Category: Pendidikan

DSC_0019

Cintai KKN Sebagai Jalan Menuju Peradaban Baru

DSC_0019

Bupati Karanganyar Juliyatmono bersama Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo Saat Menerima Peserta KKN UNS Surakarta, Senin Pagi 05/01

DSC_0025

Bupati Karanganyar Juliyatmono Saat Memberikan Pengarahan Kepada Peserta KKN UNS Surakarta, Senin Pagi 05/01

245 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) asal Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta diterima langsung oleh Bupati Karanganyar di halaman komplek perkantoran Setda Karanganyar Senin Pagi, 05/01. Hadir pula Wakil Bupati Karanganyar, Assisten Bupati, Kepala Bappeda Karanganyar dalam acara tersebut. Mahasiswa yang berasal dari 10 fakultas yang ada di UNS Surakarta itu akan berada di 4 Kecamatan yaitu Jumantono, Ngargoyoso, Tawangmangu dan Karangpandan serta disebar dalam 25 kelompok desa selama 1,5 bulan dari tanggal 5 Januari sampai dengan 18 Februari 2015.

            Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya mengatakan menerima dengan baik dan memberikan apresiasinya atas terselenggaranya KKN ini. Juliyatmono berpesan agar peserta KKN jangan segan-segan dalam mengkritik Camat atau Kades / Lurah, selalu kedepankan koordinasi dengan jajaran pemerintahan yang ada dibawah jika ada kendala. Bupati Karanganyar juga siap memfasilitasi segala apa yang menjadi kebutuhan peserta KKN demi mempermudah tugas mereka selama menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

“Berikan masukan kepada masyarakat supaya berpikir maju karena mahasiswa adalah sekelompok pembaharuan bangsa dan negara. Cintai KKN sebagai upaya untuk menuju peradaban baru, jangan hanya bertujuan untuk memenuhi SKS (sistem kredit semester) saja”, pesan Juliyatmono

Sementara itu, Hendro Syahputra koordinator KKN UNS menambahkan adapun maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai bentuk pengabdian mahasiswa yang merupakan calon pemimpin bangsa agar secara langsung merasakan kehidupan di masyarakat serta sebagai bentuk aplikasi ilmu yang telah mereka dapatkan selama ini dibangku perkuliahan. ad

Read More
DSC_0023

1157 Siswa Karanganyar Berprestasi Menerima Piala

DSC_0023

Pengarahan Oleh Bupati Karanganyar, Saat Giat Pemberian Hadiah Kepada Pemenang Lomba Kejuaraan Olahraga Tingkat SD – SMA, Selasa Siang (09/12)

Bupati Karanganyar Drs. Juliyatmono, MM secara simbolis menyerahkan piala kepada siswa-siswi Karanganyar berprestasi yang mengikuti lomba dibidang olah raga dan bidang seni. Sutarno selaku Kepala Disdikpora menyampaikan bahwa lomba kejuaraan ini dari tingkat SD s/d SMA untuk juara tingkat Kabupaten dan Nasional. Kejuaraan olahraga dengan 15 cabang olah raga yang diikuti serta Pentas Seni.

“ Sejumlah 1157 Siswa-siswi berprestasi Karanganyar yang menerima juara ini mulai dari tingkat SD sampai SMA yakni juara tingkat Kabupaten maupun Juara Nasional. Untuk juara tingkat Nasional, anak didik kita memperoleh Juara O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) dan Juara Invitasi pelajar cabang Panahan,” terangnya.

Sementara itu Bupati Juliyatmono untuk terus memotivasi khususnya dalam dunia pendidikan, pada tanggal 2 Mei 2015 Pemkab. Karangabnyar akan meresmikan Wisata Pendidikan Kedirgantaraan yang terletak disebalah barat kolam renang Intan Pari dan pemerintah juga akan membangun Taman Pintar di Kecamatan Tasikmadu dan Hot spot di alun-alun. “ Ini merupakan komitmen saya selaku unsur Pemerintah dalam memfasilitasi pendidikan guna mewujudkan generasi muda Karanganyar khususnya menjadi generasi yang berprestasi. Terlebih ini sudah menjadi program Pemerintah lima tahun kedepan yang telah ditetapkan sebagai Peraturan Daerah yakni mari, bersama memajukan Karanganyar salah satunya dengan pendidikan gratis yang telah terealisasi per 1 Januari 2014. ad

Read More
DSC_0026 copy

Pameran BCB, Tonjolkan Kearifan Lokal

Karanganyar, Jumat (14/11/2014)

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, saat meninjau pameran Benda Cagar Budaya, Jumat (14/11) pagi, di Gedung Wanita Karanganyar

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, saat meninjau pameran Benda Cagar Budaya, Jumat (14/11) pagi, di Gedung Wanita Karanganyar.

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah mengadakan pameran, dengan mengangkat potensi kearifan lokal yang di miliki daerah. Dengan memamerkan benda cagar budaya yang ada, pengunjung dapat melihat dan mengetahui peninggalan sejarah.

Di wilayah Kabupaten Karanganyar banyak sekali terdapat peninggalan cagar budaya seperti benda-benda purbakala di Desa Ndayu, Kecamatan Gondangrejo. Peninggalan Candi Cetho, Candi Sukuh di kawasan Kecamatan Jenawi dan Kecamatan Ngargoyoso. Tak hanya itu, peninggalan situs Watu Kandang di Kecamatan Matesih, maupun tempat perjanjian Giyanti, di Dukuh Kerten, Desa Jantiharjo, Kecamatan Karanganyar.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo mengatakan terdapat 37 warisan cagar budaya yang terdaftar di Kabupaten Karanganyar. “Banyak sekali peninggalan sejarah, sungguh luar biasa. Dengan adanya pameran ini kita bisa menjadi tahu dan pengingat adanya warisan budaya. Sehingga berwajiban untuk menjaga dan melestarikannya. Jangan sampai rusak maupun dirusak,” kata Rohadi Widodo, Jumat (14/11) pagi, disela-sela meninjau pameran.

Kepala BPCB Jawa Tengah, Sri Ediningsih mengatakan pada pameran di Gedung Wanita, dari tanggal 14-19 November 2014, masuk gratis, buka jam 08.00-17.00 WIB, meniru situs asli di Kabupaten Karanganyar.

“Pameran ini menonjolkan kearifan lokal dan rutin diadakan setiap tahun, tetapi keliling di Jawa Tengah. Sasarannya anak sekolah, maka juga dikemas menarik. Terdapat pula perpustakaan mini memajang buku-buku sejarah,” ujar Sri Ediningsih.

Replika yang dipamerkan mewakili masa pra sejarah, sejarah klasik, dan masa kolonial. Seperti replika manusia purba, kerbau purba, situs Watu Kandang, foto jaman dulu, alat telekomunikasi kuno, dan prajurit Pura Mangkunegaran.pd

Read More
gie copy

Dengan Wayang Kancil, Raih Juara 1 Nasional LPIR

Karanganyar, Kamis (23/10/2014)

Ketiga murid SMP 3 Jatiyoso mendapatkan Juara 1 Nasional LPIR Tahun 2014 tingkat SMP, saat didampingi guru pembimbing, Rabu (22/10) di saat ditemui di Sekolahnya.

Ketiga murid SMP 3 Jatiyoso mendapatkan Juara 1 Nasional LPIR Tahun 2014 tingkat SMP, saat didampingi guru pembimbing, Rabu (22/10)  ditemui di sekolahnya.

SMP Negeri 3 Jatiyoso berhasil mendapatkan Juara 1 Nasional Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) untuk tingkat SMP tahun 2014, yang berlangsung di Hotel Santika, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, berlangsung sejak tanggal 8 sampai 14 Oktober 2014, yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Tiga anak didik bernama Dewi Setyorini, Cici Wulansari, dan Rika Yuliana bersekolah di sekitar 40 kilometer dari pusat kota Kabupaten Karanganyar bersaing dengan sebanyak 113 naskah, antara lain 45 naskah berasal dari bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), 34 naskah dari bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan 34 naskah dari bidang Teknologi. Naskah-naskah tersebut di presentasikan di depan para dewan juri.

Awal mengikuti lomba itu berasal dari guru mereka, kemudian diajak mengadakan penelitian ke Sekolah Dasar (SD) untuk materi yang dilombakan. “Kami keliling ke berbagai SD disini. Rupanya mendapat tanggapan positif dari murid-murid,” ujar Abdul Muklis, guru pembimbing, Rabu (22/10) saat ditemui di SMP Negeri 3 Jatiyoso. Guru yang pernah mendapatkan juara lima tingkat Nasional itu menjelaskan, materi yang diikutkan lomba itu tentang wayang dongeng.

“Untuk tokoh wayang replika bintang yakni keong, kancil, kerbau dan buaya mengunakan alat-alat sederhana, bahan potongan kadus, dan koran bekas” jelas pengajar bahasa Inggris itu.

Dewi menuturkan setelah mendongeng berbahasa Indonesia, lanjut ke bahasa Inggris dan bahasa Jawa. Karena belum terbiasa medalang, mereka mengalami kesulitan pada penokohan karakter.

“Permainan wayang oleh saya, sedangkan narasi Cici, sedangkan pengisi suara wayang Rika. Banyak yang menonton saat kami tampil” ujar Dewi. Menariknya, penonton yang di sasar adalah anak-anak usia SD dapat melihat, mendengarkan selama 45 menit sambil mengenal kosakata bahasa Inggris. pd

Read More
gue (2) copy

Karanganyar Gelar Lomba Mapsi

Karanganyar, Kamis (16/10/2014)

Salah satu kelompok peserta musik  rebana pada lomba MAPSI tingkat SD se Kabupaten Karanganyar, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar,  Kamis (16/10) pagi

Penampilan salah satu kelompok peserta musik rebana pada lomba MAPSI tingkat SD se Kabupaten Karanganyar, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (16/10) pagi

Pemkab Karanganyar dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) menggelar lomba Mata Pelajaran Agama Islam dan Seni Islami (Mapsi). Lomba tersebut menjadi tolak ukur keberhasilan Pendidikan Agama Islam (PAI) di jenjang SD.

Ketua Panitia Mapsi, Suyatno mengungkapkan materi lomba meliputi baca tulis Al Quran, PAI, ketrampilan gerakan bacaan shalat, tartil Al Quran dan praktik serta cerdas cermat terpadu tertulis dan lisan. Tidak hanya itu, panitia juga memberikan penilaian dalam bidang seni Islami yakni musik rebana, vokal rebana, khatam Al Quran, kaligrafi, tilawatil, cipta teks khitabah, seni khitabah, mocopat islami, dan ketrampilan adzan. “Ini sebagai tolak ukur penerapan kurikulum PAI SD dan keberhasilan pendididkan agama islam di Karanganyar,” katanya.

Bagi juara I, Pemkab akan mengikutsertakannya dalam lomba Mapsi tingkat Provinsi Jawa Tengah. Rencananya, lomba tersebut akan dilaksanakan di Kendal pada tanggal 7-9 November tahun ini. Untuk lomba rebana di langsungkan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar dengan peserta sembilan kelompok mewakili kecamatan, sedangkan lomba lainnya di selenggarakan di SD Negeri 01 Cangakan.

Di tempat yang sama Bupati Karanganyar, Juliyatmono menuturkan spirit nilai-nilai agama menjadi landasan setiap aktivitas-aktivitas kita sehari-hari.

“Dengan menanamkan pengetahuan dan pemahaman agama terhadap anak usia dini dapat memberikan landasan spiritual yang kuat bagi mereka,” ujar Bupati Juliyatmono, saat membuka lomba tersebut di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (16/10) pagi.
Lebih lanjut Bupati meminta sebelum pelajaran pagi dimulai, anak Sekolah Dasar (SD) diharuskan mengaji dengan suara keras dan mendapat bimbingan dari guru. pd

Read More
DSC_0001

Kunjungan Peserta Diklat PIM 4 Pusdiklat Kemendagri

DSC_0001

Bupati Karanganyar Juliyatmono Saat Memberikan Sambutan Selamat Datang Kepada Rombongan Diklat PIM 4, (Senin,13/10/2014)

DSC_0004

Peserta Diklat PIM 4 Angkatan IX Pusdiklat Kemendagri Reg Jogja Tahun 2014

DSC_0017

Serah Terima Cinderamata Antara Bupati Karanganyar Dengan Pimpinan Rombongan

Pemerintah Kabupaten Karanganyar menerima Kunjungan Peserta Benchmarking To Best Practice Diklat PIM 4 Angkatan IX Pusdiklat Kemendagri Regional Yogjakarta yang berjumlah sekitar 40 peserta pada Senin Pagi 13/10/2014 di ruang Podang I Gedung Setda Kabupaten Karanganyar. Bupati Karanganyar Juliyatmono menyambut secara langsung sekaligus melepas peserta diklat yang rencananya akan berada di Kabupaten Karanganyar selama 4 hari dimulai hari ini sampai dengan kamis 16/10/2014. Adapun locus dari kunjungan ini adalah mempelajari bentuk pelayanan dan program Bupati Karanganyar salah satunya adalah Pendidikan Gratis SD/SMP/SMA/SMK yang telah diterapkan di Kabupaten Karanganyar. Hadir sebagai nara sumber BKD Karanganyar, Dispora Karanganyar, DP2KAD Karanganyar, BPPT Karanganyar dan Disdukcapil Karanganyar. ad

Read More
gue copy

SMK Matesih Dilengkapi Perhotelan

Karanganyar, Jumat (03/10/2014)

Bupati Juliyatmono disampingi Wakil Bupati Rohadi Widodo saat peletakan batu pertama SMKN Matesih, Kamis (02/10)

Bupati Juliyatmono disampingi Wakil Bupati Rohadi Widodo saat peletakan batu pertama SMKN Matesih, Kamis (02/10)

Berdirinya SMK Negeri Matesih nantinya akan dilengkapi restoran, penginapan dan laboratorium sebagai pendukung kabupaten vokasi. Tak hanya itu saja, dibuka paket keahlian antara lain, perhotelan, tata boga dan mulitimedia untuk menyiapkan tenaga terampil melalui industri pariwisata, perhotelan dan restoran.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Agus Hariyanto menjelaskan, SMK Negeri Matesih ini akan dilengkapi hotel setinggi lima lantai berikut bangunan sekolah dua lantai seluas 4.745 meter persegi.

“Sumber dana selain dari APBD tahun 2014 juga akan diupayakan pendanaan block grant Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pembangunan gedung di atas lahan seluas delapan ribu meter persegi itu diperkirakan menghabiskan dana Rp 31,036 miliar,” ujar Agus Hariyanto, dihadapan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Kamis (02/10) saat di lokasi pembangunan di depan lapangan desa Matesih.

Untuk pembangunan tahap pertama ini dikerjakan PT Wahyu Utama Persada dengan nilai kontrak Rp 2,916 miliar dari pagu anggaran Rp 3,030 miliar. “Tahap pertama baru struktur saja belum finising, masih dibutuhkan sekitar Rp 1 miliar lagi untuk menyelesaikan tahap satu, meliputi satu ruang administrasi dan kantor, serta 10 ruang kelas,” ujar dia.

Keinginan masyarakat Matesih dan sekitarnya untuk memiliki SMK sangat antusias. Saat ini dua rombongan belajar (rombel) jurusan multimedia diterima di SMKN Matesih, untuk sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung di Bumi Lestari Karangbangun, sambil menunggu selesainya pembangunan tahap satu. “Kelas jasa boga dan perhotelan akan dibuka tahun ajaran 2015/2016. Tahun ini multimedia dulu,” katanya.

Gedung tersebut bakal tersedia 15 ruang kelas dan tiga ruang laboratorium. Tersedia pula 20 kamar dan restoran untuk praktek, di kompleks tersebut yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan karena dilengkapi aula besar.

“Pembangunan tahap pertama ini selama 90 hari kalender atau 22 September-20 Desember 2014,” jelasnya saat groundbreaking, yang dihadiri Muspida dan beberapa Kepala SKPD, kemarin.
Bupati Juliyatmono mengatakan program sekolah gratis mendorong lulusan SMP/sederajat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Pada tahun ajaran 2014/2015, jumlah pendaftar SMA/SMK naik dua ribu orang dibanding tahun lalu.

“Bahkan banyak warga luar kota memutuskan sekolah di Karanganyar karena tertarik dengan program sekolah gratis,” kata dia. pd

Read More

Tasikmadu Karanganyar Bakal Dibangun Taman Pintar

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar bakal membangun wahana permaianan anak yang edukatif, yakni taman pintar di Tasikmadu tahun 2015.

Melalui pembangunan taman pintar ini diharapkan mampu mendukung pendidikan nonformal di Karanganyar.

Kepala Disparbud Karanganyar, Istar Yunianto, mengatakan rancangan pembangunan taman pintar sudah memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED).

Sedianya, pengelolaan taman pintar bakal diserahkan pihak ketiga.

“Diharapkan pula, dari pembangunan taman pintar ini dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar. Kami meyakini, keberadaan taman pintar itu akan memberi manfaat yang besar bagi masyarakat di Karanganyar,” katanya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya akhir pekan kemarin.

Sumber : http://www.solopos.com/

Read More
DSC_0107 copy

Ribuan Pramuka Sambut ETK 2014

Karanganyar, Senin (25/08/2014)

Romongan Estafet Tunas Kelapa (ETK) 2014 disambut dengan antusias sepanjang perjalanan dari Lapangan Matesih sampi Jurug, Minggu (24/08)

Romongan Estafet Tunas Kelapa (ETK) 2014 disambut dengan antusias sepanjang perjalanan dari Lapangan Matesih sampi Jurug, Minggu (24/08)

Arak-arakan rombongan Estafet Tunas Kelapa (ETK) 2014 disambut dengan antusias pramuka di sepanjang jalan. Perjalanan menempuh jarak 44 kilometer tak menyurutkan derap langkah pramuka dari Siaga, Penggalang, dan Penegak dari Kwarcab Kabupaten Karanganyar.
Rombongan itu merupakan pasukan inti berjumlah 61 siswa membawa satu siswa pemimpin pasukan, dua pembawa sepanduk, 14 pembawa bendera merah putih, 14 pembawa bendera pramuka, 14 pembawa bendera pataka ETK, dan delapan pembawa tunas kelapa.
“Selain itu juga delapan siswa penggalang, empat siswa pembawa teks pesan Mabida, pesan Majelis Pembimbing Cabang, pesan Mabira, pembawa bendera morse, dan empat siswa bertongkat,” kata Harjono, Ketua Panitia ETK 2014 Kabupaten Karanganyar.
Harjono juga menjelaskan bahwa tujuan ETK ini untuk meningkatkan rasa disiplin, keteladanan, metal, fisik dan semangat pantang menyerah bagi generasi muda.
Sedangkan perjalanan dimulai dari Lapangan Desa Matesih, Kabupaten Karanganyar melewati tujuh etape yaitu Gedung MI Muhammadiyah Ceporan, Lapangan Desa Supan Tegalgede, kantor BPBD, dan jembatan Kalongan, kemudian Balai Desa Dagen, Perusahaan Semen Gresik di Jaten, sampai Desa Jurug, untuk diserahterimakan dan diteruskan ke Kota Surakarta.
“Tetap gelorakan semangat anti narkoba, dan jangan mencobanya. Sebagai generasi muda mempunyai semangat mencintai produk dalam negeri dan berjiwa gotong royong. Manfaatkan waktu muda dengan sebaik-baiknya dan bukan saatnya berleha leha dan teruslah berkarya,” ujar Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat membacakan pesan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di lapangan Matesih, Minggu (24/08) pagi.
Untuk menyemarakkan ETK 2014 ini juga diselenggarakan beberapa kegiatan antara lain lomba Kwartir Ranting, Ziarah ke Makam Tokoh-tokoh Pramuka dan Upacara bendera HUT Pramuka. pd

Read More
DSC_0095 copy

Siswi SMP Ini Raih Nilai UN 39,20

Karanganyar, Selasa (17/06/2014)

Khusnul Alifah, (paling kiri dan berkacamata) mendapatkan nilai Ujian Nasional SMP/MTs 39,20

Khusnul Alifah, (paling kiri dan berkacamata) mendapatkan nilai Ujian Nasional SMP/MTs 39,20

Siswi dari SMP Negeri 1 Kabupaten Karanganyar, Khusnul Alifah, meraih nilai Ujian Nasional (UN) SMP/MTS tahun 2013/2014 fantastis yakni 39,20, bahkan termasuk salah satu dalam sembilan besar peringkat satu di Jawa Tengah. Gadis berjilbab itu menceritakan, untuk meraih nilai tinggi itu butuh persiapan dengan mengatur waktu belajar untuk meraih prestasi.

“Latihannya dengan sering mengikuti tryout UN SMP dan menerima materi pembelajaran,” ujar Khusnul Alifah, seusai acara Pelepasan Siswa Kelas IX B, SMP Negeri 1 Karanganyar, di Gedung Wanita, Senin (16/05).

Menjelang pelaksanaan UN, tambahnya, justru mengatur waktu untuk istirahat, menjaga kesehatan. “Malam sebelum ujian membaca hafalan agar tidak lupa,” ucap gadis berkaca mata ini.
Berdasarkan data dari SMP Negeri 1 Kabupaten Karanganyar, Khusnul Alifah mendapatkan nilai Bahasa Indonesia 9,20, Bahasa Inggris 10,00, Matematika 10,00 dan untuk IPA dengan nilai 10,00. “Nantinya saya ingin melanjutkan ke SMA Negeri 1 Surakarta. Untuk para pengajar yang telah mendidik selama ini, saya mengucapkan terima kasih,” ujarnya.

Sementara itu, ditempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono menuturkan Pemkab menargetkan wajib belajar 12 tahun dapat terselenggara bebas pungutan. Seluruh lulusan SMP/ MTS sederajat harus melanjutkan sekolah ke tingkat lebih tinggi. “Jangan sampai ada yang putus sekolah. Lanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” pintanya.

Selanjutnya, Kabid Pendidikan Dasar, Disdikpora Kabupaten Karanganyar, Slamet Riyadi mengatakan 11.533 peserta UN SMP/MTS lulus alias tingkat kelulusan di Karanganyar 100 persen. pd

Read More