Category: Sosial

DSC_0012

Peletakan Batu Pertama

DSC_0012

Peletakan Batu Pertama – Bupati Karanganyar, Rina Iriani, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Maming, di dusun Kentangan, desa Pablengan, Kecamatan Matesih, Karanganyar, Jumat (12/04). Dalam acara jumatan keliling (jumling) tersebut juga diberikan bantuan BLM untuk desa Pablengan sebesar Rp 15 juta, sumbangan untuk masjid Rp 10 juta dari Bazis dan APBD Karanganyar, masing-masing sebesar lima juta rupiah. Selain itu juga pemberian pribadi dari Bupati Rina Iriani, sebesar Rp 25 juta, dan pemberian bagi Gakin sebesar Rp 50 juta.

Read More

TANAH LONGSOR, Jalur Tawangmangu-Magetan Tertutup

Bencana tanah longsor kembali terjadi di wilayah Karanganyar tepatnya di Dusun Tlogodingo, Desa Gondosuli Kecamatan Tawangmangu, Sabtu (6/4/2013) sekitar 21.30 WIB. Akibatnya akses jalan Tawangmangu-Magetan lumpuh total.

Informasi yang dihimpun, Minggu (7/4/2013) menyebutkan hujan lebat yang terjadi pada Sabtu malam memicu pergerakan tanah di lokasi kejadian. Tiba-tiba tebing tanah di pinggir jalan utama yang menghubungkan antara Tawangmangu-Magetan longsor. Tebing tanah yang longsor sepanjang 15 meter dengan ketinggian kurang lebih sekitar 25-30 meter. Dampaknya jalur tersebut terputus total lantaran longsoran tanah memenuhi seluruh bahu jalan. Kemacetan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian pun tak terelakkan lagi. Mereka harus menunggu hingga tim gabungan selesai membersihkan longsoran tanah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru K, mengatakan longsoran tanah langsung memenuhi bahu jalan. Otomatis jalan penghubung antara Karanganyar-Magetan lumpuh total selama kurang lebih 12 jam. “Tidak ada korban jiwa, hanya akses ke dua wilayah yang terputus total. Para pengguna jalan tidak bisa melewati jalur tersebut,”Minggu pagi.

Tim gabungan yang terdiri dari sukarelawan BPBD Karanganyar, TNI-Polri dan warga sekitar melaksanakan kerja bakti membersihkan longsoran tanah yang memenuhi bahu jalan. Mereka menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul dan sekop. Setelah dibersihkan selama sekitar enam jam, sebagian bahu jalan bersih dari longsoran tanah.

Sementara Kapolsek Tawangmangu, AKP Riyanto, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Satlantas Polres Karanganyar untuk mengalihkan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Arus lalu lintas dialihkan menuju jalur lama yang melewati terowongan.

Pihaknya juga menerapkan sistem buka tutup untuk mengatur arus lalu lintas yang melewati lokasi kejadian. Kendaraan bermotor yang bisa melewati lokasi longsor hanya sepeda motor secara bergantian. “Sebenarnya kami sudah meminta bantuan ekskavator dari Solo namun hingga sekarang belum datang. Sukarelawan dan warga sekitar berinistif melakukan kerja bakti untuk membersihkan longsoran tanah di bahu jalan,” terangnya.

sumber : http://www.solopos.com

Read More
DSC_0036

Bhakti TMMD 2013 Telan Rp 161 Juta

Wakil Bupati Karanganyar, Paryono, memukul gong menandai pembukaan Bhakti TMMD 2013, Balai Desa Karangsari, Jatiyoso, Karanganyar, Kamis (04/04)

Wakil Bupati Karanganyar, Paryono, memukul gong menandai pembukaan Bhakti TMMD 2013, di Balai Desa Karangsari, Jatiyoso, Karanganyar, Kamis (04/04)

Karanganyar, Kamis (04/04/2013).

Wakil Bupati Karanganyar, Paryono, mengakui peran Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) dalam pembangunan infrastruktur di pedesaan yang saat ini telah dilaksanakan sangat membantu. Sehingga dapat membuka akses jalan untuk memperlancar roda perekonomian rakyat.

“TMMD merupakan salah satu dari upaya yang dilakukan antara TNI dan Pemerintah Daerah untuk memperlancar pelaksanaan program-program pembangunan di segala bidang,” jelas Paryono, saat membuka Bhakti TMMD, di Balai Desa Karangsari, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, Kamis (04/04).

Realisasi Bhakti TMMD di pedesaan lebih difokuskan pada pembangunan fisik berupa infrastruktur, sarana, dan prasarana yang menyentuh kepentingan masyarakat.

Bhakti TMMD kali ini menelan dana Rp 161 juta, yang bersumber dari APBD Kabupaten Karanganyar sebesar Rp 125 juta dan dana swadaya masyarakat sebanyak Rp 36 juta.

“Sasaran program Bhakti TMMD berupa pengecoran jalan sepanjang 900 meter, lebar 2,5 meter. Selain itu, pelebaran jalan 30 sentimeter sepanjang 900 meter,
” jelas Kapten (Inf) Sulardi, selaku Komandan Satuan Pelaksana (Dansatlak) TMMD.

Sedangkan untuk pelaksanaan dimulai tanggal 1 sampai 3 April 2013 telah mencapai 10 persen, kemudian dilanjutkan 10 hari kemudian, dengan harapan tanggal 13 April 2013 pelaksanaan sasaran fisik telah selesai.

Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur fisik melibatkan anggota TNI sebanyak 15 orang, Polri sebanyak lima orang, masyarakat 50 orang, dan unsur pendukung dari Linmas, ormas, karang taruna sebanyak 40 orang. pd  

Read More
DSC_0190

Rakerda Bazis Bahas Program Kerja

Rakerda Bazis, di B2P2TO2T, Sabtu (23/03)

Rakerda Bazis Kabupaten Karanganyar, di B2P2TO2T, Sabtu (23/03)

Karanganyar, Sabtu (23/03/2013).

Badan Amil Zakat Infaq dan Shodakoh (Bazis) Kabupaten Karanganyar mengadakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), di B2P2TO2T Tawangmangu, Sabtu (23/03). Kegiatan tersebut membahas program kerja untuk tahun 2013.

Seperti pada program pendistribusian, Bazis Kabupaten Karanganyar merencanakan memberikan bantuan bersifat produktif untuk modal usaha atau kerja, pemberian dana kemanusiaan untuk tanggap darurat bencana alam, menyalurkan bantuan makanan pokok kepada fakir miskin. Selain itu juga memberikan bantuan rehap rumah kepada fakir miskin.

Rakerda yang diikuti oleh Pengurus Bazis, Kepala KUA Se-Kabupaten Karanganyar, dan beberapa Unit Pengumpulan Zakat (UPZ)  Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bertujuan untuk menyamakan persepsi berkaitan pemberdayaan masyarakat, selain itu juga meningkatkan kesadaran umat Islam pentingnya Zakat Infaq Shodakoh (ZIS).

“Kegiatan ini sangat diapresiasi. Selain itu juga menjalankan program kerja yang telah ditetapkan,” jelas Kastono DS, Ketua Bazis Kabupaten Karanganyar.

Pada tahun ini, Bazis memproyeksikan rancangan pengumpulan ZIS sebesar RP. 200 juta perbulan. Selanjutnya proyeksi perencanaan ZIS  tahun ini sebesar Rp. 2,4 miliar.pd

Read More
DSC_0027

Satpol PP Gelar Bhakti Sosial Meriahkan HUT Ke-63

DSC_0027

Bupati Karanganyar bagikan sembako kepada pengayuh becak. (ad)

Karanganyar, 19/03/2013 – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karanganyar bagikan sembako kepada para pengayuh becak di seputar kota Karanganyar, Bhakti sosial kali ini dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar dalam rangka meriahkan HUT Satpol PP ke 63, Selasa 19/03/2013.

Bupati Karanganyar DR. Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, M.Hum menyerahkan secara simbolis bingkisan sembako tersebut kepada perwakilan pengayuh becak. “ Tahun ini tahun politik, banyak dilaksanakan pilkades, pilkada, maupun pilgub. Untuk itu selalu menjaga kondusifitas Kab. Karanganyar “ ujar Rina.

Pembagian sembako sebanyak 200 paket ini, menurut Kasatpol PP Kabupaten Karanganyar Mei Subroto, sebagai wujud peran Satpol PP dalam mengawal penguatan peran Bupati di bidang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat serta sebagai upaya mendekatkan Satpol PP pada masyarakat. “Jangan sampai kesannya Satpol PP adalah tukang gusur dan musuh PKL,” ungkap dia.

Selain bhakti sosial, Satpol PP juga melaksanakan kegiatan donor darah massal yang telah diselenggarakan pada tanggal 28 Februari 2013 bekerjasama dengan PMI Karanganyar. (ad)

Read More

HUT Ke-44, Bank Daerah Beri Penghargaan Ke Karyawan

Karanganyar, Minggu (17/03/2013).

Bank Daerah Karanganyar dalam usia ke-44 semakin mengokohkan diri menjadi perusahaan daerah yang kuat dan memberikan kontribusi yang nyata bagi pembangunan di Kabupaten Karanganyar. Dalam peringatan HUT tersebut, bank milik Pemkab Karanganyar itu menyelenggarakan rangkaian kegiatan.

Direktur Utama (Dirut) Bank Daerah Karanganyar, Sudarsito di depan Bupati Rina Iriani, pimpinan DPRD dan sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menjelaskan, sejumlah acara itu bukan hanya sebatas perayaan ulang tahun melainkan pelaksanaan bakti sosial. Hal ini terbukti dari pengobatan massal gratis di Desa Wonorejo, Kelurahan Bejen, Kecamatan Karanganyar Kota. Acara tersebut diikuti oleh masyarakat luas. Selama  seharian, petugas kesehatan berhasil melayani 400 orang yang memiliki beberapa keluhan penyakit. “Kami menyelenggarakan pengobatan gratis yang diikuti oleh 400 warga Karanganyar. Pengobatan gratis ini dipilih karena kami ingin mendekatkan diri kepada masyarakat dan memberikan pelayanan kesehatan bagi mereka yang membutuhkan,” kata dia di sela-sela puncak peringatan HUT Bank Daerah Karanganyar di Alun-Alun, Minggu (17/03).

Selain itu, lanjut dia, pihak perusahaan daerah (PD) yang berkantor pusat di Jalan Lawu Karanganyar itu juga melaksanakan bakti sosial dengan cara donor darah. Kegiatan yang diikuti  oleh karyawan karyawati dan Dharma Wanita PD BPR Bank Karanganyar itu terselenggara atas kerja sama dengan PMI setempat. H-1 HUT, jajaran pimpinan dan staf bank itu menggelar acara tirakatan. Bahkan, acara yang penuh keakraban itu juga dihadiri oleh Dewan Pengawas Direksi.

Sudarsito juga mengungkapan sebagai wujud syukur dari pencapaian prestasi, pihaknya juga memberikan bantuan kepada tujuh Yayasan Panti Asuhan, Pondok Pesantren Nurul Yakin Kadipiro Kelurahan Bejen, dan Gerakan Nasional Orangtua Asuh (GNOTA). Bagi panti asuhan dan pondok pesantren masing-masing mendapatkan Rp 1,5 juta, sedangkan bantuan GNOT yang disalurkan totalnya Rp 7,5 juta.

Tidak berhenti di situ saja, bagi karyawan karyawati yang telah mengabdi selama 15 tahun dan 25 tahun juga mendapatkan penghargaan. “Ini wujud penghargaan kami kepada pihak-pihak yang telah ikut membesarkan Bank Daerah ini,” ujarnya lagi. pd

Read More

Kewaspadaan Dini Tahun Politik 2013

Karanganyar, Jumat (15/03/2013)

2013 merupakan tahun politik, di mana  di dalamnya terdapat agenda Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng), Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Karanganyar, dan Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2014 mendatang. Lantaran banyaknya agenda politik tersebut, maka dikhawatirkan timbulnya gejolak di masyarakat.

Guna mengantisipasi kekhawatiran itu, semua elemen masyarakat di Bumi Intanpari harus meningkatkan kewaspadaannya. Tidak hanya terpaku pada Pemkab, TNI/ Polri, namun masyarakat sipil juga memiliki andil yang besar untuk menciptakan kondusivitas daerahnya masing-masing.

Tidak harus menunggu konflik itu muncul, masyarakat beserta stakeholder di Karanganyar diharapkan bisa mengantisipasinya dari awal. Dengan langkah itu, diharapkan gejolak yang timbul bisa segera tertangani, sehingga tidak semakin meluas.

“Masyarakat hendaknya mempunyai kewaspadaan terhadap potensi gejolak-gejolak gangguan sosial yang dapat menimbulkan konflik,” ujar Kabid Ideologi dan Kewaspadaan Kesbangpolinmas Provinsi Jateng, Eko Prihadi, Jumat (15/3).

Dikatakan Eko, perlu ada kesinambungan gerak antara masyarakat dan Pemerintah. Hal itu ditunjang dengan adanya komunikasi yang baik di antara kedua belah pihak.

Penekanan tersebut juga disampaikan oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani. Dia mengungkapkan masalah tersebut bukan hanya tanggungjawab pemerintah, melainkan harus bersama-sama dan melibatkan peran serta masyarakat. Masyarakat menurut Rina, mempunyai peran penting terkait kepedulian dan tanggap waspada terhadap situasi lingkungannya. “Dengan demikian apabila kemudian muncul masalah akan dapat direspon secara cepat, akurat, dan tepat. Inilah arti penting dengan kewaspadaan dini oleh masyarakat.  Langkah-langkah preventif dapat diupayakan, dengan mengantisipasi gejala sosial agar tidak ada permasalahan yang dapat timbul  seperti konflik sosial di masyarakat,” ujar Rina. pd

Read More
DSC_0121

Ratusan Pelayat Iringi Pemakaman Sri Sadoyo

Jenazah mantan Wakil Bupati Karanganyar, Sri Sadoyo, diberangkatkan dari rumah duka menuju Astana Laya Sekoang, Dengkeng, Tohkuning, Karangpandan, Minggu (10/03) pagi.

Jenazah mantan Wakil Bupati Karanganyar, Sri Sadoyo, diberangkatkan dari rumah duka menuju Astana Laya Sekoang, Dengkeng, Tohkuning, Karangpandan, Minggu (10/03) pagi.

Karanganyar, Minggu (10/03/2013).

Ratusan pelayat datang ke rumah duka KPA Sri Sadoyo Hardjomigoeno sejak pagi. Tampak hadir dari pejabat Pemerintah Kabupaten Karanganyar yakni Wakil Bupati Karanganyar Paryono, Sekretaris Daerah (Sekda) Samsi, dan beberapa pejabat di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), camat, dan lurah.

Tepat pukul 10.00 WIB, peti jenazah diberangkatkan untuk disemayamkan di makam di Astana Laya Sekoang Dengkeng Tohkuning Karangpandan,  Minggu (10/03). Sebelumnya diadakan doa bersama mengantar pemakaman mantan Wakil Bupati Karanganyar itu. Begitu banyak tetesan air mata yang mengiringi orang yang pernah menjadi orang nomor dua di Bumi Intanpari.

“Kami sangat merasa kehilangan seorang panutan, sesepuh, guru, bagi warga Karanganyar. Banyak ilmu yang diajarakan oleh beliau kepada kami,” kata Paryono.

Semasa hidup, beliau pernah ikut Organisasi Kadin Surakarta dan Karanganyar, Secretary Coorporation Sritek, Apindo Jawa Tengah, Gaspindo Jawa Tengah, Anggota DPRD Karanganyar, dan Wakil Bupati Karanganyar.

Salah seorang keponakan almarhum, Tri Hariadi mengutarakan jika selama beberapa tahun belakangan ini kondisi kesehatan pamannya itu terus mengalami penurunan. Dituturkan dia, hemoglobin (HB) Sri Sadoyo menurun drastis dan menderita jantung. Sejak itulah, sang pemimpin itu keluar masuk rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. “Biasanya opname 2-3 hari kemudian pulang ke rumah. Setelah itu kambuh lagi dan opname lagi. Dan itu terjadi sampai beliau meninggal di RS Dr Oen Solo, Jumat (08/03) sekitar jam 23.40 WIB,” kata dia.

Almarhum meninggalkan istri Ray Dewi Aisyah Sri Sadoyo Hardjomigoeno dan dua putera, RM Sasotyo Hartawan dan RM Donny Sasotyo Adhie serta enam orang cucu. Mereka adalah Alif, Bunga Auliya, Chrisna, Adelia, Evelin dan M Rafa Raditya Tama. pd 

 

Read More
DSC_1860

Mantan Wabup Sri Sadoyo Tutup Usia

Para pelayat berdoa di depan peti jenazah Almarmuh Sri Sadoyo, Mantan Wakil Bupati Karanganyar, Sabtu (09/03).

Para pelayat berdoa di depan peti jenazah Almarhum  Sri Sadoyo, Mantan Wakil Bupati Karanganyar, Sabtu (09/03).

Karanganyar, Minggu (10/03/2013).

Sabtu (09/03) pagi, suasana sendu begitu kentara di Pendapi Ageng Putri Duyung Ngunut RT 1 RW 1 Tohkuning Karangpandan. Di sana terlihat sebuah jazad yang dimasukkan dalam sebuah peti jenazah itu dikelilingi oleh sejumlah kerabat.

Beberapa teman semasa hidup juga terlihat sedang menyampaikan doa melalui salat jenazah. Begitu banyak tetesan air mata yang mengiringi orang yang pernah menjadi orang nomor dua di Bumi Intanpari. Dialah KPA Sri Sadoyo Hardjomigoeno, (70), Wakil Bupati Karanganyar periode 2003-2008. Sosok nan bersahaja itu berpulang ke haribaan Ilahi Jumat (08/03) pukul 23.40 malam.

Sejumlah kerabat serta teman sejawat juga nampak memberikan penghormatan terakhir sebelum dirinya disemayamkan di Astana Laya Sekoang Dengkeng Tohkuning Karangpandan,  Minggu (10/03).

Salah seorang keponakan almarhum, Tri Hariadi mengutarakan jika selama beberapa tahun belakangan ini kondisi kesehatan pamannya itu terus mengalami penurunan. Dituturkan dia, hemoglobin (HB) Sri Sadoyo menurun drastis dan menderita jantung. Sejak itulah, sang pemimpin itu keluar masuk rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. “Biasanya opname 2-3 hari kemudian pulang ke rumah. Setelah itu kambuh lagi dan opname lagi. Dan itu trejadi sampai beliaung meninggal di RS Dr Oen Solo, Jumat (08/03) sekitar jam 23.40 WIB,” kata dia.

Dia menambahkan, pihak keluarga memutuskan untuk tidak langsung memakamkan Sri Sadoyo karena masih menunggu salah seorang anaknya yang masih berada di Papua, RM Sasotyo Hartawan.

Mantan Wabub Karanganyar itu dikenal sebagai pribadi yang cukup ulet dan teguh dalam menjaga tali sillaturahmi. Ia selalu bersemangat untuk bertemu dan berkumpul bersama keluarga besarnya. Sri Sadoyo sendiri merupakan anak terakhir dari silsilah keluarga besar Harjo Miguno.

Almarhum meninggalkan istri Ray Dewi Aisyah Sri Sadoyo Hardjomigoeno dan dua putera, RM Sasotyo Hartawan dan RM Donny Sasotyo Adhie serta enam orang cucu. Mereka adalah Alif, Bunga Auliya, Chrisna, Adelia, Evelin dan M Rafa Raditya Tama. pd

 

Read More
DSC_0058

Bank Daerah Adakan Pengobatan Gratis

Seorang pasien sedang diperiksa dokter dalam pengobatan gratis bagi warga Wonorejo, Bejen, Karanganyar, Rabu (06/03).

Seorang pasien sedang diperiksa dokter, dalam kegiatan pengobatan gratis bagi warga Wonorejo, Bejen, Karanganyar, Rabu (06/03).

Karanganyar, Kamis (07/03/2013).

Bank Daerah Kabupaten Karangnyar mengadakan bakti sosial pengobatan gratis bagi warga desa Wonorejo, Bejen, di PAUD, Rabu (06/03) pagi. Kegiatan itu merupakan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu ke-44.

“Kepedulian kami kepada masyarakat seperti pengobatan gratis ini merupakan salah satu wujud pengabdian kami di bidang sosial,” ujar Sudarsito, Direktur Utama Bank Daerah Karanganyar, kemarin.

Dalam pengobatan gratis itu, bank tersebut juga melibatkan Puskesmas Karanganyar Kota dengan mengerahkan 11 petugasnya, yakni empat tenaga administrasi, empat tenaga farmasi, dan tiga dokter.

Tampak pula ratusan orang yang tengah menunggu giliran untuk diberi pengobatan. Sebagian besar warga memiliki keluhan penyakit ringan, di antaranya flu, demam, dan pegal linu. Satu per satu pasien dipanggil oleh petugas dan langsung menuju ke ruang pemeriksaan. Di sana sudah menunggu dokter yang siap memberikan diagnosa dan obat kepada para penderita.

Salah seorang pasien Suparti, (70) mengeluhkan sakit pegal linu yang sudah lama diderita. Setelah namanya dipanggil, Lansia itu curhat kepada dokter tentang keluhanannya. Setelah beberapa lama, sang dokter langsung mengecek tekanan darah dan detak jantung. Tidak hanya itu, sang dokter langsung menulis resep dan memberikan perawat untuk mengambilkan obat serta memberikannya kepada Suparti.

“Saya senang ada pengobatan gratis. Badan saya pegal linu dan sempat diperiksakan ke dokter. Tapi kok tidak sembuh-sembuh. Ya akhirnya saya ke sini,” kata dia saat keluar dari ruang pemeriksaan. pd

 

 

Read More