Category: Pendidikan

Mahasiswa Jepang Kunjungi Karanganyar

Puluhan mahasiswa Shizouka Jepang kunjungi Karanganyar, Senin (17/10). Direktur Organization for Industrial Spiritual and Cultural Advancement (OISCA) Karanganyar, Mulyono Herlambang menjelaskan bahwa selain melakukan penanaman pohon di Desa Segoro Gunung, mahasiswa asal negeri matahari tersebut juga akan belajar menjadi orang pegunungan dengan menginap di rumah-rumah penduduk sekitar.
“Malamnya menginap di rumah warga, paginya  melakukan penanam pohon di sana,” ujarnya di saat mendampingi para mahasiswa tersebut diterima oleh Bupati Karanganyar di Rumah Dinas Bupati. Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar, Rina Iriani menyatakan bahwa selama ini Lereng Gunung Lawu tersebut merupakan Genthong air di Bumi Intanpari. Maksudnya lereng Gunung Lawu tersebut merupakan salah satu daerah resapan air di Karanganyar yang salah satunya digunakan untuk irigasi lahan pertanian. “Menanam pohon itu merupakan salah satu cara untuk menjaga ketersediaan air, kami akan dukung gerakan penanam pohon itu,” katanya.
Selain itu, ditambahkan Rina kunjungan mahasiswa tersebut intinya merupakan balasan dari kunjungannya ke Jepang beberapa waktu lalu. “Saya berharap, nanti adik-adik sekalian dan pimpinan rombongan agar melaporkan apa adanya kepada Bupati mengenai kondisi Karanganyar, katakan baik jika itu baik atau katakan buruk jika itu memang buruk,” a.
Sebelum diterima oleh Bupati Karanganyar, mahasiswa tersebut didampingi oleh salah satu LSM dari Jepang disuguhi dengan makanan khas dari Karanganyar dan suguhan musik lesung dan tari-tarian hasil kreasi Bupati Karanganyar.

Read More

Disdikpora Sesalkan Guru Pengganti TK Pertiwi

Masa anak-anak itu merupakan masa keemasan yang harus mendapatkan pengawalan pembelajaran yang baik. Kalau yang mengajar bukan dari tenaga pengajar yang profesional itu sama saja dengan membohongi masyarakat dan berbahaya.
Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karanganyar, Sri Suranto dalam mensikapi permasalahan TK Pertiwi Suruh Kalang Jaten saat ditemui  di akhir upacara pembukaan TMMD ke – 87, Lapangan Puntukrejo, Ngargoyoso, Karanganyar, Senin (10/10).
Menurutnya, dengan pemecatan dan pengunduran kedua guru TK Pertiwi II Suruh Kalang Jaten tersebut, dijelaskan Suranto seharusnya pihak Ketua Yayasan harus menunjuk  guru pengganti yang profesional bukannya dari ibu-ibu PKK yang hanya asal mengajar. “Kalau hanya asal, itu berbahaya kalau salah mengajar bagaimana nanti, mereka itu aset bangsa,” kata dia.
Usai mendapat instruksi dari Bupati Karanganyar Rina Iriani, sambung dia, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar berjanji segera mengusut tuntas permasalahan yang terjadi di TK Pertiwi II Suruh kalang Jaten tersebut secepatnya.
Sejauh ini, Suranto mempunyai anggapan seharusnya dalam memberhentikan seorang pengajar kudu mempunyai mekanisme yang jelas sebagai patokan seberapa fatal kesalahannya, “seperti orang bekerja pasti akan diberikan surat peringatan dahulu sebelum diberhentikan, tidak boleh semena-mena,”.
“Semoga saja ini dapat dijadikan sebagai pelajaran berharaga dan tidak terulang di kemudian hari lagi, tetapi hakprerogatif tetap di tangan Ketua Yayasan,” jelas Suranto.
Menyinggung nasib Ibu Guru Darwanti, Pihak Disdikpora nantinya akan mengupayakan untuk ditempatkan di tempat lain agar terus dapat mengajar, apalagi dijelaskan dia tenaga pendidik di Karangayar juga terbilang masih minim.
“Nanti akan kita koordinasikan ke PGRI, sekolah mana yang masih memerlukan pendidik,

Read More

Libur Lebaran sekolah dimulai besok

Siswa SD, SMP, SMA/SMK di Kabupaten Karanganyar akan mulai libur pada Rabu (24/8/2011).Libur Lebaran 2011 itu berakhir pada Senin (5/9/2011) mendatang. Para siswa dan guru mulai aktif dalam kegiatan belajar mengajar pada Selasa (6/9/2011).

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar, Nur Halimah, mengatakan, libur selama 13 hari khusus Lebaran itu mengacu pada kalender pendidikan yang dibuat oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jateng.

“Kami tinggal menyesuaikan, karena aturan libur Lebaran itu yang bikin provinsi,” ungkap Nur Halimah, Senin (22/8/2011).

Sementara itu terkait dengan berbagai tugas para siswa saat liburan, lanjut Halimah, diserahkan ke sekolah masing-masing. Beberapa sekolah di Karanganyar, kata dia, saat Ramadan menggelar program tahunan seperti pesantren kilat. Sebisa mungkin, kegiatan tersebut sudah selesai sebelum masuk liburan.

Beberapa siswa di Karanganyar, lanjut Halimah, saat liburan ada juga yang tidak libur. Tapi beberapa siswa tersebut terlibat aktif dalam pengamanan Lebaran. “Mereka itu biasanya yang aktif dalam kegiatan Pramuka. Di saat yang lain libur, mereka membantu pengamanan di jalan. Tapi tidak semua siswa sekolah ikut kegiatan itu. Hanya para siswa yang kebetulan aktif di Pramuka maupun Palang Merah Remaja (PMR),” jelas Halimah.

Kebijakan pelibatan anak sekolah untuk aktif di kegiatan tersebut, sepenuhnya dari sekolah dan induk organisasi yang menaunginya. Sedangkan Disdikpora tidak terlibat secara langsung di dalam pengamanan mudik Lebaran.

Read More

Siswa Seskoad akhiri KKL di Karanganyar

Sebanyak 11 siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) tahun ajaran 2011 akhirnya mengakhiri masa kuliah kerja lapangan (KKL) kewilayahan di Kodim 0727 Karanganyar.

Read More

PNS Karanganyar akan terima gaji lebih cepat

Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Karanganyar akan menerima gaji lebih cepat. Gaji bulan September yang biasanya dibayarkan pada awal bulan nantinya akan diterima pada pada akhir bulan Agustus menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Read More

Sekolah Al Irsyad Tawangmangu akhirnya gelar upacara

Sekolah yang bernaung di bawah Yayasan Perguruan Al Irsyad Al Islamiyyah Tawangmangu, Karangnyanyar, akhirnya menggelar upacara untuk pertama kalinya di halaman sekolah setempat, Senin 18 juli 2011 pagi. Namun tidak seluruh siswa menghormat kepada bendera saat upacara berlangsung. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani SR.

Saat upacara, puluhan siswa SD dan SMP Al Irsyad berbaris di halaman sekolah bagian bawah. Sedangkan siswa TK berbaris di halaman sekolah sebelah atas. Semua siswa putri mengenakan kerudung dan siswa putra memakai baju lengan panjang. Upacara dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan berlangsung khidmat. Tiga siswi SMP bertugas menjadi pengibar bendera. Sementara siswa putra ada yang menjadi komandan barisan, pembaca teks UUD 1945 dan pembawa acara. Saat bendera Merah Putih dikibarkan dan sejumlah peserta upacara menghormat bendera sekaligus menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Belasan anggota FPI juga ikut hadir di luar sekolah saat upacara berlangsung. Saat bendera dinaikkan dengan iringan lagu kebangsaan, ada sejumlah anggota FPI yang meneriakkan kalimat takbir. Ada juga yang meneriakkan bahwa hormat bendera sama dengan syirik. Beberapa siswa yang awalnya menghormat bendera lalu menurunkan tangan kanannya. Banyak siswa yang terlihat kebingungan. Lalu mereka tengok kanan-kiri dan saling bertanya apakah saat itu akan melaksanakan hormat bendera atau tidak.

Kapolres, AKBP Edi Suroso, Dandim 0727 Karanganyar, Letkol (Inf) Edy Basuki dan sejumlah petugas Satpol PP berjaga di pintu gerbang sekolah. Sempat ada salah satu anggota FPI yang akan masuk ke halaman sekolah. Tapi aksi itu dihalang-halangi oleh petugas dan orang itu ditarik kembali oleh anggota FPI yang lain.

Selain diikuti oleh civitas akademika Al Irsyad, upacara itu juga diikuti oleh puluhan perangkat desa se-Kecamatan Tawangmangu, yang berbaris di sepanjang gang menuju lokasi sekolah. Dalam pidatonya, Bupati menyampaikan pentingnya pendidikan Pancasila terhadap anak-anak. “Mudah-mudahan ke depan upacara bendera bisa dilakukan lagi. Karena sekolah ini ada di Kabupaten Karangnyar dan Karanganyar berada di Indonesia. Maka dari itu juga harus menurut aturan yang ada di Indonesia,” ujar Rina saat ditemui wartawan seusai upacara. Karena permasalahan sudah selesai, imbuhnya, maka untuk polemik ini tidak perlu diteruskan berlarut-larut.

Sementara itu, Kepala SD Al Irsyad, Sarwo Edi P, mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pihak karena telah peduli dan memberikan perhatian pada Al Irsyad. Apalagi, sebut dia, sekolah itu berlokasi di daerah pinggiran. “Ke depan akan ada petunjuk selanjutnya, karena hal ini sudah selesai dan tidak perlu lagi ada monitoring. Mungkin nanti akan ada upacara atau tidak di sekolah ini, bisa dilihat nanti.

Read More

Sekolah Al Irsyad gelar latihan upacara

Sekolah Al Irsyad Tawangmangu, Karanganyar, mulai mau melaksanakan latihan upacara, Sabtu 16 juli 17 2011. Hal itu dilakukan setelah ada rapat internal Yayasan Al Irsyad Al Islamiyyah Tawangmangu serta sosialisasi pernyataan sikap dari yayasan, kepada kepala sekolah dan sejumlah guru.

Camat Tawangmangu, Yopi Eko Jati Wibowo, didampingi Kapolsek, AKP Suwandi dan Danramil Tawangmangu, Kapt (Inf) Sudarmin, menjelaskan bahwa pertemuan pada Sabtu pagi itu hanya pertemuan internal di kalangan yayasan, baik guru maupun karyawan. Sedangkan pihak Muspika Tawangmangu hanya mendampingi petemuan tersebut. Pada intinya, lanjut Yopi, dalam pertemuan itu hanya menegaskan kembali terkait dengan surat pernyataan yang dibuat oleh Ketua Yayasan Al Irsyad Al Islamiyyah, Hasan Babsel, pada 16 Juli. Dalam surat pernyataan itu disebutkan bahwa yayasan mempersilakan pihak sekolah untuk melaksanakan upacara bendera seperti pada umumnya.

“Ini tadi tujuannya hanya menyosialisasikan surat pernyataan dari yayasan kepada kepala sekolah, guru maupun karyawan yang bekerja di sini,” ujar Yopi saat ditemui wartawan di sekolah setempat, Sabtu pagi. Menurut Yopi, para civitas akademika di sekolah Al Irsyad siap untuk memulai upacara pada hari Senin 18 juli 2011 pagi. Bila di sekolah lain upacara dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB, tapi di Al Irsyad akan dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB. Sebab beberapa siswa yang bersekolah di sana bertempat tinggal sangat jauh dan harus antar-jemput oleh orangtua siswa masing-masing.

Pada Jumat kemarin, imbuh Yopi, pihak sekolah bersikukuh untuk tidak melaksanakan upacara. Namun sehari kemudian pihak sekolah sudah sepakat akan melaksanakan upacara karena sebelumnya belum ada sosialisasi tentang keputusan yayasan, kepada guru dan kepala sekolahnya. “Kami menjelaskan kepada mereka bahwa kami sudah berkomunikasi dengan ketua yayasan, Hasan Babsel yang tinggal di Jakarta bahwa keputusan itu sudah menjadi garis yayasan,” ujarnya. Selama ini, sebut Yopi, kepala sekolah dan guru belum mengetahui adanya garis koordinasi maupun pernyataan dari yayasan tentang pelaksanaan upacara bendera itu.

Di sisi lain pimpinan dan staf sekolah tersebut tidak ada yang mau ditemui untuk dimintai komentar. Bahkan saat wartawan datang ke Al Irsyad, Kepala SMP Al Irsyad, Sutardi, mengusir mereka. Meski begitu terlihat siswa sekolah tersebut sudah dilatih oleh sejumlah petugas untuk persiapan upacara. Di antara siswa ada yang bertugas menjadi pengibar bendera Merah Putih, regu koor yang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan beberapa ada yang menjadi pembaca teks Pancasila dan UUD 1945.

Read More

Pemkab Karanganyar gelar seminar Pancasila

Pemkab Karanganyar menggelar seminar nasional bertajuk Pentingnya Pancasila di Dunia Pendidikan di Gedung Wanita Karanganyar malam ini, Senin (4/7/2011).

(more…)

Read More

1.334 Peserta ikuti UNPP di Karanganyar

Sebanyak 1.334 peserta mengikuti Ujian Nasional Program Paket (PNPP) di Karanganyar. Selain diikuti oleh sejumlah peserta yang tidak lulus ujian pada tahun ajaran 2010/ 2011 ini, UNPP juga diikuti oleh para peserta yang gagal dalam ujian nasional beberapa tahun sebelumnya.

(more…)

Read More

Jabatan Ketua TP PKK empat kecamatan diserahterimakan

Jabatan Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) empat kecamatan, yakni Karanganyar, Ngargoyoso, Matesih dan Gondangrejo diserahterimakan di Aula PKK Karanganyar.

Read More