Category: Sosial

DSC_0041

Kegiatan TMMD Hemat Rp 312 Juta

Kapolres Karanganyar AKBP Martireni Narmadiana memukul kentongan menandai penutupan Tentara Manunggal Masuk Desa di Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Selasa (29/10) kemarin.

Kapolres Karanganyar AKBP Martireni Narmadiana memukul kentongan menandai penutupan kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) di Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Selasa (29/10) kemarin.

Karanganyar, Rabu (30/10/2013)

Kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2013 yang dilakukan di Desa Girilayu, Kecamatan Matesih resmi ditutup oleh Kapolres Karanganyar, AKBP Martireni Narmadiana, Selasa (29/10) kemarin.

TMMD yang berlangsung dari Rabu (09/10) hingga Selasa (29/10) diwujudkan dalam bentuk pengecoran jalan dengan panjang 2.500 meter dan lebar 2,5 meter. Tidak hanya itu, TMMD juga diwujudkan dengan pengecoran jalan sepanjang 200 meter dengan lebar 2,5 meter, rehab rumah tidak layak huni untuk lima kepala keluarga, merehap satu masjid.

Dari pelaksanaan TMMD itu dapat menghemat anggaran mencapai Rp 312 juta, apabila diborongkan bisa menelan dana Rp 909 juta. Namun, melalui TMMD hanya mengeluarkan dana Rp 597 juta.

Selain sasaran fisik, program untuk masyarakat juga dilakukan seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan dan perencanaan pembagunan, pertanian dan peternakan.

Selanjutnya juga ada penyuluhan bina mental, kesadaran hukum, selain itu juga keamanan, ketertiban masyarakat, bahaya narkoba, kesehatan, pengobatan masal, pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.

Sambutan tertulis Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang dibacakan oleh Kapolres Karanganyar mengatakan dengan adanya TMMD dapat membantu Pemerintah dalam membangun infrastruktur wilayah, khususnya untuk mendukung percepatan pembangunan serta meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Pembangunan akses jalan bagi masyarakat merupakan suatu hal penting untuk mendukung kelancaran transportasi, sehingga kehidupan perekonomian dan terbukanya akses setiap wilayah dapat berpengaruh, dengan harapan kesenjangan dapat terhindar ” kata AKBP Martireni Narmadiana saat membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah.

Satuan yang dilibatkan antara lain TNI sebanyak 40 orang, linmas 15 orang, masyarakat 115 orang, ormas 15 orang, polri 10 personil, dan teknis dua orang.pd

 

Read More

Selesai Dibangun, Pedagang Oprokan Segera Ditertibkan

Pedagang oprokan di depan Pasar Jungke, Karanganyar, segera ditertibkan menyusul rampungnya proyek revitalisasi 66 kios.

Pasalnya, keberadaan pedagang oprokan dinilai membuat kondisi pasar semakin semrawut. Pedagang oprokan biasa membuka lapak mereka di sepanjang emperan kios bagian depan Pasar Jungke. Tak jarang, mereka juga berjualan di sisi kanan dan kiri jalan menuju pasar. Akibatnya, jalan di depan pasar menjadi kian padat dan semrawut.

Salah seorang pedagang di Pasar Jungke, Sunardi, 37, menyatakan keberadaan pedagang oprokan yang kian menjamur cukup meresahkan pemilik kios. “Ya jelas, kondisi depan pasar menjadi semakin semrawut, apalagi kalau pagi-pagi. Selain itu, pedagang di dalam pasar jadi enggak laku,” tutur dia saat dijumpai di kiosnya, Minggu (27/10/2013).

Sunardi berharap keberadaan pedagang oprokan segera ditertibkan setelah proses perbaikan seluruh kios di bagian depan pasar rampung. Kios tempatnya berjualan juga telah selesai dipoles dan dapat digunakan kembali pada awal Oktober lalu.

Bongkar Taman

Terpisah, Kepala Pasar Jungke, Sumardi, membenarkan bahwa keberadaan pedagang oprokan membuat kondisi pasar semakin semrawut. “Mereka tidak terdaftar sebagai pedagang resmi di Pasar Jungke, hanya pedagang musiman dan membuat lapak sendiri-sendiri,” terang dia.

Dia menegaskan pedagang oprokan tidak akan lagi diizinkan berjualan di depan pasar setelah proses revitalisasi rampung. Pihaknya bakal mendata pedagang oprokan dan meminta mereka berjualan di dalam pasar. “Pokoknya bagian depan pasar harus steril dari pedagang oprokan, semua harus masuk ke dalam pasar,” tandas Sumardi.

Guna mencegah pedagang oprokan datang kembali, pihaknya juga akan membongkar taman di depan pasar. Sumardi juga telah meminta pihak kontraktor membongkar taman seusai merampungkan pembangunan kios kendati tidak termasuk dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) Revitalisasi Pasar. Dia berharap jalan di depan pasar menjadi lebih lebar setelah taman tersebut dibongkar.

Sumardi memastikan proses revitalisasi kios di bagian depan Pasar Jungke bakal selesasi pada 25 November mendatang. Hingga saat ini, proses revitalisasi telah 85 persen rampung. Deretan kios di sisi utara pintu utama pasar telah selesai dipoles dan dapat dihuni kembali oleh pedagang. Sementara, pihak kontraktor masih harus merampungkan pembangunan deretan kios di sisi selatan pintu pasar.

Read More

Kemarau, Petani Beralih Jadi Pengrajin Batu Bata

Hampir seluruh petani di Dusun Kepuh, Kelurahan Lalung, Kecamatan/ Kabupaten Karanganyar, beralih menjadi pengrajin batu bata selama musim kemarau. Pasalnya, sawah yang biasa mereka tanami padi telah mengering sejak dua bulan terakhir.

Minimnya saluran irigasi membuat sebagian besar area persawahan yang ada di sekitar Waduk Lalung itu tak mendapatkan suplai air. Beberapa petani yang berupaya membuat sumur pantek pun tidak berhasil mengeluarkan air. Oleh karena itu, selama ini, petani hanya mengandalkan guyuran air hujan untuk mengairi sawah mereka.

 “Hla mau bagaimana, sawahnya sudah kering enggak bisa diolah, jadi ya kami biarkan bera. Kelihatannya dekat waduk, tapi kami enggak mendapat jatah airnya. Bikin sumur juga enggak keluar air, soalnya mentok bebatuan,” ungkap salah seorang petani di Dusun Kepoh RT 003/ RW 003, Harsiam, 60, saat dijumpai di tepi Waduk Lalung, Selasa (1/10/2013).

Lantaran hal tersebut, Harsiam dan sebagian besar petani lainnya memilih beralih menjadi pengrajin batu bata. Terlebih, permintaan bahan bangunan itu tengah melonjak sejak dua bulan terakhir. Harga yang dibanderol pun cukup menjajikan keuntungan bagi petani.

 “Sekarang memang lagi laris, setiap habis membakar langsung laku. Harganya juga tinggi, seribu biji dijual Rp520.000, dulu enggak sampai segitu.”

Seorang petani lainnya, Saminem, 54, mengatakan hampir tidak ada satu pun warga Dusun Kepuh yang tidak membuat batu bata selama kemarau. Menurutnya, setiap pengrajin dapat menghasilkan 400 hingga 700 biji batu bata setiap harinya. Batu bata yang telah dijemur selama lebih kurang 20 hari, lantas mereka bakar.

 “Sekali membakar ya bisa mendapat 4.000 hingga 6.000 batu bata, biasanya langsung laku, soalnya sudah banyak yang mengantri pesanan,” ujar dia.

 Untuk bahan baku pembuatan bata, perajin biasa membeli tanah liat dari pemasok di luar Kelurahan Lalung seharga Rp80.000 setiap satu bak mobil pikap. Sebagian pengrajin juga mengambil tanah liat dari dasar waduk yang telah mengering. “Tapi ya enggak banyak ambilnya, soalnya berat menggendongnya, saya saja enggak kuat,” imbuh Saminem.

Read More
DSC_0005

Kodim 0727/Karanganyar Adakan Donor Darah

Anggota TNI dari Kodim 0727/Karanganyar ikut aksi kemanusiaan donor darah, di Makodim 0727/Karanganyar, Rabu (25/09)

Anggota TNI dari Kodim 0727/Karanganyar ikut aksi kemanusiaan donor darah, di Makodim 0727/Karanganyar, Rabu (25/09)

Karanganyar, Kamis (26/09/2013)

Aksi kemanusian berupa donor darah diselenggarakan dalam rangka menyambut HUT TNI ke 68 dan HUT Kodam IV Diponegoro ke 63 diikuti oleh sekitar 500 orang peserta, di Makodim 0727/Karanganyar, Rabu (25/09).

Peserta yang berasal dari sekitar  400 anggota Kodim 0727/Karanganyar, anggota Polres Karanganyar, Senkom, mahasiswa, serta para PNS di lingkungan Pemkab Karanganyar  ikut kegiatan donor darah tersebut.

Komandan Kodim (Dandim) 0727/Karanganyar, Letkol Inf Eddy Basuki menuturkan hal ini sangat positif dan mengapresiasi, karena dengan menyumbangkan darah berarti ikut kepedulian kegiatan kemanusiaan.

“Donor darah ini merupakan salah satu rangkaian acara menyambut HUT TNI dan HUT Kodam IV/Diponegoro, nantinya juga ada jalan santai dan bakti sosial,” ujar Letkol Inf Eddy Basuki disela-sela acara.

Kodim 0727/Karanganyar juga bekerjsama dengan PMI Cabang Karanganyar untuk aksi donor darah tersebut.pd

Read More
DSC_0044

500 Anak Yatim Terima Bantuan

Bupati Karanganyar, Rina Iriani memberikan bantuan ke 200 anak yatim diluar panti secara simbolis, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (02/08)

Bupati Karanganyar, Rina Iriani memberikan bantuan ke 200 anak yatim diluar panti secara simbolis, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (02/08)

Karanganyar, Sabtu (03/08/2013)

Memasuki berakhirnya bulan Ramadhan 2013 ini, Solo Peduli memberikan bantuan kepada 500 anak yatim diluar panti. Kepedulian itu diwujudkan untuk membantu masa depan mereka. Bupati Karanganyar, Rina Iriani sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, karena dapat membantu pendidikan maupun kesehatan bagi mereka.

“Anak-anak diluar panti hendaknya perlu kita perhatikan berupa sekolah maupun kesehatan untuk masa depannya,” ujar Rina Iriani, saat memberikan bantuan secara simbolis kepada 200 anak yatim diluar panti, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (02/08) siang. Sedangkan untuk 300 anak lainnya diberikan di 17 Kecamatan di Karanganyar.

Sementara itu, Kepala Solo Peduli Cabang Karanganyar, Fitrianto mengatakan, pihaknya telah mengadakan kegiatan ini untuk ke dua kalinya di Karanganyar setiap bulan puasa.
“Kami mengadakan kegiatan ini atas bantuan donatur  dan masyarakat yang peduli terhadap anak yatim,” jelas Fitrianto.

Pihaknya juga mengaku banyak sekali permintaan bantuan pendidikan sangat tinggi, bahkan setiap bulannya bisa mencapai 50 proposal.pd

Read More

UMK 2014 Karanganyar Diprediksi Tembus Rp1 Juta

Upah Minimum Kabupaten (UMK) Karanganyar 2014 diprediksi menembus angka Rp1 juta. Hal itu menyusul kenaikan harga BBM yang diikuti melonjaknya harga kebutuhan pokok.

Berdasarkan hasil survei kebutuhan hidup layak (KHL) yang digelar Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar sebelum harga BBM naik, rumusan UMK 2014 sudah mencapai angka Rp1 juta. Dinsosnakertrans dijadwalkan kembali menggelar survei KHL pada September mendatang untuk memutakhirkan pertimbangan kenaikan UMK.

 “Saya yakin UMK 2014 untuk Karanganyar pasti di atas Rp1 juta. Sebelum harga BBM naik, UMK sudah diusulkan di atas Rp1 juta. Lebih-lebih sekarang BBM naik, mestinya angka UMK lebih dari itu,” terang Kabid Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Karanganyar, Sriyadi, di ruang kerjanya, Sabtu (13/7/2013).

 Menurut dia, kenaikan UMK sangat penting diusulkan untuk menunjang kesejahteraan hidup buruh di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok. Bahkan, nilai UMK dipastikan terus meningkat dari tahun ke tahun kendati harga BBM dan kebutuhan pokok stabil.

 Meski demikian, Sriyadi menerangkan nilai UMK di Kabupaten Karanganyar yang hanya Rp896.500 tidak dapat dinaikkan dalam tahun ini. Pasalnya, besaran UMK telah diputuskan berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Tengah setiap akhir tahun. Oleh karena itu, pihaknya tidak dapat mendesak pengusaha menaikkan gaji buruh kendati harga kebutuhan pokok telah melonjak. Demikian halnya dengan kebijakan kenaikan tunjangan uang makan dan transpor yang sepenuhnya berada di tangan masing-masing pengusaha.

 “Kami tidak bisa mengatur itu [kenaikan gaji buruh], sebab UMK berlaku selama satu tahun, mulai dari 1 Januari hingga 31 Desember. Kenaikan UMK baru bisa diusulkan tahun depan,” imbuh dia.

 Sriyadi menuturkan sedikitnya terdapat delapan kali survei KHL yang mesti digelar Dinsosnakertrans dalam satu tahun untuk merumuskan usulan kenaikan UMK. Hingga saat ini, Dinsosnakertrans telah mengadakan tujuh kali survei yang mencakup 60 item kajian.

 “Survei terakhir September, setelah Lebaran. Dalam survei kami juga menggandeng elemen serikat buruh untuk mengetahui tingkat kesejahteraan yang mereka inginkan,” ulas Sriyadi.

 Setelah menggelar delapan kali survei, Dinsosnakertrans berkewajiban menyusun analisis kesejahteraan buruh sebagai bahan usulan kenaikan UMK. Selanjutnya, draf itu akan dikupas dalam pembahasan penentuan UMK tiap daerah di tingkat provinsi setiap akhir tahun.

Read More
DSC_0025

Kerja Bakti Masal APPMD Wahyu Sekar Mulyo

Kerja bakti masal warga desa Sambirejo, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Minggu (02/06)

Kerja bakti masal warga desa Sambirejo, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Minggu (02/06)

Karanganyar, Minggu (02/06/2013)

600 warga Dusun Ngelosari dan Dondong, Desa Sambirejo, Kecamatan Jumantono, Karanganyar yang tergabung dalam Asosiasi Paguyuban Peduli Masyarakat Desa (APPMD) Wahyu Sekar Mulyo menggelar kerja bakti masal memperbaiki jalan rusak sepanjang satu kilometer, Minggu (2/6) pagi. Kegiatan tersebut murni dengan tenaga dan dana mandiri.

Langkah ini menjadi bukti bahkan masyarakat tidak terlalu bergantung kepada Pemkab Karanganyar. Pasalnya, sering kali masyarakat lebih mengedepankan aksi frontal untuk menyampaikan aspirasinya. Di antaranya dengan menanami jalan rusak dengan pohon atau lainnya.

Ketua APPMD Wahyu Sekar Mulyo, Suparman juga mengaku kegiatan itu dilaksanakan untuk menumbuhkan kembali jiwa gotong royong di dalam masyarakat. Menurutnya, selama ini gotong royong mulai terkikis sedikit demi sedikit. “Dalam kegiatan ini, kami melibatkan semua pihak. Baik karang taruna hingga orang tua di Dusun Ngelosari dan Dondong. Tapi ada juga masyarakat di luar dusun juga ada yang membantu kegiatan itu,” kata dia.

Dia menambahkan, masyarakat tidak ingin terlalu bergantung kepada Pemkab Karanganyar. Oleh karena itu, masyarakat bersama-sama menanggung semua pembiayaan untuk memperbaiki jalan yang rusak. “Jalan yang rusak ini sepanjang satu kilometer. Informasi menyebutkan jika jalan ini milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU), tapi ada juga yang mengatakan bukan milik DPU. Kami pun memutuskan untuk memperbaikinya sendiri,” ujar Suparman.

Kegiatan itu menurut dia sudah dirancang sedemikian rupa. Baik dari sisi peralatan, logistik, material maupun tenaga. “Kami semua bahu membahu dalam memperbaiki jalan yang rusak. Kami tidak perlu menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai wujud protes. Dengan seperti itu, jalan juga tidak akan bagus dengan sendirinya,” tuturnya. pd

Read More
DSC_3253

Bhakti TMMD Desa Karang, Kecamatan Karangpandan

DSC_3253

Wakil Bupati Karanganyar Paryono Saat Membuka Bhakti TMMD Desa Karang Kec. Karangpandan, Kamis (24/4)

Pembukaan Bhakti TMMD di Desa Karang, Kecamatan Karangpandan dilaksanakan pada hari Kamis, (25/4) bertempat di Aula Balai Desa Karang. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Karanganyar, Pengadilan Agama Kab. Karnganyar, Polres Karanganyar dan Kodim 0727 Karanganyar serta muspika Karangpandan.

Bupati Karanganyar dalam sambutan arahannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Karanganyar Paryono mengatakan bahwa pelaksanaan TMMD dimaksudkan untuk sasaran fisik maupun sasaran tambahan adalah untuk kesinambungan membangun desa  dalam rangka berkehidupan sebagai masyarakat ataupun berbangsa yang hasilnya untuk kemanfaatan orang banyak serta untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membangkitkan rasa memiliki daerahnya.

Sementara itu Danramil Karangpandan, Kapten Inf Warisman dalam laporannya mengatakan, panjang pengerjaan pengecoran jalan 750m, waktu pelaksanaan selama 10 hari melibatkan TNI dan Warga.(ad/dt)

Read More

Bupati Serahkan Bantuan PNPM Surplus Tahun 2012

DSC_3075

Bupati Karanganyar Rina Iriani Serahkan Secara Simbolis Bantuan Surplus PNPM

Penyerahan bantuan sebanyak 147 ekor kambing dan 38 unit sarpras kepada KK miskin absolut dari hasil surplus UPK PNPM-Md Tahun 2012 Kecamatan Tawangmangu dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Tawangmangu, Sabtu (20/04). Hadir dalam acara tersebut Bupati Karanganyar Dr. Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, M.Hum yang didampingi Ka SKPD terkait.

Dalam sambutannya Bupati Karanganyar mengatakan penyaluran bantuan PNPM merupakan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat di sektor sarana dan prasarana fisik marga. Terwujudnya hunian dan dana kegiatan berupa ALADIN ( Atap / Lantai / Dinding ) dan sejumlah kambing ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik dan menjadi bekal yang efektif untuk peningkatan ekonomi masyarakat. “ Jangan sampai terjadi penyalahgunaan dan terjadi konflik dalam pengelolaanya “, ujar Rina. Sebelum mengakhiri sambutannya Bupati Karanganyar berpesan agar di alam pesta demokrasi ini, warga supaya dapat ikut menjaga ketenangan dan keamanan masyarakat. Pilihan Gubernur dan Wakil Gubernur sebentar lagi akan berlangsung, mari kita sukseskan dengan baik sertakan gunakan hak pilih dengan bijaksana dengan mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan.

Selama tahun 2012, PNPM Kec. Tawangmangu telah menyalurkan bantuan dengan rincian sebagai berikut : Desa Gondosuli jumlah bantuan kambing 31 ekor; Kelurahan Blumbang 36 ekor kambing; Kalurahan Kalisoro 8 ekor kambing dan 15 ALADIN; Kelurahan Tawangmangu 32 ekor kambing dan rehab rumah 5 buah; Desa Sepanjang 1 ekor kambing, ALADIN 1 buah dan rehab rumah 1 buah; Desa Karanglo 7 ekor kambing dan 1 rehab rumah; Desa Plumbon ALADIN 11 buah dan rehab kamar mandi 2 buah; Desa Bandardawung 2 ekor kambing dan ALADIN 5 rumah; Desa Nglebak 18 ekor kambing; Desa Tengklik ALADIN 1 rumah dan 9 ekor kambing. (ad)

Read More
DSC_2934

500 RT Terima Bantuan Pemugaran RTLH

DSC_2934

Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Dansos Pemugaran RTLH

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat guna pemerataan pembangunan di desa, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kab. Karanganyar menyalurkan bantuan dana sosial Pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada Acara Sosialisasi dan Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) kegiatan Pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Sabtu (18/04) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Untuk 15 Kecamatan 61 Desa 500 RT se Kab. Karanganyar menerima bantuan per RT sebesar sepuluh juta Rupiah. “ Bantuan diberikan secara tunai yang mana bantuan ini dibebankan pada APBD 2013 Kab. Karanganyar. Saya minta Uang sebesar Rp.10 juta/ RT untuk 500 RT se Kab. Karanganyar ini benar-benar digunakan untuk membangun rumah layak huni. Pembelian bahan harus menggunakan nota dan barang yang dibelanjakan haruslah bahan material baku untuk mendirikan bangunan seperti pasir, batu, semen, batako, kayu usuk, genteng. Jangan dibelikan kusen pintu/jendela. Bila itu diperlukan maka biaya dari swadaya masyarakat. Kami beri waktu tiga bulan bangunan rumah harus jadi, sehingga menjelang hari Raya Idul Fitri rumah layak huni sudah siap ditempati sanaak saudara keluarga masing-masing,” terang. Ka. BPMD Kab. Karanganyar Sri Desto S. Sos, M.Si saat menjelaskan kepada para penerima bantuan.

Ditambahkan pula ada dua Kecamatan yang abstein dari dana bantuan sosial RTLH ini yakni Kecamatan Jatiyoso dan Jenawi. Disebabkan kedua kecamatan tersebut belum menyerahkan data.

Sementara itu Bupati Karanganyar menegaskan bahwa bantuan yang diberikan dan selama waktu pendirian pembangunan rumah harus ada pengawasan untuk meninjau sejauh mana berjalan. “Bantuan ini kan menggunakan uang pemerintah, jadi harus ada mekanisme aturannya supaya benar-benar tepat sasaran dan dapat dirasakan manfaatnya oleh para penerima bantuan,” tandas Bupati Rina. (indah/fitri)

Read More