Category: Seni Budaya

WhatsApp Image 2025-10-18 at 10.10.19

Pagelaran Wayang Kulit “Semar Kembar” Meriahkan Tasyakuran Dusun Celep Lor dan Celep Kidul Jaten

KARANGANYAR – Suasana penuh makna dan kebersamaan menyelimuti Dusun Celep Lor dan Celep Kidul, Kecamatan Jaten, saat masyarakat menggelar pagelaran wayang kulit dalam rangka tasyakuran dusun, Kamis (16/10/2025) malam.

Pagelaran yang disambut antusias warga ini menghadirkan dalang muda berbakat Ki Cahyo Kuntadi, dengan membawakan lakon “Semar Kembar” — kisah yang sarat nilai moral dan falsafah kehidupan tentang kebijaksanaan, kesetiaan, serta perjuangan menjaga keseimbangan dunia.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Bupati Karanganyar H. Rober Christanto, S.E., M.M., bersama Kapolres Karanganyar dan perangkat desa setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Rober Christanto menyampaikan apresiasi atas semangat warga yang tetap menjaga tradisi dan memperkuat rasa gotong royong di tengah kemajuan zaman.

“Kesenian tradisional seperti wayang kulit ini bukan hanya warisan budaya, tetapi juga media pendidikan moral bagi masyarakat. Saya sangat bangga karena masyarakat Jaten, khususnya Dusun Celep Lor dan Celep Kidul, masih melestarikan budaya luhur Jawa. Mari kita terus jaga kebersamaan dan nilai-nilai gotong royong demi Karanganyar yang berbudaya dan maju,” ujar Bupati Rober Christanto.

Sementara itu, Ki Cahyo Kuntadi berhasil memukau penonton dengan sabetan khas, dialog hidup, serta guyonan cerdas yang diselipkan dengan pesan moral relevan terhadap kehidupan masyarakat masa kini.

Pagelaran ini menjadi ajang doa bersama dan ungkapan rasa syukur warga atas keamanan, kesejahteraan, serta keberkahan bagi seluruh masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, kegiatan tasyakuran ini mempertegas tekad warga Celep Lor dan Celep Kidul untuk terus menjaga tradisi luhur, mempererat persaudaraan, serta mendukung program pemerintah daerah melalui semangat “Sesarengan Mbangun Karanganyar.”

Read More
WhatsApp Image 2025-09-29 at 07.48.58 (2)

Kirab Karnaval Seni Budaya “Selokaton Duwe Gawe 2025” Meriahkan Dusun Selokaton

Karanganyar – Warga Dusun Selokaton menggelar rangkaian kegiatan “Selokaton Duwe Gawe 2025” yang berlangsung meriah dengan agenda kirab karnaval seni budaya, pengajian akbar, hingga pagelaran wayang kulit. Kegiatan ini menjadi wujud pelestarian tradisi serta kebersamaan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai religius, sosial, dan budaya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Karanganyar H. Adhe Eliana, S.E., mewakili Bupati Karanganyat, didampingi jajaran Forkopimca, serta Kepala Desa Selokaton. Kehadiran para tokoh ini menambah semarak acara sekaligus memberikan dukungan penuh terhadap upaya masyarakat dalam melestarikan seni budaya lokal.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Karanganyar menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat Selokaton atas inisiatif dan partisipasi dalam menjaga budaya daerah. Beliau menegaskan bahwa kegiatan semacam ini perlu terus dilestarikan karena tidak hanya memperkuat jati diri bangsa, tetapi juga menjadi media perekat kebersamaan dan edukasi bagi generasi muda.

“Pemerintah Kabupaten Karanganyar sangat mendukung dan mendorong agar tradisi serta seni budaya seperti ini terus dijaga dan dikembangkan. Budaya adalah warisan berharga yang harus kita lestarikan bersama demi memperkuat identitas dan karakter bangsa,” ungkapnya.

Melalui perhelatan ini, masyarakat Selokaton meneguhkan komitmen untuk terus merawat tradisi, memperkuat persaudaraan, serta menjadikan budaya sebagai perekat sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Read More
WhatsApp Image 2025-09-18 at 07.06.59 (1)

Bersih Dusun Ngerso Desa Nglebak Tawangmangu, Suguhkan Wayang Kulit Dengan Lakon Wahyu Katentreman

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M. menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam Pagelaran Wayang Kulit Bersih Dusun Ngreso, Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu pada Rabu (17/9/2025).

Pagelaran wayang kulit ini digelar sebagai bentuk tasyakuran dalam rangka Merdi Dusun sekaligus menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H. Acara bertempat di Gedung Serbaguna YURO dengan menampilkan dalang kondang asal Yogyakarta, Ki Pandhu, S.Sn. yang membawakan lakon “Wahyu Katentreman.”

Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar menyampaikan apresiasi atas semangat masyarakat dalam melestarikan seni budaya Jawa sekaligus menjadikannya sarana mempererat kebersamaan warga. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan budaya seperti ini merupakan wujud nyata kekayaan tradisi yang patut terus dijaga, terlebih ketika dikaitkan dengan momentum keagamaan.

Pagelaran wayang kulit ini dihadiri masyarakat Desa Nglebak dan sekitarnya dengan penuh antusiasme, mencerminkan nilai gotong royong dan kekompakan warga dalam menjaga warisan budaya leluhur.

Read More
WhatsApp Image 2025-09-05 at 10.56.00

Dwara Manggala Muhi Performing Art Dwipa #1 Suguhkan Penampilan Memukau

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M., menghadiri sekaligus memberikan pembinaan dalam acara pementasan sendratari DWIPA #1 (Dwara Manggala MUHI Performing Art) yang diselenggarakan di Gedung Wanita Karanganyar pada Kamis (4/9/2025).

Mengusung tema “Dwara Manggala Muhi Inovation Performing Art: Suluking Karang Lakuning Warna”, acara ini menampilkan kolaborasi seni yang menggabungkan kekuatan tari, musik, dan budaya. Pementasan disutradarai oleh Ryndhu Puspita Lokanantasari, S.Sn., M.Sn., dengan komposer Nurseto Bayu Aji, S.Sn.

Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar mengapresiasi kreativitas para seniman muda dan menegaskan bahwa seni dan budaya adalah ruh yang harus terus dijaga serta dikembangkan. “Melalui karya seni, kita bukan hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga membangun karakter generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing,” ujarnya.

Pementasan semakin semarak dengan penampilan Seni Karawitan Kinanthi Laras SMPN 1 Matesih serta Sanggar Seni Pelangi Ngesthi Budhaya Karanganyar, yang menambah kekayaan warna budaya dalam acara tersebut.

Acara DWIPA #1 ini menjadi bukti nyata komitmen masyarakat seni di Karanganyar dalam menghadirkan karya berkualitas, serta dukungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk memajukan sektor seni dan budaya sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.

Read More
WhatsApp Image 2025-08-08 at 07.18.05

Lomba Macapat Tingkat SMP se-Kabupaten Karanganyar Meriahkan HUT ke-80 RI

Karanganyar, 7 Agustus 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, digelar Lomba Macapat Tingkat SMP se-Kabupaten Karanganyar yang bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Pembudayaan Kejuangan 45 (BPK 45) Kabupaten Karanganyar tahun 2025, dan diselenggarakan atas kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Ketua Panitia, Hartono, S.H., menyampaikan bahwa lomba ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan dan semangat kepahlawanan kepada generasi muda melalui tembang-tembang macapat yang sarat makna. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud pelestarian budaya lokal atau nguri-uri kabudayan, dengan tema-tema lomba yang mengangkat semangat perjuangan.

Sebanyak 74 peserta dari berbagai SMP di Karanganyar, terdiri dari 37 putra dan 37 putri, turut ambil bagian dalam ajang ini. Setelah melalui seleksi, terpilih 20 peserta putra dan 20 peserta putri yang melaju ke babak grand final. Para pemenang nantinya akan menerima penghargaan berupa uang tunai.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Ketua DHC BPK 45 Karanganyar, Drs. H. Tjuk Susilo, menekankan pentingnya mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif, salah satunya adalah melestarikan warisan budaya bangsa seperti tembang macapat. “Kemerdekaan harus diisi dengan perjuangan baru, yaitu mempertahankan dan mengembangkan nilai-nilai luhur bangsa,” ujarnya sebelum secara resmi membuka perlombaan.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan lomba ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini patut dijadikan pembuka agenda-agenda besar di Karanganyar, termasuk dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Karanganyar. Ia juga berpesan kepada para peserta agar terus mengembangkan kemampuan dan menularkannya kepada teman-teman sebaya.

“Macapat bukan sekadar tembang, tapi cermin kearifan lokal dan semangat perjuangan. Mari kita terus lestarikan bersama,” pesan Bupati menutup sambutannya.

Read More
WhatsApp Image 2025-07-25 at 11.19.34 (1)

Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar Hadiri Jamasan Pusoko Keris Kyai Pamot

KARANGANYAR, 24 Juli 2025 — Suasana khidmat dan sakral menyelimuti halaman Rumah Dinas Bupati Karanganyar pada Kamis, 24 Juli 2025, dalam agenda Jamasan Pusoko Keris Kyai Pamot. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M., dan Wakil Bupati Karanganyar, H. Adhe Eliana, S.E., sebagai bentuk pelestarian warisan budaya adi luhung leluhur Jawa.

Keris pusaka bernama Kyai Pamot tersebut dijamasi oleh para parogo (abdi dalem/parogo) dari Puro Mangkunegaran, Solo. Prosesi jamasan atau pembersihan pusaka ini bukan sekadar ritual fisik, namun juga dimaknai sebagai bentuk penghormatan dan spiritualisasi nilai-nilai kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam merawat dan melestarikan budaya daerah. “Kegiatan seperti ini harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai identitas budaya kita,” ujarnya.

Jamasan pusaka menjadi bagian penting dalam kalender budaya Kabupaten Karanganyar, sekaligus momentum memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan institusi budaya tradisional seperti Puro Mangkunegaran.

Read More
WhatsApp Image 2025-07-24 at 13.59.01

Srawung Budaya Kreatif Karanganyar 2025 Resmi Dibuka, Masyarakat Tumpah Ruah Saksikan Jamasan Kiai Pamot

Karanganyar, 23 Juli 2025 – Pemerintah Kabupaten Karanganyar resmi membuka gelaran Srawung Budaya Kreatif tahun 2025 pada Rabu malam, 23 Juli 2025, bertempat di Taman Halaman Belakang Rumah Dinas Bupati Karanganyar. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M., dan turut dihadiri oleh Forkopimda, seluruh jajaran OPD, tokoh masyarakat, serta warga Karanganyar yang antusias menyaksikan kemeriahan acara.

Dengan mengusung tema “Jamasan Kiai Pamot”, kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Juli 2025, dari pukul 13.00 WIB hingga 22.00 WIB. Beragam rangkaian kegiatan budaya dan ekonomi kreatif mewarnai acara ini, mulai dari:

– Sarasehan Keris & Jaran Bigar
– Pameran & Bursa Keris
– Demo Tempa Keris
– Musik Angklung & Gamelan
– Kuliner Jadul
– Kerajinan Bambu
– Workshop Kriya, Batik & Souvenir
– Demo Make Up Tradisional & Fashion Show
– Karanganyar Business Forum

Bupati Karanganyar dalam sambutannya menyampaikan bahwa Srawung Budaya Kreatif adalah bentuk nyata komitmen Pemkab Karanganyar dalam menjaga dan melestarikan kearifan lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mencintai dan bangga terhadap kekayaan tradisi yang dimiliki Karanganyar. “Budaya bukan sekadar warisan, tapi juga identitas dan kekuatan yang bisa kita dorong menjadi potensi ekonomi dan perekat sosial,” ujar Bupati.

 

Suasana pembukaan berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan, diawali dengan penampilan angklung oleh Komunitas Kebaya Indonesia (KKI) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Karanganyar binaan Dekranasda Karanganyar. Penampilan seni tradisional hingga pameran kerajinan tangan UMKM menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung dari berbagai kalangan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya menikmati sajian budaya, namun juga terlibat aktif dalam menjaga warisan leluhur sekaligus mendukung geliat pelaku usaha lokal di Karanganyar.

Read More
WhatsApp Image 2025-07-13 at 13.14.49

Wahyu Kliyu, Tradisi Sakral Warisan Budaya Takbenda Dirayakan dengan Kirab 17 Ribu Apem

KARANGANYAR — Pemerintah Kabupaten Karanganyar kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan adat dan budaya lokal melalui peringatan Upacara Adat Wahyu Kliyu yang digelar di Desa Jatipuro, Kecamatan Jatipuro, pada Jumat tengah malam, 11 Juli 2025, dini hari. Kegiatan ini diawali dengan kirab budaya yang menampilkan 17 gunungan berisi sekitar 17 ribu apem. Gunungan tersebut berasal dari sumbangan warga dan berbagai instansi di wilayah Kecamatan Jatipuro, yang dikirab dari rumah Kepala Desa Jatipuro menuju Lapangan Desa Jatipuro.

Apem tersebut menjadi simbol sedekah dan ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kepala Desa Jatipuro, Rakino, menjelaskan bahwa kirab merupakan bagian dari rangkaian upacara adat Wahyu Kliyu yang rutin digelar setiap bulan Suro. Puncak upacara dilaksanakan tepat pukul 00.00 WIB dengan pembagian apem kepada masyarakat. Sebanyak 316 kepala keluarga di Dusun Kendal turut berpartisipasi, masing-masing membawa 344 apem untuk dibagikan secara merata.

“Wahyu Kliyu malam ini sangat sakral. Ini adalah wujud permohonan kami kepada Sang Pencipta agar seluruh warga Dusun Kendal dijauhkan dari mara bahaya,” ujar Rakino.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar. Kepala Bidang Kebudayaan, Heri Sutrisno, menyampaikan bahwa Wahyu Kliyu telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda tingkat nasional sejak tahun 2021.

“Tradisi seperti ini penting untuk dilestarikan. Ke depan, kami berkomitmen untuk menyelenggarakan kegiatan ini dengan lebih meriah dan melibatkan lebih banyak pihak,” tutur Heri.

Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M., yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong masyarakat dalam menyukseskan agenda budaya ini. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah desa hingga masyarakat, dalam membangun peradaban berbasis budaya lokal.

“Ini adalah bentuk nyata dari rasa syukur kita kepada Allah SWT. Wahyu Kliyu bukan sekadar ritual, tapi warisan budaya yang mencerminkan nilai-nilai spiritual, sosial, dan kebersamaan,” ujar Bupati.

“Saya doakan seluruh warga Kendal dan Jatipuro selalu diberi kesehatan, kelancaran rezeki, dan semangat untuk terus menjaga tradisi ini,” tambahnya. Bupati juga menyampaikan gagasan agar tradisi kirab apem Wahyu Kliyu dikembangkan lebih luas, tidak hanya di Dusun Kendal, namun juga di seluruh kecamatan di Karanganyar sebagai bentuk syiar budaya dan sarana mempererat persatuan masyarakat.

Melalui perayaan Wahyu Kliyu, Pemerintah Kabupaten Karanganyar menegaskan bahwa pelestarian budaya lokal merupakan bagian integral dari pembangunan daerah yang berkelanjutan. Semangat gotong royong yang mengakar dalam masyarakat menjadi fondasi kokoh bagi kemajuan Karanganyar ke depan.

Read More
WhatsApp Image 2025-06-30 at 19.35.37

Karanganyar Gelar Kirab Budaya, Semarakkan Pembukaan Solo Raya Great Sale 2025

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten Karanganyar turut memeriahkan pembukaan Solo Raya Great Sale 2025 dengan menyelenggarakan kirab budaya yang berlangsung pada Minggu (29/6/2025) malam. Kirab dimulai dari Rumah Dinas Bupati Karanganyar dan berakhir di Gedung Kebudayaan, yang sekaligus menjadi lokasi pembukaan resmi rangkaian acara di wilayah Karanganyar.

Kirab budaya ini diikuti Bupati Karanganyar Rober Christanto, Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana, Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo, Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Sumanto serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Karanganyar dan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Karanganyar, dengan menampilkan ragam seni budaya dan potensi lokal sebagai simbol kekayaan kultural Karanganyar.

Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, dalam sambutannya menekankan pentingnya Solo Raya Great Sale sebagai ajang kolaboratif penggerak ekonomi lintas daerah. “Dari sekitar 2.000 tenant yang ikut serta di Solo Raya, sebanyak 1.400 di antaranya berasal dari Karanganyar. Artinya, lebih dari 50 persen kontribusi berasal dari daerah kita,” ujar Bupati.

Ia optimistis, melalui event ini, Karanganyar mampu mencetak target perputaran uang hingga Rp2 triliun selama pelaksanaan program diskon massal yang berlangsung sepanjang 1–31 Juli 2025.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Karanganyar, Joko Sutrisno, menyebut bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari konsep agromentasi—yakni integrasi antara sektor agrikultur dan promosi ekonomi kreatif. “Semoga melalui kegiatan ini, para pelaku usaha di Solo Raya, khususnya Karanganyar, semakin moncer dan kompetitif,” ungkapnya.

Joko juga menyampaikan bahwa pendaftaran tenant masih dibuka hingga hari-hari menjelang pelaksanaan puncak program. Sementara pembukaan secara umum telah dilakukan pada pagi hari yang sama di kawasan Car Free Day Solo, dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah.

Dengan rangkaian kegiatan budaya dan ekonomi ini, Pemerintah Kabupaten Karanganyar menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem perdagangan yang inklusif serta memperkuat posisi Karanganyar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Solo Raya.

Read More
WhatsApp Image 2025-06-17 at 14.03.05 (3)

Diskominfo Karanganyar Gelar Rakor KIM 2025, Bahas Festival Film hingga Pemanfaatan AI

KARANGANYAR — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karanganyar menggelar Rapat Koordinasi Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) tahun 2025 pada Selasa (17/6), bertempat di Resto Balepongan, Kelurahan Popongan, Kecamatan Karanganyar.

Rakor ini dihadiri oleh seluruh ketua KIM se-Kabupaten Karanganyar dan menjadi ajang penting dalam membahas sejumlah agenda strategis, termasuk rencana partisipasi dalam Festival Film Pendek KIM Jawa Tengah Tahun 2025. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang rutin diikuti KIM Karanganyar, dengan catatan prestasi membanggakan karena kerap menembus enam besar juara.

Tahun lalu, KIM Tunas Harapan Desa Dagen berhasil meraih Juara 3 tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sebagai bentuk berbagi pengalaman, perwakilan KIM Tunas Harapan, Salis, turut memberikan pemaparan tentang proses produksi film, editing, hingga kisah di balik keberhasilan mereka dalam ajang bergengsi tersebut.

Selain itu, rakor juga membahas monitoring dan evaluasi pengelolaan website KIM pada platform kim.id yang dikembangkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi). Sejak menerima pelatihan pengelolaan website pada Juni 2024, seluruh KIM di Karanganyar telah memiliki akun admin dan dibekali kemampuan teknis untuk pengisian konten. Evaluasi terhadap pemanfaatan website tersebut dijadwalkan rutin setiap akhir tahun.

Pemberdayaan website sebagai sarana publikasi potensi desa dan kelurahan juga menjadi salah satu topik utama. Diskusi berkembang ke praktik penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI), termasuk ChatGPT dan AI VO3, untuk membantu produksi konten digital. Beberapa KIM seperti KIM Saraswati, KIM Dawung, dan KIM Setia turut berbagi pengalaman dalam memanfaatkan AI untuk menyusun narasi berita, membuat caption, hingga latihan video konten.

Rakor dipandu oleh Pranata Humas Diskominfo Karanganyar, Sopiyatun, S.Sos., M.I.Kom, dan turut diisi dengan sesi perkenalan anggota baru dari KIM Dawung, Kecamatan Matesih.

Read More