Category: Seni Budaya

WhatsApp Image 2024-11-18 at 10.38.58

Upacara Peringatan Hari Jadi ke-107 Kabupaten Karanganyar Tahun 2024

Karanganyar – Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan upacara dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-107 Kabupaten Karanganyar di Alun-Alun Karanganyar, Senin (18/11/24). Pj.Bupati Karanganyar, Timotius Suryadi, bertindak sebagai Inspektur Upacara, dengan peserta upacara dari jajaran Forkopimda, DPRD, Kepala OPD, ASN, dan berbagai elemen masyarakat serta dihadiri oleh KGPAA Mangkunegara X. Upacara berlangsung dengan khidmat dan bernuansa adat jawa, mulai dari penggunaan pakaian adat Jawa, jalannya acara juga menggunakan Bahasa Jawa, baik dari instruksi petugas upacara hingga sambutan pj.Bupati.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati menekankan pentingnya momen ini sebagai refleksi atas perjalanan dan perkembangan Kabupaten Karanganyar. “Hari Jadi ke-107 ini adalah kesempatan untuk merenungkan pencapaian yang telah diraih dan tantangan yang masih harus dihadapi,” ujarnya.

Pj. Bupati juga menegaskan harapannya agar masyarakat Karanganyar tetap rukun dan damai dalam menghadapi Pilkada serentak yang akan berlangsung pada tanggal 27 November 2024. “Besar harapan kita di perayaan ini agar semua elemen masyarakat dapat menjaga persatuan dan kesatuan, sehingga proses demokrasi nanti berjalan dengan baik dan lancar,” tambahnya.

Selain itu, Beliau juga mengajak semua peserta upacara untuk mengingat perjuangan Pangeran Sambernyawa atau Raden Mas Said dan Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkunegoro I yang memiliki peran penting sebagai cikal bakal berdirinya Kabupaten Karanganyar dengan ajaran Tri Dharma Pangeran Sambernyawa, yaitu rumangsa melu handarbeni, wajib melu hangrungkebi dan mulat sarira hangrasa wani.

“Landasan ini menjadi semangat masyarakat dalam membangun Karanganyar. Hal ini dibuktikan dengan capaian prestasi berupa penghargaan dari pemerintah pusat. Capaian ini merupakan hasil kerja sama Pemkab Karanganyar yang mendapat dukungan dari masyarakat,” jelas Timotius.

Tema hari jadi yang ke-107 ini yakni Karanganyar Maju, Kompetitif dan Harmoni, harapannya dengan semangat kebersamaan antara masyarakat bersama pemerintah, bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan daerah. Dengan memiliki pemikiran yang maju, menggunakan teknologi serta inovasi dalam membangun Karanganyar, semoga Kabupaten Karanganyar semakin Maju, Kompetitif, dan Harmoni demi mewwujudkan cita-cita bersama demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Puncak acara upacara peringatan hari jadi ke-107 Kabupaten Karanganyar ditandai dengan pelepasan burung derkuku sebanyak 107 ekor oleh Pj. Bupati Karanganyar dan Forkopimda.

Read More
WhatsApp Image 2024-11-18 at 03.48.56

Malam Tirakatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar Ke-107 Tahun 2024

Karanganyar – Pemerintah Kabupaten Karanganyar menggelar malam tirakatan sehari sebelum Hari Jadi Kabupaten Karanganyar yang ke-107, yang dilaksanakan di Pendopo Raden Mas Said Rumah Dinas Bupati Karanganyar pada Minggu malam, 17 November 2024.

Acara malam tirakatan tersebut dihadiri oleh Pj. Bupati Karanganyar, Ketua DPRD Karanganyar, Pj. Sekda, Asisten Sekda, Staf Ahli, seluruh Kepala OPD, Camat, tokoh masyarakat, serta pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Ketua Panitia Kurniadi Maulato menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas Hari Jadi Karanganyar yang ke-107. “Acara ini adalah puncak rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar. Selain itu, ini juga untuk menjaga silaturahmi dan kerukunan semua elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan di Karanganyar,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Karanganyar menegaskan bahwa kinerja pemerintah selama ini bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik dan menyejahterakan warga Kabupaten Karanganyar. “Saya minta seluruh masyarakat Kabupaten Karanganyar untuk tetap guyub rukun, mendukung terwujudnya Kabupaten Karanganyar yang Maju, Kompetitif, dan Harmoni,” katanya.

Malam tirakatan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk bersatu dalam menjalankan berbagai program pembangunan demi kemajuan Kabupaten Karanganyar. Dengan semangat kebersamaan, Pemerintah Kabupaten Karanganyar optimis dapat membangun daerah yang lebih baik di masa mendatang.

Read More
WhatsApp Image 2024-10-26 at 01.04.35

Karanganyar Tentram Bersholawat: Pengajian Akbar Meriah dalam Rangka Hari Jadi ke-107

Karanganyar — Pengajian akbar “Karanganyar Tentram Bersholawat” diselenggarakan di Alun-alun Karanganyar pada Jum’at (25/10/2024) sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-107 Kabupaten Karanganyar. Masyarakat yang antusias, memadati Alun-alun untuk mengikuti pengajian yang diisi oleh Gus Azmi, Gus Aif, dan Habib Muhammad Bin Husain Al Habsyi.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat Karanganyar. Dalam suasana yang penuh khidmat, para penceramah membawakan tausiyah yang menginspirasi, mengajak semua pihak untuk menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dan kedamaian.

“Semoga dengan adanya Pengajian Akbar Karanganyar Bersholawat serta doa bersama menjelang Pilkada, Kabupaten Karanganyar tetap tentram dan rukun, meskipun ada perbedaan pilihan. Semua ini demi kebaikan Kabupaten Karanganyar ke depannya,” ungkap Pj. Bupati Karanganyar dalam sambutannya.

Pengajian Akbar ini diakhiri dengan doa bersama dengan pengharapan diberikannya berkah dan kedamaian bagi seluruh masyarakat Karanganyar.  Dengan semangat persatuan, masyarakat diharapkan dapat bersama-sama membangun Kabupaten Karanganyar yang lebih baik.

Read More
WhatsApp Image 2023-02-13 at 15.22.09

268 Tahun Napak Tilas Perjanjian Giyanti, 600 Gunungan Arum Manis Jadi Rebutan Warga

DISKOMINFO

Mewakili Bupati Karanganyar, Sekretaris Daerah Karanganyar Timotius Suryadi, S.Sos., M.Si., hadiri Napak Tilas Perjanjian Giyanti ke-268 Tahun, Senin (13/02).

KARANGANYAR – Perayaan Napak Tilas ke-268 tahun Situs Perjanjian Giyanti tahun 2023 kali ini dihadiri oleh Paniradya Kaistimewan dari Yogyakarta di Desa Kerten, Jantiharjo, Karanganyar, pada Senin (13/02) siang.

Napak Tilas ini merupakan upaya untuk memperkenalkan dan melestarikan Perjanjian Giyanti yang berlangsung pada 13 Februari 1755 silam. Dalam perjanjian tersebut menandai pembagian dua wilayah yakni, Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Menjadi tombak yang merupakan puncak kegiatan dalam peringatan acara ini.

Jalanan kampung sepanjang sekitar 300 meter dipadati bazar jajanan yang dihiasi dengan arum manis yang digantungkan. Tampak ratusan pengunjung memadati kawasan situs Perjanjian Giyanti sebelum dilangsungkan kirab gunungan. Lingkungan Kerten ini juga didukung dengan warganya yang banyak membuka usaha berupa UMKM yang bertepatan dengan momentum perayaan Napak Tilas ini.

Sekretaris Daerah Karanganyar, Timotius Suryadi, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah mengadakan peringatan Napak Tilas ini, sehingga acara ini dapat menjadi tombak pengingat sejarah yang telah terjadi.

“Hal ini merupakan sarana untuk generasi berikutnya supaya mereka dapat mengetahui sejarah yang ada. Acara yang dikemas dengan melibatkan UMKM ini juga mampu menghidupkan perekonomian masyarakat, khususnya bagi Kelurahan Jantiharjo,” terang Sekda Kabupaten Karanganyar.

Sebagai penutup acara diakhiri dengan prosesi persembahan gunungan, pengunjung yang didominasi warga sekitar tak canggung untuk berdesakan demi mendapatkan hasil bumi maupun arum manis.

Sebanyak 600 arum manis dijadikan gunungan lantaran menjadi simbol bahwa di Desa Jantiharjo khususnya Kerten ini memang mayoritas warganya memproduksi arum manis dan menjualnya.

Tradisi tahunan ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh warga Kerten Jantiharjo maupun sekitarnya.

Diskominfo (Ard/Hlm/ind)

Read More
b602b6f0-4e91-4945-a349-d8096272287b

Wujud Syukur Warga Tawangmangu Gelar Grebeg Suro

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar didampingi Asisten Perekonomian, Plt. Kadisparpora, Kepala Disdikbud hadiri Pagelaran Grebeg Suro yang diadakan oleh Paguyuban Pedagang dan Andong Tawangmangu pada, Senin(22/8/22) di pelataran parkir Taman New Balekambang.

Tasyakuran Grebeg Suro kali ini mengangkat tema “Tangguh Bersama dan Berbudaya”. Tema ini diangkat mengingat kekeluargaan di paguyuban pedagang dan andong di Tawangmangu ini sangat kental dan terasa sekali guyubnya. Hal ini disampaikan oleh Sri Mulyani perwakilan perangkat Desa se Kecamatan Tawangmangu dalam pidato sambutannya.

” Paguyuban Pedagang dan Andong di Tawangmangu ini berjumlah sekitar 700 orang, dan perayaan tasyakuran Grebeg Suro ini merupakan kegiatan tahunan yang menjadi agenda rutin paguyuban”, jelas Sri Mulyani.

Sementara itu Bupati Karanganyar mengaku bangga dan mengapresiasi kepada masyarakat Tawangamangu karena setiap tahunnya mengemas kegiatan tasyakuran Grebeg Suro ini dengan sangat luar biasa bagus. Semoga masyarakat Tawangmangu senantiasa selalu diberi rejeki yang melimpah oleh Tuhan YME.

” Tidak sama dengan Kecamatan yang lain, Kecamatan Tawangmangu inisangat istimewa karena menjadi Kecamatan centra wisata bagi Kabupaten Karanganyar yang banyak menarik minat wisatawan dari mana saja untuk datang ke Karanganyar”, jelas Bupati Juliyatmono.

Orang nomor satu di bumi Intanpari ini berharap masyarakat Tawangmangu lebih ramah lagi kepada para wisatawan yang datang ke Tawangmangu, dan juga alangkah baiknya masyarakat saling support agar lebih guyub lagi kedepannya.(Ard/Tgr)

Read More
4efb2587-d960-4f11-8228-d85913e6f1e3

Lewat Syukuran Bersih Desa, Masyarakat Desa suruh Gelar Kethoprak Jawa

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar H. Juliyatmono didampingi Asisten 1 Pemerintahan Setda, Kepala BKD dan Camat Tasikmadu hadiri syukuran Bersih Desa yang diselenggarakan oleh masyarakat Dusun Pendem Kulon Desa Suruh Kecamatan Tasikmadu pada, Kamis(28/10/21).

Kegiatan bersih dusun yang mempunyai maksud untuk mengungkap rasa syukur kepada yang Maha kuasa ini setelah musim panen ini diyakini masyrakat akan menambah banyak rejeki bagi warga. Gotong royong pun menjadi pondasi bagi warga dalam menggelar tasyakuran bersih dusun ini.

Orang nomor satu di bumi Intanpari ini mengaku kagum akan budaya bersih dusun atau bersih desa yang sering digelar masyarakat Karanganyar. Walaupun budaya ini sudah sangat jarang, namun masih banyak desa ataupun dusun yang setiap tahunnya selalu menggelar kegiatan serupa, apalagi di daerah – daerah yang masih kental akan budaya tinggalan leluhurnya.

Bupati Juliyatmono juga mengingatkan kepada masyarakat Dusun Pendem Kulon Desa Suruh Tasikmadu ini bahwa sebentar lagi Kabupaten Karanganyar akan memperingati hari jadi ke 104. Bupati yang akrab disapa Yuli ini berharap warga disini mau untuk kembali gotong royong membersihkan daerahnya dan juga merapikan daerahnya agar nantinya ketika perayaan hari jadi lingkungannya bersih dan nyaman enak dilihat. “Jangan lupa pasang umbul-umbul mulai tanggal 1 November mendatang”, jelas Bupati. (Ard/Tgr)

 

Read More
IMG-20210826-WA0053

Pemkab Karanganyar Gelar Tradisi Jamasan Keris Kyai Pamot Pemberian KGPAA Mangkunegara VIII

 

 

KARANGANYAR – Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar di dampingi Sekda Karanganyar, Staf Ahli dan beberapa Kepala OPD hadiri prosesi Jamasan Pusoko Kanjeng Kyai Pamot yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Karanganyar menggelar tradisi jamasan atau ngumbah Keris Kyai Pamot di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (26/8/2021) malam.

Keris Kyai Pamot merupakan pemberian dari Kanjeng Gusti Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara VIII.

Keris tersebut disimpan di dalam almari coklat dengan motif ukir yang diletakan di Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Adapun bagian dalam almari tersebut ditutup dengan tirai hijau dan kain kuning gading.

Dari pantauan di lokasi, Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Karanganyar, Rusmanto bertugas mengambil kotak kayu berisi Keris Kyai Pamot didampingi Kepala BKD Karanganyar, Kurniadi Maulato dari dalam almari.

Kotak kayu tersebut lantas diserahkan kepada Bupati Karanganyar, Juliyatmono untuk kemudian diberikan kepada perwakilan dari Pura Mangkunegaran Solo, KRMT Lilik Priharso Tirtodiningrat.

Selanjutnya, kotak kayu berisi keris itu diberikan kepada abdi dalem untuk dilangsungkan prosesi jamasan.

“Jamasan ini setahun sekali, kalender Jawa ditempatkan saat bulan suro. Tradisi saja, sebagai bagian dari merawat pemberian seseorang. Keris yang namanya Kyai Pamot itu pemberian Mangkunegara VIII sebagai simbol penanda Kabupaten Karanganyar,” kata Juliyatmono usai prosesi jamasan keris.

Dia menuturkan, keris tersebut merupakan simbol penanda berdirinya Kabupaten Karanganyar.

Seperti diketahui bersama, hari jadi Bumi Intanpari diperingati setiap tanggal 18 November.

“Besok (18 November 2021), itu sudah berusia 104 tahun,” ucapnya.

Prosesi jamasan keris berlangsung secara sederhana dan khidmat.

Keris yang dikeluarkan dari dalam kotak kayu oleh seorang abdi dalem lantas dibersihkan dengan air kembang.

Usia dibersihkan keris tersebut kemudian di masukan ke dalam kontak kayu dan disimpan kembali ke dalam almari coklat di Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

 

 

Read More
DSC_5617

Rayakan HUT 58th Bank Jateng Gelar Wayangan Virtual di Pendopo Ki Manteb Soedarssono

KARANGANYAR – Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar didampingi Ketua DPRD Karanganyar, Sekda Karanganyar hadiri HUT Bank Jateng ke 58 yang di helat sekaligus menggelar Wayangan secara virtual di Pendopo Dalang Ki Manteb Soedarsono, Sabtu(10/04/21).

Perayaan HUT ke 58 ini Bank Jateng tetap ingin menghibur masyarakat walau dengan menggelar wayangan secara virtual. Acara yang dihelat sederhana dan berbeda dari biasanya ini tetap berjalan khidmat. Dirut Utama Bank Jateng Karanganyar pun menyampaikan bahwa acara ini semata hanay ingin menghibur masyarakat di tengah pandemi saat perayaan HUT Bank Jateng.

” Kami ingin tetap ingin berbagi kebahagiaan bersama masyarakat, makanya walau kami menggelar wayangan tertutup bagi masyarakat luas, namun kami tetam menggelarnya secara virtual live diyoutube agar teteap bisa dinikmati masyarakat”, jelasnya.

Sementara Bupati Karanganyar yang hadir memberikan sambutan, orang nomor satu di Bumi Intanpari ini sampaikan ucapan terimakasih yang sangat luar biasa bagi Bank Jateng, di tengah pandemi tetap menggelar hajatan namun ketat Protap Kesehatan. Dan yang paling istimewa adalah selalu mengedepankan kebutuhan masyarakat.

” Semoga corona segera hilang, agar perayaan HUT bank Jateng bisa degelar megar meriah disaksiakan dan dinikmati masyarakat Kabupaten Karanganyar”, ungkap Bupati.

Demikian DISKOMINFO(ard/tgr). 

 

Read More
DSC_3477

Situs Perjanjian Gianti Akan Segera Dibangun Sebagai Objek Wisata

 

Bupati Karanganyar saat memberikan cindera mata kepada Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi atau putri dari Sri Sultan Hamengkubuwono X yang hadir dalam acara Napak tilas 266 tahun situs perjanjian Gianti.

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar H. Juliyatmono didampingi Sekda Karanganyar Sutarno, M.Si dan beberapa Kepala OPD hadiri peringatan Napak tilas 266 tahun situs perjanjian Gianti di Desa Jantiharjo Karanganyar.

Perayaan napak tilas 226 tahun situs perjanjian Gianti kalinini dihadiri pula Paniradya Kaistimewan Yogyakarta yang juga turut hadir dalam kegiatan ini di situs Perjanjian Giyanti yang terletak di Lingkungan Kerten Kelurahan Jantiharjo Kecamatan/Kabupaten Karanganyar pada Sabtu (13/2/2021).

Suasana acara peringatan ke-266 Perjanjian Giyanti siang itu tampak sederhana. Sangat berbeda dengan acara napak tilas pada tahun sebelumnya layaknya suasana pasar malam. Pasalnya sebelumnya adanya pandemi, stand kuliner dan mainan selalu berjajar rapi di jalan kampung.

Selain itu perayaan pada tahun sebelumnya juga digelar pada malam hari dan disertai gunungan arum manis dan brondong yang identik dengan UMKM warga Kerten. Kendati digelar secara sederhana, ada yang istimewa dalam peringatan perjanjian Giyanti kali ini yakni hadirnya Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi atau putri dari Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Lurah Jantiharjo, Agus Cahyono menyampaikan, karena masih dalam situasi pandemi, acara napak tilas digelar saat siang hari. Berbeda dengan peringatan sebelumnya yang digelar pada malam hari.

“Karena pandemi acara digelar siang hari. Rebutan gunungan juga ditiadakan,” katanya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, tempat ini merupakan tempat bersejarah kaitannya dengan pembentukan wilayah antara Surakarta dengan Yogyakarta pada zaman dulu.

“Semoga peringatan Perjanjian Giyanti ini membangkitkan semangat kita mencintai wilayah kita secara umum mencintai Indonesia. Kita kan kelola tempat ini antara Pemkab Karanganyar dengan Yogyakarta,” ucapnya.

Menurutnya, perlu adanya penataan lokasi ini supaya menjadi tempat edukasi bagi siapapun. Oleh karena itu perlu adanya penambahan berupa bukti-bukti dari Perjanjian Giyanti.

“Tempat ini untuk belajar sejarah. Ojo digawe wingit (keramat),” terangnya.

KGR Mangkubumi mengungkapkan, menyambut baik adanya peringatan Perjanjian Giyanti ini. Apabila memang diperlukan adanya penataan, dia berharap dapat ditata sesuai aturan.

“Tidak perlu mewah tapi lokasi ini hidup. Masyarakat faham sejarah dan filosofinya. Suaya tidak kepaten obor. Kita harus tahu asal usul kita,” ungkapnya.

Dia menuturkan, antara Pemkab Karanganyar dan Pemerintah DIY dapat saling memberikan informasi dalam rangka mengedukasi kepada masyarakat.

“Sebenarnya apa itu Perjanjian Giyanti, sejarahnya bagaimana, maknanya apa, flosofinya apa. Saya sendiri juga masih belajar. Masih banyak yang belum tergali tentang Perjanjian Giyanti,” pungkasnya.

Demikian DISKOMINFO (Ard/Tgr)

Read More
DSC_9920

Life – Centre Of Nusantara Resmi Di Launching

KARANGANYAR – Bupati Kabupaten Karanganyar H. Juliyatmono didampingi jajaran FORKOPIMDA dan Kepala OPD hadiri Launching Life – Centre Of Nusantara yang diselenggarakan di pelataran Candi Cetho Jenawi Karanganyar, Rabu(18/11/20).

Kabupaten Karanganyar yang terletak di lereng gunung Lawu dan menjadi salah satu wilayah yang mempunyai kondisi kehidupan yang saling beragaman. Serta memiliki nilai histori dari sejumlah pelaku sejarah yang ada di bumi Nuswantara tanah jawa.

Rabu (18/11) sore resmi ditetapkan oleh Presiden World Marketing Association dan oleh The Chartered Institute of Marketing, Hermawan Kartajaya sebagai Kabupaten yang memiliki nilai – nilai norma kehidupan dalam berbangsa dan bernegara.

Pemberian tersebut langsung diberikan kepada Bupati Karanganyar Juliyatmono, di salah satu bangunan pendopo atau cungkup yang ada di komplek candi Ceto, Gumeng, Jenawi, Karanganyar Rabu (18/11) sore, bertepatan dengan perayaan hari jadi kabupaten Karanganyar ya g ke 103. Dalam pemberian tersebut, gubernur Ganjar Pranowo juga turut hadir menyaksikan.

Menurut Bupati dalam sambutannya mengungkapkan, keaneka ragaman masyarakat yang ada di Kabupaten Karanganyar, dalam menganut keyakinan terhadap agama yang bisa saling berkesinambungan dan saling bergotong royong. Menjadikan Kabupaten Karanganyar berhak untuk menerapkan kehidupan tersebut.

“Gunung lawu merupakan salah satu gunung yang mempunyai histori dan sejarah yang luar biasa bagi semua pemimpin yang ada di negara ini. Bahkan dijaman kerajaan Brawijaya, beliau juga melakukan meditasi di wilayah Karanganyar, dan beliau memiliki kedekatan dengan sang hyang atau dewa pada jamannya, bahkan masyarakat yang mempunyai keyakinan yang berbeda dapat bersama sama dalam menjalani kehidupannya, ” kata Bupati.

Disisi lain, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam sambutannya mengungkapkan, pemerintah provinsi akan mendukung sepenuhnya pengembangan Live Center Of Nusantara dari Kabupaten Karanganyar tersebut untuk memberikan pembelajaran terhadap tata cara kehidupan yang benar – benar memberikan pembelajaran bagi kehidupan.

“Dari Karanganyar mari kita dengungkan kembali, saya dukung sepenuhnya. Kita mulai kembali ajarkan apa yang sebelumnya diajarkan oleh nenek moyang kita, untuk saling bergotong royong. Jangan hanya di uri – uri saja. Akan tetapi harus di lakukan, dan itulah yang akan menjadi Karakter,” terang Ganjar.

Sementara itu, Hermawan Kartajaya Presiden World Marketing Association dan oleh The Chartered Institute of Marketing, mengungkapkan Kabupaten Karanganyar memang memiliki sejarah yang sangat luar biasa ditanah jawa ini. Menurut Hermawan, Karanganyar memiliki hubungan erat dengan Gianyar Bali, baik secara kehidupan dan adat istiadatnya.

“Ada kepala desa yang agamanya berbeda dengan masyarakat yang notabanenya sama. Akan tetapi yang bersangkutan bisa bersama – sama dengan masyarakat untuk mengembangkan potensi yang ada di wilayah tersebut,” ucapnya. Demikian DISKOMINFO(Ard/Tgr)

Read More