Category: Pendidikan

WhatsApp Image 2017-12-27 at 12.58.04 (1)

3065 guru dan tenaga tidak tetap di Karanganyar terima reward dari pemerintah

KOMINFO

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menyampaikan arahannya pada kegiatan pemberian reward pada GTT se Karanganyar, Jum’at (22/12) kemarin.

Tiga ribu guru enam puluh lima guru dan  tenaga tidak tetap dan tenaga tidak tetap di kabupaten Karanganyar menerima penghargaan berupa uang dari pemerintah pusat dan kabupaten.Penghargaan ini sebagai reward bagi para guru dan tenaga tidak tetap atas kinerja dan pengabdian yang telah diberikan.

Reward atau penghargaan terhadap GTT/PTT diberikan pada ribuan GTT/PTT Jumat (22/12) kemarin di gedung wanita.Total sebanyak 3065 guru dan tenaga tidak tetap mulai dari tingkat TK hingga SMP mendapat penghargaan dari pemerintah pusat dan kabupaten.Masing masing menerima sebesar enam ratus ribu dipotong pajak enam persen.

Dana untuk penghargaan ini diambilkan dari APBN dan APBD Karanganyar.Dana untuk penghargaan 565 guru dan tenaga tidak tetap diambilkan dari APBN dan 2500 sisanya berasal dari APBD.

Pemberian penghargaan dilakukan secara simbolis kepada para perwakilan guru dan tenaga tidak tetap tingkat SD hingga SMP oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono.

Kepala dinas Pendidikan dan kebudayaan pemkab Karanganyar menyatakan insentif ini bukan honor bagi para guru dan tenaga tak tetap di   Karanganyar.Reward atau penghargaan ini merupakan bentuk perhatian dari pemerintah dan kabupaten terhadap para guru dan tenaga tidak tetap.

“Ini bentuk kompensasi dan  perhatian pada para guru dan tenaga non PNS agar selalu bersemangat dan komitmen dalam mengabdi.Semoga akan selalu  memotivasi dan  semangat dalam berkarya,”katanya

Ditambahkan Tarsa rincian 3065 guru dan tenaga non PNS itu terdiri dari  194 GTT/PTT tingkat TK,1972 GTT/PTT tingkat SD dan 334 GTT/PTT tingkat SMP.

Sementara itu Bupati dalam sambutannya mengatakan agar para guru dan tenaga non PNS tetap bersemangat dalam mengabdi.Pihaknya juga akan mendata secara akurat mengenai keberadaan guru GTT/PTT di Karanganyar.

Pendataan sebagai upaya jika terdapat kebijakan baru dari pemerintah pusat untuk pengangkatan guru GTT/PTT.Para guru dan tenaga non PNS ya bersabar,” jelasnya

Bupati sendiri menambahkan pihaknya akan segera menerbitkan SK sebagai pegawai non PNS dan akan kami berikan honor.

“Tetap berikan terbaik dan siapa tahu beruntung jika ada keputusan baru mengenai pengangkatan guru dan tenaga tak tetap, “terangnya.

Demikian Diskominfo (ind)

Read More
web (3)

Cegah Peredaran Narkoba, P4GN Gencar Sosialisasi

Tim P4GN Kabupaten Karanganyar saat sosialisasi dengan pelajar di Sekipan, Tawangmangu

Karanganyar, Kamis (14/12/2017)

Tim Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Kabupaten Karanganyar gencar melakukan sosialisasi tentang narkoba dengan sasaran pelajar.

Tampak hadir Ketua Tim P4GN Karanganyar, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Kepala Badan Kesbangpol Karanganyar, Agus Cipto Waluyo, Anik Dwiyanti, Camat Tawangmangu, Rusdiyanto,  Kasi Kefarmasian dan Napza, Dinas Kesehatan Karanganyar, dan Kaurmintu Satnarkoba Polres Karanganyar, Aiptu Darmanto Wisono.

Seperti yang sosialisasi yang diberikan untuk  pelajar SMP Negeri 1 Tawangmangu, Tim P4GN yang di ketuai Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo mengadakan bincang santai di Sekipan, Kecamatan Tawangmangu, Rabu (13/12) siang.

“Perlu tau contoh daun ganja boleh saja, namun bukan berarti memakai tapi agar tidak kejebak dengan yang tidak kita harapkan. Ini penting, agar tidak terkena dampak buruknya, apalagi lost generation,” kata Rohadi Widodo.

Rohadi Widodo juga mengharapkan generasi muda jangan sampai terkena narkoba. Kalau sudah terkena untuk melepaskan sangat sulit. Perlu tahapan yang cukup lama, seperti di rehabilitasi.

Ditempat yang sama, Anik Dwiyanti,  Kasi Kefarmasian dan Napza, Dinas Kesehatan Karanganyar, menjelaskan, narkotika dibedakan menjadi tiga golongan. Golongan satu ada potensi ketergantungan, golongan dua sedikit ketergantungan, dan golongan tiga paling rendah ketergantungan.

Selain itu Anik juga menyinggung tentang pil PCC, yang mempunyai campuran obat yang terdiri dari Paracetamol, Caffeine, dan Carisoprodol. Itu obat dapat mempengaruhi sistem syaraf, otak dan mengubah perilaku pemakai (tak sesuai dosis) bisa panik, menurunkan dan menghilangkan kesadaran.

Anik juga menceritakan kasus lainnya, yakni di tahun 2013 ada dua murid di salah satu Sekolah Dasar seteh makan permen susu cokelat seharga Rp. 1000, yang mengakibatkan setelah itu tidur susah bangun, yang satunya makan dua permen tapi tidak berpengaruh parah.

“Kami investigasi dan hasilnya ternyata isinya Chlorpheniramine Maleate (CTM). Maka dari itu, anak-anak perlu berhati-hati jangan jajan di sekolah sembarangan,” katanya.

Sedangkan Kaurmintu Satnarkoba Polres Karanganyar, Aiptu Darmanto Wisono menjelaskan kasus narkoba dan sejenisnya di Kabupaten Karanganyar masih relatif kecil.

“Namun demikian kasus narkoba tetap ada. Kalau di Tawangmangu masih ada yg menjalani di tahanan,” kata Aiptu Darmanto Wisono.

Untuk pelaku pil PCC, pihkanya telah menangkap yang berasal dari Kecamatan Mojogedang, Kerjo, dan luar Kabupaten Karanganyar dari Polokarto.

Dikatakan lebih lanjut, klimak dari akibat narkoba adalah kematian. Nyawa manusia melayang sehari di Indonesia bisa mencapai 50 sampai 60 orang. Pihaknya juga meminta agar pelajar dapat menjahui narkoba, rokok dan minuman keras. (pd)

Read More
DSC_0027

DEWAN PENDIDIKAN KABUPATEN DEMAK STUDY BANDING KE KARANGANYAR

Bupati karanganyar, Juliyatmono saat menyampaikan sambutannya dalam acara Study Banding Dewan Pendidikan Kabupaten Demak di Rumah Dinas Bupati.

Karanganyar – 4 Desember 2017

Dewan Pendidikan Kabupaten Karanganyar, Senin Siang (4/11/2017) menerima Study Banding dari Dewan Pendidikan Kabupaten Demak di Ruang Anthurium, Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Kepala Dewan Pendidikan Kabupaten Karanganyar beserta rombongan dan Dewan Pendidikan Kabupaten Karanganyar.

Kepala Dewan Pendidikan Kabupaten Demak, Drs. Tjuk menyampaikan tujuan dan maksud dari Study Banding ini adalah menimba ilmu berkaitan dengan pendidikan di Kabupaten Karanganyar.

Dalam sambutannya, Juliyatmono mengatakan bahwa salah satu visinya adalah menginginkan agar semua anak di Karanganyar mendapatkan pendidikan gratis dari SD sampai SMA. Oleh karena itu perlu adanya pemerataan pendidikan di seluruh Karanganyar, pada tahun kedua Juliyatmono berhasil membangun dua SMK yaitu di Ngargoyoso dan Matesih.

Pembangunan SMK tersebut mendapatkan partisipasi tinggi dari anak-anak sekitar, hal ini  berakibat pada beban masyarakat semakin berkurang dan pertumbuhan ekonomi semakin tinggi.

“ Dulu sekolah saya jelek, dindingnya hanya terbuat dari gedek,  tapi diimbangi dengan kualitas guru yang baik.” Ujarnya.

Dalam kaitannya dengan pendidikan, Juliyatmono tidak mengedepankan tentang kualitas bangunan atau AC yang dingin, tanpa ada guru yang berkualitas semua fasilitas tersebut  tidak ada gunanya.

“Guru yang paling menentukan kualitas anak didik, guru harus menjadi idola bagi muridnya, jangan menyakiti anak-anak karena anak adalah aset yang berharga bagi penerus bangsa,” Katanya.

Juliyatmono berharap Dewan Pendidikan memarahi dan memberikan sanksi apabila ada guru atau kepala sekolah yang menyeleweng, dan duduk bersama untuk mendesain pendidikan di Karanganyar agar semakin berkualitas.

Demikian KOMINFO (mdz/ppt)

Read More
WEB

Kemah Mabi Pererat Gerakan Pramuka

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat didalam tenda pada kegiatan Kemah Mabi Karanganyar.

Karanganyar, Senin (27/11/2017)

Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Karanganyar mengadakan Kemah Majelis Pembimbing (Mabi) yang berlangsung selam dua hari di Bumi Perkemahan Cakra Pahlawasri, Delingan, Sabtu-Minggu (25-26/11) dan dibuka oleh Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo.

Ketua Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Karanganyar, Samsi, mengatakan Kemah Mabi ini mempunyai tujuan mempererat Gerakan Pramuka Kabupaten Karanganyar dan interaksi positif dapat memajukan kegiatan kepramukaan di semua tingkatan.

“Kemah dua hari ini memberikan semangat bagi para anggota Mabi dalam membantu terlaksananya semua kegiatan pendidikan kepramukaan di kwartir, gugus depan dan satuan komunitas,” kata Samsi, disela-sela acara.

Kemah Mabi itu diikuti oleh Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), anggota Mabicab, Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), Kwaran, MABISA (Majelis Pembimbing Desa), Majelis  Pembimbing  Gugusdepan (MABIGUS), dan Kementerian Agama.

Samsi juga menjelaskan, selain diisi dengan materi oleh Ketua Kwarda Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Sc, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, juga lomba yel-yel, estafet sedotan, lomba lukis bendera regu, voly karung, melukis tong sampah.

Selama dua hari kemah itu, setiap peserta juga membawa tiga bibit pohon (trembesi, pete, buah), membawa tenda dan alas tidur, perlengkapan mandi.

Ketua Kwarda Jawa Tengah saat ceramah mengatakan Majelis Pembimbing adalah ex officio memfasilitasi bisa nasehat, waktu, tenaga, dan pikiran. Selain itu juga mempunyai fungsi bimbingan .

“Fungsinya juga tuntutan, pengarahan, saran dan nasehat. Juga mempunyai hak untuk menghadiri musyawarah dan ikut serta menentukan arah kegiatan kepramukaan,” katanya. (pd)

 

Read More
web (2)

Tanjakan Giri Bangun Jadi Tantangan Peserta Napak Tilas

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo melepas Napak Tilas Perjuangan RM Said

Karanganyar, Senin (13/11/2017)

Napak tilas perjuangan Raden Mas (RM) Said atau Pangeran Sambernyawa di tahun 2017 ini terlihat menantang. Peserta harus melewati tanjakan jalan yang lumayan tinggi, Senin (13/11) pagi.

Kelompok peserta awalnya berjalan cepat dari titik pemberangkatan Sapta Tirta Pablengan, mulai terasa menantang tanjakan di depan Kantor Desa Karangbangun, Kecamatan Matesih. Jalur tersebut memang banyak tanjakan lumayan tinggi dan tikungan.

Namun, tantangan tanjakan itu tidak menyurutkan kelompok peserta dari pelajar SMA/SMK/MA di Kabupaten Karanganyar hingga garis finis di Tugu Tri Dharma Astana Mangadeg, yang berjarak 6,5 kilometer. Begitu pula organisasi pemuda, PNS, TNI,Polri.

“Napak tilas sejarah kepahlawanan ini diikuti sebanyak 800 orang. Acara ini juga bertujuan meningkatkan nilai-nilai perjuangan dan mengungah semangat patriotisme generasi muda,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar, Tarsa.

Sebelum melepas ratusan peserta, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo mengatakan kewajiban kita semuanya untuk mengambil pelajaran, nilai-nilai hikmah dari pahlawan yang telah memerdekakan bangsa ini.

“Pangeran Samber Nyawa mempunyai ajaran rumangsa melu handarbeni (merasa memiliki), wajib melu hangrungkebi (merasa ikut membela) dan mulat sarira hangrasa wani (Mawas diri) yang patut kita terapkan,” kata Wakil Bupati.

Di rute napak tilas, peserta juga melewati Tugu Tri Dharma Perjuangan RM Said yang berada di komplek Mangadeg. Usai finis, panitia menghibur peserta dengan hiburan musik.(pd)  

 

Read More
DSC_6129 AAA

PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN GOR UTP DI PLESUNGAN

Peletakan Batu Pertama Pembangunan GOR UTP Surakarta oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, di Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar.

Karanganyar – Yayasan Tunas Pembangunan Surakarta melakukan peletakan batu pertama pembangunan GOR Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta yang berada di desa Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar pada hari Sabtu (11/11/17).

Bupati Karanganyar Juliyatmono hadir dalam acara tersebut bersama Rektor Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Prof. Dr. Ir. Ongko Cahyono, M.Si., Ketua Yayasan Tunas Pembangunan, Kepala OPD terkait dan jajaran Forkompinca Kecamatan Gondangrejo.

Dalam sambutannya Juliyatmono mengatakan sinergitas antara Pemkab Karanganyar bersama civitas akademis dan masyarakat dalam masalah kebugaran sangatlah diperlukan. UTP ikut ambil bagian dalam Pendidikan Olahraga dan masalah Kebugaran diharapkan mampu meningkatkan kebugaran di tingkat masyarakat sekaligus juga menjadi sumbangsih nyata dalam mengukir prestasi olahraga tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Tegus Santoso Pimpinan Proyek GOR UTP menyampaikan bahwa dana yang dianggarkan sekitar 11 milyar dan sumber dana berasal dari Yayasan Tunas Pembangunan Surakarta. CV. Cahya Utama Karanganyar sebagai pelaksana utama pembangunan bersama CV. Rancang Bangun Sukoharjo.

“Di proyek tersebut terdapat pula Lapangan Tenis, Voli, dan nantinya GOR yang akan dibangun dengan luas 40×60 meter dengan 2 lantai, luas bangunan sekitar 3,6 hektar, yang direncanakan akan dikerjakan selama 6 bulan” kata Teguh Santoso.

Dalam sambutannya Rektor Universitas Tunas Pembangunan (UTP), Ongko Cahyono menyampaikan bahwa ini menjadi rencana dalam mengembangkan pendidikan olahraga yang terdiri dari S1 Pendidikan Jasmani dan Rekreasi maupun S2 Pendidikan Olahraga yang baru dimulai semester ini dan menjadi program unggulan dari Universtias Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta. Demikian Diskominfo (ad/ygi)

Read More
WhatsApp Image 2017-11-13 at 11.01.51 AM

Sungkem Untuk Ayah Raih Penghargaan Dari LEPRID

Paulus Pangka memberikan sambutan dalam acara Sungkeman 1000 Anak Untuk Ayah di halaman SMPK Barata 2 Jumapolo.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Karanganyar- 12 November 2017

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar bekerjasama dengan  SMPK Barata 2 Jumapolo menyelenggarakan Sungkeman 1000 Anak Untuk Ayah dalam rangka memperingati hari Ayah Nasional, Minggu (12/11).

Dari laporan yang disampaikan ketua Pasukan Penolong Ayah (PASPENA) OSIS SMPK Barata 2 Jumapolo, acara ini bertujuan untuk memperingati Hari Ayah Nasional serta memeriahkan 1 Abad Kabupaten Karangnyar. Melestarikan budaya sungkem sebagai bentuk rasa hormat terhadap orang tua terutama ayah.

Sungkeman 1000 Anak Untuk Ayah menjadi catatan sejarah dunia, yaitu sungkeman anak kepada ayah terbanyak. Lembaga Pencatat Rekor Indonesia yang bernama Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) dibawah pimpinan Paulus Pangka, memberikan Piagam, Mendali, Piala, serta buku kepada Instansi Pemerintah  Kabupaten Karanganyar dan Putra Ibu Pertiwi sebagai pemrakarsa Hari Ayah Nasional.

“Hari ini kita mencatat sejarah dunia sungkem kepada ayah terbanyak, berapaun jumlahnya bukan mnejadi masalah. Kami mencatata berbagai hal yang menjadi inspiratif” jelasnya.

Para siswa dan siswi saat sungkem kepada ayahnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Peringatan Hari Ayah dengan tema “Ayah Sehat Negara Kuat” mengambil contoh ayah-ayah Indonesia yang berprofesi sebagai petani dan buruh tani, yang mana jika petani sakit Negara pun kelaparan. Serangkaian acara dalam acara tersebut ialah, sungkem anak kepada ayah serta senam bersama ayah dan anak untuk mewujudkan ayah-ayah yang sehat jasmani dan rohani.

Demikian diskominfo (ppt)

Read More
DSC_1702

Lulus SMA/SMK, Pemkab Berikan Reward Untuk Lanjut ke PTN

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan sambutannya pada Sosialisasi Pemberian Reward bagi lulusan SMA/SMK yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri di Gedung Guru SD Cangakan, Kamis (9/11).

Karanganyar, Kamis 09 November 2017

Pemkab Karanganyar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar memberikan penghargaan bagi lulusan SMA/SMK atau sederajat yang melanjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Kamis (9/11) kemarin.

Penghargaan diberikan langsung melalui rekening  siswa siswi lulusan SMA/SMK yang tentunya mereka melanjutkan perkuliahan dan diterima di PTN dengan mengajukan penghargaan sesuai ketentuan. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pembinaan dan Kesiswaaan Disdikbud Karanganyar, Nurini Hartati selaku yang mewakili Kepala Disdikbud Karanganyar pada sosialisasi pemberian penghargaan bagi lulusan SMA/SMK yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri.

“Reward ini sebagai stimulan dana bagi lulusan SMA/SMK atau sederajat yang di PTN agar tidak putus sekolah sekaligus motivasi kepada calon lulusan SMA/SMK agar tetap melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi,”terangnya.

Ia juga menuturkan  pemanfaatan dana penghargaan untuk membantu pembiayaan keperluan pribadi dan pembayaran kuliah dalam rangka penyelesaian di PTN meliputi pembelian buku dan alat tulis kuliah, pakaian, pelengkapan kuliah, biaya transportasi ke kampus, uang saku mahasiswa ke Kampus dan pembayaran kuliah.

“Pemberian reward ini telah berjalan empat  tahun, mulai  2014 sampai saat ini di tahun 2017 dengan jumlah lulusan 3515 siswa dan jumlah total reward senilai Rp 7, 84 miliar,”jelasnya.

Ditambahkannya, adapun rincian total jumlah siswa dan reward yang diberikan yakni Tahun 2014 untuk Tahap I sebanyak 665 lulusan senilai Rp. 1, 408 miliar, Tahap II sebanyak 63 lulusan senilai Rp 141 juta, Tahun 2015 Tahap I  sebanyak 201 lulusan senilai Rp 433.500.000,-, Tahap II sebanyak 686 lulusan senilai Rp 1531.000.000,-, Tahun 2016 untuk Tahap I sebanyak 149 lulusan senilai Rp 337.500.000,-, Tahap II sebanyak 458 lulusan senilai Rp 1.015.500.000,-, Tahap III sebanyak 540 lulusan senilai Rp 1.228.000.000,-, Tahun 2017 untuk Tahap I sebanyak 174 lulusan senilai Rp 411.000.000,-, Tahap II sebanyak 579 lulusan senilai Rp 1.333.500.000,-.

Sementara itu, Bupati Karannganyar Juliyatmono menekankan pentingnya melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi khususnya perguruan tinggi. Karena tantangan generasi sekarang akan jauh lebih berat.  Untuk itu pentingnya pendidikan tinggi dalam menghadapai era millenia.

Diskominfo Karanganyar (ft/ind)

Read More
DSC_5422

Lomba Siskampling Memasuki Tahap Final

Bupati Karanganyar saat menyampaikan sambutan dalam lomba siskampling

Karanganyar, Minggu (5/11/2017)

Siskamling merupakan Sistem Keamanan Lingkungan yang sekarang mulai dilupakan, akan tetapi Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan lomba siskamling guna menghidupkan kembali kegiatan siskamling tersebut. Dusun Suruhwangan Desa Pandeyan Kecamatan Tasikmadu menjadi salah satu kadidat juara setelah masuk 6 besar lomba siskamling tingkat Kabupaten.

Bupati Karanganyar, Sekda Kabupaten Karanganyar, FORKOPIMDA dan juga beberapa Kepala OPD hadir dan menjadi tim penilai.

Kepala Desa Pandeyan, Agung Wijayanto, mengatakan di Dusun Suruhwangan terdapat 5 poskamling. Selama ini siskamling di Dusun Suruhwangan berjalan baik meskipun terdapat 1.353 jiwa dan terdiri dari 293 KK, namun Dusun Suruh Wangan tetap menggalakkan siskamling sehingga tindak kejahatan bisa dibilang tidak ada.

Bupati Karanganyar dalam sambutannya mengatakan sistem keamanan lingkungan dapat memberikan rasa aman dan merupakan kebutuhan pokok atau dasar.

“Kemajuan teknologi merupakan sarana untuk mempercepat tersebarnya kabar atau  informasi. Akan tetapi secanggih apapun tekhnologi secara batin tidak bisa dipungkiri atau tergantikan rasa kebutuhan terjalinnya persaudaraan yang erat lewat singgungan dan kumpul bersama setiap hari di pos ronda,” tegas Juliyatmono.

Selain mempererat silaturahmi antar warga, banyak manfaat yang didapat dipetik dari kegiatan siskamling tersebut. Dengan sering bertemunya para warga di pos ronda dapat menimbulkan usul – usul yang bagus guna pembangunan dusun.

“Apabila terjadi tindak kejahatan jangan main hakim sendiri dikarenakan dapat menimbulkan dendam yang berkepanjangan, maka langsung saja diserahkan kepada aparat penegak hukum”. pungkas Juliyatmono. Demikian DISKOMINFO (Krs/Adt)

Read More
DSC_1437

SOSIALISASI ANTI NARKOBA BERSAMA P4GN

Kepala Badan Kesbangpol Karanganyar Agus Cipto Waluyo membuka Sosialisasi Anti Narkoba Bersama P4GN di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (02/11/2017).

Karanganyar, Kamis 02 November 2010

Badan Kesbangpol bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Karanganyar mengadakan Sosialisasi Anti Narkoba Bersama P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba) di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (02/11/2017). Peserta dalam acara ini adalah ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan, juga menghadirkan dua narasumber, yaitu Anik Dwiyanti selaku Kepala Seksi Kefarmasian Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar dan Harno selaku Kasat Narkoba Polres Karanganyar.

Tujuan diadakannya sosialisasi ini merupakan upaya pencegahan maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba, terutama di Kabupaten Karanganyar.

Dalam sambutannya Kepala Kesbangpol, Agus Cipto Waluyo  menyampaikan terdapat lima isu nasional yang sedang berkembang di Indonesia, yaitu disintegrasi, terorisme dan radikalisme, korupsi, media sosial, dan narkoba. Peredaran narkoba tidak hanya di daerah kota saja, namun sudah sampai ke plosok-plosok desa. Pecandunya tidak hanya pemuda saja, hingga orang tua bahkan anak-anak.

“Saya cukup prihatin dengan daerah Sulauwesi yang menggunakan PCC, hanya satu saja sudah bisa membuat gila pengkomsumsinya” jelasnya.

Pada kesempatan ini disampaikan bahwa Indonesia sudah dinyatakan darurat narkoba. Negara Cina itu memproduksi narkoba tapi tidak mengkomsumsinya, sedangkan di Indonesia justru sebaliknya.

“Upaya pencegahan narkoba harus kita mulai dari diri sendiri, keluarga, dan kemudian mengawasi lingkungan sekitar” terangnya.

Demikian Diskominfo (ftr/ppt)

Read More