Category: Sosial

DSC_0051

Mbah Wiji Senang Dapat Bantuan RTLH

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berbincang dengan mbah Wiji (paling kiri) di rumahnya, RT 04, RW 13, Dusun Banjar Sewu, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berbincang dengan mbah Wiji (paling kiri) di rumahnya, RT 04, RW 13, Dusun Banjar Sewu, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar.

Karanganyar, Kamis (12/11/2015)
Raut muka bahagia terpancar dari seorang wanita tua di sebuah rumah yang sederhana bercat kuning. Dialah Wiji, umur 80 tahun, bertempat tinggal di RT 04, RW 13, Dusun Banjar Sewu, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar.

Rumah yang ditinggali sendirian oleh Mbah Wiji karena suami dan keduan anaknya telah meninggal dunia, mendapat bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Pemerintah Provinisi Jawa Tengah sebesar Rp. 7 juta, yang dicairkan pada bulan Sepetember 2015.

“Dana sebesar itu diperuntukkan merehab atap, lantai dan dinding dengan pengelolaan kelompok masyarakat,” kata Kepala Desa Ngadiluwih, Supriyanto Widodo.

Setelah rehab selesai, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, didampingi Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo mengunjungi rumah berukuran 4×6 meter, Rabu (11/11) di lokasi.

Setelah selesai berbincang denga mbah wiji, Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan di Jawa Tengah masih ada sekitar 2 juta RTLH

“Ada skenario untuk mempercepat pembangunan yakni dengan anggaran provinsi dan pusat jika berbagi bisa mempercepat, dan dengan bantuan CSR,” katanya.

Ganjar juga menuturkan saat ini lagi dibuat Perda CSR untuk mempercepat pembangunan tanpa bergantung pada anggaran Negara. pd

Read More
DSC_0527

Hari Pahlawan Sebagai Barometer Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono Saat Membacakan Sambutan Menteri Sosial RI Upacara Peringatan Hari Pahlawan Ke-70 Di Kabupaten Karanganyar, Setda Karanganyar (10/11)

kominfo

Peletakan Bunga Oleh Kapolres Karanganyar AKBP. Mahedi Surindra, SH, S. IK Selaku Inspektur Upacara Tabur Bunga di TMP Dharma Tunggal Bhakti Karanganyar

kominfo

Forkompinda Karanganyar Saat Tabur Bunga Hari Pahlawan 2015

Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2015 Ke-70 Kabupaten Karangayar berlangsung khidmat, Selasa pagi (10/11/2015) di Halaman Kantor Sekretariat Daerah Karanganyar. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Karanganyar Drs. H. Juliyatmono, MM dan sebagai Komandan Upacara dari Kodim 0727 Karanganyar Kapten Infanteri Suwandi.
Upacara diikuti oleh Wakil Bupati Karanganyar, Forkompinda Karanganyar, Jajaran Kepala SKPD Karanganyar, Organisasi Pemuda, Karyawan/wati PNS dilingkungan Karanganyar, Mahasiswa serta Pelajar.

Amanat Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa yang dibacakan oleh Bupati Karanganyar menyampaikan bahwa penyelenggaraan peringatan Hari Pahlawan selalu menjadi penting, karena dapat digunakan sebagai barometer tentang seberapa kuat keyakinan kita terhadap nilai-nilai kejuangan dari suatu proses kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, juga sebagai salah satu bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dan pejuang untuk mewujudkan kemerdekaan dan menjaga tetap utuhnya negara kesatuan Republik Indonesia.

Peringatan Hari Pahlawan tahun 2015 ini difokuskan untuk membangun kesadaran dan ingatan kolektif seluruh bangsa Indonesia sebagai representasi pengakuan, penghormatan, dan penghargaan dari nilai-nilai kejuangan untuk diimplementasikan dalam kehidupan bernegara pada waktu kini dan akan datang.

Hari Pahlawan tahun 2015 ini mengusung tema “Semangat Kepahlawanan Adalah Jiwa Ragaku”. Makna dari tema tersebut adalah untuk menginternalisasi jiwa semua anak bangsa agar nilai kepahlawanan terpatri dan merasuk ke dalam sanubari yang paling dalam untuk meneladani sifat-sifat kepahlawanan yaitu rela berkorban, tanpa pamrih, bekerja keras, jujur, berani demi kebenaran serta patriotik.

Saat ini bangsa Indonesia masih menghadapi tantangan persatuan, keutuhan dan, produktifitas bangsa. Mulai dari terjadinya konflik intoleransi antar umat beragama, berkembangnya faham radikalisme, tawuran antar kampung maupun antar pelajar, maraknya penyalahgunaan narkoba, kekerasan terhadap anak dan perempuan dan sebagainya. Keadaan ini jauh dari apa yang dicita-citakan dan diperjuangkan oleh para pendiri bangsa yang telah mewariskan Negara Kesatuan Republik Indonesia kepada kita semua.

Marilah kita renungkan sekali lagi, langkah besar Bapak Bangsa kita seperti Soekarno, Mohammad,Hatla, Wahid Hasyim, Mohammad Yamin, Abdul Kahar Mudzakkir, Agus Salim, Abikusno Tiokrosoejoso, AA Maramis, dan Ahmad Subarjo yang terhimpun dalam Panitia Sembilan BPUPKI. Mereka telah mewariskan lima norma dan nilai-nilai yang kemudian menjadi Pancasila sebagai dasar negara,’sebagai ideologi pemersatu bangsa, juga sebagai spirit kegotong-royongan dalam bermasyarakat dan bernegara.

Langkah besar dan semangat kepahlawanan para pendiri bangsa itulah yang perlu di-diseminas ikan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk memberikan penguatan semangat dalam menghadapi setiap tantangan dan ujian yang dihadapi negeri ini. Untuk itu marilah momentum ini kita jadikan satu langkah baru untuk membangun keyakinan dan optimisme kita sebagai warga bangsa untuk dijadikan landasan revolusi karakter bagi bangsa Indonesia menjadi negara maju dan bermartabat.

Usai pelaksanaan Upacara dilanjutkan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Dharma Tunggal Bakti, Karanganyar, Jawa Tengah. Selaku Inspektur Upacara Tabur Bunga Kapolres Karanganyar AKBP. Mahedi Surindra, SH, S. IK.

Bupati Karanganyar, Wakil Bupati, Forkompinda Karanganyar, Jajaran Kepala SKPD Karanganyar diikuti peserta Upacara melakukan tabur bunga sebagai tanda penghormatan atas perjuangan mereka yang telah mendahului kita dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia sampai darah penghabisan dan gugur sebagai Syuhada’. Ad/ind

Read More
DSC_0140 – Copy

Gunung Lawu Terbakar, Penyelamatan Fasum Jadi Prioritas

Gunung Lawu masih terlihat kepulan asap kebakaran dilihat dari perbatasan Karanganyar (Jateng)-Magetan (Jatim)

Kepulan asap kebakaran Gunung Lawu masih terlihat dari perbatasan Karanganyar (Jateng)-Magetan (Jatim)

Karanganyar, Senin (26/10/2015)
Akibat terbakarnya Gunung Lawu menjadi prioritas untuk mengamankan fasilitas umum (fasum) di Cemoro Kandang, Kecamatan Tawangmangu dan Cemoro Sewu di Kabupaten Magetan, selain upaya pemadaman.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Nugroho mengatakan saat ini mengantisipasi akibat kebakaran dengan siaga mengamankan fasum jika ada api yang menjalar sampai pemukiman.

“Seperti di Cemoro Sewu, Jawa Timur sudah mengarah ke pemukiman. Tetap waspada agar jaringan air jangan sampai terbakar, listrik, dan arus lalu-lintas karena tanah sudah mulai goyah,” kata Nugroho, Senin (26/10) di Cemoro Kandang.

Nugroho juga menjelaskan upaya pemadaman terus dilakukan dengan mengerahkan Pemadam Kebakaran dari Surakarta, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, dan Klaten, Boyolali, dan Magetan.

Peristiwa kebakaran Gunung Lawu yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur itu Minggu (25/10) siang, sudah menjalar sampai titik mulai pendakian di Cemoro Sewu. Namun di wilayah Kabupaten Karanganyar belum ada penentuan status bencana kebakaran.

Perlu diketahui, kedua tempat pos pendakian itu berdekatan dan hanya dipisahkan dengan sungai dan masing-masing bukit terdapat pohon-pohon besar hampir berdekatan.

“Sampai saat ini belum ada penentuan siaga kebakaran, sambil kita pantau terus perkembangannya sampai tiga hari kedepan,” ucapnya.

Dia juga mengatakan Minggu (25/10) di pos satu ada gerakan api dan sudah digerakan relawan rombongan pertama 19 orang untuk memadamkan api diatas, yang kedua ada 15 orang.

“Diketahui ada dua titik api di pos 1, Cemoro Kandang petak 63N dan 63O. Kalau dilihat dari sebelah utara terlihat jelas api sangat besar sekali,” katanya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo memantau kebakaran tersebut di pos Cemoro kandang.

“Dengan melihat situasi seperti itu kita mencegah meluasnya kebakaran hutan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar sudah melokalisir sejak kemarin, Minggu (25/10),” kata Bupati Juliyatmono.

Dia juga mengatakan penyebaran api bisa karena bara api setelah membakar pohon atau batu kemudian apabila terkena angin dan membakar yang lainnya.

“Bisa juga percikan api yang jatuh dan menyebar dibawahnya. Tentunya ada upaya keras dengan memadamkan api,” katanya. pd

Read More
DSC_0092

Wirausahawan dan Disabilitas Karanganyar Terima Bantuan Sarana Usaha

Kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono Memberikan Pengarahan Setelah Memberikan Bantuan Secara Simbolis Kepada Penerima Bantuan

kominfo

Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar Memberikan Secara Simbolis Bantuan Kepada Penerima Bantuan

Guna mewujudkan salah satu misi Pemerintah Kabupaten Karanganyar yakni menciptakan 10.000 wirausahawan mandiri. Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi  (Dinsosnakertrans) Karanganyar menyelenggarakan kegiatan  Penyerahan Bantuan Sarana Usaha, Senin (23/10/2015) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Bantuan sarana usaha ini berasal dari APBN (Pusat) yang ditujukan pada kegiatan wirausaha mandiri, kegiatan pemberdayaan tenaga kerja penyandang disabilitas dan kegiatan pemberdayaan tenaga kerja muda dan wanita.

“Sebelumnya para penerima bantuan usaha ini telah mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Kementerian Tenaga Kerja, khususnya untuk para tenaga kerja muda dan wanita. Mereka telah dibekali dengan pelatihan oleh Pusat karena ini berkaitan langsung dengan pengiriman tenaga kerja keluar negeri.  Sedangkan wirausaha mandiri dan difabel, mereka juga telah dilatih baik secara manajemen dan tekniknya oleh Dinas Sosial Karanganyar  sehingga bantuan yang diterima dapat untuk melanjutkan kegiatan usahanya”, kata Kepala Dinsosnkertrans Karanganyar, Agus Heri Bindarto.

Dalam laporannya ia juga menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan ini tidak lain adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan manajemen usaha, mengurangi pengangguran sekaligus menciptakan lapangan kerja sebagai salah satu wujud menciptakan 10.000 wirausahawan mandiri di Kabupaten Karanganyar.

“Bantuan sarana usaha dari APBN ini berupa 50 unit mesin jahit, 25 buah sangkar burung, 25 unit set rintisan pengelolaan pertanian (peralatan pengorengan, kompor, gas), 30 unit kompressor/peralatan bengkel untuk disabilitas dan mesin obras peralatan penggiling jagung, gerobak bakso motor”, terang Kepala Dinsosnakertrans Karanganyar dihadapan Bupati , Wakil Bupati dan 160 peserta wirausaha penerima sarana bantuan usaha.

Sementara itu  Bupati Karangnyar Juliyatmono saat menyampaikan arahannya menghimbau kepada peserta penerima bantuan agar benar-benar menggunakan dengan baik sarana bantuan usaha yang telah diterima.

“Saya akan cek lagi, apakah bantuan yang diterima ini digunakan benar untuk melanjutkan usahanya, terlebih lagi sebelumnya sudah dilatih secara manajemen dan teknik. Syukur-syukur setelah menerima bantuan ini, usahanya semakin berkembang , semakin maju, sukses. Justru usaha-usaha yang sukses ini yang oleh Pemerintah akan diberi bantuan lagi supaya dapat memperluas lapangan kerja”, tutur Bupati Karanganyar Juliyatmono dihadapan peserta wirausaha.

“Bantuan sarana usaha yang diterima jangan sampai dijual. Ini untuk modal memajukan sekaligus mengembangkan usaha. Untuk mencukupi kebutuhan hidup baik sandang, pangan sekaligus memberi peluang usaha untuk yang belum memiliki pekerjaan. Harapan saya, dikerjakan dengan baik  semoga ini menjadi sarana bapak ibu mendapat rejeki yang berkah dan melimpah”, pesan Juliyatmono.

Selanjutnya dilakukan penyerahan bantuan sarana usaha secara simbolis oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono yang didampingi Wakil Bupati Rohadi Widodo dan Kepala Dinsosnakertrans kepada perwakilan peserta wirausaha mandiri. Ad/ind

Read More
DSC_0020

Terima Banyak Uang, Bupati Minta Warga Hati-hati

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat berbincang dengan warga penerima ganti rugi pembangunan Waduk Gondang

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat berbincang dengan warga penerima ganti rugi pembangunan Waduk Gondang

Karanganyar, Rabu (14/10/2015)
Bupati Karanganyar Juliyatmono meminta kepada ratusan warga Desa Ganten, Kecamatan Kerjo penerima ganti rugi tanah untuk pembangunan Waduk Gondang untuk berhati-hati.

“Jangan tergesa-gesa menggunakan uang itu, saya sarankan gunakan juga untuk bersedekah dengan iklhas,” kata Bupati Juliyatmono Selasa (13/10) di Balai Desa Ganten, Kecamatan Kerjo.

Terkait ganti rugi tanah itu, setelah ada persetujuan selama 14 hari sudah bisa masuk rekening masing-masing di bank.

Bupati juga menjelaskan, jika ada warga yang tidak cocok dengan harga ganti rugi tanah yang telah dihitung oleh tim penilai (appraisal) bisa mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri terhitung 14 hari sejak nilai ganti rugi diumumkan.

“Apabila kurang puas lagi, bisa mengajukan ke Mahkamah Agung RI,” kata dia.

Dari hasil penelusuran, warga penerima ganti rugi tanah ada yang mendapatkan Rp. 500 juta. Adapula Rp. 1,2 miliar terbagi untuk rumah tinggal dan lahan pekarangan yang terdapat berbagai pohon.

“Saya masih bingung untuk apa saja uang sebanyak itu,” kata salah satu warga. pd

Read More
au

Resmikan Huntap, Gubernur Ganjar Merasa Kagum

Gubernur Ganjar Pranowo saat melihat dari dekat Hunian Tetap relokasi warga, di Dusun Puru-puru, Desa Balong, Kecamatan Jenawi

Gubernur Ganjar Pranowo saat melihat dari dekat Hunian Tetap relokasi warga, di Dusun Puru-puru, Desa Balong, Kecamatan Jenawi

Karanganyar, Senin (12/10/2015)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merasa kagum begitu turun dari mobil melihat keberhasilan pembangunan rumah program relokasi tanah longsor, di Kecamatan Jenawi.

“Wah ini bangunan tertata rapi, bagus-bagus,” kata Gubernur Ganjar Pranowo, setelah peresmian di Hunian Tetap (Huntap) korban tanah longsor, di Dusun Puru-puru, Desa Balong, Kecamatan Jenawi, Minggu (11/10) siang.

Lantas, Ganjar bersama Deputi 1 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bernadus Wisnu Wijaya, Bupati Karanganyar Juliyatmono, dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo melihat dari dekat sekitar 30 rumah warga itu yang berdiri di atas tanah seluas 12.900 meter persegi.

“Ini hebat, bisa menjadi contoh daerah lain. Mau pindah saja sudah dua jempol, karena ada orang yang terkena bencana pindah saja tidak mau,” ujarnya.

Dia juga mengapresiasi kepedulian Pemkab Karanganyar dalam menanggulangi bencana, dengan cara masyarakat diberi edukasi pengurangan risiko bencana bahwa tempatnya mempunyai potensi bencana sangat tinggi.

“Akan saya kampanyekan keberhasilan di Karanganyar ini. Mudah-mudahan menjadi contoh pengurangan risiko, karena Jawa Tengah ini supermarketnya bencana,” katanya.

Untuk diketahui biaya pembangunan setiap rumah mendapatkan bantuan dana Rp 20 juta dari APBN ditambah Rp 15 juta dari APBD Provinsi Jawa Tengah dan Rp 10 juta dari APBD Kabupaten Karanganyar.

Program relokasi korban bencana alam di Kabupaten Karanganyar terealisasi dua tahapan. Tahap pertama, pembangunan 96 unit yang berada di Kecamatan Jenawi, Kerjo dan Tawangmangu dengan total biaya Rp. 1,92 miliar.

“Tahap dua mendanai pembangunan 65 unit rumah sebesar Rp. 1,3 miliar di Jenawi, Kerjo dan Colomadu,” katanya.

Bupati Juliyatmono menjelaskan pula pada kesempatan itu untuk salah satu wujud lain mengurangi risiko bencana, Pemkab Karanganyar akan mengiatkan kegiatan menanam pohon.

“Bulan November nanti akan ada aksi menanam pohon di lereng Gunung Lawu,” katanya.

Dia juga mengatakan bahwa lokasi huntap ini aman dan baik, jadi tidak perlu ada kekhawatiran.

Ditambahkan oleh Bernardus Wisnu Wijaya, pembangunan hunian relokasi tersebut menjadi contoh sinergitas masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi bencana.

“Ini contoh masyarakat dan pemerintah yang tangguh dalam menghadapi bencana,” ujarnya. pd

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunting rangkaian bunga melati saat peresmian Hunian Tetap Relokasi

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunting rangkaian bunga melati saat peresmian Hunian Tetap Relokasi

Read More
DSC_0290

420 Unit Rumah Terima Stimulan APBD Karanganyar TA 2015

DSC_0296

Bupati Karanganyar Didampingi Wakil Bupati Karanganyar Saat Menyerahkan Secara Simbolis Bantuan Pemugaran Rumah, Rumdin Bupati Karanganyar Senin Pagi (12/10)

Guna mewujudkan rumah layak huni bagi warga berpenghasilan rendah dan meningkatkan sawadaya masyarakat melalui stimulan/bantuan sosial APBD Kabupaten Karanganyar TA 2015 serta mewujudkan pemukiman yang sehat aman serasi. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BAPERMADes) Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan Sosialisasi Pemugaran dan Pemukiman Pedesaan di Kabupaten Karanganyar, Senin pagi (12/10/2015) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

“ Bantuan sosial APBD Kabupaten Karanganyar Tahun Anggaran 2015 sebesar dua miliar rupiah untuk kegiatan perumahan dan pemukiman pedesaan diberikan kepada 400 unit rumah se Kabupaten Karanagnyar yang masing-masing unit mendapat sebesar lima juta rupiah dan tambahan 20 Unit rumah masuk dalam perubahan sehingga total ada 420 unit rumah akan menerima stimulan/bantuan sosial.

Pencanangan RTLH di Desa Kalijirak, Tasikmadu  besok hari Jum’at (16/10/2015) langsung oleh Bupati dan diikuti secara serentak diseluruh Desa se Kabupaten Karanganyar,” terang Kepala BAPERMADes Karanganyar Utomo Sidi Hidayat saat menyampaikan laporannya dihadapan Bupati Karananganyar, Wakil Bupati, Asisten Perekonomian Setda Karanganyar serta warga masyarakat penerima bantuan sosial Pemugaran dan Pemukiman Pedesaan.

Utomo Sidi mengatakan bahwa dengan adanya stimulan ini diharapkan mewujudkan RTLH dan meningkatkan gotong royong di masyarakat.

“ Harapan saya dengan bantuan sosial ini, untuk terwujudnya Rumah Tidak L:ayak huni (RTLH) sekaligus memperkuat sifat gotong royong warga masyarakat.Jadi tiap Kepala Keluarga (KK) mendapat bantuan Rp. 5 juta dan dikelola secara berkelompok, dikerjakan bersama sama dengan warga secara gotong royong. Jadi tidak boleh diborongkan,” terangnya yang disambut antusias oleh warga penerima bantuan.

Karena ini merupakan salah bentuk perhatian Pemerintah kepada warga masyarakat yang memang rumahnya belum layak huni.

“Ini adalah wujud salah satu program Pemerintah Kabupaten Karanganyar yakni Pembangunan Infrastruktur Menyeluruh. Termasuk bantuan sosial pemugaran dan pemukiman pedesaan ini sebagai bentuk perhatian Pemerintah kepada masyarakat yang rumahnya memang belum layak huni,” tambah Utomo Sidi Hidayat saat mengakhiri laporannya.

Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menyampaikan sambutannya mengatakan bahwa meski bantuan soial yang diberikan hanya sedikit, ini merupakan salah satu perhatian Pemerintah guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Tahun ini rumah-rumah yang belum sehat, kita bantu agar layak huni. Minimal ubin dan dindingnya. Syukur-syukur jamban juga disiapkan, karena itu merupakan syarat wujud Rumah yang Sehat. Supaya tidak ada lagi warga yang BAB sembarangan karena bisa mengotori, mencemari sungai/kali dan lingkungan sekitarnya. Sehingga keberadan jamban ini sangat penting. Wujud rumah sehat dapat mengangkat derajat kesehatan masyarakat. Karena dengan sehat dapat memperpanjang harapan usia hidup seseorang. Maka itu, meskipun bantuan yang diterima hanya sedikit, semoga dapt untuk mewujudkan rumah sehat dan membawa keberkahan bagi kita semua,” harapan Juliyatmono dihadapan para warganya.

Pada kesematan tersebut dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan dari Kalurahan Delingan Kecamatan Karanganyar sebanyak 15 Unit rumah sebesar Rp. 75 Juta. Ad/ind

Read More
DSC_0160

TMMD Sengkuyung Wujud Kecintaan TNI Kepada Rakyat

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono Sampaikan Pengarahan didepan peserta Rakor Persiapan TMMD Sengkuyung II TA 2015 di Podang 1 Setda Karanganyar, Rabu (01/10)

kominfo

Dandim 0727 Karanganyar Letkol Inf Marthen Pasunda saat paparan Rakor persiapan TMMD Sengkuyung II

Pemkab Karanganyar bersama Kodim 0727 Karanganyar terus berupaya memberikan yang terbaik untuk warga Karanganyar terkhusus warga Ngepungsari Kecamatan Jatipuro. Hal tersebut disampaikan Bupati Karanganyar Juliyatmono saat memimpin Rakor Persiapan TMMD Sengkuyung II Tahun Anggaran 2015 di Podang 1 Kantor Setda Karanganyar hari Rabu Pagi (01/10). Hadir dalam kesempatan tersebut Dandim 0727 Karanganyar Letkol Inf. Marthen Pasunda, S.Sos, Ketua Pengadilan Agama Karanganyar H. UU Abd. Haris, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Kepala BPMD Karanganyar beserta SKPD terkait.

Bupati Karanganyar dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada KODIM 0727 Karanganyar beserta warga Ngepungsari dan Jajaran di Pemkab Karanganyar atas terlaksananya TMMD Sengkuyung II yang rencana akan dimulai tanggal 8 – 28 Oktober 2015.

“TNI lahir dari rakyat, untuk itu kebanggaan warga terhadap TNI perlu dibangun dan diwujudkan dalam TMMD ini”, tambah Juliyatmono

Sementara itu Dandim 0727 Karanganyar Letkol Inf Marthen Pasunda dalam paparan singkatnya menjelaskan bahwa pemilihan Desa Ngepungsari Kecamatan Jatipuro sebagai lokasi TMMD dikarenakan desa tersebut tergolong tertinggal dibandingkan desa sekitar. Selain kegiatan fisik, TMMD kali ini juga mengfokuskan pada kegiatan non fisik.

Adapun sasaran fisik yang hendak dicapai dalam TMMD sengkuyung TA. 2015 ini adalah Betonisasi jalan Dsn. Sanan  (1000m), betonisasi jalan Dsn. Talang (200m), betonisasi jalan Dsn. Lasem (400m), rehab pembangunan Masjid Nasir bin Soleh, dsn. Talang, plester halaman & pembuatan saluran pembuangan air (spa) dan rehab rumah tidak layak huni 10 unit serta jambanisasi 10 unit.

Untuk sasaran non fisik seperti Pembinaan dan Pelatihan Tentang Bela Negara, Sosialisasi Kamtibmas, Sosialisasi Bahaya Narkoba, Sosialisasi Pensertifikatan Tanah, Ketrampilan dari PKK dan PERSIT KCK Cab. KODIM 0727/Karanganyar, Pemberdayaan Industri Kecil, Pelayanan KB DAN Kesehatan, Pembinaan Mental dan Rohani, Pasar murah, Olah raga bersama Dan Hiburan rakyat.
Kegiatan TMMD Sengkuyung II TA. 2015 kali ini menelan biaya sebanyak Rp. 564.000.000,- dimana pendanaannya bersumber dari APBD Propinsi Jateng utk Fisik (130.000.000), APBD Propinsi utk stimulan SST (35.000.000), APBD Propinsi untuk Giat Upacara pembukaan dan  penutupan (5.000.000), APBD Propinsi utk RTLH 10 Unit (70.000.000),    APBD Kabupaten Karanganyar untuk Giat Fisik/Non Fisik    (200.000.000) dan Swadaya Masyarakat (124.000.000).
Letkol Inf Marthen Pasunda saat paparan di Makorem 074 Warastratama beberapa waktu yang lalu mendapatkan apresiasi dari Danrem 074 Warastratama Kolonel Inf Bakti Agus Fadjari, S.IP., M.Si atas dukungan yang begitu luar biasa dari Pemerintah Kabupaten dan warga Ngepungsari. Hal tersebut dikarenakan untuk sektor pendanaan TMMD Sengkuyung II TA. 2015 di Kabupaten Karanganyar, Pemkab Karanganyar mengalokasikan dana tertinggi di wilayah Korem 074 Warastratama, demikian pun untuk warga Ngepungsari dimana swadaya masyarakatnya untuk pelaksanaan TMMD tertinggi diantara 7 kabupaten  / kota yang berada di bawah kendali Korem 074 Warastratama. ad

Read More
DSC_0063

Trilogi Kerukunan Umat Beragama Masih Relevan Di Masyarakat

????????????????????????????????????

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menyampaikan arahannya terkait kerukunan antar umat beragama bersama Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat se Karanganyar, Selasa (25/08).

Dalam rangka meningkatkan kerukunan umat beragama guna menjaga persatuan dan kesatuan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) Karanganyar bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan silaturahmi kerukunan umat beragama Kabupaten Karanganyar tahun 2015 di Gedung Paripurna DPRD Karanganyar, Selasa (25/ 08).

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, FORKOPIMDA Karanganyar, Kepala KESBANGPOL, Ketua FKUB serta diikuti Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Dewan Penasihat FKUB, Segenap pengurus FKUB di 17 Kecamatan se- Karanganyar, Camat se- Kabupaten Karanganyar, KUA, Organisasi keagamaan NU, MTA, LDII, DMI, MUI, PONPES.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa toleransi, rasa menghargai antar umat beragama, membawa sinergi antara pemerintahan dan masyarakat, serta peran aktif Tokoh Agama, dalam menjaga kerukunan umat beragama,” kata Muh. Indrayanto selaku kepala KESBANGPOL Karanganyar saat menyampaikan materi.

Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono menegaskan kembali pentingnya Trilogi Kerukunan umat beragama.

“Saya atas nama Pemerintah mengucap syukur atas terselenggaranya kegiatan FKUB, semoga dapat diwujudkan secara sungguh – sungguh di Kabupaten Karanganyar ini. Saya tahu volume atau frekuensi kerja FKUB ini cukup padat dalam menjaga kondusifitas kerukunan umat beragama di Karanganyar ini, “terang Juliyatmono dihadapan para peserta Seminar Kebangsaan.

“Saya tekankan bahwa Trilogi kerukunan umat beragama itu masih sangat relevan di terapkan di masyarakat, diantaranya: Kerukunan intern umat beragama, kerukunan antar umat beragama, dan kerukunan umat beragama dengan pemerintah.

Ia juga berharap Kabupaten Karanganyar menjadi contoh di Indonesia sebagai Kabupaten yang damai dan tentram.

“Kedepan Kabupaten Karanganyar ini dapat menjadi contoh 514 Kabupaten/Kota di Indonesia sebagai Kabupaten yang aman, rukun, damai, dan tentram dengan berbagai umat beragama dan aliran kepercayaan serta budaya yang beragam,”harap Juliyatmono.

“Sebagai wujud nyata telah kita selanggarakan Kemah Kebangsaan ditahun 2014 kemarin,” tambahnya. ind/ft/pcu

 

Read More
aku

Peran Relawan Dapat Meningkatkan Partisipasi Masyarakat

Sekretaris Lab Sosio FISIP UNS, Akhmad Ramdhon saat memaparkan hasil riset yang dilakukan, Senin (27/07)

Sekretaris Lab Sosio FISIP UNS, Akhmad Ramdhon saat memaparkan hasil riset yang telah dilakukan, Senin (27/07)

Karanganyar, Senin (27/07/2015)
Peran relawan dinilai sebagai salah satu penentu tingkat partisipasi masyarakat, sehingga pelaksanaan pesta demokrasi bisa berjalan dengan baik dan demokratis.

Hal tersebut terungkap dari hasil riset antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karanganyar bekerjasama dengan Lab Sosio FISIP UNS yang diselenggarakan dari April-Juli 2015.

Pada acara Public Expose terkait penelitian Pemilu di Karanganyar. Publik Expose itu bertajuk “Pemaparan Hasil Riset Tingkat Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilu 2014 dan Pemilukada”.

Menurut Sekretaris Lab Sosio FISIP UNS, Akhmad Ramdhon mengatakan kesukarelaan terbangun atas ketertarikan atau mendukung dari figur yang dikenalnya. Para relawan kemudian tergerak untuk mendukung demi sebuah harapan yang digantungkan pada calon tersebut.

“Keberadaan relawan mampu memberikan daya dukung memaksimalkan mekanisme sosialisasi terkait visi dan misi peserta Pemilu yang bertujuan pada partisipasi dalam Pemilu,” jelas Ramdhon, pada acara tersebut, Senin (27/07).

Kedepan, tambah Ramdhon, meluaskan peran relawan dalam pelaksanaan Pemilu menjadi pilihan strategis untuk memaksimalkan partisipasi politik.

“Pengelolaan relawan sedianya mesti dilakukan pasca Pemilu, sebab relawan menjadi bagian penting dalam komitmen untuk membangun demokrasi,” ujarnya.

Lebih lajut, dia menjelaskan para relawan sangat membantu KPU dalam tugas menyosialisasikan tahapan-tahapan pemilu.

“Mereka yang menjadi ujung tombak di komunitas-komunitas, bahkan di ranah sosialnya masing-masing, untuk membawa misi demokrasi dalam proses politik yang ada,” katanya.

Pada pelaksanaan Pemilu Legislatif 2014 lalu, penggunaan hak pilih oleh masyarakat di Kabupaten Karanganyar mencapai 78 persen. Sementara yang tidak hadir sebanyak 22 persen,

Keterlibatan relawan adalah mereka mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya tanpa paksaan.

“Artinya, pada Pemilu 2014 lalu, pelaksanaan pesta demokrasi tidak dimonopoli partai. Tapi juga unsur masyarakat, dalam hal ini relawan, yang bergerak menyosialisasikan tahapan-tahapan pemilu, hingga mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya. Mereka juga bergerak melalui media sosial,” jelasnya.

Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah Joko Purnomo menuturkan bahwa hasil riset ini akan menjadi tradisi di KPU sebagai dasar pertimbangkan saat merumuskan kebijakan.

“Hasil riset nantinya akan diserahkan kepada KPU RI, sehingga KPU dapat menjadikan dasar dalam membuat kebijakan berbasis penelitian”, jelas Joko Purnomo, saat dijumpai di acara tersebut. pd

Read More