Category: Sosial

kom_8633

Melalui Muscab PEPABRI ke-14, Bangkitkan Kembali Nasionalisme dan Patriotisme Pada Generasi Muda

kominfo

Kepala Kesbangpolinmas Saat memberikan sambutan acara Muscab Pepabri Ke-14, Senin Siang (19/9)

Dengan Jiwa dan Semangat Proklamasi Kemerdekaan 17 agustus 1945 dan UUD 1945 Kita Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Demi Utuhnya NKRI merupakan tema yang diusung pada Musyawarah Cabang (Muscab) ke-14 PEPABRI Kab. Karanganyar tahun 2016 yang dibuka oleh Ketua PEPABRI Provinsi Jawa Tengah, Suryo Hariyanto, Senin (19/9/2016) di Kantor DPC PEPABRI Karanganyar yang diikuti DPD PEPABRI, Kodim 0727 Karanganyar, POLRES, Senoir Purnawirawan TNI-POLRI, LVRI, Warakawuri, Ormasdan Tokoh Msyarakat.

“Muscab PEPABRI ke-14 ini dihadiri 48 orang anggota perwakilan PAC dan Warakawuri se Kab. Karanganyar sehingga telah memenuhi syarat untuk pelaksanaan muscab,”tandas Ketua PEPABRI Karanganyar, Letkol. Purn. Waikun saat menyampaikan sambutannya.

Pada kesempatan tersebut disampaikan pentingnya pembangunan karakter di kalangan generasi muda dan Negara RI yang  berdikari (berdiri di kaki sendiri) menjadi Negara yang kuat dan bermartabat.

“PEPABRI sebagai salah satu wadah pensiunan TNI-POLRI harus tetap memiliki rasa pengabdian di tengah-tengah masyarakat. Membantu program pemerintah khususnya untuk kembali membangkitkan nasionalisme dan patriotism pada generasi muda kita melaui pembangunan karakter di usia dini,”pesan Ketua PEPABRI Prov. Jateng, Suryo Hariyanto saat membuka Muscab PEPABRI ke-14.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Karanganyar, Muh. Indrayanto dalam Muscab menyampaikan bahwa musuh terbesar kita saat ini adalah memerangi NARKOBA yang telah merusak  generasi muda dengan menyerang dari berbagai arah dan berbagai cara. Dikatakannya dari bulan Juli ini, di Karanganyar terdapat 19 kasus narkoba dengan 23 tersangka.

“Terlebih lagi untuk sekolah setingkat SLTA, rata-rata pelajar kita telah terjerat narkoba, minum-minuman keras,  merokok sampai melakukan sex bebas. Ini perlu perhatian yang lebih dari kita semua, untuk itu pentingnya pembangunan karakter guna menatap masa depan lebih baik,”harapnya.

Ditambahkannya, kondisi pemahaman generasi muda terkait dengan bela Negara, ideologi Negara dan wawasan kebangsaan penting untuk terus digalakkan melalui sosialisasi 4 (empat) pilar bernegara.

Demikian Dishubkominfo (ad/ind)

 

 

 

 

 

Read More
kom_8464

Jaga Stabilitas Ketahanan Pangan, Pemerintah Galakkan Konsumsi Makanan Lokal

 

kominfo

Rakor Ketahanan Pangan, Kamis (15/9) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Dalam rangka menjamin ketersediaan pangan di Indonesia umumnya dan Jawa tengah khususnya, Karanganyar sebagai salah satu Kabupaten surplus beras dan serap gabah petani, Kamis (15/9/2016) melalui Kantor Ketahanan Pangan Karanganyar bekerjasama dengan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Kodim 0727 Karanganyar dan Sub Divre Bulog Surakarta mengadakan rapat koordinasi Serap Gabah Petani (SERGAP) untuk Ketahanan Pangan.

Rakor yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar ini dihadiri Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati, Rohadi Widodo didampingi Kepala Badan Penyuluh Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Karanganyar, Bambang Harsono.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karanganyar, Juliyatmono menghimbau perlunya pendataan akurat hasil panen gabah petani.

“ Jawa Tengah melampau target surplus beras, begitu juga Karanganyar sudah surplus beras dan serapan gabahnya, patut kita syukuri dan banggakan. Tetapi perlu saya ingatkan Kantor Ketahanan Pangan khususnya agar diadakan pendataan ulang yang lebih akurat hasil panen gabah petani dari segi penyalurannya, jumlah gabah yang dapat diserap bulog, minimal untuk rumah tangga petani terpenuhi,”pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati berharap harga dari petani juga ikut untuk ditingkatkan demi meningkatkan kesejahteraan petani.

“ Panen petani sudah baik hanya saja perlu pengawasan terhadap serapan panen, cadangan masyarakat supaya tidak kesulitan pangan. Selain itu, perlu  terus disosialisasikan penggalakkan kepada masyarakat agar juga mengoptimalkan makanan lokal selain beras untuk menjaga kestabilan ketahanan pangan,”pungkasnya.

Sementara itu, Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Witono mengatakan Kebijakan UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan mengamanatkan bahwa penyelenggaraan pangan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia yang memberikan manfaat secara adil, merata, dan berkelanjutan berdasarkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan nasional. Mewujudkan kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan merupakan hal mendasar yang sangat besar arti dan manfaatnya untuk mendukung pelaksanaan kebijakan terkait penyelenggaraan pangan di Indonesia.

 “Mandiri, diversifikasi pangan menjadi sangat penting untuk menghindari import pangan. Galakkan makanan lokal seperti ketela, umbi, jagung sebagai pengganti beras,”ujar Witono.

Ia juga mengatakan pentingnya pola makan yang sehat demi mewujudkan generasi cerdas. Di Indonesia sendiri 37 persen pertumbuhan badan anak-anak lebih pendek (cutting) karena pola makan kurang sehat

“Negara Jepang telah menerapkan pola makan bergizi pada warganya seperti nasi 50 gram, ikan 100 gram dan sayuran 250 gram dan itu terbukti penduduk yang cerdas. Indonesia terrmasuk 17 urutan dari bawah yang bergizi rendah,”terangnya.

Untuk itu perlu perhatian kita semua. Salah satunya dengan pencanangan gemar makan sayur sejak usia dini dengan cara mengenali sayuran dilingkungan keluarga dan sekolah mulai dari menanam sampai mengonsumsi.

Dalam rakor tersebut, dilaporkan bahwa serap gabah di Jawa Tengah sudah mencapai 93,8 persen. Hasilnya telah melampaui target, diharapkan September tahun ini target satu juta ton dapat tercapai. Jawa Tengah sendiri telah mengirimkan 3000 ton beras ke propinsi di luar Jawa. Untuk target tahun depan Pemprov. Jawa Tengah mencapai 50.000 sampai 100.000 ton beras.

Demikian Dishubkominfo (ad/ind).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Read More
kom_8319

Rohadi Widodo : Teladani Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam mentaati perintah Allah

kominfo

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat memberikan khotbahnya di hadapan warga yang melaksanakaan sholat Idul Adha di Lapangan Gawanan Colomadu, Senin Pagi (12/9)

Ribuan warga Gawanan dengan khusyuk mengikuti Sholat Idul Adha yang berlangsung di Lapangan Desa Gawanan Kecamatan Colomadu, Senin Pagi (12/9) yang di Imami oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono dan khotib Wakil Bupati Rohadi Widodo. Pelaksanaan Sholat Idul Adha sendiri tersebar di 617 lokasi di 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar. Dalam pesan khotbah nya, Rohadi menegaskan pentingnya warga masyarakat untuk meneladani apa yang telah dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

“Keteladanan yang bisa dicontoh adalah ketaatan Nabi Ismail akan perintah Bapaknya Nabi Ibrahim dalam melaksanakan perintah yang diberikan Allah”, ujar Rohadi

Ditambahkan pula bahwa dalam menjalankan perintah Allah pasti ada godaan setan, demikian pula Nabi Ibrahim dan dilemparkanlah setan itu oleh Nabi Ibrahim. Untuk itu, kita senantiasa harus berupaya untuk menghindari bujuk rayu setan.

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono (memakai jas dan peci hitam, deret ketiga dari kanan) mengkurbankan satu ekor sapi sesaat setelah melaksanakan sholat Idul Adha di Lapangan Gawanan Colomadu, Senin Pagi (12/9)

Selesainya melaksanakan Sholat, Bupati Karanganyar Juliyatmono menyerahkan 1 ekor sapi kepada ketua Lembaga Pendidikan dan Pengamalan Agama LP2A) Islam. Sementara itu pelaksanaan kurban tingkat Kabupaten Karanganyar tahun ini mengalami peningkatan, untuk sapi berjumlah 4.321 (naik 113 ekor) sedangkan kurban kambing sebanyak 9.021 (naik 514 ekor).

Demikian Dishubkominfo (ad)

Read More
kom_8267

Mahasiswa STIE AUB Surakarta Ditarik dari Lokasi KKN

kominfo

Bupati Juliyatmono beri pengarahan dihadapan mahasiswa KKN STIE AUB Surakarta, Jum’at (9/9).

Penarikan puluhan mahasiswa KKN STIE AUB Surakarta yang tersebar di 18 Desa di dua Kecamatan yakni Kecamatan Karangpandan dan Ngargoyoso secara resmi dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jum’at (9/9/2016).

Pada kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Karanganyar, Wakil Bupati didampingi Ketua STIE AUB Surakarta dan Kepala Bappeda Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengapresiasi seluruh mahasiswa STIE AUB Surakarta yang telah mengabdi selama 30 hari di masyarakat Karanganyar.

“KKN ini benar-benar memberikan dampak positif bagi mahasiswa untuk dapat belajar mandiri, mengasah skill dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sementara itu Ketua STIE AUB Surakarta, Dr. Agus Utomo, mengatakan sejumlah mahasiswa KKN ini selama satu bulan telah memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam mengembangkan ekonomi lokal melalui produk lokal.

Demikian Dishubkominfo (ad/ind)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

Read More
kom_8232

Pemkab Berikan Perhatian Khusus Terhadap Lansia dan Anak Yatim

kominfo

Diah Rahmawati dari Kemensos RI saat berkunjung di Kab. Karanganyar terkait dengan perhatian Pemerintah Daerah terhadap Lansia, Jum’at (9/9).

Bupati Karanganyar, Juliyatmono bersama Wakil Bupati, Rohadi Widodo didampingi Kepala Kementerian Agama Karanganyar, Kepala Dinsosnakertrans Karanganyar dan SKPD terkait menerima Tim Penyelenggara Penerimaan Penghargaan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI yang diketuai oleh Diah Rahmawati terkait dengan Perhatian Kepala Daerah terhadap Para Lanjut Usia (Lansia) di daerahnya masing-masing, Jum’at (9/9/2016) di Anthorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

“Saya bersama Wakil Bupati, selaku Pemerintah Kab. Karanganyar berkomitmen untuk memberikan perhatian khusus kepada sejumlah Lansia dan anak yatim di wilayah Karanganyar,” ujarnya.

Pada kegiatan tersebut disampaikan pengalokasian anggaran untuk lansia di atas usia 70 tahun dan anak yatim dibawah 12 tahun. Mulai tahun 2014 sampai 2016, total jumlah lansia keseluruhan di wilayah Karanganyar sebanyak 13.837 orang dengan anggaran sebesar 3,4 miliar rupiah, masing-masing lansia mendapat bantuan 250.000 rupiah.

“Tiap tahun kami berikan penghargaan kepada lansia sebagai bentuk perhatian Pemerintah. Berbagai kegiatan lansia dilakukan secara rutin seperti Senam Sehat, SSI, Jalan Sehat, Posyandu Lansia, Pesantren Lansia, Pengajian. Harapan saya Pemerintah bersama Lansia dapat bersinergi khususnya ikut memberikan pengalamannya karena sudah banyak melalui masa ibarat sudah banyak makan garam kehidupan untuk perubahan yang lebih baik,” harap Juliyatmono.

Sementara itu, Wakil Bupati, Rohadi Widodo sekaligus Ketua Komda Lansia mengatakan Komda Lansia sebagai wadah koordinasi antara Pemerintah dan masyarakat dalam pelaksanaan upaya peningkatan kesejahteraan sosial lanjut usia yang bersifat non struktural dan independen.

“ Kami beri perhatian bersama masyarakat yang ada posyandu lansia, kita bantu alat kesehatan secara sederhana dengan tujuan agar para lansia dengan mudah menggunakannya dengan mandiri seperti alat tensi, timbangan, stateskop,” terangnya.

Diah Rahmawati, Ketua Tim Penyelenggara Penerimaan Penghargaan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI mengatakan UU no. 13 Tahun 2009, tidak hanya Kepala Daerah yang bersinergi dengan Lansia melainkan masyarakat juga turut andil.

“Saya berharap Kabupaten Karanganyar menjadi salah satu yang bisa ikut lomba Lansia mewakili Jawa Tengah. Program ini dapat tercapai jika ada kerjasama yang baik oleh semua pihak baik dari segi kekuatan kearifan lokal, kekuatan sumber daya dan kekuatan hukum. Memang diperlukan jiwa dermawan dan motivasi,” pesannya.

Demikian Dishubkominfo (ad/ind).  

 

 

Read More
DSC_0005

Karanganyar Targetkan Penanggulangan Kemiskinan Capai 11,73 Persen

 

kominfo

Pimpin Rakor Penanggulangan Kemiskinan : Wakil Bupati, Rohadi Widodo (tengah) didampingi Kepala Bappeda dan Kepala BPS Karanganyar, Rabu (31/8).

Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Karanganyar harus melalui dua pendekatan yakni pendekatan mikro dan kultur. Hal tersebut dikemukakan oleh Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Karanganyar saat memimpin langsung Rakor Penanggulangan Kemiskinan, Rabu (31/8/2016) di Ruang Podang I Kantor Sekretariat Daerah Karanganyar.

“Harapan saya dan Bupati untuk tahun 2018 bagaimana caranya harus bisa sampai dibawah sepuluh persen ( 10% ). Sesungguhnya untuk jumlah orangnya dengan Kabupaten yang lain, kita kalahnya dengan Surakarta saja.

kominfo

Rohadi Widodo selaku Ketua TPPKD Kabupaten saat memaparkan data jumlah penduduk miskin tiap-tiap Kecamatan se Kab. Karanganyar.

Sukoharjo sudah sembilan persen ( 9% ) tetapi jumlah penduduk miskinnya lebih banyak di Sukoharjo karena prosentasenya juga lebih besar dan jumlah total penduduknya juga banyak,” terangnya.

Ia juga menyampaikan, Mojogedang merupakan daerah tertinggi jumlah penduduk miskinnya baik rumah tangga, jiwa maupun prosentasenya.

“Kalau yang di Jaten terkecil prosentasenya tetapi jumlahnya lebih cenderung yang di Jenawi sama dengan yang di Mojogedang. Artinya pendekatannya melalui mikro berdasar Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) dan kultur masyarakat seperti sanitasi, pola hidup bersih dan sehat (PHBS), penanggulangan rawan penyakit, akses air, sumur dalam/dangkal, Pansimas serta taraf pendidikan harus terus ditingkatkan lagi terlebih sekarang pendidikan sudah gratis semua dari mulai SD sampai SMU/SMK. Karena jika pendidikan masyarakat semakin tinggi akan berparadigma berbeda sehingga angka kemiskinan otomatis akan berkurang,” jelas Rohadi Widodo dihadapan sejumlah peserta Rakor yang diikuti SKPD terkait serta Camat se Kabupaten Karanganyar.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Karanganyar, Sundoro mengatakan bahwa di Kab. Karanganyar telah dilakukan program kegiatan penanggulan kemiskinan dan berhasil untuk terus menekan jumlah penduduk miskin.

“Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2002 penanggulangan kemiskinan di Karanganyar 17,30 persen. Berdasar BPS Provinsi Jawa Tengah, Tahun 2014 Karanganyar capai 12,62 persen dibawah Prov. Jateng yakni 13,58 persen dan penanggulangan kemiskinan di Karanganyar mencapai 10,96 persen di tingkat Nasional.

Diharapkan tahun 2016 Karanganyar dalam penanggulangan kemiskinan terus ditekan hingga mencapai 12,20 persen sampai dengan 11,73 persen,” kata Sundoro dalam lap[orannya.

Untuk itu perlu melibatkan peran pemerintah dan daerah guna mendukung program penanggulangan kemiskinan berdasar Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) tahun 2015 sebagai acuan penanggulangan kemiskinan di daerahnya masing-masing.

“Tujuan rapat koordinasi ini untuk evaluasi dan melakukan validasi data PBDT setiap tiga (3) bulan sekali di kecamatan-kecamatan yang hasilnya diserahkan kepada Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) yang selanjutnya diserahkan ke BAPPEDA,

Untuk itu perlu peran aktif dari kecamatan dan pelaporannya diketahui oleh masing-masing camat, karena data ini sangat penting,” harap Sundoro.

Demikian Dishubkominfo (ind)

 

Read More
DSC_0411

Pemerataan Jambanisasi dan Plester, PNPM Berikan Dana Sosial 450 Juta Rupiah

Salah satu peserta mendapat mesin cuci pada pengundian berhadiah Gebyar PNPM Kec. Jenawi, Selasa (30/8).

Bupati Juliyatmono berikan selamat kepada salah satu peserta yang mendapat mesin cuci pada pengundian berhadiah Gebyar PNPM Kec. Jenawi, Selasa (30/8).

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyambut baik atas bantuan sosial yang diberikan PNPM Mandiri Pedesaan sebesar empat ratus lima puluh  juta rupiah yang diperuntukkan guna pembangunan jamban, plester serta pembagian sembako kepada masyarakat Jenawi.

“Terima kasih atas kerjasama dengan semua pihak utamanya kepada pelaku UPK (Unit Pelaksana Kegiatan) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan yang mulai terlaksana sejak tahun 2003. Dan keberadaannya memang sangat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat utamanya pembangunan fisik maupun non fisik.

Semoga dapat semakin berkembang dan besar sekaligus dapat meminjamkan modal usaha bagi nasabah demi meningkatkan geliat perekonomian didaerah Jenawi ini,” harapan Juliyatmono dihadapan 1600 nasabah surplus pada Gebyar PNPM Kecamatan Jenawi, Selasa (30/8/2016) di Lapangan Sinar Lawu, Balong, Jenawi.

Ditambahkannya untuk bantuan yang diterima, bisa digunakan untuk membuat jamban, plester jamban ataupun untuk membeli hewan ternak seperti kambing untuk dapat mengembangkan usahanya.

“Jenawi ini sudah mulai dikenal dengan Pisang Semar (Sebelas Maret) yang bibitnya dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Untuk itu, saya akan memberikan bantuan bibit pisang dengan berbagai varietas suapaya Jenawi ini terkenal dengan sentra pisang,” imbuhnya

Sementara itu Ketua UPK, Muryanti dalam laporannya mengatakan, Gebyar PNPM Kecamatan Jenawi ini di awali dengan senam bersama, penyerahan sembako SPP Jenawi, pemberian bantuan UPK 2015 sebesar seratus dua puluh lima juta rupiah dan pengundian hadiah sebesar Sembilan puluh delapan juta yang bersumber dari UPK Jenawi.

Pada kesempatan tersebut, Camat Jenawi, Rismanto menyampaikan bahwa jalan antar desa Kec. Jenawi sudah lancar dan mulus terlebih lagi akan segera digalakkan budidaya pisang Semar di setiap desa.

 Demikian Dishubkominfo (adt/ft/ind)

Read More
KOM_7556

Mahasiswa UMS, KKN di Sepuluh Desa Kecamatan Kerjo

Sejumlah 70 Mahasiswa Program Study, Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta  (UMS)  melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Karanganyar tepatnya di Kecamatan Kerjo yang tersebar di sepuluh (10) Desa.

Penyerahan Mahasiswa KKN UMS oleh Isnaini Herawati, S. Fis, M. Sc selaku Kaprodi Fisioterapi UMS dan diterima langsung Bupati Karanganyar, Drs. Juliyatmono, MM.

Dalam sambutannya, Bupati Juliyatmono menghimbau agar mahasiswa  untuk selalu bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

“KKN ini merupakan salah satu cara kita terjun langsung dalam hidup bermasyarakat. Mengabdi di masyarakat, mengajarkan bagaimana mengasah skill kita kepada masyarakat sehingga apa yang kita sampaikan dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar,”pesan Bupati pada Pembukaan Pelaksanaan KKN, Rabu (24/8/2016) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.   

Demikian Dishubkominfo (ind/adt)

Read More
KOM_5070

Pramuka Karanganyar Ikuti Jambore Nasional X 2016

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat memberikan arahan kepada 32 peserta Jambore Nasional X 2016, Selasa Pagi (9/8)

32 pramuka penggalang didampingi 8 kakak pelatih penggalang pagi tadi, Selasa (9/8) dilepas langsung oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo didampingi Ka Kwarcab Karanganyar Kakak Samsi. Selama 21 hari kedepan, mereka akan mengikuti Jambore Nasional X 2016 yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur Jakarta.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya kepada 32 pramuka penggalang yang diberangkatkan ke Jambore tahun ini. Rasa bangga tersebut dikarenakan mereka adalah hasil seleksi dari SMP Penggalang se Kabupaten Karanganyar.

“Sebagai perwakilan dari Kabupaten Karanganyar tonjolkan ciri khas kita yang mengedepankan kekompakan dan kebersamaan yang diwujudkan oleh sifat gotong royong”, pesan Juliyatmono

Juliyatmono menambahkan bahwa didalam pramuka harus ada semangat yang menyala-nyala, suka membantu orang lain, punya etos kerja yang tinggi dan memiliki semangat perjuangan dalam mewujudkan rasa cintanya kepada tanah air. Demikian Dishubkominfo (ad/rk)

Read More

Tingkatkan ZIS untuk Kemaslahatan Umat

DSC_0235

Kepala Sekretaris Daerah, Samsi, saat membacakan sambutan dari Bupati Karanganyar, Juliyatmono, pada saat pertemuan Baznas di Aula DPRD, Kamis (28/07)

Kamis (28/07/2016) bertempat di Aula DPRD Kab. Karanganyar dilangsungkan Sarasehan Baznas. Secara etimologi, zakat berarti tumbuh dan berkembang. Sedangkan secara terminologi, berarti jumlah harta tertentu, yang wajib diberikan kepada kelompok tertentu dalam waktu tertentu.

Sambutan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, yang dibacakan oleh Kepala Sekretaris Daerah, Samsi, menghimbau “kami akan terus meningkatkan perolehan zakat, infaq dan shodaqoh (ZIS) karena ZIS ini wajib bagi setiap musim untuk membersihkan sebagian harta yang kita peroleh. Dari ZIS yang diperoleh, lalu dikumpulkan yang selanjutnya dilakukan pentasharufan (penyaluran) ZIS untuk kemaslahatan umat,” ujar Samsi dihadapan PNS dan Kepala SKPD di lingkungan Karanganyar.

Juliyatmono cukup mengapresiasi kegiatan sarasehan baznas ini secara rutin. Beliau juga menambahkan dalam bulan Juli ini banyaknya agenda di Rumah Dinas dan agenda tersebut sangat bernilai positif karena untuk kepentingan masyarakyat bersama bukan semata-mata kepentingan secara individu.

Ia juga menegaskan pada saat awal merintis baznas ini telah memperingatkan bahwa tidak diperbolehkan untuk mengambil dana terlebih dahulu sebelum melakukan setoran. Dalam hal ini masyarakat harus mengikuti prosedur secara baik dan transparan sehingga tidak akan terjadi penyalahgunaan dalam menggunakan dana tersebut.

Kemudian terkait Rekapitulasi Penerimaan dan Pengeluaran Zakat, Infaq dan Shodaqoh Baznas Kabupaten Karanganyar per Juli 2016 yaitu sebagai berikut:

Pemasukan

Saldo                           :           Rp       196.211.407

Zakat                           :           Rp     1.856.699.730

Infaq                           :           Rp          28.514.303

Jumlah                        :           Rp     2.101.425.440

 

Pengeluaran

  1. Biaya operasional                                : Rp 24.000.000
  2. Bantuan fisik tempat ibadah             : Rp 427.500.000
  3. Bantuan kegiatan syiar agama          : Rp 111.000.000
  4. Bantuan sekolah/madrasah               : Rp 236.000.000
  5. Bantuan Kegiatan Agama di sekolah : Rp 172.000.000
  6. Biaya pawai taaruf                                : Rp 51.662.000
  7. Bantuan inatura fakir miskin              : Rp 197.783.000
  8. Bantuan sepeda suskes jam belajar  : Rp 35.100.000
  9. Biaya kegiatan ngabuburit                  : Rp 28.275.000
  10. Parel Amil dan UPZ                               : Rp 65.229.000
  11. Bantuan sound system masjid           : Rp 10.000.000
  12. Bantuan tarling                                     : Rp 72.500.000
  13. Bantuan tarling desa-desa                  : Rp 156.000.000
  14. Kegiatan sosialisasi ZIS                        : Rp 59.642.000

Jumlah                                                           : Rp 1.646.691.000

Demikian Dishubkominfo (adt/rk)

Read More