Category: Sosial

DSC_0354

Aksi Donor Memperingati Hari K3 Kab. Karanganyar

DSC_0355

Suasana Donor Darah di Aula Dinsosnakertrans, Selasa Pagi 03/02

DSC_0353

Suasana Donor Darah di Aula Dinsosnakertrans, Selasa Pagi 03/02

Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Karanganyar memperingati Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan mengadakan aksi donor darah di aula kantor Dinsosnakertrans pada hari Selasa pagi 03/02. Pelaksanaan aksi donor darah tersebut mentargetkan 100 orang peserta yang terdiri dari lingkup SKPD, BUMD, Polres, Kodim 0727, Tagana, TKST dan perusahaan yang ada di wilayah Kab. Karanganyar.

Adapun tema K3 tahun ini adalah Melalui Sistem Manajemen K3, Kita Wujudkan Indonesia Berbudaya K3 Dalam Menghadapi Perdagangan Bebas. Hal ini diharapkan tahun 2015 sebagai momentum yang tepat untuk lebih meningkatkan K3 menjadi budaya di tempat kerja dan menjadikan masyarakat Indonesia mandiri berbudaya K3. ad

Read More
DSC_0665 copy

Banyak Rekahan Tanah, Gubernur Jawa Tengah Minta Warga Di Relokasi

Karanganyar, Kamis (29/01/2015)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat membandingkan tinggi kursi dengan kedalaman amblasan tanah, Rabu (28/01) di depan rumah Wagiman.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat membandingkan tinggi kursi dengan kedalaman amblas tanah, Rabu (28/01) di depan rumah Wagiman.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, meminta agar warga yang menempati area rawan longsor, di Dusun Guyon, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar segera di pindahkan tempat tinggalnya.

Di lokasi itu, terdapat 12 rumah warga yang rawan bencana tanah longsor. Bahkan rumah milik Wagiman, RT 2 RW 3, halaman depan, dan teras sudah amblas sekitar satu meter. Selain itu, di dalam rumah juga terdapat rekahan lantai dan dinding.

Gubernur Ganjar Pranowo, yang saat itu didampingi Bupati Karanganyar Juliyatmono, dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo meminta agar warga di tempat itu segera direlokasi. “Tingkat pergeseran tinggi, suka tidak suka, mau tidak mau, ya pindah. Teryata warga punya tanah diatas. Pemerintah akan membuatkan rumahnya,” ujar Ganjar Pranowo, Rabu (28/01) petang saat di lokasi.

Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan, Pemerintah akan membiayai pembangunan rumah 12 warga itu dengan dana Rp. 45 juta per rumah, yang berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, BNPB Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Karanganyar. “Disini masih terdapat budaya gotong royong. Masih ada bagian rumah yang bisa dipakai,” jelasnya.

Di area lokasi rawan bencan itu, terdapat alat Early Warning System yang bisa berfungsi untuk mendeteksi gerakan tanah, sehingga warga dan pendamping bisa memantau kondisi setiap saat. “Tinggal menghitung hari saja. Jangan sampai seperti peristiwa di Jemblung, Kabupaten Banjarnegara terulang disini,” katanya. pd

Read More
DSC_0100

KKN Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan

Karanganyar, Selasa (20/01/2015)

DSC_0100

263 mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan saat diterima di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar sebelum ke lokasi, Senin (19/01)

Bupati Karanganyar Juliyatmono menerima langsung mahasisiwa Universita Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta yang mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

Juliyatmono berharap dengan penerjunan KKN di wilayah Kabupaten Karanganyar tidak hanya berbaur dengan kehidupan masyarakat, namun mahasiswa sebagai agen perubahan dapat memberikan perbaikan di desa.

Mahasiswa yang berjumlah 263 yang berasal dari berbagai fakultas itu disebar ke 10 Kecamatan, antara lain Kecamatan Karanganyar, Jaten, Kebak Kramat, Tasikmadu, Jumantono, Jumapolo, Matesih, Karangpandan, Mojogedang, dan Kerjo.

Wakil Pembantu Rektor (Wakarek) 3, Bidang Kemahasiswaan, Fadlil mengatakan KKN ini berlangsung dari 19/01-17/02 2015, dengan menerjunkan mahasiswa dari 10 Fakultas dan terbagi dalam 30 Program Studi (Prodi).

“KKN ini ada dua model, yakni pengabdian langsung kepada masyarakat dan model mengajar di sekolah-sekolah. Dalam satu kelompok yang dibuat terdapat berbagai unsur Prodi” ujar Fadlil, Senin (19/01) saat diterima di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Dia juga menjelaskan dengan KKN, mahasiswa tidak saja menerima teori di kampus namun juga bisa menerapkan ilmu studi yang di dapat, untuk di praktekkan ke masyarakat. pd

Read More
DSC_0052

Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Dilantik

DSC_0076

Bupati Karanganyar Juliyatmono Saat Memberikan Sambutan Pengarahan Kepada Pengurus LPM Yang Baru Saja Dilantik.

DSC_0052

Ketua Umum LPM Karanganyar Djatmiko Saat Melantik Ketua Pengurus LPM Kecamatan, Rabu Pagi 14/01

Pelantikan tersebut dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar pada Rabu pagi 14/01 oleh Ketua Umum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kabupaten Karanganyar Djatmiko. Pengurus LPM yang dilantik merupakan pengurus di tingkat kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar. Hadir dalam acara tersebut Bupati Karanganyar dan Ketua Umum LPM Prov Jateng.

 Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya mengapresiasi atas keberadaan LPM Karanganyar dan diharapkan LPM mampu berkontribusi secara nyata dalam mengembangkan pembangunan serta memajukan masyarakat perdesaan.

 Sementara itu Djatmiko Ketua Umum LPM Kab. Karanganyar mengatakan bahwa LPM harus lebih eksis, untuk itu LPM harus bisa memainkan peran lewat tugas dan fungsinya, yakni memberdayakan masyarakat dalam kegiatan pembangunan. Desa akan dijadikan sebagai subjek pembangunan itu sendiri dimana desa akan mampu mandiri dalam memajukan daerahnya. Adapun anggota LPM itu sendiri diambil dari tokoh-tokoh masyarakat dan kepemudaan yang berada di tingkat desa sekitar. ad

Read More
DSC_0071

BPBD Karanganyar Serahkan Bansos Bencana Alam

DSC_0082

Wakil Bupati Rohadi Widodo Saat Sambutan Pengarahan Bantuan Bansos Korban Bencana, Selasa Siang 13/01

DSC_0071

Wakil Bupati Rohadi Widodo Secara Simbolis Serahkan Bantuan Bansos Korban Bencana, Selasa Siang 13/01

Guna meringankan beban sosial ekonomi dan untuk memberikan semangat kembali kepada korban bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Karanganyar memberikan bantuan sosial bencana alam kepada sejumlah korban di 17 Kecamatan se Kab. Karanganyar, Selasa 913/01) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Hadir Rohadi Widodo selaku Wakil Bupati Karanganyar didampingi Kepala BPBD Adji Heru Pratama secara simbolis menyerahkan bantuan sosial kepada perwakilan korban bencana alam.

“ Telah diserahkan bansos untuk tahap I pada tanggal 31 Desember 2014 kepada 173 KK korban bencana dengan jumlah bantuan sebesar 173 juta rupiah, tahap II kepada 39 KK korban bencana dengan jumlah bantuan sebesar 71.5 juta rupiah,” hal ini disampaikan oleh Adji pratama Heru selaku Kepala BPBD Karanganyar saat menyampaikan laporannya. “ Pemberian bansos ini merata untuk sejumlah korban bencana alam di 17 Kecamatan se Kab. Karanganyar dengan perincian rusak berat 70 persen, rusak sedang 50 persen dan rusak ringan 30 persen. Masing-masing Kepala Kelurga (KK) korban bencana akan menerima bantuan sesuai dengan tingkat kerusakan, untuk rusak berat menerima bansos sebesar 3 juta rupiah, rusak sedang 1.5 juta rupiah dan rusak ringan menerima bansos 750 ribu rupiah,”jelasnya.

Pada kesempatan tersebut Rohadi Widodo selaku wabup Karanganyar menghimbau kepada semua pihak utamanya BPBD bekerjasama dengan masyarakat untuk cepat tanggap pada bencana alam terutama wilayah Karanganyar yang memang rentan dengan t5anah longsor. “ Kegotong royongan dan rasa kepeduliaan sesama yang besar sangat penting untuk terus ditingkatkan khususnya disaat-saat saudara kita mengalami musibah,” pesan wabup saat menyampaikan sambutannya. ad

Read More
DSC_0076 copy

Doakan Korban Musibah, Pelajar SMA Lakukan Shalat Gaib

Karanganyar, Selasa (06/01/2015)

Ratusan pelajar SMA Negeri 1 Karanganyar mengadakan shalat gaib untuk korban meninggal pesawat AirAisa QZ8501dan bencana tanah longsor di Banjarnegara, Selasa (06/01) di Masjid As Safir, SMA Negeri 1 Karanganyar

Ratusan pelajar SMA Negeri 1 Karanganyar mengadakan shalat gaib untuk korban meninggal pesawat AirAisa QZ8501dan bencana tanah longsor di Banjarnegara, Selasa (06/01) di Masjid As Safir, di sekolah itu.

Ratusan pelajar dari SMA Negeri 1 Karanganyar mengadakan shalat gaib untuk korban meninggal jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 tujuan Surabaya-Singapura.

Tempat ibadah yang terletak di pojok sekolah favorit di Bumi Intanpari itu, dipenuhi ratusan pelajar dari kelas X, XI dan XII berjajar rapi di lantai satu maupun dua di Masjid As Safir, Komplek SMA Negeri 1 Karanganyar, Selasa (06/01).

Selain diikuti para peserta didik, shalat gaib itu juga diikuti Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, dan guru agama SMA Negeri 1 Karanganyar, dengan bertindak sebagai imam Winarno, guru agama Islam. “Shalat gaib berjamaah ini juga mendoakan korban meninggal musibah tanah longsor di Banjarnegara,” kata Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Karanganyar, Hartono, setelah acara.

Dia juga mengatakan, dengan acara ini anak didik bisa mempunyai rasa empati karena korban bencana alam dan korban jatuhnya pesawat AirAsia. “Yang jelas anak-anak bisa mempunyai rasa peduli sejak dini. Kami sebelumnya juga sudah minta partisipasi mengumpulkan bantuan untuk musibah tanah longsor di Banjarnegara,” jelas Hartono.

Salah satu murid sekaligus jamaah shalat gaib, Nabela Fona Arfianti mengatakan dengan ikut mendoakan diharapankan agar keluarga diberi ketabahan. “Semoga jenazah bisa segera ditemukan, diidentifikasi dan dikuburkan,” jelas pelajar kelas IX ini.pd

Read More
DSC_0162 copy

Mensos Cek Langsung Penerima Bantuan Program Keluarga Harapan

Karanganyar, Selasa (30/12/2014)

Menteri Sosial Kofifah Indar Parawansa dan Bupati Karanganyar Juliyatmono saat berkunjung di peserta penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Senin (29/12) di RT 6/RW 6 Dusun Mojorejo, Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

Menteri Sosial Kofifah Indar Parawansa dan Bupati Karanganyar Juliyatmono saat berkunjung salah satu   peserta penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Senin (29/12) di RT 6/RW 6 Dusun Mojorejo, Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke Kabupaten Karanganyar, melakukan pengecekan langsung ke warga penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), di Dusun Mojorejo, Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Senin (29/12).

PKH merupakan program bantuan yang diberikan oleh Kementerian Sosial bagi Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) dalam bentuk bantuan tunai. Adapun peserta merupakan yang memiliki ibu hamil (bumil) atau balita, dan peserta PKH adalah KSM yang memiliki anak didik usia enam-15 tahun (SD/SMP).

Pada kunjungan di Bumi Intanpari itu, Mensos Khofifah meminta warga penerima bantuan menggunakan dana bantuan dari Pemerintah Pusat itu digunakan sebaik-baiknya. Kunjungan tersebut mendatangi langsung rumah warga penerima PKH di RT 6, RW 6 yakni keluarga Salinem dengan mendapatkan bantuan sebesar Rp. 740 ribu per tahun. Keluarga Timbrung, dengan besar bantuan Rp. 1.240.000 per tahun, dan keluarga Supiana, sebesar Rp. 2.240.000 per tahun

Mensos Khofifah mengatakan Program Keluarga Harapan (PKH) ini diikuti pendamping. “PKH ini berbentuk condisional cast transfer (CCT). Jadi tugas pendamping mengawal penerima bantuan sampai bisa mandiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mensos mengatakan, sebelum dinyatakan bisa mandiri, para penerima bantuan PKH itu terlebih dahulu di nilai oleh pendamping, sejauh mana kesiapan bisa mandiri. “Setelah dinyatakan siap mandiri. Mereka akan mendapatkan program usaha ekonomi produktif dalam bentuk kelompok atau KUBE. Ini tahapannya relatif terukur,” jelasnya saat disela-sela kunjungan singkat.

Dari informasi yang diperoleh dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Karanganyar. PKH Kabupaten Karanganyar tahap 4 tahun 2014 total mencapai 9.711 rumah tangga yang mendapatkan dana bantuan PKH tersebut. Untuk di Kecamatan Gondangrejo 1.254 rumah tangga, dengan dana bantuan Rp. 400.125.000.pd

Read More
DSC_0002-copy

Karanganyar Raih Penghargaan Kabupaten Peduli Ham

Karanganyar, Kamis (11/12/2014)

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, saat menunjukkan piagam penghargaan Kabupaten Karanganyar Peduli Ham Pada tahun 2013, Kamis (11/12) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, saat menunjukkan piagam penghargaan Kabupaten Karanganyar Peduli Ham Pada tahun 2013, Kamis (11/12) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar

Kabupaten Karanganyar mendapatkan penghargaan sebagai Kabupaten Peduli Ham Pada Tahun 2013, dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Hamonangan Laoly memberikan piagam penghargaan kepada puluhan Kabupaten / Kota dan 34 Provinsi yang peduli HAM, termasuk Kabupaten Karanganyar, Rabu (10/12) di Kantor Kemenkumham.

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, saat ditemui setelah sampai di Kabupaten Karanganyar mengatakan, ada lima kriteria penilaian yakni hak hidup, hak mengembangkan diri, hak atas kesejahteraan, hak atas rasa aman, dan hak perempuan.

“Kabupaten Karanganyar mendapatkan nilai 87,06 jadi urutan ke dua di Provinisi Jawa Tengah, dari 16 Kabupaten/Kota yang mendapatkannya,” kata Rohadi Widodo, Kamis (11/12) pagi di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Lebih lanjut, Rohadi mengatakan kriteria penilaian yang diperoleh rata-rata sudah bagus dengan mendapatkan nilai 10, seperti untuk poin angka kematian ibu, angka kematian bayi, persentase anak usia 7-12 tahun yang belum memperoleh pendidikan tingkat SD, anak usia 13-15 tahun yang belum memperoleh pendidikan tingkat SMP, maupun persentase penyandang buta aksara.

“Namun masih terdapat poin nilai dari kriteria penilaian yang kurang atau dibawah standar, nantinya kita berusaha untuk memperbaiki agar lebih baik lagi dan meningkat,” jelasnya. pd

Read More
DSC_0042 copy

Gubernur Jawa Tengah Berikan Ceramah di Kemah Kebangsaan

Karanganyar, Jumat (05/12/2014)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberikan Ceramah Umum di kegiatan Kemah Kebangsaan, Kamis (04/12) malam,  di Balai Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberikan Ceramah Umum di kegiatan Kemah Kebangsaan, Kamis (04/12) malam, di Balai Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, memberikan ceramah umum di depan 153 peserta Kemah Kebangsaan. Kegiatan yang diikuti lima unsur agama dari 17 kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sungguh luar biasa, karena bisa menjadi pemersatu masyarakat Indonesia,” ujar Gubernur Ganjar Pranowo, Kamis (04/12) malam, di Balai Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso.

Gubernur menambahkan kebhinekaan bangsa Indonesia bisa diwujudkan dengan berbagai cara, misalkan saja dengan bergotong royong bersama dengan berbagai umat beragama.
“Kemah kebangsaan seperti ini sebagai salah satu implementasi kerukunan umat beragama. Kita diwajibkan berhubungan dengan Tuhan, dan juga berhubungan dengan baik antar sesama manusia. Jangan sampai terpecah belah,” ucap Ganjar Pranowo.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan agama mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan di tempat yang terhormat, maka mari kita hayati kemah kebangsaan ini. “Interaksi antar kita akan melahirkan spririt keagamaan di tempat masing-masing daerah. Mari kita perkokoh jati diri kita sebagai warga bangsa untuk tetap menjaga idelogi negara,” jelas Juliyatmono.

Penyelenggaraan kegiatan tersebut bekerjasama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karanganyar, dan Gerakan Pramuka Kwartir Kabupaten Karanganyar. Kemah itu berlangsung Kamis-Sabtu (04-06/12) di lapangan Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso. pd

Read More
gue copy

Kemah Kebangsaan Wujud Tolerasi Antar Umat Beragama

Karanganyar, Kamis (04/12/2014)

Bupati Karanganyar Juliyatmono (bertopi,tengah) saat meninjau peserta Kemah Kebangsaan), Kamis (04/12) pagi di lapangan Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso.

Bupati Karanganyar Juliyatmono (bertopi,tengah) saat meninjau peserta Kemah Kebangsaan), Kamis (04/12) pagi di lapangan Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan kemah. Namun kemah itu diikuti oleh berbagai unsur lima agama dan pramuka di Karanganyar, yang berlangsung, Kamis-Sabtu (04-06/12) di lapangan Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso.

Pada upacara pembukaan Kemah Kebangsaan, Bupati Karanganyar Juliyatmono sebagi Inspektur Upacara mengatakan, melalui salah satu Visi dan Misi Kabupaten Karanganyar yakni Peningkatan Kualitas Keagamaan, Sosial dan Budaya mewujudkan dengan mengadakan kemah tersebut.

“Setiap pembangunan merupakan kesejahteraan yang hakiki. Hal itu tidak terwujud dengan baik, karena juga dibutuhkan kesejahteraan batiniah,” kata Bupati Juliyatmono, Kamis (04/12) pagi.

Lebih lanjut dikatakannya, interaksi komunikasi antar pemeluk agama dalam satu tenda dapat menghasilkan output saling tolerasi, menghargai dan meningkatkan kualitas pemeluk agama.
“Pembangunan tidak boleh terhambat karena konflik agama. Kita ingin menjadi teladan yang baik bagi kabupaten dan masyarakat luas, sebab bersatu untuk menyongsong masa depan yang lebih baik melalui spirit agama tanpa ganguan,” ujar Bupati Juliyatmono.

Dia juga manjelaskan, semua agama tidak mengajarkan pertikaian, permusuhan dan konflik. Sebab agama mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan di tempat yang terhormat, maka mari kita hayati kemah kebangsaan ini.

“Interaksi antar kita akan melahirkan spririt keagamaan di tempat masing-masing. Mari kita perkokoh jati diri kita sebagai warga bangsa untuk tetap menjaga idelogi negara,” jelas Juliyatmono.

Kegiatan yang dinamakan Kemah Kebangsaan itu diikuti sebanyak 17 regu dari masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar, dengan jumlah total 153 peserta. Sedangkan sebagai ceramah umum yang dilangsungkan pada hari ini, sekitar pukul 19.30, di Balai Desa Segorogunung, menghadirkan Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kasrem Warastratama mewakili Pangdam IV Diponegoro, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Tengah, dan Muspida Kabupaten Karanganyar. pd

Read More