Wakil Bupati sekaligus Ketua P4GN Rohadi Widodo, menyampaikan arahannya dalam sosialisasi di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Karanganyar, Selasa (15/12/2015).
Karanganyar, Selasa 15 Desember 2015
Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik bekerjasama dengan Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan Sosialisasi P4GN. Sosialisasi berlangsungdi Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Karanganyar, Selasa (15/12/2015). Sosialisasi diikuti oleh Pengurus, Anggota GOW, serta siswa-siswi SMP dan SMA/SMK Kabupaten Karanganyar.
Sosialisasi menghadirkan tiga narasumber yaitu, Rohadi Widodo selaku Wakil Bupati Karanganyar sekaligus Ketua P4GN, Iptu Murtiyoko dari Kasat Narkoba Polres Karanganyar serta pemerhati narkoba dr. Kinik Darsono dari DKK Sragen.
Materi yang disampaikan oleh Ketua P4GN Rohadi Widodo yaitu tentang menyikapi kebijakan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba. “Narkoba itu harus diperhatikan dan perlu adanya upaya-upaya penanggulangan narkoba tidak lepas dari tanggung jawab kita bersama”, kata Rohadi Widodo saat menyampaikan arahannya.
Rohadi Widodo juga menekankan bahwa “pertahanan keluarga itu sangat penting dan juga perhatian orang tua terhadap putra-putrinya dengan upaya yang dilakukan seperti character building di sekolah”. Harapannya supaya, anak-anak Indonesia bisa menjadi generasi yang lebih baik lagi dan tidak tertinggal.
dr. Kinik Darsono sebagai pemerhati narkoba dari DKK Sragen saat memberikan penjelasan tentang bahaya rokok dan narkoba.
Dalam sosialisasi tersebut dr. Kinik Darsono menjelaskan bahwa yang paling berbahaya untuk anak-anak remaja yaitu Narkoba dan Rokok. Indonesia merupakan perokok terbesar di dunia nomor 3 dan 80% adalah perokok dibawah SD. Kuncinya supaya terhindar dari narkoba, miras, rokok, judi, dan seks bebas adalah menjadikan keluarga yang Sakinah, Mawadhah, Warohmah.
Salah satu narasumber dalam sosialisasi Iptu Murtiyoko dari Kasat Narkoba Polres Karanganyar.
Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Karanganyar Iptu Murtiyoko juga memberikan beberapa penjelasan tentang bahaya-bahaya narkoba kepada para peserta sosialisasi terutama siswa-siswi SMP dan SMA, supaya mereka mengetahui akan bahaya bila mengkonsumsi narkoba.Uum/Wn
Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo sekaligus Ketua P4GN Karanganyar didampingi Ketua Pengadilan Negeri Karanganyar dan Ketua DWP Karanganyar pada Sosialisasi P4GN, Selasa (15/12/2015) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.
Karanganyar, Selasa 15 Desember 2015
Kesbangpol Karanganyar bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (15/12/2015). Yang diikuti oleh Pengurus dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Karanganyar serta jajaran SKPD.
Acara Sosialisasi tersebut menghadirkan tiga narasumber yaitu Rohadi Widodo selaku Wakil Bupati Karanganyar sekaligus Ketua P4GN, Ketua Pengadilan Negeri Karanganyar Irfanudin serta pemerhati narkoba dr.Kinik Darsono dari DKK Sragen.
Laporan Panitia Penyelenggara sekaligus Ketua Dharma Wanita Persatuan Karanganyar Ny.Samsi menyampaikan bahwa Dharma Wanita sebagai organisasi wanita untuk dapat berperan dan berpartisipasi di lingkungan masyarakat masing-masing. Pentingnya peranan orang tua membentengi anak-anaknya agar terhindar dari bahaya narkoba dan HIV/AIDS.
Narasumber : Rohadi Widodo saat menyampaikan arahannya terkait Pentingnya Ketahanan Keluarga sebagai kunci terhindar dari bahaya narkoba dan HIV/AIDS dihadapan Pengurus dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Karanganyar.
“Ketahanan keluarga sangat penting dan perhatian orang tua kepada putra-putrinya, maka dari itu orang tua harus melakukan pendekatan-pendekatan yang baik kepada putra-putrinya agar terhindar dari bahaya narkoba, miras, judi dan seks bebas”, terang Rohadi Widodo saat memaparkan materi sosialisasi. Rohadi Widodo juga menyampaikan bahwa upaya-upaya penanggulangan penyalahgunaan narkoba tidak lepas dari tanggung jawab kita bersama karena masalah narkoba adalah masalah bangsa yang merusak generasi penerus bangsa.
Sementara itu Irfanudin sebagai Ketua Pengadilan Negeri Karanganyar sekaligus narasumber menekankan aspek hukum penyalahgunaan narkoba. Umumnya perkara yang masuk di Pengadilan adalah kasus pengguna narkotika bukan bandarnya. Dari hari ke hari tahun ke tahun angka penyalahgunaan narkotika meningkat dan celakanya lagi bukan hanya remaja, bapak-bapak bahkan petugas lapas juga menjadi penggunanya.
“Karanganyar ini lebih rendah narkoba bukan berarti kita tidak waspada, karena dari sekian saya bertugas diluar hampir 90% kasus narkoba adalah pengguna bukan bandarnya,untuk itu semua pihak harus terlibat memberantasnya ” ujar Irfanudin.
Ciptakan Keluarga Sakinah Mawahdah Warohmah : Pesan dr. Kinik Darsono sebagai pemerhati Narkoba.
Dalam sosialisasi tersebut dr.Kinik Darsono sebagai pemerhati narkoba menjelaskan bahwa kunci terhindar dari narkoba, miras, rokok, judi, dan seks bebas adalah menjadikan keluarga yang Sakinah, Mawadhah, Warohmah. Ind/Tt
Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Kepala BPS Karanganyar Toto Desanto (kanan) dan Ketua APINDO Karanganyar Edi Darmawan (kiri) pada kegiatan Sensus Ekonomi 2016, Senin (14/12/2015) di Ruang Podang I Kantor Sekretariat Daerah Karanganyar.
Karanganyar, Senin 14 Desember 2015
Badan Pusat Stastitik (BPS) Kabupaten Karanganyar dalam rangka mensukseskan sensus ekonomi 2016 menyelenggarakan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2016, Senin(14/12/2015) di ruang Podang I Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar. Sosialisasi ini dihadiri oleh 50 peserta dan pelaku usaha.
Dalam laporannya kepala seksi statistik Distribusi BPS Karanganyar, Sri Pristiwati mengatakan bahwa “penyelenggaraan sosialisasi ini mengacu pada Undang-Undang No.16 1997 tentang statistik BPS berkewajiban mengadakan sensus penduduk. Kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada bulan Mei 2016 bertujuan untuk mendapatkan informasi potret utuh perekonomian bangsa, sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional maupun regional. Saya berharap dukungan dari Bupati, karena kami menyadari respon dari adanya intervensi agar data benar-benar akurat sesuai dengan data di lapangan“.
Peserta saat mengikuti sosialisasi Sensus Ekonomi 2016 yang akan dimulai pada Mei 2016.
Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam arahannya “kita gelorakan, karena sensus ini sangat penting dan strategis karena secara ekonomi nanti seperti apa. Bagaimana mampu mengganti ekonomi Kabupaten Karanganyar supaya sensus ini dapat memberikan input atau data yang benar sehingga bisa lebih valid. Jajaran pengusaha melalui Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) untuk memberikan data yang benar. Petugas sensus diharapkan dalam menjalankan tugasnya agar dimudahkan atau tidak dipersulit.Bupati juga menegaskan bahwa “kemiskinan merupakan salah satu faktor dari perilaku, data sebagai karakter daya saing Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) antar perusahaan. Mudah-mudahan dengan sensus ekonomi dapat menjadi daya saing yang lebih baik dengan potensi yang dimiliki”.
Rencananya Karanganyar akan mengadakan perjanjian MOU dengan Malaysia di BLK Bangsri tentang rekrutmen tenaga kerja yang bertujuan meningkatkan produk SDM yang berkualitas. Disamping itu, Sensus Ekonomi nanti diharapkan menjadi parameter pertumbuhan ekonomi perkapita, domestik regional serta bruto agar meningkat. Kami harap Sensus Ekonomi tersebut dapat disosialisasikan kepada masyarakat.
Selanjutnya, dalam sosialisasi tersebut menghadirkan dua narasumber yaitu Kepala BPS Kabupaten Karanganyar Toto Desanto dan Ketua APINDO Kabupaten Karanganyar Edi Darmawan. Toto Desanto menyampaikan gambaran umum tentang Sensus Ekonomi 2016 dengan tujuan mengumpulkan dan menyajikan data dasar seluruh kegiatan ekonomi, kecuali sektor pertanian, sebagai landasan bagi penyusunan kebijakan, perencanaan, dan evaluasi pembangunan.
“Kami butuh dukungan dan partisipasinya dalam mensukseskan sensus ekonomi 2016 agar berjalan lancar. Karena anggaran yang digunakan untuk sensus ekonomi 2016 ini tidak sedikit yakni mencapai 1,7 Triliun. Anggaran tersebut tidak ada kaitannya dengan pajak income perkapita, domestik regional dan dijamin kerahasian datanya, untuk itu harap bantuannya”, ujar Toto Desanto.
Ketua APINDO menyampaikan arahannya bahwa “akan menata ulang pengusaha yang proinvestasi, diharapkan dapat berdampak pada perkembangan ekonomi, menciptakan lapangan kerja yang berkualitas, dan meningkatkan pembangunan infrastruktur.Ad/Ind/Wn
Bupati Karanganyar Juliyatmono, saat memberikan arahannya, dalam seminar, Senin (14/12/2015) di Aula SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar.
Karanganyar,Senin 14 Desember 2015
Seminar penyusunan buku sejarah Desa Sangiran dan Dayu, yang berlangsung pada Senin (14/12/2015) di Aula SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar. Acara tersebut diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karanganyar yang bekerja sama dengan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). Seminar dihadiri oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono beserta jajajrannya, Ketua MSI Komisariat Karanganyar, Kepala Bidang Kebudayaan, jajaran SKPD dan Asisten-asisten.
Maksud dan tujuan diselenggarakannya seminar ini terutama untuk mengembangkan pariwisa tadi Kabupaten Karanganyar, supaya masyarakat bisat menegenal lebih banyak lagi tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Karanganyar.
Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo menyampaikan arahannya dalam seminar.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karanganyar bekerja sama dengan Masyarakat Sejarawan Indonesia untuk menyusun buku tersebut dengan mengangkat judul “Sumbangan Desa Purba Dayu Karanganyar Menguak Misteri Alam”, yang berisi tentang situs kehidupan manusia purba Sangiran dan Dayu. Rencananya buku ini akan diterbitkan pada akhir Desember, jika penggarapannya sudah selesai. Dengan disusunnya buku tersebut, maka kita bisa mengetahui sejarah peradaban manusia. Serta Bapak/Ibu Kepala sekolah diharapkan untuk mengajak anak-anak sekolah untuk mengenal lebih dekat tentang sejarah manusia purba dan cinta akan sejarah.
Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam arahannya mengatakan bahwa “Semoga Masyarakat Sejarawan Karanganyar setiap tahun bisa menghasilkan buku-buku yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat, kampung sejarah kita publikasikan dengan luas agar memancing reaksi publik untuk datang ke tempat wisata purba sangiran klaster dayu, supaya kampung purba menjadi obyek wisata yang di kenal di Kanca Internasional”.
Bupati juga mengatakan supaya buku tersebut bisa mendiskripsikan perkembangan kehidupan manusia yang akan datang dan berharap agar MSI juga menelusuri cagar budaya lainnya yang ada di wilayah Kabupaten Karanganyar agar di kenal masyarakat luas. Wakil Bupati juga menambahkan pendapatnya tentang tulisan-tulisan yang masih rancu dan perlu di perbaiki.Ft/Tt/Uum
Berperilaku Hidup Sehat kunci terhindar dari AIDS : Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menyampaikan arahan pada Seminar AIDS, Selasa (01/12/2015) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.
Karanganyar, Selasa 1 Desember 2015
Hari AIDS Sedunia tahun 2015 Kabupaten Karanganyar mengusung tema “Perilaku Sehat” berlangsung Selasa (01/12/2015) di Pendopo rumah Dinas Bupati Karanganyar.
Dalam laporannya Sugeng Raharto, selaku Ketua Panitia Penyelenggara menyampaikan laporannya bahwa tujuan dilaksanakannya sosialisasi ini adalah untuk mengoptimalkan perlembagaan AIDS di Karanganyar dan menyatukan persepsi untuk penanggulangan penyakit menular AIDS khususnya ibu dan anak.
Sementara itu Bupati Karanganyar Drs. H. Juliyatmono, MM dalam sambutannya mengatakan bahwa “pemerintah juga mengucapkan keprihatinan yang mendalam terhadap penularan AIDS yang begitu cepat”. Inilah yang disebut dengan bencana sosial dari pola hidup tidak sehat seseorang sehingga dapat berimbas ke orang banyak.
“Virus ini cepat sekali penularannya, hubungan seks bebas merupakan penularan yang paling nampak, suami istri yang suka berganti-ganti pasangan memungkinkan penularan tersebut” ungkap Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Karanganyar, Djatmiko.
Setialah pada pasangan hidup anda : dr. Nur Hidayat dari RSUD Karanganyar sebagai narasumber.
Kegiatan Sosialisasi HIV/AIDS tersebut menghadirkan dua narasumber yaitu, Dr. Nur Hidayat, Sp.PD selaku Ketua IDI dari RSUD Karanganyar dan Fathul Munir, S.Km, M.kes kepala bidang Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.
Menurut penjelasan Dr. Nur Hidayat, Sp.PD Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah penyebab AIDS yang melemahkan sistem kekebalan/perlindungan tubuh. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan beberapa gejala akibat menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan virus HIV.
Pada tahun 2014, Soloraya menembus 1.212 jiwa, 376 diantaranya meninggal dunia. Mereka yang terkena virus HIV adalah orang-orang yang berusia produktif. Perempuan lebih mudah tertular HIV, akibat kerentanan biologis dan cairan yang mengandung HIV lebih lama menetap setelah berhubungan seks. Penularan HIV tersebut melalui darah (tranfusi darah), cairan sperma dan cairan vagina (hubungan seks bebas), ASI (balita dari ibu positif HIV). ad/ind/uum/ht
Konser Iwan Fals di alun-alun Karanganyar bertajuk “Lawuku Hijau dan Damai”.
Karanganyar, Kamis (03/12/2015)
Rangkaian perhelatan akbar Hari Jadi ke-98 Kabupaten Karanganyar telah usai, dengan ditandai konser Iwan Fals bertajuk “Lawuku Hijau dan Damai” di Alun-alun Kabupaten Karanganyar, Sabtu (28/11) malam.
Pada konser itu Iwan Fals menyanyilkan sekitar 17 lagu, seperti Pohon Untuk Kehidupan, Tanam Saram Tanam, Esek-Esek Udug Udug, Sampah, Mata Indah Bola Pingpong, Pesawat Tempur. Aku Sayang Kamu, Izinkan Aku Menyayangimu dan Langgam Lawu, sukses membuat penonton bernyanyi bersama.
Napak Tilas Perjuangan Raden Mas Said
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengadakan Napak Tilas Perjuangan Raden Mas (RM) Said yang dimulai dari Lapangan Mojoroto, Kecamatan Mojogedang hingga finis di Sapta Tirta Pablengan, Kecamatan Matesih.
Jarak yang ditempuh sekitar 18 kilometer dan dengan berjalan kaki, terbagi dalam tiga Pos, yakni Pos 1 di Kecamatan Mojogedang, Pos 2 di hutan karet Dengkeng, Pos 3 di Kantor Kepala Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Minggu (01/11).
Pentas Wayang Kulit
Di rangkaian acara yang lain pada pementasan wayang kulit, Kabupaten Karanganyar mengusulkan kepada Presiden Republik Indonesia, agar setiap tanggal 7 November ditetapkan sebagai Hari Wayang Nasional.
Peringatan pengakuan dari UNESCO itu, di Kabupaten Karanganyar dimeriahkan dengan pentas wayang kulit semalam suntuk dengan menghadirkan dua dalang, yakni Ki Manteb Sudarsono dan Ki Entus Susmono, juga sebagai Bupati Kabupaten Tegal dengan mengambil lakon Bondan Pakso Jandhu, dan 98 sinden sesuai umur Kabupaten Karanganyar,
Sabtu (07/11).
Karanganyar Solo Raya Creative Expo 2015 dikunjungi puluhan ribu penonton
Karanganyar Solo Raya Creativ Expo
Selama empat hari berlangsung dari 11-14 November 2015 , Karanganyar Solo Raya Creative Expo 2015, di Alun-alun Kabupaten Karanganyar dikunjungi sebanyak 41 ribu orang.
Ziarah Leluhur
Sebelum peringatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar setiap 18 November, dilakukan terlebih dahulu ziarah ke makam-makam leluhur pendiri Kabupaten Karanganyar oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Forkopimda, para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dan Pimpinan BUMD, Jumat (13/11).
Rombongan tersebut berziarah ke makam Nyi Ageng Karang di Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar, ke makam Ronggo Panambang di Randu Songo, Tasikmadu.
Kemudian dilanjutkan ziarah ke Astana Temu Ireng, yakni makam Bupati pertama Karanganyar, Harja Asmaran. Doa juga dipanjatkan di depan Makam Mengadeg, Makam Giribangun dan Makam Girilayu, di Kecamatan Matesih.
Aksi panggung di Maha Karya Lawu tahun 2015
Maha Karya Lawu
Untuk mengangkat dan mengenalkan seni tradisi, Pemkab Karanganyar mengadakan gelaran Maha Karya Lawu yang berlangsung selama 24 jam di terminal Tawangmangu, Minggu (15/11).
Acara diawali pada pagi hari, dengan Festival Seni Tradisional dari 17 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar dengan menampilkan kesenian lokal
Upacara Peringatan Hari Jadi Karanganyar
Tepat pada Rabu (18/11), Kabupaten Karanganyar genap berusia 98 tahun. Sebagai bentuk peringatan tersebut, Pemkab Karanganyar menggelar acara serangkaian acara.
Tari Kolosal Perjuangan Raden Mas Said di Upacara HUT ke 98 Kabupaten Karanganyar
Puncak peringatan tersebut diawali dengan pelaksanaan upacara dengan berbahasa Jawa. Tidak hanya itu, seluruh peserta upacara yang berasal dari Forkopimda, para PNS di lingkungan Pemkab setempat, serta sejumlah tamu undangan mengenakan busana Jawa. Bagi PNS laki-laki mengenakan beskap jangkep, sedangkan perempuan memakai kebaya.
Pada kesempatan itu, Bupati mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang telah terlibat dalam membangun antara lain Pemerintah, Masyarakat, dan Swasta dan pihak-pihak yang telah bersama-sama mendukung pembangunan di wilayah Kabupaten Karanganyar.
Mobil Hias
Semarak pawai mobil hias
Peringatan Hari Jadi ke-98 Kabupaten Karanganyar tahun 2015 juga dimeriahkan dengan Karnaval Mobil Hias dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Sekolah, BUMN, BUMD, dan Perusahaan Swasta, Senin (23/11) siang.
Sebanyak 175 mobil hias tercatat ikut karnaval dan terbagi sebanyak 88 kelompok peserta. Setiap peserta menghias mobil sedemikian rupa sehingga menarik para penonton yang memadati dari tempat start hingga finis di simpang lima Bejen.
Iwan Fals melakukan aksi penghijauan di Cemoro Kandang, Tawangmangu
Iwan Fals Tanam Pohon
Musisi kawakan Iwan Fals mengajak untuk aktif menanam pohon, untuk melestarikan hutan. Ajakan tersebut disampaikan setelah musisi itu menanam pohon liwung di Taman Endemis Wukir Mahendra Gunung Lawu, di kawasan Cemoro Kandang, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Jumat (27/11) bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Bupati Karanganyar Juliyatmono.pd
Bupati Karanganyar Drs. H. Juliyatmono, MM sebagai Irup pada Upacara Hari Guru Nasional, KORPRI dan Peringatan Hari AIDS Sedunia Kabupaten Karanganyar 2015, Senin (30/11) di halaman Kantor Sekretariat Daerah Karanganyar.
Karanganyar, Senin 30 November 2015
Upacara Peringatan Hari Guru Nasional ke-70, KORPRI ke-44 dan AIDS Sedunia 30 November 2015 Kabupaten Karangayar berlangsung khidmat, Senin pagi (30/11/2015) di Halaman Kantor Sekretariat Daerah Karanganyar. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Karanganyar Drs. H. Juliyatmono, MM dan Jumadi sebagai Komandan Upacara dari PGRI Kabupaten Karanganyar.
Upacara tiga peringatan menjadi satu ini diikuti oleh Wakil Bupati Karanganyar, Forkompinda Karanganyar, Jajaran Kepala SKPD Karanganyar, Organisasi Pemuda, Karyawan/wati PNS dilingkungan Karanganyar.
Peringatan Hari Guru Nasional tahun 2015 ini, untuk menunjukkan bahwa pengakuan atas perjungan dan komprehensif guru telah diikrarkan dan dinyatakan secara profesional untuk semakin mendukung terwujudnya Guru yang berkulitas dan sejahtera. Hari Guru Nasional tahun 2015 ini bertemakan “Memantapkan Soliditas Dan Solidaritas PGRI Sebagai Organisasi Profesi Guru Yang Kuat Dan Bermartabat”. Makna dari tema tersebut adalah PGRI harus semakin menunjukkan kekuatan dan kebersamaannya untuk mewujudkan guru-guru profesional dan sejahtera.
Selain Eksistensi Guru, kesuksesan organisasi KORPRI juga dituntut untuk semakin memantapnya fungsi organisasi sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan mengangkat tema “Dengan Memperkokoh Netralitas Dan Profesionalitas, KORPRI Siap Menyukseskan Program Nawa Cita Melalui Gerakan Ayo Kerja Menuju Terwujudnya Kualitas Pelayanan Publik Dan Kesehatan Masyarakat”. Bahwa ini menjadi cambuk bagi organisasi KORPRI untuk siap bertransformasi menjadi bagian integral dari pemerintahan, memberikan perlindungan hukum serta mengembangkan kesejahteraan anggotanya.
Peserta Upacara wajib mengenakan Pita Merah di sebelah lengan kanan sebagai tanda kepedulian AIDS.
Upacara yang juga sekaligus memperingati Hari AIDS Sedunia, seperti tahun-tahun sebelumnya, sejak penyakit HIV/AIDS menghantui kehidupan kita. Lembaga kesehatan, organisasi peduli HIV/AIDS telah memberikan keaktifan dan pemikirannya untuk ikut mencegah semakin bertambahnya penderita melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi. Sehingga masyarakat karanganyar dapat bebas dari penyakit HIV/AIDS.
Mari dengan semangat Maju dan Sehat kita ciptakan kabupaten Karanganyar yang cerdas, bahagia dan sejahtera.
Penyerahan Piagam Juara III Nasional Guru PPKN Berprestasi oleh Drs. H. Juliyatmono, MM
Usai pelaksanaan upacara dilakukan penyerahan penghargaan kepada Anna Yuniati, SH, M.Pd dari SMA N 2 Karanganyar sebagai juara III Nasional Guru PPKN Berprestasi dari KEMENDIKBUD, juara III Nasional Guru PPKN Berprestasi Penerimaan Anugerah Konstitusi dari Mahkamah Konstitusi. Ind/ft/Uum
Guru dan Siswa Siswi SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar melaksanakan Sholat Dhuha Berjamaah. (25/11)
Guru SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar berlomba memasukkan bola dalam Simpay.
Guru SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar Berlomba Mempertahankan Bola Di atas Tongkat.
Karanganyar, Rabu 25 November 2015
Dalam rangka memperingati HUT PGRI yang ke-70 dan Hari Guru Nasional 2015. SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar mengadakan beberapa kegiatan Lomba . Adapun maksud dan tujuan diadakannya kegiatan ini, untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen budaya mutu di kalangan guru dan pemangku dalam mencerdaskan kehidupan bangsa akan pentingnya pendidikan yang berkualitas. Meneladani semangat dan dedikasi guru sebagai pendidik profesional dan bermartabat bagi semua anak bangsa dalam peningkatan sumber daya manusia yang bermutu. Membangun dan memperkokoh solidaritas dan kesetiakawanan sesama guru.
Ada beberapa lomba yang telah dilaksanakan antara lain, lomba team guru mempertahankan bola diatas tongkat, lomba memasukkan bola dalam simpay, lomba kebersihan kelas dan lomba wali kelas (bersih ruang kelas dari coretan-coretan). Kegiatan tersebut merupakan ide dari para siswa-siswi SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar.
Sebelum lomba tersebut dimulai para siswa serta guru-guru melaksanakan upacara dan sholat dhuha terlebih dahulu secara bersama-sama di halaman sekolah. Dalam rangka peringatan hari guru nasional dan upaya meningkatkan motivasi dan semangat dari guru dan karyawan SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar agar berprestasi sekolah memberikan reward pada guru tahun pelajaran 2015/2016.
Dalam hal ini Bapak Hartono, S.PD selaku ketua panitia mengharapkan dukungan dan partisipasi dari semua pihak untuk kelancaran kegiatan tersebut. Dan kami juga berharap semoga maksud dan tujuan dari kegiatan ini dapat tercapai dan bermanfaat bagi kita bersama. ft/Uum
Bupati Karanganyar Drs. H. juliyatmono, MM bertindak sebagai Inspektur Upacara Napak Tilas Perjuangan Joko Songo, Senin pagi (16/11/2015) di Lapangan Balong, Jenawi, Karanganyar.
Karanganyar, Senin November 2015
Pemerintah Kabupaten Karanganyar bekerjasama dengan Gerakan Pramuka Karanganyar mengadakan kegiatan Napak Tilas Perjuangan Joko Songo sebagai agenda rutin tiap tahunnya yang telah berjalan selama 20 tahun.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meneladani semangat kepahlawanan dari para Pahlawan umumnya dan Pahlawan Tentara Pelajar khususnya yang gugur dan dimakamkan di Desa Matesih.
Bupati Karanganyar Juliyatmono saat memberangkatkan peserta Napak Tilas Perjuangan Joko Songo.
Kegiatan ini diikuti kurang lebih 335 peserta terdiri dari 31 Sangga Putri (155 orang) dan 36 Sangga Putra(180 orang) yang menempuh jarak dengan berjalan kaki sejauh 31 kilometer. Pada kesempatan tersebut, Sepanjang perjalanan diadakan lomba Cerdas Tepat Pramuka, Sendratari Musik, Scapbook, dan Merangkai Bonsai kering dengan memperebutkan Piala Bupati Karanganyar.
Pemukulan Kentongan tanda resmi dibukanya Karanganyar SoloRaya Creatif Expo 2015 yang berlangsung mulai Tanggal 11 November sampai dengan 15 November 2015 di Alun Alun Karanganyar
Karanganyar, Kamis 12 November 2015
Salah satu agenda pada serangkaian memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-98, Disperindagkop & UMKM Karanganyar bekerjasama dengan Kadin Solo Raya menggelar Karanganyar SoloRaya Creatif Expo yang berlangsung 11 November sampai dengan 15 November 2015, di Alun Alun Karanganyar.
“Kegiatan ini dimaksudkan untuk sarana promosi produk-produk unggulan berbasis industri kreatif dengan tujuan memperkuat posisi Karanganyar sebagai sektor pariwisata di Jawa Tengah sekaligus menanamkan rasa cinta pada produk dalam negeri. Total peserta sebanyak 220 stand wirausaha mandiri baik dari Karanganyar maupun Solo sekitarnya yang menampilkan berbagai komoditas seperti handicraf, makanan produk lokal, penjualan on line, batik. Untuk pengunjung tidak dipungut biaya karena kami ingin mengetahui seberapa besar antusias pengunjung yang datang, sehingga transaksi jual bali dapat menggeliatkan roda perekonomian masyarakat khususnya pada usaha kecil menengah,” terang Kepala Disperindagkop&UMKM Karanganyar, Larmanto saat menyampaikan laporan kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Bakorwil II Jawa Tengah, Ketua Kadin se Solo Raya, Bupati Karanganyar, Wakil Bupati Karanganyar, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Karanganyar, Jajaran SKPD Karanganyar, Danlanud adi Soemarmo Disperindagkop se Soloraya serta UMKM se Solo Raya.
Sementara itu Ketua Kadin se Solo Raya, Gareng S. Haryanto menyampaikan bahwa Solo Raya kreatif Expo tahun ini yang ke-3 dan bertepatan dengan Hari Jadi Ke-98 Kabupaten Karanganyar.
“Semoga kegiatan ini meningkatkan perekonomian se Solo Raya serta menyaring produk-produk unggulan se Solo Raya,” harapnya.
Selanjutnya dalam sambutannya, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan bahwa pelaksanaan Karanganyar Solo Raya Creatif Expo 2015 ini merupakan salah satu mewujudkan Program Unggulan Pemerintah Kabupaten Karanganyar yakni menciptakan 10.000 wirausahawan mandiri.
“Saya mengapresiasi dan bangga atas pelaksanaan Karanganyar Expo ini. Dan saya melihat baik dari peserta UMKM maupun pengunjung sangat antusias. Alhamdulillah awal dari kegiatan ini berjalan sukses. Ini merupakan wujud salah satu misi menciptakan 10.000 wirausahawan mandiri. Semoga dapat memberi semangat baru agar pelaku usaha bisa tumbuh dan berkembang yang nantinya dapat menciptakan lapangan kerja baru,” tutur Bupati disambut riuh para hadirin.
Coba Melukis : Bupati Karanganyar Juliyatmono disalah satu stand berkesempatan melukis di atas kain.
Juliyatmono dan Rohadi Widodo mengunjungi salah satu stand batik.
Wakil Bupati Rohadi Widodo memperlihatkan kerajinan keris yang berlapis emas.
Acara Karanganyar Solo Raya Creatif Expo 2015 resmi dibuka dengan pemukulan kentongan dan pemotongan bunga melati, Rabu malam (11/11/2015) dilanjutkan dengan mengunjungi berbagai stand Usaha Kecil Menengah. Ind/ft