Category: Pendidikan

DSC_0053 copy

PMR Tanggap Menghadapi Bencana Alam

Jumpa Bhakti Gembira (Jumbar) PMR dapat meningkatkan ketrampilan dan kepedulian sosial, lapangan desa Matesih, Kamis (26/12)

Jumpa Bhakti Gembira (Jumbara) PMR dapat meningkatkan ketrampilan dan kepedulian sosial, lapangan desa Matesih, Kamis (26/12)

Karanganyar, Jumat (27/12/2013)

Palang Merah Remaja (PMR) dalam menghadapi keadaan darurat saat terjadi bencana alam dapat sigap dan tanggap dengan memberikan pertolongan sebagai relawan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar Samsi mengatakan saat ini sedang mengalami pergantian musim. “Perlu diwaspadai bila terjadi angin puting beliung, bannjir maupun tanah longsor. Selain itu Kabupaten Karanganyar merupakan daerah rawan bencana,” kata Samsi saat membuka Jumpa Bhakti Gembira (Jumbara) Ke 10, di Balai Desa Matesih, Kamis (26/12).

Dia juga berpesan agar dalam kegiatan Jumbara setiap peserta dapat meningkatkan pengetahuan, ketrampilanPMR, dan memupuk jiwa sosial PMR.

Kegiatan yang dilaksanakan dari Kami-Sabtu, (26-28/12) tersebut diikuti oleh 900 peserta yang terdiri PMR Madya sebanyak 22 Kontingen dan PMR Wira dengan 21 kontingen dengan mendirikan tenda di lapangan desa Matesih.

Jumbara tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti travelling, cerdas tangkas, paduan suara, bhakti sosial, galeri karya, dan outbond.pd

 

Read More
DSC_0064 copy

Subsidi Bagi Siswa Lolos Ke PTN

Pemkab Karanganyar akan memberikan subsidi bagi siswa yang lolos diterima di PTN maupun Luar Negeri.

Pemkab Karanganyar akan memberikan subsidi bagi siswa yang lolos diterima di PTN maupun Luar Negeri.

Karanganyar, Rabu (18/12/2013)

Siswa dari Karanganyar yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia akan diberikan subsidi oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Subsidi juga juga diberikan bagi mereka yang diterima di Perguruan Tinggi luar negeri.

“Angka subsidi akan kami hitung  dan dilihat terlebih dahulu, berapa yang diberikan” kata Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Rohadi Widodo saat pembukaan Pentas Seni Sekolah di SMA Negeri Karangpandan, Selasa (17/12).

Pemberian subsidi itu untuk mendorong angka partisipasi ke PTN. Saat ini masih banyak siswa yang tidak mampu namun menghindar melanjutkan, selain itu ada yang diterima tapi setelah melihat biayanya menjadi mundur tidak melanjutkan lagi.

Dia juga menambahkan nantinya tidak boleh ada lagi sekolah yang memungut uang gedung, karena pembangunan sarana dan prasarana akan dilakukan Pemkab Karanganyar.

“Biaya personal seperti seragam tidak ditanggung karena belum memungkinkan,” ujarnya.pd

Read More
DSC_0134 (FILEminimizer)

Pelatihan Open Source Software

DSC_0134 (FILEminimizer)

Pelatihan OSS Kabupaten Karanganyar di Ruang Broadband Learning Center Setda Kab. Karanganyar

Sebanyak 4o peserta dari perwakilan Badan / Dinas / Kantor se Kab. Karanganyar dan Sekwan serta Sekda Kab. Karanganyar mengikuti pelatihan Open Source Software. Pelatihan ini berlangsung dari tanggal 26 – 30 November 2013 yang terbagi dalam 2 kelompok masing-masing 20 orang selama 2 hari.

Pembukaan pelatihan OSS tersebut, hadir Assisten Pemerintahan Dra. Any Indrihastuti, MM yang mewakili Bupati Karanganyar yang disaat yang bersamaan ada tugas lain. Dalam sambutan Bupati Karanganyar, yang dibacakan oleh Any mengatakan Pemerintah Kabupaten Karanganyar menyampaikan terima kasih kepada segenap Panitia Pelatihan Open Source Software (OSS) yang telah mempersiapkan segala sesuatunya guna kelancaran pelaksanaan acara. Semoga pemahaman seluruh SKPD di Kabupaten Karanganyar tentang pemanfaatan perangkat lunak legal berbasis Open Source ini menjadikan upaya guna mensukseskan Karanganyar Go Open Source.

Pelaksanaan pelatihan ini merupakan salah satu tidak lanjut dari Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia tentang Pemakaian dan Pemanfaatan Penggunaan Piranti Lunak Legal dilingkungan Instansi Pemerintah dan Juga berkaitan erat dengan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Pemanfaatan Perangkat Lunak Legal Berbasis Open Source, yang pada akhir tahun 2010 seluruh Kantor Pemerintahan ditargetkan harus sudah Menggunakan Perangkat Legal.

Upaya ini dilakukan karena keberadaan OSS, dipandang sebagai solusi menyeluruh bagi strategi pengembagan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia. Pandangan ini tidak berlebihan karena Open Source Software (OSS) merupakaan perangkat lunak yang dikembangkan secara gotong royong dan menggunakan kode program yang tersedia secara bebas.

Pelatihan Open Source Software kali ini panitia mengundang tim ICT Center dari FKIP Internet Center and Open Source UNS (FICOS) sebagai pembicara sekaligus intruktur pelatihan. ad

Read More
DSC_0018 copy

Lomba Membaca dan Menulis Aksara Jawa Bagi Pelajar

Salah satu peserta lomba menulis aksara Jawa terlihat serius mengerjakan soal, di SMP Negeri 2 Karanganyar, Rabu (13/11).

Salah satu peserta lomba menulis aksara Jawa terlihat serius mengerjakan soal, di SMP Negeri 2 Karanganyar, Rabu (13/11).

Karanganyar, Kamis (14/11/2013)

Pelestarian budaya jawa bagi generasi muda terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Salah satunya diwujudkan dengan Lomba Membaca dan Menulis Aksara Jawa Bagi Pelajar, Rabu (13/11) pagi, di SMP Negeri 2 Karanganyar.

Kegiatan itu mengundang banyak peminat, terbukti diikuti sebanyak 45 pelajar dari berbagai sekolah SMP dan SMA maupun SMK di Kabupaten Karanganyar terlihat antusias.

Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi, saat membuka lomba itu menuturkan dengan kegiatan tersebut tidak hanya mencari juara, namun juga diharapkan melestarikan budaya khususnya bahasa Jawa.

“Kita juga diharapkan menyelamatkan bahasa Jawa agar tidak sirna, untuk itu selalu aktif mengapresiasi menggunakan bahasa Jawa setiap harinya” jelas Samsi.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk mewujudkan pelestarian budaya Jawa telah mempunyai Perda Nomor 2 Tahun 2013 Tentang Pelindungan, Pembinaan, dan Pengembangan Bahasa, Sastra, dan Aksara di Karanganyar.

Peserta lomba dibagi dalam dua kategori, yakni untuk membaca aksara Jawa untuk pelajar SMA/SMK yang diikuti sekitar 17 peserta. Setiap peserta diwajibkan membaca dengan waktu empat menit.

Sedangkan untuk kategori menulis diikuti sebanyak 28 peserta dari SMP. Mereka diberi waktu 45 menit untuk menyelesaikan delapan soal. Nantinya pemenang akan diumumkan saat Hari Ulang Tahun Kabupaten Karanganyar ke 96. pd

Read More
DSC_0028tulis

Puluhan Siswa Terjaring Razia HP

Bupati Karanganyar Rina Iriani saat sidak HP siswa ke ruang kelas, Rabu (06/11) kemarin.

Bupati Karanganyar Rina Iriani saat sidak HP siswa ke ruang kelas, Rabu (06/11) kemarin.

Karanganyar, Kamis (07/11)

Saat kedatangan Bupati Karanganyar Rina Iriani memasuki kelas, tampak terkejut para siswa yang sedang belajar. Mereka juga tak menduga kedatangan orang nomer satu di Bumi Intanpari itu meminta kejujuran dari pelajar yang membawa Handphone (HP)  di sekolah.

Inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa sekolah, Rabu (06/11) oleh Bupati Rina Iriani disertai dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Inspektorat, Satpol PP serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karanganyar dilakukan untuk mengetahui penerapan larangan bagi siswa membawa HP ke dalam kelas.

Sekolah yang pertama di sidak yakni SMA Negeri 1 Karanganyar. Di sekolah itu, ditemukan empat siswa membawa HP ke dalam ruang kelas. Selanjutnya dilakukan penyitaan dengan terlebih dulu diberi nama, kelas di secarik kertas. Kemudian Bupati memberikan HP itu kepada Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Agus Yulianto.

Setelah itu, sidak dilanjutkan ke SMP Negeri 1 Karanganyar. Di sekolah itu dari tiga kelas yang di razia tidak ditemukan sama sekali siswa membawa HP di Sekolah.

Kemudian sidak terakhir di SMA Negeri 2 Karanganyar, dari tiga ruang kelas yang dimasuki didapati puluhan siswa membawa HP dari yang biasa sampai yang canggih.

Bupati Rina Iriani mengungkapkan aturan siswa tidak boleh membawa HP sudah diterapkan sejak tahun 2008. Menurutnya, berkaitan alasan selama ini untuk berkomunikasi dengan orang tua, karena mempermudah dijemput dari sekolah. Ia mengatakan, justru larangan ini menjadikan sekolah, orang tua, guru dan siswa memiliki hubungan yang erat.

Namun bagi siswa yang membawa HP ke sekolah jangan dibawa ke ruang kelas, sebaiknya pihak sekolah membuat loker khusus HP. Jadi HP itu langsung ditaruh di loker sebelum masuk ke kelas.

“Sebaiknya sekolah memberikan informasi kegiatan sekolah setiap hari. Baik kepada orang tua, juga siswa saling menjaga. Sehingga, komunikasi akan terjalin bagus, pengawasan dari rumah dan sekolah berjalan efektif,” katanya.

Dengan tidak membawa HP ke dalam kelas juga agar anak-anak tidak terganggu di kelas saat belajar. Selain itu yang paling ditakutkan adanya seks bebas dan mengakses internet memuat konten porno.

“Bisa dibayangkan satu siswa bisa saja menghabiskan seminggu Rp 25.000 untuk memberi pulsa. Kalau dibiarkan, maka sama saja pemborosan. Ini juga kurang baik. Karena itu di akhir jabatan ini, saya sempatkan sidak untuk mengingatkan lagi guru, siswa dan orang tua,” tandasnya.pd

 

Read More

Apeka Wisuda Ahli Peternakan

Akademi Peternakan Karanganyar (Apeka) mewisuda 28 lulusan di kampus tersebut, Kamis (10/10)

Akademi Peternakan Karanganyar (Apeka) mewisuda 28 lulusan di kampus tersebut, Kamis (10/10)

Karanganyar, Kamis (10/10/2013)

Akademi Peternakan Karanganyar (Apeka) menyelenggarakan wisuda bagi 28 lulusan dari program DIII Peternakan, di Kamus Joko Witoyo Apeka, Kamis (10/10).

Sampai saat ini kampus yang mencetak ahli peternakan itu telah mewisuda sebanyak 1118 alumni yang sekarang telah bekerja di berbagai bidang.

Direktur Apeka, Tjatur Lukito mengatakan wisuda yang ke 36 ini sangat membanggakan karena mereka telah diterima untuk bekerja.

“Lulusan pada tahun ini saja hampir 100 persen telah diterima diberbagai bidang di beberapa daerah. Keberhasilan ini tentunya tidak lepas peran dari berbagai pihak,” ucap Tjatur Lukito.

Dia juga menambahkan, pada tahun ini pihak kampus membuka beasiswa kerja magang.

“Itu merupakan embrio program Perguruan Tinggi bagi keluarga kurang mampu, dengan kuliah sambil bekerja,”tandasnya.pd

Read More

Desak Kesejahteraan Meningkat, Hari Ini, 12.000 Guru di Karanganyar Doa Bersama

Menyambut Hari Guru Internasional, Sabtu (5/10/2013), sebanyak 12.000 guru di Bumi Intan Pari Karanganyar menggelar doa bersama. Doa itu digelar pukul 10.00 WIB.

Wakil Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Karanganyar, Aris Munandar saat ditemui di kantornya, Jumat (4/10/2013), mengatakan doa bersama merupakan instruksi dari Pengurus Besar PGRI menyongsong Hari Guru Internasional.

“Doa bersama dimulai pukul 10.00 WIB selama 10 menit, ini intruksi langsung dari PB PGRI. Jadi tak benar kalo para guru akan mogok mengajar, kasihan para siswa,” katanya, Jumat.

Aksi doa bersama yang diikuti para guru akan digelar di setiap sekolah. Aksi tersebut hanya dilakukan selama 10 menit agar tak mengganggu proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah.

Doa yang diucapkan para guru PGRI agar para kesejahteraan tenaga pendidik di Karanganyar meningkat. Tak hanya itu, para guru diminta agar meningkatkan profesionalisme dan menjaga solidaritas antar guru.

Read More

Karanganyar Kekurangan 500 Guru

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga (Disdikpora) Karanganyar kekurangan sekitar 500 tenaga pengajar untuk sekolah dasar (SD) di berbagai wilayah Bumi Intan Pari.

Sekretaris Disdikpora Karanganyar, Agus Hariyanto, menerangkan kekurangan tenaga pengajar ditopang dengan keberadaan guru honorer. Oleh sebab itu, bidang pendidikan menelan porsi terbesar dari total jumlah tenaga honorer di Kabupaten Karanganyar.

Hingga saat ini, lebih kurang 800 tenaga honorer yang tercatat sebagai guru di berbagai wilayah Karanganyar. Sebanyak 143 tenaga honorer K2 di bidang pendidikan berhak mengikuti seleksi pengangkatan pegawai negeri pada Kamis (3/10/2013). Sementara, ratusan lainnya masih belum mendapatkan kejelasan nasib kepegawaian.

“Setelah seleksi pengangkatan ini, Pemkab Karanganyar tidak boleh merekrut tenaga honorer lagi. Padahal, kami masih kekurangan sekitar 500 tenaga pengajar, khususnya untuk SD,” ungkap Agus saat dijumpai  di Kantor Disdikpora Karanganyar, Selasa (2/10/2013).

Oleh sebab itu, Agus berharap ada kebijakan khusus bagi Disdikpora terkait perekrutan tenaga honorer untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar. Pasalnya, Pemkab Karanganyar juga tidak diizinkan menggelar perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini.

“Mestinya ya harus ada kebijakan khusus, entah bagaimana caranya. Kalau sisa tenaga honorer yang belum diangkatan tidak dipekerjakan lagi, kami akan kesulitan memenuhi kebutuhan tenaga pengajar,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala BKD Karanganyar, Larmanto, menyatakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyerahkan keputusan sepenuhnya bagi setiap daerah untuk memberikan kebijakan bagi tenaga honorer K2 yang tidak lolos seleksi CPNS. Pemda diberi kebebasan untuk tetap mempekerjakan tenaga honorer tersebut atau memutuskan hubungan kerja.

Read More
DSC_0022

Pemahaman Berlalu Lintas Anak Usia Dini

Petugas Satlantas Polres Karanganyar berikan pemahaman ketertiban dan keselamatan berlalu lintasuntuk usia dini, di SDN 01 Karanganyar, Kamis (13/09)

Petugas Satlantas Polres Karanganyar berikan pemahaman ketertiban dan keselamatan berlalu lintas untuk usia dini, di SDN 01 Karanganyar, Kamis (13/09)

Karanganyar, Jumat (13/09/2013).

Pemahaman berlalu lintas sejak usia dini terus dilakukan secara insentif oleh jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karanganyar. Hal itu dengan mengadakan sosialisasi bagi siswa SDN 01 Karanganyar, Kamis (12/09) pagi. Dalam kegiatan tersebut, petugas dari Satlantas menjelaskan tata tertib berkendara dan berlalu lintas dengan baik serta benar.

Kasat Lantas Polres Karanganyar AKP Suwarsi mengatakan, upaya pemberian pemahaman kepada siswa usia dini terus digalakkan. Kegiatan ini dilakukan untuk mencegah penggunaan kendaraan bagi para siswa yang masih di bawah umur. “Walaupun mereka belum berhak menggunakan kendaraan bermotor, tetapi hendaknya para pelajar juga perlu tahu bagaimana menggunakan fasilitas jalan yang baik. Sebab fasilitas jalan itu tidak hanya digunakan oleh orang dewasa saja, tetapi oleh seluruh kalangan usia,” ungkapnya.

Para pelajar dari sekolah dasar menjadi salah satu sasaran sosialisasi karena diharapkan menjadi penggerak positif untuk sosialisasi lanjutan bagi para orang tua. Anak-anak yang telah mendapatkan sosialisasi mengenai tertib berkendara di sekolah bisa mengabarkannya kepada orang tuanya masing-masing di rumah. “Kita menumbuhkan kesadaran tertib berlalu lintas ini dari sejak kalangan usia dini. Jadi mereka bisa langsung mengingatkan orang tua mereka ketika diajak berkendara di jalan raya,” katanya.

Kepala Sekolah (Kasek) SDN 1 Karanganyar Suyatmi mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang diberikan oleh pihak SatLantas Polres Karanganyar kali ini. Ia menganggap kegiatan seperti ini dapat membantu para siswa untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mereka dalam tertib berlalu lintas. “Sekolah kami berada tepat persis di pinggir jalan raya di pusat kota, di mana saat antar jemput pasti ramai. Karena itu, para siswa perlu dibekali pemahaman yang baik agar tetap selamat dan nyaman saat berada dekat di jalan,” katanya.

Untuk meminimalisasi potensi kecelakaan di kalangan pelajar, dari Satlantas sejauh ini telah menyarankan sekolah menengah atas untuk memanfaatkan jasa angkutan sekolah. Upaya ini selain dapat meminimalisasi tingkat kecelakaan pelajar juga dapat menghemat biaya transportasi menuju sekolah. “Saat ini sudah ada satu sekolah yang mengikuti gagasan ini. Ke depan di harapkan sekolah-sekolah lain bisa segera menyusul,” tuturnya.

Pihaknya juga mengaku upaya sosialisasi sudah dilakukan jauh hari sebelumnya secara intensif. Bahkan untuk itu, sampai saat ini  telah menjalin memorandum of understanding (MoU) dengan sejumlah sekolah yang ada.pd

Read More
EDITDSC_6666

Upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-52 Kabupaten Karanganyar

EDITDSC_6666

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) 11.13 Karanganyar, Samsi memimpin Upacara Hari Pramuka Ke-52, di Lapangan Desa Bener Tawangmangu, Kamis (22/08).

KARANGANYAR (22/08/2013) – Bertempat di Lapangan Desa Bener Kec. Tawangmangu, Kamis, 22 Agustus 2013 Sekda Karanganyar Drs. Samsi, M.Si selaku Ketua Kwarcab 11.13 Karanganyar memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-52 Tahun 2013. Upacara dihadiri oleh Muspida, beserta Kepala SKPD Kab. Karanganyar.

Sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Prof Dr. dr. H. Azrul Azwar, MPH yang dibacakan langsung oleh Sekda Karanganyar mengatakan bahwa kaum muda dihadapkan pada dua masalah besar yaitu yang berkaitan dengan masalah sosial dan masalah kebangsaan. Masalah sosial meliputi NAPZA dan obat terlarang, hubungan seksual pra-nikah dan aborsi yang disebabkan pergaulan bebas, perkelahian, tawuran dan kekerasan serta kriminal remaja.

Sedangkan masalah kebangsaan meliputi antara lain solidaritas sosial rendah, semangat kebangsaan rendah, semangat bela Negara rendah, dan semangat persatuan dan kesatuan rendah. Lanjut dikatakan permasalahan ini tentu saja sangat memperihatinkan kita semua, disinilah menjadi penting peranan gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan non formal yang tujuan utamanya adalah untuk membentuk kaum muda berkarakter, menanamkan semangat kebangsaan, dan meningkatkan keterampilan. Pendidikan kepramukaan sebagai salah satu pilar pendidik kaum muda di Indonesia, dituntut untuk dapat lebih berkontribusi secara nyata dalam hidup dan kehidupan secara nyata dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam menyelesaikan masalah kaum muda.

Dalam akhir sambutannya beliau berharap semoga peringatan Hari Pramuka kali ini dapat mendorong perkembangan keberhasilan dalam upaya pembentukan karakter kaum muda yang lebih baik, sehingga dapat menjadi warga Negara yang bertanggung jawab serta calon pemimpin bangsa yang lebih handal pada masa depan. ad

Read More