Category: Pendidikan

KOM_0732

Karanganyar Miliki Taman Ramah Anak

 

 

kominfo

Keceriaan anak-anak bersama Bupati Karanganyar Juliyatmono disela-sela acara.

Karanganyar, 14 Maret 2017

Bupati Karanganyar Juliyatmono meresmikan taman ramah anak Ceria yang berada di Selatan Masjid Raya Karanganyar, Selasa Pagi (14/3).

Dalam sambutannya Juliyatmono berpesan supaya taman ini dijaga dengan sungguh-sungguh dan tidak disalah gunakan oleh orang dewasa. Kebersihan dan keamanannya menjadi tanggung jawab semua pihak dan pemerintah Kabupaten Karanganyar akan memberikan fasilitas lampu penerangan serta instruktur pendamping bagi anak-anak dalam menikmati fasilitas yang ada di taman tersebut.

“taman anak sejatinya untuk anak-anak, semoga taman ini bisa memberikan ruang yang positif bagi anak dan anak-anak nyaman bermain disini”, harap Juliyatmono.

Ditambahkan oleh Juliyatmono, keberadaan taman ini kedepan mampu menghasilkan anak-anak yang cerdas, aktif dan bertanggung jawab serta berakhlak baik sehingga kedepan berguna bagi bangsa dan negaranya.

Peresmian taman tersebut dihadiri sekitar 100 anak-anak yang berjalan dengan meriah serta penuh canda tawa karena tersedianya pelbagai sarana permainan seperti seluncuran, ayunan, jungkat-jungkit, permainan ular tangga dan permainan edukatif lainnya.

Suasana semakin meriah ketika Juliyatmono selesai menggunting pita tanda dibukanya taman tersebut diikuti kunjungan lokasi sambil membagi-bagikan hadiah kepada anak-anak yang bisa menjawab pertanyaan dari Bupati Karanganyar Juliyatmono. Demikian DISKOMINFO (ad/bayu/adit)

 

 

Read More
KOM_9895

6 Barung Siap Ikuti Pesta Siaga Binwil Surakarta

KOMINFO

Bupati Karanganyar berfoto bersama peserta kontingen pesta siaga

Karanganyar, 9 Maret 2017

Bupati Karangayar melepas kontingen pesta siaga binwil Surakarta (9/3). Acara yang berlangsung di halaman kantor Bupati Karanganyar ini diikuti 6 barung siaga yang berasal dari 6 sekolah dasar. Sekolah-sekolah itu adalah SDN mojogedang 1, SDN Jatisobo 2, SDN Jatisobo 3, SDN Jatiharjo 1, SD IT Jumapolo, dan SD Angkasa Colomadu.

Selain dihadiri Bupati Karanganyar kegiatan ini juga dihadiri Ketua Kwarcab dan pengurus gerakan pramuka Kabupaten Karanganyar.

Pesta siaga binwil Surakarta sendiri rencananya akan diselenggarakan pada 14 maret 2017 di Alun-alun Boyolali. Acara ini hanya akan berlangsung selama 1 hari. Peserta sendiri berasal dari 7 Kabupaten dan Kota se-eks Karesidenan Surakarta.

Dalam kesempatan ini Bupati Karanganyar sangat mengapresiasi kontingen yang akan berangkat mengikuti pesta siaga ini. Menurutnya semua anak yang berangkat ini merupakan anak yang cerdas dan berprestasi. Juliyatmono juga meminta adik – adik peserta pesta siaga harus percaya diri jangan sampai minder karena dari desa. “Pramuka itu harus semangat,” kata Juliyatmono. Bupati Karanganyar juga menegaskan kakak pembina harus memperhatikan adik – adik peserta lomba. Dalam amanatnya Bupati Karanganyar berharap kontingen ini bisa menjadi juara mewakili Jawa Tengah. “Dengan kerja keras, semangat, gembira, Tuhan akan menyertai, memberi sukses, dan memberi keberhasilan kepada orang yang bersungguh-sungguh,” tutup Juliyatmono.

Demikian DISKOMINFO (yoga)

Read More
DSC_0060

Implementasi Revolusi Mental, Karanganyar Gelar Gerakan Gemar Membaca

kominfo

Gemar Membaca Mencerdaskan Bangsa : Bupati saat menyampaikan sambutannya pada safari gemar membaca nasional, Selasa (8/3).

Dalam rangka meningkatkan indeks kegemaran membaca masyarakat, Karanganyar menggelar safari gerakan nasional gemar membaca, Selasa (8/3/2017).

Kegiatan Safari Implementasi Revolusi Mental Melalui Gerakan Nasional Gemar Membaca dihadiri Bupati Karanganyar, Anggota Komisi X DPR RI Laila Istiana, Kepala Perpustakaan Nasional RI, Ketua Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jawa Tengah, Sekretaris Daerah Karanganyar, Jajaran Kepala OPD Karanganyar, Penulis Buku Novel “Lost In Lawu”, Kepala Sekolah, Guru, Mahasiswa, Pelajar Kab.Karanganyar.

Implementasi revolusi mental adalah keinginan membangun manusia yang utuh dengan religiutasnya yang tinggi untuk mewujudkan kesadaran beragama sebagai makhluk Tuhan. Hal tersebut dikemukan Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menyampaikan sambutannya sekaligus membuka.

 “Adanya kegiatan ini, kami selaku Pemerintah Karanganyar berupaya memulai membaca sebagai kebutuhan untuk terus meningkatkan minat membaca dikalangan masyarakat,”tutur Bupati.

Ia berharap melalui kegiatan safari dapat menyemangati semua pihak supaya membaca menjadi kebutuhan penting dalam kehidupan sehingga dapat melihat dunia lebih luas karena tujuan membaca adalah mencerdaskan.

Sementara itu sambutan Kepala Perpustakaan Nasional RI yang diwakili Kepala Pusat Reservasi Perpustakaan Nasional, Sri Sumekar menyampaikan data kondisi minat baca di Indonesia berdasarkan penilaian tingkat literasi masyarakat Indonesia yang dilaksanakan oleh Central Conecticut State University mendapat peringkat 60 dari 61 negara.

Lebih lanjut ia menjelaskan rendahnya kegemaran membaca disebabkan beragamnya aspek diantaranya masyarakat Indonesia pada dasarnya merupakan masyarakat berbudaya tutur dimana bentuk pertukaran informasinya masih secara lisan. Perlu diakui bahwa mayoritas masyarakat Indonesia belum melakukan kegiatan membaca secara intens sebagai suatu kebutuhan hidup.

“Semua informasi, gagasan dan pengetahuan hanya disimpan dalam ingatan,”katanya.

Ditambahkannya, pada era digital seperti sekarang, Perpustakaan nasional hadir dalam layanan perpustakaan digital melalui fitur iPusnas yang dapat diakses melalui Multi Operating System (Android, IOS ataupun Windows) dan multidevice melalui smartphone, tablet atau desktop.

Selanjutnya, anggota Komisi X DPR RI, Laila Istiana pada kesempatan tersebut menceritakan pengalamannya ketika di Kota Salatiga yang mengemas Perpustakaan menjadi sebuah tempat yang tidak hanya sekedar untuk membaca buku melainkan sebagai alternatif tempat rekreasi keluarga.

“Setiap hari ada kurang lebih seribu pengunjung bahkan waktu weekend dapat mencapai seribu lima ratus pengunjung, karena di perpustakaan tersebut terdapat kuliner didalamnya, sehingga orang dapat membaca buku sambil ngeteh,ngemil,”terangnya.

Laila berharap, Kota maupun Kabupaten lain dapat mencontoh dari cara mengemas perpustakaan agar terkesan jauh dari kata membosankan.

kominfo

Bupati serahkan bantuan komputer untuk Perustakaan desa dan Kalurahan.

Disela-sela kesempatan tersebut dilakukan penyerahan bantuan komputer oleh Bupati Karanganyar kepada tiga Perpustakaan Desa dan Perpustakaan Kalurahan yang berbasis TIK di Kabupaten Karanganyar yakni Perpustakaan Desa Ngunut Kecamatan Jumantono, Perpustakaan Desa Dayu Kecamatan Gondangrejo dan Perpustakaan Kalurahan Tawangamangu Kecamatan Tawangmang, masing-masing mendapatkan tiga unit komputer.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

 

 

 

 

 

 

 

Read More
DISKOMINFO

Musrenbang Forgab Dapil IV: Pengembangan Solo Anyar

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan sambutan dalam acara Musrenbang Forgab OPD Dapil IV, Selasa 7/3/2017

Karanganyar, 7 Maret 2017

Musrenbang Forum Gabungan Perangkat Daerah diselenggarakan dengan maksud mengadakan pertemuan semua stakeholder di daerah pemilihan dalam rangka melakukan sinkronisasi hasil Musrenbang Kecamatan dengan Perangkat Daerah. Tujuannya adalah terwujudnya rancangan kerja Perangkat Daerah Tahun 2018 yang aspiratif, realistis, komprehensif sesuai kebutuhan masyarakat dengan mengakomodir semua aspek pembangunan. Musrenbang Forgab Dapil IV yang diikuti oleh 2 (dua) Kecamatan di Daerah Pemilihan IV diselenggarakan pada hari Rabu, 7 Maret 2017 malam di Halaman Kantor Kecamatan Gondangrejo.

Dalam sambutannya Suwarni, anggota DPRD Kabupaten Karanganyar Dapil IV yang didampingi beberapa anggota lainnya di Dapil IV menyampaikan bahwa kita harus bangga mempunyai daerah di Kecamatan Gondangrejo dan Colomadu karena dekat dengan wilayah Solo. Ke depannya kita akan memiliki Solo Anyar yaitu wilayah Kecamatan Gondangrejo yang sudah mulai dikembangkan dengan infrastruktur yang sangat bagus.  Suwarni meminta supaya program yang sudah ditetapkan pada Tahun Anggaran 2017 segera dilaksanakan. “Sekarang ini banyak lubang di jalan, bahkan lubang-lubang sudah berjalan,”  kata Suwarni. Maka dari itu jalan-jalan yang rusak supaya segera diperbaiki. Untuk program mendatang supaya diusulkan pengembangan industri dan pariwisata di Dapil ini. Guna menunjang hal itu infrastruktur harus diperhatikan.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kita bisa belajar dari pengalaman Amerika yang membenahi negaranya dan bisa berhasil setelah 85 tahun. “Yang menjadi kunci keberhasilan Amerika adalah ‘greget’nya, semangat kebersamaannya. Kita mempunyai filosofi Raden Mas Said, ‘rumangsa handarbeni, wajib melu hangrungkebi, mulat sarira hangrasawani’. Kita harus merasa memiliki, bangga menjadi warga Karanganyar, warga Indonesia. Colomadu dan Gondangrejo memiliki posisi yang strategis yang harus kita bangun sebaik mungkin,” kata Juliyatmono.

Tahun ini program pembangunan jalan di Dapil IV sudah dianggarkan seperti untuk jalan Tuban-Wonosari, Baturan-Sumber di Colomadu, Klodran-Sawahan, Klodran-Gedongan, Gajahan-Gonilan, Jalan Mipitan. Akan dibangun juga Jembatan Kragan tembus Kebakkramat. Untuk Colomadu jalan di perempatan Colomadu ke Timur akan diperbaiki termasuk jalan di sebelah Utara atau jalan Adi Sumarmo. Rencana ke depan akan dibangun rel kereta api dari Stasiun Balapan menuju Bandara Adi Sumarmo.

“Kita akan bangun Puskesmas Rawat Inap di Colomadu. Saya minta tanah kas di Klodran untuk lokasinya, tanahnya akan diganti oleh pemerintah. Puskesmas yang di Malangjiwan dan Baturan sudah tidak layak, karena sering banjir,” demikian imbuh Juliyatmono.

Ditambahkan pula bahwa nantinya kampus Universitas Tunas Pembangunan (UTP) akan diboyong ke Plesungan, Gondangrejo. Hal ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan dan kemajuan daerah ini.

Untuk kepentingan pengembangan kawasan industri, khususnya di Gondangrejo sudah diusulkan supaya hanya Desa Dayu saja yang masuk kawasan Cagar Budaya Sangiran, sehingga desa-desa yang lain bisa berkembang sesuai harapan. Bahkan cita-cita membuat Solo Anyar bisa benar-benar terwujud.

Dalam paparannya Camat Gondangrejo menyampaikan potensi wisata di Kecamatan Gondangrejo sehingga perlu fasilitas infrastruktur yang memadai. Demikian pula Camat Colomadu banyak menyoroti pentingnya infrastruktur di Kecamatan Colomadu karena merupakan daerah transit dari Bandara Adi Sumarmo ke daerah-daerah lain di Surakarta.

Pada akhir acara ditandatangani Berita Acara hasil Musrenbang oleh kedua Camat yaitu, Camat Colomadu dan Gondangrejo, Suwarni, wakil anggota DPRD Dapil IV, Sekretaris Daerah dan Bupati Karanganyar. Demikian Diskominfo (krs/yg)

Read More
KOM_9254

Forum Gabungan Dapil 1 Usulkan 274 Usulan Kegiatan

kominfo

Penandatanganan Berita Acara Forgab Dapil 1 oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, Perwakilan OPD, Camat Mojogedang, Camat Karanganyar dan Camat Matesih

Karanganyar, 6 Maret 2017

Baperlitbang Karanganyar kembali adakan Forum Gabungan di wilayah daerah pemilihan 1 yang meliputi Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Mojogedang dan Kecamatan Matesih di Balai Desa Kaliboto, Senin Malam (6/3). Hadir dalam acara tersebut Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Sekda Karanganyar beserta pimpinan OPD yang ada di lingkup Pemkab Karanganyar.

Dalam sambutannya, Juliyatmono mengatakan bahwa visi Bersama Memajukan Karanganyar yang diangkat oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Rohadi Widodo merupakan filosofi yang diambil dari Raden Mas Said, visi itu dijabarkan kedalam lima misi yaitu Pembangunan infrastruktur menyeluruh, Pencapaian 10.000 wirausahawan mandiri, Pendidikan gratis SD/SMP/SMA dan kesehatan gratis, Pembangunan desa sebagai pusat pertumbuhan dan yang terakhir Peningkatan kualitas keagamaan dan sosial budaya. Memasuki tahun ke empat pemerintahnya, Kabupaten Karanganyar mengusung sub tema maju dan sejahtera.

“masyarakat Karanganyar telah merasakan hasil dari pembangunan yang sudah Pemerintah kerjakan tiga tahun ini, dengan infrastruktur yang bagus didukung dengan pertumbuhan iklim ekonomi Karanganyar yang terus meningkat dan adanya pendidikan serta kesehatan gratis secara tidak langsung masyarakat akan sejahtera”, terang Juliyatmono dihadapan peserta Forgab

Dijelaskan lebih lanjut oleh Juliyatmono bahwa saat ini di Kabupaten Karanganyar aliran dana ke desa sebesar 14,70 % dari APBD 2017 sedangkan untuk dapil 1 sendiri dialokasikan dana sebesar 116,6 Miliar dengan pembagian Kecamatan Karanganyar sebesar 32,2 M, Kecamatan Matesih 32,7 M dan Kecamatan Mojogedang 51,7 M yang kesemua anggaran diperuntukkan pembangunan fisik dan non fisik, dimana salah satunya adalah pembangunan puskesmas rawat inap di mojgogedang yang menelan biaya sebesar 3,47 miliar.

Sementara itu Moh Indrayanto Kepala Baperlitbang Karanganyar melaporkan Forgab yang terlaksana kali ini merupakan tindak lanjut dari Musrenbangdes Dapil 1 yang telah berlangsung Januari 2017 yang lalu dan Musrenbangcam Dapil 1 bulan Februari 2017. Diharapkan dengan adanya Forgab tercipta Rencana Kerja Perangkat Daerah Tahun 2018 yang aspiratif, realistik dan komprehensif, sama dengan kebutuhan dan mengakomodir semua kebutuhan masyarakat.

Dilaporkan lebih lanjut, dalam Forgab dapil 1 ini hadir 300 orang peserta yang terdiri atas delegasi kecamatan masing-masing 4 orang, delegasi desa atau kalurahan masing-masing 7 orang, Ormas, LSM, Tokoh Masyarakat dan parpol. Dalam forgab dapil 1 diusulkan 274 usulan kegiatan yang akan menelan anggaran sebesar 79.120.807.500. Demikian DISKOMINFO (ad/rizal)

Read More
DSC_8364

Komisariat MSI Adakan Musyawarah Pembentukan Pengurus Baru

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan pada Musyarwah Komisariat Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kabupaten Karanganyar, Kamis (02/03) di ruang Anthorium.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan pada Musyarwah Komisariat Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kabupaten Karanganyar, Kamis (02/03) di ruang Anthorium.

Karanganyar, Jumat (03/03/2017).

Setelah berakhirnya masa jabatan pengurus lama, Komisariat Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) adakan musyawarah pembentukan pengurus baru, Rabu (02/03) di Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo yang hadir pada kesempatan itu menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara mengucapkan terimakasih kepada pengurus MSI yang telah produktif memberikan karya-karya terbaik menggali potensi yang dimiliki.

Bupati Juliyatmono mengatakan, Pemerintah Kabupaten Karanganyar menyampaikan penghargaan yang tinggi atas produktivitas yang telah dilakukan dan semoga kepengurusan yang baru lebih produktif lagi. Para sejarawan adalah sosok-sosok yang memiliki jiwa keterpanggilan untuk memberikan karya terbaik untuk generasi kedepan.

“Sejarah itu sebenarnya bagian dari Roh jiwa kita semua, tanpa sejarah itu tidak bisa kita bergerak esok hari tanpa melihat masa lalu,” kata Juliyatmono.

Bupati Karanganyar berharap di usia yang ke 100 tahun Kabupaten Karanganyar, MSI Karanganyar dapat menggali asal usul sejarah dari bupati pertama hingga sekarang. Bupati mengeluhkan kurangnya dokumen-dokumen dan data tentang sejarah pemimpin Karanganyar.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia, Aris Munandar, menyampaikan kegiatan Musyawah Komisariat MSI merupakan musyawarah Masyarakat Sejarawan Indonesia yang diadakan lima tahun sekali.

“Forum musyawarah diadakan dalam rangka menyampaikan laporan pertanggung jawaban pengurus dimasa lima tahun yang telah berjalan dan pengusungan rancangan program mendatang serta pemilihan pengurus yang baru masa bakti 2017-2022,” kata Aris Munandar.

Tujuan target dari terselenggaranya musyawarah Komisariat MSI ini adalah tersusunnya target program pengurus lima tahun kedepan

Peserta yang mengikuti musyawarah adalah penasehat, pengurus Provinsi, pengurus komisariat yang lama, kemudian pemerhati sejarah, praktisi sejarah dan juga tamu undangan yang hadir pada kesempatan itu yang berjumlah 70 orang.

Ketua MSI Cabang Jawa Tengah, Prof. Dr. Wasino mengatakan dari pantauan yang dilakukan dari Semarang bahwa Komisariat MSI di Karanganyar sangat aktif sekali.

Dijelaskan lebih lanjut, di kantor pusat sedang ada reformasi birokrasi guna berusaha menggiatkan kembali masyarakat sejarawan yang selama sepuluh tahun ini seperti tertidur

“Ada usulan bahwa Sejarah akan masuk kedalam ujian nasional, karena sejarah itu menjadi faktor penting dalam mengisi proses pembangunan bangsa,” kata Wasino.

Karena dianggap semacam gap generasi yang menyebabkan pemahaman tentang keindonesiaan menjadi berkurang. Sehingga perlu dihidupkan kembali kesadaran sejarah untuk mendorong proses pembangunan bangsa.

“Masyarakat sejarawan Indonesia baik di Jakarta, Jawa Tengah maupun yang berada di Kabupaten-kabupaten itu tidak terpisahkan dari kegiatan pemerintahaan karena fungsinya adalah untuk mensupport kegiatan pemerintahan ini,” jelas Wasino.

Dan ketika sejarah masuk keranah pariwisata maka seolah olah sejarah berfungsi sebagai tontonan. Tetapi ketika sejarah masuk keranah pendidikan maka sejarah itu diandaikan sebagai tuntunan yang berarti belajar sejarah diambil dari aspek-aspek nilai-nilai karakter dari peristiwa sejarah yang terjadi, untuk kepentingan nilai-nilai pendidikan. (pd/tt)

Read More
KOM_8289

Kabupaten Karanganyar Dapat Tambahan Kuota Haji

KOMINFO

Bupati Karanganyar saat menyampaikan sambutan dalam acara Sosialisasi Penyelenggaraan Haji 2017 di Pendopo RD Bupati, Kamis (02/3)

Karanganyar, 2 Maret 2017

Kabupaten Karanganyar mendapatkan tambahan kuota haji pada tahun 2017. Penambahan jumlah calon haji pada tahun ini menyusul adanya tambahan kuota haji asal Indonesia dari Arab Saudi.

Kepastian tambahan calon Haji ini disampaikan Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat membuka sosialisasi penyelenggaraan Haji  tahun 1438 Hijriyah/2017 Masehi di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (02/03/2017).

“Kita wajib bersyukur tahun ini calon haji Kabupaten Karanganyar sebanyak 541 jamaah dari kuota yang sudah bertambah,”terangnya.

Juliyatmono mengingatkan adanya rumor diluar, ada orang yang dapat mengeser urutan daftar haji adalah tidak benar sama sekali.

“Tidak ada yang dapat merubah antrian pendaftaran calon haji, tidak ada calo, semua dikerjakan berdasar sistem,”tandas Bupati dihadapan para calon jamaah haji Karanganyar.

Ditambahkannya dengan adanya penambahan kuota sepuluh ribu untuk calon haji Indonesia sehingga untuk pendaftaran haji saat ini dengan masa antrian selama dua puluh tiga tahun, dengan adanya tambahan kuota berkurang masa antrian menjadi sembilan belas tahun.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Karanganyar, Siti Maesyaroh dalam laporannya mengatakan calon haji Kabupaten Karanganyar tahun 2017 berdasar data dari Kantor Kementerian Agama Karanganyar berjumlah 541 orang, tersebar di 17 Kecamatan.

“Jika pada tahun 2016 jumlah jamaah haji Kabupaten Karanganyar 471 orang, Alhamdulillah tahun 2017 ini ada kenaikan jumlah jamaah haji sebanyak 70 orang,”tuturnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan kegiatan sosialisasi kebijakan penyelenggaraan haji tahun 2017 ini bertujuan memberikan informasi awal kepada calon jamaah haji Kabupaten Karanganyar, sehingga nantinya diharapkan calon jamaah haji mengetahui syarat-syarat administrasi dan syarat lainnya yang harus dipenuhi sebelum berangkat haji.

Adapun beberapa kegiatan yang mendukung penyelenggaran ibadah haji, diantaranya : kegiatan praktek manasik haji, pemberangkatan dan pemulangan haji, memberangkatkan/mengangkat Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) sebanyak tiga orang untuk mendampingi jamaah haji, pemberangkatan calon haji sampai ke asrama Haji Donohudan, penjemputan dan pemulangan haji dari Asrama Haji Donohudan sampai di Kabupaten Karanganyar.

Selanjutnya, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Musta’in Ahmad pada   kesempatan tersebut menyampaikan untuk jumlah living cost haji belum dapat ditentukan. Hal ini disebabkan Kemenag masih menunggu keputusan Presiden.

Terkait dengan DAM atau denda, Musta’in menghimbau agar para calon haji membayarnya saat menunaikan haji di tanah suci bukan pada Kantor Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

Demikian Diskominfo (ft/ind)

Read More
IMG_1321

Antisipasi Pungutan Liar, Karanganyar Gelar Sosialisasi Sapu Bersih Pungutan Liar

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo dalam sambutan nya pada acaraSosialisasi Saber Pungli di Rumah Dinas Bupati Rabu (1/3)

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo dalam sambutan nya pada acara Sosialisasi Saber Pungli di Rumah Dinas Bupati Rabu (1/3)

Karanganyar, 1 Maret 2017

Guna mengantisipasi pungutan liar yang terjadi di tingkat jajaran pemerintah, pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Satgas Saber Pungli menggelar Sosialisasi Sapu Bersih Pungutan Liar Rabu (01/03/2017) di Pendopo, Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Sosialisasi  Sapu Bersih Pungutan Liar tersebut dihadiri oleh perwakilan kejaksaan, pihak kepolisian, 9 OPD yang menangani pungutan, Camat dan Kepala Desa yang berada di wilayah Kabupaten Karanganyar. 9 OPD, Camat dan Kepala Desa tersebut diminta mengikutsertakan para petugas yang menangani pungutan atau pelayanan publik.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi yang mewakili Bupati memberikan sambutan sekaligus membuka acara tersebut menyampaikan terkait pelaksanaan tugas harus sesuai dengan peraturan perundang undangan yang ada, harus sesuai dengan standar operasional & prosedur yang ada.

“Sosialisasi Saber pungli ini ada dalam rangka untuk mengantisipasi agar pelaksanaan tugas kita berlangsung dengan baik, berlangsung dengan aman, tidak terjadi apa-apa,” jelas Rohadi.

Bupati Karanganyar melalui wakil bupati berpesan kepada Satgas Saber Pungli, kejaksaan dan kepolisian dengan diadakannya sosialisasi dapat menyampaikan bagaimana upaya-upaya agar pungutan yang terjadi sesuai dengan peraturan yang ada pada masing-masing tugas.

Terkait dengan prona, dijelaskan oleh Wakil Bupati pungutan yang ada terkait dengan pembuatan prona agar segera dibuat peraturan desa. Satgas Saber Pungli berkoordinasi dengan Camat dan pemdes supaya menyusun dan merancang perdes (peraturan desa) sehingga nanti pelaksanaan prona dapat berjalan dengan lancar, aman, semuanya tidak ada kendala apa-apa.

Sementara itu dalam laporannya, Sucahyo, Inspektur Kabupaten Karanganyar menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk memberi pengertian tentang pungutan liar sehingga dalam melaksanakan tugas sehari-hari tidak ada lagi kebingungan dan tahu mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan.

“Memberi pehamanan kepada para peserta sosialisasi khususnya dan masyarakat umumnya bahwa di Kabupaten Karanganyar telah terbentuk Satgas Saber Pungli dan siap memberantas pungli yang terjadi dalam pemberian pelayanan publik yang dilakukan oleh para birokrat maupun masyarakat,” tandasnya.

Sucahyo menyatakan diharapkan agar setelah mengikuti sosialisasi ini peserta dapat memiliki kesadaran dan komitmen bersama untuk mewujudkan Karanganyar yang bersih dari pungli.

Narasumber yang hadir yaitu perwakilan dari kejaksaan, Sudarto menekankan bahwa dalam kegiatan prona sebelum melakukan penarikan pungutan supaya mengadakan musyawarah kepada masyarakat atau tokoh masyarakat setempat.   Hasil musyawarah tersebut dibuatkan berita acara, selanjutnya ditindaklanjuti dengan Perdes. Perdes tersebut nantinya dipakai sebagai payung hukum dalam penarikan prona atau pungutan lainnya supaya pungutan tersebut tidak membebani masyarakat.

Pungutan-pungutan lainnya supaya dibuatkan aturan yang jelas sehingga tidak ada lagi pungutan liar di Kabupaten Karanganyar. Sekecil apapun, pungli tetap pungli namanya. Contohnya biaya parkir yang hanya Rp.500 (lima ratus rupiah) tetapi ketika dibayar Rp.1000 (seribu rupiah), tidak ada kembaliannya. Ini namanya pungli. Demikian tambahan yang disampaikan Sucahyo.

Demikian Diskominfo (by/krs/tt)

Read More
DSC_0059

Karanganyar Gelar Wawasan Kebangsaan dan KeBhinekaan dalam Kerangka NKRI

KOMINFO

Sekda Kabupaten Karanganyar Samsi melantik Pengurus Forum Persaudaran Indonesia Masa Bhakti 2017-2022 di Gedung DPRD, Selasa (28/2)

Karanganyar, Selasa 28 Februari 2017

Dilatar belakangi isu-isu yang tengah berkembang di masyarakat yang dapat mengakibatkan disintegrasi di Negara RI, Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Karanganyar menggelar Wawasan Kebangsaan dan keBhinekaan dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Selasa (28/02/2017) di Gedung DPRD Kabupaten Karanganyar.

Pada Sarasehan Wawasan Kebangsaan tersebut juga dilangsungkan Pengukuhan Forum Persaudaraan Bangsa Indonesia (FPBI) Masa Bhakti 2017-2022 yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Karanganyar didampingi Kepala Kesbangpol Karanganyar.

Hadir pada kegiatan tersebut Forkopimda Karanganyar, Forum Pemuka Ethnis, Segenap Sesepuh, Tokoh Masyarakat serta Mahasiswa AKPER, AKBID, APEKA, UNSA.

Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi selaku yang mewakili Bupati sekaligus membuka, menyambut positif dan mendukung penuh terselenggaranya kegaiatan wawasan kebangsaan, mengingat NKRI adalah Negara yang majemuk dan heterogen baik dari suku, agama, ras, bahasa dan budaya.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan terus meningkatkan sikap saling toleransi untuk menghindari konflik yang berakibat memecah belah persatuan kesatuan bangsa,”tandasnya.

Lebih lanjut, Samsi mengatakan FPBI sebagai wadah berkumpulnya berbagai ethnis, suku, ras, budaya sebagai mitra Pemerintah sebagai upaya memupuk persatuan dan kesatuan NKRI sebagaimana diamanatkan dalam Proklamasi, Pancasila dan UUD 1945.

Dalam kesempatan itu, hadir Soejatno Pedro HD sebagai narasumber Sesepuh FPBI Provinsi  Jawa Tengah.

Ia mengingatkan pentingnya sejarah untuk terus menumbuhkan rasa kebangsaan, semangat patriotisme berdasar Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Jangan pernah meninggalkan sejarah, karena dengan sejarah, kebangkitan Nasional akan terus ada dalam jiwa kita semua,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Karanganyar, Agus Cipto Waluyo mengatakan maksud dan tujuan sarasehan wawasan kebangsaan ini adalah untuk memberikan pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan sekaligus  mempererat persaudaraan antar ethnis di Kabupaten Karanganyar khususnya serta menyemangatkan tegaknya persatuan kesatuan NKRI. Dengan harapan akan terus tercipta kondisi yang kondusif, guyup rukun untuk kemajuan Karanganyar.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

Read More
KOM_8239

Pelajar di Karanganyar berkomitmen Perangi Narkoba

kominfo

Poto bersama setelah pembacaan komitmen dan penandatangan komitmen bersama perangi Narkoba, Selasa Pagi (28/02)

Hal tersebut disampaikan saat pembacaan Komitmen Bersama oleh perwakilan siswa dilanjutkan penandatanganan komitmen bersama Propinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Kabiro Kesra Setda Prop Jawa Tengah, BNN Prop Jawa Tengah, Pemkab Karanganyar, Ketua Pengadilan Negeri Karanganyar, Polres Karanganyar, dan MUI Karanganyar bersama pelajar.

Dari data BNN Jawa Tengah sebanyak 27.32 % penyalahgunaan pengunaan Narkotika adalah pelajar dan Indonesia merupakan pasar terbesar di ASEAN terkhusus jenis sabu Kristal. Hal inilah yang melatarbelakangi Propinsi Jawa Tengah dalam hal ini Biro Kesra Setda Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dengan peserta pelajar SMA/SMK/MA dan Ponpes.

Sekretaris Daerah Karanganyar Samsi yang mewakili Bupati Karanganyar dalam sambutannya menekankan bahaya narkoba, didukung dengan perkembangan jaman yang semakin maju, pemuda diharapkan bangkit menjadi generasi yang membangun dan menjadi orang yang sukses.

“untuk menjadi pribadi yang sukses kuncinya hanya 3 hal, yaitu mimpi, berkata dan melangkah serta dilandasi komitmen pribadi yang kuat”, jelas Samsi dihadapan 200 peserta Sosialisasi P4GN bagi Pelajar yang bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa Pagi (28/2)

Ditambahkan oleh Samsi, Pemkab Karanganyar serius memerangi narkoba dan siap memfasilitasi kegiatan dalam pemberantasan narkoba. Kedepan program seperti ini hendaknya berkelanjutan dilaksanakan dan semisal dimungkinkan isi kotbah jumat minggu pertama hendaknya diisi tentang pemberantasan Narkoba dimana materinya MUI bisa merumuskan dan disebarluaskan melalui Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar.

Sementara itu Kabiro Kesra Setda Jawa Tengah Supriyono dalam laporannya mengatakan bahwa sosialisasi ini merupakan upaya dalam mewujudkan Jawa Tengah Bebas Narkoba dan memberikan pemahaman serta motivasi kepada Pelajar untuk menolak narkoba. Kabupaten Karanganyar menjadi salah satu dari 9 Kabupaten Kota yang dijadikan tempat pelaksanaan sosialisasi, diharapkan kedepan kegiatan ini bisa dilaksanakan merata di seluruh Kabupaten Kota yang berada di Propinsi Jawa Tengah. Sosialisasi kali ini dilakukan dengan metode panel diskusi dan Tanya jawab dengan moderator Kabag Kesra Kabupaten Karanganyar serta nara sumber Susamto Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Jawa Tengah dan Abdul Muid Sekretaris MUI Karanganyar. demikian Diskominfo (ad/by)

Read More