Category: Sosial

DSC_0099

Timotius Pimpin PMI Karanganyar

Timotius Suryadi, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Karanganyar periode 2013-2018.

Timotius Suryadi, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Karanganyar periode 2013-2018.

Karanganyar, Minggu (17/02/2013).

Palang Merah Indonesia Cabang Karanganyar mengadakan Musyawarah Kabupaten (Muskab), di ruang Anthorium, Sabtu (16/02) pagi. Dalam agenda itu, Timotius Suryadi terpilih sebagai Ketua PMI periode 2013-2018.

Timo– panggilan akrab Timotius– bukanlah orang asing di organisasi yang saat ini dipimpin oleh Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla itu. Pasalnya, dia menjabat sebagai Sekretaris PMI Karanganyar periode 2008-2013. Selain memilih Ketua PMI yang baru, Muskab juga mendengarkan laporan pertanggungjawaban dari kepengurusan yang lama. Tidak hanya itu, Muskab juga menerima sejumlah laporan dan penjelasan terkait program kerja (Proker) 2013 ini.

Ditemui  usai pelaksanaan Muskab, Timo mengungkapkan siap mengemban amanah sebagai Ketua PMI yang baru. Di bawah kepemimpinannya, PMI diharapkan lebih maju dan tanggap terhadap masyarakat. Ke depan, lanjut dia, PMI akan memprioritaskan pembangunan sosial kemanusiaan dan juga berencana membuat gedung yang representatif “Setelah Muskab ini, kami akan membentuk formatur dalam kepengurusan 2013-2018. Kami berharap proses ini berjalan dengan lancar, sehingga tidak memakan waktu yang lama,” kata dia, Sabtu (16/2).

Sementara itu, Ketua PMI Jawa Tengah, Sasongko Tejo mengingatkan kepada pengurus PMI Karanganyar yang baru untuk meningkatkan kinerjanya. Dia menekankan jika PMI bukanlah lembaga yang hanya memasang papan nama di depan gedungnya. “PMI harus ikut dalam membantu masyarakat di bidang sosial,” ujar dia.

 

.pd

Read More

Tanah Longsor Landa 3 Kecamatan di Karanganyar

Musibah tanah longsor kembali terjadi di lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Kamis (14/2/2013) malam.
Informasi yang dihimpun, Jumat (15/2/2013), bencana longsor terjadi di Kecamatan Jenawi, Kerjo dan Ngargoyoso. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut tapi kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Camat Jenawi, Agus, mengungkapkan longsor terjadi sekitar pukul 21.30 WIB di Dusun Jetis RT 002/RW 001 Desa Menjing. Sebanyak empat rumah milik warga setempat rusak cukup parah. Dua rumah di antaranya milik Mariman Atmo, satu rumah milik Suratno dan satu rumah lagi milik Ny Kasmi. “Satu rumah hancur total,” katanya.

Selain itu tanah pekarangan milik tiga warga setempat juga mengalami kerusakan. Diperkirakan kerugian materiil mencapai Rp265.500.000. Pekarangan yang rusak milik Dimin, Sutarmi dan Sukiman. “Taksiran kerugian materiil tersebut belum dihitung juga terhadap kerusakan tanaman maupun perabot rumah tangga milik warga,” imbuhnya.

Agus menerangkan, hujan deras mengguyur Jenawi pada Kamis sore hingga malam hari. Bencana tanah longsor juga terjadi di Kerjo dan Ngargoyoso kendati tidak separah di Jenawi. Sebagian rumah warga di Kerjo rusak ringan tertimpa material tanah yang longsor. Sedangkan longsor di Ngargoyoso terjadi di tanah pekarangan milik warga.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru K, mengakui telah terjadi musibah longsor di beberapa kecamatan. Namun yang paling parah terjadi di Jenawi dengan rusaknya empat rumah warga dan beberapa pekarangan. Tim BPBD sudah melakukan pengecekan lokasi longsor untuk mengantisipasi bencana susulan.

Lebih jauh lagi Heru kembali meminta masyarakat lereng Gunung Lawu utamanya di daerah rawan longsor supaya bersiaga bila turun hujan deras lebih dari dua jam. Dia meminta warga memprioritaskan keselamatan diri dengan bersiap keluar rumah di awal terjadinya bencana.

“Kami terus pantau kondisi daerah rawan longsor di lereng Lawu,” tegasnya.

sumber : http://www.solopos.com

Read More

BAZIS RAIH RP. 2,8 MILIAR

Karanganyar, Jumat (01/02/2013).

Bazis (Badan Amal Zakat Infaq dan Sodaqoh) Kabupaten Karanganyar berhasil mengumpulkan bantuan sebanyak Rp 2,6 miliar sepanjang tahun 2012 lalu. Bantuan yang berasal dari Zakat, Infaq, dan Sodaqoh (ZIS) itu meningkat sebesar Rp 400 juta dibandingkan tahun 2011.

Dengan adanya peningkatan tersebut, maka Bazis menilai kesadaran masyarakat untuk menyisihkan uangnya guna membantu masyarakat miskin, mengalami peningkatan. pihaknya berharap, angka tersebut juga akan meningkat di tahun 2013 ini. “Data kami menyebutkan, dana yang terkumpul setiap bulannya mencapai Rp 250 juta. Jadi, tidak salah jika kami menilai ada peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjadi donatur bazis,” jelas Abdul Mu’id, Wakil Ketua Bazis, Kamis (31/1).

Sementara itu, Ketua II Bidang Pemberdayaan Bazis Karanganyar Iskandar menambahkan, dalam pengelolaan Bazis selalu transparan dan siapa saja dapat mengetahui secara jelas pemanfaatan dana itu. Hal ini didorong dengan peningkatan invetasi amal yang juga dilakukan oleh masyarakat. Transparansi pengelolaan dana ini akan menunjukkan jika lembaganya memiliki kredibilitas dan bagus.

Bazis tidak ingin masyarakat yang telah menitipkan ZIS-nya khawatir jika bantuannya tidak sampai ke tangan penerima. “Kami persilakan kepada semua pihak untuk mengecek dana masuk dan keluar dari kami. ini wujud transparansi kami selaku lembaga penyalur,” kata Iskandar.

Selain itu, pihaknya mengklaim telah menyalurkan dana Rp 2,12 miliar untuk pelayanan sosial dan kesehatan, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pengembangan dan pemberdayaan ekonomi serta bantuan dakwah.

.pd

Read More

NABI PALSU Diketahui di Matesih

Seorang warga Karanganyar yang mengaku sebagai nabi palsu diketahui berdomisili di wilayah Kecamatan Matesih. Saat ini, Kementerian Negara (Kemenag) Karanganyar tengah meneliti ajaran yang disebarkan nabi palsu tersebut.

Informasi yang dihimpun, menyebutkan nabi palsu itu mempunyai pengikut yang tidak sedikit. Biasanya mereka mengikuti pengajian di suatu tempat tertentu secara bersama-sama. Berdasarkan laporan masyarakat sekitar, tata cara peribadatan aliran tersebut berbeda dengan ajaran agama Islam sehingga ditengarai sesat.

Kasi Penamas dan Pekapontren Kemenag Karanganyar, Nur Hadi, mengatakan pihaknya sedang meneliti dan mengkaji secara mendalam untuk menentukan apakah ajaran itu sesat atau tidak. Pihaknya mengaku telah mengantongi dokumen yang berisi data penyebaran ajaran tersebut. “Masih kami teliti, apakah ajaran itu benar-benar sesat atau tidak,”.

Sebenarnya, ajaran tersebut berkembang sejak puluhan tahun silam. Setelah pemimpinannya meninggal dunia, ajaran tersebut sempat vakum beberapa tahun. Kala itu, pemimpin aliran tersebut berdomisili di Kecamatan Kerjo. Selanjutnya, para pengikut aliran tersebut kembali menyebarkan ajarannya kepada warga sekitar.

Mayoritas pengikut aliran tersebut berdomisli di Matesih dan menyebarkan ajaran secara tertutup. Hanya para pengikut aliran itu yang diperbolehkan mengikuti pengajian setiap pekan. “Pengajiannya dilakukan tertutup, penelitian baru tahap awal jadi kemungkinan ada fakta yang lain,” ujarnya.

Sementara Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karanganyar, Zainuddin, menyatakan pihaknya telah mengundang para pengikut aliran itu untuk melakukan pertemuan hingga beberapa kali. Namun, para pengikut aliran tersebut tidak pernah mau mendatangi pertemuan itu.

Pihaknya bakal mengkaji kembali aliran tersebut dengan berdialog dengan para pengikut aliran tersebut. Dia juga berharap agar Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang dibentuk beberapa bulan silam mampu merampungkan permasalahan tersebut. Sebab, apabila dibiarkan maka berpotensi memicu konflik horizontal. “Mereka sudah kami undang berdialog namun tak pernah datang. Saya harap FKDM dapat menyelesaikan masalah ini karena terdapat unsur Muspida dan toga di Karanganyar,” tambahnya.

Sumber : http://www.solopos.com

Read More

Pemberian Paket Bantuan Dari Warga Karanganyar

Bupati Rina Iriani memberikan paket bantuan ke korban banjir di Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (23/01).

Bupati Rina Iriani memberikan paket bantuan ke korban banjir di Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (23/01).

Karanganyar, Jumat (25/01/2013)

Sebanyak 2.000 paket bantuan yang berisi keperluan sehari-hari dan lima ton beras disalurkan pada ribuan pengungsi korban banjir di Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (23/01). Bantuan yang berasal dari warga Karanganyar itu langsung diberikan oleh Bupati Rina Iriani.

Rina bersama 60 relawan terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui secara jelas masalah yang dihadapi warga Jakarta. Lantaran melihat bantuan yang sebegitu banyaknya, mereka langsung berbondong-bondong mendapatkan bahan makanan itu.

Di bawah guyuran hujan, para pengungsi antre dan rela berjubel. Bahkan, dari kerumunan warga terlihat anak-anak, pelajar, orang tua. Di sela-sela acara Rina mengungkapkan keprihatinan melihat kondisi pengungsi di sana. “Kami sebenarnya ingin tertib sesuai data RT dan RW, tetapi melihat situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan, maka Kami upayakan agar warga tertib antri terlebih dahulu dan tidak ada yang dobel. Kasihan jika ada warga lain yang mendapat dobel,” jelas Bupati Rina Iriani.

 

.pd

Read More

PEMKAB KARANGANYAR BERIKAN BANTUAN KORBAN BANJIR JAKARTA

Karanganyar, Rabu (23/01/2013)

Bantuan korban banjir Jakarta di masukan ke dalam truk, Selasa (22/01)

Bantuan untuk korban banjir Jakarta di masukan ke dalam truk, Selasa (22/01)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar memberikan bantuan ke korban banjir Jakarta, yang berupa lima ton beras, sayuran, dan 2.000 paket keperluan sehari-hari. Selain itu juga ada perahu karet, tenaga medis, dan relawan  sejumlah 60 orang.

“Pengiriman bantuan itu dimaksudkan untuk meringankan beban korban bencana bajir di Jakarta,” jelas Sumarno, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar.

Bantuan itu dikirimkan melalui jalan darat dengan menggunaakan lima truk, bis, dan menyertakan ambulance PMI. Rombongan berangkat dari Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (22/01) siang. Tampak Bupati Karanganyar, Rina Iriani melepas langsung pengiriman bantuan.

Bupati Rina Iriani menjelaskan, bantuan tersebut murni dikumpulkan dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan masyarakat umum. “Bantuan yang besarnya mencapai Rp. 350 juta ini bersifat swadaya, bukan dari APBD atau pos anggaran tanggap darurat bencana untuk Karanganyar,” kata Rina Iriani.

Sekedar informasi, bantuan ini akan di berikan kepada warga yang terkena bencana banjir di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara.

.pd

Read More

BNPB: Bengawan Solo Normal

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Karanganyar, Aji Pratomo Heru K menyatakan untuk sementara arus air Sungai Bengawan Solo normal. Sementara itu tiga tenda pengungsi yang didirikan di halaman salah satu warga di Dusun Daleman, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Selasa (8/1/2013) telah dibongkar.

Karena seluruh warga yang mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. “Untuk sementara ini air Sungai Bengawan Solo normal, namun demikian kami berharap warga tetap waspada. Tolong jalinlah komunikasi dengan kami, sehingga nanti kalau ada perkembangan apa pun kami bisa memberi tahu,”ujar Heru ketika memberi sambutan seusai menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Dusun Daleman, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Selasa (8/1).

Seperti diwartakan sebelumnya sebelumnya sebanyak 46 kepala keluarga di Dusun Daleman, Ngringo, Jaten, Karanganyar pada Sabtu (5/1) kebanjiran akibat Sungai Bengawan Solo meluap. Ketinggian air bah di kawasan itu mencapai dada orang dewasa.

Lebih lanjut Heru mengatakan saat ini seluruh wilayah Karanganyar untuk sementara aman dari banjir luapan Sungai Bengawan Solo. Namun jika di daerah-daerah bagian hulu yang mempunyai air bermuara ke Bengawan seperti Klaten, Sukoharjo dan Wonogiri hujan deras, warga diminta waspada. Karena keamanan Karanganyar dari luapan air bah Sungai Bengawan Solo di antaranya tergantung dari kondisi daerah-daerah tersebut.

Pada bagian lain BNPB kemarin juga memberi bantuan sejumlah kebutuhan sehari-hari seperti sembako, obat-obatan ringan, air bersih dalam kemasan, selimut dan sebagainya. Bantuan langsung diserahkan kepada korban banjir di dusun mereka.

“Jangan dilihat dari besar atau kecilnya nilai sumbangan ini, tetapi ini sebagai rasa peduli kami terhadap saudara-saudara kami yang tertimpa musibah. Saya harap warga di sini tidak manja, artinya yang harus berkerja ya bekerja lah seperti biasa. Jangan bermalas-malasan. Contohlah Mbah Bayan yang sudah sepuh dan seharusnya pensiun ini masih mau menyempatkan diri datang ke lokasi,” ujar dia.

Sementara itu Ketua Lingkungan Warga Dusun Daleman, Desa Ngringo, Jaten, Anwar mengucapkan terima kasih atas pemberian bantuan tersebut. Dia menjelaskan sebelumnya dia mengaku telah menerima bantuan dari berbagai pihak.

Read More

Pemkab Karanganyar Rencanakan Bentuk Desa Percontohan RTLH

Pemkab Karanganyar merencanakan membentuk desa percontohan yang bebas dari rumah tak layak huni (RTLH). Selama ini, seluruh desa di wilayah Karanganyar masih terdapat RTLH yang jumlahnya bervariatif.

Pernyataan ini dikemukakan Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR, seusai penyerahan bantuan RTLH di Setda Karanganyar, Jumat (28/12/2012). Rencana tersebut bakal diupayakan direalisasikan pada 2013 mendatang. Desa percontohan RTLH menjadi patokan untuk menangani permasalahan RTLH di Karanganyar. “Wilayah Karanganyar belum ada desa percontohan RTLH. Tahun depan harus ada desa yang warganya tinggal di rumah yang layak huni,” katanya, Jumat pagi.

Pemkab akan mensurvei beberapa desa yang layak menyandang predikat sebagai desa percontohan RTLH.Survei dilakukan oleh tim gabungan dengan memeriksa setiap rumah di desa yang menjadi calon desa percontohan RTLH.

Bantuan tersebut diberikan kepada 20 keluarga yang masih tinggal di RTLH. Rinciannya, empat keluarga dari Desa Gaum, Tasikmadu, lima keluarga dari Kelurahan Gedong, Karanganyar, 10 keluarga dari Delingan, Karanganyar dan satu keluarga dari Kelurahan Lalung, Karanganyar. “Disurvei dahulu, seperti apa kondisi RTLH di setiap desa. Ini akan menjadi patokan untuk mengurusi RTLH lainnya,” papar Bupati.

Sementara Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar, Sumarno, menyatakan jumlah RTLH di Karanganyar sekitar 4.000 unit yang tersebar di wilayah Karanganyar. Mayoritas RTLH terletak di Kecamatan Gondagrejo dan Mojogedang karena jumlah penduduk dengan kategori miskin masih banyak di daerah tersebut.

Pemkab Karanganyar menganggarkan dana senilai Rp5 miliar untuk merehab RTLH sebanyak 500 unit pada 2013 mendatang. Setiap keluarga bakal mendapatkan dana senilai Rp10 juta.

Read More

Longsor, Jalan Jatiyoso-Matesih Lumpuh

DSC_0141Karanganyar, Kamis (20/12/2012)

Longsor yang terjadi di Desa Jatiyoso, Selasa (18/12) malam kemarin, mengakibatkan terputusnya ruas jalan di Karangsari yang menghubungkan Jatiyoso, Matesih, dan Karangpandan. Longsoran tanah itu menutup ruas jalan itu memiliki ketinggian antara tiga hingga delapan meter.

Data Pemkab Karanganyar menyebutkan longsoran tersebut ada tiga titik longsoran. Titik tersebut berada di Dusun Pacet, Plobosempun, dan Tlobo. Hingga Rabu (19/12), alat berat belum bisa memasuki area longsoran. Akibatnya, warga dan petugas berusaha menyingkirkan tanah longsoran itu dengan alat seadanya.

Salah seorang staff Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar, Supriyadi menjelaskan, jalan di Dusun Pacet yang tertimbun longsong sepanjang 30 meter dengan ketinggian lima meter. Sementara itu, titik longsor di Dusun Plobosempun memiliki panjang 50 meter dan tinggi delapan meter. “Kalau jalan di Desa Tlobo, longsor menutup jalan sepanjang 1 meter dengan ketinggian sekitar tiga meter,” kata Supriyadi saat ditemui di lokasi longsoran.

Terkait dengan penanganan longsor, Pemkab menegaskan jika langkah pengerukan longsoran memerlukan waktu yang cukup lama. Tidak hanya satu hingga dua hari, akan tetap dinas memprediksi pengerukan membutuhkan waktu hingga sebulan ke depan.

Perkiraan tersebut disampaikan oleh Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPU, Suparmin. Pihaknya beralasan jika lamanya waktu pengerukan lantaran jalan yang tertutup tanah longsor sangat panjang. Apalagi, ketinggian longsoran juga bisa dikatakan sangat tinggi. “Kemungkinan memerlukan waktu sekitar satu bulan untuk menyelesaikan itu,” ungkap Suparmin.

Dia mengaku kesulitan untuk mengerahkan backhoe besar, karena harus memakai trailer. Oleh karena itu, pihaknya hanya bisa menggunakan backhoe kecil. “Jumlahnya juga hanya satu. Itu karena alat berat yang kami punya pun juga harus dipergunakan untuk pengerjaan proyek lainnya,” jelas Suparmin.

Ditemui di lokasi longsoran, salah seorang warga, Elis memaparkan jika aktivitasnya dan warga sekitar terganggu akibat longsor yang memutus jalur Matesih-Karangpandan itu.

“Jalan itu benar-benar tidak bisa dilalui motor. Kalau warga ingin nekat ya harus berjalan. Tapi alternatif lainnya, warga bisa memutar arah melewati Jatipuri atau Desa Beruk,” ujar Elis.

 

 

.pd

Read More

LONGSOR JATIYOSO TELAN SATU KORBAN JIWA

Karanganyar, Rabu (19/12/2012)

Hujan yang sangat deras sejak Selasa (18/12) siang hingga malam menyebabkan longsor di empat titik wilayah Kecamatan Jatiyoso, di Karanganyar. Empat titik longsoran tersebut antara lain Dusun Margorejo Desa Jatiyoso, Dusun Duwetan Desa Tlobo, serta Dusun Gondang dan Karang Desa Karangsari.

Tidak hanya menimbun sejumlah rumah beserta isinya dan korban luka, namun longsoran tanah itu juga memutus jalan penghubung Karanganyar-Matesih-Jatiyoso. Tidak hanya itu, bencana itu juga merenggut salah seorang warga Dusun Margorejo RT 2/ RW XIV Desa Jatiyoso, Waginem (55).

Dari penuturan sejumlah saksi, kronologi longsor itu didahului dengan gempa yang cukup kuat dan dirasakan oleh warga sekitar. Saat kejadian, tepatnya pukul 18.30 malam, Waginem beserta anggota keluarganya yakni suami, cucu, dan orang tuanya berada di dalam rumah. Meski tiga anggota keluarganya lolos, namun nasib naas menimpa Waginem yang terjebak di dalam rumahnya.

Korban baru ditemukan dalam kondisi sudah tewas oleh tim gabungan SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar pada Rabu (19/12) pagi.

Sementara itu, data Pemkab Karanganyar menyebutkan, longsor yang terjadi di daerah yang cukup tinggi itu juga menyebabkan dua orang mengalami luka ringan. Yaitu suami dari Wagiyem, Ngatman (53) dan Siska (14) yang merupakan cucu dari korban meninggal itu. Akibat longsor itu, Pemkab juga mencatat ada satu rumah yang mengalami rusak berat yakni di Dusun Duwetan RT 16/  RW VIII Desa Tlobo, Jatiyoso atas nama Bapak Dikun (52).

Mengetahui wilayahnya terjadi bencana longsor, Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR langsung meninjau lokasi, Selasa (18/12) malam. Pihaknya langsung melakukan prosedur tanggap darurat bencana dengan menggandeng BPBD, SAR, dan sejumlah pihak terkait.

Ditemui keesokan harinya, Rina mengaku telah melakukan antisipasi. “Kami langsung instruksikan kepada sejumlah pihak  untuk menerapkan tanggap darurat. Dan alhamdulillah, pagi tadi Ibu Wagiyem sudah ditemukan,” kata Rina, Rabu (19/12).

Pihaknya berharap kejadian serupa tidak akan terulang. Guna mengantisipasi hal yang sama, pihaknya berencana memasang warning system di lokasi-lokasi yang dirasa rawan terhadap bencana longsor, termasuk Jatoyoso. “Kami juga mengeliarkan instruksi, di mana daerah dengan kemiringan 45 derajat tidak boleh ditanami tanaman sayuran, semuanya harus tumpang sari,” ujarnya.

 

 

.pd

Read More