Category: Pendidikan

Bupati Terima Penghargaan Pemberdayaan Kepsek

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, mendapatkan penghargaan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Appreciation, Jumat (1/6). Bupati Karanganyar dinilai telah mendukung pengimplementasian Permendiknas Nomor 28/ 2010 tentang penugasan guru sebagai Kepala Sekolah (Kepsek).

Selain Karanganyar ada 12 Kota/ Kabupaten yang mendapatkan penghargaan LPPKS. “Selain Karanganyar, juga ada Balikpapan, Madiun, Bontang, Kota Magelang, Samarinda, Kutai Kertanegara, Kutai Timur, Purbalingga, Bogor, Jeneponto, Pasek, dan kabupaten Magelang yang mendapatkan penghargaan,” jelas Kepala LPPKS Indonesia, Siswandari, Jumat (1/6).

Siswandari mengatakan Bupati dan Walikota yang menerima penghargaan LPPKS tersebut telah ikut mengimplementasikan Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010. “Semua Bupati dan Walikota yang menerima penghargaan telah menganggarkan Permendiknas tersebut dalam APBD,” tambah Siswandari.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, menyatakan dirinya sangat memperhatikan masalah pendidikan. “Saya ingin sekolah, kepala sekolah, dan siswa mengerti apa yang menjadi tugas mereka. Saya tidak mau asal menempatkan guru menjadi kepala sekolah di Karanganyar,” jelas Rina, Jumat (1/6). Menurut Rina, untuk memilih kepala sekolah yang berkompeten, dirinya bekerja sama dengan pihak independen. “Kerja sama dengan independen itu agar kualitas kepala sekolah bagus. Sama seperti pejabat eselon, kepala sekolah juga harus uji kompetensi,” tambah Rina.

Rina menjelaskan, bahwa mulai tahun 2011, Karanganyar mengadakan piloting kepala sekolah berdasarkan Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010. “Untuk tahun 2012, kami sedang melakukan proses seleksi calon Kepala SD sebanyak 103 orang, dan SMA sebanyak tujuh orang. Mereka nantinya akan menjabat pada tahun 2013,” tambah Rina.

Read More

Soal Konversi Guru Dinas Dapat Lampu Hijau

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar berencana memulai konversi guru SMA dan SMP menjadi guru SD pada tahun ajaran baru mendatang. Alasannya, selain berpegang pada SKB Lima Menteri, langkah ini adalah yang paling tepat untuk menutup kekurangan guru SD di Karanganyar. Disdikpora semakin optimistis, ketika pihaknya mendapatkan sambutan positif dari pimpinan dewan, dalam pertemuan yang digelar Kamis (24/5).

“Pengonversian ini memang harus dilakukan, untuk menutup kekurangan guru SD  yang terjadi di seluruh Kecamatan di Karanganyar,” terang Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Disdikpora, Agus Hariyanto, kemarin.  Selain itu, keputusan ini mengacu pada SKB lima menteri nomor Nomor 5 tahun 2011 tentang Penataan Guru PNS.

Agus menilai, pengonversian ini sebagai langkah yang tepat dibandingkan mengangkat PNS baru lagi. Terlebih, selama ini APBD Karanganyar sebagian besar habis untuk gaji pegawai. Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Karanganyar masih kekurangan tenaga guru SD sebanyak 435 orang.

Sedangkan di tingkat SMP justru terjadi kelebihan mencapai 436 orang dan 44 orang untuk tingkat SMA. “Kalau di tingkat SMP dan SMA masih kelebihan guru, masak harus melakukan pengangkatan tenaga didik baru lagi,” terangnya.

Ditambahkan Agus, ada tiga alternatif pengonversian. Antara lain pemindahan antarsatuan pendidikan, antarjenjang pendidikan dan lintas kabupaten. Tetapi, alternatif itu nantinya akan dikonsultasikan dengan pemerintah pusat terlebih dahulu.

Meski masih batas wacana, Agus optimistis pengonversian ini bisa dilaksanakan. Terlebih saat dipanggil oleh anggota DPRD, Kamis (24/5) kemarin, pengonversian ini juga mendapatkan sambutan positif. Tetapi, Agus pun tidak menampik, pengonversian ini akan berdampak pada nasib guru honorer. “Kalau masalah guru honorer itu kan sebenarnya tidak terikat langsung dengan Disdikpora, tetapi kebijakan sekolah. Dan sejak 2005 lalu sudah tidak diperbolehkan adanya pengangkatan guru honorer,” terangnya.

Read More

Standar Pendidikan Disosialisasikan

Dewan Pendidikan Kabupaten Karanganyar mengadakan sosialisasi Delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karanganyar, Senin (21/5). Sosialisasi SNP tersebut diikuti sekitar 125 ketua komite sekolah di Karanganyar.
Ketua Panitia sosialisasi 8 SNP, Sugiarso, menyatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan agar sekolah memiliki wawasan seputar SNP. Menurutnya dengan memiliki wawasan seputar SNP maka mutu sekolah pun dapat ditingkatkan. “Pendidikan itu merupakan never ending process. SNP tersebut menjadi acuan penilaian dari Badan Standardisasi Pendidikan,” jelas Sugiarso, Senin (21/5).
Sementara itu Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Karanganyar, Tjuk Susilo mengatakan dengan sosialisasi diberikan kepada komite sekolah, karena komite sekolah adalah pemangku kepentingan dalam pendidikan.
“Komite sekolah/madrasah berperan bersama-sama kepala sekolah dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan. Sedangkan Dewan Pendidikan punya kewajiban untuk melakukan komunikasi dan koordinasi dengan komite sekolah terkait hal-hal seperti ini,” jelas Tjuk, Senin (21/5).
Tjuk menjelaskan bahwa SNP tersebut berisi terkait standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana da prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan pendidikan. “SNP itu nantinya berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan. Ini untuk menjamin mutu pendidikan nasional. Kalau mutu pendidikan terjamin, itu menjadi usaha mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak bangsa lebih bermartabat,” jelas Tjuk.
Perwakilan Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Untung Budiarso, menilai bahwa standardisasi tersebut harus sama. Ia menjelaskan bahwa setiap fasilitas, kurikulum, dan sumber daya manusia harus memiliki kualitas yang sama.
“Semuanya harus sama, tidak boleh ada yang berbeda. Semua yang di pusat dan daerah harus sama. Komite sekolah harus bisa bersikap lentur agar bisa terus berguna ke depannya,” jelas Untung, Senin (21/5).

Read More

KWARRAN Gondangrejo Selenggarakan Gladian Pinru

Gerakan Pramuka Kwartir Ranting  (Kwarran) 13.16 Gondangrejo, Karanganyar menyelenggarakan Gladian Pemimimpin Regu  (Pinru), di SMP Negeri 2 Gondangrejo.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Kwarran Gondangrejo Purwanto SPd pada Sabtu kemarin pukul 15.30 WIB. Dalam amanatnya dia mengatakan generasi muda merupakan calon pemimpin bangsa yang harus mulai ditanamkan jiwa kepemimpinannya sejak dini.

“Berawal dari kepemimpinan regu inilah yang kelak akan melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang andal,” ujar Purwanto pada rilis yang diterima.

Menurut Purwanto, gladian Pinru kali pertama dilaksanakan di Kwarran Gondangrejo setelah sukses mengadakan kegiatan Pesta Siaga Ranting pada bulan Januari yang lalu. Agenda itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kecakapan memimpin regu agar dapat dikembangkan di gugus depannya masing-masing.

Peserta Gladian Pinru ini berasal dari  Pinru/Wapinru yang berpangkalan pada Gudep Kwarran Gondangrejo sebanyak 88 anak. Mereka terdiri atas 23 anak dari SMP Negeri 1 Gondangrejo, 32 anak dari SMP Negeri 2 Gondangrejo, 15 anak dari SMP Negeri 3 Gondangrejo, 10 anak dari MTs Al Huda Gondangrejo dan 8 anak dari SMP Al Islam Gondangrejo.

Pada sela-sela kegiatan ini pula, tepatnya pada pukul 22.00 WIB diselenggarakan secara khidmat Upacara Pengukuhan Anggota Dewan Kerja Ranting (DKR) Gondangrejo

Read More

13.354 Siswa SD Siap Ikuti UN

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar melansir setidaknya ada 13.354 siswa SD atau sederajat yang siap mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional (UN) mulai, Senin (7/5) depan.
“Ada 558 SD, Madrasah Aliyah (MA), ataupun SDLB di Karanganyar yang akan menggelar ujian nasional pekan depan,” ucap Nur Halimah, Ketua UN Karanganyar sekaligus Sekretaris Dinas Disdikpora Karanganyar, Jumat (4/5).
Ia mengatakan saat ini distribusi naskah soal, masih dalam proses. Pasalnya hingga kemarin belum ada konfirmasi dari Dinas Pendidikan Jawa Tengah terkait distribusi naskah ke daerah. Namun selama ini naskah tersebut akan dikirim H-2 sebelum pelaksanaan UN. “Misalkan Senin (7/5) UN digelar, berarti kemungkinan Sabtu naskah akan dikirim,” jelasnya.
Tidak jauh beda dengan UN SMA dan SMP, nantinya naskah soal tersebut akan diantar dari Provinsi menuju tempat tujuan atau daerah masing-masing dengan pengawalan ketat dari perwakilan Dinas Pendidikan Jateng dan Disdikpora Karanganyar dan aparat kepolisian. Bedanya, untuk naskah UN SD kali ini, akan langsung dibagikan ke seluruh subrayon yang ada di kecamatan. “Begitu naskah datang langsung dibagi ke 17 kecamatan di Karanganyar,” ungkapnya.
Kendati langsung disebar ke seluruh rayon, pihaknya optimis pelaksanaan UN SD kali ini berjalan dengan lancar tanpa ada penyimpangan, mengingat antisipasi seperti pengawalan naskah dari aparat kepolisian dan dinas terkait sudah digalakkan. “Selama ini belajar dari UN SMP dan SMA, pengawalan tersebut terbukti efektif dan akan berlanjut saat UN SD ini,” tandasnya.
Terkait siswa berkebutuhan khusus seperti siswa tuna netra yang selama ini direpotkan karena tidak ada soal braille, pihaknya mengaku total dari tujuh peserta SDLB. Dan tidak ada satu siswa pun yang tunanetra, sehingga kekhawatiran akan naskah braille tidak lagi menjadi persoalan oleh semua pihak. “Kalau total siswa yang berkebutuhan khusus, saya belum bisa merincinya. Tapi untuk tuna netra tahun ini untuk UN SD tidak ada,” katanya.
Terakhir dirinya mengingatkan, untuk kelulusan SD kali ini tidak hanya ditentukan dari hasil UN, melainkan ada pertimbangan lain seperti ujian sekolah dalam proses kelulusan siswa. Jika di persentase 60 persen untuk UN dan selebihnya yaitu 40 persen diambilkan dari Ujian Sekolah.

Read More

Pingsan Massal saat Upacara Hardiknas

Sedikitnya 50-an pelajar dari berbagai tingkatan sekolah di Karanganyar pingsan saat mengikuti upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Alun-alun Karanganyar, Rabu (2/5). Bahkan salah satu siswa terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar karena sesak napas dan tak kunjung sadar setelah pingsan beberapa lama.
Upacara bendera yang diikuti pelajar, guru, TNI, Polri serta sejumlah pejabat di Lingkungan Pemkab Karanganyar tersebut seharusnya dimulai pada pukul 08.00 WIB, namun para peserta upacara telah dibariskan sejak pukul 06.30 WIB.
Diduga karena cuaca yang cukup terik dan terlalu lama berdiri, membuat para siswa tak kuat menahan dan akhirnya jatuh pingsan. Bahkan karena banyak yang pingsan, petugas medis dan dua buah tenda Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Karanganyar yang disediakan tidak cukup menampung siswa yang pingsan. Sehingga petugas menggelar terpal tambahan untuk menampung siswa yang pingsan. “Sudah biasa mas, rata-rata mereka pingsan karena belum sarapan dari rumah. Apalagi dengan cuaca yang panas dan terlalu lama berdiri, akhirnya capek dan jatuh pingsan,” ucap Edo, salah satu petugas PMI ini , Rabu (2/5).
Sementara itu, salah satu siswa SMA yang sempat pingsan, Ningrum (18) mengaku tidak kuat mengikuti upacara hingga selesai karena belum sarapan dan berbaris lumayan lama menunggu upacara dimulai. “Tadi takut telat, akhirnya buru-buru dan belum sarapan, saat upacara baru berjalan 10 menit, kepalanya pusing dan setelah itu saya lupa,” ucap siswa SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar ini.
Sesuai program Pemerintah Kabupaten Karanganyar  terkait Rabu Berbahasa Jawa maka upacara Hardiknas kemarin pun menggunakan bahasa jawa tak terkecuali sambutan hingga aba-aba oleh Komandan Upacara. “Upacara sampun purna, barisan saget kabibaraken, Sendika dhawuh,” ucap Rina Iriani Bupati Karanganyar kepada Kapten Inf Wuryanto, Danramil Colomadu selaku Komandan Upacara.
Kendati diwarnai insiden pingsan massal, namun secara keseluruhan upacara peringatan Hardiknas di Kabupaten Karanganyar dapat berjalan dengan lancar.

Read More

SMA N 1 KARANGANYAR Gelar Doa Bersama

Sebanyak 280 siswa SMAN 1 Karanganyar mengikuti doa bersama menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA sederajat.

Kepala Sekolah SMAN 1 Karanganyar, Sobirin mengemukakan kegiatan doa bersama dilakukan setiap tahun menjelang pelaksanaan UN. Peserta UN diberikan pengarahan dan bimbingan batiniah agar mentalnya kuat selama mengikuti UN.

“Kami selalu melaksanakan doa bersama menjelang pelaksanaan UN. Bahkan, sebelum ujian semester juga digelar kegiatan serupa,”  Jumat pagi.

Sebelum doa bersama, pihak sekolah memberikan pengarahan secara teknis mengenai pelaksanaan UN. Seperti naskah soal hingga penggunaan pensil 2 B yang dikhususkan untuk mengerjakan Lembar Jawab Ujian Nasional (LJUN)

Sementara itu, seorang siswa Kelas XII SMAN 1 Karanganyar, Adi Pratomo mengaku siap mengikuti UN. “Kami juga telah minta doa restu kepada orangtua agar bisa mengikuti UN dengan lancar,” imbuhnya.

Read More

UJIAN NASIONAL: Pembagian Soal UN Lewat Denah

Pembagian soal Ujian Nasional (UN) SMA sederajat akan menggunakan denah yang terdapat di amplop soal. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kecurangan yang dilakukan para peserta UN.

Sekretaris Disdikpora Karanganyar Nur Halimah mengatakan pengawasan pelaksanaan UN tahun 2012 diperketat untuk menjamin hasil UN murni dan transparan.

Nur mengungkapkan dahulu, pembagian soal diatur oleh panitia UN dari Disdikpora Karanganyar secara acak. Sekarang pembagiannya diatur oleh Disdik Provinsi Jateng lewat denah yang menjadi satu dengan naskah soal.

Selain itu, pihaknya akan menempatkan beberapa kamera Closed Circuit Television (CCTV) di ruangan penyimpan naskah soal. Aparat kepolisian dan pengawas satuan pendidikan akan mengawasi ruangan itu selama 24 jam.

“Kamera CCTV dipasang di dalam ruangan penyimpan naskah soal sehingga bisa dipantau dari jarak jauh. Namun tetap ada polisi yang berjaga,” tandasnya saat ditemui di kantornya, Senin (2/4).

Sementara peserta UN SMA sederajat di Karanganyar sebanyak 7.129 siswa. Rinciannya, peserta SMA /MA sebanyak 3.279 siswa sementara siswa SMK sebanyak 3.850 siswa. Mereka akan mengikuti UN pada tanggal 16-19 April 2012.

Targetnya, lanjut Nur, tingkat kelulusan UN SMA sederajat 100 persen. Pasalnya, tingkat kelulusan UN pada tahun sebelumnya sebesar 99 persen. “Target kelulusan tetap 100 persen karena setiap sekolah telah memberikan materi dan pengayakan soal secara rutin menghadapi UN,” imbuhnya.

Read More

Pengawalan Naskah UN Longgar

Yakin tidak akan terjadinya kecurangan dalam pendistribusian naskah Ujian Nasional (UN) bulan April mendatang, Pemkab Karanganyar tidak lagi melakukan pengawalan ketat baik dari aparat Satpol PP maupun pihak Kepolisian.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar, Sri Suranto kepada wartawan usai penandatanganan Pakta Integritas UN 2012 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Sabtu (24/3) akhir pekan lalu. Ia mengatakan ketika naskah soal ujian sudah didistribusikan ke daerah, Maka proses pengambilannya tetap dilakukan secara wajar. Di mana tiap rayon dari masing-masing kecamatan akan mengambil sendiri tanpa dikawal Satpol PP atau Polisi. “Sepertinya dua orang perwakilan dari tiap rayon sudah bisa mengambil naskah tanpa perlu pengawalan ketat seperti dulu,”ujar dia.

Keyakinan tersebut pada komitmen yang telah diungkap seluruh panitia UN di tiap rayon telah menandatangani Pakta Integritas UN 2012, Sabtu (24/3) kemarin. “Kalau ada kabar tentang kebocoran soal UN, itu hanya isu. Kalau bukan isu paling informasi di lapangan tidak valid. Pasalnya sejauh ini proses pelaksanaan UN Karanganyar berjalan dengan lancar,” jelas dia.

Ditambahkan Suranto guna menghindari penyelewengan, tiap-tiap rayon akan dipantau dan diawasi dengan pemasangan Closed Circuit Television (CCTV). “Jadi nanti ruangan yang digunakan untuk menyimpan naskah itu hanya dibuka di depan siswa sesaat sebelum ujian dimulai,” tandas dia.

Ia mengatakan persiapan terus dilakukan pihaknya untuk UN tahun 2012 ini. Akhir pekan lalu berbagai persiapan, sosialisasi dan pembekalan telah dilakukan kepada seluruh panitia UN di tiap rayon yang tersebar di 17 Kecamatan.  Dengan berbagai persiapan tersebut, pihak Disdikpora  berharap UN kali ini bakalan berjalan dengan lancar.

Read More

TOT Pelatih Masyarakat Ruang Belajar Masyarakat Tingkat Kecamatan Kabupaten Karanganyar Tahun 2012

Kusuma Sahid Prince Hotel

118 orang peserta mengikuti Pelatihan Pelatih Masyarakat Ruang Belajar Masyarakat Tingkat Kecamatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPD) Kabupaten Karanganyar bertempat di Hotel Kusuma Sahid Prince Solo selama 3 hari mulai Rabu – Jumat, 14-16 Maret 2012. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Karanganyar Paryono, SH., MH didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kab. Karanganyar Sri Desto Untung Raharjo, S.Sos., M.Si.

Wakil Bupati Karanganyar yang merupakan Ketua Tim pemberantasan Kemiskinan Kab. Karanganyar Paryono, SH., MH berharap semoga ToT (Training Of Trainer) Ruang Belajar Masyarakat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPD) ini dapat berjalan dengan baik dan para peserta bisa betul-betul menjadi pelatih yang memiliki integritas professional dan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam melaksanakan program sesuai mekanismenya. Dengan pelatihan Ruang Belajar Masyrakat ini pula diharapkan mampu menjadi titik awal bangkitnya geliat kesadaran dan peningkatan kapasitas masyarakat serta mampu mewujudkan community Of Development di Negara kita tercinta ini.

Sementara itu Sri Desto dalam sambutannya melaporkan bahwa kegiatan ToT kali ini merupakan tindak lanjut ToT terdahulu yaitu pada tanggal 1-4 Desember 2011. “Harapan panitia setelah selesainya acara ini, peserta mampu menjadi pelatih di masing-masing kecamatan yang pelaksanaannya disingkronkan dengan pengurus di Kabupaten Karanganyar”, ujar Sri Desto.

Demikian Dishubkominfo Karanganyar (Sf/F3a/Ad)

Read More