Category: Pendidikan

web

Mahasiswa Univet KKN di Karanganyar

Penerjunan mahasiswa KKN Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Karanganyar, Selasa (06/02/2018)

Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Kabupaten Karanganyar.  Selama dua bulan mahasiswa berinteraksi langsung dengan warga setempat.

Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Ali Mursyid, mengatakan sejumlah 163 mahasiswa diterjunkan di dua kecamatan di Kabupaten Karanganyar, yakni Kecamatan Tawangmangu sebanyak 106 mahasiswa yang terdistribusi pada 10 desa. Kemudian 57 mahasiswa di Kecamatan Jatiyoso tersebar di lima desa.

“Masing-masing dibuat kelompok, semua harus membuat program kerja dan harus ada satu program kerja unggul, nantinya akan di lombakan antar kelompok mahasiswa. Juga punya tugas dibuat video kreatif tentang program kerja unggulan,” kata Rektor Univet Bantara Sukoharjo.

Acara penerimaan mahasiswa KKN itu, langsung dihadiri oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Selasa (06/02) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Sebelum penerjunan mahasiswa KKN. Pihak kampus sudah membekali mereka dengan pengenalan wilayah, teknologi tepat guna, sopan santun, pemberdayaan masyarakat dan teknik pembuatan video kreatif.

“Itu semua menjadi dasar profesionalitas mahasiswa kami. Apalagi ini berada langsung dengan warga dan budaya lokal setempat. Saya juga meminta agar menjaga nama baik kampus kita,” katanya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan Univet di Kabupaten Karanganyar sudah familiar. Sehingga adanya KKN ini semoga bisa mendorong semangat warga Karanganyar meraih pendidikan lebih tinggi.

“Pelajari semangat masyarakat ini. Belajar intropeksi di lokasi. Kelebihannya apa. Jadikan KKN ini yang strategis dan pijakan menjadi orang sukses,” kata Bupati Juliyatmono. (pd/Ard)

 

Read More
DSC_1260

EXPO Universitas ” SMART CULTURE ” Bersama FORMAKA

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan sambutannya dalam acara EXPO Universitas di GOR Nyi Ageng Karang, Sabtu (3/2).

 

Karanganyar – 03 Februari 2018

Dengan mengangkat tema “ SMART CULTURE TO BE MELLINIALS GENERATION “ sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Negeri maupun swasta yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Karanganyar atau biasa di singkat FORMAKA mengadakan acara Expo Universitas pada hari Sabtu (03/2).

Adapun acara Expo kali ini di ikuti berbagai Perguruan tinggi di antara lain : UNNES, IAIN Surakarta, POLTEKES Surakarta, PIP, STIMIK AUB Ska, AKPER 17, ATW, UNISRI, STAN, STIKES NASIONAL, UIN WALISONGO, STPN, UII, APEKA, STIKES PKU, UNS, POLTEKES JOGJA, MITRA HUSADA, UNIVET, UNSA, UMS, UPNYK, STIKES AISYIYAH, POLITEKNIK INDONUSA dan FORMAISKA ( Forum Mahasiswa Surakarta ). Dengan tema tersebut para mahasiswa bermaksud mengangkat budaya sebagai tren anak muda jaman sekarang untuk menciptakan pemuda yang kreatif, sopan santun menuju generasi millenial.

Hadir pula dalam acara tersebut Bupati Karanganyar Juliyatmono, dalam pidato sambutannya Bupati Karanganyar Bp. H. Juliyatmono menghimbau kepada seluruh mahasiswa untuk selalu terus menggelorakan sekolah dan mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya dimanapun berada, karena yang bisa merubah kita semua adalah PENDIDIKAN.

Dan Bupati Karanganyar juga memberikan hadiah untuk FORMAKA yaitu Bupati Karanganyar sedang merencanakan akan membangun gedung untuk sarana anak muda supaya menjadi anak muda yang kreatif. Yang mana rencananya pembangunan gedung tersebut akan di proyeksikan di belakang komplek Gedung Wanita. Dimana nantinya gedung BAPPEDA akan di pindah guna terwujudnya pembangunan gedung tersebut.

Demikian Diskominfo (krs)

Read More
WhatsApp Image 2018-01-29 at 10.59.35 AM

Optimalkan Pikiran Dengan Data

Bupati Karanganyar, Drs Juliyatmono MM memberikan arahan dihadapan para pelajar agar tidak terjerumus dalam paham radikalisme

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KARANGANYAR – 29 Januari 2018

Maraknya pemuda atau seseorang mengikuti paham radikalisme karena otak atau pikirannya tidak diisi dengan data yang benar. Maksud data yang benar adalah  pikiran seseorang tidak untuk memahami, mengkaji dan menelaah secara komprehensif mengenai sesuatu hal tersebut. Sehingga ketika otak atau pikiran tidak mempunyai data yang kuat maka akan mudah dibelak-belokkan. Bahkan dijerumuskan untuk hal-hal yang merusak.

“Saya mengajak anak-anak SMA dan SMK di Kabupaten Karanganyar mengoptimalkan pikiran. Makanya belajar, belajar, dan belajar terus. Cari rujukan yang komplet dan baik mengenai sesuatu hal,” ujar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan ‘wejangan’ kepada ratusan SMA dan SMK pada saat seminar Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Paham Radikalisme Bagi Pelajar SMA/SMK di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, (29/01)

Dia menambahkan pelajar harus terus menambah ilmu pengetahuan. Sebab hanya dengan ilmu pengetahuan bisa berubah masa dengan yang lebih baik. Dalam Al Quran, Allah berpesan akan mengangkat derajad orang-orang berilmu. Menurutnya manusia akan dihormati karena cara berpikirnya. Berpikir adalah mengolah data. “Seberapa besar data dipikiran kita diisi hal-hal yang bagus,” imbuhnya.

Orang nomor satu di Karanganyar mengingatkan jangan mudah percaya dengan sesuatu hal di medsos tanpa punya rujukan yang benar. Sebab medsos terkadang hanya satu kalimat yang tidak komprehensif. Hal tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sepertinya telepon seluler atau HP jika tidak pernah diinstal maka tidak bisa berbuat apa-apa. “Agama Islam itu pedomannya Al Quran dan bukan berdasarkan ‘jarene-jarene’. Misalnya jarene A karena ada kepentingan, bisa saja dibelokkan. Biar pak Surono yang cerita tentang pengalamannya. Penak opo ora ikut paham-paham seperti itu, marai sugih po ra. Seseorang tidak akan terjerumus jika diisi data yang benar. Maka Belajar dan belajar,” imbunya. (hr)

Read More
DSC_6794

Mahasiswa Harus Berinovasi

 

SAMBUT : Mahasiswa KKN dari FKIP UMS diterima Wakil Bupati Karanganyar di pendopo Rumah Dinas Bupati.

KARANGANYAR- Rabu, 24 Januari 2018

Untuk mengasah kemampuan Soft Skill mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), sebanyak 193 mahasiswa FKIP  diterjunkan dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Karanganyar. Mereka diminta untuk mengasah kepribadian dan sosial langsung di masyarakat. Para mahasiswa tersebut ditempatkan di daerah Jumapolo, Jatipuro dan Jatiyoso.

“KKN mahasiwa FKIP UMS ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa. Mahasiswa FKIP yang nantinya diharapkan jadi guru setidaknya memiliki empat kompetensi, yakni profesional, akademik, kepribadian dan sosial. Dua kompetensi terakhir ini diasah sehingga diterjunkan di masyarakat secara langsung,” papar perwakilan rektoran UMS, Anam Sutopo.

Dia menambahkan, KKN UMS FKIP kali ini untuk yang kedua. Sebanyak 1227 mahasiswa ditempatkan di seluruh karasidenan Solo Raya kecuali kota Solo. Hanya saja, untuk Karanganyar ada 193 peserta. Pihaknya berharap kepada mahasiswa juga dapat lebih membantu masyarakat khususnya dibidang pendidikan. Misalnya TPA, baca quran dan pendidikan-pendidikan yang berada di lingkungan pedesaan. “Bukan hanya sekedar ilmu saja, akan tetapi mereka diharapkan dapat menerapkan ilmu yang sudah didapat. Kami juga bekerjasama dengan Pimpinan daerah Muhammadiyah hingga tingkat ranting,” imbuhnya.

Sementara Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo menyambut baik mahasiswa yang melakukan KKN di bumi Intanpari. Pihaknya mengatakan mahasiswa yang melakukan KKN di Karanganyar  pasti diterima di pendopo sebelum terjun ke lokasi sebagai bentuk penghormatan. Pihaknya meminta mahasiswa terus mengembangkan inovasi. “Sebab generassi saat ini selain menguasai IT juga diharapkan menguasai inovasi. Inovasi diharapkan terus tumbuh agara mahasiswa yang ditempatkan di tiga J (Jumapolo, Jatipuri dan Jatiyoso) dapat hebat,” imbuhnya.

Pihaknya berharap mahasiswa dapat memberikan nilai lebih di masyarakat. Misalnya lewat pengajian dan pendidikan. Menurut Rohadi, mahasiswa diminta untuk tumbuh kembangkan agar masyarakat sadar pendidikan, terutama kuliah di jenjang yang lebih tinggi. Sehingga lulusan S-1 di Karanganyar lebih banyak sehingga berperan membantu kualitas Sumber Daya Manusia. “Kami sangat bahagia dan berharap ada nilai plus untuk masyarakat,’ tambah Rohadi. (hr/Ard)

Read More
DSC_6423

Mahasiswa Apeka dan USB Ditantang Untuk Sukses

 

MOTIVASI : Bupati Karanganyar, Yuliyatmono memberikan arahan kepada ratusan mahasiswa di rumah dinas bupati.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KARANGANYAR – Senin, 22 Januari 2018.

Ratusan mahasiswa dari dua perguruan tinggi berbeda, yakni Akademi Peternakan Karanganyar (APEKA) dan Universitas Setia Budi (USB) ditantang bupati Karanganyar untuk sukses. Para mahasiswa diminta 5 sampai 10 tahun datang lagi ketempat yang menjadi lokasi KKN saat ini dengan membawa kesuksesaan. Sebab pemuda seperti mahasiswa harus mempunyai nilai tambah untuk menciptkan peluang-peluang usaha. Apalagi, mahasiswa menguasai tehnologi maka akan dapat meraih sukses dengan mudah.

“KKN itu tidak ada gurunya. Gurunya adalah pengalaman hidup, pengamatan lingkungan, patner yang ada di lokasi. Dari sepanjang kuliah, justru satu ini bulan selama KKN ini menjadi penting karena gurunya langsung berada di lokasi,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono dalam arahaan penerimaan mahasiswa KKN di Rumah Dinas, Senin (22/01).

Dia menambahkan mahasiswa KKN diharapkan segera menyesuaikan lingkungan. Pelajari orang-orang susah, orang sukses dan bergaul sebaik mungkin dengan warga sekitar. Dari interaksi tersebut maka akan terbentuk cara berpikir dan bertindak. Jika perlu, menikahlah dengan pemuda-pemuda Karanganyar yang sukses. “Berpikirlah positif dimanapun dan kapanpun. Sebab pikiran didengar Tuhan dan pikiran itu akan berdampak kepada anda sendiri. Anda akan mendapatkan sesuatu yang anda pikirkan,” imbuhnya.

Menurut Juliyatmono para mahasiswa yang KKN di Karanganyar sangat dekat dengan kota. Sehingga kalau sore, bisa bermain di Taman Pancasila. Pelajari hal-hal kecil dari PKL yang berdagang ditempat tersebut. Sebab meski hanya pedagang Salomi dan kerak telur, namun tabunganya di rumah miliaran. “Duit yang muter luar biasa. Sebagai mahasiswa pelajari hal-hal tersebut,” ungkapnya.

Dia selanjutnya mencontahkan remaja memelihara ayam petelur 100 saja. Jika ayam itu bertelur 100 jika dikalikan 1500 maka akan menghasilkan 15 juta. Padahal tidak perlu tempat yang besar untuk menghasilkan jutaan rupiah. Pihaknya saat ini tengah budidaya ternak organik. Biasanya ayam panen setelah 35 hari namun kini bisa panen setelahg 30 hari. “Telurnya juga kencang dan ayamnya seperti ayam jawa, seratnya padat,” tambah Juliyatmono.

Sementara  wakil rektor I USB, Peni Pujiastuti mengatakan mahasiswa yang KKN di Karanganyar  berjumlah 198. Rinciannya 176 mahasiwa dari USB dan 22 dari Apeka. Menurut Peni, mahasiswa dari USB terdiri dari mahasiswa Teknik Informatika, Farmasi, Psikologis dan Ekonomi. Pihaknya berharap para mahasiswa dapat berperan nyata membantu masyarakat yang menjadi lokasi KKN. “Pola pikir, pola sikap dan pola tindak diharapkan dapat memberikan sumbangan untuk Karanganyar,” tambah Peni. (Hr/Adt)

Read More
DSC_6318

Mahasiswa diminta Jadi Pelopor Kemajuan Karanganyar

Kominfo

Abadikan Gambar : Bupati Karanganyar, Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Rohadi Widodo saat foto bersama Formaka pada Sarasehan bersama Bupati, Sabtu (20/01) kemarin.

KARANGANYAR – Sabtu, 20 Januari 2018

Forum Mahasiswa Karanganyar (Formaka) menggelar sarasehan bersama bupati pada Sabtu lalu di Rumah Dinas. Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati, Rohadi Widodo. Dihadapan ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tersebut, Bupati Karanganyar meminta mahasiswa menjadi pelopor kemajuan Karanganyar.  Mahasiswa Karanganyar dimanapun berada, bisa saling akrab dan mengisi.  Sekaligus diharapkan para mahasiswa tersebut menyampaikan ide-ide untuk kemajuan bumi intanpari.

“Sedekah ilmu itu sama dengan sedekah harta. Jadi mahasiswa saya harapkan menjadi pelopor kemajuan perubahaan Karanganyar,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan di acara sarasehan bersama mahasiswa di Karanganyar.

Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Karanganyar mengingatkan bahwa tahun 2018 ini sebagai tahun politik. Mahasiswa diharapkan juga berlatih demokrasi dengan perhelatan lima tahun sekali tersebut. Menurutnya perbedaaan pandangan dalam demokrasi adalah sesuatu yang dinamis. Jangan sampai perbedaan justru menyebabkan retaknya hubungan dan memutus silaturahmi.

“Saya sama pak Rohadi nyaman-nyaman saja. Saya berharap di masyarakat  jangan sampai diprovokasi menyebabkan ketidakharmonisan,” tambah Juliyatmono yang disambut tepuk tangan mahasiswa.

Sementara Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo menambahkan saat ini para mahasiswa berada di alam generasi  Informasi Tehnologi (IT). Sebab barang siapa menguasai teknologi maka dia akan memimpin dunia. Namun demikian, saat ini, menurut Rohadi tidak hanya IT saja akan tetapi inovasi. Sebab dengan berinovasi maka dunia akan digenggam. Pendek kata, Barang siapa ingin dunia maka dengan ilmu, barang siapa ingin akhirat juga dengan ilmu. Jika keduanya juga harus memakai ilmu.

“Adik-adik mahasiswa juga harus siap dengan lonjakan-lonjakan dalam hidup ini. Saya berterima kasih kepada bupati karena beliau adalah guru SMA saya,” tambah Rohadi.

Demikian Diskominfo (Hr)

 

Read More

Empat Kecamatan Jadi Tujuan Lokasi KKN Dua Kampus

 Karanganyar, Selasa 9 Januari 2018

Empat Kecamatan di Kabupaten Karanganyar menjadi tujuan lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta, Selasa (09/01).

Keempat Kecamatan tersebut meliputi  Kecamatan kerjo, Ngargoyoso dan Jenawi menjadi lokasi KKN mahasiswa UTP Surakarta yang berjumlah 376 orang sedangkan satu kecamatan lagi yakni Kecamatan Mojogedang menjadi lokasi  KKN mahasiswa UNS yang berjumlah 90 orang. Hal tersebut disampaikan Rektor UTP Surakarta, Prof. Ongko Cahyono pada penerjunan mahasiswa KKN yang berlangsung  di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Dalam laporannya, kegiatan KKN merupakan kerjasama yang sudah lama terjalin dengan baik menjadikan sinergi antara UNS, UTP dan Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

“Adik-adik mahasiswa KKN yang kami terjunkan sudah kami beri bekal akademi dan skill agar dapat berinteraksi dengan baik dimasyarakat,”katanya.

Ia berharap kegiatan KKN dapat memberi kreatifitas, inovasi dan kontribusi besar sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaat keberadaan mahasiswa di lokasi KKN.

“Pelaksanaan kegiatan KKN berlangsung selama 1,5 bulan mulai 11 Januari sampai 12 Februari 2018,”terangnya.

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono dalam sambutannya menghimbau agar semua pihak yang terkait untuk dapat memperlancar pelaksanaan kegiatan KKN.

Ia pun berharap mahasiswa yang melakukan KKN dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat sebagai pengalaman berharga dalam berkehidupan.
“Ikuti KKN ini dengan senang hati, jangan jadikan KKN sebagai persyaratan untuk lulus kuliah yang hanya akan menjadikan beban,”pesan Juliyatmono.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

Read More
web

Menemu Baling Mudahkan Buat Karya Tulis

Asisten Pemerintahan, Bachtiar Syarif, memberikan sambutan pada Seminar Menulis dengan Mulut, Membaca dengan Telinga (Menemu Baling).

Karanganyar, Senin (08/01/2018)

Metode Menulis dengan Mulut, Membaca dengan Telinga (Menemu Baling) memudahkan seorang guru dalam membuat karya tulis ilmiah sehingga menghasilkan hasil yang menarik.

Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Karanganyar, Giyarto menuturkan metode Menemu Baling merupakan metode yang digunakan untuk mendukung Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan Gerakan Literasi Produktif Berbasis IT oleh IGI dengan Program Satu Guru Satu Tablet (Sagusatab).

“Menemu atau menulis dengan mulut, berarti mengganti semua aktivitas menulis di keyboard tablet atau telepon pintar dengan ucapan. Jadi setiap kata yang diucapkan langsung tertulis pada mesin pencatat saat itu juga,” kata Ketua IGI Karanganyar.

Sedangkan untuk membaca dengan telinga, kita tinggal mendengarkan saja dari mesin pembaca. Dokumen teks bisa berupa file Pdt, Word, Ppt, blog, email.

Kegiatan ini hampir bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun, dan menguntungkan bagi hampir semua profesi, terutama yang ada hubungannya dengan kegiatan tulis menulis.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Sekda Karanganyar, Bachtiar Syarif, saat memberikan sambutan pembukaan, Minggu (07/01) di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarspus) Kabupaten Karanganyar mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Guru dengan mudah memanfaatkan metode ini. Aplikasi ini juga pengembangan teknologi yang kedepan digunakan, sehingga dunia pendidikan di Kabupaten Karanganyar tidak ketinggalan, bahkan bisa bersaing dengan daerah lain,” kata Asisten Pemerintahan.

Seminar itu juga dilakukan Video Conference (Vicon,) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.(pd)

Read More
DSC_4546

Pertama di Indonesia

 

TERBAIK : Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo memberikan piala Juara 1 dalam acara Perkemahaan 360 hari.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KARANGANYAR – Jumat, 29 Desember 2017

Penutupan perkemahaan 360 hari Kwartir Cabang Kabupaten Karanganyar tak henti-hentinya menjadi pujian dari Kwartir Daerah Jawa Tengah. Pasalnya kemah yang dilaksanakan selama itu baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia. Apalagi sarana dan prasarana di Bumi Perkemahan (buper) Cakra Pahlawasri  sudah sangat mendukung. Berada di areal 10 hektar sangat tepat menjadi ‘kawah candradimuka” para pramuka.

“Buper Cakra Pahlawasri adalah salah satu bumi perkemahaan terbaik di Jawa Tengah. Sehingga sangat tepat bila Buper ini dijadikan tempat menggembleng para penggalang,” papar Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo usai menutup perkemahaan 360 hari Kwartir Cabang di Delingan, Karanganyar, Jumat (29/12)

Dia menambahkan acara ini sangat tepat untuk membentuk karakter pada diri anak-anak yang ada dalam jiwa pramuka. Misalnya mandiri, berani, jujur dan bertanggungjawab. Kegiatan ini akan terus dilanjutkan di tahun-tahun mendatang. “Perkemahan ini menjadi sarana tepat untuk pengembleng dan melatih anak. Kegiatan ini akan kami lanjutkan di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Sementara Ketua Panitia Perkemahaan 360 hari, Harjono mengatakan acara ini untuk pembinaan generasi muda yang penuh karakter. Ditengah arus gadget, dan pengaruh media sosial yang luar biasa, para pemuda untuk diajak menempa diri melalui kegiatan pramuka. Pemuda diharapkan mempunyai karakter yang cerdas, santun, trampil dan pantang menyerah. “Pelaksanaan kemah 360 hari telah diikuti 17.900 peserta dari 17 Kecamatan yang ada di Karanganyar. kegiatan-kegiatan yang kami laksanakan diantaranya PBB, Halang rintang, pentas seni dll,” tambahnya.

Selain itu, Sekretaris Kwarda Jawa Tengah, Agung Suparyoko mengapreasi dan mendukung penuh pelaksanaan kemah 36 hari. Acara seperti ini, menurutnya baru pertama kali dilaksanakan. “Ini sejarah dan baru pertama kali di Indonesia. Bahkan di dunia. Saya mendukung dan berharap bisa dilaksanakan terus acara seperti ini,” tambahnya (hr/yg)

Read More
DSC_0848

Bersama dan Fokus Untuk Membangun Karakter Anak Didik

SEMANGAT : Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo memberikan motivasi kepada peserta seminar Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 71

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KARANGANYAR – Jumat, 24 Desember 2017

Keberhasilan guru dalam mendidik peserta didik tidak terlepas dari fokus dan bersama.  Sebab dengan fokus pendidikan akan lebih terarah dan bersama bisa mengatasi kesulitan yang ada. Berbagai persoalan yang muncul akan bisa diatasi dengan fokus dan kebersamaan.  Demikian disampaikan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat memberikan arahan dalam Seminar Nasional Pendidikan dalam rangka memperingati dan merayakan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 72 di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jumat (24/12).

Selanjutnya, orang nomor dua di Karanganyar tersebut mempertontonkan sebuah atraksi untuk  membuktikan dengan bersama dan fokus akan bisa menyelesaikan persoalan. Atraksi itu yakni beras dimasukkan dalam gelas. Selanjutnya diletakkan pisau ditengahnya. Rohadi Widodo kemudian meminta peserta untuk mengangkat pisau yang dimasukkan dalam beras. Beberapa peserta seminar gagal untuk mengangkat gelas. Salah satu guru bernama Suparlan, dengan menyakinkan berhasil mengangkat pisau yang tertancap dalam beras. “Ini membuktikan beras yang semula sendiri-sendiri dan jika bersatu maka akan dapat mengangkat gelas. Kebersamaan akan dapat mengatasi persoalaan,” ujar Rohadi Widodo.

Dia mengatakan berbagai macam karakter anak didik dapat diselesaikan jika guru semangat dan fokus dalam mendidik. Misalnya, anak malas jika mendapati guru penuh semangat maka anak yang malas itu akan menjadi rajin.  “Sekali lagi, keterbatasan itu bisa diatasi dengan semangat dan kebersamaan,” imbuhnya.

Sementara Ketua PGRI Kabupaten Karanganyar, Aris Munandar menambahkan seminar dilakukan untuk penguatan pendidikan karakter bagi guru. Hal ini sejalan dengan revoluai mental yang dicanangkan presiden Joko Widodo. Seminar ini, menurut Aris juga memberikan bekal kompetensi dan kemampuan proses bagi guru bidang studi. “Selama ini memang tidak ada waktu khusus untuk pendidikan karakter bagi anak-anak. Namun mulai saat ini, pendidikan karakter dimasukkan dalam mata pelajaraan dan ekstrakurikuler,” tambahkanya.

Aris mengatakan seminar diikuti oleh 1482 guru dari 17 kecamatan. Antusias dan semangat para guru mengikuti acara tersebut sangat tinggi. (hr/ft)

Read More