Category: Seni Budaya

WhatsApp Image 2025-06-14 at 08.45.39

Bahas Zonasi Kawasan Sangiran, Pemkab Karanganyar Audiensi dengan Direktorat Warisan Budaya

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten Karanganyar menerima kunjungan dari Direktorat Warisan Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), dalam audiensi membahas penyesuaian zonasi kawasan Cagar Budaya Nasional Sangiran, Jumat (13/06) sore, di Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan pemahaman antara pemerintah pusat dan daerah terkait pengelolaan dan perlindungan kawasan cagar budaya, khususnya dalam konteks pemanfaatan ruang dan pembangunan di sekitar situs Sangiran.

Marlia Yulianti Rosidah dari cagar budaya sangiran menyampaikan bahwa audiensi ini bertujuan untuk mendengarkan aspirasi pemerintah daerah dan masyarakat setempat mengenai zonasi. “Sebenarnya, cagar budaya bukan berarti tidak bisa diapa-apakan. Justru, perlindungan tetap bisa dilakukan dengan menyesuaikan ketentuan dan rencana pemanfaatan daerah. Kami ingin mendengar masukan dari daerah, agar penetapan zonasi bisa sinkron dengan kebutuhan lokal,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menyatukan persepsi antara Undang-Undang Cagar Budaya dan peraturan tata ruang daerah. “Alhamdulillah, hari ini sudah mulai terbuka komunikasi. Ke depan, status Sangiran akan ditingkatkan sebagai Cagar Budaya Nasional secara penuh,” tambahnya.

Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., menyambut baik pertemuan ini sebagai langkah maju dalam menyelesaikan tantangan zonasi yang sempat menghambat masyarakat. “Tadi kami sampaikan pentingnya sinkronisasi data di tingkat provinsi dan pusat. Ini adalah anugerah, karena selama ini masyarakat merasa dibatasi dalam beraktivitas,” ujar Bupati.

Ia menambahkan, Pemkab Karanganyar akan melibatkan akademisi untuk merancang zonasi kawasan secara optimal dan solutif. “Langkah ke depan adalah membangun pemahaman bersama dengan warga. Nanti masyarakat bisa tahu dengan jelas mana zona yang bisa digunakan untuk aktivitas, dan mana yang dilindungi. Sosialisasi akan terus kami lakukan,” tegasnya.

Bupati juga menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif dan ilmiah akan menjadi kunci dalam menentukan arah pembangunan kawasan Sangiran, tanpa mengabaikan nilai sejarah dan arkeologinya.

Read More
tari 1

Komunitas Kebaya Indonesia Kab. Karanganyar Ikut Andil dalam Pentas Budaya Hari Tari Sedunia

Karanganyar, Dalam rangka menyongsong Hari Tari Sedunia yang diperingati setiap tanggal 29 April. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar menggelar pentas seni dan budaya pada Car Free Day, Minggu (27/04/2025).



‎Dibawah binaan Ibu dr. Farida Rober Christanto selaku Ketua Komunitas Kebaya Indonesia (KKI) DPD Jawa Tengah, KKI Karanganyar ikut serta tampil memukau dengan menampilkan seni tari gambyong yang memadukan tradisi, budaya, dan nilai estetika kebaya sebagai warisan budaya Indonesia. Kehadiran KKI menjadi daya tarik utama dalam rangkaian acara yang diikuti oleh MGMP se Kabupaten Karanganyar ini.

‎Pentas Budaya ini bukan hanya sebagai ajang unjuk bakat, melainkan juga menjadi momentum untuk mempererat ikatan budaya, melestarikan tradisi serta membangkitkan kecintaan generasi muda terhadap warisan seni bangsa.

‎Melalui penampilan ini, KKI Karanganyar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya pelestarian budaya daerah sekaligus mempromosikan kebaya sebagai identitas bangsa kepada generasi muda.

Read More
halal 1

dr. Farida Rober Christanto Hadiri Acara Halal Bihalal dan Gelar Budaya di Sanggar Pelangi Ngesthi Budaya

KARANGANYAR — Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Sanggar Pelangi Ngesthi Budaya menggelar acara halal bihalal dan gelar budaya pada Jumat, 25 April 2025. Kegiatan yang berlangsung di Sanggar Pelangi Ngesthi Budaya tersebut dihadiri oleh dr. Farida Rober Christanto.

Turut hadir dalam acara ini Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Camat Karanganyar, serta warga sekitar sanggar yang turut memeriahkan suasana dengan penuh antusiasme.

Dalam sambutannya, dr. Farida Rober Christanto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus momentum mempererat tali silaturahmi seusai Idulfitri. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani semangat perjuangan R.A. Kartini dalam membangun generasi muda yang berbudaya, berkarakter, dan berdaya saing.

Acara dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni budaya, di antaranya penampilan musik gamelan dari Komunitas Kain Kebaya Indonesia, penampilan seni dari para murid

SMP Negeri 1 Karanganyar, serta pagelaran wayang kulit yang menjadi puncak acara dan disambut meriah oleh para tamu undangan.

Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya, peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi momen berharga yang mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai tradisi di tengah perkembangan zaman.

Read More
IMG-20250418-WA0009

dr. Farida Rober Christanto Resmi Dilantik sebagai Ketua Dekranasda Karanganyar

Semarang — dr. Farida Rober Christanto resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Karanganyar oleh Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat pada Kamis, 17 April 2025, bertempat di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kantor Gubernur Jawa Tengah.

 

 

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, beserta seluruh istri dan suami kepala daerah se-Jawa Tengah. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung peran strategis Dekranasda sebagai penggerak ekonomi kreatif di daerah.

Dalam sambutannya, Nawal Arafah Yasin menekankan bahwa Dekranasda memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan kerajinan berbasis kearifan lokal. Ia juga mengajak seluruh Ketua Dekranasda kabupaten/kota untuk memperkuat kolaborasi dan inovasi dalam membina para pelaku UMKM lokal.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, turut memberikan apresiasi atas peran aktif Dekranasda dalam mendukung pelestarian budaya serta peningkatan ekonomi masyarakat. Ia menyampaikan pentingnya mempertahankan identitas daerah melalui produk kerajinan yang tidak hanya artistik, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.

“Kita harus terus menjaga dan mengembangkan potensi lokal agar dapat bersaing di pasar global. Pemerintah provinsi siap mendukung langkah-langkah Dekranasda dalam mewujudkan ekonomi berbasis budaya,” ujarnya.

Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antarwilayah di Jawa Tengah dalam upaya membangun sektor kerajinan dan industri kreatif yang berkelanjutan.

Read More
WhatsApp Image 2025-03-20 at 18.46.48

BEDAH BUKU “ANTOLOGI ASAL-USUL DAN KISAH DESA DI KABUPATEN KARANGANYAR”

Karanganyar – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karanganyar menggelar acara bedah buku berjudul Antologi Asal-Usul dan Kisah Desa di Kabupaten Karanganyar pada Kamis (20/3). Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Timotius Suryadi, M.Sos., M.Si., yang mewakili Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M. serta diikuti oleh berbagai kalangan, termasuk akademisi, pemerhati sejarah, dan masyarakat umum.

Bedah buku ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Dhina Mulatsih, S.Pd., M.Pd., yang merupakan penulis legenda Darpo Warsoyo dalam buku antologi ini, serta Drs. H. Slamet Riyadi, Sekretaris Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kabupaten Karanganyar. Kedua narasumber membahas secara mendalam mengenai latar belakang sejarah, budaya, serta kisah-kisah unik yang membentuk identitas desa-desa di Karanganyar.

Dalam sambutannya, Timotius Suryadi menyampaikan apresiasi terhadap hadirnya buku ini sebagai sumber literasi sejarah lokal yang berharga. “Buku ini menjadi referensi penting bagi generasi muda untuk memahami asal-usul desa mereka, sehingga dapat menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan terhadap daerahnya,” ujarnya.

Sementara itu, Dhina Mulatsih menyoroti pentingnya pelestarian cerita rakyat agar tidak punah seiring perkembangan zaman. Ia juga menjelaskan proses riset dan penulisan legenda Darpo Warsoyo, yang menjadi bagian dari antologi ini.

Drs. H. Slamet Riyadi menambahkan bahwa buku ini berperan dalam memperkaya khazanah sejarah daerah. “Kisah-kisah dalam buku ini tidak hanya sekadar cerita, tetapi juga menjadi bukti jejak sejarah yang dapat dikaji lebih lanjut oleh sejarawan dan masyarakat umum,” paparnya.

Acara ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca dan kepedulian terhadap sejarah lokal di Kabupaten Karanganyar. Dengan adanya dokumentasi dalam bentuk buku, diharapkan generasi mendatang dapat terus mengenali dan melestarikan warisan budaya yang ada.

Read More
WhatsApp Image 2025-02-22 at 18.11.19

Bersih Desa Ruwahan Lingkungan Beji Tawangmangu

Karanganyar – Warga Lingkungan Beji, Tawangmangu, menggelar acara Bersih Desa Ruwahan di Gedung Serbaguna Kridha Kusuma Beji pada Sabtu (22/2) siang. Tradisi tahunan ini menjadi bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, kesehatan, dan keselamatan, sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, perangkat desa, serta Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana yang mewakili Bupati Karanganyar Rober Christanto yang berhalangan hadir karena menghadiri agenda lain di Magelang.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Karanganyar menyampaikan bahwa tradisi bersih desa seperti ini adalah bagian dari identitas budaya yang harus terus dilestarikan.

“Bersih Dusun Lingkungan Beji ini adalah wujud syukur kita sebagai orang Jawa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semoga acara ini membawa berkah bagi masyarakat, diberikan kesehatan, rezeki yang lancar, serta anak-anak yang sholeh dan sholehah,” ujar Adhe.

Ia juga menambahkan bahwa sebagai pemimpin baru di Karanganyar, dirinya ingin selalu dekat dengan masyarakat dan mendengar aspirasi mereka secara langsung.

Acara Bersih Desa Ruwahan ini diisi dengan doa bersama serta berbagai kegiatan adat yang memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong. Di akhir acara, Wakil Bupati turut mendoakan agar lingkungan Beji semakin makmur dan warganya diberikan kelancaran dalam segala usaha.

Dengan berlangsungnya acara ini, diharapkan tradisi leluhur tetap terjaga dan masyarakat semakin harmonis dalam kehidupan bermasyarakat.

Read More
WhatsApp Image 2025-01-30 at 13.54.49

Labuhan Lawu

Karanganyar– Tradisi sakral Labuhan Lawu kembali digelar dengan prosesi serah terima secara simbolis Pratelan Ageman Sultan dari Keraton Yogyakarta kepada Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Acara berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (30/01) pagi . Pj. Bupati Karanganyar secara resmi menerima pratelan tersebut untuk selanjutnya dibawa ke Puncak Gunung Lawu.

Serah terima ini menjadi bagian dari rangkaian ritual adat yang dilakukan dalam rangka memperingati hari kenaikan takhta Sri Sultan Hamengkubuwono X, yang setiap tahunnya diperingati dengan upacara Labuhan di tiga titik sakral, yaitu Parangkusumo, Gunung Merapi, dan Gunung Lawu.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Karanganyar menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai simbol hubungan erat antara Kabupaten Karanganyar dan Keraton Yogyakarta. Ia menyatakan bahwa Labuhan Lawu bukan sekadar prosesi adat, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat kerja sama budaya dan sejarah antara kedua wilayah.

“Kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Karanganyar dan Keraton Yogyakarta merupakan hal yang berkelanjutan, mengingat sejarah yang menghubungkan keduanya. Gunung Lawu memiliki makna khusus dalam perjalanan spiritual Sultan Hamengkubuwono X. Selain itu, Karanganyar juga memiliki peran penting dalam sejarah terbentuknya Keraton Yogyakarta melalui Perjanjian Giyanti. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus menjaga nilai-nilai sejarah ini dan memastikan bahwa generasi penerus tetap menghargai serta bangga terhadap warisan budaya yang ada,” ujarnya.

Perwakilan dari Keraton Yogyakarta, KRT. Rinta Iswara, yang menjabat sebagai Penghageng II Kawedanan Widya Budaya, menjelaskan bahwa prosesi Labuhan Lawu adalah bagian dari tradisi Labuhan Ageng, yang dilaksanakan setiap delapan tahun sekali, serta Labuhan Alit, yang dilakukan secara rutin setiap tahun.

Menurutnya, barang-barang yang dilabuh, seperti dodot, kening set dinggo, teluh watu, dan uborampe lainnya, memiliki makna mendalam dalam tradisi Mataram. Prosesi ini dilakukan dengan penuh khidmat dan mengikuti kaidah adat yang telah diwariskan turun-temurun.

“Labuhan ini bukan hanya sebuah upacara, tetapi juga wujud rasa syukur dan bentuk penghormatan kepada leluhur. Tradisi ini memiliki makna spiritual untuk menjaga keseimbangan alam dan harmoni kehidupan. Barang-barang yang dilabuh telah disiapkan dengan cermat dan akan dibawa oleh para juru kunci menuju Puncak Gunung Lawu pada tengah malam, agar tiba di lokasi sebelum matahari terbit,” ungkapnya.

Setelah prosesi serah terima di pendopo selesai, Pratelan Ageman Sultan akan dibawa menuju Puncak Gunung Lawu oleh para juru kunci, melalui jalur Cemoro Kandang. Perjalanan ini diperkirakan memakan waktu beberapa jam hingga menjelang pagi.

Labuhan Lawu sendiri dilaksanakan satu hari setelah peringatan hari kenaikan takhta Sultan Hamengkubuwono X, yang jatuh pada 29 Rajab dalam kalender Hijriyah. Upacara ini merupakan bagian dari tradisi besar Keraton Yogyakarta yang bertujuan untuk memayu hayuning bawana, yaitu menjaga keseimbangan alam dan spiritual bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar berharap bahwa Labuhan Lawu dapat terus dilestarikan dan menjadi warisan budaya yang diteruskan kepada generasi mendatang. Kegiatan ini bukan hanya ritual adat, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat identitas budaya dan sejarah yang telah mengakar di Tanah Jawa.

Read More
WhatsApp Image 2024-12-08 at 13.11.07

Ngawiti Sangiran Kirab Budaya Resik Ndeso

Karanganyar – Masyarakat Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo, khususnya Dusun Sangiran Kidul Kali, kembali melaksanakan ritual tahunan yang dikenal dengan Ngawiti Budaya Sangiran atau bersih desa pada Minggu, 8 Desember 2024.

 

Ngawiti Budaya Sangiran menjadi wadah untuk memelihara dan merawat budaya leluhur, yang merupakan tanggung jawab generasi penerus. Tradisi ini dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk tirakat dan rasa syukur atas karunia Tuhan Yang Maha Esa serta jerih payah peninggalan leluhur.

Acara bersih desa ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga untuk memperkuat ikatan sosial antarwarga. Dalam prosesi kirab, masyarakat mengenakan pakaian adat dan membawa hasil bumi sebagai simbol syukur kepada Tuhan.

Dengan melestarikan budaya ini, warga Dusun Sangiran Kidul Kali berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk terus mengenal dan menghargai warisan budaya yang telah ada.

Melalui Ngawiti Budaya Sangiran, diharapkan nilai-nilai kebersamaan dan rasa syukur dapat terus terjaga dalam kehidupan masyarakat.

Read More
WhatsApp Image 2024-11-19 at 00.19.24

Ki Purbo Asmoro Hadirkan Pagelaran Wayang Kulit Memeriahkan Malam Resepsi Hari Jadi ke-107 Kabupaten Karanganyar

Karanganyar – Ki Purbo Asmoro kembali menghibur masyarakat dengan pagelaran Wayang Kulit yang menarik perhatian, menghadirkan dagelan dari Bojonegoro, Cak Dodo dan Cak Komet.Acara ini berlangsung pada malam resepsi memperingati Hari Jadi ke-107 Kabupaten Karanganyar, yang diselenggarakan di Halaman Rumah Dinas Bupati Karanganyar pada Senin malam, 18 November 2024.

Malam resepsi ini menjadi puncak dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-107 Karanganyar. Selain pagelaran wayang, malam ini juga menjadi momen penting untuk mengumumkan para pemenang lomba inovasi antar OPD di Karanganyar. Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan berhasil meraih penghargaan tertinggi, menegaskan komitmen mereka dalam memberikan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

Bupati Karanganyar dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar semangat inovasi terus berkembang di kalangan OPD. “Kami berharap ke depan akan lebih banyak inovasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Karanganyar,” ujarnya.

 

Pagelaran Wayang Kulit oleh Ki Purbo Asmoro, yang dikenal dengan gaya humoris dan interaktif, berhasil memikat perhatian penonton, menciptakan suasana hangat dan penuh tawa. Acara ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat nilai-nilai budaya lokal yang menjadi salah satu identitas Kabupaten Karanganyar.

Dengan perayaan yang meriah ini, masyarakat Karanganyar diharapkan dapat terus bersinergi dan berinovasi untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Read More
WhatsApp Image 2024-11-18 at 16.57.38

Pemerintah Kabupaten Karanganyar Gelar Ruwatan Masal Pasca Hari Jadi ke-107

Karanganyar – Setelah sukses menggelar Upacara perayaan Hari Jadi ke-107, Pemerintah Kabupaten Karanganyar melanjutkan tradisi budaya dengan menyelenggarakan Ruwatan Masal di Halaman Rumah Dinas Bupati Karanganyar pada Senin, 18 November 2024.

Ruwatan, yang memiliki makna menyucikan diri dan membuang sial, merupakan sebuah tradisi yang kaya akan nilai spiritual. Dalam prosesi ini, masyarakat berdoa memohon kepada Yang Kuasa melalui jalur budaya, dengan salah satu simbol utama adalah pemotongan rambut. Kegiatan ini diharapkan dapat membawa berkah dan menghindarkan Kabupaten Karanganyar dari mala petaka serta bahaya.

Sebelum pelaksanaan Ruwatan, acara dibuka dengan pentas wayang yang menghadirkan tokoh Arjuno, yang dipersembahkan oleh Dalang Ki Purbo Asmoro. Pentas ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat.

Bupati Karanganyar dalam sambutannya mengungkapkan harapannya agar melalui Ruwatan Masal ini, masyarakat dapat hidup dalam keadaan tentram, ayem, rukun, dan makmur. “Semoga acara ini menjadi momentum untuk memperkuat ikatan sosial dan spiritual di antara kita,” ujarnya.

Dengan semangat kebersamaan dan tradisi yang kental, Pemerintah Kabupaten Karanganyar berkomitmen untuk terus melestarikan budaya lokal dan menciptakan lingkungan yang harmonis bagi seluruh masyarakat.

Read More