, Nglano, Jungke, dan Palur. Keempat pasar tersebut dipandang pasar besar dan juga menjadi sentra penjualan daging. Bahkan daging yang dipasok di pasar-pasar tersebut juga berasal dari luar Karanganyar.
Sebelumnya, Hatta mengaku pernah mendapati daging tak layak konsumsi di salah satu pasar tersebut. “Kami pernah menemukan daging yang tak layak di Pasar Nglano, yakni daging gelonggongan. Penjualnya pun masih sama seperti yang dulu-dulu,” katanya.
Hatta mengatakan akan menindak tegas penjual daging yang kedapatan menjual daging gelonggongan. “Bagi yang kedapatan menjual daging gelonggongan akan kami berikan pembinaan terlebih dahulu. Jika masih nekat maka izin jualan kami cabut. Daging-dagingnya juga akan kami sita,” tegasnya.
Hatta memprediksi menjelang puasa dan lebaran, permintaan daging bakal semakin tinggi. Sehingga hal ini dimanfaatkan oleh beberapa oknum untuk mencari keuntungan lebih, namun membahayakan konsumen.
Hatta mengimbau kepada masyarakat untuk lebih teliti dalam memilih daging yang akan dibeli. Masyarakat jangan sampai tergiur dengan harga daging yang murah. Ciri-ciri daging yang tak layak konsumsi, menurut Hatta, di antaranya warna daging pucat, baunya berbeda dengan daging pada umumnya, serta memiliki kadar air yang lebih tinggi.

Read More

BPBD KARANGANYAR Serahkan Bantuan Sembako

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar menyerahkan bantuan sembako kepada korban rumah roboh Kerto Setiko, 73, warga Gondang Manis, Desa Jumantoro, Kecamatan Jumapolo, Karanganyar, Selasa (17/7/2012).

Rumah Kerto Setiko roboh setelah diterjang angin kencang, Sabtu (14/7/2012) sekitar pukul 02.00 WIB. Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Aji Pratama Heru K  mengatakan menerima laporan rumah milik korban roboh diterjang angin pada Sabtu lalu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Dugaan sementara, robohnya atap rumah dan sebagian tembok dikarenakan konstruksi bangunan yang tidak kokoh. Sehingga ketika terjadi angin kencang bangunan tidak kuat dan roboh. “Kami telah menyerahkan bantuan Sembako untuk korban rumah roboh. Berapa kerugiannya masih kami hitung

Read More

Ganti Rugi Lahan Jalan Layang Palur Sesuai NJOP

Pemkab Karanganyar akan melibatkan Pemprov Jawa Tengah dan Pemkab Sukoharjo terkait dengan ganti rugi lahan pembangunan jalan layang Palur. Seperti diketahui, proyek pembangunan jalan layang itu sudah sampai pada tahap pengukuran tiang pancang untuk fondasi.
Bupati Karanganyar, Rina Iriani, Selasa (10/7), mengungkapkan untuk harga tanah yang akan dibayar oleh pemerintah sebesar Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah di daerah tersebut.
“Harga tanah, ya kita sesuaikan saja dengan NJOP yang ada. Jangan neko-neko dengan memanfaatkan proyek ini, sehingga meminta harga tanahnya dengan harga yang tak wajar. Ini bukan ganti rugi, tapi ganti untung,” ujar Rina.
Selain pembangunan jalan layang, juga akan dilakukan pelebaran jalan. Hal itu untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan yang terjadi selama proses pembangunan jalan layang. “Yang jelas Pemkab Karanganyar akan bergerak, setelah nanti menerima laporan terkait pembangunan jalan layang ini,” ungkap Rina.
Rencananya, pembangunan proyek jalan layang Palur akan memakan waktu hingga tiga tahun atau 2014 mendatang. Untuk tahap awal masih dilakukan pengukuran yang selanjutnya akan dilakukan pemasangan tiang pasak oleh PT Karya Bisa, Sukoharjo. Tahap tersebut akan berlangsung selama enam bulan ke depan dengan total anggaran untuk pemasangan tiang pasak sebesar Rp 8,8 miliar.

Read More

Pemkab Harus Selektif Beri Izin Peternakan

Ketua Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD) Karanganyar, Sumanto, berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar lebih selektif lagi dalam memberikan izin usaha ternak. Hal tersebut terkait protes yang dilakukan warga Dusun Sanggrahan, Desa Tunggulrejo, Jumantono, Sabtu (30/6) terhadap peternakan ayam yang ada di daerah tersebut. Akibat limbah dari peternakan tersebut, beberapa warga Desa Tunggulrejo mengalami sakit pernapasan dan penyakit kulit.

Menurut Sumanto, jika Pemkab Karanganyar lebih selektif dalam memberikan izin usaha, maka gejolak seperti di desa Tunggulrejo tidak akan terjadi. “Kalau saja Pemkab lebih selektif dan lebih mengawasi limbah yang dihasilkan oleh  peternakan-peternakan, warga pasti tak akan protes,” jelas Sumanto.

Sumanto juga menilai Pemkab Karanganyar terlalu lamban dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Dirinya juga akan memanggil dan meminta keterangan dari Dinas terkait. “Kami sudah terima laporan tersebut, kami harap dinas terkait segera menyelesaikan permasalahan tersebut, agar tidak meluas ke daerah-daerah lain,” tambahnya.

Sumanto juga menyayangkan penanganan yang lamban dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar dalam menangani penyakit yang menyerang warga Tunggulrejo yang merupakan dampak keberadaan Peternakan tersebut. “Saat itu warga mengalami sakit massal karena terkena gangguan pernapasan dan sakit kulit, bahkan menyerang anak-anak. Namun tidak ada tindakan dari Dinkes, saya dengar warga inisiatif ke Puskesmas sendiri,” tambahnya.

Read More