Category: Pendidikan

PELANTIKAN PENGURUS IGTKI – PGRI KECAMATAN SE-KAB. KARANGANYAR MASA BHAKTI 2012-2016

Pengurus IGTKI- PGRI Kecamatan se- Kab. Karanganyar masa bhakti 2011-2016 secara resmi dilantik oleh Ketua IGTKI- PGRI ( Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Republik Indonesia) Kab. Karanganyar Siti Amanah, M.Pd pada hari Selasa 13/03/2012 bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar. Dalam acara tersebut hadir Bupati Karanganyar Dr. Hj. Rina Iriani SR, MHum beserta Camat dan Guru TK yang dilantik..

Siti Amanah, M.Pd selaku ketua pelantikan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bupati Karanganyar yang telah memfasilitasi secara penuh terselenggaranya acara ini. IGTKI- PGRI Kab. Karanganyar beranggotakan para guru TK dan PAUD ( Pendidikan Anak Usia Dini ) dari berbagai kecamatan se- Kab. Karanganyar.  Dalam sambutannya disampailkan bahwa tujuan dibentuknya IGTKI- PGRI sangat penting dalam membangun karakter dan potensi anak didik. Ia menambahkan, selain sebagai sarana dalam merumuskan metodologi dan pembinaan juga sebagai sarana menciptakan pembangunan karakter dan budi pekerti anak usia dini.

Dalam sambutannya Bupati Rina berharap “ agar para pengurus yang telah dilantik dapat bekerja semaksimal mungkin dalam menjalankan program-program yang telah disusun khususnya pada program pembinaan guru TK agar dapat menjadi guru yang professional” tuturnya. Sekaligus beliau memberikan dana bagi organisasi tersebut sebesar 10 juta rupiah guna menfasilitasi para guru dalam mengemban tugasnya.

Demikian Dishubkominfo  Kab. Karanganyar ( Pj/Ft/Sfa/Dy/Ang )

Read More

Dikpora Karanganyar Mengadakan Lomba PBB Tingkat SMA / SMK / MA se Kab. Karanganyar

Alun - Alun Kabupaten Karanganyar

Lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) dibuka langsung oleh Bupati Karanganyar Dr. Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, M.Hum dalam upacara pembukaan bertempat di Alun-Alun Kab. Karanganyar Selasa pagi (13/03/2012). Hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Karanganyar H. Sumanto, SH dan perwakilan dari Kodim 0727 Karanganyar, Polres Karanganyar serta SKPD terkait.

Bupati Karanganyar dalam sambutannya menyambut baik acara tersebut. “Ikutilah lomba dengan antusias. Lakukan jalani kegiatan dengan rasa senang dan kurangi beban akibat rasa ingin menang”, ujar Rina Iriani SR. Dengan mengikuti lomba PBB, peserta diharapkan agar menjadi pribadi yang bertanggung jawab, mandiri, sukses dan disiplin. Selain itu juga peserta memiliki kepedulian terhadap sesame, orang tua dan para pendahulu agar supaya tumbuh rasa cinta terhadap tanah air. Selain itu, Bupati Karanganyar juga berpesan agar sportivitas dijunjung tinggi, jaga gerakan dan kekompakan serta solidaritas. “Menang kalah tidak soal, yang penting tunjukkan perjuangan kalian terhadap sekolah yang kalian bawa dalam lomba PBB ini”, Pesan Rina Iriani SR.

Sementara itu, Nurhalimah Sekretaris Dikpora dalam laporan panitia mengatakan bahwa lomba yang berlangsung selama dua hari (13 s/d 14 Maret 2012) diikuti oleh kurang lebih 25 sekolah dari 40 sekolah SMA / SMK / MA seKab. Karanganyar.

Ditengah upacara pembukaan, secara simbolis Bupati Karanganyar menyematkan tanda peserta kepada perwakilan peserta sebagai tanda telah dimulainya Lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) Kab. Karanganyar Tahun 2012

DemikianDishubkominfoKab.Karanganyar (Sy/Ad)

Read More

Dewan Berharap Pemkab Prioritaskan Perpustakaan Sekolah

Masih banyaknya sekolah di Karanganyar yang tidak mempunyai Ruang Perpustakaan mendapatkan tanggapan dari Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD) setempat. Dewan juga menyayangkan sikap Pemkab yang tidak memprioritaskan pengadaan untuk Perpustakaan sekolah ini.
“ Kalau kurang atau tidak ada dana sebenarnya bisa dicoba dengan mengajukan perubahan alokasi di APBD Perubahan 2012,” ujar Karwadi, anggota Komisi IV DPRD Karanganyar, Rabu (9/2) kemarin. Ia mengakui minimnya jumlah perpustakaan di Karanganyar dikarenakan minimnya kekuatan anggaran daerah. Namun meski minim, seharusnya Pemkab bisa mencarikan dana untuk kepentingan tersebut.
“Tahun ini masih banyak Dana Alokasi Khusus (DAK) dua periode (2011-2012) yang masih belum cair. Dana tersebut dapat disisihkan untuk membangun perpustakaan,” tegasnya.  Minimnya perpustakaan di Sekolah ini, menurutnya bukan sepenuhnya kesalahan Pemkab, pasalnya sejauh ini, Pemerintah pusat juga tidak memberikan dukungan penuh.
Ia mengatakan bahwa saat ini Pemerintah Pusat belum mendistribusikan buku bacaan, dan hanya menumpuk di tingkat pusat. “Harusnya konsepnya itu jelas, mosok mengirimkan buku harus dengan pengajuan dan biaya dari daerah. Ini kan lucu,” terang dia.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Karanganyar, Romdloni mengungkapkan hal yang sama. Ia mengatakan minimnya perpustakaan di sekolah-sekolah di Karanganyar disebabkan salahnya prioritas penggunaan dana APBD oleh Pemkab. “Hampir 52 persen dana pendidikan hanya untuk membayar gaji pegawai saja, bukan untuk pengadaan fasilitas pendidikan,” urai dia.
Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar, Sri Suranto mengatakan dari sekitar 500 Sekolah Dasar (SD) di Bumi Intanpari, 64 persen di antaranya atau sekitar 320 Sekolah Dasar belum memiliki gedung perpustakaan.

Read More

Fasilitas Sekolah Kurang Dimaksimalkan

Komisi IV DPRD Karanganyar menilai sejumlah perpustakaan sekolah belum dimanfaatkan secara maksimal oleh pihak sekolah. Masalah tersebut muncul lantaran sekolah kekurangan tenaga untuk mengurusnya.

Ketua Komisi IV DPRD Karanganyar, Eko Setiyono, mengatakan saat ini masih banyak tenaga guru yang masih kurang, khususnya guru SD. Sebetulnya, kata dia, sarana dan prasarana di sekolah sudah disediakan. Namun pemanfaatannya kurang maksimal.

Data dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar menyebutkan saat ini lebih dari 300 SD di Karanganyar belum memiliki perpustakaan sekolah. Dari total 500 an SD, baru sekitar 180 SD yang sudah memiliki perpustakaan sendiri. Beberapa kekurangan tenaga guru itu biasanya ditambahi dengan tenaga honorer. “Biasanya guru yang ada diperbantukan untuk mengurus perpustakaan juga,” ujar Eko saat ditemui di ruang Komisi IV DPRD Karanganyar, Senin (6/2/2012) siang.

Menurutnya, jika fasilitas yang bagus tanpa dibarengi dengan menumbuhkan minat baca siswa, maka hasilnya juga akan sama saja. Karena itu, yang perlu dilakukan saat ini adalah menumbuhkan dulu minat baca siswa di sekolah, setelah itu baru mengadakan atau membenahi fasilitasnya. Ia menilai saat ini minat baca siswa di Karanganyar masih sangat kurang. “Kalau bisa berbarengan justru lebih bagus. Sarana diperbaiki, minat baca siswa ditingkatkan dan manajerial diperbaiki lagi,” terangnya.

Sementara itu untuk masalah pengadaan buku bacaan, jika memang dari pusat buku (Pusbuk) di Jakarta ada ribuan buku menumpuk, seharusnya Disdikpora aktif untuk menyurati sekolah agar lebih aktif untuk pengadaan buku dari Pusbuk secara gratis. Soal biaya pengiriman, kata dia, sebenarnya hal itu bisa diatur. “Disdikpora beri surat melalui musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) atau Unit Pelayanan Teknis (UPT) di kecamatan. Saya yakin buku yang menumpuk di sana bisa secapatnya bisa diambil bila dari dinas aktif

Read More

Ratusan SD Tidak Miliki Perpustakaan

Dari sekitar 500 Sekolah Dasar (SD) di Karanganyar, 64 persen di antaranya atau sekitar 320 Sekolah Dasar belum memiliki Gedung Perpustakaan.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar, Sri Suranto saat membuka acara Seminar Regional Urgensi Tenaga Perpustakaan di Gedung PGRI, Tegalgede Karanganyar, Kamis (2/2).
Sedangkan untuk tingkatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) baru 87 persen yang sudah mempunyai gedung perpustakaan dan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) mencapai 93 persen. “Kalau SMK saya rasa data yang saya terima sudah hampir menyentuh angka 100 persen,” ucapnya  seusai seminar.
Suranto berharap minimnya jumlah perpustakaan di sekolah-sekolah ini dapat ditangani dengan adanya Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun pos anggaran lainnya. Seperti DAK 2011 sebesar Rp 30 miliar dan DAK 2012 sebesar Rp 18 miliar diharapkan dapat tersalurkan dengan maksimal, salah satunya bisa digunakan membangun ruang perpustakaan.
“Tahun ini kita mendapatkan Dana Intensif Darah (DID) dari Pusat sebesar Rp 20 miliar. Konsentrasi DID yang sebagian besarnya nanti untuk menunjang pendidikan tentu juga akan diarahkan untuk kepentingan perpustakaan,” paparnya.
Menurutnya selain masih banyaknya SD yang belum memiliki perpustakaan, kendala yang dihadapi di lapangan yakni masih minimnya tenaga kepustakaan yang dimiliki. Selama ini pihak sekolahan menyiasati minimnya tenaga perpustakaan ini dengan merangkapkan jabatan seorang guru sembari menjadi tenaga perpustakaan.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi X, DPR RI Rinto Subekti mengatakan salah satu kendala pembangunan perpustakaan di daerah yakni masalah lahan atau tempat guna membangun perpustakaan. “Saya sudah bertanya di beberapa daerah masalahnya sama yakni lahan yang tidak memadai,” katanya.

Read More

SMAN KEBAKKARAMAT CANANGKAN GREEN SCHOOL

Ratusan siswa SMAN kebakkramat menanam 1.255 bibit pohon didalam dan sekitar lingkungan sekolah, jumat (27/1) lalu. Kepala SMAN kebakkramat, hartono mengatakan tujuan kegiatan itu adalah mengajak siswa mencintai lingkungan. Selama ini kata dia kepedulian siswa terhadap lingkungan masih kurang.

Dengan mengenalkan bibit pohon sejak dini maka siswa dapat belajar bagaimana mereka seharusnya bersikap terhadap lingkungan. Hartono saat ditemui  disekolah setempat.

Selain itu kegiatan tersebut juga untuk mendukung program pemerintah dalam rangka menanam satu miliar pohon. Pihaknya juga mencangkan SMAN Kebakkramat sebagai Green School atau sekolah yang berbasis lingkungan hidup. Bibit pohon yang ditanam adalah jabon, trembesi, glodok pecut dan sebagainya. Selain ditanam oleh siswa, bibit tersebut juga disebarkan kepada masyarakat sekitar sekolah.

Read More

Karanganyar Luncurkan Sepeda Motor Buatan SMK

Tidak mau kalah dengan kota lainnya, setelah mencoba berinovasi dengan sepeda elektrik, kini Karanganyar mencoba mengeluarkan salah satu andalan mereka yakni memproduksi motor nasional yang dibuat oleh para siswa di SMK N 2 Karanganyar.

Guna mendorong langkah SMK, Pemkab mulai melirik sepeda motor tersebut dengan berencana memborong sejumlah sepeda motor roda dua dan roda tiga buatan SMKN 2 untuk digunakan sebagai kendaraan dinas. Sejumlah sepeda motor karya siswa SMKN 2 Karanganyar itu, kemarin langsung dicoba oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani di halaman Sekretariat Daerah (Setda) setempat, Rabu (18/1) pagi.

Motor hasil rakitan siswa SMK program jurusan ototronik tersebut adalah dua sepeda motor jenis bebek dengan kapasitas mesin 100 cc dan sebuah sepeda motor dump atau sampah yang beroda tiga. Kepala Sekolah SMKN 2 Karanganyar, Wahyu Widodo mengatakan sepeda tersebut murni rakitan siswa – siswa dengan menggandeng beberapa produsen motor Kanzen dan Juve. “Semua bahan 90 persen lokal, tapi kalau mesin memang mereka yang memasoknya,” ujarnya di sela-sela pengujian motor di Halaman Setda Karanganyar, Rabu (18/1).

Dari beberapa motor yang ditampilkan, varian terbaru yang dibuat pada siswanya yakni Motor Dump atau motor yang dilengkapi dengan bak sampah di bagian belakang untuk Armada Sampah di Karanganyar yang lebih fleksibel dan bisa masuk ke gang-gang. “Kalau mobil jelas tidak bisa masuk hingga gang, dengan motor ini diharapkan sampah dapat terangkut dengan maksimal,” tekan dia.

Jika sudah disempurnakan, sambungnya motor-motor rakitan anak didiknya tersebut akan dibanderol lebih murah daripada motor Jepang yang berada di pasaran yakni untuk Motor Dump seharga Rp 20 juta dan motor bebeknya dihargai Rp 6, 5 juta.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Rina Iriani merencanakan untuk memakai motor rakitan siswa SMKN 2 Karanganyar sebagai kendaraan dinas di lingkungan Pemkab.

“Yang pasti pertama kali kita rencanakan akan membeli lima unit dulu, kemungkinannya nanti kita dorong untuk dipakai sebagai motor kepala desa,” ucapnya setelah mencoba motor tersebut. Selain membeli lima unit motor bebek, dia juga akan membeli sejumlah unit Motor Dump untuk keperluan Dinas Kebersihan dan Pertamanan.

Tetapi menurut Rina motor tersebut masih terdapat beberapa kelemahan yakni selain berat, mesin yang kurang begitu halus, setirnya juga getar saat digunakan. “Tapi daripada pakai motor Jepang, saya mending pakai motor ini,”

Sumber : http://harianjoglosemar.com/berita/karanganyar-luncurkan-sepeda-motor-buatan-smk-65475.html

Read More

SMKN 2 Karanganyar Telah Produksi Sepeda Elektrik

Setelah mobil rakitan siswa SMK Solo dan Kiat Motor mencuat lewat karyanya dengan Mobil Esemka, kini siswa SMKN 2 Karanganyar unjuk gigi. Mereka berkreasi dengan merakit dan membuat sepeda elektrik yang bisa melaju hingga 25 km/jam dalam waktu tiga bulan.
Penggagas sepeda elektrik, Candra Nur Atanta (17) mengatakan mendapatkan ide tersebut karena berkeinginan untuk dapat membuat moda transportasi yang murah dan ramah lingkungan. Akhirnya terbesit dalam benaknya untuk membuat sepeda elektrik bersama sejumlah rekan lainnya. Awalnya siswa yang masih duduk di kelas 11 ini, membuat sepeda elektrik itu sebagai tugas praktik dalam sebuah mata pelajaran saja. Namun setelah dipikir-pikir rasanya sayang jika tidak diteruskan dan tidak dikembangkan. “Dengan siswa lainnya akhirnya mulai disempurnakan agar bisa digunakan sebagai sebuah sepeda elektrik yang ramah lingkungan,” ujar siswa Program Keahlian Otoelektronik SMKN 2 Karanganyar ini saat ditemui  di sekolahannya, Jumat (13/1).
Menurutnya sepeda elektriknya itu selain hemat bahan bakar karena tidak menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) juga dapat mengangkat beban berat  hingga 80 kilogram dan jarak tempuh maksimal mencapai 25 kilometer.
“Sebagai pengganti bensin kita hanya menggunakan tiga buah accu yang berdaya 36 volt. Jadi praktis bisa isi ulang,” tandas dia.
Dirinya pun tidak menampik, sepeda elektriknya itu masih mempunyai kelemahan seperti tidak bisa digunakan pada kondisi jalan yang menanjak. Namun untuk jalan datar sejauh ini dari percobaannya dibantu rekan-rekannya tidak ada masalah. “Memang masih banyak kelemahannya. Kami akan terus memperbaiki dan menyempurnakan sepeda ini, baik lebih menyempurnakan baik dari segi desain dan kualitasnya,” imbuh dia.
Guru Pembimbingnya, Harnanto Pubrinantoro menambahkan pihaknya optimis jika sudah menjalin kerja sama dengan pihak terkait, produk buatan anak didiknya itu dapat lebih disempurnakan dan akan diminati di pasaran.“Terlebih sepeda elektrik itu akan cocok digunakan saat pelaksanaan Car Free Day yang marak belakangan ini sebagai sebuah kendaraan yang ramah lingkungan,” ujar dia.

Read More

Dinas Pendidikan Adakan Workshop

Guna peningkatan pengetahuan dan wawasan para orangtua untuk anaknya, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sub Gugus Tugas Penanganan Tindak Pidana Perdagangan (PTPPO) mengadakan workshop Pendidikan Kecakapan Orangtua di Hotel Taman Sari, Karanganyar, Selasa (13/12).

Kabid PAUD dan NAFI, Harjono menjelaskan sasaran kecakapan orangtua ditujukan bagi Pengurus Organisasi Wanita, Pemilik Sekolah Swasta, Pengelola Kelompok Belajar Mengajar dan lainnya. Diharapkan dengan adanya workshop tersebut mereka dapat memahami mengenai kesehatan anak, pencegahan kematian, pencegahan penelataran anak dan lain-lain. “Pada dasarnya kita ingin orangtua di Karanganyar lebih memperhatikan anaknya,” katanya kepada hadirin. Lebih lanjut, dirinya berharap Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Karanganyar dapat mengembangkan model percontohan dan mengacu standar PAUD Nasional dan Internasional. “Jadi Karanganyar bisa menjadi percontohan PAUD di Indonesia,” imbuh dia.

Read More

Anggota Dewan Kerinci Kunjungi Karanganyar

Untuk peningkatan dan kemajuan pembangunan daerah, sekitar 17 peserta dari Komisi I DPRD dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kerinci, Provinsi Jambi mengunjungi Kabupaten Karanganyar, Kamis 20 oktober 2011.
Ketua DPRD Kerinci, Liberti mengungkapkan bahwa pemilihan Kabupaten Karanganyar sebagai studi banding tersebut didasarkan pada beberapa aspek yang tidak bisa didapatkan di beberapa daerah lain. “Nantinya hasil studi banding ini akan kita coba terapkan di Kerinci,” katanya saat ditemui wartawan di Ruang Podang, Setda Karanganyar.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Kesra Setda Karanganyar, Achmad Sapari menjelaskan bahwa Kinerja Pemerintah Kabupaten Karanganyar yang masuk dalam sepuluh besar penyelenggara kinerja pemerintahan ini bukan merupakan hasil kinerja Bupati tetapi merupakan hasil kerja Badan, Dinas, Instansi terkait.
“Semua yang telah berhasil dijalankan ini merupakan kinerja dari semua pihak yang terkait, kalau bekerja sendiri pasti tidak akan bisa,” katanya saat membacakan sambutan Bupati Karanganyar di hadapan anggota dewan DPRD Kerinci.
Lebih jauh Sapari mengatakan Karanganyar juga telah berhasil mencanangkan program pelayanan publik untuk menghemat waktu masyarakat. Misalnya pelayanan secara keliling untuk pembuatan sertifikat tanah, pelayanan pembuatan KTP dan KK, pelayanan Air bersih serta Pajak Bumi dan Bangunan. “Semuanya dapat dilayani dengan cepat dengan menggunakan mobil keliling, sehingga masyarakat tidak usah repot-repot datang ke Kantor Instansi,” jelas dia.

Read More